-->

Sabtu, 27 September 2025

18 Hari Pascabanjir, Genangan Air di Antiga Masih Setinggi 30 Cm, Upaya Penyedotan Terus Dilakukan

 


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Genangan air di Dusun Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, hingga Minggu (28/9/2025) sudah memasuki hari ke-18 pascabanjir bandang. Meski ketinggiannya mulai berkurang dari semula 40 sentimeter, genangan air masih bertahan di angka 30 sentimeter dan merendam rumah warga.


Upaya penyedotan terus dilakukan dengan tiga mesin pompa berkapasitas 150.000 liter per jam, menggunakan pipa sepanjang 320 meter yang diarahkan ke bibir sungai. Operasi ini melibatkan PMI Kabupaten Karangasem, BPBD Karangasem, Polres Karangasem, relawan, dan masyarakat.


“Kami terus berusaha menyedot air dampak banjir bandang yang merendam rumah warga. Ketinggian air sekarang sekitar 30 sentimeter. Proses penyedotan masih kami lakukan setiap hari, tapi belum bisa dipastikan kapan tuntasnya,” ujar Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Sabtu (27/9).


Selain penyedotan, pengerukan aliran Sungai Betel juga masih berjalan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mencegah luapan saat hujan deras.


PMI Kabupaten Karangasem turut menurunkan lima personel dan mendistribusikan bantuan berupa 50 paket sembako, 9 baby kit, dan 50 hygiene kit kepada warga terdampak. “Kami menggunakan dua mesin pompa berukuran 4 inci dan 3 inci, salah satunya bantuan donatur, ditambah pipa sepanjang 400 meter. Target kami, jika situasi normal dan tidak ada kendala teknis, dalam 3–5 hari ke depan genangan bisa surut,” jelas Agus Dwi Hartono, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Karangasem.


Hingga kini, sekitar 30 KK masih harus mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat karena rumah mereka belum bisa ditinggali. (Ami)

Jumat, 26 September 2025

Wawali Arya Wibawa Buka Padangsambian Kelod Festival, Jadi Wahana Kreatifitas, Bangkitkan UMKM dan Berdayakan Pelaku Seni.

 


Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Padangsambian Kelod Festival (PDSK Fest) Tahun 2025 di Lapangan Asta Gina, Desa Padangsambian Kelod Denpasar, Kamis (25/9) malam dan akan berlangsung selama empat hari hingga Sabtu (27/9). 


Laporan Reporter : Agus 

Denpasar, Bali kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Padangsambian Kelod Festival (PDSK Fest) Tahun 2025 di Lapangan Asta Gina, Desa Padangsambian Kelod Denpasar, Kamis (25/9) malam dan akan berlangsung selama empat hari hingga Sabtu (27/9). Pembukaan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan ruang kreatifitas guna membangkitkan UMKM dan memberdayakan pelaku seni ini turut dihadiri Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Tananjaya Asmara Putra, Kadis DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, Camat Denpasar Barat, Ida Bagus Made Purwanasara, serta undangan lainya. 


Diawali dengan Tari Sekar Jempiring sebagai maskot Kota Denpasar, rangkaian pembukaan berlangsung meriah dengan beragam kegiatan. Mulai dari launching Legong Ginantra sebagai maskot Desa Padangsambian Kelod, penampilan musik, hingga penampilan kesenian Munduk Kangin dan Munduk Tegallantang. 


Ketua Panitia, Kadek Wahyudi Widiatmika dalam laporannya menjelaskan, pelaksanaan PDSK Fest merupakan sebuah ajang untuk mendukung pelestarian adat dan budaya, serta memperkenalkan pelaku UMKM. Sehingga secara berkelanjutan dapat meningkatkan perekonomian khususnya pengusaha UMKM, menggali dan menampilkan pelaku seni budaya dan memberikan kesempatan kreatifitas bagi seluruh masyarakat.


“Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh elemen masyarakat di Desa Padangsambian Klod terutama yang berpotensi dalam peningkatan pembangunan baik fisik maupun peningkatan sumber daya manusia agar dapat bersaing di era globalisasi dan digitalisasi,” jelasnya 


Lebih lanjut dijelaskan, pada pelaksanaan Padangsambian Kelod Festival Tahun 2025 ini, berbagai kegiatan turut dilaksanakan. Yakni penampilan kesenian dari masing-masing Munduk dengan menggabungkan tiga banjar menjadi satu, penampilan kesenian lokal, hiburan musik, jalan sehat, serta penampilan artis Bali seperti AA Raka Sidan, Tika Pagraki, Nanoe Beroe serta Scared Of Bums. 


Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra mengatakan, dari berbagai macam kegiatan yang dilakukan dalam rangka PDSK Festival ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Padangsambian Klod baik dari segi sosiologis (kemasyarakatan), materiil (ekonomi) serta sosial dan budaya. 


Lebih lanjut dijelaskan, PDSK Festival Tahun 2025 ini mengangkat tema yakni Bhakti Prana Jaya yang bermakna pengabdian tulus ikhlas untuk mencapai kejayaan dan kemanangan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan wujud keseriusan Desa Padangsambian Kelod dalam visi Berbudaya, Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat dengan memberikan wahana kreatifitas, membangkitkan UMKM lokal serta memberdayakan pelaku seni. 


“Dari pelaksanaan kegiatan ini sangat diharapkan dapat terlaksana secara berkesinambungan karena merupakan salah satu wadah komunikasi antar masyarakat di Desa Padangsambian Klod khususnya untuk pelestarian adat dan budaya termasuk juga mendukung kebangkitan UMKM dan memberdayakan masyarakat lokal,” ujarnya.


Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa usai kegiatan mengatakan, melalui festival ini, diharapkan dapat mengangkat potensi lokal yang ada di Desa Padangsambian Kelod, baik dalam bentuk seni pertunjukan, kerajinan tangan, kuliner khas, maupun produk-produk unggulan UMKM lokal. 


Dikatakannya, partisipasi aktif dari masyarakat, UMKM, komunitas seni dan budaya, serta pemerintah desa sangatlah penting dalam menjadikan festival ini sukses. Sehingga secara berkelanjutan dapat mempromosikan potensi ekonomi desa kita kepada masyarakat luas.


Selain menjadi ajang pameran dan pertunjukan seni, Arya Wibawa mengatakan, Festival Desa ini juga bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Desa. Sehingga kedepan baik pelaku seni, ekonomi kreatif dan pelaku UMKM lokal dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka, sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.


“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Padangsambian Kelod Festival, saya juga mengajak seluruh warga desa untuk turut berpartisipasi aktif dalam Festival Desa ini, baik sebagai peserta, penonton, atau pun pendukung. Mari kita bersama-sama membangun semangat gotong royong, menjaga kekayaan budaya kita, dan memperkuat ekonomi desa. Dengan sinergi dan kerja sama kita, Festival Desa ini akan menjadi perhelatan yang berkesan dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya. 

Karang Taruna Denpasar Bersama Desa Pemogan Gelar Bakti Sosial Pascabanjir di Taman Pancing


Laporan Reporter : Ayu 

Denpasar, Bali Kini - Karang Taruna Kota Denpasar bersama berbagai elemen masyarakat Desa Pemogan melaksanakan kegiatan bakti sosial pembersihan sisa banjir di Kawasan Taman Pancing, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (25/9).


Kegiatan ini digelar dalam rangka Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) Tahun 2025 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan mengusung tema “Beribu Lokasi Berjuta Aksi”.


Perbekel Desa Pemogan, Made Suwirya, menyampaikan bahwa aksi bersih-bersih ini difokuskan pada area bantaran Taman Pancing Tukad Badung yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.


Pelaksanaan Bulan Bakti Karang Taruna di Denpasar ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tersebut. Selain membersihkan sampah dan lumpur pascabanjir, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda dapat terus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Karang Taruna menjadi wadah yang tepat untuk menggerakkan semangat gotong royong serta kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial,” ujarnya. 

Wawali Arya Wibawa Terima Audiensi Bali Japan International College Jajaki Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan


Laporan : Tim Lpt 

Denpasar,  Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa berkesempatan menerima Bali Japan International College. Kunjungan ini diterima di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (25/9).


Kunjungan ini membahas mengenai penjajakan kerjasama bidang ketenagakerjaan khususnya terkait magang (internship) bidang keperawatan, serta membangun sebuah pusat nursing care/fasilitas keperawatan yang diperuntukan untuk lansia dan penyandang disabilitas di Jepang.



Wawali Arya Wibawa menyambut baik kunjungan ini. Pihaknya juga mendukung kerjasama dengan berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pembangunan di Pemkot Denpasar.


“Pada prinsipnya kami selalu membuka diri

menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka memajukan pembangunan di Kota Denpasar, tidak terkecuali di bidang ketenagakerjaan," kata Arya Wibawa


Arya Wibawa menambahkan, saat ini 

demografi di Kota Denpasar mencakup 60 persen penduduk yang masih berusia produktif. Hal ini menjadi tantangan kebijakan pemerintah untuk bisa terserap di dalam dunia kerja.



Sementara, Presiden Direktur Osaka Social Welfare Coorperation, Yukimatsu Hideaki yang turut hadir dalam kesempatan ini mengatakan, selama ini pihaknya telah meluluskan dan menempatkan ratusan lulusan asal bali dapat magang di Jepang. pihaknya berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut.



“Kami sangat berharap penjajakan kerjasama ini kedepan dapat berlanjut khususnya bidang pengembangan sdm

sehingga diharapakan kedepan generasi muda berasal dari bali di dapat mengembangkan skill khususnya bidang kesehatan," ungkapnya. 

Diskes Denpasar Gelar Cek Kesehatan Gratis Sasar Siswa SD/MI, Kelas 1 Diberikan Imunisasi Bias, Kelas 5 Imunisasi HPV

 


Ket foto : Pelaksanaan Cek Kesehatan Geratis yang menyasar SD/MI di Kota Denpasar pada Rabu (24/9). 

Laporan : Tim Lpt 

Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar pada Rabu (24/9). Kegiatan ini merupakan upaya proaktif untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup generasi muda di Denpasar.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati, menyatakan bahwa kegiatan CKG ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup generasi muda. 


"Kegiatan CKG di sekolah SD/MI ini meliputi berbagai pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan telinga dengan test bisik dan otoskop, pemeriksaan mata menggunakan snellen chart, pemeriksaan karies gigi dan kesehatan mulut, pemeriksaan status gizi, tekanan darah, kebugaran jasmani, serta skrining mandiri untuk kesehatan jiwa, tuberkulosis, diabetes mellitus, dan faktor risiko lainnya," kata Agung Candrawati.


Dikatakannya, pemeriksaan CKG yang dilakukan mencakup berbagai aspek kesehatan, meliputi pemeriksaan telinga dengan test bisik dan pemeriksaan otoskop untuk menilai adanya serumen impaksi, tajam pendengaran dan infeksi. Dilakukan juga pemeriksaan mata menggunakan snellen chart untuk menilai ketajaman penglihatan. Pemeriksaan karies gigi dan kesehatan mulut dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan gigi dan mulut. Status gizi siswa dinilai melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan serta perhitungan IMT/U. Tekanan darah juga diperiksa sebagai bagian dari evaluasi kesehatan kardiovaskular.


Kegiatan CKG ini juga diintegrasikan dengan pemberian imunisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Siswa kelas 1 SD diberikan imunisasi Measles Rubella (MR), sedangkan siswa kelas 5 SD diberikan imunisasi Human Papillomavirus (HPV). 


Agung Candrawati menjelaskan bahwa tujuan CKG adalah untuk mendeteksi dini penyakit dan faktor risiko, pencegahan komplikasi, peningkatan kesehatan dan kualitas hidup, pembangunan generasi sehat, serta peningkatan kesadaran pola hidup sehat. Sementara itu, tujuan dari BIAS adalah pencegahan penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi. Pihaknya juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan untuk mencapai tujuan kesehatan yang optimal bagi siswa.


"Dengan adanya kegiatan CKG dan imunisasi ini, Dinas Kesehatan Kota Denpasar berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan siswa SD di Kota Denpasar dan membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk mendukung kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus," ujarnya. 


Salah seorang siswa SDN 15 Dangin Puri, Agastya, mengaku senang dengan kegiatan CKG ini. Agastya juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar semua anak-anak di Denpasar bisa sehat dan bahagia.


"Saya sangat senang hari ini bisa cek kesehatan gratis. Saya berharap dengan pemeriksaan ini saya bisa tahu kondisi kesehatan saya dan bisa tetap sehat untuk belajar dengan baik," kata Agastya dengan wajah ceria. 

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pemelaspasan dan Pujawali Pura Pemerajan Pasek Gel-Gel Serangan

 


Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Dewa Yadnya, Melaspas Wewangunan, Pasupati Prelinga, Pujawali Jelih, Mapadususan Alit LAn Caru Eka Sata di Pura Panerajan Pasek Gel-Gel, Desa Adat Serangan, Rabu (24/9/2025). 


Laporan Reporter : Ayu 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Dewa Yadnya, Melaspas Wewangunan, Pasupati Prelinga, Pujawali Jelih, Mapadususan Alit LAn Caru Eka Sata di Pura Panerajan Pasek Gel-Gel, Desa Adat Serangan, Rabu (24/9/2025). Upacara tersebut dilaksanakan setelah proses renovasi bangunan pura rampung dikerjakan dan Dalam kesempatan ini Wawali Arya Wibawa juga menandatangani Prasasti Pura dan Menyerahkan Punia.


Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra beserta tokoh setempat.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pelaksanaan Karya Dewa Yadnya, Melaspas Weangunan, Pasupati Prelinga, Pujawali Jelih, Mapadususan Alit Lan Caru Eka Sata di Pura Panerajan Pasek Gel-Gel, Desa Adat Serangan diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, dengan terselesaikanya pembangunan renovasi palinggih pura  pemerajan ini nantinya dapat terus bermanfaat khususnya bagi krama Pasek Gel-Gel yang berada di Desa Serangan. 


Sementara Ketua Panitia, I Nyoman Temu mengatakan Upacara Dewa Yadnya, Melaspas Weangunan, Pasupati Prelinga, Pujawali Jelih, Mapadususan Alit LAn Caru Eka Sata di Pura Panerajan Pasek Gel-Gel, Desa Adat Serangan sudah dimulai saat Redite Umanis Ukir 21 September 2025 lalu dengan Mapekeling Nuasin Karya dan puncak nya pada hari ini Buda Cemeng Ukir 23 September 2025 yang dipuput oleh Ida Pandita Empu Jaya Wijayananda. Upacara ini dilaksanakan karena baru rampungnya renovasi pura pamerajan.


“Saya mengucapkan terimakasih atas Perhatian Pemerintah Kota Denpasar terutama Bapak Walkil Walikota yang sudah berkenan hadir menyaksikan upacara ini dan meberikan stimulan serta lingga tangan prasasti, semoga kedepannya para pengempon pura bisa menjalankan swadarma untuk kepentingan umat bersama," ungkapnya

Walikota Jaya Negara Terima Kunjungan Dubes Finlandia, Jajaki Peluang Kolaborasi Masalah Perkotaan.


 Ket foto : Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti di Kantor Walikota Denpasar, Rabu (24/9).


Laporan Reporter : Eka 

Denpasar, Bali Kini  - Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti di Kantor Walikota Denpasar, Rabu (24/9). Pertemuan tersebut untuk membahas permasalahan kota seperti permasalahan sampah dan beberapa bidang kerja sama potensial lainnya. 


Kerja sama antara Finlandia dan Indonesia telah terjalin dalam beberapa sektor, termasuk pembangunan gedung pintar dan pengelolaan sampah. Finlandia dikenal memiliki keahlian di bidang digitalisasi dan teknologi lingkungan, sehingga potensi kerja sama dengan Denpasar bisa sangat luas.


Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti mengatakan ada beberapa bidang kerja sama potensial yang mungkin bisa terjalin. Finlandia memiliki teknologi canggih untuk mengelola sampah, yang bisa membantu Denpasar dalam menangani masalah sampah. Selain pengelolaan sampah, Finlandia juga memiliki pengalaman dalam mengembangkan kota pintar, yang bisa menjadi contoh bagi Denpasar untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.


"Kita bisa menjajaki kerja sama sister city. Kerja sama ini bisa melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kota, lembaga pendidikan, dan sektor swasta," ujarnya. 


Sementara Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan terima kasih atas kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti.  Pihaknya mungkin akan menyambut baik kerja sama dengan Finlandia mengingat beberapa hal permasalahan kota bisa diselesaikan dengan teknologi.  Dengan kerja sama ini, Denpasar bisa memanfaatkan pengalaman dan teknologi Finlandia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 


Jaya Negara menyambut baik peluang kerja sama, Kota Denpasar menunjukkan kesediaan untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk negara-negara lain seperti Finlandia, dapat membawa manfaat besar dalam berbagai bidang, seperti pengelolaan sampah, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.


"Dengan kerja sama yang baik, Kota Denpasar dapat memanfaatkan pengalaman dan teknologi dari negara-negara lain untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya dan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Semoga kerja sama ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat Denpasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (HumasDps/Eka)

Gubernur Bali Dorong Penguatan Aksesibilitas Transportasi Bandara I Gusti Ngurah Rai




Laporan : Tim Lpt 

BADUNG ,  BALI KINI  – Pemerintah Provinsi Bali bersama para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan layanan dan aksesibilitas transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam acara Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali yang berlangsung di Hilton Hotel, kawasan Bandara Ngurah Rai, Badung, Jumat (26/9).


Dalam sambutannya, Gubernur Koster menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh di dalam kawasan bandara. Menurutnya, Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama pariwisata internasional harus dikelola dengan standar lebih tinggi dibanding bandara lainnya di Indonesia.


“Saya sudah rapat bersama Angkasa Pura, Bea Cukai, Imigrasi dan pihak terkait lainnya.Saya banyak mendapat komplain, mulai dari proses imigrasi yang lama, bea cukai yang berbelit, bagasi yang terlalu lama, hingga area penjemputan yang tidak tertib. Saat rapat, saya berikan waktu sebulan untuk melakukan pembenahan, dan sekarang sudah mulai ada perbaikan. Targetnya, maksimum dari pesawat mendarat hingga keluar bandara hanya 30-45 menit,” ujar Gubernur Koster.


Selain perbaikan internal, Gubernur juga menegaskan perlunya pembenahan akses transportasi di luar kawasan bandara. Infrastruktur pendukung, moda transportasi, hingga sistem penataan lalu lintas harus ditingkatkan agar lebih tertib dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.



“Bandara Ngurah Rai ini harus naik kelas. Untuk itu, mindset pengelolaan dan pelayanan harus diubah. Semua titik kemacetan akan saya kejar penyelesaiannya. Kita bisa gunakan pola sharing APBD dan APBN, termasuk kerja sama dengan Kabupaten Badung. Ada alokasi 700 M sharing dengan Kabupaten Badung yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di tahun 2026, dan saya juga mendatangi Kementerian PU untuk meminta support terkait perbaikan infrastruktur di Bali” tambahnya.


Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk menjadikan Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak hanya sebagai pintu masuk pariwisata Bali, tetapi juga sebagai contoh tata kelola transportasi dan pelayanan publik yang berkelas internasional.


Dalam FGD tersebut juga terdapat dua narasumber lainnya yaitu Kepala Dinas PUPR Provinsi Nusakti Yasa Weda, yang menyampaikan terkait kemacetan di Bali serta solusi jangka pendek dan jangka panjang yang akan diambil. Narasumber kedua dari Konsultan Kajian Lalu Lintas Ibu Hermawati yang menyampaikan terkait kondisi lalu lintas dan jaringan jalan di Provinsi Bali. 


Hadir dalam FGD tersebut, Bupati Badung Adi Arnawa, Komandan Pangkalan Udara TNI AU, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura, serta undangan lainnya.(*)

Menteri LH dan Gubernur Bali Wayan Koster Tanam Pohon di Taman Kehati Kesiman

 


Momentum Perbaikan Ketahanan Lingkungan

Laporan : Tim Lpt 

DENPASAR , BALI KINI – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup  RI Hanif Faisol Nurofiq melaksanakan penanaman pohon secara simbolis di Kawasan Taman Kehati, Kesiman, Denpasar, tepatnya di tepi Tukad Ayung, pada Jumat (26/9) pagi.


Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Rentin, serta sejumlah tokoh masyarakat dan komunitas pecinta lingkungan.


Dalam sambutannya, Menteri LH Hanif Faisol menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Gubernur Bali merespons bencana hidrometeorologi yang belakangan terjadi. Menurutnya, perubahan iklim global telah menyebabkan pola curah hujan di Bali semakin ekstrem.


“Curah hujan pada hari kejadian bencana tercatat 245,75 milimeter, artinya dalam satu meter persegi turun 245,75 liter air. Sementara kondisi lanskap kita di daerah aliran sungai (DAS) hanya menyisakan sekitar 1.500 hektare pepohonan. Ini tentu tidak cukup menahan debit air,” ungkap Hanif.


Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini akan menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan lingkungan di Bali. 

“Hari ini kita menanam di Taman Kehati, Denpasar, dan akan dilanjutkan di daerah-daerah penyangga lainnya, termasuk hulu sungai. Reboisasi dan penghijauan harus segera kita kerjakan. Bali harus punya pola dasar peningkatan resistensi menghadapi krisis global,” tegasnya.


Lebih lanjut, Hanif menekankan pentingnya mencermati kondisi Bali yang kian rentan terhadap perubahan iklim. “Perubahan global tidak bisa kita kendalikan dengan segera. Planet kita sedang menghadapi resesi ekologi yang berdampak pada pola curah hujan yang cenderung ekstrem. Karena itu, Bali memerlukan ketahanan lingkungan yang lebih kuat. Melalui kegiatan yang diinisiasi Bapak Gubernur hari ini, akan terus dilanjutkan ke daerah-daerah lain yang berperan penting sebagai daerah resapan air. Bagian hulu pun segera dilaksanakan reboisasi,” ujarnya.


Menurutnya, diperlukan langkah detail dan kajian mendalam yang saat ini sedang disusun bersama pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kementerian terkait dalam rangka menyusun program lingkungan hidup strategis. 

“Hari ini menjadi momentum meningkatkan jumlah tanaman di taman-taman kehati, khususnya di Denpasar. Ke depan dilanjutkan dengan penambahan tanaman dan pemeliharaan terus-menerus untuk keanekaragaman hayati. Monitoring biodiversitas harus dilakukan setiap saat. Terima kasih Bapak Gubernur, sebagai pimpinan daerah telah mengambil langkah konkret. Mari kita pertahankan Bali, teruslah menanam, teruslah menanam, teruslah menanam,” serunya.


Menteri Hanif juga menambahkan, dari total 49.500 hektar lahan, setidaknya 30 persen perlu ditanami kembali sebagai kawasan hutan. Selain itu, perlu dipadukan dengan perkebunan bernilai ekonomis sesuai tipologi masyarakat. “Kalau memang diperlukan penertiban dan penegakan aturan, harus dilakukan tanpa pandang bulu. Ini untuk generasi mendatang,” katanya.


Sementara itu, Gubernur Koster menegaskan pihaknya bersama jajaran pemerintah daerah dan pusat telah turun langsung memantau berbagai persoalan lingkungan, mulai dari alih fungsi lahan di sempadan sungai, pembuangan sampah sembarangan, hingga kepatuhan para investor.


“Semua DAS akan kita petakan dan audit kembali, mulai dari Tukad Ayung, Tukad Badung, Tukad Mati, hingga Tukad Unda. Kita buat tanggul, kita atur aliran agar tidak terlalu deras. Hotel-hotel juga wajib tertib mendukung keberlangsungan ekosistem. Jika melanggar, akan ada sanksi tegas,” ujar Koster yang disambut dukungan Menteri LH.


Sebagai bentuk nyata, penanaman di Taman Kehati Kesiman dan Lapangan Tembak Polda Bali kali ini melibatkan sejumlah bibit pohon, di antaranya Majegau sebanyak 50 pohon, Nagasari 25 pohon, Rejasa 25 pohon, Cempaka 50 pohon ,Mangga 150 pohon dan Nangka 200 pohon.(*)

Parah!! Pemotongan Transfer ke Daerah Tahun 2026, Titik Terendah Dalam Sejarah Kabupaten Jembrana




Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menghadapi tekanan berat dalam pengelolaan keuangan daerah di tahun 2026. Pemotongan dana transfer ke daerah oleh pemerintah pusat secara signifikan memberikan dampak langsung terhadap kemampuan fiskal daerah dalam membiayai Pembangunan di kabupaten Jembrana pada tahun 2026. 


Pendapatan transfer pusat ke daerah merupakan komponen terbesar dalam postur pendapatan daerah kabupaten Jembrana. Pada tahun 2025, proporsi pendapatan transfer ke daerah sebesar 68% dari total pendapatan daerah Rp. 1.171.643.504.818. Transfer ke Daerah untuk Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan sebesar Rp99.431.675.000 atau turun 12,5% dibandingkan Tahun Anggaran 2025.


"Ini merupakan penurunan paling tajam dalam sejarah Dana Transfer ke Daerah di Kabupaten Jembrana. Penurunan ini tidak sesuai dengan proyeksi pada KUA/PPAS 2026 dimana pendapatan transfer pusat diproyeksikan meningkat sebesar 2%," ujar Sekda Jembrana I Made Budiasa saat bertemu dengan awak media, Kamis (25/9).


Lebih lanjut, Sekda Budiasa mengatakan beberapa sumber dana yang sebelumnya mendukung langsung pelayanan dasar masyarakat tidak lagi dialokasikan (di-nolkan) untuk Tahun Anggaran 2026.


"DAU Bidang Pendidikan di tahun 2025 alokasinya Rp 31.671.034.000, DAU 

Bidang Kesehatan tahun 2025 sebesar Rp11.590.099.000, DAU untuk Gaji dan Tunjangan PPPK tahun 2025 sebesar Rp14.171.139.000, Insentif Fiskal Alokasi 2025 sebesar Rp14.658.841.000, itu semua ditahun 2026 menjadi Rp 0. Selain itu, DAU yang tidak ditentukan penggunaannya (Block Grant) juga mengalami penurunan sebesar Rp13.187.472.000," ucapnya.


Kondisi ini secara langsung menimbulkan konsekuensi serius, seperti terhambatnya layanan dasar khususnya dibidang Pendidikan, Kesehatan dan infrastruktur, serta keterbatasan ruang fiskal dalam mengelola belanja wajib dan mendesak.


"Menyikapi situasi ini, TAPD Kabupaten Jembrana akan melakukan penyesuaian terhadap postur Rancangan APBD 2026 baik dari sisi pendapatan daerah maupun belanja daerah dan tentunya kami masih menunggu arahan dan kebijakan strategis Bapak Bupati serta berharap beliau memiliki jurus jitu dalam menghadapi tantangan ini," ungkap Sekda Budiasa.


Meskipun ini merupakan tantangan yang berat, kata Sekda Budiasa, Pemerintah Kabupaten Jembrana tetap berkomitmen memberikan pelayanan publik terbaik dan mencari solusi terbaik melalui jalur-jalur resmi, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. 


"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk tetap bersama-sama menjaga kondusifitas dan memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas fiskal dan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Jembrana," tutupnya. 

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved