-->

Minggu, 19 Juli 2026

HUT Koperasi ke-79: Bupati Kembang Dorong Insan Koperasi Rambah Platform Digital

Jembrana , Bali Kini -  Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Kabupaten Jembrana tidak hanya menjadi ajang refleksi sosial dan lingkungan, tetapi juga momentum besar untuk mendorong koperasi lokal merambah dunia digital. Berpusat di area parkir Pura Rambutsiwi pada Sabtu (18/7), acara bertema "Jembrana Bersih, Koperasi Sehat, Anggota Sejahtera" ini memadukan aksi sosial—seperti bersih-bersih sampah, penanaman pohon, dan layanan kesehatan gratis—dengan seruan kuat untuk memodernisasi ekonomi kerakyatan.

​Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Ketua DPRD Ni Made Sri Sutharmi. Di hadapan ratusan insan koperasi yang memadati lokasi, Bupati Kembang menegaskan bahwa filosofi gotong royong koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi digital yang inklusif.

​"Kalau kita ingin maju pesat, maka kita harus jalan bersama-sama. Dan itulah sejatinya filosofi koperasi. Berjalan bersama-sama, bergandengan tangan untuk saling menguatkan," ujarnya.

​Namun, berjalan bersama saja tidak lagi cukup di era saat ini. Bupati Kembang menyoroti tantangan modernisasi dan tren keviralaran di media sosial. Ia menegaskan bahwa koperasi tidak boleh lagi gagap teknologi. Pola pendekatan konvensional dari pintu ke pintu kini wajib diakselerasi dengan pemanfaatan platform digital dan media sosial guna meraih pasar yang lebih luas dan mempertahankan kepercayaan publik.

​Koperasi masa kini dituntut menjadi urat nadi perekonomian Jembrana yang modern, yang mampu mengangkat derajat para petani, pedagang kecil, dan nelayan melalui ekosistem digital yang transparan.

​"Di era kekinian, anak muda kalau berbelanja sekarang gemar menggunakan aplikasi. Koperasi harus bisa juga menyesuaikan. UMKM sekarang, semua penjualan lewat online. Kita harus juga bisa! Koperasi harus modern, koperasi harus upgrade. Anggota direkrut yang betul-betul memahami administrasi dan teknologi," tegas Bupati Kembang.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HUT Koperasi ke-79 Kabupaten Jembrana, Gede Nastra, menyampaikan laporan terkait perkembangan positif gerakan koperasi di Bumi Makepung. Berdasarkan data terkini, dari total 354 koperasi yang tercatat di Kabupaten Jembrana, sebanyak 288 koperasi dinyatakan dalam kondisi sehat.

"Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar koperasi di Kabupaten Jembrana masih sangat mampu menjalankan kegiatan usahanya dengan baik, memberikan pelayanan optimal kepada anggota, serta berkontribusi nyata dalam derap pembangunan daerah," ungkap Gede Nastra.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Jembrana, serta seluruh instansi terkait atas bimbingan dan dukungan moral yang terus mengalir. Secara khusus, ia menyoroti dampak positif dari kebijakan strategis Pemkab Jembrana terkait penyaluran dana talangan atau dana pinjaman daerah.

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati dan semua ASN di Jembrana. Dengan cairnya dana talangan atau dana pinjaman daerah tersebut, koperasi kini mampu menyerap hasil panen wilayah subak secara optimal. Di sisi lain, pelayanan terhadap ASN juga berjalan baik melalui penyaluran beras lokal, sehingga mampu meningkatkan pendapatan, Sisa Hasil Usaha (SHU), serta memajukan keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) di Jembrana secara berkelanjutan," pungkasnya.
(*)

Satreskrim Polres Karangasem Selidiki Pencurian Modul BTS, Kerugian Ditaksir Rp77,5 Juta

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Satreskrim Polres Karangasem melalui Unit I Tim Opsnal Tohlangkir tengah menyelidiki kasus dugaan pencurian sejumlah modul perangkat Base Transceiver Station (BTS) di dua tower telekomunikasi di wilayah Kecamatan Karangasem. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp77,5 juta.

Kasatreskrim Polres Karangasem, AKP Rifqi Abdillah, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pencurian tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Berdasarkan laporan informasi yang diterima pada 14 Juli 2026, peristiwa diketahui pada Senin, 13 Juli 2026, setelah sistem BTS mendeteksi alarm Board Not In Position yang mengindikasikan hilangnya perangkat UBBP (Unit Baseband Processing) dan SFP (Small Form-factor Pluggable).

Tim kemudian melakukan pemeriksaan di dua lokasi. Di BTS XL Axiata yang berada di Tower TBG, Lingkungan Temega Pekarangan, Kelurahan Padangkerta, ditemukan empat unit UBBP dan tujuh unit SFP telah hilang dari perangkat BTS.

Pengecekan dilanjutkan ke Tower Protelindo di Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan. Di lokasi tersebut, petugas kembali menemukan dua unit UBBP dan tujuh unit SFP telah hilang.

Korban dalam kasus ini adalah PT Huawei Tech Investment, selaku pengelola perangkat BTS milik operator XL Axiata.

AKP Rifqi Abdillah menjelaskan, setelah menerima laporan, personel Satreskrim Unit I Tim Opsnal Tohlangkir langsung menerima pengaduan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memintai keterangan pelapor dan saksi-saksi, serta mengumpulkan alat bukti.

“Saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, melengkapi administrasi penyelidikan, mencari alat bukti, serta meruntun rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap pelaku,” ujar AKP Rifqi Abdillah.

Polisi menduga aksi pencurian dipicu oleh minimnya pengawasan di area tower. Hingga kini identitas pelaku masih dalam penyelidikan dan kasus tersebut masih didalami oleh Satreskrim Unit I Tim Opsnal Tohlangkir Polres Karangasem. (Ami)

Sabtu, 18 Juli 2026

Pemkab Karangasem Benahi Tiga Pasar, Anggarkan Rp850 Juta untuk Perbaikan Fasilitas

Laporan reporter : Gusti Ayu Purnamiasih 
KARANGASEM, Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) mulai melakukan penataan terhadap tiga pasar tradisional pada tahun 2026. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp850,4 juta dan ditargetkan selesai pada September mendatang.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Karangasem, I Wayan Wisma, mengatakan tiga pasar yang menjadi sasaran penataan yakni Pasar Menanga, Pasar Amlapura Barat, dan Pasar Hewan Bebandem. Masing-masing pasar mendapat penanganan berbeda sesuai kondisi kerusakan yang ada.

Dari total anggaran yang dialokasikan, Pasar Menanga memperoleh Rp379,6 juta, Pasar Amlapura Barat sebesar Rp374,3 juta, dan Pasar Hewan Bebandem Rp99,5 juta.

Menurut Wisma, Pasar Menanga menjadi salah satu prioritas karena masih mengalami dampak kebakaran yang terjadi beberapa tahun lalu. Melalui anggaran tersebut, pemerintah memperbaiki sejumlah kios dan los pedagang yang mengalami kerusakan.

Sementara di Pasar Amlapura Barat, penataan difokuskan pada perbaikan los yang kondisinya telah rusak dan terlihat kumuh. Selain meningkatkan kualitas fasilitas pasar, proyek ini juga bertujuan menambah daya tampung pedagang. Sekitar 15 pedagang lama akan kembali menempati los yang telah diperbaiki, sedangkan pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar karena belum memiliki tempat akan diprioritaskan menempati los baru.

“Penataan di Pasar Amlapura Barat selain untuk pedagang lama, juga untuk menambah pedagang baru. Sehingga pedagang yang selama ini berjualan di luar dan belum memiliki tempat bisa menempati los yang disediakan,” ujar Wisma, (16/7/2026)

Adapun di Pasar Hewan Bebandem, perbaikan dilakukan pada los panjang yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.

“Untuk Pasar Hewan Bebandem, penataan kami lakukan pada los panjang yang sebelumnya rusak akibat tertimpa pohon,” katanya.

Saat ini pekerjaan penataan telah mulai dilaksanakan. Pemerintah berharap seluruh proses dapat selesai sesuai target pada September 2026 sehingga para pedagang dapat kembali beraktivitas di kios dan los yang lebih aman, nyaman, dan layak digunakan. (Ami)

DPRD Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Gus Par Tekankan Transparansi dan Kesejahteraan Masyarakat

Laporan tim: Gusti Ayu Purnamiasih 
KARANGASEM, Bali Kini – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karangasem resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, Selasa (14/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas kerja sama yang terjalin selama proses pembahasan hingga Ranperda dapat disepakati bersama.

“Saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Dewan yang terhormat atas kerja sama, ketekunan, dan kerja kerasnya dalam membahas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Selanjutnya, perda ini akan kami proses untuk memperoleh evaluasi dari Gubernur Bali,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Par.

Menurutnya, penyampaian pertanggungjawaban APBD merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik melalui transparansi, akuntabilitas, efektivitas, serta pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Gus Par menegaskan bahwa APBD tidak hanya dipandang sebagai dokumen berisi pendapatan dan belanja daerah, tetapi menjadi amanah masyarakat yang harus diwujudkan melalui program pembangunan yang memberikan manfaat nyata.

“APBD bukan hanya sekadar angka pendapatan dan belanja. APBD adalah amanah rakyat, instrumen perjuangan untuk menghadirkan perubahan, dan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan anggaran harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memastikan pembangunan dirasakan seluruh masyarakat Karangasem,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sepanjang Tahun Anggaran 2025 pemerintah daerah terus mengakselerasi berbagai program prioritas, di antaranya pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, penguatan sektor pariwisata, pertanian dan kelautan, penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, pengurangan pengangguran, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Selain membahas pertanggungjawaban APBD, pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan pencabutan sejumlah Peraturan Daerah di bidang retribusi daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menyelaraskan regulasi daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, meningkatkan kepastian hukum, memperbaiki kualitas pelayanan publik, sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Meski menghadapi tantangan berupa keterbatasan fiskal dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, Gus Par optimistis pembangunan di Kabupaten Karangasem dapat terus berjalan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Tantangan memang tidak mudah, tetapi kita tidak boleh menyerah. Masyarakat Karangasem memiliki sejarah panjang tentang ketangguhan, semangat gotong royong, dan kemampuan bangkit menghadapi berbagai tantangan. Semangat itulah yang menjadi kekuatan kita untuk terus membangun Karangasem,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Gus Par mengajak seluruh masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Karangasem yang semakin maju dengan semangat “Tidak Mudah, Tetapi Harus Bisa.”

“Mari kita lanjutkan perjuangan membangun Karangasem dengan semangat Tidak Mudah, Tetapi Harus Bisa. Ini bukan sekadar slogan, melainkan tekad dan keyakinan bahwa dengan kerja keras, kebersamaan, dan doa, setiap tantangan dapat kita ubah menjadi peluang menuju Karangasem yang Agung,” pungkasnya. (Ami)

Semarak Harkopnas ke-79, Pemkab Karangasem Gelar Jalan Sehat dan Beragam Aksi Sosial

Laporan tim: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan menggelar kegiatan Jalan Sehat Berhadiah di Taman Jagath Karana, Jalan Veteran, Amlapura, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” ini dihadiri Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, perwakilan Dekopinwil Provinsi Bali, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Karangasem, Ketua Dekopinda Karangasem, serta jajaran kepala OPD terkait.

Semarak Harkopnas diikuti gerakan koperasi se-Kabupaten Karangasem bersama ratusan masyarakat yang antusias mengikuti jalan sehat. Bupati Karangasem secara resmi melepas peserta yang menempuh rute dari Jalan Veteran ke arah timur hingga ujung jalan, kemudian berbalik menuju ujung barat sebelum kembali ke lokasi acara.

Selain mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, peringatan Harkopnas ke-79 juga dirangkaikan dengan aksi donor darah, penyerahan 50 paket sembako dari Dekopinwil Provinsi Bali kepada masyarakat di delapan wilayah koordinasi (Korwil), serta hiburan yang menambah semarak kegiatan.

Antusiasme peserta semakin tinggi dengan adanya pengundian doorprize yang menyediakan berbagai hadiah menarik. Hadiah utama berupa satu unit sepeda listrik merupakan dukungan dari KSP Sari Sedana Bali Peringsari Selat. Selain itu, tersedia hadiah lain berupa satu unit sepeda gunung, satu unit telepon genggam, satu unit mesin cuci, dan satu unit kompor gas yang disponsori oleh koperasi-koperasi di Kabupaten Karangasem. Pemerintah Kabupaten Karangasem juga menyiapkan puluhan hadiah hiburan yang dibagikan melalui undian kupon peserta.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem bersama gerakan koperasi berharap semangat berkoperasi semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan mendukung visi Karangasem AGUNG. (Ami)

Jumat, 17 Juli 2026

Pesan Hasis, Ganja, Kokain dan Mefedron, WNA Belarusia ini Dituntut 9 Tahun

Denpasar , Bali Kini - Banyaknya barang bukti narkoba jenis Hasish, Kokain, Ganja hingga Mefedron tidak terlihat terdakwa asal Republic Of Belarus atau Belarusia dari Eropa Timur ini terlihat resah menghadapi Tuntutan JPU Kejari Badung. Itu nampak saat Pria 33 tahun ini mendengarkan pembacaan tuntutan di Ruang Candra sidang PN Denpasar.

Dalam amar Penuntut Umum, bahwa terdakwa Siarhei Nikalayeu dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana “Narkotika” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Primair Kesatu pasal 60 ayat (2) juncto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023. "Menuntut agar terdakwa dihukum pidana penjara selama Sembilan Tahun," sebut JPU Fisher Valen dalam persidangan.

Tuntutan terhadap pemilik No Pasport : AB3572598 juga ada pidana denda sebesar Rp 800.000.000,- "Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 170 hari," tegas JPU.

Terdakw sendiri diamankan pada tanggal 30 Desember 2025 sekira pukul 13.00 Wita bertempat di pinggir Jl. Betaka, Gg. Kamboja, Dalung Kuta Utara, Badung. Saat diamankan, petugas menyita 2 buah plastik klip bening berisi serbuk putih Narkotika jenis Kokain dengan berat total Brutto 1,35 gram atau Netto 1,03 gram.

Diamankan pula 1 buah plastik klip bening berisi serbuk coklat muda diduga Mefedron berat total Brutto 1,19 gram atau Netto 1,03 gram. 7 buah Plastik klip bening yang didalamnya berisi Daun Kering Ganja berat total Brutto 8,48 gram atau Netto 7,08 gram. Serta, 4 buah Plastik klip bening berisi Kristal Coklat Jenis MDMA dengan berat total Brutto 5,65 gram atau Netto 4,91 gram.

Bahwa pada saat dilakukannya interogasi oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Badung terhadap terdakwa, mengakui membeli narkotika jenis kokain, mefedron, ganja, dan MDMA  dari akun Telegram yang bernama PIRATES BAY (DPO) dengan harga 1000 USDT sekitar Rp. 16.746.944 yang ditransfer melalui Crypto USDT.

Bupati Satria Hadiri Rapat Paripurna DPRD Klungkung, Sepakati Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Rapat Paripurna II Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 yang digelar di Ruang Sabha Nawa Natya, Gedung DPRD Kabupaten Klungkung, pada Kamis (16/7/2026).

Rapat paripurna ini berfokus pada agenda krusial, yaitu Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Klungkung Tahun Anggaran (TA) 2025.

Sidang penting tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, didampingi Wakil Ketua II Tjokorda Gede Agung, serta dihadiri oleh segenap anggota legislatif Klungkung. Turut hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, jajaran perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Dalam sambutannya, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan atas kerja kerasnya sehingga seluruh tahapan pembahasan Ranperda ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai jadwal yang ditetapkan. 

Dinamika yang berkembang selama pembahasan baik berupa pendapat, kritik, usul, maupun saran dinilai sebagai proses demokrasi yang sangat positif.
"Selanjutnya, Ranperda ini akan kami sampaikan kepada Gubernur Bali untuk dievaluasi sesuai amanat undang-undang sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Dengan ditandatanganinya persetujuan bersama ini, secara formal kita dapat mengetahui target pembangunan yang telah terlaksana serta hal-hal yang belum berhasil dicapai pada tahun 2025," ujar Bupati I Made Satria.

Bupati menambahkan, hasil evaluasi dan catatan dari pelaksanaan APBD TA 2025 ini akan menjadi acuan penting bagi jajaran eksekutif dalam memantapkan pelaksanaan tugas, meningkatkan kualitas pembangunan, dan mengoptimalkan pelayanan publik ke depan sebagai wujud akuntabilitas Pemerintah Daerah.

Berdasarkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 yang telah disepakati, berikut adalah rincian realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah Kabupaten Klungkung: Pendapatan Daerah Total realisasi mencapai Rp 1,4 triliun lebih, dengan rincian: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 495 miliar lebih. Pendapatan Transfer: Rp 913 miliar lebih. Lain-lain Pendapatan yang Sah: Rp 14 juta lebih.

Belanja Daerah
Total realisasi mencapai Rp 1,4 triliun lebih, yang terdiri dari Belanja Operasi: Rp 1,1 triliun lebih (Belanja Pegawai Rp 706 miliar lebih; Belanja Barang dan Jasa Rp 374 miliar lebih; Belanja Bunga Rp 3 miliar lebih; Belanja Hibah Rp 95 miliar lebih; Belanja Bantuan Sosial Rp 3 miliar lebih).

Belanja Modal: Rp 118 miliar lebih (Belanja Modal Tanah Rp 9,9 juta lebih; Peralatan & Mesin Rp 27 miliar lebih; Gedung & Bangunan Rp 38 miIiar lebih; Jalan, Jaringan & Irigasi Rp 48 miliar lebih; Aset Tetap Lainnya Rp 4,6 miIiar lebih; Aset Lainnya Rp 164 juta lebih). Belanja Tak Terduga (BTT): Rp 1,8 miIiar lebih. Belanja Transfer: Rp 148 miIiar lebih.

Pembiayaan Daerah & SiLPA, Pembiayaan Netto: Direalisasikan sebesar Rp 72,9 miliar lebih, yang bersumber dari Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 82,2 miIiar lebih dikurangi Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 9,3 miIiar lebih. Berdasarkan perhitungan realisasi tersebut, terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) TA 2025 sebesar Rp 30,2 miliar lebih.
SiLPA tersebut dijelaskan telah dipasang untuk mendanai kegiatan pada APBD Induk Tahun Anggaran 2026 dan selanjutnya akan dicermati bersama nilainya dalam penyusunan Perubahan APBD TA 2026 mendatang.

Rapat Paripurna diakhiri dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama antara Bupati Klungkung dan Pimpinan DPRD Kabupaten Klungkung, menandai komitmen bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Klungkung.(*)

Setengah Abad Kopmen Rejeki RSUD Klungkung: Resmikan Kantor Baru, Bupati Satria Dorong Inovasi Digital

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Koperasi Konsumen (Kopmen) Rejeki ke-50 dan peresmian gedung kantor baru Koperasi Konsumen Rejeki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Klungkung, Kamis (16/7). 

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Kopmen Rejeki yang mampu bertahan dan terus berkembang hingga mencapai usia emas setengah abad. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata pengelolaan koperasi yang didasari komitmen tinggi, transparansi, dan rasa kekeluargaan yang erat.

"Setengah abad bukanlah waktu yang singkat. Bertahan dan terus berkembang selama 50 tahun membuktikan bahwa koperasi ini telah menjadi saksi dan penggerak kesejahteraan bagi para anggotanya di lingkungan RSUD Kabupaten Klungkung," ujar Bupati I Made Satria.

Terkait dengan peresmian gedung kantor yang baru, Bupati menegaskan bahwa fasilitas ini harus dimaknai sebagai simbol semangat baru untuk meningkatkan pelayanan. Ia berharap pengurus koperasi dapat bekerja lebih profesional, akuntabel, serta mampu melahirkan inovasi usaha yang adaptif.

Di era modern saat ini, Bupati I Made Satria juga mendorong gerakan koperasi untuk mulai merambah ke arah pelayanan digital. Langkah ini dinilai penting agar pelayanan koperasi dapat berjalan dengan lebih cepat, mudah, dan terpercaya bagi seluruh anggota serta masyarakat di lingkungan RSUD Klungkung.

Pemerintah Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung tumbuh kembangnya koperasi yang sehat dan mandiri di wilayahnya. Mengakhiri arahannya, Bupati berpesan agar seluruh pengurus dan anggota senantiasa menjaga kepercayaan (trust) yang telah dibangun selama 50 tahun terakhir, mengingat modal utama dari sebuah koperasi adalah kepercayaan anggotanya.(*)


Bupati Kembang Bantu Tuntaskan Impian Rumah Layak Bapak Ali

JEMBRANA , BALI KINI – Di balik dinding bata yang baru setengah berdiri di Kelurahan Loloan Barat, tersimpan harapan besar seorang kepala keluarga untuk memiliki hunian yang aman dan nyaman. Harapan itu dirasakan langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat turun langsung meninjau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah tersebut pada Jumat 17/7/2026.

​Program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) senilai Rp20 juta per unit ini sejatinya menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, bagi Bapak Sugeng Ali Purnomo, perjalanan mewujudkan rumah impiannya tidaklah mudah. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia sempat terbentur tembok kesulitan; tabungannya belum cukup untuk merampungkan bagian atas rumah khususnya kap dan genteng agar keluarganya bisa segera berteduh dari hujan dan terik matahari.
Mendengar langsung keluh kesah dan melihat perjuangan warganya, Bupati Kembang Hartawan tidak tinggal diam. Dengan penuh kehangatan, beliau mengulurkan bantuan spontan berupa dana tunai senilai Rp2,5 juta untuk menutup kekurangan biaya pembelian genteng, lengkap dengan 2 paket bingkisan sembako untuk mencukupi kebutuhan pangan harian keluarga Bapak Ali.

​Bupati Kembang menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar tentang membangun fisik rumah, melainkan tentang membangun kembali semangat dan martabat sebuah keluarga.
"Semoga setelah rumahnya selesai, Bapak Ali memiliki tempat yang layak dan bisa lebih semangat untuk mencari nafkah bagi keluarganya," harap Bupati Kembang dengan senyum hangat.

​Rasa haru sekaligus lega terpancar jelas dari wajah Bapak Ali. Baginya, kehadiran dan kepedulian nyata dari pemimpin daerahnya adalah berkat yang luar biasa di tengah kebingungannya menyelesaikan pembangunan rumah.
"Terima kasih banyak atas bantuan Bapak Bupati Jembrana atas kekurangan biaya dari pembangunan rumah saya, semoga Bapak Bupati sehat selalu," ucap Bapak Ali tulus, menyalami erat tangan Bupati.

​Kini, dengan atap yang segera terpasang, Bapak Sugeng dan keluarga bisa menatap hari esok dengan senyum yang lebih lebar dan rasa aman yang selama ini mereka impikan.

Aktif Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Budaya, Gubernur Koster Diundang jadi Pembicara Nusa Dua Forum

DENPASAR , BALI KINI– Gubernur Bali Wayan Koster menerima undangan resmi untuk menghadiri dan menjadi pembicara dalam Nusa Dua Forum 2026, forum investasi internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh South China Morning Post (SCMP) bersama Danantara Indonesia di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 17 Juli 2026.

Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Publisher & Chief Executive SCMP Tammy Tam dalam Audiensi yang dilakukan di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (16/7).

Forum eksklusif ini dirancang sebagai jembatan strategis yang menghubungkan pusat-pusat modal utama Asia, khususnya Hong Kong dan kawasan Greater Bay Area (GBA), dengan pasar-pasar berkembang di Asia Tenggara yang dipimpin Indonesia.

Tam menyebut Nusa Dua Forum 2026 sebagai inisiatif investasi swasta unggulan yang mempertemukan pemilik kelompok usaha keluarga, generasi penerus bisnis, investor institusional, sovereign wealth fund, hingga pengambil keputusan investasi dari berbagai negara Asia untuk membangun kolaborasi investasi jangka panjang di Indonesia.

Kehadiran Gubernur Wayan Koster dinilai penting mengingat Bali saat ini menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi hijau. Di bawah kepemimpinan Koster, Bali juga telah menjadi tuan rumah berbagai forum internasional yang mempertemukan pemimpin dunia, investor, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas isu pembangunan global.

Forum yang hanya diikuti sekitar 80 hingga 100 peserta terpilih ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting dunia usaha dan investasi. Di antaranya Deputi Sekretaris Kehakiman Pemerintah Hong Kong Special Administrative Region (HKSAR) Horace Cheung, anggota Executive Council HKSAR Jeffrey Lam, Chief Executive Officer Blue Pool Capital Oliver Weisberg, CEO Hong Kong Investment Corporation Clara Chan, Presiden dan Co-Founder Gaw Capital Kenneth Gaw, serta sejumlah pemimpin investasi lainnya dari kawasan Asia.

Dari Indonesia, sejumlah nama yang telah dikonfirmasi hadir antara lain CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia Rosan Roeslani, Deputy CEO MNC OTT Network Clarissa Tanoesoedibjo, serta pimpinan sejumlah perusahaan nasional terkemuka.

Penyelenggaraan Nusa Dua Forum 2026 di Bali dinilai sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025-2125. Haluan tersebut merupakan fondasi pembangunan Bali yang menempatkan Pulau Dewata sebagai pusat peradaban dunia yang berlandaskan nilai-nilai budaya Bali, berdaya saing global, serta berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Di bawah visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali", Gubernur Wayan Koster terus mendorong transformasi ekonomi Bali agar tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga berkembang pada sektor ekonomi kreatif, ekonomi digital, investasi berkualitas, energi bersih, pertanian modern, industri berbasis budaya, dan penguatan sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis seperti pembangunan infrastruktur terintegrasi, pengembangan energi bersih, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, penguatan ekonomi kerakyatan, digitalisasi pelayanan publik, hingga program pengelolaan sampah berbasis sumber yang kini menjadi perhatian berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional.

 Gubernur Koster juga menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Bali harus sejalan dengan prinsip pembangunan yang menjaga keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sesuai filosofi Sad Kerthi. Karena itu, forum internasional seperti Nusa Dua Forum menjadi momentum penting untuk memperkenalkan arah pembangunan Bali kepada para investor global sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam agenda forum, peserta akan mengikuti berbagai sesi strategis yang membahas masa depan investasi dan transformasi ekonomi kawasan Asia. Salah satu sesi utama adalah keynote bertajuk "Bridging Mandates: What Sovereign Capital and Private Wealth Can Learn From Each Other", yang membahas sinergi antara modal negara dan kekayaan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Forum juga akan menghadirkan sesi pleno bertema "Capital Crossroads – Sovereign Capital as Catalyst: How Southeast Asia's State-Directed Funds Are Redrawing the Investment Map", yang menyoroti peran dana investasi negara dalam membentuk peta investasi baru di kawasan.

Berbagai panel diskusi lainnya akan membahas peluang investasi Indonesia bagi keluarga-keluarga investor Asia, perkembangan industri kecerdasan buatan (AI), pembangunan rantai pasok baterai dan industri digital, pengembangan ASEAN Power Grid, serta peran generasi penerus dalam mengelola dan mengembangkan modal keluarga di Asia.

Penyelenggara menilai forum ini menjadi kesempatan langka bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para pembuat kebijakan Indonesia, mengakses peluang investasi melalui pipeline Danantara Indonesia, serta membangun jejaring dengan pengelola modal keluarga terbesar dan investor terkemuka di kawasan Asia.

Acara akan  dirancang sebagai ruang diskusi informal antara investor, pengambil kebijakan, dan pemimpin dunia usaha.

Kehadiran forum internasional tersebut semakin memperkuat posisi Bali sebagai pusat pertemuan global (global meeting hub) yang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai ruang dialog strategis untuk membahas investasi, ekonomi hijau, transformasi digital, dan masa depan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.(*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved