-->

Senin, 16 Oktober 2023

Pepaya Tidak Hanya Lezat, tapi Juga Jadi Bahan Bakar Masa Depan


DENPASAR - Pepaya termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang sering dibuang ternyata mengandung nutrisi penting yang bermanfaat baik bagi manusia maupun hewan. Limbah buah papaya misalnya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol melalui proses fermentasi dan destilasi.

“Pepaya adalah sumber bahan gula dan menjadi salah satu limbah buah yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan bioethanol. Pilihan bahan baku yang cocok, melimpah dan murah sangat penting karena biaya bahan baku merupakan bagian utama dari biaya produksi” kata akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar), I Nengah Muliarta, ketika dikonfirmasi di Denpasar pada Senin (16/10).


Menurutnya, produksi etanol dari hasil pertanian berupa buah-buahan dapat ditingkatkan dengan menggunakan strain ragi yang direkayasa secara genetik sehingga mampu mengubah banyak gula menjadi etanol. Kadar dan volume bioethanol yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh lamanya fermentasi

Muliarta menyebutkan ragi merupakan mikroorganisme paling umum yang digunakan dalam produksi bioethanol dan memainkan fungsi penting dalam memfermentasi gula menjadi etanol. Ragi dapat langsung memfermentasi gula sederhana menjadi etanol sedangkan bahan baku jenis lain harus diubah menjadi gula yang dapat difermentasi sebelum dapat difermentasi menjadi etanol. 

Ia memaparkan bioetanol adalah bahan bakar cair yang dapat digunakan sebagai pengganti bensin. Pemanfaatan kulit pepaya sebagai bahan bakar masa depan tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga menciptakan peluang baru dalam pengembangan industri bioetanol yang berkelanjutan.

Pria kelahiran Klungkung tersebut mengungkapkan secara teknis bioetanol dapat digunakan sebagai pengganti bakar bensin, mengingat sifat fisika bioetanol yang mendekati sifat fisika bahan bakar bensin. Namun yang masing menjadi permasalahan harga jual terkadang masih lebih rendah dari biaya produksi, sehingga akan mempengaruhi layak atau tidaknya penerapan substitusi bensin dengan bioetanol. (*))

Para Gotra Sentana Dalem Tarukan Jembrana Diminta Tetap Kompak


Jembrana - Bupati Jembrana menghadiri membuka Lokasabha VII Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) Kabupaten Jembrana Tahun 2023 yang ditandai dengan pemukulan gong di Wantilan Pura Jagatnata Jembrana, Minggu (15/10).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Jembrana, ratusan perwakilan semeton dari pengurus Para Gotra Sentana Dalem Tarukan dadia, kecamatan, kabupaten, serta pengurus pusat PGSDT Bali.

Ketua Panitia Kadek Sudiana menjelaskan Lokasabha PGSDT digelar rutin setiap lima tahun sekali untuk mempererat tali silaturahmi keluarga PGSDT serta menentukan kepengurusan PGSDT yang baru.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa persatuan antar anggota pasemetonan, yang juga dirangkai dengan penentuan kepengurusan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan yang baru,"ucapnya.

Sementara Bupati I Nengah Tamba dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan semeton Gotra Sentana Dalem Tarukan yang hingga saat ini sudah sampai Lokasabha yang ke VII. "Lokasabha ini digelar setiap 5 tahun, yang saat ini sudah yang ke-7. Saya berharap apa yang sudah terjalin hingga saat ini terus dijaga agar semeton PGSDT ini tetap kompak dan bersatu menyama braya,"ujarnya.

Selain itu Bupati asal desa Kaliakah ini juga mengajak para semeton PGST untuk bersama - sama mendukung, ikut andil mendukung program maupun kebijakan pemerintah kabupaten Jembrana demi tercapainya Jembrana Emas 2026. "Peran serta maupun dukungan semeton PGSDT ini maupun seluruh masyarakat kabupaten Jembrana sangat penting terhadap suksesnya semua program - program pemerintah yang telah kita canangkan untuk mewujudkan masyarakat Jembrana yang Bahagia menuju Jembrana Emas 2026,"pungkasnya.(yogi/hmsj)

Penanganan Hari ke-4 Kebakaran TPA Suwung, Helikopter Water Bombing Ditambah


Denpasar, Musibah Kebakaran yang melanda TPA Suwung masih belum biaa dipadamkan hingga penanganan hari keempat, Minggu (15/10). Karenannya, optimalisasi penanganan terus dilaksanakan dengan berbagai strategi. 

Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Rapat Evaluasi Harian yang dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, Kepala BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin serta instansi terkait lainya yang digelar di Posko Penanganan Kebakaran TPA Suwung, Minggu (15/10) sore. 

Dalam kesempatan tersebut, optimalisasi penanganan kebakaran dilaksanakan dengan berbagai strategi. Yang pertama yakni Helikopter Water Bombing BNPB yang semula satu kini ditambah menjadi dua Helikopter. Kedua, Optimalisasi penanganan darat dengan personil pemadam kebakaran dan yang terbaru adalah menggunakan metode injeck air dengan alat yang langsung didatangkan dari Sulawesi. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin dalam rapat evaluasi menjelaskan, saat ini penanganan tetap menggunakan sistem udara dan darat. Namun demikian, penanganan darat akan ditambah dengan menggunakan sistem injeck air. 

"Iya tadi sesuai dengan yang kita rencanakan, injeck air akan mulai dilaksanakan pada Hari Kelima, atau besok pagi, penanganan akan difokuskan untuk memadamkan api yang menjalar ke bawah," ujarnya

Jaya Negara mengatakan, malam ini akan dilaksanakan persiapan alat. Sehingga pada pagi harinya siap untuk diterapkan dalam mendukung proses pemadaman api. Secara teknis, Tim Pemadam Kebakaran terus berkordinasi dengan Tim Teknis BKSDA guna mendukung optimalisasi penanganan pemadaman api dengan metode incek air ini. 

"Tantu kami sangat bersyukur ada tambahan bantuan dari rekan-rekan di BKSDA, semoga ini bisa menjadi angin segar dalam mendukung optimalisasi penanganan kebakaran di TPA Suwung ini," ujar Jaya Negara. (Dps).

Pj. Gubernur Bali Ngrombo Bersama Kab/Kota Sarbagita Atasi Permasalahan Sampah


Denpasar – Menindaklanjuti perkembangan penanganan permasalahan sampah akibat terbakarnya TPA Suwung, Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya melaksanakan rapat rencana pengelolaan sampah di Kawasan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) bertempat di Gedung Gajah, Jaya Sabha pada Minggu (15/10) siang. 

Mahendra Jaya mengapresiasi upaya Pemkab/Kota Sarbagita yang telah secara gotong-royong ngrombo membantu penanganan sampah akibat terbakarnya TPA Suwung-Denpasar. Bahkan menurut Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara bantuan tidak hanya datang dari Provinsi Bali namun juga dari Kabupaten Badung, Gianyar dan Tabanan. Disamping juga bantuan CSR dari perusahaan-perusahaan seperti pertamina, PLN, Perindo dan KEK Kura-Kura Bali. “Artinya Ngrombo sudah kita terapkan dengan semua ini dan masyarakat pun sudah melakukan,” ungkap Jaya Negara.

Sementara Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menyampaikan bahwa upaya penanganan kebakaran TPA Suwung telah dilaksanakan melalui operasi darat, operasi udara hingga penanganan dengan cara injeksi. Disamping itu juga dilakukan operasi kemanusiaan terhadap para pengungsi dan masyarakat sekitar yang terdampak dengan memberikan bantuan masker, obat-obatan termasuk juga dengan menyiagakan puskesmas yang ada.

Sementara Pj. Gubernur Bali Mahendra Jaya menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengambil hikmah dari kejadian ini. “Tentu kita ambil hikmah dari kebakaran ini, kita perlu melakukan evaluasi dan penataan di dalam penanganan sampah,” jelasnya. Ia juga meminta agar penanganan sampah berbasis sumber agar lebih dioptimalkan, begitu juga dengan pemanfaatan TPS3R dan TPST. 

“Kemudian bagus apabila desa-desa yang ada belajar penanggulangan sampah dari desa-desa yang sudah berhasil. Minta mereka belajar kesana, ya ATM, amati, tiru, modifikasi sehingga benar-benar penanganan sampah menjadi optimal,” kata Mahendra. Ia juga menyampaikan akan memastikan pemanfaatan dana desa agar juga dialokasikan untuk pengelolaan sampah sehingga penanggulangan sampah berbasis sumber benar-benar terimplementasikan dengan baik. 

Di sisi lain ia juga menegaskan mengenai perubahan paradigma terhadap penanganan sampah di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa perubahan paradigma ini penting untuk dilakukan. “Mulai dari di sekolah-sekolah, SMP, SMA bahkan SD. Kita dorong percepatan,” jelas Mahendra. Ia meminta agar sekolah-sekolah dapat secara mandiri mengelola sampah khususnya sampah organik dengan mengadopsi metode teba kota/ teba modern dengan membuat sumur kompos sehingga dapat meminimalisir limbah sampah yang dibuang ke TPA atau TPS3R.

Kedepannya terkait penuntasan masalah sampah, Mahendra Jaya akan mengalokasikan sebagian besar dana dari pungutan wisatawan asing yang akan berlaku tahun 2024 mendatang untuk penanganan sampah di Bali. “Mungkin 50%-70% untuk penanganan sampah,” jelasnya. Ia meminta masukan dari Kabupaten/Kota terkait teknis pemanfaatan dana tersebut disamping juga meminta agar Sekda Provinsi Bali dan Kadis LHK Provinsi Bali untuk secara teknis membahas hal tersebut dengan Kadis LHK Kabupaten/Kota. “Harapannya tahun 2024 masalah sampah ini selesai karena dana ada. Tolong dibahas lebih lanjut secara khusus, secara teknis,” jelasnya.

Rapat penanganan sampah juga dihadiri oleh Sekda Provinsi Bali, Walikota Denpasar, Pj. Gubernur Gianyar, Sekda Tabanan, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Kasatpol PP Provinsi Bali, Kadis LHK Provinsi Bali dan Kadis LHK kab/Kota Sarbagita.

Minggu, 15 Oktober 2023

Pupuk Sikap Toleransi Dalam Keberagaman, Dusun Tegal Kori Kaja Gelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW


Denpasar - Dusun Tegal Kori Kaja bersama Kerohanian Muslim setempat menggelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar di Kawasan Dusun Tegal Kori Kaja, Sabtu (14/10) malam. Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pelaksanaan perayaan ini,
juga merupakan wahana untuk memupuk sikap toleransi dalam keberagaman. 

Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran serta persembahan Sholawat yang dibawakan oleh warga setempat, seluruh rangkaian acara berlangsung sederhana dan khidmat. Kegiatan diakhiri dengan makan malam bersama "megibung" sebagai wujud toleransi hidup bermasyarakat.

Ketua Kerohanian, Ahmad Saidi menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat, baik yang muslim maupun non muslim yang telah mendukung pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Tentunya, melalui momentum ini diharapkan dapat menjaga serta meningkatkan rasa toleransi dalam membangun Dusun Tegal Kori Kaja. 

Lebih lanjut dijelaskan, Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Dusun Tegal Kori Kaja kali ini mengambil Tema Meneladani Sikap Toleransi Dalam Keberagaman. Dengan diusungnya tema tersebut,  diharapkan toleransi keberagaman dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh masyarakat, khususnya Dusun Tehal Kori Kaja. 

 "Kami mengharapkan tetap terjaganya toleransi dan partisipasi aktif dalam mendukung program kegiatan dusun. Dan juga kami mengapresiasi yang bapak kepala dusun dan jajaran nya atas kehadiran dalam acara ini, semoga rasa toleransi di Dusun Tegal Kori Kaja ini dapat terus tercipta," ujarnya

Sementara itu, Ketua Pengurus Banjar, Cokorda Gede Parta Sudarsana mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini secara umum membawa pesan cinta, perdamaian, dan kebaikan kepada seluruh umat manusia. Perayaan ini juga sebagai langkah dalam mengingatkan semua insan untuk selalu berbuat kebaikan, berbagi dengan sesama, dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat, terutama Dusun Tegal Kori Kaja.

"Semoga perayaan ini menginspirasi kita semua untuk hidup sesuai dengan ajaran Nabi, yaitu kasih sayang, toleransi, dan kebaikan. Mari kita jaga keharmonisan dan persatuan di antara kita semua, dan terus bekerja sama untuk membangun kota kita menjadi tempat yang lebih baik. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW," ujarnya. (Ags/HumasDps).

Walikota Jaya Negara Hadiri Rakor Percepatan Penanganan Musibah Kebakaran TPA Suwung


Denpasar,- Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Musibah Kebakaran TPA Suwung yang digelar Pj. Gubernur Bali, S.M Mahendra Jaya di Gedung Gajah Jaya Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Minggu (15/10). Hal tersebut dilaksanakan guna mendukung percepatan penanganan musibah tersebut dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, Pj. Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, Kadis DLHK Kabupaten Badung, I Wayan Puja, Kadis DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa dan Kasatpol PP KOta Denpasar AA Ngurah Bawa Nerendra.

Pj. Gubernur Bali S. M. Mahendra Jaya dalam arahannya mengintruksikan upaya pemadaman kebakaran agar menerapkan berbagai metode. Hal ini termasuk pemadaman darat dengan menggunakan Tim Pemadam Kebakaran dan Water Cannon Polda Bali, penggunaan Helikopter Water Bombing miliki BNPB lewat udara dan penyemprotan injeksi untuk terus dioptimalkan hingga kebakaran di TPA Suwung benar-benar teratasi.

Lebih lanjut dijelaskan, dampak kebakaran ini telah mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Karenanya, pihaknya meminta agar tim Provinsi dan Kota Denpasar memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, termasuk obat-obatan dan makanan.

Mahendra Jaya menekankan, Musibah Kebakaran TPA Suwung juga menyebabkan gangguan penanganan sampah di Kota Denpasar. Sebagai solusi sementara, pihaknya mengarahkan agar Pemerintah Kota Denpasar menggunakan tiga alternatif tempat pembuangan sampah, yakni TPA Temesi Gianyar, TPA Kelanting, dan TPA Mandung Tabanan.

"Kami juga mengingatkan pentingnya pengolahan sampah di setiap Tempat Pengolahan Sampah 3R di setiap Kabupaten/Kota, terutama Kota Denpasar, dengan pupuk organik yang dihasilkan dapat diserahkan kepada Kabupaten Tabanan untuk digunakan sebagai pupuk lahan perkebunan masyarakat," ujarnya

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Pj. Gubernur Bali, S. M. Mahendra Jaya karena telah membangun koordinasi dan mendukung berbagai alternatif penyelesaian dampak kebakaran di TPA Suwung. Pihaknya juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Gianyar karena telah bersedia menampung sampah Kota Denpasar hingga musibah kebakaran TPA Suwung bisa ditangani. 

Selama ini, lanjut Jaya Negara, Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan upaya pemadaman kebakaran dengan berbagai metode. Hal ini tak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat yang dalam hal ini BNPB lewat bantuan Helikopter Water Bombing, Pemerintah Provinsi Bali melalui BPBD serta Pemerintah Kota Denpasar dan kabupaten penyangga seperti Badung, Gianyar, Tabanan yang telah menerjunkan armada Pemadam Kebakaran.  Selain itu, Pemkot Denpasar melalui OPD terkait juga telah memberikan pelayanan kesehatan, penyediaan masker serta kebutuhan pangan kepada masyarakat yang terdampak oleh kebakaran di TPA Suwung.

 “Kami telah melakukan berbagai upaya, sinergi pusat daerah kami harapkan bisa bergotong royong melaksanakan penanganan di berbagai sektor, semoga kebakaran ini cepat bisa diatasi sehingga penanganan persampahan di Kota Denpasar dapat kembali normal, serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar,” kata Jaya Negara. (ayu/Humas.dps)

Masyarakat Bali Gaungkan Perdamaian untuk Dunia dan Alam Semesta


DENPASAR - Sekitar 3000 masyarakat Bali dari berbagai elemen mengumandangkan Doa Damai pada Acara Puncak Gema Perdamaian XXI, Tahun 2023 yang digelar oleh Komunitas Pengayah Gema Perdamaian, Sabtu (14/10/2023) di Pelataran Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali “Bajra Sandhi” Renon, Denpasar.  Setelah sempat jeda selama 3 tahun  akibat Pandemi Covid-19,  acara Puncak Gema Perdamaian tahun 2023 yang mengusung tema “Refleksi Budi luhur Menuju Perdamaian” kembali digelar secara terbuka dan berlangsung sangat meriah.
  
Yang istimewa pada acara ini, Komunitas Pengayah Gema Perdamaian memberikan Anugerah Tokoh Perdamaian kepada 3 tokoh nasional karena telah berperan besar dalam menjaga dan menciptakan perdamaian di Bali dan Indonesia. Ketiga tokoh itu yakni Presiden RI,  Ir. H. Joko Widodo, Gubernur Bali 2 Periode, Komjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. Made Mangku Pastika, M.M. dan Direktur Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, S.I.Kom, M.P.A yang kerap disapa Yenny Wahid. Tim penilai Award Perdamaian 2023 yang terdiri dari Ir. A.A. Putu Agung Suryawan Wirantaha, M. Sc, Ph.D (Ketua); Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E, MBA, M.M (anggota dan Ida Rsi Wisesanatha (anggota) mengumumkan SK penganugerahan Award Tokoh Perdamaian kepada 3 tokoh tersebut.

Penjabat Gubernur Bali, Irjen Pol. Drs. Sang Made Mahendra Jaya, S.H, M.H dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali, Dewa Putu Sunartha, sangat mengapresasi pelaksanaan Puncak Acara Gema Perdamaian setiap tahun untuk dijadikan momentum selalu bangkit dan tiada henti-hentinya mengumandangkan perdamaian. “Tidak ada  hal yang lebih indah daripada perdamaian. Karena melalui Perdamaian kita bisa menyejahterakan umat manusia” ujarnya.
Menurut Mahendra Jaya, nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal Bali menjadi modal dasar dan utama untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat adanya tragedi kemanusiaan yang menciderai nilai-nilai  perdamaian. “Dengan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali diyakini akan dapat menuntun kehidupan krama Bali yang sejahteran bahagia sekala – niskala” imbuhnya.

Melalui Gema Perdamaian ini, Pj Gubernur Bali yang pernah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Singaraja ini mengajak seluruh hadirin untuk memohon sebuah kekuatan yang lebih besar kepada alam untuk mencapai perdamaian yang abadi. “Kita semua memiliki peran dalam menciptakan perdamaian. Mari kita tingkatkan kesadaran kita, berkomitmen  untuk memperkuat hubungan antarmanusia dan menghormati keberagaman. Mari kita berdamaian dengan masa lalu, memaafkan dan membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama” ajaknya.

Sementara itu, saat menerima anugerah sebagai tokoh Perdamaian dari Panitia Gema Perdamaian XXI Tahun 2023, anggota DPD RI Komite IV, I Made Mangku Pastika memberikan kesan dan pesan. Menurut Mangku Pastika, peringatan Gema Perdamaian Tahun 2023 dengan tema “Refleksi Budi Luhur Menuju Perdamaian” sangatlah tepat dan patut diapresiasi. Menurutnya, kita semua mendambakan perdamaian. Mewujudkan perdamaian memang tidak sederhana, tidak jatuh begitu saja dari langit. Tapi Ini harus diusahakan oleh semua orang yang ingin hidup dengan tenteram, aman dan sejahtera.  “Penghargaan itu sesungguhnya bukan buat saya pribadi, tapi untuk semua rakyat Bali yang sudah menjaga harmoni di antara sesama dengan toleransi yang luar biasa. Semua yang datang ke Bali merasakan getaran spiritual Bali yang menjaga perdamaian itu,” tambah Gubernur Bali dua periode ini.

Sementara Ketua Panitia Gema Perdamaian 2023, Kadek Adnyana mengatakan, rangkaian acara Gema Perdamaian tahun ini telah dilaksanakan berbagai kegiatan  seperti lomba kreativitas damai, sarasehan damai, peringatan Hari Perdamaian Dunia, Yoga Damai dan aksi kebersihan dan pelestarian lingkungan. “Itu untuk menggugah empati kita. Kita refleksikan budi luhur kita dengan perdamaian. Saat ini dunia sedang dilanda perang yang belum selesai. Kami mengajak semua, siapa pun itu, apa pun latar belakangnya untuk sama-sama merefleksikan budi luhur demi Perdamaian,” ujar Adnyana.  Kadek menyampaikan terima kasih kepada para pejabat, tokoh masyarakat, dan seluruh mahasiswa dan masyarakat umum atas kehadirannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor, donatur dan dermawan, pengayah atas sumbangsihnya sehingga acara Puncak Gema Perdamaian dapat berjalan lancar dan sukses.

Acara juga diawali dengan tembang kekidungan oleh Sekeha Kidung Pertuni Bali;  Tari Pecut Komunitas Puri Pemecutan Denpasar, kemudian dilanjutkan dengan Padayatra (berjalan sambil berdoa) keliling Monumen Bajra Sandhi diikuti oleh para Pandita, Pinandita dan budaya etnis Nusantara; pembacaan Puisi Damai oleh Jero Jemiwi;  Doa Perdamaian secara bersama-sama dari seluruh pemuka agama dan tokoh lintas agama, dipimpin Ida Rsi Wisesanatha dan menyalakan Obor Perdamaian oleh Asisten Administrasi dan Umum Setda Bali Dewa Putu Sunartha mewakili  Pj. Gubernur Bali, Anggota DPD RI Made Mangku Pastika dan Arya Wedakarna, perwakilan Kemenparekraf  dan  sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir. 

Usai doa bersama, puncak Gema Perdamaian dimeriahkan oleh pementasan Barong Sai, Persembahan hiburan dari berbagai etnis Nusantara dan lagu-lagu perdamaian.

Acara puncak Gema Perdamaian ini dihadiri beberapa tokoh seperti : Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Pur) Wisnu Bawa Tenaya, Drs. I Wayan Santa Adnyana, M.Si mewakili Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, Psikiater Prof. Dr. LK. Suryani, Sp.KJ;  Drs. I Ketut Ngastawa, S.H;  Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya, S.E, M.Si; Penasihat Paiketan Krama Bali, Ida Rsi Nabe Bujangga Waisnawa Hari Anom Palguna dan  Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Buda Dhaksa Darmita;  Pembina Umum Paiketan Krama Bali, Dr. I Wayan Mertha, S.E, M.Si, Pembina Departemen Adat dan Budaya Bali Paiketan Krama Bali, Drs. A.A. Putra Darmanuraga, Sekretaris Umum Paiketan Krama Bali, I Made Perwira Duta, S.S, CHA; Aktivis Art of Living IGN Panji Tisna dan sejumlah pegiat spiritual (ram).
 

Ratusan Pasang Kerbau Meriahkan Jembrana Cup 2023


Jembrana - Makepung sebagai salah satu tradisi khas dan budaya masyarakat Kabupaten Jembrana telah mewarnai dinamika daerah dan masyarakat Jembrana. Selain sebagai ekspresi seni budaya tradisional yang wajib dilestarikan dan dikembangkan, makepung juga merupakan daya tarik wisata yang potensial, karena ciri khas dan keunikannya yang tiada duanya di Bali dan bahkan di tingkat nasional maupun internasional. 

Diikuti sebanyak 226 peserta, Lomba Makepung Jembrana Cup 2023 dibuka Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Minggu (15/10) di Sirkuit All in One desa Pengambengan sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat yang menonton secara langsung.

Dari 226 peserta tersebut terdiri dari 121 regu barat ( ijogading barat ) dan 105 regu timur ( ijogading timur ).

Bupati asal desa Kaliakah ini mengatakan bahwa Mekepung merupakan barang yang sangat mahal, tentu dengan adanya sirkuit all in one ini sebagai jawaban peduli Pemerintah Daerah terhadap sekaa mekepung.

“Kita terus berpikir bahwa tidak selamanya kita bisa pertahankan sirkuit yang ada di desa-desa yang ada sekarang ini mana kala perkembangan penduduk semakin bertambah disepanjang jalan. sirkuit yang sudah ada mungkin di tuwed, delodberawah sudah dibangun rumah, dibangun industri.
Kita tidak bisa membendung karena itu bukan milik kita," ujarnya. 

Karena itu ,keberadaan  sirkuit all in one sebagai jawaban untuk pelestarian tradisi mekepung yang ada dijembrana ," sambung bupati Tamba .

Lebih lanjut, Bupati Tamba mengatakan sirkuit All in one ini sebagai salah satu tempat aktraksi budaya yang mungkin bisa dipertahankan sepanjang masa.

“Tempat Ini (Sirkuit all in one) untuk mereka (masyarakat) bukan Bupati, silakan tempat ini digunakan dan dirawat, ”ungkapnya.

Sementara, Koordinator Mekepung, I Made Mara menjelaskan mekepung Jembrana Cup 2023 yang selenggarakan hari ini diikuti sebanyak 226 pasang. Dari 226 pasang itu dibagi menjadi dua regu yakni 121 untuk regu barat dan 105 untuk regu timur.

“Peserta mekepung sampai hari ini sangat meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Namun sekarang semuanya meningkat  untuk timur 105 pasang dan 121 pasang untuk regu barat, ” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa  Bupati Jembrana sangat getol untuk mempertahankan warisan nenek moyang kita yang sudah menjadi icon kabupaten Jembrana sendiri.

“Dengan itu kami selaku kordinator mekepung mewakili dari pada anggota semua berterima kasih kepada bapak Bupati Jembrana yang sudah begitu antusias beliau memperjuangkan daripada memelihara seni budaya ini supaya tidak tenggelam,” ungkapnya. 

Mara menambahkan, dengan bukti nyata yang telah berikan oleh Bupati Jembrana. Dirinya bersama sekaa mekepung lainnya sangat mendukung segala program Bupati Jembrana. 

“Dengan itu kami sekaa mekepung kabupaten jembrana apapun menjadi program bapak bupati kedepan kami mendukung. Kenapa program yang baik kok kita tidak dukung, pasti kita dukung selama program itu berpihak kepada masyarakat satu bukti disini (sirkuit all in one) ,” tandasnya. (*)

Akibat Korsleting Listrik, Rumah Di Kubu Karangasem Terbakar


Karangasem, Bali Kini - Sebuah peristiwa kebakaran rumah terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Kubu, Kecamatan Kubu pada Sabtu (14/10/2023). Peristiwa tersebut terjadi akibat adanya korsleting listrik. 

Pemilik ialah I Gede Suartawa (65), dimana luas area rumah tersebut mencapai 7x6 meter. Terdiri dari 1 ruang tamu dan 1 kamar tidur. 

Perbekel Desa Kubu, I Gede Putu Ngurah Astawa mengatakan jika hal tersebut pertama kali diketahui oleh seseorang yang bekerja di samping rumah korban. "Sekitar pukul 13.30 Wita ada orang yang kerja di samping rumah korban melihat kepulan asap yang berasal dari rumah korban, sehingga ia segera berteriak untuk memberitahu warga lainnya," Katanya. 

Api besar berkobar memakan hampir setengah bangunan rumah tersebut. Wargapun berdatangan untuk segera memadamkan api dengan alat seadanya. Api kemudian bisa dipadamkan dengan cepat oleh warga. 

Beruntung, jarak antar satu rumah dengan rumah lainnya berjauhan, sehingga kobaran api tidak menyebar ke tempat lain. 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditafsir mencapai -+80 juta rupiah. Akibat kerusakan parah tersebut, kini korban mengungsi sementara dirumah orang tuanya atau di karang lingsir. (Ami)

Bupati Bangli Apresiasi Penyelenggaraan Upacara Karya Danu Kerthi di Pura Segara Ulun Danu Batur


BANGLI - Bertepatan dengan hari Tilem Sasih Kapat, serangkaian Upacara  Karya Agung Danu Kerthi Isaka 1945, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung, Bakti Pakelem ring Segara lan Pucak Gunung Batur, Mapaselang dan Mapadanan di Pura Segara Ulun Danu Batur, Pura Jati, Songan Kintamani, pada hari Saniscara Pon Matal, Tilem Sasih Kapat. 
Pemerintah Kabupaten Bangli yang dipimpin langsung oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, melaksanakan persembahyangan bersama pada puncak karya tersebut yang dilaksanakan pada Sabtu (14/10/2023).

Upacara yang digelar setiap lima tahun ini dihadiri oleh Jro Gede Batur Duuran, Jero Gede Batur Alitan,PJ Gubernur  Bali,  Sang Made Mahendra Jaya, Para Tokoh Puri se Bali, Staff Khusus Kepresidenan, A.A.N.Ari Dwipayana, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, Ketua TP.PKK Kab.Bangli Ny.Sariasih Sedana Arta, Ketua GOW Kab.Bangli Ny.Suciati Diar,   Pimpinan OPD dilingkungan Provinsi Bali, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ketua PHDI Bali, Forkompinda Kabupaten Bangli, Pimpinan OPD Pemkab Bangli, serta undangan lainnya.

Upacara  Karya Agung Danu Kerthi yang dilaksanakan hingga Jumat 20 Oktober 2023 tersebut menggunakan sarana wewalungan kebo yos brana, kebo sebulu, kebo selem dan bawi sebagai bhakti pakelem di danau batur. Sedangkan di puncak gunung batur juga dihaturkan  pakelem berupa kebo selem.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bangli beserta jajaran juga melaksanakan restocking penebaran ribuan benih ikan dan penuangan cairan eco enzym di perairan danau batur sebagai bentuk pelestarian dan menjaga ekosistem danau batur, yang  sejalan dengan konsep Danu Kerthi.

Bupati Bangli mengatakan, Karya Agung Danu Kerthi merupakan implementasi dari konsep Sad Kertih sebagaimana tertuang dalam lontar Dewa Tatwa dan Roga Sanghara Bumi yang bermakna untuk memarisudha bumi menuju tatanan yang harmoni. Hal ini juga sejalan dengan Visi Pembangunan Bali saat ini yaitu "Nangun Sat Kerthi Loka Bali". Bali telah mengalami berbagai cobaan dalam tatanan ruang dan waktu. Berbagai peristiwa alam telah terjadi yang mengakibatkan kadurmanggalaning jagat. 

Berkenaan dengan hal tersebut, maka pelaksanaan upacara tawar di beberapa tempat yaitu di danau, gunung, serta yasa-kerti di masing-masing Desa Adat wajib dilaksanakan. Sebagai upacara suci Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung, Pakelem Ring Segara Danu lan Gunung Batur (Danu Kertih) patut di dukung oleh umat Hindu melalui pelaksanaan yasa-kerti di masing-masing Desa Adat. Swadarmaning agama dan swadarmaning negara demi tretinya Parhyangan, Pawongan, dan Palemahan. 
Disamping itu, tidak kalah pentingnya mendukung pelaksanaan karya agung ini dengan sikap dan prilaku yang mencerminkan kesucian, keiklasan, serta kesungguhan yang dilandasi rasa bhakti yang tulus.

Sebagai Bupati Bangli, pihaknya mempunyai tanggung jawab moral atas suksesnya pelaksanaan Karya Agung ini, oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat Bangli, khususnya warga Desa Adat Batur sebagai penyelenggara kegiatan upacara, agar dalam setiap mengabdikan karma bhakti-nya selalu didasarkan atas ketulusan hati. Karena dengan karma bhakti yang tulus dapat meningkatkan kualitas yadnya yang diselenggarakan, suatu hal yang patut diingat ketika berkurban (yadnya) yakni tanpa pernah mengikatkan diri dengan kerja (kurma). 

Sebagaimana diamanatkan di dalam Isa Upanisad yaitu bekerja, bekerja, dan bekerja yang artinya jangan pernah menanyakan apa yang didapat dari kerja (karma), karena hasil (pahala) selalu menyertai kerja (karma) tersebut.

Melalui upacara ini, Bupati berharap sumber air danau batur tetap terjaga kelestariannya,  "semoga atas tuntunan dan pasiwecun Ida Hyang Parama Kawi, Ida Bhatara-Bhatari sami, pelaksanaan upacara karya agung ini dapat terselenggara dengan baik dan memberikan berkah kepada seluruh umat," "harapnya.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved