-->

Rabu, 20 Mei 2026

Semarak Hari Posyandu 2026, Bunda Rai Pantau Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang, Selemadeg Timur


Tabanan , Bali Kini – Semarak Hari Posyandu Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan berlangsung penuh antusias melalui pelaksanaan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak yang digelar di tingkat desa/kelurahan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turun langsung meninjau pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5).

 

Kehadiran Bunda Rai sekaligus memastikan transformasi Posyandu 6 SPM di Kabupaten Tabanan berjalan optimal, tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, namun berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu dan menyentuh berbagai kebutuhan dasar warga.

 

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Rai didampingi jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Selemadeg Timur beserta jajaran, Perbekel, kader Posyandu, hingga pengurus desa setempat.

 

Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 sendiri mengusung tema Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat. Tema tersebut menegaskan perubahan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan enam bidang SPM yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, dan diperingati setiap tanggal 29 April. 

 

Transformasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan terintegrasi langsung di tengah masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pun tetap mengedepankan asas efisiensi dengan fokus pada optimalisasi pelayanan enam bidang SPM.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai memberikan apresiasi kepada Tim Pembina Posyandu desa dan kelurahan yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program Posyandu 6 bidang SPM di tingkat masyarakat.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan Posyandu di Desa Mambang dinilai berjalan aktif dan inovatif. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus yakni inovasi Serdadu Balok” atau Serentak Datang ke Posyandu Hijau dengan Bahan Pangan Lokal. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat hadir ke Posyandu sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal.

 

Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan bahwa penerapan Posyandu 6 SPM merupakan bentuk penguatan pelayanan masyarakat di desa secara menyeluruh. Selain pelayanan kesehatan, Posyandu kini juga menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan masyarakat mulai dari pendidikan, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum hingga pengaduan masyarakat.

 

Ia menyampaikan, dari hasil pemantauan di Desa Mambang, implementasi Posyandu 6 SPM sudah mulai dimanfaatkan masyarakat dan mampu membantu penyelesaian sejumlah persoalan warga secara langsung di tingkat desa.

 

Posyandu dengan 6 SPM ini tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan bagaimana setiap aduan masyarakat bisa kita selesaikan bersama. Tadi ada persoalan pendidikan, perumahan rakyat hingga tantibmas yang sudah mulai ditangani. Artinya program ini sudah berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bunda Rai.

 

Bunda Rai juga mengapresiasi sinergi kader Posyandu bersama perangkat desa yang dinilai menjadi garda terdepan keberhasilan pelayanan terpadu tersebut. Ia menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat mengingat program Posyandu 6 SPM masih tergolong baru.

 

Ini sebenarnya tidak sulit, hanya menambah meja pelayanan dan kader untuk mencatat. Yang terpenting masyarakat tahu bahwa Posyandu sekarang sudah bertransformasi, tidak hanya melayani balita dan ibu hamil saja, tetapi juga pelayanan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai turut menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, capaian penurunan stunting harus terus dijaga melalui gerakan bersama yang diperkuat lewat sinergi program Pemerintah Kabupaten Tabanan seperti Bupati Ngantor di Desa dan program Semara Ratih yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

 

Saya targetkan stunting di Tabanan bisa mencapai 5 persen tahun ini dan jangan sampai naik lagi. Ini harus menjadi gerakan bersama. Saya sebagai Duta Orang Tua Hebat akan terus memotivasi dan memantau agar penanganan stunting berjalan maksimal,” tegasnya.

 

Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang sendiri telah menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah pengaduan warga mulai dari perbaikan got, penerangan jalan hingga infrastruktur lingkungan diketahui telah berhasil ditindaklanjuti langsung di tingkat desa. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Posyandu kini hadir sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih cepat, dekat, dan terintegrasi. 


Bupati Sanjaya Hadiri Lepas Sambut Dandim 1619/Tabanan


Tabanan , Bali Kini
  — Suasana penuh kehangatan dan penghormatan mewarnai Acara Lepas Sambut Komandan Kodim 1619/Tabanan dari Letnan Kolonel Inf. Trijuang Danarjati, S.A.P., M.I.P., kepada Letnan Kolonel Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Delod Peken, Tabanan, Selasa (19/5). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Cokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait dan undangan terkait lainnya..

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi Letkol Inf. Trijuang Danarjati selama menjalankan tugas di Kabupaten Tabanan sejak Juni 2025. Menurutnya, sosok Dandim lama telah menunjukkan pengabdian yang tulus, ramah, dan penuh semangat dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga kondusivitas wilayah. “Ini merupakan sebuah prestasi, saya atas nama Bupati Tabanan dan masyarakat Tabanan mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi perjuangan yang sama-sama saya ajak membangun Tabanan Era Baru yang aman unggul dan madani.”ujar Sanjaya.

Kepada Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., Sanjaya turut menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap koordinasi serta komunikasi antar unsur Forkopimda dapat terus diperkuat. “Mari kita bangun koordinasi dan komunikasi ini dengan baik, karena pada hakikatnya kita sama-sama mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat sesuai tupoksi masing-masing,” tegasnya. Pihaknya juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan semangat gotong royong seluruh elemen pemerintahan dan institusi negara.

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan komitmennya dalam mendukung sinergi bersama Forkopimda dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah. Ia juga memperkenalkan potensi alam, budaya, dan karakteristik masyarakat Tabanan sebagai daerah agraris yang kaya sumber daya. “Tidak mungkin pembangunan berhasil dikerjakan sendiri sebagai aparatur negara. Kita harus bergotong royong mewujudkan visi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tabanan,” pungkas Sanjaya.

Sementara itu, Dandim 1619/Tabanan yang baru, Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., yang merupakan putra asli Magelang, Jawa Tengah, menyampaikan kesiapan dirinya untuk bersinergi bersama seluruh jajaran Forkopimda dan masyarakat Kabupaten Tabanan. Pihaknya juga memohon dukungan, arahan, serta bimbingan dalam menjalankan amanah dan tugas sebagai Dandim 1619/Tabanan guna mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tabanan. 

Pada kesempatan yang sama, Letkol Inf. Trijuang Danarjati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati, jajaran Forkopimda, dan seluruh masyarakat Tabanan atas dukungan selama dirinya menjabat sebagai Dandim 1619/Tabanan. Pihaknya juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Menurutnya, Tabanan merupakan daerah yang memiliki ciri khas dan kesan tersendiri baginya. Di akhir sambutannya, ia memohon doa restu untuk melanjutkan penugasan berikutnya di Jakarta.

Pembangunan PSEL di Pesanggaran Dapat Penolakan Warga

Laporan Reporter Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Masyarakat Pesanggaran Denpasar melakukan penolakan terhadap pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dilakukan di lahan milik Pelindo. Hal ini dibuktikan dengan terpampang Baliho penolakan yang terpasang di dua tempat tepat di depan lahan pembangunan PSEL milik Pelindo ini, Rabu (20/5).

Dengan adanya penolakan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan jika perkembangan PSEL cukup dinamis. Hal itu bukanlah penolakan, tetapi masyarakat ingin pendalaman dan sosialisasi.

"PSEL ini masih dinamis. Nah itu artinya bukan penolakan. Tetapi PSEL ini adalah program atau proproyek yang baru pertama kali di Indonesia. Masyarakat kita yang ada di sekitar ingin melakukan pendalaman apa sih itu PSEL. Sehingga ke depannya jangan sampai program besar tidak berjalan, tetapi permasalahan yang kita hadapi tidak terselesaikan khususnya sampah, itu yang disampaikan oleh masyarakat khususnya warga sekitar," paparnya.

Bukan penolakan, tapi perkembangan yang dinamis ingin pendalaman seperti apa PSEL ini. Menurutnya, kalau saja PSEL ini sudah ada di Indonesia, mungkin saja sudah ada patokan atau tolok ukurnya. Namun karena ini program priorotas pemerintah pusat dan pertama kali yang akan dilakukan di Indonesia inilah perlu pendalaman-pendalaman yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga, saat proyek tersebut berjalan, dampak-dampak atau ekses-ekses negatif untuk masyarakat itu bisa diminimalisir. 

Terkait adanya keinginan PSEL dibangun di lokasi TPA Suwung saat ini, ia menyebut tidak dimungkinkan. "Pemkot Denpasar sudah sampaikan dan masyarakat sudah mengetahui pada saat konsultasi publik yang dilaksanakan oleh calon investor pemenang dari Weiming itu," paparnya.

Saat konsultasi publik itulah muncul beberapa saran masyarakat karena mereka ingin pendalaman. "Mereka menyampaikan kepada kita di pemerintah bahwa kalau sudah ada program atau proyek ini di Indonesia, tidak perlu didalami, tetapi karena ini barang baru, proyek yang cukup besar, permasalahan yang diselesaikan akan cukup strategis sekali, inilah diperlukan pendalaman-pendalaman," Bebernya.

Untuk pelaksanaan groundbreaking akan, ditegaskan Wawali Arya Wibawa, akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2026. "Kita targetnya PSEL akan selesai akhir tahun 2027," Tutup Arya Wibawa.

Bikin Ladang Ganja, Suami Dituntut 9 Tahun dan Istrinya Delapan Bulan


Denpasar , Bali Kini  - Kasus clandestine ganja hidroponik yang menyeret pasutri WNA, oeh JPU Lovi Pusnawan, terdakwa lelaki yakni Nirul Rashim Abdoelrazak asal Belanda dituntut 9 tahun pidana penjara. Sedangkan istrinya asal Rusia, hanya selama delapan bulan. 

Nirul Rashim Abdoelrazak oleh JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Iman Luqmanul Hakim, terdakwa yang didampingi tim kuasa hukumnya dari Todung Mulya Lubis dkk., selain dituntut pidana penjara juga dikenakan pidana denda Rp 1 miliar, subsider 140 hari. 

Terdakwa disebut terbukti bersalah dalam menanam, memelihara dan menguasai ganja. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111 UU Narkotika. 
Sedangkan yang perempuan, yakni Kseniia Varlamova asal Rusia dituntut delapan bulan, denda Rp 50 juta subsider kurungan 50 hari. 

Mereka sebelumnya dibekuk atas perkara clandestine ganja hidroponik pada Rabu 01 Oktober 2025 sekitar Pukul 12.30 WITA, pasutri ini berada di rumah Ubung Kaja, Denpasar Utara, langsung didatangi pihak Polda Bali.

Petugas mengamankan keseluruhan biji kering, daun warna hijau dan daun kering narkotika jenis ganja adalah 278,2 gram brutto atau 130,06 gram netto. Sebuah pot besar berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi 40 cm (1 batang pohon ganja). 

Juga tiga buah pot kecil berwarna putih masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 15 cm. Juga ada 4 buah polybag masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 35 cm.

"Serta dalam kontener ditemukan ada 67 pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 5 cm. Serta, 24  pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 10 cm,"tulis dakwaan dan menyebut bahwa di kontener itu juga ada 6 buah pot besar masing-masing berisi tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 100 cm. 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 610 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana," Sebut Jaksa Lovi dalam amar tuntutannya di PN Denpasar.

Wujudkan Satu Data Indonesia, Pemkab Bangli Canangkan Program Desa Cantik 2026.

Bangli , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Bangli memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan meluncurkan program Desa Cinta Statistik atau “Desa Cantik” 2026. Pencanangan dilakukan secara hybrid di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli, Selasa (19/5/2026).

Program ini menjadi langkah strategis Pemkab Bangli untuk memastikan data dari tingkat desa tersaji akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menegaskan bahwa data desa merupakan fondasi utama seluruh kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. 

“Pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 menempatkan kawasan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini sejalan dengan RPJMN 2025-2029 yang memprioritaskan pembangunan dari desa untuk memerangi kemiskinan dan menciptakan pemerataan,” ujarnya.

Sekda menyoroti lonjakan permintaan data ke desa oleh kementerian dan lembaga sejak disahkannya UU Desa hingga perubahan kedua melalui UU No. 3 Tahun 2024. Menurutnya, peningkatan Dana Desa harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM perangkat desa dalam pengelolaan statistik.

“Pembangunan tanpa data yang berkualitas adalah pemborosan. Sebaliknya, data desa yang kuat akan menghasilkan pembangunan yang tepat dan merata. Kebijakan yang berkualitas lahir dari data yang berkualitas,” tegasnya.

Kepala BPS Kabupaten Bangli, I Dewa Ayu Kadek Satrini, menjelaskan Desa Cantik merupakan pembinaan statistik sektoral agar desa tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek pembangunan. 

“Peran desa sebagai satuan wilayah terkecil sangat penting dalam menyediakan data yang akurat,” katanya.

Pada pencanangan ini, Pemkab Bangli juga mengukuhkan Agen Statistik dari tiga desa percontohan, yakni Desa Abuan, Desa Bangbang, dan Desa Belancan. Pemilihan ketiganya berdasarkan rekomendasi Dinas PMDPPKB Bangli.

Selaku Narasumber, Kadis Kominfosan Bangli, I Nyoman Murditha, memaparkan materi “Digitalisasi Data Desa dalam Mendukung Pengelolaan Data yang Modern dan Efisien”. Ia menekankan pentingnya digitalisasi agar data desa terhubung, terbarui, dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan.

“Pembangunan saat ini tidak bisa lagi berbasis asumsi, tetapi harus berbasis data. Tantangannya, banyak data desa masih tersebar di berbagai aplikasi seperti Prodeskel, SDG Desa, dan DTSEN sehingga tidak sinkron,” jelasnya.

Melalui Desa Cantik, Dinas Kominfosan bersama Dinas PMD dan BPS berkomitmen melakukan transformasi digital yang memenuhi prinsip Satu Data Indonesia, yakni standar data baku, metadata jelas, interoperabilitas, dan hak akses yang tepat.

Di akhir acara, Sekda Bangli mengajak seluruh kepala desa, lurah, dan agen statistik menyajikan data sesuai kebutuhan, valid, aktual, mudah dipahami, mudah diakses, dan terintegrasi. 

Dengan data desa yang berkualitas, Pemkab Bangli menargetkan program strategis berjalan tepat sasaran, bantuan sosial tidak salah target, anggaran lebih efisien, dan keputusan publik dapat diambil lebih cepat.

Sapi Milik Nyoman Rauh Terpilih Jadi Bantuan Presiden untuk Iduladha di Karangasem, Seharga 54 Juta Rupiah

Laporan  reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Satu ekor sapi milik peternak asal Banjar Pura Gai, Kecamatan Rendang, Nyoman Rauh, terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk masyarakat Muslim di Kabupaten Karangasem pada Hari Raya Iduladha 2026.

Sapi dengan bobot sekitar 750 kilogram tersebut dinilai memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat, meski ketentuan maksimal berat sapi bantuan Presiden mencapai 1 ton.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha mengatakan proses pencarian sapi dilakukan di sejumlah wilayah sebelum akhirnya sapi milik Nyoman Rauh dipilih.

“Ketentuan dari pusat maksimal berat sapi 1 ton. Karena di Karangasem belum ditemukan sapi dengan berat mencapai 1 ton, maka dipilih sapi dengan berat sekitar 750 kilogram yang sudah memenuhi kriteria,” ujar Sugiartha.

Ia menjelaskan, sapi tersebut dibeli pemerintah dengan harga sekitar Rp54 juta dan nantinya akan disalurkan untuk kegiatan kurban yang dipusatkan di wilayah Tiying Jangkrik, Desa Bukit, Karangasem.

Selain bobot dan kondisi fisik, kesehatan hewan juga menjadi syarat utama dalam proses seleksi. Pemeriksaan kesehatan sapi dilakukan petugas puskeswan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

Petugas Puskeswan Karangasem, I Wayan Gunawan, mengatakan pemeriksaan kesehatan telah dilakukan sebelum sapi ditetapkan sebagai bantuan Presiden.

“Dari hasil pemeriksaan, kondisi sapi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban,” kata Gunawan, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pengawasan kesehatan hewan kurban tidak hanya dilakukan terhadap sapi bantuan Presiden, namun juga menyasar pasar dan sentra penjualan ternak di wilayah Karangasem menjelang Hari Raya Iduladha. (Ami)2

Selasa, 19 Mei 2026

Diikuti 13 Kota, Denpasar Siap Jadi Tuan Rumah Rakerkomvil IV ke-21 APEKSI

Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan Rapat Koordinasi persiapan APEKSI Rakerkomwil IV ke-21 beberapa waktu lalu.

Jadi Wahana Promosi Wisata, Tukar Inovasi Wujudkan Kemajuan Bersama.
 
Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar didapuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-21 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026. Kegiatan yang akan diikuti 13 pemerintah kota anggota Komisariat Wilayah IV tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 Mei mendatang dengan mengusung tema ‘Kolaborasi Kota Harmoni Nusantara’. Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar pun menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan yang dipusatkan di sejumlah lokasi strategis di wilayah kota.
 
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakerkomwil IV APEKSI menjadi momentum penting bagi Kota Denpasar, tidak hanya sebagai ajang pertemuan antar pemerintah kota, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi untuk membahas berbagai isu strategis perkotaan. Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan inovasi baru dalam mendukung pembangunan kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
 
“Poin utamanya adalah bagaimana Rakerkomwil ini membahas isu strategis perkotaan untuk mencari solusi bersama dan berkelanjutan, serta sebagai wahana tukar inovasi untuk kemajuan bersama,” ujar Eddy Mulya saat diwawancarai di sela tugas dinasnya pada Senin (18/5).
 
Ia menambahkan, momentum pelaksanaan Rakerkomwil juga menjadi kesempatan emas bagi Kota Denpasar untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada seluruh peserta yang hadir. Berbagai destinasi unggulan, mulai dari wisata bahari, city tour, hingga wisata seni dan budaya akan diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Denpasar sebagai kota kreatif dan berbudaya.
 
“Sebagai tuan rumah, momentum ini menjadi waktu yang baik untuk promosi wisata, baik wisata bahari, city tour hingga wisata budaya. Kami ingin para peserta tidak hanya mengikuti rapat kerja, tetapi juga merasakan langsung keramahan dan kekayaan budaya Kota Denpasar,” tambahnya.
 
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dikemas secara komprehensif selama tiga hari pelaksanaan. Beberapa agenda yang telah disiapkan di antaranya Sunset Cruise Dinner untuk memperkenalkan wisata bahari Kota Denpasar, Denpasar City Expo, rapat kerja pembahasan isu strategis perkotaan, hingga pentas seni budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal Bali. Selain itu, kegiatan juga akan ditutup dengan yoga bersama, jalan santai, dan penyebaran tukik di kawasan Pantai Sanur sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian alam pesisir.
 
“Pelaksanaan Rakerkomwil IV kali ini dikemas secara komprehensif dan menukik pada isu strategis perkotaan. Tentunya sebagai tuan rumah kami berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan lancar, mempererat sinergi antarkota, sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan yang bermuara pada peningkatan pendapatan asli daerah,” ujar Hendaryana. (HumasDps)

Wali Kota Jaya Negara Terima Kunjungan Wakil Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Kota Guangzhou, Tiongkok

Ket foto :Wali Kota Jaya Negara Terima Kunjungan Wakil Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Kota Guangzhou, Tiongkok 

Bahas Peluang Kerjasama Berbagai Bidang

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menerima kunjungan delegasi 
Wakil Direktur Kantor urusan Luar Negeri Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok, Lei Weiju, Senin (18/5). 

Pada pertemuan tersebut, keduanya membahas seputar peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, yang berkaitan dengan pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, serta sektor potensial lainnya.

Walikota Denpasar, Jaya Negara menyambut baik peluang kerja sama ini.  Penjajakan mendalam tentang potensi kerja sama, kata Jaya Negara sangat diperlukan. Adapun potensi kerja sama yang perlu dikembangkan Jaya Jaya Negara adalah di bidang ekonomi kreatif, bisnis, budaya, serta pendidikan dapat terjalin antara Pemkot Denpasar dan Pemerintah Tiongkok.

"Saat ini Pemkot Denpasar memang tengah fokus pada penjajakan kerja sama dengan banyak pihak kota kota di dunia sebagai langkah pengembangan Kota Denpasar," kata Jaya Negara. 

Pihaknya kemudian melanjutkan, 
peluang kerjasama dengan Negara Tiongkok, dalam bentuk sister city dengan salah satu kota di negara tersebut, adalah hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan program kerjasama ini. 


"Kita bisa menjajaki salah satu kota disana yang memiliki karakteristik yang sama dengan Kota Denpasar untuk mempermudah pembentukan kerjasama Sister City ini,” ungkap Jaya Negara.

Sementara itu, 
Wakil Direktur Kantor urusan Luar Negeri Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok, Lei Weiju, mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang telah berkenan menerima kunjungan dan berdiskusi untuk kemungkinan kerjasama kedua pihak. 

“Terima kasih atas sambutan Bapak Walikota Denpasar yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam rencana kerja sama dengan Negara kami," tutur Lei Weiju.

Adapun soal peluang kerjasama sister city, Lei Weiju, Kota Guangzhou, 
adalah ibu kota dan kota terbesar dari Provinsi Guangdong di Tiongkok selatan. 
Kota ini sendiri berpeluang untuk menjalin hubungan kerjasama sister city dengan Kota Denpasar.

"Kota Guanzhou kota terbesar di Provinsi Guangdong Tiongkok. Kami berharap jalinan kerjasama antara Kota Denpasar dan kota ini nantinya kami akan membawa dampak baik bagi kedua pihak," tambahnya. 

Melalui pembentukan jalinan kerjasama itu, tak menutup kemungkinan akan semakin membuka peluang juga bagi peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok  ke Kota Denpasar dan sebaliknya, juga pengembangan pembangunan kedua kota tersebut. 

"Kami optimis pertemuan ini akan membuahkan kesepakatan yang akan memberikan manfaat yang baik bagi kedua belah pihak. Untuk itu kami menunggu,” katanya. (Win)

Dialog Bersama BEM FH UNUD, Wawali Arya Wibawa Perkuat Komitmen Penanganan Sampah

Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan dialog bersama jajaran pengurus BEM FH UNUD, Selasa (19/5) di Kantor Walikota Denpasar.

Denpasar , Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD), Selasa (19/5) di Kantor Walikota Denpasar. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh dialog konstruktif antara mahasiswa dan Pemerintah Kota Denpasar dalam mencari solusi penanganan sampah yang lebih optimal.

Kehadiran BEM FH UNUD dipimpin Ketua BEM, I Gusti Agung Roman Kertajaya bersama Wakil Ketua BEM FH UNUD, Pande Putu Jiyestha Nugraha, Kepala Bidang Kajian dan Aksi Strategis BEM FH UNUD Ida Bagus Gede Permana Putra Manuaba, Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat I Wayan Aditya Dharma, serta Kepala Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi Putu Wiryateja Kusuma Prima Harsa. Turut hadir mendampingi Wawali Arya Wibawa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, dan instansi terkait lainnya.

Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya untuk menyerahkan policy brief yang memuat analisis berbasis data sekaligus rekomendasi solusi konkret terkait pengelolaan sampah di Kota Denpasar. “Kami menyampaikan terimakasih atas perhatian Pemkot Denpasar dan kesempatan untuk berdialog langsung bersama Bapak Wakil Walikota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua BEM FH UNUD, Pande Putu Jiyestha Nugraha mengatakan pihaknya mendukung penguatan penegakan hukum terhadap pelanggaran pembuangan sampah sembarangan serta mendorong optimalisasi pemerataan TPST dan TPS3R di seluruh desa dan kelurahan. Selain itu, mahasiswa juga mengapresiasi langkah Denpasar sebagai daerah yang mengawali gerakan pengurangan penggunaan tas kresek sekali pakai. "Sinergi antara regulasi pemerintah, desa adat melalui perarem, serta edukasi masyarakat menjadi langkah penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Wawali Arya Wibawa mengapresiasi masukan dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan di Kota Denpasar. Wawali Arya Wibawa menegaskan bahwa rekomendasi yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi jajaran Pemkot Denpasar dalam merumuskan kebijakan penanganan sampah. 

Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa juga memaparkan berbagai program yang telah dijalankan Pemkot Denpasar, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber melalui teba vertikal, komposter, dan bank sampah, hingga optimalisasi TPST dengan dukungan teknologi pengolahan modern dan energi baru terbarukan. 

“Pembinaan disiplin pengelolaan sampah juga melibatkan peran OPD Pemkot Denpasar sebagai bapak angkat kebersihan di desa dan kelurahan,” ujar Arya Wibawa. (Pur)

Bupati Gus Par Pantau Langsung Tiga Proyek Perbaikan Jalan di Kecamatan Selat

Laporan reporter:  Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini -  Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem. Untuk memastikan kualitas pengerjaan tetap sesuai rencana, Bupati Gus Par turun langsung melakukan monitoring proyek rehabilitasi jalan di beberapa titik di Kecamatan Selat, Selasa (19/5/2026).

Adapun lokasi yang dipantau meliputi akses jalan di Perangsari, Desa Duda Utara, Banjar Sukaluwih, Desa Amerta Buana, serta ruas jalan di Desa Padangaji, Kecamatan Selat.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Gus Par mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki infrastruktur, khususnya akses jalan yang menjadi penunjang utama aktivitas masyarakat, mulai dari akses ekonomi, pendidikan hingga mobilitas warga sehari-hari. Menurutnya, jalan dengan kondisi rusak berat akan menjadi prioritas utama dalam penganggaran perbaikan.

Untuk proyek rehabilitasi jalan di Desa Duda Utara, pengerjaan tahap awal dilakukan sepanjang 1,2 kilometer. Namun pemerintah daerah tetap mengupayakan kelanjutan proyek tersebut melalui anggaran perubahan apabila memungkinkan.

“Untuk tahap pertama perbaikan dilakukan sepanjang 1,2 kilometer. Kalau memungkinkan di anggaran perubahan akan kita lanjutkan lagi. Tetapi jika belum memungkinkan, tahun 2027 pasti tetap kita lanjutkan,” ujar Bupati Gus Par.

Ia menegaskan, pemerintah menargetkan penuntasan perbaikan jalan tersebut hingga sepanjang 4 kilometer secara bertahap. Namun masyarakat diminta bersabar karena masih banyak ruas jalan di berbagai desa dan kecamatan di Karangasem yang juga mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.

“Kami berharap masyarakat bisa bersabar karena masih banyak jalan dan infrastruktur yang rusak. Tapi semuanya akan kita kerjakan secara bertahap dengan skala prioritas,” katanya.

Selain badan jalan, pemerintah daerah juga akan melanjutkan pembangunan drainase dan Dinding Penahan Tanah (DPT) di sisi jalan guna mencegah bahu jalan amblas serta menjaga aliran air tetap lancar.

Bupati Gus Par menambahkan, selain proyek di Desa Duda Utara, pihaknya juga memantau pengerjaan ruas jalan di Banjar Sukaluwih, Desa Amerta Buana, dan Desa Padangaji yang pengaspalannya telah selesai dilakukan.

“Dari hasil pemantauan bersama Dinas PUPR, sejauh ini pengerjaannya masih bagus dan sesuai rencana. Pasangan batu juga progresnya masih sesuai target, tidak ada yang minus. Untuk ruas jalan di Desa Duda Utara sepanjang 4 kilometer ini total anggarannya Rp3 miliar, sementara tahap pertama saat ini sebesar Rp1,8 miliar,” pungkasnya. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved