-->

Jumat, 13 Oktober 2023

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Beri Penilaian Final Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Di Kerambitan


Tabanan – Dalam menekan pertumbuhan angka stunting di Kabupaten Tabanan, berbagai cara dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M dalam kolaborasinya menjalankan program-program Bupati Tabanan, salah satunya melalui inovasi di Posyandu. Penilaian final terhadap kinerja dan pelayanan yang dilombakan Posyandu-posyandu di Desa-desa di Tabanan ini dilangsungkan di Banjar Langan, Desa Blumbang, Kecamatan Kerambitan, Jumat (13/10). 

Kedatangannya beserta jajaran yang juga ditujukan untuk bertemu dan melihat kondisi anak-anak di Posyandu tersebut, dikhususkan untuk memantau anak-anak yang beresiko stunting. Sebab, sesuai dengan  program Pemerintah Tabanan, yakni bersinergi dengan semua lini untuk menurunkan jumlah stunting di seluruh Tabanan. Nampak hadir saat itu, Camat Kerambitan, Perbekel beserta jajaran, Para Pengurus TP PKK Desa dan Bendesa adat serta orang tua dan anak-anak yang nampak memadati Posyandu Banjar Langan mulai pagi hari tersebut. 

Posyandu merupakan sebuah Lembaga kemasyarakatan yang menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya ibu dan anak. Sebagai Lembaga kemasyarakatan yang pada komunitas setingkat banjar/dusun, posyandu telah menunjukkan kiprahnya dengan mengembangkan program Kesehatan ibu hamil, program Kesehatan anak, keluarga berencana, imunisasi, pemantauan status gizi, pencegahan dan penanggulangan diare, ditambah dengan penurunan angka stunting atau gizi buruk. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan Kesehatan.

Lomba yang diinisiasi langsung oleh Bunda Rai, mendapat sambutan yang sangat baik dari seluruh Desa, termasuk inovasi dari Desa Blumbang, yang mana Desa ini telah menyediakan posyandu yang dikhususkan untuk Remaja. Tentunya apresiasi yang baik diberikan oleh Bunda Rai. Baginya, perlombaan ini merupakan pacuan semangat bagi desa-desa di Tabanan untuk semakin berperan aktif dalam menurunkan kasus stunting.

“Saya membuat lomba ini bukan sekedar mencari juara, akan tetapi melalui lomba ini, saya ingin menambah dan mengembalikan lagi semangat untuk posyandu. Kita fokus menangani gizi anak-anak kita, bagaimana nantinya kita bisa mencetak anak-anak yang berkualitas, terutama kita mencegah jangan sampai anak-anak kita menjadi stunting” Ucap Ny. Rai Sanjaya di hadapan warga Desa Blumbang pagi itu. Penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas baik Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten. Penanganan stunting juga salah satu indikator pengukuran kinerja Pemerintah Daerah serta merupakan program kerja prioritas dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan. Lomba posyandu sebagai salah satu aksi nyata dalam upaya penanganan stunting. 

Bunda Rai juga mengucapkan rasa bangganya, terhadap keberhasilan Kabupaten Tabanan terhadap penurunan stunting yang telah mencapai angka 8,2% dari yang sebelumnya 9,2%. “Jadi melalui kegiatan ini dan sinergi PKK dengan semua stakeholder yang terkait dengan Kesehatan anak, saya ingin sinergi ini untuk lebih ditingkatkan lagi, tujuannya agar angka stunting semakin menurun. Bunda Rai juga menyampaikan, berkat kolaborasi dan sinergi di semua pihak, Kabupaten Tabanan sudah memperoleh peringkat terbaik atas audit status stunting tingkat nasional di seluruh Indonesia. 

Oleh sebab itu, gelora berinovasi juga ditunjukkan oleh Desa Belumbang, terlebih dengan kehadiran dan perhatian langsung dari Ketua TP PKK yang memberikan harapan dan menambah semangat warga Desa. Seperti yang diungkapkan oleh Drh. I Ketut Dhyana Putera selaku Perbekel Desa, yang mengharapkan masukan dan evaluasi dari Bunda Rai terhadap inovasi posyandu yang dilakukan. “Kami sangat mengharapkan masukan-masukan dari Ibu Ketua TP PKK, nantinya setelah mengevaluasi kegiatan kami yang ada di Posyandu, kedepannya bisa kami perbaiki, sekaligus memberikan wawasan kembali kepada kader-kader kami yang ada di Desa Belumbang. Sehingga tujuan kita dalam menjaga Kesehatan massyarakat dan pencegahan stunting sesuai program Pemerintah bisa berjalan” Ujar Dhyana Putera. 

Pemkot Denpasar Keluarkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Suwung


Fokus Utama Pemadaman Titik Api Lewat Darat dan Udara, Siagakan Pos Kesehatan Hingga Penanganan Sampah Sementara

Denpasar,  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara secara resmi mengeluarkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang terjadi sejak Kamis (12/10) kemarin. Hal tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendukung optimalisasi penanganan kebakaran, mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, serta menjamin kelancaran aktivitas masyarakat selama proses penanganan berlangsung. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau Penanganan Bencana Kebakaran TPA Suwung pada Jumat (13/10). 

Rapat Kordinasi yang juga dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Kapolresta Kota Denpasar, Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Pimpinan OPD dan Lurah terdampak ini turut membangun sinergi lintas sektor. Hal ini utamanya dalam mendukung optimalisasi pemadaman titik api, antisipasi gangguang kesehatan bagi masyarakat, serta solusi penanganan sampah sementara saat penanganan kebakaran berlangsung. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Bencana Kebakara yang terjadi di TPA Suwung mewajibkan Pemerintah Kota Denpasar untuk mengeluarkan status tanggap darurat. Hal ini guna menggandeng semua pihak untuk mendukung percepatan penanganan bencana kebakaran. 

“Saat ini pemadaman titik api masih terus kita optimalkan, sedikitnya ada 17 Mobil Damkar yaang merupakan sinergi Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, Pemkab Tabanan, Pemkab Gianyar dan Watter Cannon Polda Bali, semoga bisa segera diatasi,” ujarnya 

Selain itu, kata Jaya Negara, penanganan dengan menggunakan Helikopter Water Boombing juga akan dilaksanakan atas Bantuan BNPB. Tak hanya itu, pemadaman titik api juga turut dilaksanakan dengan penyemprotan 24 jam, pemotongan jalur api, pembuatan lobang air di lokasi tumpukan sampah, hingga suntik injek air untuk menyasar gundukan sampah paling bawah. 

Sembari terus menggenjot proses pemadaman api, Jaya Negara juga mengintruksikan seluruh jajaran untuk bersinergi mendukung penanganan dampak kebakaran ini. Hal ini mulai dari Penyediaan Posko Kesehatan, Pembagian Masker, hingga Pengaturan Lalu Lintas. 

“Kita sudah kordinasi juga dengan Lurah di tiga wilayah, yakni Pedungan, Sesetan dan Serangan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, jika ada keluhan gangguan ISPA akibat asap kebakaran agar segera melapor ke Puskesmas untuk segera mendapatkan penanganan,” kata Jaya Negara

“Kami juga sudah tugaskan Dinas Perhubungan, Sat Pol PP dan bersinergi dengan Polresta Denpasar untuk mengatur arus lalu lintas dan akses keluar masuk Mobil Damkar, sehingga penanganan dapat dioptimalkan,” imbuhnya 

Berkaitan dengan upaya mengatasi penumpukan sampah di masyarakat akibat terhambatnya proses pengangkutan, pihaknya telah mengintruksikan DLHK Kota Denpasar untuk membangun kordinasi dengan kabupaten penyangga Kota Denpasar. Hal ini guna menampung sampah Kota Denpasar untuk sementara waktu hingga penanganan kebakaran usai. 

“Kita sedang menjalin kordinasi dengan Kabupaten Tabanan, Gianyar, Badung dan Bangli, semoga bisa hari ini diputuskan untuk pengiriman sampah sementara hingga penanganan kebakaran usai,” ungkap Jaya Negara

Selain itu, penanganan sampah di masyarakat akan difokuskan dengan mengoptimalisasi TPS3R dan TPST di Kota Denpasar. 

“Untuk sementara, selain menjalin kerjasama lintas daerah, optimalisasi peran TPS3R juga terus kami bangun, termasuk TPST juga, dan kami mengimbau masyarakat untuk menunda membuang sampah guna mencegah penumpukan di TPS-TPS, untuk itu kami mohon permakluman seluruh masyarakat, semoga musibah ini segera tertangani dengan baik, dan api segera padam," ujarnya. (Ags/HumasDps).

Pemkot Denpasar Gandeng Polresta Denpasar Antisipasi Geng Motor dan Kenakalan Remaja Siswa SMP


Denpasar, Pemkot Denpasar menggandeng Polresta Denpasar terus berupaya mencegah keberadaan geng motor dan kenakalan remaja SMP. Hal ini guna mengantisipasi pelanggaran hukum serta mencegah terjadinya tindakan negatif para siswa. Demikian terungkap saat pelaksanaan Rapat Kordinasi Kenakalan Remaja yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Kapolresta Kota Denpasar, Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (13/10). 

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Kepala Sekolah SMP se-Kota Denpasar, Ketua Komite Sekolah SMP se-Kota Denpasar, serta undangan lainya. 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas dalam pemaparannya mengatakan, permasalahan kenakalan remaja saat ini di Kota Denpasar harus segera ditangani. Dimana Aksi geng motor yang kian marak di Kota Denpasar akhir – akhir ini membuat resah masyarakat. Bahkan, beberapa aksi mereka diketahui sampai melukai korban, mengambil barang pribadi korban hingga viral di media sosial. Dan yang lebih disayangkan lagi para geng motor ini masih di bawah umur atau remaja.

Terkait maraknya aksi geng motor yang mayoritas dilakukan oleh anak di bawah umur, dihimbau kepada para guru dan orang tua untuk lebih memberikan pengertian pentingnya menjaga diri dalam pergaulan. Selain itu juga, penyalahgunaan media sosial salah satu hal yang patut menjadi perhatian semua pihak, dan harus terus kepada para siswa yang notabennya menjadi pengguna dan objek.

"Siswa berperilaku baik serta sikap, mental yang kuat ditambah dengan mentaati peraturan yang ada, maka para siswa akan terhindar dari tindak pidana ataupun bentuk kenakalan remaja lainnya seperti pelanggaran lalu lintas, memakai knalpot brong, tawuran pelajar, narkoba dan pelanggaran asusila," ujarnya

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam arahannya menjelaskan bahwa, saat ini siswa SMP secara aturan belum boleh mengendarai sepeda motor. Karenannya, keberadaan Geng Motor harus ditertibkan, terlebih mengganggu keamanan, kenyamanan serta proses belajar siswa itu sendiri. 

"Kami berharap, Komite bekerjasama dengan Kepala Sekolah bersama-sama mengawasi, agar anak-anak tidak salah pergaulan, terlebih ikut dalam Geng Motor yang mengganggu kenyamanan dan proses belajar siswa," ujarnya.

Jaya Negara berharap, saat ini siswa SMP di Kota Denpasar fokus dalam mengejar prestasi, baik secara akademik dan non akademik. Sehingga kedepannya dapat bermanfaat dalam proses pembelajaran ke tingkat selanjutnya. 

"Saya kira Pemkot Denpasar terus berkomitmen dalam meningkatkan infrastruktur pendidikan, dan para siswa diharapkan fokus untuk belajar dan mengejar prestasi baik akademik dan non akademik," jelasnya

Sementara, Dewan Pendidikan Kota Denpasar, I Wayan Sugita,  mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Dimana kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan kesepakatan antara Kepala Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Kepala Sekolah dan Komite Sekolah terakit antisipasi terhadap etika berkunjung dan peraturan yang ada di sekolah. 

"Selain itu, melalui momentum ini diharapkan juga dapat mengantisipasi kenakalan remaja baik dari pihak Sekolah, Orang Tua Siswa yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kapolresta. Situasi terkait penelesaian kenakalan remaja tersebut bergantung pada lingkungannya," ujarnya. (ays/prokopim.dps).

Stok Vaksin PMK Masih 20.170 Dosis Siap Di Sebar di 8 Kecamatan Karangasem


Karangasem, Bali Kini - Tingkatkan kekebalan tubuh hewan ternak sapi terhadap virus PMK, Pemerintahan Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan gencarkan vaksinasi untuk cegah PMK (penyakit mulut kuku). 

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem I Nyoman Siki Ngurah, pada Jumat (13/10/2023) saat dihubungi mengatakan pelaksanaan vaksinasi sudah sesuai dengan arahan Satgas PMK Provinsi Bali. 

"Vaksinasi PMK dilaksanakan secara maraton dari bulan Agustus sampai dengan bulan November 2023. Dari estimasi populasi Sapi di Karangasem 80.318 ekor. Dan pemberian Vaksinasi PMK terhadap ternak sapi yang di miliki warga jadi total vaksinasi yang telah dilaksanakan untuk sapi sampai dengan awal Oktober sebanyak 62.946 ekor,” kata Siki Ngurah. 

Agar seluruh ternak sapi milik warga di Karangasem mendapat vaksinasi, maka Dinas Pertanian mengerahkan petugas vaksinasi secara penuh dengan harapan semua populasi ternak sapi di Karangasem mendapatkan vaksin PMK. 

Vaksinasi PMK di Kabupaten Karangasem dilakukan secara bertahap. Sementara, untuk stok vaksin sampai saat ini masih terdapat 20.170 dosis, yang akan di sebar di 8 Kecamatan. 

"Untuk saat ini Kabupaten Karangasem saat dihubungi untuk sementara tidak ada kasus positif PMK ditemukan," Kata Siki Ngurah. (Ami)

Akademisi Unwar Tawarkan Teknologi Pengolahan Jeruk Siam Menjadi Wine


Bangli- Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP-Unwar) menawarkan kepada petani jeruk teknologi pengolahan jeruk siam menjadi wine. Pengolahan jeruk siam menjadi wine salah satunya telah disossialisasikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Catur di Desa Catur Bangli

Pengolahan jeruk siang menjadi wine bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi jeruk siam dan menjadi salah satu upaya mengurangi kerugian petani saat musim panen, karena penurunan harga. Pengolahan menjadi wine juga menjadi upaya untuk memperpanjang masa simpan, karena buah jeruk mudah busuk, sehingga masa simpannya sangat pendek. 


“Dalam pengolahan ini diharapkan keterampilan dan pengetahuan yang diberikan oleh narasumber mampu diterapkan oleh KWT untuk pengolahan inovasi Wine Jeruk. Dalam proses ini keberhasilan produk sangat dipengaruhi oleh kebersihan alat, higenitas alat, kualitas bahan, dan tahapan pengolahan yang tepat” kata Ketua Panitia, Ni Luh Putu Putri Setianingsih, S.Si., M.Si di sela-sela sosialisasi serangkaian program pengabdian kepada masyarakat di Bangli pada Kamis (12/10)

Ketua KWT Dewi Catur, Ana Setyowati, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Tim PDB Unwar tahun 2023 dalam kegiatan pelatihan olahan produk inovasi Wine Jeruk. Adanya pelatihan dan pendampingan dari tim akademisi Unwar akan sangat membantu anggota kelompok KWT sebagai salah satu usaha untuk mengahasilkan produk dari hasil panen di Desa Catur. 

Pemamfaatkan Jeruk Siam sisa pilihan yaang tidak dapat dijual ini sangat memberikan manfaat, karena biasanya jeruk yang tidak lolos pilihan akan dibuang atau diberikan untuk pakan hewan. Melalui kegiatan ini jeruk siam sisa tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk inovasi berupa Wine Jeruk yang memiliki nilai jual. Pendampingan ini diharapkan dapat berkelanjutan, sehingga mampu menjadikan KWT lebih mandiri lagi. Kerjasama seluruh anggota sangat penting untuk keberhasilan dalam pelatihan ini. 

LPM Unwar yang diwakili oleh Sekretaris LPM, I Ketut Selamet, SE., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan PDB Unwar 2023 merupakan program pembinaan bagi Desa Mitra/Desa Binaan Universitas Warmadewa. Untuk wilayah Kintamani Barat terdapat 9 Desa Binaan, salah satunya adalah Desa Catur. Desa binaan ini merupakan projet dalam menjadikan desa tersebut Desa Wisata. Dalam tahapan menjadi Desa Wisata, memerlukan berbagai daya dukung masyarakat yang dapat menunjang tercapainya Desa Wisata. 

Program-program penunjang ini perlu dibangun dan dikembangkan pada masyarakat melalui kelompok-kelompok, salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT). Pengembangan program penunjang ini menjadikan daya dukung desa untuk siap menjadi Desa Wisata. Nantinya di masing-masing desa akan memiliki daya dukung yang berbeda-beda dan mampu diintegrasikan dengan Desa Wisata lainnya. Program pengolahan produk inovasi Wine Jeruk dengan memanfaatkan bahan jeruk yang tidak terjual akan dapat mengurangi limbah sisa panen jeruk, serta dapat menjadikan Wine Jeruk sebagai maskot Desa Catur.

Sukses Ukir Prestasi, Bupati Sanjaya Apresiasi Kerja Keras PSSI Tabanan


Tabanan - Keberhasilan tim Sepakbola U-17 dibawah naungan PSSI Kabupaten Tabanan yang mampu meraih Juara ke-2 dalam pagelaran Sepak Bola Liga Kampung PDI Perjuangan U-17 zona Bali pada 18-22 September 2023 lalu, mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM. Penghargaan tersebut diungkapkan Bupati Sanjaya saat menerima audiensi Ketua KONI dan Ketua PSSI Kabupaten Tabanan beserta jajaran, pada Kamis, (12/10) di ruang kerja Bupati Tabanan. 

Dalam audiensi tersebut, Ketua KONI Made Nurbawa dan Ketua PSSI I Nyoman Wiarsa beserta jajaran menyerahkan piala yang diraih dalam liga kampung  kepada Orang Nomor satu di Tabanan. Dimana pada kesempatan tersebut, turut mendampingi Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, Kaban Brida, Sekban Bappeda, Kabag Umum, Kabag Prokopim serta Kabid Pembendaharaan Bakeuda Tabanan.

Sanjaya menyebutkan, keberhasilan dari tim Sepak Bola U-17 PDI Perjuangan mempersembahkan juara 2 merupakan prestasi yang membanggakan, khususnya dalam cabang olahraga sepak bola. Begitu juga secara keseluruhan, dikatakan politisi asal Dauh Pala Tabanan itu, bahwa persepak bolaan di Kabupaten Tabanan sudah mulai naik level dan mampu bersaing di kancah reguler maupun tingkat nasional yang dibuktikan dengan raihan prestasi ini yang tidak terlepas dari kerja keras semua pihak.

"Saya harap, ajang ini menjadi momentum kebangkitan sepak bola di Kabupaten Tabanan guna meraih prestasi-prestasi selanjutnya, baik di tingkat daerah, nasional bahkan internasional. Selaku Kepala Daerah, saya pasti memberikan support dan dukungan, baik secara moril maupun materiil demi kemajuan sepak bola di Kabupaten Tabanan. Bukan hanya sepak bola, saya juga memberikan support dan dukungan pada cabor-cabor olahraga lainnya," tegas Wakil Bupati Tabanan dua periode tersebut. 

Disamping itu, Sanjaya juga sangat menyadari bahwa prestasi itu lahir tidaklah instan dan tidak terlepas dari pembinaan, pengorbanan dan kerja keras seluruh pihak terkait di dalamnya. Untuk itu, Sanjaya menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh pihak terkait yang telah turut andil memajukan sepak bola di Tabanan, terutama para pendiri SSB dan jajaran yang telah dengan baik membina anak-anak mulai dari usia dini di kampung-kampung, terutama SSB Putra Debes yang paling banyak menyumbangkan pemain dalam tim sepak bola U-17 Tabanan. 

Terkait apresiasi yang diberikan Bupati Tabanan, di kesempatan terpisah I Nyoman Wiarsa selaku Ketua PSSI Tabanan menyampaikan terimakasih kepada Bupati yang telah ikut mensupport PSSI dari segala aspek. Permintaan maaf dan penyesalan juga disampaikannya kepada Bupati dan seluruh masyarakat Tabanan karena tidak berhasil membawa tim U-17 meraih juara 1 dalam Sepak Bola Liga Kampung PDI Perjuangan U-17 2023. Kedepan, pihaknya juga akan berupaya lebih keras agar mampu meraih prestasi-prestasi selanjutnya. 

"Tapi ada hal membanggakan, hampir puluhan tahun kita tidaklah exist di Provinsi Bali, Astungkara saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada pemain, kepada yang terlibat dalam liga kampung ini. Kita menjadi runner up di Provinsi yang mungkin kita kalah dalam final namun mungkin puluhan tahun kita baru mendapat nomor dua. Sejarah ini, kebanggaan ini perlu disosialisasikan untuk kedepan sepak bola itu lebih hidup seperti arahan Pak Bupati, bola itu harus di bangun dari desa-desa, dari kampung-kampung sesuai slogan liga kampung," ujarnya. 

Ia meyakini, bahwa muaranya nanti pasti sampai di Kabupaten dengan seleksi-seleksi yang ada. Maka sesuai arahan Bupati, hal itu akan berupaya dihidupkan kembali, yakni membina maupun membangun sepak bola mulai dari kampung bersama dengan seluruh stake holder terkait karena percuma sepak bola mempunyai prestasi tanpa menghidupkan kembali pembinaan dari usia dini melalui SSB atau lainnya, khususnya di kampung-kampung sesuai arahan Bupati. Pembinaan yang bagus dibawah sangat diyakini memberikan manfaat yang bagus bagi Kabupaten.

Berkas Sudah Dilimpahkan, Rektor Unud Segera Disidangkan


Denpasar - Pihak Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (12/10) telah menerima berkas pelimpahan kasus dugaan korupsi Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa baru seleksi Jalur Mandiri Universitas Udayana Tahun 2018 sampai dengan Tahun 2022.

Dengan begitu, kasus ini dalam waktu dekat akan mendudukkan Rektor Unud, Prof I Nyoman Gde Antara beserta anteknya, I Ketut Budiartawan, Nyoman Putra Sastra, dan I Made Yusnantara. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana, meyakinkan berkas perkara SPI telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Peneliti dan langsung ditindak lanjuti dengan pelaksanaan tahap 2 (penyerahan tersangka dan barang bukti) oleh Penyidik kepada Tim Penuntut Umum yang dikomandoi oleh Aspidus Kejati Bali dan KN. Badung bertempat di Lapas Kerobokan.

"Penyerahan tersangka dan Barang bukti tersebut di Lapas Kerobokan dengan pertimbangan efektifitas mengingat pelimpahan dan persidangan kasus tersebut akan dilakukan di pengadilan tipikor pada PN Denpasar dan tersangka di tahan di LP Kelas IIA Kerobokan," bebernya.

Diperkuat juga dari keterangan Jubir PN Denpasar, Gde Astawa bahwa perkara Dugaan Korupsi SPI UNUD sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar.
"Saat ini berkas masih didata, untuk informasi susunan majelis. Akan kami update setelah ada penetapan KPN," singkat, Astawa.

Sementara itu, soal mantan Rektor Unud periode 2017-2021, Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) sampai saat ini masih berstatus sebagai saksi dalam dugaan korupsi Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Universitas Udayana (Unud). 

Untuk diketahui, Prof.Antara saat itu sempat menjabat sebagai Wakil Rektor atau bawahan dari Prof. Raka Sudewi. Dimana dalam perkara ini, Prof.Antara ditunjuk sebagai Ketua Panitia penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri tahun 2018-2022.

Budak Sabu Tante-tante, Pemuda Pemogan ini Dihukum 5,5 Tahun


Denpasar - Remaja 23 tahun bernama Jodi Irki Naluri yang menjadi budak kurir sabu dari Tante Miranda (DPO) oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (12/10) diputus hukuman pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Wayan Suartha, menyatakan sependapat dengan dakwaan primer dari Jaksa Penutut Umum (JPU) I Gst Lanang Suradnyana. Hakim menyatakan terdakwa bersalah dengan sengaja tanpa hak telah melawan hukum dalam transaksi jual beli serta perantara narkotika jenis sabu. 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dan dijerat dalam Pasal 114 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009, tentang narkotika," putus hakim.

Putusan terhadap terdakwa yang tinggal di Lingkungan Gunung Desa, Pemogan Densel, berdasarkan sebagaimana tertuang dalam dakwaan. Disebutkan terdakwa diamankan berikut barang bukti sabu pada Rabu, 10 Mei 2023 pukul 16.30 Wita, di parkiran kos Kubu Taman Jalan Gelogor Carik, Densel.

Berawal saat sore hari pukul 16.00, Senin (08/05) dihubungi oleh Tante Miranda yang diperintahkan untuk mengambil satu paket sabu. Melalui tempelan dalam bungkusan kertas nasi yang ditempatkan di Jalan Pulau Adi, Denpasar.

Setelah diperoleh, Ia disuruh untuk memecah menjadi 10 paket kecil. Dan saat itu juga langsung mendapat perintah untuk menempel enam paket dititik yang berbeda. 
Lanjut pada Rabu, 10 Mei 2023 kembali mendapat perintah untuk menempel di dua titik wilayah Gelogor Carik. Namun baru satu titik ditempel oleh terdakwa. Sisanya lagi dua paket dibawa dan memilih mampir ke rumah temannya. 

Baru sampai di areal parkiran kos rumah temannya di Kubu Taman, Gelogor Carik. Masih di atas motor, langsung disergap petugas. Jaksa Lanang sebelumnya menuntut agar terdakwa dihukum pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp.1 miliar, Subsider tiga bulan penjara.

Namun majelis hakim yang menyidangkan perkara ini meringankan hukuman. "Menghukum terdakwa pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp 800 ribu, Subsider 2 bulan penjara," ketok palu hakim Suartha di ruang sidang Tirta.

Kamis, 12 Oktober 2023

Diterima Wawali Arya Wibawa, Walikota Pangkal Pinang Adopsi Pengembangan Pariwisata Kota Denpasar


Denpasar, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama jajaran OPD dan Stakeholder terkait menerima kunjungan dari Walikota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Maulan Aklil, pada Kamis (12/10) di Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar. 

 Dalam kesempatan tersebut Walikota Pangkal Pinang Maulan Aklil menyampaikan tujuan kunjungan kali ini untuk studi banding dalam pengembangan pariwisata yang dilakukan Pemkot Denpasar. Pengembangan pariwisata berbasis budaya ini telah terbukti membawa Pemkot Denpasar melakukan pemulihan ekonomi secara cepat pasca pandemic Covid-19. Selain itu pariwisata berbasis budaya membuat Bali khususnya Denpasar tetap menjadi ikon Indonesia di mata Dunia. 

 Dijelaskannya bahwa Kota Pangkal Pinang sebagai kota yang bertumpu pada pertambangan, kami juga harus mengembangkan sektor perekonomian lainnya seperti pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini mengingat tingginya fluktuasi harga dari produk pertambangan. Oleh karena itu untuk menjaga kestabilan ekonomi dan tidak terlalu bergantung pada satu sektor maka perlu mengembangkan sektor lainnya dalam hal ini Pariwisata.

 "Denpasar menjadi yang terbaik dalam pengembangan pariwisata dengan konsep pariwisata berbasis budaya. Mengingat ditengah gempuran wisatawan asing, masyarakat Bali dapat mempertahankan budayanya. Hal inilah yang harus dipelajari untuk pengembangan pariwisata pangkal pinang," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemkot Pangkal Pinang yang telah memilih kota Denpasar sebagai tempat untuk berbagi informasi pengembangan pariwisata. 

 “Pariwisata berdasarkan Budaya menjadi keunikan sekaligus pembeda Denpasar dengan kota-kota lainnya. Merawat dan menjaga budaya sama artinya dengan menjaga pariwisata Bali,” ujar Arya Wibawa. 

 Lebih lanjut Arya Wibawa menyampaikan dalam perkembangannya sektor pariwisata harus bersamaan dengan pengembangan Kota Denpasar sebagai kota kreatif yang mendukung tumbuhnya industry ekonomi kreatif. 

 “Kami mendorong setiap produk kreatif yang dimiliki, baik itu dari anak-anak muda, dari wirausahawan muda, enterpreneur, agar mampu bersaing. Kami membangun Gedung Dharma Negara Alaya yang menjadi creative hub bagi anak-anak muda Kota Denpasar, serta pengembangan sektor kreatif menjadi andalan Kota Denpasar ketika pariwisata menurun saat pandemic Covid-19,”ujar Arya Wibawa.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Musnahkan 69.370 Berkas


Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, menyelenggarakan pemusnahan arsip In Aktif Unit Kerja sebanyak 69.370 berkas, pada Rabu (11/10) di kantor setempat. Pemusnahan ini sendiri ditujuka guna mengurangi jumlah arsip serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penyelenggaraan kearsipan.

 
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Dewa Nyoman Sudarsana dalam laporannya mengatakan,   pelaksanaan pemusnahan ini, difokuskan pada arsip yang telah melewati batas waktu penyimpanan dan tidak memiliki nilai guna lagi.

"Adapun arsip yang dimusnahkan kali ini merupakan arsip pertanggungjawaban keuangan yang telah melalui proses pemilihan dan penataan kembali dengan total sebanyak 69.370 berkas,” ujarnya.

Dewa Nyoman Sudarsana juga mengatakan, sebelum dilakukannya pemusnahan seluruh arsip ini, pihaknya telah melakukan pengecekan dan penelitian sebanyak dua tahapan.

"Dan setelah melewati tahapan serta persetujuan dari Walikota Denpasar lalu berkas ini dimusnahkan dengan cara dicerca dijadikan kertas rumput sehingga fisik dan informasinya tidak dikenali lagi oleh siapapun,” imbuh Dewa Nyoman Sudarsana.

Sementara itu, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kesra dan sumber Daya Manusia, I Nyoman Artayasa menyatakan dengan pemusnahan arsip yang tidak memiliki nilai guna ini, kedepannya diharapkan akan dapat menghemat tempat, biaya, serta waktu, dalam rangka penemuan kembali arsip yang diperlukan serta memiliki nilai guna permanen, vital serta arsip yang memiliki nilai guna sejarah (Arsip stais).

"Dimana dalam pelaksanaan penyusutan dan pemusnahan arsip ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 28 Tahun 2012 Pasal 66 Tentang Prosedur Pemusnahan Arsip. Sebagaimana telah dilaporkan oleh Ketua Tim bahwa seluruh arsip yang akan dimusnahkan sebelumnya telah dilakukan penelitian serta pengecekan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan berharap kedepannya agar dapat mengelola kearsipan digital maupun konvensional dengan baik serta setelah dilaksanakan pemusnahan ini kedepan agar dapat menambah ruang untuk penyimpanan arsip yang baru,” pungkas Nyoman Artayasa.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved