-->

Selasa, 31 Oktober 2023

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Pujawali Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha, Ida Bhatara Nyejer Selama Tiga Hari.

 


Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat Ngaturang Bhakti Pujawali Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kalima, Minggu (29/10). 

Denpasar , Bali Kini - Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Pujawali Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kalima, Minggu (29/10). Pelaksanaan Bhakti Pujawali ini dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede bersama Anggota DPRD Kota Denpasar. 


Tampak hadir Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana, Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Pimpinan OPD serta pemdek yang tangkil di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar. 


Diiringi dengan suara kidung, gambelan Gong Kebyar dan Semarepegulingan, rangkaian Pujawali diawali dengan persembahan Tari Rejang Sari, Tari Gambuh, Tari Baris Gede, Tari Rejang Dewa, dan Tari Rejang Renteng. Turut dipentaskan pula Wayang Lemah, Topeng Wali serta Topeng Sidhakarya. Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Putra Telaga, Griya Telaga Tegal Denpasar. 


Usai persmbahyangan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Pujawali di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar ini dilaksanakan setiap tahun sekali. Hal ini merupakan wujud sradha dan bhakti Pemerintah dan Masyarakat Kota Denpasar kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. 


Dikatakannya, pelaksanaan Pujawali Padudusan Alit di Pura Agung Jagatnatha ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling. Sehingga sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Denpasar menjadikan ini sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. 


"Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan  sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana, dengan harapan seluruh program dan persoalam yang dihadapi dapat diatasi dengan optimal," ujar Jaya Negara.


Sementara, Kabag Kesejahteraan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara selaku Prawartaka Karya menjelaskan, pujawali padudusan alit ini merupakan rangkaian karya melaspas yang sebelumnya telah terlaksana. Dimana, rangkaian karya telah dimulai sejak 25 Oktober lalu dengan melaksanakan Matur Piuning. Dilanjutkan dengan Upacara Melaspas dan Mecaru pada 26 Oktober lalu dan Puncak Pujawali bertepatan dengan Purnama Sasih Kalima, Minggu 26 Oktober 2023. 


Lebih lanjut dijelaskan, setelah Puncak Pujawali, rangkaian dilaksanakan dengan Bhakti Penganyar selama tiga hari hingga penyineban pada 1 November mendatang. Dimana, pemedek atau masyarakat yang hendak tangkil dapat memanfaatkan momentum penganyar untuk tangkil ngaturang bhakti. Sehingga pemedek tidak membludak dalam satu hari saja, melainkan di pecah selama tiga hari. 


"Untuk Pujawali tahun ini, Ida Bhatara Pura Agung Jagatnatha nyejer selama tiga hari, hingga penyineban pada 1 November mendatang, astungkara melalui pelaksanaan pujawali ini semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa selalu memberikan tuntunan dan kekuatan dalam menjalankan kewajiban untuk mensejahterakan rakyat," ujarnya. (Ags/H). 

Ranperda Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Ditetapkan


Jembrana , Bali Kini 
- Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ditetapkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna IV DPRD Kabupaten Jembrana masa persidangan I Tahun 2023/2024. Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi.



Penetapan  dalam agenda sidang pendapat akhir Bupati Jembrana terhadap pengambilan keputusan atas Ranperda di Ruang Sidang Utama DPRD Jembrana, Selasa (31/10). 


Dalam pendapat akhir Bupati Jembrana yang dibacakan Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan Proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah telah melalui berbagai tahapan pembahasan secara maraton. 

"Untuk mencapai tahap ini, tentunya memerlukan dedikasi, integritas dan kerja keras dari segenap anggota DPRD Kabupaten Jembrana serta seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Akhirnya pada Rapat Paripurna  hari ini, rancangan peraturan daerah tersebut dapat disetujui bersama untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah," ucapnya


Pihaknya pun mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap Pimpinan, Ketua Komisi, Fraksi dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Jembrana yang telah bekerja secara maksimal. 

"Dengan lahirnya Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah kita harapkan akan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta upaya peningkatan pendapatan asli daerah yang harus tetap dilakukan melalui Pajak Daerah dan Retribusi Daerah untuk meningkatkan kemandirian keuangan daerah," ujarnya


Terakhir, dirinya mengungkapkan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah nantinya akan mendorong kemudahan Investor terhadap pembangunan Kabupaten Jembrana. 

"Saya meyakini Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah nantinya akan mendukung kemudahan berinvestasi serta mendorong pertumbuhan industri dan atau usaha yang berdaya saing, serta memberikan kepastian hukum dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah melalui Pajak Daerah dan Retribusi Daerah," pungkasnya. ( Ari/r2)

Bupati I Gede Dana Lantik Pejabat Perseroda Karangasem Sejahtera


Karangasem, Bali Kini
- Bupati Karangasem I Gede Dana resmi melantik dan mengambil sumpah I Gusti Bagus Budiadnyana, sebagai Komisaris Utama Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Karangasem Sejahtera Masa Jabatan 2023-2024, serta I Wayan Sutama sebagai Direktur Perseroda Karangasem Sejahtera Masa Jabatan 2023-2025, Selasa (31/10/2023).


Pelantikan ini bertujuan mengaktifkan kembali Perseroda Karangasem Sejahtera yang memiliki peran penting dalam mengelola potensi-potensi yang ada di Karangasem, seperti PLN Tenaga Surya,Pelabuhan Padangbai. Termasuk mengelola hasil perkebunan,pertanian kapas,perikanan dan masih banyak lagi potensi yang penggarapannya diperlukan dukungan pemerintah daerah dalam hal ini Perseroda.


"Jika potensi yang ada di Kabupaten dapat dikelola dengan baik, maka sudah dipastikan dapat mewujudkan kemakmuran daerah dengan memberikan kontribusi terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan manfaat kepada masyarakat,"ujar Bupati Dana saat diwawancara tim Prokopim usai acara pelantikan di Gedung Sabha Prakerthi Nadi Kantor Bupati Karangasem. (Rls/r1)

TNI-Rakyat, Babinsa Koramil 1710-02/Timika Bantu Pembangunan Rumah Pastori Gereja Kingmi


Timika , Bali Kini -
Sebagai bentuk kepedulian kepada tempat peribadatan di wilayah binaannya, Babinsa 1710-02/Timika dipimpin Sertu Tumpak Marpaung membantu kegiatan pembangunan rumah Pastori Gereja Kingmi, di Kp. Ninabua, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Selasa (31/10/2023). Kegiatan tersebut merupakan implementasi pembinaan teritorial dan dukungan dari Babinsa dalam meningkatkan kesejahteraan warga binaannya.


 


Kegiatan yang dilakukan Sertu Tumpak Marpaung kali ini adalah membantu proses pengecoran tiang bersama pekerja disana. Hal ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI AD yang senantiasa harus selalu hadir membantu segala kesulitan, kesusahan dan mendukung kebutuhan masyarakat. Sertu Tumpak menjelaskan bahwa hal ini merupakan cerminan dari sikap saling tolong menolong dan gotong royong khususnya dalam memelihara dan menjaga kerukunan antar umat beragama.


 


Melalui bantuan yang diberikan Babinsa berharap bisa mempercepat proses pembangunan agar dapat segera ditinggali oleh pengurus gereja, sehingga dapat mendukung segala kelancaran pelayanan ibadah bagi seluruh jemaat di gereja.  Sementara itu, pihak gereja dan pekerja pun mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Babinsa dan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya.[tim /lpt]

  

Bupati Sanjaya : Ngaben Massal Terbukti Mampu Ringankan Beban Masyarakat


Tabanan , Bali Kini  
 - Momentum sakral Karya Upacara Pitra Yandnya Ngaben Massal terbukti mampu ringankan beban masyarakat, karenanya Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M selalu antusias dan mengapresiasi pelaksanaan karya ini. Hal tersebut terungkap saat dirinya menghadiri Karya Ngaben Massal di Balai Banjar Adat Payangan Tengah, Alas Terima, dan Alas Sandan, Desa Adat Payangan, serta Desa Payangan Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Sanjaya tekankan tekadnya untuk senantiasa bersama rakyatnya, Selasa (31/10).

 

Dalam suasana penuh hikmat, Bupati Sanjaya tak hanya hadir sebagai Pemimpin Daerah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menghayati kekayaan budaya dan spiritualitas Bali. Kehadirannya dalam acara ini menjadi cerminan nyata dari semangat mempererat ikatan sosial dan rohani dengan warga Tabanan. Nampak hadir siang itu, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, Kepala OPD Terkait, Camat Marga, Jro Mangku Lanang/Istri dan Krama adat.

 

"Upacara Pitra Yadnya bukan hanya sekadar ritual keagamaan, namun juga mencerminkan kebersamaan dan kegotong-royongan masyarakat Tabanan dalam memelihara dan menghormati leluhur," ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

 

Sanjaya saat itu, turut mengapresiasi tinggi kekompakan serta semangat gotong royong yang terpancar dari setiap elemen masyarakat dalam mensukseskan acara bersejarah ini. Hal ini menjadi bukti konkret, bahwa semangat gotong royong masih sangat kental dalam setiap lapisan masyarakat di Kabupaten Tabanan. 

 

Adapun jumlah sawa yang mengikuti pengabenan, yakni 40 Sawa dengan biaya masing-masing sebesar 5 juta rupiah per sawa, 7 peserta Ngelungah dengan biaya 400 ribu rupiah dan 4 orang peserta Metatah dengan biaya masing-masing sebesar 150 ribu rupiah. Selebihnya, biaya yang digunakan adalah urunan sebesar 200 ribu per KK dari 3 Banjar di Desa Payangan dengan jumlah 150 KK. 

 

Lebih dari sekadar menjadi saksi, Bupati Sanjaya juga tak lupa untuk menegaskan bahwa upacara yang dilaksanakan hari itu merupakan bagian integral dari pelaksanaan Visi dan Misi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Bagian sad kerthi dalam Visi Tabanan ialah sebuah komitmen nyata dari Pemerintah untuk menghidupkan dan memelihara nilai-nilai luhur Bali dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, terutama dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam secara sekala dan niskala. 

 

Melalui kehadirannya yang hangat dan penuh makna dalam upacara adat ini, Bupati Sanjaya memberikan pesan yang kuat bahwa pemerintahan daerah bukanlah entitas terpisah dari masyarakat, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sikap inklusif dan mengakar di tengah rakyat menjadi pilar utama dari kepemimpinan Bupati Sanjaya.

 

Dalam sebuah wawancara singkat usai upacara, beliau menegaskan, "Masyarakat adalah pilar utama pembangunan. Saya berkomitmen untuk selalu hadir dan mendengarkan aspirasi mereka. Bersama-sama, kita akan membangun Tabanan yang lebih baik, sesuai dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali," imbuhnya. 

 

Komitmen dan dedikasi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, dalam menjaga dan memajukan kearifan lokal, terutama melalui partisipasinya dalam upacara adat seperti ini, tidak hanya mengukuhkan kembali keberadaannya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra setia masyarakat Tabanan dalam menapaki masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat gotong royong yang terus mengalir, bersama-sama mereka akan membentuk Tabanan yang lebih Sejahtera. 

 

Menyambut hangat kehadiran Bupati dan jajaran siang itu, I Wayan Sugiarta Selaku Prawartaka Karya, sampaikan terima kasihnya atas partisipasi Bupati Sanjaya selaku murdaning jagat yang hadir  ngupa saksi karya agung tersebut. Saya berterima kasih kepada Bupati, telah menyempatkan hadir sebagai murdaning jagat, di mana, karya yang kami buat ini merupakan implementasi gotong-royong dari masyarakat," ujarnya. [r1]

Wabup Ipat Lepas Peserta Java Overland 2023


Jembrana , Bali Kini -
Sebanyak 38 Offroader dari komunitas Java Overland 4x4 dilepas Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) dalam rangkaian Java Overland 2023 yang bertajuk 'Push The Boundaries' di Pura Segara Rupek, Selasa (31/10).


Sejatinya, total ada 45 offroader yang dijadwalkan ambil bagian dalam event ini, namun sejumlah mobil tidak dapat ikut menjajal alam Jembrana dikarenakan kendala teknis. Selama kurang lebih 3-4 hari, para offroader nantinya akan melalui jalur extreme di kabupaten Jembrana hingga nantinya finish di daerah Peh, desa Kaliakah, Kecamatan Negara.


Java Overland 2023 di Jembrana, kata Wabup Ipat semakin menegaskan Jembrana sebagai destinasi wisata otomotif setelah sebelumnya sejumlah event otomotif nasional juga telah dilaksanakan di Jembrana.


"Hari ini kita menyambut teman-teman dari Java Overland yang datang jauh-jauh dari Jawa untuk bisa menikmati suasana alam yang ada di Kabupaten Jembrana melalui event offroad, jadi ini menegaskan bahwa Jembrana memang pantas dinobatkan menjadi daerah wisata otomotif khususnya di Bali," ujar Wabup Ipat.


Wabup Ipat yang juga menggemari otomotif ini mengatakan banyak kegiatan otomotif bisa dilakukan di Jembrana. Bahkan, pihaknya mempersiapkan Jembrana sebagai tuan rumah Sprint Rally dan Sprint Offroad yang direncanakan terlaksana pada akhir tahun ini.


"Banyak kegiatan otomotif yang bisa dilakukan, selain offroad ada juga motocross, nanti kita siapkan mudah-mudahan diakhir tahun ini bisa menyelenggarakan kegiatan sprint rally dan sprint offroad," ucapnya.


Ia pun meminta dukungan semua pihak agar Jembrana semakin mampu memberikan sajian event otomotif berkelas nasional.


"Mari kita berdoa ke depan Jembrana benar-benar bisa menyajikan event-event otomotif yang berkelas baik di Bali maupun di Indonesia secara umum," tandasnya.


Sementara itu, CEO Java Overland 4x4 Imam Taufik Suryanegara menuturkan jalur offroad di Bali memberikan suasana yang berbeda dari yang ada di pulau Jawa. Nanti, kata Imam, peserta akan berkemah selama melintasi jalur hingga sampai ke garis finish.


"Hari pertama kita disuguhkan track rockling di sungai, istimewanya di pulau dewata ini seluruh rangkaian kita lakukan playing camp, jadi teman-teman peserta akan diuji skillnya, kendaraannya maupun mentalnya, mereka akan selama 4 hari di playing camp," ujarnya.


Imam pun mengajak penggemar offroad di seluruh Indonesia untuk dapat nantinya ikut serta pada event-event Java Overland berikutnya. "Jadi ikuti terus kegiatan kami dan bagi penggiat offroad di tanah air sekali-kali ikuti kegiatan ini," pungkasnya.(Hu /J)

Dukung Peningkatan Kualitas dan Wawasan, Pemkot Gelar Bimbingan Teknis Bagi Pengelola LPD di Kota Denpasar


Ket. Foto : Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya berfoto bersama undangan, narasumber serta peserta yakni 70 orang pengelola LPD di Kota Denpasar saat digelar Bimtek pengelola LPD Kota Denpasar di Hotel Grand Santhi, Selasa (31/10).


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengelola LPD di Kota Denpasar yang dibuka Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya mewakiki Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di Hotel Grand Santhi, Selasa (31/10).


 Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar kepada Desa Adat sebagai pemilik Lembaga Perkreditan Desa (LPD).  Sehingga dengan peningkatan kualitas pengelolaan LPD secara menyeluruh diharapkan dapat mendukung penguatan LPD dan mendukung kemajuan Desa Adat. 


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, Kepala Bank BPD Bali Cabang Utama Denpasar, I Made Sudarma, Koordinator LPLPD Kota Denpasar, , Pimpinan Kantor Akuntan Publik, Ketua BKS LPD Kota Denpasar serta undangan lainnya.  Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber yang sudah berkompeten di bidang pengelolaan LPD, yakni Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M., Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., Ak., CPA dan Komang Bayu Baruna, S.E., M.M., Ak., CA. 


Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya mengatakan, Pemkot Denpasar terus mendukung penguatan Desa Adat dan peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan LPD. Hal ini dilaksanakan melalui berbagai program yang salah satunya dengan bimbingan teknis bagi pengelola LPD di Kota Denpasar ini. 


"Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan sesuai bingkai regulasi yang ada, sehingga kedepannya LPD terus tumbuh dan berkembang serta berdaya saing," ujar Made Toya. 


Lebih lanjut dijelaskan, setiap Desa Adat di Bali memiliki lembaga keuangan bernama LPD sebagai penyangga tumbuh kembangnya budaya desa Adat. Hal ini mengingat dalam tatanan kehidupan masyarakat Bali tak bisa lepas dari adat budaya berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. 


Made Toya menuturkan, gagasan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra membentuk lembaga keuangan penggerak roda ekonomi  masyarakat adat di Bali sangat dirasakan manfaatnya hingga saat ini.  Dimana, LPD berperan menjalankan fungsi pengelolaan sumber daya keuangan milik desa Adat dalam bentuk simpan pinjam dan keperluan pembiayaan kehidupan krama desa adat, selain juga memiliki fungsi sosial kultural mempertahankan adat budaya Bali. 


Karenannya, kata Made Toya, berkembangnya LPD di Bali tidak menutup munculnya dinamika terkait tata kelola yang profesionalitas, berintegritas dan bertanggung jawab.  Sehingga peningkatan kualitas pengelola LPD dengan budaya yang lebih kompeten tanpa melupakan fungsi kulturalnya harus terus dilaksanakan. Sehingga melalui kegiatan Bimbingan teknis ini menjadi cerminan langkah awal dukungan Pemkot Denpasar terhadap desa Adat dan LPD. 


Sementara Kepala Dinas DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha mengatakan, jumlah peserta dari kegiatan bimtek pengelola LPD Kota Denpasar kali ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari 35 LPD di Kota Denpasar. Dimana di masing- masing LPD ini diambil dua orang peserta untuk mendapatkan bimbingan teknis. 


"Tujuan kegiatan ini tentu saja untuk meningkatkan wawasan pengelola LPD dalam memahami konteks kondisi permasalahan kredit, mengelola administrasi, pengawasan, audit dilingkup LPD dan pengembangan LPD kedepannya. Kegiatan ini akan terus kami evaluasi pelaksanaannya agar berkembang ke program lainnya bagi desa adat dan LPD," ujar Wayan Budha. 


Salah satu peserta bimtek, Komang Gede Satrya Wibawa dari LPD Desa Adat Pohgading menyambut baik diadakannya bimtek pmbagi pengelola LPD di Kota Denpasar ini. 


"Tentu saja jni adalah program yang sangat baik dari Pemkot Denpasar bagi kami para pengelola LPD di Desa Adat. 


Melalui bimtek ini dapat meningkatkan motivasi kami dalam meningkatkan wawasan terkait pengelolaan LPD yang lebih profesional namun tidak meninggalkan sisi budaya. 


"Kalau bisa terus ada pelatihan pengelola dan staf teknis LPD seperti ini" ujarnya. (esa/r1) 

341 Peserta Akan Ditetapkan KPU Karangasem Sebagai Daftar Calon Tetap


Karangasem, Bali Kini
- Persiapan tahapan Pemilu 2024 di Kabupaten Karangasem sudah sampai pada tahap mempersiapkan penyusunan DCT (Daftar Calon Tetap), dimana nantinya DCT akan dilaksanakan pada  tanggal 3 November 2023 dan pengumuman akan dilaksanakan di tanggal 4 November 2023.


I Nyoman Orta Susila, Kasubag Teknis Penyelenggaraan Pemilu Partisipasi dan Humas KPUD Karangasem ditemui pada Selasa, (31/10/2023) mengatakan jika saat ini  pihaknya beserta para staff tengah mempersiapkan hal tersebut. "Untuk di teknis kami masih persiapan penyusunan DCT hari ini dilakukan profiling di KPU oleh staff, kalau itu sudah clear kita rencana akan mengundang para ketua partai untuk melakukan pencermatan kembali terhadap seluruh bakal calon baik dari foto, nama, penulisan gelar dan lain sebagainya ketika itu sudah dianggap benar dan disetujui oleh teman-teman partai kita akan langsung catat di tanggal 3 November, dan di tanggal 4 besoknya akan dilakukan pengumuman DCT," katanya. Kelengkapan data tersebut nantinya akan digunakan dalam tahapan selanjutnya, yakni  tahapan penyusunan surat suara. 


"Pencatatan DCT akan masuk ke KPU RI dan ini akan menjadi data untuk persiapan penyusunan surat suara," sambungnya.


Dalam persyaratannya seluruh dokumen para peserta yang akan tercatat di DCT itu, baik administrasi maupun persyaratan teknis lainnya harus dianggap baik, lengkap dan benar.


"Kemarin kita melakukan semua proses itu akhirnya kita menetapkan DCT itu sebanyak 341. Jumlah itu merupakan calon dari 17 partai yang ada di Karangasem, yang semuanya sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai DCT atau Daftar Calon Tetap," Terangnya. (ami)

Dampak Kebakaran Gunung Abang, 6 Km Pipa Terbakar, Ancam Ratusan Warga Kekurangan Air Bersih


Karangasem, Bali Kini
- Ratusan warga di Banjar Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem terancam alami kekurangan air. Hal tersebut diakibatkan pipa yang mengalirkan air dari sumber air Puncak Sair ke sejumlah Cubang dan perumahan warga sekitarnya terbakar. 


Terbakarnya pipa tersebut akibat dari rembetan kebakaran Gunung Abang, Agung yang terjadi dari tanggal 28 Oktober 2023 lalu dan hingga saat ini api masih menyala. Menurut Perbekel Desa Ban Gede Tamu Sugiantara dikonfirmasi pada Selasa (31/10/2023) mengatakan jika luasan pipa yang terbakar ialah mencapai 6 km. 


"Karena pipa terbakar itu, maka warga kami terancam kekurangan air. Saat ini hanya mengandalkan air yang di tampung di dalam Cubang. Ini jika cuaca masih panas begini, tidak ada hujan, saya kira air di Cubang hanya mampu di gunakan selama kurang dari 1 bulan saja," Katanya. Ada sejumlah 100 KK warga yang terdampak kekurangan air. 


"Pipa itu awalnya didapat dari bantuan untuk warga kami, kemudian di pasang oleh warga. Karena sekarang pipanya terbakar lagi," Tandasnya. 


Sementara, penanganan kebakaran sudah dilakukan pemerintah kabupaten Karangasem melalui BPBD dan KPH. Mereka mendaki ke atas dan membuat sekat bakar di areal yang bisa dijangkau. Meski titik api masih ada namun upaya pemadaman masih sulit mengingat lokasi titik api jauh berada diatas puncak wilayah Gunung Abang, juga medan yang sulit. Untungnya, titik api berada jauh dari pemukiman warga, namun dampak kebakaran hutan diperkirakan sampai 100 Ha. (Ami)

Wujud Cihna Bhakti, Bupati Sanjaya Hadiri Karya Pemelaspasan di Desa Adat Kikian


Tabanan , Bali Kini -
Sebagai salah satu wujud cihna bhakti dan pengabdian kepada masyarakat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, kembali menghadiri uleman persembahyangan bersama serangkaian upacara Pemelaspasan dan Pemakuhan Pelinggih di Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Adat Kikian, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, pada Selasa (31/10). Keberadaannya di lokasi tidak hanya sebagai tanda kehormatan, tetapi juga sebagai simbol dari cihna bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi dan rakyat.


 


Setibanya di lokasi, Bupati Sanjaya tidak menyia-nyiakan waktu. Dengan khidmat, beliau segera melaksanakan upacara persembahyangan sebagai bentuk pengabdian spiritual kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus sebagai wujud penghormatan terhadap seluruh krama Desa, dilanjutkan dengan peninjauan ke areal Pura yang baru dibangun. Tindakan ini menunjukkan, bahwa Bupati Sanjaya tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang pelayan spiritual bagi masyarakatnya.


 


Nampak hadir sore hari itu, Perwakilan Ketua DPRD Provinsi Bali, salah satu Anggota DPRD Tabanan, Sekda, Para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab, Para Kepala Bagian di lingkungan Setda, Camat dan unsur Forkopimcam Selemadeg serta Bendesa Adat setempat. Pelaksanaan Pemelaspasan dalam upacara ini menjadi bukti konkret dari semangat gotong-royong yang masih kental di masyarakat Tabanan. Sebagian besar dana yang digunakan untuk kegiatan ini berasal dari hasil urunan dan punia dari masyarakat setempat. Hal ini memperlihatkan rasa tanggung-jawab bersama dalam menjaga dan memelihara keberlangsungan upacara adat.


 


Bupati Tabanan senantiasa memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Baginya, pelaksanaan yadnya merupakan kewajiban bagi setiap krama Hindu sedharma. Kewajiban ini tertuang dalam Tri Rna, serangkaian kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap krama Hindu sesuai dengan ajaran agama. 


 


Di kesempatan itu Bupati Sanjaya menyampaikan kebanggaannya. “Saya lihat profil Desa Adat, bagaimana membuat sebuah tatanan pembangunan, tadi 79 KK, separuhnya lagi merantau, yang tinggal sekarang di sini hanya 45 KK, semangat gotong-royong membangun parahyangan sudah bagus. Jadi apa yang semeton lakukan dalam rangka membangun Parahyangan sudah terpola. Kondisikan kebutuhan infrastruktur agar lebih baik dan bagus,” ujarnya. 


 


Dengan keterlibatannya dalam uleman persembahyangan bersama di Desa Adat Kikian, Bupati Sanjaya tidak hanya sekadar memenuhi tugas resmi sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai seorang pemelihara dan pelindung kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Tabanan. Keberadaannya dalam acara ini diharapkan mampu menjadi teladan bagi para jajaran tentang betapa pentingnya keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan dan kebudayaan.


 


Adapun pelaksanaan pemelaspasan diselenggarakan dengan dana yang salah satunya berasal dari swadaya masyarakat yang dikumpulkan selama 1 tahun sebesar 50 Ribu Rupiah per KK dari total 79 KK dan selebihnya  dari penggalian dana Festival Kikian serta dana punia. Puncak acara akan berlangsung pada 1 November 2023 mendatang dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Grya Gede Selemadeg. 


 


Pujian pun disampaikan oleh orang nomor satu di Tabanan. “Astungkara doa kita, dan tujuan memperbaiki parahyangan ini sudah barangtentu, merupakan Bhakti kepada Ida Betara dan agar semeton di sini rahayu. Luar biasa, salut saya. Saya berikan apresiasi kepada panitia, artinya semeton di Kikian ini konsepnya sama dengan kita di Pemkab Tabanan. Konsepnya jengah, walaupun dana minim tapi mampu melahirkan konsep, sehingga terkumpul dana, bantuan dari gotong-royong sampai terwujud seperti ini. inilah konsep gotong-royong Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani,” sebut Sanjaya lebih lanjut.


 


Dengan semangat gotong-royong yang terus mengalir, bersama-sama mereka akan membangun Tabanan yang lebih sejahtera, harmonis, dan lestari. Kehadiran dan partisipasi aktif Bupati Sanjaya dalam acara adat ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bersama.


 


Di sore itu, sebagai perwakilan masyarakat, I Wayan Juliadi Selaku Panitia, sampaikan ucapan selamat datang serta terima kasihnya atas kehadiran Bupati Sanjaya. Baginya, kehadiran Murdaning jagat dalam karya agung yang berlangsung hari ini menjadi penyemangat dan memberikan harapan yang baik bagi masyarakat dalam menjalankan yadnya. Kedepan, pihaknya berharap sinergi ini akan terus dipupuk dan juga ditingkatkan guna menyambut pembangunan yang akan datang.[r1]

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved