-->

Rabu, 22 Oktober 2025

BASARNAS SELENGGARAKAN DISEMINASI NAP DI BALI

Laporan Reporter : Ayu 

JIMBARAN , BALI KINI --- Basarnas menyelenggarakan Diseminasi National Accreditation Process (NAP), Senin (20/10/2025) bertempat di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jimbaran - Kuta Selatan. Rencananya kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari, hingga hari Kamis ( 24/10/2025). Bali menjadi daerah ke 3  di tahun ini terselenggaranya kegiatan serupa, setelah Balikpapan dan Bandung. Kegiatan ini juga dihadiri observer dari Basarnas Pusat, Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Surabaya, Manado, Bandung, Cilacap dan Yogyakarta. 

Pembukaan Diseminasi NAP dilaksanakan di Gedung Werkudara lantai 3.Dalam sambutannya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyomam Sidakarya menekankan bahwa Diseminasi ini bukan sekedar agenda formal atau rutinitas belaka, namun menjadi cerminan dari komitmen Basarnas untuk senantiasa mengevaluasi secara objektif, membangun budaya kerja yang berbasis standar nasional dan internasional demi menjaga kepercayaan publik. "Melalui proses akreditasi ini, kita akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kapasitas operasional, manajemen sumber daya, kepatuhan SOP, serta kualitas SAR bagi satuan kerja," jelas Sidakarya.

Hal serupa diungkapkan oleh Kasubdit RPDO Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas saat membuka Diseminasi NAP. Emi Frizer menjelaskan tujuan secara garis besar adalah memastikan seluruh komponen memiliki pemahaman menyeluruh terhadap prinsip, struktur, dan SOP USAR dalam kerangka NAP, termasuk penguatan dokumen kebijakan internal, kesiapsiagaan tim, pengelolaan peralatan, dukungan logistik serta interoperabilitas lintas sektor. "Kami memastikan bahwa setiap misi pencarian dan pertolongan yang dilakukan memenuhi standar tertinggi dalam hal keselamatan, evektivitas dan akuntanilitas," terangnya.

Dalam akhir sambutannya, Emi Frizer mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan secara aktif, terbuka dan penuh komitmen. Di ujung serangkaian kegiatan, akan diaplikasikan langsung metode-metode yang sudah dijelaskan selama workshop. 

Ribuan Orang Partisipasi Donor Darah Serentak Hut Humas Polri Ke-74

Laporan Reporter : Tim Lpt Hms Polda Bali 

Denpasar , Bali Kini - Kabid Humas Kombes Pol Ariasandy S.I.K. menyampaikan dalam rangka Hut Humas Polri Ke-74 Tahun 2025, Polda Bali dan jajaran laksanakan Donor Darah serentak mulai Pukul 07.30 Wita s/d selesai, rabu 22/10/2025.

Donor di Polda Bali dihadiri para PJU Polda, Para Kasubbid Bidhumas, perwakilan dari masing-masing Satker, undangan dari media cetak maupun oline di gedung Presisi.

Untuk pelaksanaan donor di Polres/Ta jajaran dihadiri para Kapolres dan PJU Polres, Kasi Humas  dan perwakilan anggota  Satker Polres/Ta masing-masing, serta undangan wartawan baik media cetak maupun online. 

Donor Darah kali ini Polda Bali bekerjasama dengan PMI dan PDDI, tentunya kegiatan ini sangat positif sekaligus menjadi wadah partisipasi Polri berbagi melalui donor darah untuk saudara kita yang membutuhkan.

Pelaksanaan donor darah serentak hari ini Polda Bali dan jajaran dihadiri 1.225 orang peserta,  selanjutnya hasil donor darah diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI).

KBP Ariasandy juga menyampaikan terimakasih atas kerjasama dan partisipasi kepada seluruh peserta donor darah serentak baik di Polda Bali maupun Polres/Ta jajaran sehingga kegiatan berjalan lancar, semoga apa yang kita berikan pada Hut Humas Polri Ke-74 Tahun 2025 bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, ungkapnya.

Tangani Unjuk Rasa Sesuai SOP, Polda Bali Gelar Latihan Sispamkota

Laporan Reporter : Tim Lpt hms Polda Bali 

Denpasar , Bali Kini - Kepolisian Daerah (Polda) Bali menggelar kegiatan Latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di area Dermaga Timur Gedung BCT, Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Kamis (9/10/2025.

Latihan ini melibatkan 600 personel Polri, serta didukung oleh TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Pecalang, dan stakeholder lainnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita ini mengusung tema “Melalui Pelatihan Sispamkota 2025, Polda Bali Beserta Jajaran Siap Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Profesionalisme Polri Dalam Penanganan Unjuk Rasa Secara Humanis, Terukur, dan Berlandaskan Hak Asasi Manusia (HAM) Demi Terpeliharanya Stabilitas Kamtibmas yang Kondusif.”

Latihan Sispamkota ini dilaksanakan untuk memberikan gambaran teknis kepada pimpinan mengenai pelaksanaan sistem pengamanan kota guna mencegah dan mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Bali.

Selain itu juga untuk melatih kesiapsiagaan dan keterampilan personel Polda Bali dalam penanganan unjuk rasa secara prosedural, taktis, dan humanis.

Simulasi ini disaksikan langsung oleh Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H., Karo Renmin Astama Ops Polri, Brigjen Pol. Puji Santosa, S.H., M.M. dan Pejabat Utama Polda Bali.

Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan, Latihan ini sangat penting dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan menghadapi kejadian unjuk rasa yang nyata.

“Latihan ini adalah cara kita mengenali peran masing-masing saat menghadapi situasi di lapangan, mulai dari hijau, kuning sampai merah. Dengan latihan, kita tidak akan canggung, dan bisa bertindak cepat, tepat dan terukur,” ucap Kapolda.

Jenderal bintang dua dipundak ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan latihan Sispamkota ini.

Akad Massal KUR 800.000 Debitur, Proporsi Penerima Bali Terbesar, Gubernur Koster Dorong Tercipta Lapangan Kerja


Laporan : Tim Lpt Prov 

Denpasar , Bali Kini – Pemerintah Provinsi Bali mengikuti secara daring kegiatan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) yang dipusatkan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/10/2025). Di Bali, kegiatan ini terpusat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa penyaluran KUR telah memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM di Bali.
“UMKM penerima KUR umumnya berjalan lancar dan minimal melibatkan tiga karyawan. Dari 100.000 UMKM penerima KUR di Bali saja, diperkirakan sudah membuka sekitar 300.000 lapangan kerja baru,” jelasnya kepada awak media. 
Menurut data, Bali menjadi salah satu provinsi dengan proporsi besar penerima KUR. Dari total 800.000 debitur secara nasional, sebanyak 103.000 berada di Bali dengan nilai pinjaman mencapai Rp 8 triliun. 
Sektor usaha yang paling banyak memanfaatkan KUR adalah perdagangan, makanan dan minuman, serta produk unggulan khas Bali seperti kain dan kriya kayu.
“Pinjaman yang disalurkan bervariasi, mulai dari Rp10 juta, Rp50 juta, Rp150 juta hingga Rp500 juta. Semua berjalan dengan baik, bahkan tingkat kredit macet di Bali hanya sekitar dua persen. Ini menunjukkan kesadaran dan kejujuran pelaku usaha kita cukup tinggi,” kata Gubernur Koster.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan pentingnya KUR dalam mendiversifikasi perekonomian Bali agar tidak hanya bertumpu pada pariwisata. 
   “Kita akan terus mendorong penyaluran KUR menjangkau desa-desa dan sektor potensial lain, sehingga produktivitas, kemajuan usaha, dan transformasi ekonomi Bali dapat terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, dari Surabaya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi meluncurkan Kredit Program Perumahan (KPP), yang sebelumnya dikenal dengan istilah KUR Perumahan. Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Airlangga menjelaskan, KPP dihadirkan untuk mendorong pembangunan dan renovasi rumah serta membuka lapangan kerja baru. Pemerintah menyediakan anggaran KPP on top sebesar Rp130 triliun, terdiri dari Rp113 triliun untuk mendukung kontraktor UMKM dalam pembangunan rumah (supply side), serta Rp17 triliun untuk renovasi rumah oleh UMKM perorangan (demand side). “Saya minta Gubernur, Bupati, dan Walikota bersama perbankan penyalur mendorong kontraktor daerah membangun rumah bagi masyarakat. Kredit Program Perumahan ini bagian dari Program Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong Program 3 Juta Rumah. Para debitur KUR dan KPP ini adalah pahlawan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Didyk Choiroel menambahkan bahwa KPP dilaksanakan berdasarkan Permenko No. 13 Tahun 2025 dan Permen PKP No. 13 Tahun 2025. KPP merupakan instrumen penting untuk menyediakan hunian layak sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. 
“Kami siap mensukseskan penyaluran Kredit Program Perumahan ini agar masyarakat bisa menghuni rumah layak sekaligus menggerakkan ekonomi di daerah serta membuka lapangan pekerjaan dalam pembangunan perumahan,” pungkasnya.
Dengan hadirnya KUR dan KPP, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berharap tercipta sinergi dalam memperkuat UMKM, memperluas lapangan pekerjaan, serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.(*)

Bangli Jadi Sorotan Nasional: Program 'Gerbang Indah Bisa' Diapresiasi APKASI


Laporan Reporter : Tim Lpt 

Bangli , Bali Kini - Program inovatif bertajuk "Gerakan Bangkit Inovasi Daerah Bangli Bisa" (Gerbang Indah Bisa) berhasil menarik perhatian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), yang secara khusus melakukan kunjungan lapangan untuk mendalami implementasinya.
Rombongan APKASI, yang dipimpin oleh Kepala Divisi Program Syaifudin Chaidir, diterima langsung oleh Asisten III Setda Kabupaten Bangli, I Gede Eddy Hartawan, di Kantor Bupati Bangli pada Rabu (22/10/25).

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mendokumentasikan "Gerbang Indah Bisa" sebagai salah satu praktik terbaik (Best Practices) inovasi daerah yang layak untuk direplikasi secara nasional.
"Gerbang Indah Bisa adalah wujud komitmen kami untuk menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar seremoni," ujar Eddy Hartawan. 

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, selaras dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Program ini berfokus pada optimalisasi potensi sumber daya alam, sosial, dan budaya Bangli untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan teknologi budidaya, pengolahan hasil pascapanen, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Syaifudin Chaidir dari APKASI mengungkapkan kekagumannya terhadap terobosan yang dilakukan oleh Pemkab Bangli. "Kami melihat Bangli memiliki inovasi yang berdampak nyata, dan inilah yang ingin kami bawa pulang sebagai inspirasi bagi anggota APKASI lainnya," katanya.
Kunjungan lapangan ini melibatkan interaksi langsung dengan para pelaksana program, masyarakat penerima manfaat, serta peninjauan lokasi-lokasi implementasi.

 Kehadiran perwakilan dari berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta praktisi dan pengelola sampah, menunjukkan bahwa "Gerbang Indah Bisa" mampu menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat di tingkat desa/kelurahan.

Salah satu hal yang membuat "Gerbang Indah Bisa" menarik adalah keterlibatan berbagai sektor dalam menghasilkan inovasi. Misalnya, di sektor pendidikan, terdapat inovasi dalam metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi. Di sektor kesehatan, terdapat inovasi dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Sementara di sektor lingkungan, terdapat inovasi dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Keberhasilan "Gerbang Indah Bisa" di Bangli diharapkan dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mengembangkan inovasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing. APKASI berkomitmen untuk memfasilitasi proses replikasi ini melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, workshop, dan pendampingan teknis.

Dengan semangat inovasi yang terus membara, diharapkan Indonesia dapat mencapai kemajuan yang lebih pesat dan merata di berbagai bidang.

Untuk diketahui bahwa acara tersebut melibatkan berbagai pihak yang secara langsung menjadi pelaksana dan penerima manfaat inovasi. Turut hadir Kepala BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Kab. Bangli, Pimpinan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Bangli, Kepala SD N 2 Undisan, Kepala SMP N 1 Tembuku, Lurah Kubu, Kepala Puskesmas Tembuku II serta Praktisi lingkungan dan pengelola sampah.

Bangli Bersiap Gelar Aksi Semesta: Ribuan Pohon Ditanam, Lingkungan Dibersihkan


Laporan Reporter : 

Bangli , Bali Kini  - Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli bersama Forkopimda, bersatu padu menggelar aksi "Gotong Royong Semesta Berencana" yang akan dilaksanakan pada akhir pekan ini. Aksi ini meliputi penanaman ribuan pohon dan kegiatan bersih-bersih lingkungan di berbagai lokasi strategis yang ada di Kabupaten Bangli. 

Rapat persiapan yang dilaksanakan pada Selasa (21/10/25) di Ruang Rapat Krisna Setda Kab. Bangli dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Dewa Bagus Riana Putra dan dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, Staf ahli Bupati, Asisten Setda, serta para pimpinan organisasi perangkat Daerah Kabupaten Bangli. Kegiatan ini didasari oleh Surat Edaran Sekda Provinsi Bali Nomor : B.24.500.4/5003/PDAS.PM.DLHK tanggal 13 Oktober 2025 perihal Gotong Royong Semesta Berencana Penanaman Pohon dan Kegiatan bersih-bersih sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Puncak acara akan dilaksanakan pada Sabtu, (25/10/25), diawali dengan persembahyangan di Pura Pucak Hyang Ukir. Selanjutnya, sebanyak 500 peserta yang terdiri dari berbagai ASN dan Non ASN dari masing-masing perangkat Daerah akan bergerak menuju Bukit Bangli untuk menanam 2000 pohon. Jenis pohon yang dipilih adalah nangka, majegau, sukun, dan ketapang. Pemilihan jenis pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

"Kami sangat antusias dengan kegiatan ini. Ini adalah momentum penting untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan," ujar Riana Putra, Sekda Bangli, seusai memimpin rapat.

Tidak hanya menanam pohon, aksi "Gotong Royong Semesta Berencana" juga akan diisi dengan kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan pada Minggu, (26/10/25). Seluruh ASN dan Non ASN akan dibagi ke berbagai lokasi, mulai dari Saluran terusan (salter) , drainase, hingga Danau Batur.

"Kami mengajak seluruh ASN dan Non ASN di Lingkungan Pemkab Bangli untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Mari kita jadikan Bangli sebagai contoh daerah yang bersih, hijau, dan lestari," ajak Sekda Bangli tersebut. 

Kegiatan bersih-bersih ini akan melibatkan 5 personel TNI/Polri di setiap lokasi, memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman.
Dengan semangat gotong royong, Kabupaten Bangli optimis dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Berupaya Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Bupati Satria Pimpin Rakor Monev dan Pelaporan Kendali Ekonomi

 
Laporan Reporter : Tim Lpt 

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria memimpin kegiatan rapat koordinasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kendali Ekonomi dalam rangka upaya Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. bertempat di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung,  Selasa (21/10). 
Rakor ini digelar bertujuan untuk mengetahui kendala pertumbuhan ekonomi daerah dari aspek pembiayaan, ketenagakerjaan,  pendidikan , kesehatan, infrastruktur, regulasi dan aspek aspek lainnya.

Turut dihadir Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra anggota Forkopimda serta tim percepatan pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Klungkung yakni OPD vertikal Pemkab  Klungkung. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber untuk paparan kondisi ekonomi dan Investasi Kabupaten Klungkung yakni dari Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Bapak Putu Paulus Adi Susila yang merupakan seorang Ekonom Senior/Asisten Direktur. Serta seorang narasumber untuk paparan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Klungkung dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kungkung, Made Sukma Hartania.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat adalah fondasi untuk menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan yang tak kalah penting, meningkatkar Pendapatan Asli Daerah. Hari ini kita berkumpul untuk menandai langkah strategis dan kolektif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Klungkung yakni dengan Pembentukan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. " ujar Bupati Satria. 

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan bahwa Tim ini memegang mandat melaksanakan 9 langkah konkret percepatan pertumbuhan ekonomi,  diantaranya ; Percepatan realisasi APBD; Percepatan realisasi Investasi; Percepatan realisasi Proyek Infrastruktur; Pengendalian Harga Bahan Pokok; Pencegahan Ekspor/Impor Ilegal; Perluasan Kesempatan Kerja; Peningkatan Produktivitas  Sektor Primer; Peningkatan Output Industri  Manufaktur; serta Kemudahan Perizinan Berusaha.

"Mari kita jadikan peningkatan pendapatan daerah sebagai tujuan bersama. Pendapatan yang kuat adalah dasar dari kapasitas fiskal kita untuk membiayai program pembangunan, pelayanan publik, dan perlindungan sosial." Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) I Ketut Arie Gunawan yang juga merupakan Tim Percepatan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi melaporkan bahwa telah melakukan pelaporan data profile dan langkah konkrit di sistem SIGROW. 


Serda Kadek Budiasta, Prajurit Kodam IX/Udayana Persembahkan Emas untuk Bali di PON Beladiri 2025


Laporan Reporter : Tim Pendam IX Udayana

Denpasar, Bali Kini - Selasa 21 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit Kodam IX/Udayana. Serda I Kadek Adi Budiasta, yang sehari-hari berdinas sebagai Bintara Urusan Sijasa Bekangdam IX/Udayana, berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga Pencak Silat pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah, pada 17–21 Oktober 2025.

Emas yang diraih Serda Kadek Budiasta menjadi satu-satunya medali emas untuk kontingen Bali dalam cabang bela diri tersebut. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti ketangguhan atlet Bali, khususnya prajurit Kodam IX/Udayana, dalam menjaga semangat juang dan sportivitas di kancah nasional.

Dalam perjalanan menuju podium tertinggi, Serda Kadek Budiasta tampil gemilang di kelas 80 kilogram, dengan melalui empat laga sengit: Babak penyisihan pertama mengalahkan tuan rumah Jawa Tengah, Babak kedua menundukkan Jawa Timur, Semifinal menaklukkan Kepulauan Riau (Kepri) dan di partai final berhasil mengatasi lawannya dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Usai pertandingan, Serda Kadek Budiasta menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya.  “Saya sangat bersyukur dan bangga bisa mempersembahkan medali emas ini untuk Bali dan Kodam IX/Udayana. Ini adalah hasil dari kerja keras, doa keluarga, dukungan pimpinan satuan, para pelatih, dan rekan-rekan atlet pencak silat Bali yang selalu memberi semangat,” ungkapnya penuh haru.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh prajurit Kodam IX/Udayana tersebut.

 “Keberhasilan Serda Kadek Budiasta ini merupakan wujud nyata dari semangat juang dan kedisiplinan prajurit TNI AD yang tidak hanya unggul dalam tugas, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Kodam IX/Udayana sangat bangga atas capaian ini, karena selain mengharumkan nama Kodam, prestasi tersebut juga membawa nama Bali berkibar di tingkat nasional,” ujar Kapendam.

Kolonel Widi Rahman menambahkan bahwa pencapaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh prajurit Kodam IX/Udayana untuk terus berlatih, berkompetisi secara sehat, dan berprestasi di berbagai bidang, baik militer maupun nonmiliter.

Prestasi Serda Kadek Budiasta ini menjadi cerminan nyata bahwa semangat pantang menyerah dan disiplin tinggi yang ditanamkan dalam lingkungan TNI AD mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi para prajurit muda Kodam IX/Udayana untuk terus berkarya dan berkontribusi mengharumkan nama daerah serta satuannya dan negara di arena olahraga nasional. 

Pemkab Jembrana Tegaskan Komitmen Capai Nol Persen Kemiskinan Ekstrem pada 2025


Laporan Reporter : Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Jembrana menegaskan komitmennya dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan, dengan target ambisius mencapai nol persen kemiskinan ekstrem serta penurunan signifikan angka kemiskinan secara umum pada tahun 2025.
Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Jembrana Tahun 2025, yang berlangsung di Ruang Rapat Jimbarwana, Lantai II Kantor Bupati Jembrana, pada Rabu (22/10). Rapat bertema “Arah Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Jembrana” ini dibuka oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).

Membacakan sambutan Bupati Jembrana, Wabup Ipat menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan adalah indikator utama keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah agar tidak lagi memandang program penanggulangan kemiskinan sebagai tugas tambahan, melainkan sebagai prioritas utama yang harus dilakukan secara inovatif, terarah, dan berbasis data yang valid.
“Mari kita wujudkan Jembrana yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat — bukan hanya melalui pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga melalui pembangunan jiwa, budaya, dan moral masyarakat, sebagaimana diajarkan oleh Bung Karno: ‘Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya’,” tegas Wabup Ipat.

Dalam arahannya, Wabup Ipat menekankan tiga agenda strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Jembrana yakni
Sinkronisasi Data dan Intervensi Berlapis
Pemanfaatan data dari P3KE (Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dan DTKS sebagai basis data tunggal nasional menjadi kunci efektivitas program.
“Seluruh OPD segera melakukan tagging program dan anggaran pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Intervensi dilakukan secara berlapis Lapis I: Mengurangi beban masyarakat melalui bantuan sosial, pangan, dan subsidi. Lapis II Meningkatkan pendapatan melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha (UEP/KUBE), dan program pinjaman tanpa bunga dan Lapis III Memenuhi kebutuhan dasar, seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan jaminan kesehatan universal,” tegasnya. 


Lebih lanjut, Wabup Ipat menegaskan pentingnya peran Perbekel/Lurah dan Bendesa Adat sebagai dwi-tunggal kepemimpinan wilayah dalam menanggulangi kemiskinan.
Desa Adat diharapkan berperan aktif dalam validasi data kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat melalui program padat karya berbasis desa.   


Selain itu juga Fokus pada Pembangunan SDM dan Transformasi Ekonomi Lokal
Penanggulangan kemiskinan juga diintegrasikan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan ekonomi lokal. “Program prioritas mencakup Pelatihan vokasi untuk pemuda miskin, Fasilitasi kredit bersubsidi, Program Bedah Warung untuk UMKM, dan Optimalisasi sektor pertanian dan kelautan Jembrana,” jelasnya. 

Wabup Ipat juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat, target nol persen kemiskinan ekstrem dapat tercapai.
“Semoga rapat koordinasi ini menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret yang bisa kita implementasikan bersama. Saya minta seluruh perangkat daerah menjalankan program secara sungguh-sungguh, berbasis data valid, dan terus berinovasi sesuai bidangnya,” pungkasnya. 

Dua Miliar Lebih Hibah Pemkab Jembrana Perkuat sektor budaya dan kelompok masyarakat


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menyalurkan hibah kepada puluhan kelompok/lembaga masyarakat di Kabupaten Jembrana. 


Hibah dengan total, Rp. 2.865.000.000 tersebut berasal dari anggaran perubahan APBD Jembrana tahun 2025 pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.


Penyerahan hibah dilaksanakan di Wantilan Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Rabu (22/10) dan diserahkan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna.


Dihadapan seluruh penerima, Bupati Kembang ingin dana yang telah diserahkan dapat dipergunakan secara maksimal dan sesuai peruntukan, sesuai dengan proposal yang diajukan.


Selain itu penerima , wajib melaporkan hasil dari bantuan dari bantuan hubah uang yang sudah dicapai melalui laporan pertanggung jawaban (LPJ) sebagai kontrol daerah dalam pengunaan anggaran. 


"Sekali lagi manfaatkan dengan baik sesuai dengan proposal yang telah diajukan. Dan yang harus diingat pertanggungjawabannya harus benar, serta tepat waktu sesuai dengan yang telah ditentukan," ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati Kembang menuturkan dana hibah ini adalah dana partisipasi, jadi tidak bisa diberikan kepada semuanya. 

Termasuk, kata Bupati Kembang, nilainya juga tidak bisa diberikan 100 % sesuai dengan usulan proposal bahkan setengahnya pun kadang-kadang juga tidak bisa kita berikan. Hal ini melihat dari kondisi keuangan jembrana, dimana tahun ini, kita mengalami pengurangan dana transfer pusat ke daerah


"Sekali lagi, semoga nantinya dana tersebut dieksekusi dapat memberikan hasil yang maksimal dalam memajukan pembangunan di Jembrana. Saya sudah lihat tadi, beragaman jenis usulan proposal yang masuk, dan sudah disetujui, semoga dapat memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat," ungkap Bupati Kembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara dalam laporannya menyampaikan tujuan pemberian hibah ini adalah sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap pembangunan Jembrana dalam bentuk stimulant.

"Hibah ini diharapkan memicu adanya swadaya masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di Jembrana. Untuk jumlah penerima sebanyak 88 masyarkat/kelompok masyarakat se-Kabupaten  Jembrana dengan total anggaran sebesar Rp Rp. 2.865.000.000," ujarnya.


Dapat dirinci untuk dikecamatan Pekutatan jumlahnya 6 penerima, Kecamatan Mendoyo sebanyak 55 penerima, Kecamatan Jembrana 18 penerima, Kecamatan Negara 4 penerima, dan kecamatan Melaya sebanyak 5 penerima. 

"Untuk pengunaan dana hibah disesuaikan dengan proposal masing-masing penerima hibah, yang selanjutnya harus dibuatkan pertanggung jawaban dalam bentuk LPJ penerima hibah ditunjukan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembran," pungkasnya. 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved