-->

Kamis, 16 Oktober 2025

Wabup Tjok Surya Dilantik Memimpin PGRI Klungkung Periode 2025-2030

 


Laporan : Tim Lpt 

Klungkung , Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra resmi dilantik sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Klungkung masa bakti 2025-2030,  Sabtu (11/10). Pelatikan dilakukan oleh Ketua PGRI Provinsi Bali Dr. I Gusti Ngurah Eddy Mulya di aula SMAN 2 Semarapura. 


PGRI sebagai organisasi profesi yang mewadahi para guru harus selaras dengan pemerintah. Mohon dukungan supaya PGRI Klungkung bisa mengemban tugas memperjuangkan nasib para guru, meningkatkan profesionalisme para guru , mampu menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi muda. 

Kepada pengurus terdahulu kami ucapkan terima kasih atas berbagai capaian selama ini." Ujar Wabup Tjokorda Gde Surya Putra. 


Lebih lanjut Wabup yang akrab disapa Tjok Surya ini menegaskan,  berkat komitmen dari Bupati I Made Satria, nantinya tidak akan ada guru yang tidak terakomodir, namun menunggu perekrutan P3K selanjutnya. Hal ini mengingat banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar. 


Ketua PGRI Provinsi Bali Dr. I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam sambutannya mengatakan, bahwa hari ini telah tuntas  seluruh kabupaten kota di Bali menyelenggarakan konferensi PGRI. "Klungkung meski menjadi Kabupaten terakhir yang menggelar konferensi, namun menjadi terasa spesial karena Wakil Bupati terpilih menjadi Ketua PGRI Kabupaten. Dengan demikian semoga segala sesuatunya akan menjadi lebih baik dan dimudahkan, " ujar Dr. I Gusti Ngurah Eddy Mulya.


Lebih lanjut pihaknya mengatakan PGRI adalah mitra utama pemerintah Kabupaten Klungkung dalam memajukan dunia pendidikan. Apresiasi dan penghargaan ditujukan kepada PGRI Klungkung karena telah mendedikasikan untuk kemajuan pendidikan dan membantu pemerintah diberbagai sektor.


Sementara itu, Ketua panitia Konferensi PGRI XXII  Kabupaten Klungkung Drs. I Wayan Janiartha, msi mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta dan 30 orang peninjau. Kegiatan ini mengusung tema " Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas" yang mengandung makna bahwa transformasi bukan sekadar perubahan bentuk, tetapi perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara berkontribusi untuk menjawab tantangan zaman.

Klungkung Heritage Festival 2025, Hadirkan Jejak Warisan Kejayaan Kerajaan Klungkung


Laporan : Dearna

Klungkung , Bali Kini - Pembukaan Klungkung Heritage Festival 2025 berlangsung meriah akan sarat makna sejarah jejak warisan kejayaan kerajaan Klungkung. Klungkung Heritage Festival 2025 dibuka secara resmi di Depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Jumat (10/10). 


Klungkung Heritage Festival ini mengangkat konsep jejak warisan kejayaan Kerajaan Klungkung, Nafas Budaya,  Semangat dan Perjuangan Leluhur” yang menampilkan kekayaan budaya Klungkung sebagai pusat lahirnya peradaban Bali. 


Acara ini merepresentasikan perjalanan kejayaan Kerajaan Klungkung di Gelgel yang menjadi awal mula kerajaan-kerajaan di Bali.

Festival ini merupakan sebuah momen penting bagi Kabupaten Klungkung, yang tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata tetapi juga merupakan bagian penting dari pelestarian tradisi dan budaya. 


Sambutan Bupati Klungkung yang dibacakan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra mengatakan, Pelaksanaan Klungkung Heritage Festival ini dilaksanakan pada momen Peringatan Abiseka Ida Dalem Semaraputra karena Klungkung adalah tanah yang sarat dengan nilai sejarah dan Kebesaran Budaya. Momen ini akan memberikan nilai tambah bagi Daya Tarik Wisata Semarapura City Tour yang meliputi Area Kertha Gosa, Monumen Puputan Klungkung, Puri Agung Klungkung dan Desa Wisata Kamasan.


“Dengan menghadirkan parade budaya, seni pertunjukan dan pameran warisan leluhur, festival ini menjadi simbol kebangkitan kembali kejayaan Klungkung sebagai poros budaya Bali. Melalui Festival ini, Klungkung ingin menunjukan jati diri sebagai pusat kebudayaan Bali, terutama menjelang pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung,” ujarnya. 


Lebih lanjut, Festival bertajuk ‘Abhiseka Ratu Commemorate’ ini digelar selama dua hari, 10–11 Oktober 2025 di Depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe dan di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambae


Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati mengatakan, festival ini dirancang untuk menonjolkan keunikan Kerajaan Gelgel yang merupakan pusat kerajaan di Bali pada abad ke-14 silam. Diawali Marching Band TK, dilanjutkan upacara pembukaan di mini stage kirab Bendera Merah Putih, Lambang Kabupaten dan Lambang Kerajaan Klungkung


Dalam kesempatan itu, juga dilakukan peluncuran program Perlindungan Pekerja Rentan Pemda Klungkung dan pemotongan tumpeng Abhiseka Ratu Ida Dalem Smara Putra. 


Setelah seremoni, penonton disuguhkan pawai budaya yang menampilkan parade busana kerajaan, rejang rentet, gebogan dulang selaka, baris pertiwa, hingga fragmentari. Selain parade, ada hiburan musik ekraf dengan menghadirkan band-band lokal Klungkung di malam hari. Kegiatan lainnya yakni pameran ekraf dan keris di Museum Klungkung, serta talkshow budaya. Parade barong ngelawang juga ditampilkan sebagai salah satu atraksi wisata khas Klungkung.


Hadir dalam Klungkung Heritage Festival 2025, Ida Dalem Semaraputra berserta Istri, Raja se-Bali, DPD RI Provinsi Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Danrem 163 Wira Satya , Wakil Bupati Klungkung, Tjorda Gde Surya Putra, Forkompinda Klungkung, Ny. Eva Satria, Ny. Kusuma Surya Putra dan undangan terkait lainnya. 

Wabup Tjok Surya Hadiri Pertemuan Forum Perbekel se-Kecamatan Dawan


Laporan : Tim Lpt 

Klungkung , Bali Kini -Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Pertemuan Forum Perbekel se-Kecamatan Dawan di Kantor Perbekel Desa Sampalan Tengah, Jumat (10/10/2025). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung Wayan Suteja, Camat Dawan, Dewa Widiantara, Kapolsek Dawan, serta Danramil Dawan. 


Camat Dawan, Dewa Widiantara dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan forum ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai wadah silaturahmi antara perbekel, perangkat kecamatan, dan unsur Forkopimca. Selain itu, forum juga menjadi ajang membahas berbagai isu strategis dan penyamaan persepsi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. 


Dalam arahannya, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra mengingatkan seluruh perbekel agar terus mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Wabup juga meminta agar setiap desa menyiapkan data pekerja rentan sebagai dasar pemberian jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). 


Lebih lanjut, Wabup Tjok Surya menekankan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi bencana alam, terutama saat memasuki musim hujan. Para perbekel diminta memperkuat langkah mitigasi dan koordinasi lintas sektor sebagai antisipasi jika terjadi cuaca ekstrem. 


Terkait kesejahteraan aparatur desa, khususnya mengenai tunjangan istri/suami dan anak perbekel, Wabup menugaskan Kepala Dinas Pemdes untuk segera melakukan kajian dan menyusun rancangan kebijakan, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah. "Ketika aturan memperbolehkan, kita lihat juga kondisi fiskal di daerah," ujar Wabup Tjok Surya.


Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah semakin kuat, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Bupati Satria Pimpin Bakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu, Puncak Penulisan dan Ulun Danu Batur


Laporan : Dearna

Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung ngaturang Bakti Pengayar di Pura Tuluk Biyu, Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (9/10). Rombongan bakti penganyar ini dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP-PKK Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra Bakti serta dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama dan Ketua MDA Kabupaten Klungkung.


Penganyar ini merupakan kewajiban Pemkab dalam memperkokoh dan meningkatkan spiritual umat serta wujud syukur dan srada bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Bhatara di Pura Tuluk Biyu. Ketua panitia karya I Wayan Winurjaya mengatakan upacara ngusaba yang digelar setahun sekali pada bulan Oktober bertepatan dengan Rahina Suci Purnama Kapat ini bertujuan untuk memohon anugerah kedamaian, kesejahteraan, dan keselamatan bagi alam semesta beserta seluruh isinya. 


Puncak karya telah dilaksanakan pada 6 Oktober lalu dan prosesi Nyineb akan dilaksanakan pada 14 Okteber mendatang.

Lebih lanjut Ketua panitia karya I Wayan Winurjaya menyampaikan bahwa perayaan ngusaba tahun ini dikaitkan dengan prosesi matur piuning, karena akan dilaksanakannya upacara Dewa Seraya oleh Pengprov Bali pada tahun 2026 mendatang. Upacara Dewa Seraya merupakan ritual untuk memohon keselamatan jagat Bali serta dijauhkan dari berbagai musibah, seperti yang telah terjadi beberapa hari belakang ini. 


"Semoga jagat Bali dan segala isinya senantiasa dikaruniai kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan. Rahayu jagat Bali lan umat sinareng sami ," ujar Bupati Satria sembari menyerahkan punia kepada panitia upacara Karya. 


Pada hari yang sama rombongan Bupati Satria juga melaksanakan bakti penganyar di Pura Pucak Penulisan Wangun Urip Desa Sukawana, Kintamani dan Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kabupaten Bangli

Bupati Satria Salurkan Bantuan Sosial Provinsi Bali Untuk Masyarakat Terdampak Bencana


Laporan : Dearna 

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria menyalurkan bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Bali kepada korban yang mengalami musibah bencana cuaca ekstrem di ruang Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Kamis (9/10). Hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya dan Kalak BPBD Kabupaten Klungkung, I Putu Widiada.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Bali atas segala bentuk bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Klungkung. Sebagaimana diketahui bersama, bencana cuaca ekstrem yang terjadi pada Bulan September 2025 melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Klungkung. “Curah Hujan yang tinggi dalam beberapa hari menyebabkan banjir di beberapa titik, dan yang paling parah terjadi di Banjar Pancingan, Desa Kusamba. Terdapat 124 Kepala Keluarga yang harus mengungsi ke Balai Banjar atau kerabat terdekat,” ujar Bupati Satria


Bupati Satria juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI serta relawan yang sejak awal berada di garis depan membantu proses evakuasi, pengamanan serta pemulihan. Tidak kalah penting, dedikasi aparatur pemerintah kabupaten maupun desa juga patut apresiasi karena mereka bekerja siang dan malam. “Terimakasih Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada warga yang mengalami musibah bencana di Kabupaten Klungkung. Semoga kebersamaan ini menjadi teladan bagi kita semua bahwa dalam situasi apapun persatuan dan gotong royong adalah kunci kekuataan bangsa kita. Dan hal terpenting kepada masyarakat penerima bantuan agar bantuan ini bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.


Sementara Kalak BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyampaikan turut prihatin terhadap bencana yang menimpa di Kabupaten Klungkung pada Bulan September lalu. Pihaknya menambahkan bahwa Klungkung merupakan salah satu yang responsif menanggulangi bencana, sehingga kedepan agar tetap dipertahankan. “Saya sangat apresiasi karena Pemkab Klungkung sangat sigap mendata warga yang terkena dampak. Langkah antisipasi kedepan mari kita bersama bersihkan saluran got-got di depan gang atau di jalur-jalur sungai agar nantinya disaat hujan air bisa menggilir dan tidak menimbulkan banjir,” harapnya.

Pimpin Monev Pembangunan Daerah, Bupati Satria Tekankan Jaga Kualitas dan Target Waktu Sesuai Kontrak


Laporan : Tim Lpt 

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra memimpin Inpeksi Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Klungkung yang dilaksanakan di 9 paket pembangunan yang tersebar di wilayah Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Banjarangkan, Selasa (7/10). Tujuan monev ini agar mengetahui progres pembanguanan sudah sampai dimana dan hal penting lainnya memberikan arahan kepada pelaksana agar nantinya proyek selesai dengan kualitas yang maksimal dan selesai tepat pada waktu yang ditentukan.


Monev diawali pada pengerjaan proyek di RSUD Klungkung diantaranya pengerjaan Penata Ruang Cathlab dengan nilai kontrak Rp. 1.616.372.245.88, Pembangunan Gedung Cytototix nilai kontrak Rp. 1.206.263.135.20, Penata Ruang CT-Scan nilai kontrak Rp. 760.564.426.96, kemudian dilanjutkan Pembangunan Labkesmas dengan nilai kontrak Rp. 10.041.211.576.93, Renovasi Pembangunan Pustu Satra nilai kontrak Rp. 715.552.137.33, Pekerjaan Bale Gong, Bale Pesandekan, Bale Kulkul, Candi Bentar Perbaikan di Pura Watu Klotok nilai kontrak Rp. 827.009.159.65, Pengadaan dan Pemasangan Lampu Penerangan Jalan di Kecamatan Banjarangkan nilai kontrak Rp. 1.931.880.285.63, Rehabilitasi Ruang Kelas SD Negeri 2 Tusan nilai kontrak Rp. 431.436.965.19 dan Pembangunan Pagar, Pembangunan Toilet dan Pembangunan UKS di SD Negeri 1 Bakas nilai kontrak Rp. 405.634.988.29.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengatakan bahwa pembangunan proyek keseluruhan sudah berjalan sesuai dengan progresnya, namun masih ada beberapa yang mengalami keterlambatan. “Nah, melihat hal tersebut saya sudah menekankan kepada rekanan agar segera mencarikan solusi tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Pihak pelaksanaan sudah menyanggupi termasuk menyiapkan bahan-bahan untuk mengajar keterlambatan itu sudah disiapkan,” ujar Bupati Satria.


Bupati Satria juga menugaskan agar dinas terkait ikut memantau proses pekerjaan ini sehingga hasilnya nanti berjalan maksimal dan hal terpenting jangan sampai ada rekanan yang ditemukan bekerja asal-asalan. “Bekerja dengan baik, kepada pengawas dan pendamping terutama dari dinas agar intens memonitor pengerjaan sehingga lebih dini dapat diantisipasi hal yang tidak sesuai kontrak. Dengan langkah itu nantinya progres pembangunan selesai tepat waktu dan kualitas tetap terjaga dengan maksimal,” harap Bupati Satria.

Bupati Satria dan Wabup Tjok Surya Hadiri Pertemuan Forum Perbekel se-Kecamatan Banjarangkan

 


Laporan : Tim Lpt hms

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Pertemuan Forum Perbekel se-Kecamatan Banjarangkan di Angkringan The Beji, Desa Banjarangkan, Kamis (16/10). 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung Wayan Suteja, Camat Banjarangkan I Dewa Komang Aswin. 


Dalam forum tersebut membahas berbagai isu strategis dan penyamaan persepsi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Dalam arahannya, Bupati Satria mengingatkan seluruh perbekel agar terus mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. 


Bupati Satria meminta agar program strategis harus dijalankan sesuai rencana, dipercepat, dan disinkronkan dengan dokumen perencanaan lainnya. “Program strategis nasional harus dijalankan. Pelaksanaan program strategis daerah juga harus selaras dengan program strategis nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, karena kepala daerah memiliki kewajiban hukum untuk melaksanakannya,” ujar Bupati Satria.

Pihaknya juga mengajak para kepala desa bekerja secara maksimal, akuntabel, tertib administrasi, dan disiplin dalam perencanaan awal.

Torehkan Prestasi Gemilang, Kabupaten Jembrana Raih Penghargaan Paritrana Award 2025


Laporan : Tim Lpt Jbr 

Jembrana , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Jembrana menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Paritrana Award) peringkat Kedua kategori Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dan Desa Berangbang berhasil meraih peringkat pertama Paritrana Award Tahun 2025 untuk kategori Pemerintah Desa.


Penghargaan bergengsi dalam bidang jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Bali diserahkan Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Tjok Bagus Pemayun di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (14/10).


Pemerintah Kabupaten Jembrana dinilai berhasil dalam mendorong perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja formal maupun informal. Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor, Jembrana mampu meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di berbagai lapisan masyarakat.


Penghargaan yang diraih menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi para pekerja, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program nasional di bidang ketenagakerjaan.


Sedangkan Desa Berangbang, berhasil meraih peringkat pertama Paritrana Award Tahun 2025 untuk kategori Pemerintah Desa tingkat Provinsi Bali. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Pemerintah Desa Berangbang dalam mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan sepanjang periode Januari hingga Desember 2024.


Bulkaniel Eka Putra R.M, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jembrana, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Menurutnya Kabupaten Jembrana dan Desa Berangbang telah mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan mulai dari Perangkat, Lembaga hingga Pekerja Rentan Desa. Khusus di Desa Berangbang memiliki keunggulan lebih yaitu mengikutsertakan Bumdes nya kedalam program BPJS Ketenagakerjaan.


Desa Berangbang telah menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi para pekerja di wilayahnya melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini merupakan contoh nyata bahwa perlindungan pekerja bisa dimulai dari level paling dasar, yaitu desa.


Capaian Kabupaten Jembrana dan Desa Berangbang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya di wilayah Jembrana untuk turut mengutamakan perlindungan bagi para pekerja formal maupun informal. 


Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Jembrana I Ketut Armita, juga turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih Kabupaten Jembrana. 


"Kabupaten Jembrana untuk kategori kabupaten/kota tahun ini kembali berada di posisi juara kedua. Terkait dengan itu, untuk di tiga kabupaten kami berkomitmen di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian khususnya yang membidangi ketenagakerjaan dalam konteks tenaga kerja rentan di bidang HI (Hubungan Industrial) akan berkomitmen untuk selalu meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan khususnya pekerja rentan antara lain buruh panggul di pasar, petani, dan nelayan. Dan itu beberapa sasaran yang terus kita garap sesuai dengan target yang harus dicapai", ujarnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan  komitmen Pemerintah dalam hal ini memberikan  sosialisasi pentingnya ikut serta BPJS Ketenagakerjaan. 


"Oleh karena itu, kami berkomitmen atas instruksi Bupati, bahwa pemerintah kabupaten Jembrana juga akan terus mengadakan sosialisasi dan memberikan pemahaman akan pentingnya ikut serta sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di masa melaksanakan kegiatan sebagai pekerja agar bisa diberikan tanggungan baik itu meninggal dunia, kemudian cacat termasuk juga tanggungan ketika berobat ke rumah sakit", tambahnya.

Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Pembangunan Amankila dan Alam Resort di Karangasem Diduga Tak Berizin dan Langgar Aturan Sempadan


KARANGASEM , BALI KINI
– Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali kembali melakukan inspeksi lapangan. Kali ini, tim menyasar dua proyek pengembangan resort di Kabupaten Karangasem, yakni Amankila Resort di Manggis dan Quenzo Alam Resort di Banjar Mimba, Padangbai.


Tim Pansus TRAP dipimpin Ketua I Made Suparta bersama anggota I Nyoman Oka Antara. Mereka didampingi Satpol PP Provinsi Bali, Sekretaris Camat Manggis Pasek Suardana, serta Perbekel Manggis I Wayan Partika.


Dalam sidak di kawasan pengembangan Amankila Residence di Banjar Kelodan, Desa Manggis, tim diterima oleh penanggung jawab proyek, Nyoman Jati. Ia menjelaskan, proyek tersebut direncanakan sebagai pengembangan real estate seluas empat hektar. Secara zonasi, lahan tersebut masuk kawasan pariwisata, namun kegiatan di lapangan baru sebatas penataan lahan (cut and fill). Jati juga mengakui bahwa izin proyek masih dalam proses dan belum lengkap.


Menanggapi hal itu, Made Suparta menegaskan seluruh aktivitas di lokasi harus dihentikan.

“Karena izinnya belum lengkap, maka kegiatan langsung kami hentikan. Kami juga minta Satpol PP untuk memasang garis pengamanan di lokasi,” tegas Suparta.


Usai dari Manggis, tim Pansus bergerak ke lokasi kedua, PT Quenzo Alam Resort di Banjar Dinas Mimba, Desa Padangbai. Tim diterima oleh Cinja selaku pelaksana proyek, Yani selaku pihak legal, serta perangkat desa setempat, Perbekel Ni Wayan Suparwati Surya Dewi dan Kadus I Made Pebriyana.


Proyek pengembangan Alam Resort ini berdiri di atas lahan seluas 70 are dengan masa sewa 30 tahun. Di lokasi tengah dibangun hotel 15 kamar, 11 unit vila, dan satu restoran. Meski sudah memiliki NIB dan sedang memproses izin PBG, SLF, serta ABT (air bawah tanah), tim menemukan pelanggaran serius di lapangan.


Bangunan di area resort diketahui terlalu dekat dengan aliran sungai, hanya berjarak tiga meter dari bibir sungai, padahal aturan menetapkan jarak minimal lima meter.

“Bangunan yang melanggar sempadan sungai wajib dibongkar. Kami sudah minta agar aktivitas dihentikan sampai semua izin lengkap,” tegas Suparta.


Pihak pengelola Alam Resort menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembongkaran terhadap bagian yang melanggar aturan.

Cakupan vaksinasi rabies di Denpasar Capai 88,91 Persen


Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Hingga 14 Oktober 2025, sebanyak 73.392 ekor anjing sudah menerima vaksin rabies, jumlah ini setara dengan 88,91 persen dari jumlah total populasi. Meski cakupan sudah cukup tinggi, namun pelaksanaan vaksinasi masih terus digelar. Ini untuk mengejar target 91,2 persen anjing tervaksinasi di tahun 2025.

Sementara Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi mengatakan estimasi populasi anjing di tahun 2025 sebanyak 82.545 ekor.

"Kami target vaksinasi rabies tahun 2025 sebanyak 91.2 persen," katanya, Rabu, 14 Oktober 2025, di empat kecamatan pun disasar dengan fokus pada dusun serta lingkungan.

Dengan cakupan vaksin ini, pihaknya optimis bisa mencapai target 91,2 persen, kasus positif rabies bisa ditekan di Denpasar dan kembali ke zero rabies. Selain vaksin secara door to door Dinas Pertanian Kota Denpasar juga melibatkan desa dan kelurahan dengan membentuk Tim Siaga Rabies (Tisara). 

Kata drh.Suparmi, adanyanya tim ini dilakukan pendataan populasi anjing dan HPR lainya. Tak hanya itu, masyarakat banjar juga akan turut dilibatkan untuk memberikan informasi terkait adanya HPR dan kasus gigitan anjing.  

Sehingga secara berkelanjutan dapat dilaksanakan pemantauan secara intensif. Dari pendataan ini akan memperoleh data populasi dari kepemilikan masyarakat hingga keberadaan anjing liar, sehingga penyebaran rabies dapat ditekan.

Tak hanya itu, pihaknya juga terus menggencarkan Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya penyakit rabies dan resiko yang ditimbulkan. "Juga dilaksanakan monitoring serta surveilens kegiatan selektif euthanasi, dan kegiatan kontrol populasi atau pembatasan populasi HPR," tutupnya.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved