-->

Senin, 30 Oktober 2023

Akibat Cuaca Panas, Pohon Cabai Layu, Harga Cabai Kembali Meningkat


Karangasem, Bali Kini
- Harga cabai di petani meroket, akibat banyaknya pohon cabai yang layu efek cuaca panas extrim atau el-nino yang dialami wilayah Kabupaten Karangasem.


Ni Nengah Kertiani (50) salah satu petani cabai di Dusun Timbul, Bunganya, Berantem, Karangasem mengatakan jika selain dari cuaca sendiri, hal tersebut juga di sebabkan karena berkurangnya debit aliran air. 


"Harga cabai jika di cuaca normal termurah pernah mencapai Rp. 18.000/kilo yang dibeli oleh penadah, namun untuk saat harga cabai naik secara bertahap mulai dari Rp. 40.000,- menjadi Rp.50.000 - Rp. 55.000, dan sekarang menjadi Rp. 60.000,-/kilogram, " Tandasnya, ketika ditemui Senin (30/10/2023). Ia juga memprediksi, jika harga cabai saat ini bisa terus meningkat jika hasil panen terus berkurang. 


Pantauan di lapangan, sebagian pohon cabai terlihat layu dan mengering. Sebagian buah cabai pun juga ada yang coklat bahkan memutih akibat kering. Karena itu, hasil panen pun berkurang drastis. Jika normalnya hasil panen cabai biasanya mencapai 100 kg - 80 kg, namun kali ini, hanya menghasilkan 50-40kg saja. Atau setengahnya dari hasil panen normal. (Ami)Akibat Cuaca Panas, Pohon Cabai Layu, Harga Cabai Kembali Meningkat


Karangasem, Bali Kini - Harga cabai di petani meroket, akibat banyaknya pohon cabai yang layu efek cuaca panas extrim atau el-nino yang dialami wilayah Kabupaten Karangasem.


Ni Nengah Kertiani (50) salah satu petani cabai di Dusun Timbul, Bunganya, Berantem, Karangasem mengatakan jika selain dari cuaca sendiri, hal tersebut juga di sebabkan karena berkurangnya debit aliran air. 


"Harga cabai jika di cuaca normal termurah pernah mencapai Rp. 18.000/kilo yang dibeli oleh penadah, namun untuk saat harga cabai naik secara bertahap mulai dari Rp. 40.000,- menjadi Rp.50.000 - Rp. 55.000, dan sekarang menjadi Rp. 60.000,-/kilogram, " Tandasnya, ketika ditemui Senin (30/10/2023). Ia juga memprediksi, jika harga cabai saat ini bisa terus meningkat jika hasil panen terus berkurang. 


Pantauan di lapangan, sebagian pohon cabai terlihat layu dan mengering. Sebagian buah cabai pun juga ada yang coklat bahkan memutih akibat kering. Karena itu, hasil panen pun berkurang drastis. Jika normalnya hasil panen cabai biasanya mencapai 100 kg - 80 kg, namun kali ini, hanya menghasilkan 50-40kg saja. Atau setengahnya dari hasil panen normal. (Ami)

Bupati Tabanan Ngupasaksi Karya di Desa Tunjuk dan Desa Gunung Salak


Tabanan , Bali Kini 
- Komitmen Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, untuk berada di tengah-tengah masyarakat, membangun bersama baik secara sekala dan niskala, sudah tidak perlu diragukan lagi. Konsistensinya terbukti dari perannya sebagai murdaning jagat, untuk senantiasa ngupasaksi dalam karya-karya yadya yang digelar oleh masyarakat.

Seperti halnya hari ini, Senin (30/10) usai menggelar sambutan akbar dalam penerimaan BKK dan dana hibah dari Kabupaten Badung, Sanjaya tetap berkomitmen untuk menghadiri secara roadshow, Uleman Ngupasaksi Upacara Pemelaspasan Bale Kulkul ring Merajan Pratisentana Bendesa Manik Mas, Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan dan dilanjutkan ke lokasi kedua, yakni Uleman Pemelaspasan Bale Agung Ring Pura Desa Adat Kemetug, Banjar Dinas Kemetug Desa, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur.

Dalam ngupasaksi tersebut, pihaknya hadir bersama dengan salah satu Anggota DPRD Tabanan, Sekda, Para Kepala OPD dan Kepala Bagian Terkait dan disambut hangat oleh Jero Mangku Lanang Istri, Camat dan unsur Forkopimcam, Perbekel, Bendesa Adat, Prawartaka Karya dan juga krama/masyarakat setempat. Sesampainya Bupati beserta jajaran langsung melakukan persembahyangan dengan khidmat sebagai perwujudan cihna bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi dan juga terhadap krama.

Pujawali dan piodalan Bale Kulkul Bendesa Manik Mas Banjar Tunjuk akan berlangsung pada 31 Oktober 2023 dan dipuput oleh Ida Pedanda Ratu Istri Raka saking Griya Gede Tunjuk. Di mana, dalam pelaksanaannya juga menggunakan dana gotong-royong dari warga setempat, sebesar 1 juta per KK dari 29 KK, sementara sisanya menggunakan dana hibah dari Pemkab Tabanan

Sementara Pujawali di Desa Gunung Salak juga akan dipuncakkan pada Selasa Keliwon Perangbakat tanggal 31 Oktober 2023 dan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Subali Ring Griya Sukawati, Selemadeg . Di mana, dalam pembangunannya juga mendapat kontribusi gotong-royong masyarakat melalui iuran sebesar 100 Ribu Rupiah per KK dengan jumlah KK sebanyak 152 dan dana punia dari warga. 

Dalam pelaksanaan karya ini, Bupati Sanjaya berikan apresiasi yang sangat baik terhadap kekompakan warga masing-masing desa dalam menjaga kekompakan dan saling bergotong-royong dalam pelaksanaan karya. terlebih, karya bisa berlangsung baik dengan biaya yang terhitung terjangkau. “Bagi saya, iuran itu sebuah konsep ngerombo yang sejak dulu diwariskan kepada leluhur kita untuk bagaimana kita selalu ingat. Kita orang Hindu memiliki 3 ajaran yang tidak boleh dilupakan, yang disebut dengan Tri Rna, yaitu sebuah kewajiban/hutang yang harus dibayarkan," sebut Sanjaya saat itu.

Tri Rna, dijelaskan oleh Sanjaya, adalah 3 hutang yang harus dibayarkan, yang pertama kepada leluhur kita, Sang Pitara kita. “Kalau sudah punya hutang, wajib untuk dibayarkan, makanya dalam Hindu tidak pernah ada yang mengatakan yadnya itu gratis. Karena biaya yang dikenakan adalah salah satu pengikat, wujud bhakti meyadnya, mewujudkan Tri Rna tadi,” ujarnya lebih lanjut. Yadnya, sebagaimana dijelaskan Sanjaya artinya adalah Korban Suci tulus ikhlas yang wajib dilaksanakan. 

Yadnya juga dikatakannya tidak serta merta diukur oleh nilai material atau uang saja, tapi dengan hati yang baik, perasaan yang baik. Bagi Sanjaya, konsep sederhana tersebut telah diwariskan oleh leluhur untuk sama-sama saling asah, asih dan asuh, yang bawah melihat ke atas dan yang di atas melihat ke bawah. “Jika asah, asih, asuh sudah diterapkan, astungkara Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani bisa kita wujudkan bersama, saling jaga keharmonisan dan kedamaian ini,” tutup Sanjaya.

Dalam menyambut jajaran saat itu, Prawarta Karya yang mewakili masing-masing desa sampaikan wujud syukurnya serta terima kasih atas kehadiran jajaran. Seperti yang disampaikan I Ketut Budianta dari Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk siang itu, “Ucapan terima kasih karena Bapak sudah berkenan untuk hadir. Saya mohon didoakan semoga karya bisa berjalan lancar dan rahayu," ujar Budianta yang siang itu menyampaikan laporan dengan semangat dan dikemas dengan gaya bahasa humor yang memecah suasana. [r1/*]

Minggu, 29 Oktober 2023

Bupati Tabanan Hadiri Perayaan HUT ke-23 FORKOT Tabanan



Tabanan , Bali Kini  - Sebagai wujud penghargaan terhadap solidaritas serta kemitraan LSM FORKOT Tabanan dalam mendukung pemerintah, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjayaa, SE, MM, menghadiri Perayaan HUT ke-23 LSM FORKOT Tabanan, Sabtu, (28/10).

 

Dalam kesempatan ini, Sanjaya menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota dan seluruh pendukung LSM, sehingga pada akhirnya LSM FORKOT ini bisa tetap eksis sampai umur ke-23 Tahun ini. Meskipun di tengah arus yang bergelombang namun FORKOT tetap kuat bertahan.

 

"Bukan hal yang mudah untuk melewati 23 tahun ini, namun ini sebenarnya tantangan. Karena bagaimanapun juga, LSM FORKOT harus mampu juga memberikan nuansa perubahan di Kabupaten Tabanan ini, untuk mendukung program pemerintah," ujar Sanjaya.

 

Apalagi, Bapak Sanjaya masih tetap selaku Ketua LSM Forkot dan meminta kepada seluruh anggota untuk tetap bersinergi dan mendukung program-program pemerintah Kabupaten Tabanam untuk menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

 

Nampak perayaan ini dirayakan secara sederhana ditandai dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama. Nuansa kekeluargaan dan penuh keramah tamahan terpancar dari anggota dalam perayaan yang turut diikuti juga oleh para Pimpinan OPD sebagai bentuk dukungan.[rls/*]

Purnama Sasih Kalima, Bupati Sanjaya dan Jajaran Sembahyang Bersama di Pura Batukau

 


Tabanan  , Bali Kini   -
Purnama Sasih Kalima, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M secara rutin mengajak jajaran untuk meningkatkan kekompakan serta menjaga kebersamaan dalam menjalankan tugas-tugas di Pemerintah Kabupaten dalam menyeimbangkan keharmonisan yang sesuai dengan Visi dan Misi, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. 


Hal tersebut diimplementasikannya melalui kegiatan pembangunan yang berlangsung secara sekala dan niskala. Seperti halnya hari ini, Minggu (29/10) pihaknya beserta jajaran melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan guna memohon kerahayuan jagat dan doa restu kepada Tuhan yang Maha Esa. 

Di mana, persembahyangan tersebut diikuti oleh Sekda, para Asisten dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan juga Camat Se-Kabupaten Tabanan dengan khidmat. Bagi Sanjaya, iman yang kuat, disertai dengan kedisiplinan serta ketekunan ibadah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, merupakan suatu kewajiban bagi umat Hindu Sedharma, untuk menciptakan pembangunan yang harmonis serta mendapatkan kemudahan dalam menjawab berbagai kendala selama menjalankan roda pemerintahan. 


“Sebagai umat Hindu Sedharma, pembangunan harus dilandasi dengan ajaran Tri Hita Karana, di mana hubungan dengan Tuhan harus dieratkan, seperti persembahyangan Rahina Purnama Sasih Kalima ini, kemudian hubungan baik dengan alam lingkungan seperti memberi makan ikan dan melepas burung dan juga kepada manusianya. Bekerja membangun Tabanan tidak selalu harus di kantor, tapi kita memohon juga kepada Tuhan, agar dimudahkan, sebagai wujud shrada bakti kita juga kepada Tuhan,” ujar Sanjaya siang itu. Bersembahyang rutin seperti ini juga diakui Sanjaya mampu memupuk kekompakan dan kebersamaan yang terjalin antara Pemerintahan dan Jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan. Pertemuan tersebut juga digunakan sebagai momen untuk diskusi terkait program-program yang sedang berjalan di Pemerintahan sekaligus melakukan evaluasi bersama seluruh jajaran. Kesempatan bertatap muka dengan para jajaran seperti ini, menjadi suatu kesempatan yang harus dipergunakan dengan baik dan optimal. Terlebih menjelang perayaan HUT Kota yang akan berlangsung di Bulan November mendatang. Sanjaya berharap agar pelaksanaan dan persiapan dapat berlangsung denga

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya beserta jajaran juga sempat meninjau di sebelah selatan kolam Beji, tepatnya sebelum melaksanakan persembahyangan bersama di Beji. Saat itu Sanjaya meminta kepada jajaran terkait agar mempercantik kawasan, mulai darin penataan infrastruktur, taman, yang intinya untuk lebih mempercantik kawasan. Tidak hanya itu, usai persembahyang di Luhur Batukau, jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan turut Ngayah Mereresik, yakni turut melakukan kebersihan membersihkan sampah sesajen usai persembahyangan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan burung dan memberi makan ikan sebagai wujud keseimbangan alam lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Sanjaya berharap, selain akan menambah nilai spiritualitas diri serta semangat dalam meningkatkan kinerja dan bekerja sebaik-baiknya, juga diharapkan mampu turut ngayah dengan ikhlas, tulus dan lurus, mjlai dari hal-jal yang kecil, sehingga mampu bekerja dengan baik demi kesejahteraan masyarakat. Sebab selaku pelayan masyarakat, wajib hukumnya untuk memberikan contoh yang baik, terlebih dalam melaksanakan swadharma agama maupun swadharma negara.*

Bupati Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Ratu Ayu, Balai Kulkul dan Bale Pemujan Pura Mrajapati Tunon Dukuh


Tabanan ., Bali Kini 
- Perwujudan sradha bhakti pemerintah kepada masyarakat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM, bersama salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi Umum dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, menghadiri Pemelaspasan Ratu Ayu, Balai Kulkul dan Bale Pemujan di Pura Mrajapati Tunon Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan, Minggu, (29/10).

Hal ini juga merupakan cerminan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh krama/masyarakat. Yang mana, dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), Sanjaya berkomitmen membangun sinergi yang baik dengan krama.

Dalam kesempatan itu, Orang nomor satu di Tabanan mendapat kehormatan "Ngelinggihin Ratu Ayu", kemudian secara simbolis sebagai orang pertama "Nepak Kulkul", dilanjutkan dengan melaksanakan persembahyangan bersama. Turut hadir saat itu, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat, Prawartaka Karya dan juga masyarakat setempat yang turut ngayah dalam kesempatan itu.

"Astungkara Ida Bhatara-Bhatari sane berparahyangan disini di Setra Tunon Dukuh ini sudah memberikan anugerah yang terbaik. Tiang lihat Bale Kulkul sudah, Pewaregan sudah, hingga Balai Gong juga sudah rampung dan tinggal pembangunan lainnya yang saya lihat tinggal sekedar finishing serta perlu penataan yang baik, apalagi kedepan akan dilakukan upacara Ngenteg Linggih. Astungkara pemerintah akan selalu siap membantu," ujar Sanjaya usai persembahyangan bersama.

Pihaknya juga menyampaikan, bahwa itulah salah satu tugas pemerintah yaitu mengayomi masyarakat dan selalu bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang positif. Selain itu, Sanjaya juga meminta kepada seluruh krama selalu menjaga apa yang telah dibangun bersama-sama. Dimana hal yang paling ditekankan adalah kekompakan dan semangat gotong-royong, baik itu antara krama, wakil rakyat, begitu juga dengan pemerintah.

"Sudah luar biasa sekali peranan krama dalam membangun Desa Dauh Peken ini dari puluhan tahun yang lalu. Harus tetap dijaga dan kekompakan kita antara krama pemerintah juga harus selalu dijaga serta atas sinergi tersebut, kontribusi pemerintah juga sudah kita rasakan bersama. Tinggal kita menjaga apa yang telah kita bangun dengan baik dan tetap bersatu, juga kompak selalu di Desa Dauh Peken yang kita cintai ini," imbuh Sanjaya.

Hal senada juga disampaikan I Gede Made Satiasa selaku Prawartaka Karya, bahwa kekompakan krama setempat tidak terlepas dari arahan dan bimbingan dari Bupati Tabanan yang juga selaku krama Desa Dauh Peken. Mewakili masyarakat, Ia menyampaikan terimakasih atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan selama ini kepada krama Desa Dauh Peken, khususnya Pengempon Pura Mrajapati Tunon Dukuh, yang sangat dirasakan sekali manfaatnya.*


Tabanan , Bali Kini – Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bali, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, menghadiri acara Bulan Inklusif Keuangan (BIK) Bali FINEF tahun 2023, yang diselenggarakan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan FKLJK (Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan) Provinsi Bali yang kali ini digelar di Tabanan dan berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Jumat (27/10).

Bupati Sanjaya saat itu menyambut baik kehadiran Pemrakarsa kegiatan, yakni Wakil Ketua Dewan Komisioner Jasa Keuangan, Anggota Komisi XI DPR RI, PJ Gubernur Bali yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Perekonomian Setda Provinsi Bali. Kegiatan juga dihadiri, Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Kepala OJK Regional VIII Bali Nusra, Ketua UMUM FKLJK Provinsi Bali, Kepala Divisi Implementasi Pembayaran PUR dan MI Bank Indonesia, Jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda Tabanan beserta para Asisten, Para Kepala OPD terkait dan Kepala Bagian di lingkungan Setda, Camat se-Kabupaten Tabanan dan para Kepala Sekolah beserta guru pendamping dan siswa SD, SMP, SMA/SMK di Kabupaten Tabanan.

Momen penyelenggaraan acara Bulan Inklusif Keuangan Bali, hasil Kerjasama antara OJK dan FKLJK ialah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bali, serta memperkenalkan masyarakat Bali, khususnya di Tabanan untuk lebih dekat lagi dengan berbagai industri jasa keuangan serta produknya, dengan tersedianya ragam stan finansial dan UMKM expo. Untuk itu, PJ Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Perekonomian Setda Provinsi Bali, Drs. I Ketut Adiarsa, M.H sampaikan apresiasinya atas Kerjasama yang baik antara OJK dan FKLJK dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Saya sampaikan, bedasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2022, saat ini Provinsi Bali memiliki indeks literasi keuangan 57.66% masih di atas nasional 49.68%. Sedangkan tingkat inklusi keuangan sebesar 92,21%, masih di atas nasional 85,10%. Ini artinya ada jarak yang cukup tinggi, yakni tingkat inklusi ketersediaan akses pemanfaatan produk dan jasa layanan keuangan Bali yang sudah cukup tinggi sedangkan tingkat literasi atau pengetahuan pemahaman terhadap Lembaga jasa keuangan yang masih rendah,” sebutnya.

Oleh sebab itu, Pihaknnya berharap, melalui program yang telah ditetapkan untuk terus berkoordinasi antar instansi dan stakeholder terkait, termasuk melalui FKLJK Provinsi Bali untuk meningkatkan percepatan akses keuangan daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga berikan apresiasi yang sangat baik atas kegiatan ini, yang tentunya juga memiliki harapan yang sama untuk mengimbangi pertumbuhan masyarakat dalam konteks permintaan akan transaksi keuangan yang semakin tinggi, yang  mengedepankan peningkatan literasi keuangan.


“Sebagaimana kita ketahui, Kabupaten Tabanan yang terdiri dari 10 kecamatan dan 133 Desa ini tentunya masih sangat memerlukan penjelasan terkait pemahaman dan awareness masyarakat akan penggunaan produk dan layanan jasa keuangan, sehingga nantinya dapat membantu mendorong pencapaian target inklusi keuangan,” jelasnya pagi itu. Terlebih lagi, Sanjaya menekankan, fokus dari kegiatan ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, namun juga memberi perhatian lebih kepada kaum pelajar di Kabupaten Tabanan agar lebih memahami pentingnya menabung sejak dini melalui program Kejar (Satu Rekening Satu Pelajar).

“Besar harapan kami, bibit-bibit masa depan ini menjadi contoh bagi kaum dewasa lainnya untuk mulai memupuk kesadaran akan pentingnya inklusi keuangan. Untuk itu, kami juga mengapresiasi keikutsertaan UMKM Binaan Kabupaten Tabanan dalam mensukseskan kegiatan ini, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan pelaku UMKM di Kabupaten Tabanan," sambungnya. Pihaknya sekaligus sampaikan terima kasih atas penyerahan CSR yang diperuntukkan untuk mengatasi masalah kemiskinan dan stunting di Tabanan, edukasi dan literasi keuangan serta berbagai macam hiburan untuk masyarakat Tabanan.

Saat itu, acara dirangkaikan dengan berbagai kegiatan CSR termasuk penyerahan bantuan secara simbolis yang terdiri dari 150 paket sembako dengan total biaya senilai 30 Juta rupiah kepada Masyarakat Miskin Ekstrim di Kabupaten Tabanan, 100 paket sembako senilai 20 juta rupiah untuk Keluarga Rawan Stunting di Tabanan,  Pemberian pembiayaan Mekar oleh PT Permodalan Nasional Madani untuk 5 orang dengan total nilai 23 Juta rupiah, Pemberian Bantuan Simpanan Pelajar IB oleh PT Bank Syariah Indonesia untuk 2 orang peserta dengan total nilai 1 Juta rupiah, serta Pemberian Simpanan Pelajar oleh Bank BPD Bali untuk 10 orang dengan total nilai 10 Juta rupiah. [rls/]

Bupati Sanjaya Hadiri Yadnya Krama Dukuh Sakti Blatung dan Tegalmengkeb Kelod Seltim


Tabanan , Bali Kini  -
Langkah yang penting dalam memajukan daerah terutama dalam bidang pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya yang dilakukan masyarakat Tabanan, selalu mendapat apresiasi positif dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM.  Pada Kamis, (26/10), orang nomor satu di Tabanan memberikan dukungan dengan menghadiri langsung upacara Yadnya yang dilaksanakan krama masyarakat di wilayah Desa Tegalmenkeb, Kecamatan Selemadeg Timur. 

Lokasi pertama yang dikunjungi Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi Anggota DPR RI, Anggota DPRD Tabanan, Sekda dan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat adalah menghadiri Uleman Ngenteg Linggih Mupuk Pedagingan lan Mersigana ring Merajan Agung Pasek Prateka Dukuh Sakti Blatung, Banjar Dinas Bongan, dilanjutkan tanpa anggota Komisi IV DPR RI, Ngerauhin Upacara Ngeratep, Melaspas lan Pasupati Ida Batara Tapakan Pura Dalem Desa Adat Tegalmengkeb Kelod, Kecamatan Selemadeg Timur.


 


Di dua kesempatan kunjungannya tersebut, Bupati Sanjaya beserta jajaran disambut antusias oleh krama setempat yang saat itu didampingi oleh Perbekel, Bendesa Adat dan juga tokoh masyarakat setempat. "Selalu bahagia rasanya, dikala titiang bisa hadir di tengah-tengah krama dalam rangka melaksanakan pembangunan. Ketika saya hadir, apa yang menjadi aspirasi masyarakat pasti tiang kawal. Maka dari itu, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, titiang akan selalu siap, bersedia, serta akan mendukung kebutuhan masyarakat di sini,” ujarnya. 

Disampaikan dalam pidatonya di Desa Adat Tegalmengkeb, pihaknya berikan apresiasi kepada warga yang telah turut membangun dengan semangat gotong-royong. “Selama ini membangun Tabanan sesuai dengan visi dan misi, luar biasa semeton di sini, mengajak serta saya juga membangun Tabanan dari hulu, tengah dan hilir. Semangat membangun karya yang luar biasa. Tetap jaga kelestarian ini, sesuai dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, membangun 6 keharmonisan ” sebutnya sembari memuji kekompakan warga sekitar dalam membangun Karya.  

Adapun Tapakan yang diproses di Desa Tegalmengkeb yakni Ratu Bagus, Ratu Ayu / Ratu Biyang dan 4 Peranakan, di mana dana yang didapatkan berasal dari peturunan warga sejumlah 146 KK dan bantuan lainnya.

Prawartaka Karya masing-masing mewakili krama, menyampaikan terimakasih atas kehadiran Bupati Tabanan. Seperti yang dikatakan oleh I Made Widana Prawartaka Karya Banjar Tegalmengkeb Kelod, menyampaikan kebanggaannya terkait dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Bupati terhadap pihaknya dalam pelaksanaan Yadnya ini. Disampinga itu, Ia juga menyampaikan, bahwa Yadnya ini dibangun atas semangat persatuan dari krama serta sinergi dengan Pemerintah guna mewujudkan pembangunan di Kabupaten Tabanan. [rls/r1]

Turun Langsung, Bupati dan Wabup Karangasem Validasi Data Warga Miskin Ekstrim


Karangasem, Bali Kini
- Penurunan hingga pengentasan kemiskinan di Bumi Lahar Karangasem menjadi salah satu target dalam program kerja Bupati-Wakil Bupati Karangasem, yang tertuang dalam Visi-Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten Karangasem. Karenanya berbagai upaya dilakukan Bupati Karangasem, I Gede Dana, salah satunya dengan turun langsung ke tengah masyarakat. 


Bupati Karangasem I Gede Dana, kepada awak media, Selasa (24/10/2023) menyebut ini sangat penting untuk mengetahui secara langsung karakteristik wilayah, Topografi, dan kondisi geografis wilayah tersebut. Sehingga bisa diketahui permasalahan yang dialami warga dan menjadi penyebab rendahnya perekonomian warga di wilayah tersebut sehingga menyebabkan terhadinya kemsikinan ekstrim seperti yang disebutkan dalam data statistik. 


“Dengan demikian, kita bisa mengetahui dengan pasti apa kendalanya sehingga bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan dalam wilayah tersebut,” ujar Gede Dana, yang dalam kesempatan itu melakukan verifikasi data kemiskinan ekstrem dengan menyusuri desa terpencil hingga bukit bukit yang ada di wilayah Kecamatan Rendang dan Karangasem, didampingi OPD terkait dan PKH (Pendamping Keluarga Harapan).


Menurutnya dari hasil pengecekan langsung yang dilakukannya itu, memang kondisi riil ada yang belum sesuai dengan data yang dikirim kepada pemerintah daerah. Artinya masih banyak yang tidak memahami kriteria dari miskin ekstrem tersebut. Sehingga terjadi kekeliruan dalam memasukkan data yang menyebabkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karangasem tinggi.


“Jadi kami sengaja mengecek di lapangan terkait laporan dari seluruh camat yang ada melalui hasil validasi hari ini apakah data yang masuk sudah sesuai atau tidak,” ujarnya.


Hal yang sama juga disampaikan Wabup Artha Dipa. Saat dirinya turun menyambangi kediaman warga di Kecamatan Rendang yang dalam data dinyatakan sebagai warga miskin ekstrim, dan ternyata dari enam Kepala Keluarga (KK) yang disambangi dalam data tersebut hanya 1 KK saja yang memenuhi kriteria. 


Namun meski demikian, warga miskin tetap menjadi prioritas pemerintah untuk mendapatkan bantuan sesuai program yang telah berjalan. Bahkan, dalam kunjungannya, Wabup Artha Dipa memberikan secara spontan uang tunai kepada salah satu kerabat warga lansia miskin yang kondisinya sakit dan tidur tanpa alas di tengah rompok dapur yang terbuat dari anyaman bambu seadanya. Lansia berstatus janda tersebut luput dari pendataan Karena hidup hanya menumpang dengan saudara jauhnya. 


Agar tidak salah persepsi, Wabup Artha Dipa menegaskan kembali tujuh kriteria miskin ekstrem yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, diantaranya enam bulan terakhir tidak terdapat paling sedikit satu anggota keluarga yang memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok perbulan, kedua tidak semua anggota keluarga makan makanan beragam (makanan pokok, sayur, buah, dan lauk paling sedikit dua kali sehari), ketiga, keluarga tidak memiliki tabungan/simpanan (uang kontan, perhiasan, hewan ternak, hasil kebun, dan lain-lain) yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam 3 (tiga) bulan kedepan.

Bupati Dana yang juga melakukan validasi data di Kecamatan Karangasem seperti Jasri dan Padangkerta juga menyoroti hal yang sama. Dirinya pun meminta lurah dan camat untuk menindak lanjutinya dengan menverifikasi data kemiskinan ekstrim yang ada di wilayah masing-masing, sehingga data yang ada diharapkan betul-betul valid. Dengan demikian Pemerintah Kabupaten Karangasem bisa melakukan penanganan dengan tepat sasaran.


Diinformasikan, diawal datanya 6.339 KK,setelah dilakukan verifikasi menjadi 79 KK. Namun dalam verifikasi ulang, ternyata masih banyak yang tidak masuk kriteria kemiskinan ekstrem. Dan dalam kesempatan ini,Bupati maupun Wabup Karangasem juga menyerahkan sejumlah bantuan sembako seperti beras dan minyak kepada warganya yang terdata sebagai KK Miskin maupun miskin ekstrim dalam rangka Korpri Berbagi dalam rangka HUT KORPRI tahun 2023. (Rls)

Bupati dan Wabup Karangasem Blusukan,Cek Validasi Data Warga Miskin Ekstrim


Karangasem,Bali Kini
- Penurunan hingga pengentasan kemiskinan di Bumi Lahar Karangasem menjadi salah satu target dalam program kerja Bupati-Wakil Bupati Karangasem, yang tertuang dalam Visi-Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten Karangasem. Karenanya berbagai upaya dilakukan Bupati Karangasem, I Gede Dana, salah satunya dengan turun langsung ke tengah masyarakat. 


Bupati Karangasem I Gede Dana, kepada awak media, Selasa (24/10/2023) menyebut ini sangat penting untuk mengetahui secara langsung karakteristik wilayah, Topografi, dan kondisi geografis wilayah tersebut. Sehingga bisa diketahui permasalahan yang dialami warga dan menjadi penyebab rendahnya perekonomian warga di wilayah tersebut sehingga menyebabkan terhadinya kemsikinan ekstrim seperti yang disebutkan dalam data statistik. 


“Dengan demikian, kita bisa mengetahui dengan pasti apa kendalanya sehingga bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan dalam wilayah tersebut,” ujar Gede Dana, yang dalam kesempatan itu melakukan verifikasi data kemiskinan ekstrem dengan menyusuri desa terpencil hingga bukit bukit yang ada di wilayah Kecamatan Rendang dan Karangasem, didampingi OPD terkait dan PKH (Pendamping Keluarga Harapan).


Menurutnya dari hasil pengecekan langsung yang dilakukannya itu, memang kondisi riil ada yang belum sesuai dengan data yang dikirim kepada pemerintah daerah. Artinya masih banyak yang tidak memahami kriteria dari miskin ekstrem tersebut. Sehingga terjadi kekeliruan dalam memasukkan data yang menyebabkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karangasem tinggi.


“Jadi kami sengaja mengecek di lapangan terkait laporan dari seluruh camat yang ada melalui hasil validasi hari ini apakah data yang masuk sudah sesuai atau tidak,” ujarnya.


Hal yang sama juga disampaikan Wabup Artha Dipa. Saat dirinya turun menyambangi kediaman warga di Kecamatan Rendang yang dalam data dinyatakan sebagai warga miskin ekstrim, dan ternyata dari enam Kepala Keluarga (KK) yang disambangi dalam data tersebut hanya 1 KK saja yang memenuhi kriteria. 


Namun meski demikian, warga miskin tetap menjadi prioritas pemerintah untuk mendapatkan bantuan sesuai program yang telah berjalan. Bahkan, dalam kunjungannya, Wabup Artha Dipa memberikan secara spontan uang tunai kepada salah satu kerabat warga lansia miskin yang kondisinya sakit dan tidur tanpa alas di tengah rompok dapur yang terbuat dari anyaman bambu seadanya. Lansia berstatus janda tersebut luput dari pendataan Karena hidup hanya menumpang dengan saudara jauhnya. 


Agar tidak salah persepsi, Wabup Artha Dipa menegaskan kembali tujuh kriteria miskin ekstrem yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, diantaranya enam bulan terakhir tidak terdapat paling sedikit satu anggota keluarga yang memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok perbulan, kedua tidak semua anggota keluarga makan makanan beragam (makanan pokok, sayur, buah, dan lauk paling sedikit dua kali sehari), ketiga, keluarga tidak memiliki tabungan/simpanan (uang kontan, perhiasan, hewan ternak, hasil kebun, dan lain-lain) yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam 3 (tiga) bulan kedepan.

Bupati Dana yang juga melakukan validasi data di Kecamatan Karangasem seperti Jasri dan Padangkerta juga menyoroti hal yang sama. Dirinya pun meminta lurah dan camat untuk menindak lanjutinya dengan menverifikasi data kemiskinan ekstrim yang ada di wilayah masing-masing, sehingga data yang ada diharapkan betul-betul valid. Dengan demikian Pemerintah Kabupaten Karangasem bisa melakukan penanganan dengan tepat sasaran.


Diinformasikan, diawal datanya 6.339 KK,setelah dilakukan verifikasi menjadi 79 KK. Namun dalam verifikasi ulang, ternyata masih banyak yang tidak masuk kriteria kemiskinan ekstrem. Dan dalam kesempatan ini,Bupati maupun Wabup Karangasem juga menyerahkan sejumlah bantuan sembako seperti beras dan minyak kepada warganya yang terdata sebagai KK Miskin maupun miskin ekstrim dalam rangka Korpri Berbagi dalam rangka HUT KORPRI tahun 2023. (Rls/ami)


Karangasem, Bali Kini
- Apel peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95 di Kabupaten Karangasem, berlangsung khidmat, Sabtu (28/10/2023) di Lapangan Tanah Aron, Amlapura. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolres Karangasem, AKBP. Ricko AA Taruna, apel peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut juga dihadiri segenap OPD di lingkungan Pemkab Karangasem, Forkopimda dan oerganisiasi kepemudaan di Kabupaten Karangasem. 


Pada moment peringatan hari Sumpah Pemuda ke 95 kali ini, Pemkab Karangasem mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda di Kabupaten Karangasem dibidang teknologi informatika. Ini penting agar kemampuan dan pengetahuan dibidang teknologi yang dimiliki, nantinya generasi muda bisa mengikuti persaingan global yang kian komplek. 


Asisten I Sekdakab Karangasem, I Wayan Purna kepada awak media dalam kesempatan itu menegaskan, betapa pesatnya perkembangan teknologi dunia saat ini. Jika tidak dicermati dan dicerna dengan kemampuan pengetahuan dibidang teknologi utamanya teknologi informatika, maka akan sangat sulit bagi generasi muda dalam bersaing di dunia kerja. 


“Yang terpenting harus disadari oleh generasi muda kita adalah dampak perkembangan teknologi terhadap kehidupan sosial, budaya dan adat. Intinya bagaimana memahami sejarah Sumpah Pemuda 1928 sehingga jiwa persatuan dan kesatuan bisa tetap melekat dan terjaga dengan baik,” tegas Wayan Purna. 


Setelah revolusi industri 3.0 yang ditandai dengan perkembangan jaringan internet, penggunaan elektronik dan otomasi dalam produksi. Saat ini teknologi global terus berkembang dan memasuki revolusi 4.0 yang ditandai dengan pengembangan konvergensi inovasi digital, biologi, dan fisik. 


“Saat ini penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelegent, terus dikembangkan dalam aspek, sosial, ekonomi, budaya, pertanian, geopolitik hingga pertahanan dan keamanan,” ulasnya, menyitir sejumlah literatur. Artinya dengan berbagai sistem pakar, logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan Object Orienten Programming, kecerdasan buatan atau Artificial Intelegent tersebut bisa membuat sebuah mesin mempunyai kemampuan mirip dengan kemampuan berpikir manusia. 


“Inilah yang menjadi tantangan dunia kerja kedepan, karena sebagian besar pekerjaan dan tenaga manusia digantikan oleh mesin. Itulah pentingnya mengembangkan dan peningkatkan SDM dibidang ini, karena kecerdasan kolektif pada sumber daya manusia itu sendiri tetap menjadi senjata utama dalam mengontrol mesin dengan kecerdasan buatan tersebut,” sebutnya. 


Pemkab Karangasem lanjut Wayan Purna menaruh perhatian serius terhadap hal ini. Artinya pendidikan dan peningkatan serta pengembangan SDM menjadi salah satu program kerja utama pada visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem. Terakhir dirinya berpesan kepada generasi muda Karangasem untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ditengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. (Rls/ami)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved