Dampak Abu Vulkanik Petani di Bangli Khawatir Gagal Panen - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Minggu, 08 Juli 2018

Dampak Abu Vulkanik Petani di Bangli Khawatir Gagal Panen

Bangli,Balikini.Net- Semburan abu vulkanik Gunung Agung, Karangasem sejak beberapa hari belakangan ini, membuat petani di Bangli kelimpungan . Pasalnya abu vulkanik yang diduga mengandung belerang menyelimuti beraneka tanaman hortikultura, seperti hamparan kebun milik warga di Banjar Sekardadi, di Desa Sekardadi,Kecamatasn Kintamani dan Banjar Kayuambua Desa Tiga, Kecamatan Susut.

Dari pantauan bali kini  beberapa lokasi  di bangli , Minggu (08/07/2018) beraneka tanaman dari sayur labu siam,cabai sampai rumput gajah dihujani abu vulkanik yang berbau gosong dan menyesakkan napas itu. Di DusunSekardadi, Desa Sekardadi tanaman cabai banyak daun dan buahnya rontok begitu pula bunga gumitir menjadi layu, bahkan busuk, akibat abu mengandung zat kimia itu.Salah seorang petani I Nyoman Soner sangat kecewa dan khawatir tanaman cabai dikebun miliknya, bakal gagal panen.” Sekitar 1000 pohon tanaman cabai saya kena abu Gunung Agung, kami khawatir bakal gagal panen, soalnya baru terkena dua hari saja kondisinya sudah layu, kalau sampai 3 hari lagi kena abu bakal mati,karena bunga dan buah yang masih kecil sebesar biji kedelai sudah mulai gosong”, ujarnya. Dia mengatakan abu itu muncul sejakseminggu lalu. Tetapi abu deras dirasakan terjadi sampai sekarang”.ujarnya.

Petani banyak yang hanya bisa pasrah akibat dari abu tersebut.”Kami tak bisa melawan alam, kami hanya bisa pasrah”, ujarnya sembari menunjukkan bunga camai miliknya yang sudah layu dan sambal membawa batang pisang untukpakan ternak. Bahkan lantaran rumput gajah juga kena belerang,mereka harus sibuk mencuci rumput gajah sebelum diberikan ternaknya agar tidak membahayakan tapi hanya sedikit sisanya saya berikan batang pisang.”Kami sekarang harus membersihkan rumput gajah sebelum saya kasi ternak makan, takut belerang bisa berbahaya”, pungkasnya.[ag/r5]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net