-->

Selasa, 19 Mei 2026

Wakil Wali Kota Denpasar Terima Kunjungan Kerja Wakil Bupati Minahasa Tenggara


Ket. Foto:Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara, Fredy Tuda di Kantor Wali Kota Denpasar Senin (18/5)

Bahas Kerukunan Umat Beragama dan Mekanisme Dana Hibah

Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa Tenggara di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (18/5).


Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Studi Tiru yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, khususnya terkait urusan keagamaan serta mekanisme pemberian dana hibah dan bantuan sosial.


Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, mengungkapkan bahwa Kota Denpasar dan Bali pada umumnya telah lama dikenal sebagai daerah percontohan dalam hal kerukunan antarumat beragama. "Untuk itu kami ingin belajar di sini agar bisa diterapkan di Kabupaten Minahasa Tenggara," jelasnya.


Menyambut kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara yang menjadikan Kota Denpasar sebagai referensi dalam pengelolaan kerukunan umat beragama.


Ia menjelaskan bahwa salah satu kunci harmoni di Bali adalah budaya Menyama Braya, sebuah filosofi yang memaknai setiap orang sebagai saudara, tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun budaya. Nilai inilah yang menumbuhkan sikap saling menghormati dan hidup rukun di tengah keberagaman. Semangat ini juga tercermin dalam moto Pemerintah Kota Denpasar, Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna "kita semua bersaudara" atau menyama braya.

Selain itu, Wawali Arya Wibawa mengatakan, FKUB Kota Denpasar juga berperan aktif dalam menjaga komitmen bersama untuk mencegah perpecahan antarumat beragama, sehingga keharmonisan di Kota Denpasar tetap terjaga dengan baik.

Terkait pengelolaan dana hibah, Wawali Arya Wibawa menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar telah menerapkan sistem digital bernama E-MONALISA (Elektronik Monitoring Perencanaan Pengendalian dan Pengawasan). 


Melalui sistem ini, pengajuan hibah dilakukan secara daring dengan alur yang terstruktur, mulai dari pendaftaran akun, unggah proposal, proses seleksi, hingga pengumuman dan pelaksanaan hibah. Sistem ini juga dilengkapi mekanisme pemblokiran otomatis bagi penerima yang telah beberapa kali mendapatkan bantuan. 

"Melalui sistem ini akan terdata, jika sudah beberapa kali mendapat bantuan akan terblok secara langsung," jelasnya.


Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dalam memperkuat kerukunan umat beragama serta meningkatkan tata kelola penyaluran dana hibah yang transparan dan akuntabel di daerahnya. (Ayu)

Senin, 18 Mei 2026

Final Raperda Tentang Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali


Denpasar , Bali Kini  - Raperda perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Dan Retribusi Daerah sebagai hak inisiatif dari eksekutif, telah mencapai laporan akhir pembahasan yang dibacakan di gedung Dewan Provinsi Bali, Senin (18/05).
I Nyoman Budiutama, S.H. dalam penyampaiannya pada rapat Paripurna ini, secara keseluruhan dari struktur dan anatomi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. 
Dikatakannya, mewakili DPRD Bali, bahwa rancangan tersebut telah sesuai dengan sistematika dan substansi Perda induk serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Ranperda ini disusun dengan berpedoman pada ketentuan mengenai pemerintahan daerah, dan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah," baca Budiutama diruang sidang Paripurna DPRD Bali.
Dilanjutkan, mengenai pengelolaan keuangan daerah, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta ketentuan teknis di bidang kesehatan, pajak daerah, dan retribusi daerah. 
Dalam upaya menyempurnakan perubahan Rancangan Peraturan Daerah tersebut, Tim Pembahas Ranperda memberikan masukan agar Pemerintah Daerah terus melakukan inovasi dan terobosan investasi. "Hal ini guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan dan optimalisasi objek retribusi yang ada," sebutnya. 
Selain itu, setiap objek retribusi perlu didukung oleh peningkatan kualitas pelayanan, sumber daya manusia yang kompeten, serta sarana dan infrastruktur yang memadai sehingga mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah Provinsi Bali.
Hal yang dimaksudkan, antara lain :
1. Pelayanan Kesehatan perlu dilakukan secara profesional, ramah dan memberikan rasa nyaman bagi pasien yang didukung oleh sumber daya manusia ( SDM ) yang kompeten dalam bidang pelayanan. Melakukan upgrade alat kesehatan (digitalisasi) dan memiliki standarisasi pelayanan rumah sakit pemerintah Provinsi Bali. Khususnya terhadap Rumah Sakit Dharma Yadnya yang baru bergabung, agar segera dilakukan kepastian status aset serta penyesuaian sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan.
"Hal ini perlu dipastikan, Mengingat surat Gubernur tertanggal 20 Januari 2025 sampai saat ini belum memperoleh tanggapan dari Kementerian Keuangan," tertulis dalam laporan pembacaan.
Selain itu, RSUD Bali Mandara dalam melakukan pengembangan layanan Instalasi Rawat Intensif Terpadu (IRIT) perlu meningkatkan sarana dan prasarana, penataan ruang pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
2. Objek Retribusi museum perjuangan rakyat Bali (Bajra Sandhi), Museum Bali dan Museum Lemayuer agar segera melakukan pembenahan, digitalisasi, perawatan gedung dan pembenahan SDM dalam memberikan pelayanan agar kembali menjadi sumber PAD Provinsi Bali. 
3. Objek Retribusi Pendidikan, olahraga, dan sarana kepemudaan di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Bali perlu melakukan pembenahan dan pengembangan infrastruktur, sarana, dan prasarana olahraga, termasuk GOR Lila Bhuana,  Selain itu, perlu dilakukan penyesuaian terhadap perkembangan tren olahraga saat ini seperti padel, futsal, mini golf, dan olahraga lainnya yang berpotensi menjadi objek retribusi baru dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali.
4. Objek Retribusi kelautan atas kewenangan pengelolan provinsi masih menyimpan banyak potensi yang mesti dioptimalkan. Seperti water sport, diving, snorkeling, pelayanan tambat kapal laut.  Pemerintah perlu berinvestasi untuk office entry, boat patroli yang dilengkapi ambulance laut sebagai fasilitas keselamatan.
5. Pemerintah di dorong untuk melakukan kajian terhadap Objek retribusi baru sesuai perkembangan pariwisata, seperti pengelolaan danau, sungai, air terjun, tubing, dan Objek wisata tirta (air) lainnya.
Dan berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka hasil pembahasannya dapat disampaikan bahwa Pemerintahan Provinsi Bali perlu melakukan pengkajian terhadap Objek retribusi baru yang dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 Jadi berdasarkan hal-hal tersebut di atas, akhirnya dapat kami berikan rekomendasi sebagai berikut: 
1. Mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk segera melakukan standardisasi pelayanan dan penyesuaian tarif pada Rumah Sakit Dharma Yadnya guna menyelaraskan kualitas layanan kesehatan yang profesional, nyaman, dan berbasis digital bagi masyarakat.
2. Mengintensifkan koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pengkajian dan pemetaan potensi objek retribusi baru, sehingga optimalisasi pendapatan daerah tetap berjalan selaras dengan kewenangan provinsi.
3. Mendorong percepatan inovasi investasi dan optimalisasi pemanfaatan aset daerah secara mandiri untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan tetap mengedepankan prinsip kemandirian ekonomi sesuai visi Ekonomi Kerthi Bali.
4. Mendorong penguatan sumber daya manusia yang kompeten dan visioner di bidang kelautan guna mendukung pengembangan potensi bahari Provinsi Bali.**

Minggu, 17 Mei 2026

Bupati Gus Par Sidak Pasar Amlapura, Soroti Kebersihan dan Semrawut Parkir


KARANGASEM, Bali Kini — Usai mengikuti kegiatan Car Free Day, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata atau yang akrab disapa Gus Par, turun langsung meninjau kondisi Pasar Barat dan Pasar Timur Amlapura, Minggu (17/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Gus Par menyoroti persoalan kebersihan pasar serta penataan parkir yang dinilai masih semrawut dan kerap memicu kemacetan di kawasan pasar.

Bupati Gus Par memberikan arahan langsung kepada para pedagang, petugas parkir, petugas pungut, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan pasar.

Menurutnya, pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat harus tetap dalam kondisi bersih, aman, dan tertata agar memberi kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

“Kebersihan pasar harus dijaga bersama, begitu juga penataan parkir agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Saya minta seluruh pihak terkait benar-benar mengawasi dan menertibkan kondisi di lapangan,” tegas Gus Par saat berada di lokasi.

Ia juga meminta petugas Satpol PP serta Dinas Perhubungan, khususnya bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan maupun aktivitas berjualan yang menggunakan area tidak semestinya.

Menurut Gus Par, kondisi parkir yang tidak tertib selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat karena sering menyebabkan gangguan arus lalu lintas di sekitar pasar.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang masih ditemukan di lapangan.

“Kalau masih ada yang melanggar dan menggunakan area yang bukan semestinya untuk berjualan maupun parkir, tentu akan kami tindak tegas demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Melalui peninjauan tersebut, Pemkab Karangasem berharap kesadaran masyarakat, khususnya para pedagang dan pengguna pasar, semakin meningkat dalam menjaga kebersihan serta ketertiban kawasan pasar, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar dan nyaman. (Ami)

Kol Biru Terminal Tegal Denpasar Mulai Alih Fungsi

Denpasar , Bali Kini  - Kol izusu biru yang mangkal di terminal Tegal, Kelurahan Pemecutan, Denpasar pada era tahun 90 an menjadi sarana transpotasi satu-satunya bagi warga Denpasar - Badung. Seiringnya perkembangan, saat ini sudah tak lagi beroperasi mengingat kondisi usia angkutan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan banyak operator-operator angkutan yang beroperasi di sana, izin trayeknya sudah tidak diperpanjang alias mati. Hal ini dikarenakan masalah umur kendaraan yang banyak digunakan jenis Izusu warna biru yang tak diremajakan.
Namun menurutnya, fakta di lapangan, masih ada angkutan-angkutan umum yang masih dimanfaatkan. Salah satunya dengan dimodifikasi dan dimanfaatkan untuk wisatawan secara rombongan atau mengantar murid murid SD berkunjung ke museum atau lapangan buat olah raga.
Dishub Denpasar sebagai penanggung jawab terhadap pelayanan publik transportasi di Denpasar, melihat kondisi ini ternyata masih bermanfaat. 
Saat ini terminal Tegal masih tetap beroperasi. "Masih ada kegiatan angkutan penumpangnya namun kebanyakan hanya terima order khusus atau carteran saja," Akunya. 
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh keberadaan terminal ini di Denpasar. Termasuk juga koordinasi dengan pihak provinsi Bali. Apalagi saat ini terintegrasi dengan provinsi karena pergerakan kendaraan di Denpasar maupun di Bali sudah aglomerasi secara Sarbagita. 
"Karena lintas kabupaten kota pergerakan mobilitas masyarakat kita, secara umum masyarakat dimana provinsi Bali ikut memegang peranan penting. Sementara Dishub Denpasar sedang berkoordinasikan dengan provinsi guna menata angkutan umum yang ada saat ini," paparnya.

Tradisi Perang Pisang Warnai Usabha Sambah di Tenganan Dauh Tukad, Uji Mental Calon Pemimpin

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

KARANGASEM.  BALI KINI  — Memasuki pelaksanaan Aci Usabha Sambah atau bulan kelima dalam penanggalan adat, warga Desa Adat Tenganan Dauh Tukad kembali menggelar tradisi unik bertajuk perang pisang. Tradisi turun-temurun ini menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara adat sekaligus simbol ujian mental dan fisik bagi calon pemimpin pemuda desa. Di Desa Tenganan Dauh Tujad, Kecamatan Manggis, Karangasem. 

Sejak pagi, puluhan teruna atau pemuda desa telah berkumpul di depan Pura Dalem desa setempat untuk mempersiapkan pikulan berisi dua puluh butir kelapa dan dua sisir pisang kepok mentah yang akan digunakan dalam tradisi perang pisang.

Setelah suara kulkul dibunyikan, dua calon pemimpin pemuda desa yang disebut saye dan penampih melakukan persembahyangan di Pura Dalem Setra sebagai tanda dimulainya ritual adat tersebut.

Usai sembahyang, kedua calon pemimpin kemudian keluar sambil memikul keranjang berisi berbagai hasil bumi seperti buah-buahan dan palawija milik warga desa adat. Kemunculan saye dan penampih langsung disambut sorakan puluhan teruna yang menjadi penanda dimulainya perang pisang.

Dengan memikul kelapa di pundak, para pemuda kemudian menyerang dua calon pemimpin tersebut menggunakan lemparan pisang kepok mentah. Suasana perang adat berlangsung sengit ketika saye dan penampih membalas serangan dengan melempar buah dan palawija ke arah para pemuda.

Tradisi perang pisang dinyatakan selesai ketika kedua calon pemimpin berhasil melewati pelataran Pura Puseh menuju Pura Bale Agung desa adat setempat.

Klian Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, I Wayan Tisna mengatakan tradisi perang pisang merupakan warisan leluhur yang terus dijaga masyarakat adat sebagai bagian dari pelaksanaan Usabha Sambah.

“Tradisi ini bukan sekadar perang-perangan biasa, tetapi memiliki makna mendalam, mencari calon pemimpin, dimana sebelum menjadi pemimpin maka akan diuji mental, fisik, keberanian, dan tanggung jawab calon pemimpin Seka Truna. Apakah nanti dia akan menangis, cengeng, tabah dan sebagainya akan terlihat ketika dia menjadi sasaran tembak perang pisang ini, dan siapapun yang bisa melewati ujian ini maka ia yang akan menjadi pemimpin seka truna,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh hasil bumi yang digunakan dalam tradisi tersebut nantinya tetap dimanfaatkan dan tidak dibuang percuma.

“Pisang yang digunakan dalam perang nanti direbus lalu dibuat urap untuk dibagikan kepada anak-anak. Jadi ada nilai kebersamaan dan rasa syukur yang terus dijaga,” tambahnya.

Tradisi perang pisang ini digelar setiap pelaksanaan Usabha Sambah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen kebun yang melimpah. Selain itu, tradisi ini juga dimaknai sebagai ujian keberanian, mental, dan fisik bagi calon pemimpin pemuda desa adat.

Usai perang berlangsung, pisang-pisang yang digunakan tidak dibuang begitu saja. Pisang tersebut kemudian direbus dan diolah menjadi urap untuk disantap bersama anak-anak desa. (ami)

Sabtu, 16 Mei 2026

Walikota Denpasar Jaya Negara Ngupasaksi Pemelaspasan Gedung Serbaguna Banjar Batanpoh, Sanur Kaja


Ket. Foto : 
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri sekaligus ngupasaksi karya Upacara Pemelaspasan  Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, yang bertepatan dengan Rahina Tilem Jiyestha, Sabtu (16/5). 


Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara hadir sekaligus ngupasaksi karya Upacara Pemelaspasan 
Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, yang bertepatan dengan Rahina Tilem Jiyestha, Sabtu (16/5). 

Turut hadir pula pada kesempatan itu, anggota DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, tokoh Penglingsir Sanur, Ida Bagus Ngurah Mudita, dan tamu undangan lainnya.

Suara tetabuhan mengiringi tari-tarian persembahan, berpadu dengan lantunan kidung suci, menambah khidmat dan sakral proses rangkaian upacara yang sejak pagi telah dilaksanakan itu. 

Pada momentum itu, Walikota Denpasar Jaya Negara, usai meninjau gedung serbaguna Balai Banjar Batanpoh itu, menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir menyaksikan langsung pelaksanaan upacara pemelaspas bangunan tersebut. 

Jaya Negara juga berharap, bangunan baru ini, utamanya gedung serbaguna nantinya akan dapat bermanfaat bagi para warga, tak terkecuali Sekehe Teruna-Teruni yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan positif.

"Astungkara, nantinya pewaregan dan gedung serbaguna ini bisa memberi manfaat agar bisa digunakan untuk tempat latihan seni, atau kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya," ungkap Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia acara, I Wayan Sudiarta mengatakan, adapun pembangunan pewaregan dan gedung serbaguna ini sudah dilaksanakan sejak bulan September 2025 lalu. 

"Kami segenap warga Banjar Batanpoh, Sanur Kaja mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar sehingga bangunan ini dapat diselesaikan," katanya.

Pihaknya juga akan mendorong para warga terutama Teruna-Teruni Banjar Batanpoh agar bisa menggunakan gedung serbaguna ini untuk latihan kesenian, ataupun kegiatan kreativitas anak muda lainnya. (Win).

Sepekan Hilang, Gadis 13 Tahun Asal Kubu Ternyata Pergi dengan Perempuan yang Dikenal di Medsos


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun asal Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah tanpa izin orang tua, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh jajaran Polsek Kubu.

Kapolsek Kubu I Wayan Sempiar bersama anggota melakukan penelusuran setelah menerima pengaduan masyarakat pada 13 Mei 2026 terkait hilangnya anak perempuan berinisial N.P.J. yang diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 Wita.

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim dan Unit Intel Polsek Kubu langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak keluarga maupun teman-teman korban. Polisi juga menyebarkan informasi kehilangan anak tersebut melalui media sosial guna mempercepat pencarian.

Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa korban berada di wilayah Canggu, Kuta Utara, tepatnya di sebuah toko di kawasan tersebut. Polsek Kubu kemudian berkoordinasi dengan anggota opsnal Polsek Kuta Utara untuk memastikan keberadaan korban dan melakukan pengamanan.

Setelah berhasil ditemukan dan diamankan di Polsek Kuta Utara, Kapolsek Kubu bersama tiga personel langsung menjemput korban untuk dibawa kembali ke Karangasem.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengaku sebelumnya berkenalan melalui media sosial TikTok dan Instagram dengan seorang perempuan berinisial D yang disebut berasal dari Denpasar. Pada 6 Mei 2026, perempuan tersebut menjemput korban dan mengajaknya pergi ke kawasan Padang Savana Tianyar.

Usai dari lokasi tersebut, korban diajak menuju Denpasar. Namun setibanya di kawasan Jalan Kebo Iwa, korban ditinggalkan di pinggir jalan. Karena merasa takut, korban kemudian menghubungi seorang temannya berinisial M yang tinggal di Denpasar dan selanjutnya tinggal sementara di kos temannya tersebut selama kurang lebih satu minggu.

Pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 18.30 Wita, korban bersama temannya diajak ke tempat kerja bibi dari temannya di kawasan Canggu, Kuta Utara. Di lokasi itulah korban akhirnya ditemukan dan diamankan polisi.

Saat ini korban telah dipulangkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan pendampingan orang tua.

Pihak keluarga disebut tidak melanjutkan persoalan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Karangasem serta Polsek Kubu atas upaya pencarian hingga korban berhasil ditemukan dengan selamat. (Ami)

Jumat, 15 Mei 2026

Lepas 10 Siswa Magang ke Jepang, Wabup Ipat Pesan Jaga Nama Baik Jembrana

Jembrana , Bali Kini – Sebanyak 10 tenaga kerja magang resmi dilepas untuk mengikuti program magang ke Jepang di LPK Yuki Duta Pertiwi, Kamis (14/5). Pelepasan para peserta magang tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).
Wabup Ipat berharap seluruh ilmu dan keterampilan yang telah diberikan oleh LPK dapat menjadi bekal selama bekerja di negeri sakura. Ia juga mendoakan para peserta magang mampu meraih keberhasilan dan kesuksesan selama berada di luar negeri.
“Mudah-mudahan apa yang diajarkan oleh LPK bisa menjadi bekal di sana. Harapan dari wali dan orang tua tentu adik-adik ini bisa berhasil dan sukses di negeri orang,” ujarnya.

Menurutnya, bekerja di luar negeri kini menjadi salah satu cita-cita banyak anak muda. Selain Jepang, ada pula yang memilih bekerja di kapal pesiar dengan harapan memperoleh penghasilan yang lebih baik dibandingkan bekerja di daerah sendiri.

Namun demikian, Wabup Ipat mengingatkan agar para peserta magang mampu memanfaatkan penghasilan dengan bijak. Selain untuk membantu keluarga, mereka juga diminta tetap menjaga nama baik daerah selama berada di luar negeri.
“Yang paling penting ketika sudah mendapatkan penghasilan adalah bagaimana cara menggunakannya dengan baik. Selain berhasil mencari nafkah, yang terpenting juga bagaimana adik-adik ini bisa menjaga nama baik Jembrana,” tegasnya.


Sementara itu, salah satu siswi LPK Yuki Duta Pertiwi yang akan berangkat ke Jepang, Ni Wayan Andreasih, mewakili seluruh peserta magang menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Jembrana atas program dana talangan yang diberikan kepada calon peserta magang.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban biaya keberangkatan yang harus ditanggung keluarga.
“Secara pribadi saya merasa sangat terbantu dan beban orang tua saya menjadi lebih ringan dalam biaya keberangkatan. Saya berharap program ini bisa terus berkelanjutan sehingga adik-adik yang ingin magang ke Jepang juga dapat menikmati manfaatnya,” ungkapnya. (* Ra)

Wabup Ipat Hadiri Pujawali Pura Melanting Pasar Umum Negara, Doakan Stabilitas Ekonomi Jembrana

Jembrana , Bali Kini - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Wabup Ipat), hadir melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Pujawali di Pura Melanting Pasar Umum Negara, Rabu (13/5). Prosesi yang jatuh tepat pada *Rahina Buda Kliwon Gumbreg* ini menjadi momentum spiritual krusial bagi stabilitas ekonomi masyarakat di Bumi Makepung.

Pura Melanting, yang secara filosofis merupakan *stana* Dewa Kemakmuran, menjadi pusat konsentrasi doa bagi para pedagang dan pengelola pasar. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ipat menekankan bahwa keberadaan pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi fisik, melainkan jantung kehidupan sosial-ekonomi daerah yang harus dijaga keseimbangannya, baik secara *sekala* (lahiriah) maupun *niskala* (batiniah).

"Piodalan ini adalah bentuk rasa syukur kita sekaligus permohonan agar pusat perekonomian Jembrana ini selalu diberkati. Kami berharap, vibrasi positif dari doa bersama ini dapat membangkitkan semangat para pedagang untuk terus produktif," ujar Wabup Ipat usai prosesi persembahyangan .

Lebih lanjut, Wabup Ipat menyoroti pentingnya aspek pelayanan dan kepuasan pelanggan dalam ekosistem pasar. Menurutnya, pasar yang nyaman dan memiliki aura positif akan secara otomatis menarik minat masyarakat untuk berbelanja, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang lokal.

"Jika suasana pasar harmonis dan spiritualitasnya terjaga, pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih baik. Kita ingin masyarakat merasa puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan harga yang stabil serta suasana yang kondusif," imbuhnya.

Kehadiran orang nomor dua di Jembrana ini juga didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dinas terkait. Selain mengikuti prosesi keagamaan, kehadiran jajaran pemerintah ini sekaligus bertujuan untuk memantau perkembangan sarana dan prasarana pasar. Hal ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, khususnya pasca-renovasi dan penataan kawasan Pasar Umum Negara yang kini tampil lebih modern dan tertata.

Senada dengan Wabup, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUP) Jembrana, I Made Harta Wijaya, menjelaskan bahwa piodalan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
"Kegiatan ini rutin dengan anggaran sebesar Rp13 juta. Tujuannya jelas, untuk menjaga energi positif di lingkungan pasar agar pelayanan jual-beli di Pasar Umum Negara semakin membaik dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak," pungkas Harta Wijaya.
Dengan terlaksananya pujawali ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap sinergi antara kerja keras pedagang dan restu spiritual dapat membawa kemakmuran yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. ( * )

Wali Kota Jaya Negara Lantik Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara secara resmi melantik dan mengambil Sumpah Jabatan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (13/5) siang. 


Hadir pula pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, A.A. Putu Gde Wibawa, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Komang Lestari Kusuma Dewi, Asisten Administrasi Umum, Putu Wisnu Wijaya Kusuma, perwakilan Forkompinda Kota Denpasar, undangan terkait dan juga jajaran OPD Pemkot Denpasar yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Pada kesempatan itu, adapun pejabat yang dilantik, meliputi sebanyak 1 orang Pejabat Administrator, 1 orang Pejabat Pengawas, serta 19 orang Pejabat Fungsional melalui mekanisme pengangkatan pertama maupun perpindahan dari jabatan lain.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini merupakan hal yang lumrah dari pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. 

“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini adalah proses untuk memantapkan dan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik Kota Denpasar agar tetap berjalan maksimal,“ ungkap Wali Kota Jaya Negara. 

Lebih lanjut, Wali Kota Jaya Negara berpesan untuk seluruh ASN Kota Denpasar terus meningkatkan kompetensi serta mengasah potensi diri. 

Pihaknya juga menekankan pada pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatan hari ini agar memegang teguh penerapan pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif. 

Sementara Kepala BKPSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana yang ditemui usai acara mengharapkan pejabat yang dilantik agar amanah dan kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, loyalitas, dan dedikasi tinggi, serta mampu bekerja secara disiplin, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Melalui spirit Vasudhaiva Kutumbakam mewujudkan Denpasar yang maju, humanis, dan berkelanjutan melalui penguatan profesionalisme aparatur serta budaya kerja yang kolaboratif dan berintegritas, " ujarnya. (humas.dps/esa-wah)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved