Ribuan Warga Kelurahan Kawan Dan Cempaga Laksanakan Ngerebeg Di Catus Pata - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Selasa, 12 Juni 2018

Ribuan Warga Kelurahan Kawan Dan Cempaga Laksanakan Ngerebeg Di Catus Pata

Bangli,Balikini.Net- Ribuan  krama Desa Adat Kawan dan Cempaga padati Perempatan Catus Pata  kota Bangli.Bertepatan Hari Raya Kuningan  rutin dilaksanakan upacara ngerebeg. Berbicara tentang upacara ngerebeg tersebut mempunyai makna menetralisir Bhuana Agung dari segala   bentuk energi negatif dengan harapan tetap terpeliharanya kesukertaan pelemahan , pewongan dan parahyangan demikian disampaikan Ketua PHDI Bangli Drs. I Nyoman Sukra dan juga Ketua FKUB  Minggu(10/06/2018) Lebih lanjut    diungkapkan   Sukra ,di Kabupaten Bangli mungkin satu-satunya   yang mempunyai pura dalem  menempati keempat penjuru arah mata angin. Diarah Timur Pura Dalem Cungkub Pegringsingan yang diempon warga Banjar Geria, diarah Selatan Pura Dalem Penunggekan yang diempon warga Banjar Blungbang, Pura Dalem Purwa di arah Barat yang diempon warga Banjar Kawan dan di Utara Pura Dalem Gede Selaungan yang diempon warga Banjar Pande, Kelurahan Cempaga"rutin  setiap hari raya Kuningan secara bersamaan dilaksanakan upacara " Ngerebeg"  di Catus Pata" ungkapnya.


Sementara iti pantauan di tempat pelaksanaan ,ribuan krama pengemong dari masing-masing Pura Dalem tersebut  hadir mengiringi sesuhunannya  baik wujud Barong Macan , Barong Ket, Barong Sampi maupun Rangda diusung ke Catus Pata.Para mengemong sudah berdatangan sebelum dilaksanakan upacara , biasanya dimulai jam 19.00 wita namun sebelumnya sudah banyak yang berdatangan memadati Catus Pata, termasuk   yang nonton  upacara ngerebeg tersebut sudah mulai ramai. .Diiringi tetabuhan gong dari masing-masing sesuhunan menambah khusuk  mengikuti upacara  persembahyangan di Catus Pata . Lebih dari seribu orang datang baik para pemedek maupun hanya sekedar menonton tumpah ruah. Ada yang unik dalam pelaksanaan tersebut ,dimana tidak diperkenankan untuk mengabadikan acara tersebut. Jika melanggar mau mengabadikan momen tersebut terutama tapakan yang kerauhan, namun seketika itu yang kerauhan menyerang orang yang mengabadikan, untungnya sigapnya pecalang yang menghalangi dan menegunya untuk tidak mengebadikannya.Menurut warga Banjar Pande temui disela-sela hiruk pikuknya suasana mengatakan memang sesuhunan tidak diperkenankan untuk difoto.  Setelah selesai, sesuhunan Dalem Penunggekan kembali ke arah selatan setelah mengitari Catus Pata menuju perempatan Narasinga yang ada disebelah utara Lapangan Kapten Mudita dilaksanakan upacara kembali.Sedangkan sesuhunan Dalem Purwa, Dalem Gede Selaungan serta Dalem  Cungkub Pegringsingan menuju kearah Utara juga dilaksanakan upacara diperbatasan Banjar Pande dengan  Banjar Cempaga lalu kembali  ke Pura Dalem masing-masing. . Banyaknya warga dari masing- masing sesuhunan yang kerauhan(Tapakan) kecuali sesuhunan Pura Dalem Pegringsingan, menambah situasi magis terasa selama pelaksanaan upacara ngerebeg di seputaran Perempatan Catus Pata [ag/r5]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net