-->

Selasa, 19 Mei 2026

Bupati Kembang Rangkul Pensiunan, Ajak Bangun Daerah Melalui Berbagi Pengalaman dan Masukan


Jembrana , Bali Kini
  - Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara khusus mengajak para pensiunan untuk tidak berhenti berkarya, melainkan tetap ikut membangun daerah lewat sumbangsih pengalaman matang dan masukan-masukan strategis mereka.

Baginya, pengalaman matang dan pemikiran yang dimiliki para anggota PPI justru menjadi aset berharga yang masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mengeksekusi berbagai program daerah.

Ajakan itu disampaikan langsung oleh Bupati Kembang saat hadir bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna di tengah kemeriahan HUT ke-3 Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Jembrana. 

Acara yang digelar di Gedung Pendopo Kesari, Kecamatan Negara, Minggu (17/5/2026) pagi itu seketika riuh oleh tawa dan canda bernada nostalgia.

"Pengalaman bapak dan ibu sekalian adalah guru terbaik. Kami yang masih aktif di pemerintahan tentu sangat membuka diri terhadap masukan, ide, dan wejangan demi membawa Jembrana ke arah yang lebih baik," ungkap Bupati Kembang.

Di usia PPI Jembrana yang ketiga ini, Bupati Kembang juga berharap organisasi ini terus menjadi wadah perekat silaturahmi yang solid. Fokusnya bukan hanya tentang kontribusi pemikiran, melainkan juga menjaga kesehatan mental dan fisik para purnatugas.

"Selain menyumbang pemikiran, yang paling utama adalah bapak dan ibu harus tetap bahagia dan sehat. Forum seperti ini penting agar di masa tua tetap aktif bergerak dan menjaga kebugaran," tambah Kembang.

Sementara itu, Ketua Panitia, IGN Sudiarsa menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran orang nomor satu di Jembrana tersebut. 

Sudiarsa menyebut, perayaan hari jadi yang ketiga ini sengaja dikemas dengan berbagai kegiatan positif guna menjaga kesehatan fisik dan mental para anggota.

Acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Kembang yang diserahkan kepada pengurus PPI Kabupaten Jembrana sebagai simbol rasa syukur atas eksistensi organisasi yang telah menginjak usia tiga tahun. 

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Persatuan Pensiunan Indonesia Provinsi Bali, I Gusti Made Sunendra, Mantan Bupati Jembrana (2000-2010), Prof. Dr. drg. I Gede Winasa, Sekda I Made Budiasa, serta stakeholder lainnya.  (*)

Wali Kota Jaya Negara Terima Kunjungan KKP Sespimmen Polri

Ket. Foto:
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimmen Polri di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (18/5).

Harapkan Kolaborasi dengan Institusi Polri Dukung Pembangunan Kota Denpasar

Denpasar , Bali Kini – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara berharap sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan institusi Polri dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembangunan Indonesia yang tangguh, khususnya di Kota Denpasar.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Kuliah Kerja Profesi (KKP) peserta didik Sespimmen Polri di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (18/5).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Tim Supervisi Sespimmen Polri, Irjen Pol Hadi Purnomo, perwakilan Polresta Denpasar, jajaran pimpinan OPD Pemerintah Kota Denpasar, serta pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Jaya Negara menyampaikan bahwa dipilihnya Kota Denpasar sebagai lokasi KKP merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Pemerintah Kota Denpasar.

“Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kami di Pemerintah Kota Denpasar. Tentunya kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia, khususnya Kota Denpasar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Jaya Negara juga memaparkan sejumlah program inovasi yang dijalankan Pemerintah Kota Denpasar. Program tersebut mencakup bidang ketahanan pangan dan pertanian, inovasi energi, pendidikan, hingga pengelolaan sampah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagai ibu kota Provinsi Bali yang berbasis budaya, Kota Denpasar menjunjung spirit Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni semangat persaudaraan dan kolaborasi. Semangat tersebut diharapkan menjadi landasan dalam mendukung pembangunan kota.

“Semoga melalui kunjungan ini kami dapat berbagi pengetahuan dan informasi terkait berbagai program inovasi yang ada di Kota Denpasar,” kata Jaya Negara.

Sementara itu, Tim Supervisi Sespimmen Polri, Irjen Pol Hadi Purnomo menjelaskan bahwa kunjungan KKP ke sejumlah pemerintah daerah bertujuan memberikan gambaran dan pengetahuan kepada peserta didik mengenai kondisi di daerah.

Menurutnya, hal tersebut penting karena para peserta didik Sespimmen Polri berpeluang bertugas di berbagai daerah di Indonesia pada masa mendatang.

“Terima kasih atas sambutan dan informasi yang diberikan. Ini menjadi pengetahuan berharga bagi peserta didik Sespimmen Polri yang nantinya akan menjadi calon pemimpin di institusi Polri di daerah,” ujarnya.(Win)

Gita Bandana Praja Denpasar Pastikan Tampil di Ajang PKB XLVIII


Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Panglingsir Puri Agung Denpasar serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri Pembinaan Sanggar Seni Gita Bandana Praja, Kota Denpasar sebagai Duta Kota Denpasar pada Kesenian Legendaris serangkaian PKB XLVIII oleh Tim Konsultan Seni Kota Denpasar yang digelar di Jaba Pura Puri Agung Satria, Denpasar, Minggu (17/5) malam. 

Sajikan Karya Legendaris Maestro Seni I Wayan Beratha.  

Denpasar, Bali Kini - Sanggar Seni Gita Bandana Praja, Kota Denpasar memastikan kesiapannya untuk tampil sebagai Duta Kota Denpasar pada Kesenian Legendaris serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Pembinaan oleh Tim Konsultan Seni Kota Denpasar yang digelar di Jaba Pura Puri Agung Satria, Denpasar, Minggu (17/5) malam. 

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Panglingsir Puri Agung Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan AA Istri Paramita Dewi, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, instansi terkait serta undangan lainya. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap komitmen Sanggar Gita Bandana Praja dalam melestarikan kesenian legendaris. Hal ini tentu menjadi keunikan tersendiri, dimana PKB bukan hanya menjadi ruang kreativitas, melainkan juga menjadi wahana pelestarian kesenian legendaris. 

"Inilah yang dimaksud dengan pelestarian dan penguatan seni, dimana karya-karya legendaris beserta sekehe gong legendarisnya kembali diorbitkan, dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penampilan seni Duta Kota Denpasar," ujar Jaya Negara. 

Selebihnya Jaya Negara berharap Sekehe Gong Legendaris Duta Kota Denpasar dapat memberikan penampilan terbaik pada ajang PKB XLVIII mendatang. Tak hanya itu, pihaknya berharap, kehadiran sekehe gong legendaris dapat menjadi literasi seni positif terhadap generasi muda dan kelestarian seni itu sendiri. 

"Semoga upaya pelestarian dan penguatan seni budaya di Kota Denpasar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, dan harapan kami sekehe gong legendaris ini dapat tampil optimal di PKB nanti," ujarnya. 

Konsultan Seni Kota Denpasar, I Komang Astita memberikan apresiasi atas komitmen Sekehe Gong Legendaris yang diwakili Sanggar Gita Bandana Praja. Dimana, dalam materi yang dibawakan, keseluruhan merupakan karya maestro seni Kota Denpasar, I Wayan Bertha. Hal ini tentu menjadi capaian positif, bagaimana karya-karya maestro tetap abadi dan terus menjadi inspirasi. 

"Secara umum materi yang dibawakan sudah sangat baik dan apik, namun sisa waktu yang ada menjadi penting untuk terus dioptimalkan, terutama bagaimana menghadirkan jiwa dari sebuah karya legendaris, sehingga penonton nanti dapat terbawa suasana zaman dahulu," ujarnya. 

Kordinator Sanggar Gita Bandana Praja, I Nyoman Gede Jasa didampingi Tim Pembina, I Gede Yudarta mengatakan bahwa persiapan sekehe telah dilaksanakan sejak penunjukan pada awal Tahun 2026 lalu. Hal ini dilaksanakan dengan latihan tabuh, tari dan sendratari. 

"Persiapan kurang lebih sejak awal tahun, dan setelah pembinaan akan terus kami persiapkan agar lebih matang," ujarnya. 

Adapun materi yang akan dibawakan seluruhnya merupakan karya Maestro Seni Denpasar, I Wayan Beratha. Yakni Tabuh Nem Lelambatan Galang Kangin, Tari Kupu-Kupu Tarum dan Sendratari Narakesuma. Selain mengenang sang maestro, penyajian karya ini diharapkan dapat membangkitkan ingatan masyarakat tentang karya-karya legendaris, serta melestarikan karya seni itu sendiri. 

"Kita khusus menyajikan karya seni legendaris dari Maestro I Wayan Beratha, kebetulan beliau juga merupakan kelahiran Denpasar, dan ini menjadi momentum untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali karya-karya legendaris," ujarnya. (Ags).

Wakil Wali Kota Denpasar Terima Kunjungan Kerja Wakil Bupati Minahasa Tenggara


Ket. Foto:Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara, Fredy Tuda di Kantor Wali Kota Denpasar Senin (18/5)

Bahas Kerukunan Umat Beragama dan Mekanisme Dana Hibah

Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa Tenggara di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (18/5).


Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Studi Tiru yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, khususnya terkait urusan keagamaan serta mekanisme pemberian dana hibah dan bantuan sosial.


Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, mengungkapkan bahwa Kota Denpasar dan Bali pada umumnya telah lama dikenal sebagai daerah percontohan dalam hal kerukunan antarumat beragama. "Untuk itu kami ingin belajar di sini agar bisa diterapkan di Kabupaten Minahasa Tenggara," jelasnya.


Menyambut kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara yang menjadikan Kota Denpasar sebagai referensi dalam pengelolaan kerukunan umat beragama.


Ia menjelaskan bahwa salah satu kunci harmoni di Bali adalah budaya Menyama Braya, sebuah filosofi yang memaknai setiap orang sebagai saudara, tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun budaya. Nilai inilah yang menumbuhkan sikap saling menghormati dan hidup rukun di tengah keberagaman. Semangat ini juga tercermin dalam moto Pemerintah Kota Denpasar, Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna "kita semua bersaudara" atau menyama braya.

Selain itu, Wawali Arya Wibawa mengatakan, FKUB Kota Denpasar juga berperan aktif dalam menjaga komitmen bersama untuk mencegah perpecahan antarumat beragama, sehingga keharmonisan di Kota Denpasar tetap terjaga dengan baik.

Terkait pengelolaan dana hibah, Wawali Arya Wibawa menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar telah menerapkan sistem digital bernama E-MONALISA (Elektronik Monitoring Perencanaan Pengendalian dan Pengawasan). 


Melalui sistem ini, pengajuan hibah dilakukan secara daring dengan alur yang terstruktur, mulai dari pendaftaran akun, unggah proposal, proses seleksi, hingga pengumuman dan pelaksanaan hibah. Sistem ini juga dilengkapi mekanisme pemblokiran otomatis bagi penerima yang telah beberapa kali mendapatkan bantuan. 

"Melalui sistem ini akan terdata, jika sudah beberapa kali mendapat bantuan akan terblok secara langsung," jelasnya.


Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dalam memperkuat kerukunan umat beragama serta meningkatkan tata kelola penyaluran dana hibah yang transparan dan akuntabel di daerahnya. (Ayu)

Senin, 18 Mei 2026

Final Raperda Tentang Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Bali


Denpasar , Bali Kini  - Raperda perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Dan Retribusi Daerah sebagai hak inisiatif dari eksekutif, telah mencapai laporan akhir pembahasan yang dibacakan di gedung Dewan Provinsi Bali, Senin (18/05).
I Nyoman Budiutama, S.H. dalam penyampaiannya pada rapat Paripurna ini, secara keseluruhan dari struktur dan anatomi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. 
Dikatakannya, mewakili DPRD Bali, bahwa rancangan tersebut telah sesuai dengan sistematika dan substansi Perda induk serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Ranperda ini disusun dengan berpedoman pada ketentuan mengenai pemerintahan daerah, dan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah," baca Budiutama diruang sidang Paripurna DPRD Bali.
Dilanjutkan, mengenai pengelolaan keuangan daerah, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta ketentuan teknis di bidang kesehatan, pajak daerah, dan retribusi daerah. 
Dalam upaya menyempurnakan perubahan Rancangan Peraturan Daerah tersebut, Tim Pembahas Ranperda memberikan masukan agar Pemerintah Daerah terus melakukan inovasi dan terobosan investasi. "Hal ini guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan dan optimalisasi objek retribusi yang ada," sebutnya. 
Selain itu, setiap objek retribusi perlu didukung oleh peningkatan kualitas pelayanan, sumber daya manusia yang kompeten, serta sarana dan infrastruktur yang memadai sehingga mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah Provinsi Bali.
Hal yang dimaksudkan, antara lain :
1. Pelayanan Kesehatan perlu dilakukan secara profesional, ramah dan memberikan rasa nyaman bagi pasien yang didukung oleh sumber daya manusia ( SDM ) yang kompeten dalam bidang pelayanan. Melakukan upgrade alat kesehatan (digitalisasi) dan memiliki standarisasi pelayanan rumah sakit pemerintah Provinsi Bali. Khususnya terhadap Rumah Sakit Dharma Yadnya yang baru bergabung, agar segera dilakukan kepastian status aset serta penyesuaian sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan.
"Hal ini perlu dipastikan, Mengingat surat Gubernur tertanggal 20 Januari 2025 sampai saat ini belum memperoleh tanggapan dari Kementerian Keuangan," tertulis dalam laporan pembacaan.
Selain itu, RSUD Bali Mandara dalam melakukan pengembangan layanan Instalasi Rawat Intensif Terpadu (IRIT) perlu meningkatkan sarana dan prasarana, penataan ruang pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
2. Objek Retribusi museum perjuangan rakyat Bali (Bajra Sandhi), Museum Bali dan Museum Lemayuer agar segera melakukan pembenahan, digitalisasi, perawatan gedung dan pembenahan SDM dalam memberikan pelayanan agar kembali menjadi sumber PAD Provinsi Bali. 
3. Objek Retribusi Pendidikan, olahraga, dan sarana kepemudaan di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Bali perlu melakukan pembenahan dan pengembangan infrastruktur, sarana, dan prasarana olahraga, termasuk GOR Lila Bhuana,  Selain itu, perlu dilakukan penyesuaian terhadap perkembangan tren olahraga saat ini seperti padel, futsal, mini golf, dan olahraga lainnya yang berpotensi menjadi objek retribusi baru dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali.
4. Objek Retribusi kelautan atas kewenangan pengelolan provinsi masih menyimpan banyak potensi yang mesti dioptimalkan. Seperti water sport, diving, snorkeling, pelayanan tambat kapal laut.  Pemerintah perlu berinvestasi untuk office entry, boat patroli yang dilengkapi ambulance laut sebagai fasilitas keselamatan.
5. Pemerintah di dorong untuk melakukan kajian terhadap Objek retribusi baru sesuai perkembangan pariwisata, seperti pengelolaan danau, sungai, air terjun, tubing, dan Objek wisata tirta (air) lainnya.
Dan berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka hasil pembahasannya dapat disampaikan bahwa Pemerintahan Provinsi Bali perlu melakukan pengkajian terhadap Objek retribusi baru yang dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 Jadi berdasarkan hal-hal tersebut di atas, akhirnya dapat kami berikan rekomendasi sebagai berikut: 
1. Mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk segera melakukan standardisasi pelayanan dan penyesuaian tarif pada Rumah Sakit Dharma Yadnya guna menyelaraskan kualitas layanan kesehatan yang profesional, nyaman, dan berbasis digital bagi masyarakat.
2. Mengintensifkan koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pengkajian dan pemetaan potensi objek retribusi baru, sehingga optimalisasi pendapatan daerah tetap berjalan selaras dengan kewenangan provinsi.
3. Mendorong percepatan inovasi investasi dan optimalisasi pemanfaatan aset daerah secara mandiri untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan tetap mengedepankan prinsip kemandirian ekonomi sesuai visi Ekonomi Kerthi Bali.
4. Mendorong penguatan sumber daya manusia yang kompeten dan visioner di bidang kelautan guna mendukung pengembangan potensi bahari Provinsi Bali.**

Minggu, 17 Mei 2026

Bupati Gus Par Sidak Pasar Amlapura, Soroti Kebersihan dan Semrawut Parkir


KARANGASEM, Bali Kini — Usai mengikuti kegiatan Car Free Day, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata atau yang akrab disapa Gus Par, turun langsung meninjau kondisi Pasar Barat dan Pasar Timur Amlapura, Minggu (17/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Gus Par menyoroti persoalan kebersihan pasar serta penataan parkir yang dinilai masih semrawut dan kerap memicu kemacetan di kawasan pasar.

Bupati Gus Par memberikan arahan langsung kepada para pedagang, petugas parkir, petugas pungut, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan pasar.

Menurutnya, pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat harus tetap dalam kondisi bersih, aman, dan tertata agar memberi kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

“Kebersihan pasar harus dijaga bersama, begitu juga penataan parkir agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Saya minta seluruh pihak terkait benar-benar mengawasi dan menertibkan kondisi di lapangan,” tegas Gus Par saat berada di lokasi.

Ia juga meminta petugas Satpol PP serta Dinas Perhubungan, khususnya bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan maupun aktivitas berjualan yang menggunakan area tidak semestinya.

Menurut Gus Par, kondisi parkir yang tidak tertib selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat karena sering menyebabkan gangguan arus lalu lintas di sekitar pasar.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang masih ditemukan di lapangan.

“Kalau masih ada yang melanggar dan menggunakan area yang bukan semestinya untuk berjualan maupun parkir, tentu akan kami tindak tegas demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Melalui peninjauan tersebut, Pemkab Karangasem berharap kesadaran masyarakat, khususnya para pedagang dan pengguna pasar, semakin meningkat dalam menjaga kebersihan serta ketertiban kawasan pasar, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar dan nyaman. (Ami)

Kol Biru Terminal Tegal Denpasar Mulai Alih Fungsi

Denpasar , Bali Kini  - Kol izusu biru yang mangkal di terminal Tegal, Kelurahan Pemecutan, Denpasar pada era tahun 90 an menjadi sarana transpotasi satu-satunya bagi warga Denpasar - Badung. Seiringnya perkembangan, saat ini sudah tak lagi beroperasi mengingat kondisi usia angkutan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan banyak operator-operator angkutan yang beroperasi di sana, izin trayeknya sudah tidak diperpanjang alias mati. Hal ini dikarenakan masalah umur kendaraan yang banyak digunakan jenis Izusu warna biru yang tak diremajakan.
Namun menurutnya, fakta di lapangan, masih ada angkutan-angkutan umum yang masih dimanfaatkan. Salah satunya dengan dimodifikasi dan dimanfaatkan untuk wisatawan secara rombongan atau mengantar murid murid SD berkunjung ke museum atau lapangan buat olah raga.
Dishub Denpasar sebagai penanggung jawab terhadap pelayanan publik transportasi di Denpasar, melihat kondisi ini ternyata masih bermanfaat. 
Saat ini terminal Tegal masih tetap beroperasi. "Masih ada kegiatan angkutan penumpangnya namun kebanyakan hanya terima order khusus atau carteran saja," Akunya. 
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh keberadaan terminal ini di Denpasar. Termasuk juga koordinasi dengan pihak provinsi Bali. Apalagi saat ini terintegrasi dengan provinsi karena pergerakan kendaraan di Denpasar maupun di Bali sudah aglomerasi secara Sarbagita. 
"Karena lintas kabupaten kota pergerakan mobilitas masyarakat kita, secara umum masyarakat dimana provinsi Bali ikut memegang peranan penting. Sementara Dishub Denpasar sedang berkoordinasikan dengan provinsi guna menata angkutan umum yang ada saat ini," paparnya.

Tradisi Perang Pisang Warnai Usabha Sambah di Tenganan Dauh Tukad, Uji Mental Calon Pemimpin

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

KARANGASEM.  BALI KINI  — Memasuki pelaksanaan Aci Usabha Sambah atau bulan kelima dalam penanggalan adat, warga Desa Adat Tenganan Dauh Tukad kembali menggelar tradisi unik bertajuk perang pisang. Tradisi turun-temurun ini menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara adat sekaligus simbol ujian mental dan fisik bagi calon pemimpin pemuda desa. Di Desa Tenganan Dauh Tujad, Kecamatan Manggis, Karangasem. 

Sejak pagi, puluhan teruna atau pemuda desa telah berkumpul di depan Pura Dalem desa setempat untuk mempersiapkan pikulan berisi dua puluh butir kelapa dan dua sisir pisang kepok mentah yang akan digunakan dalam tradisi perang pisang.

Setelah suara kulkul dibunyikan, dua calon pemimpin pemuda desa yang disebut saye dan penampih melakukan persembahyangan di Pura Dalem Setra sebagai tanda dimulainya ritual adat tersebut.

Usai sembahyang, kedua calon pemimpin kemudian keluar sambil memikul keranjang berisi berbagai hasil bumi seperti buah-buahan dan palawija milik warga desa adat. Kemunculan saye dan penampih langsung disambut sorakan puluhan teruna yang menjadi penanda dimulainya perang pisang.

Dengan memikul kelapa di pundak, para pemuda kemudian menyerang dua calon pemimpin tersebut menggunakan lemparan pisang kepok mentah. Suasana perang adat berlangsung sengit ketika saye dan penampih membalas serangan dengan melempar buah dan palawija ke arah para pemuda.

Tradisi perang pisang dinyatakan selesai ketika kedua calon pemimpin berhasil melewati pelataran Pura Puseh menuju Pura Bale Agung desa adat setempat.

Klian Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, I Wayan Tisna mengatakan tradisi perang pisang merupakan warisan leluhur yang terus dijaga masyarakat adat sebagai bagian dari pelaksanaan Usabha Sambah.

“Tradisi ini bukan sekadar perang-perangan biasa, tetapi memiliki makna mendalam, mencari calon pemimpin, dimana sebelum menjadi pemimpin maka akan diuji mental, fisik, keberanian, dan tanggung jawab calon pemimpin Seka Truna. Apakah nanti dia akan menangis, cengeng, tabah dan sebagainya akan terlihat ketika dia menjadi sasaran tembak perang pisang ini, dan siapapun yang bisa melewati ujian ini maka ia yang akan menjadi pemimpin seka truna,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh hasil bumi yang digunakan dalam tradisi tersebut nantinya tetap dimanfaatkan dan tidak dibuang percuma.

“Pisang yang digunakan dalam perang nanti direbus lalu dibuat urap untuk dibagikan kepada anak-anak. Jadi ada nilai kebersamaan dan rasa syukur yang terus dijaga,” tambahnya.

Tradisi perang pisang ini digelar setiap pelaksanaan Usabha Sambah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen kebun yang melimpah. Selain itu, tradisi ini juga dimaknai sebagai ujian keberanian, mental, dan fisik bagi calon pemimpin pemuda desa adat.

Usai perang berlangsung, pisang-pisang yang digunakan tidak dibuang begitu saja. Pisang tersebut kemudian direbus dan diolah menjadi urap untuk disantap bersama anak-anak desa. (ami)

Sabtu, 16 Mei 2026

Walikota Denpasar Jaya Negara Ngupasaksi Pemelaspasan Gedung Serbaguna Banjar Batanpoh, Sanur Kaja


Ket. Foto : 
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri sekaligus ngupasaksi karya Upacara Pemelaspasan  Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, yang bertepatan dengan Rahina Tilem Jiyestha, Sabtu (16/5). 


Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara hadir sekaligus ngupasaksi karya Upacara Pemelaspasan 
Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, yang bertepatan dengan Rahina Tilem Jiyestha, Sabtu (16/5). 

Turut hadir pula pada kesempatan itu, anggota DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, tokoh Penglingsir Sanur, Ida Bagus Ngurah Mudita, dan tamu undangan lainnya.

Suara tetabuhan mengiringi tari-tarian persembahan, berpadu dengan lantunan kidung suci, menambah khidmat dan sakral proses rangkaian upacara yang sejak pagi telah dilaksanakan itu. 

Pada momentum itu, Walikota Denpasar Jaya Negara, usai meninjau gedung serbaguna Balai Banjar Batanpoh itu, menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir menyaksikan langsung pelaksanaan upacara pemelaspas bangunan tersebut. 

Jaya Negara juga berharap, bangunan baru ini, utamanya gedung serbaguna nantinya akan dapat bermanfaat bagi para warga, tak terkecuali Sekehe Teruna-Teruni yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan positif.

"Astungkara, nantinya pewaregan dan gedung serbaguna ini bisa memberi manfaat agar bisa digunakan untuk tempat latihan seni, atau kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya," ungkap Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia acara, I Wayan Sudiarta mengatakan, adapun pembangunan pewaregan dan gedung serbaguna ini sudah dilaksanakan sejak bulan September 2025 lalu. 

"Kami segenap warga Banjar Batanpoh, Sanur Kaja mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar sehingga bangunan ini dapat diselesaikan," katanya.

Pihaknya juga akan mendorong para warga terutama Teruna-Teruni Banjar Batanpoh agar bisa menggunakan gedung serbaguna ini untuk latihan kesenian, ataupun kegiatan kreativitas anak muda lainnya. (Win).

Sepekan Hilang, Gadis 13 Tahun Asal Kubu Ternyata Pergi dengan Perempuan yang Dikenal di Medsos


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun asal Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah tanpa izin orang tua, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh jajaran Polsek Kubu.

Kapolsek Kubu I Wayan Sempiar bersama anggota melakukan penelusuran setelah menerima pengaduan masyarakat pada 13 Mei 2026 terkait hilangnya anak perempuan berinisial N.P.J. yang diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 Wita.

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim dan Unit Intel Polsek Kubu langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak keluarga maupun teman-teman korban. Polisi juga menyebarkan informasi kehilangan anak tersebut melalui media sosial guna mempercepat pencarian.

Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa korban berada di wilayah Canggu, Kuta Utara, tepatnya di sebuah toko di kawasan tersebut. Polsek Kubu kemudian berkoordinasi dengan anggota opsnal Polsek Kuta Utara untuk memastikan keberadaan korban dan melakukan pengamanan.

Setelah berhasil ditemukan dan diamankan di Polsek Kuta Utara, Kapolsek Kubu bersama tiga personel langsung menjemput korban untuk dibawa kembali ke Karangasem.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengaku sebelumnya berkenalan melalui media sosial TikTok dan Instagram dengan seorang perempuan berinisial D yang disebut berasal dari Denpasar. Pada 6 Mei 2026, perempuan tersebut menjemput korban dan mengajaknya pergi ke kawasan Padang Savana Tianyar.

Usai dari lokasi tersebut, korban diajak menuju Denpasar. Namun setibanya di kawasan Jalan Kebo Iwa, korban ditinggalkan di pinggir jalan. Karena merasa takut, korban kemudian menghubungi seorang temannya berinisial M yang tinggal di Denpasar dan selanjutnya tinggal sementara di kos temannya tersebut selama kurang lebih satu minggu.

Pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 18.30 Wita, korban bersama temannya diajak ke tempat kerja bibi dari temannya di kawasan Canggu, Kuta Utara. Di lokasi itulah korban akhirnya ditemukan dan diamankan polisi.

Saat ini korban telah dipulangkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan pendampingan orang tua.

Pihak keluarga disebut tidak melanjutkan persoalan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Karangasem serta Polsek Kubu atas upaya pencarian hingga korban berhasil ditemukan dengan selamat. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved