Gema Perdamaian XVI Diikuti Ribuan Orang Penuhi Menumen Bajra Sandhi - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Selasa, 09 Oktober 2018

Gema Perdamaian XVI Diikuti Ribuan Orang Penuhi Menumen Bajra Sandhi

Denpasar ,Balikini.Net - Gerakan Gema Perdamaian untuk menciptakan dan menjaga keharmonisan antara umat manusia dengan alam, antara manusia dengan sesamanya dan antara manusia dengan sang Pencipta yang sering di sebut dengan Tri Hita Karana dalam filsafat hindu .
Ibaratkan taman yang indah terdiri dari berbagai macam bunga, begitu pula perbedaan ini terdiri dari berbagai macam suku, agama dan adat istiadat. Sudah menjadi kewajiban kita bersama menjaga keragaman yang indah ini. Gerakan Gema Perdamian ini dilakukan sepanjang tahun oleh Komunitas Pengayah Gema Perdamaian Gema Perdamian (KPGP) dengan berbagai cara diantaranya road show to campus, sarasehan, lomba content damai digital, pemilihan putra putri ambasador damai, dan lainnya. Salah satu bentuk permohonan keharmonisan ini dilakukan dengan doa bersama lintas agama pada puncak acara, 6 Oktober lalu. 

Cita-cita gerakan Gema Perdamian  ini tetap menjadi inspirasi damai sampai anak cucu dan generasi berikutnya. Sejarah mencatat setiap peradaban yang pernah ada selalui diakhiri dengan peperangan dan bencana alam. Kita harus sadari bahwa manusia memiliki akal budi harus sadar mengelola alam ini dengan bijak, menjaganya agar tetap layak untuk menjadi tempat hidup semua makhluk hidup. Antar sesama manusia juga harus mampu mengelola perbedaan,  mengendalikan ego menuju putaran terdalam mengenali jati diri dan tujuan hidup yang sejati. Begitu pula hubungan manusia dengan sang pencipta, hendaknya selalu berdoa sesuai keyakinan masing-masing dengan sadar memohon sinar sucinya agar semua makhluk hidup senantiasa dianugerahi kebahagiaan dan kedamaian. 

Saat ini dunia sedang bergejolak, alam mulai menunjukan ketidakseimbangannya, cuaca berubah, bencana alam terjadi di mana-mana. Tak cukupkah itu memberi pertanda ?  Manusia dan makhluk hidup di dunia ini mesti segera berdamai untuk menjadi penghuni bumi sebagai satu keluarga yang saling melengkapi dan saling membutuhkan. Kita mungkin hanya sebutiran debu dari jutaan makhluk di alam ini, kita memiliki batas-batas waktu dan usia. Tak ada yang luput dari perubahan dan tak ada yang kekal di dunia ini. Sebelum sang pencipta menentukan batas waktu itu untuk kita, mari segera sadar untuk selalu melakukan kebajikan dan saling tolong menolong satu sama lain mewujudkan rasa kekeluargaan. 

Pada acara Puncak Gema PErdamian  ini diramaikan dengan berbagai penampilan etnis Nusantara sebagai bentuk pembelajaran kepada kita semua bahwa di sekitar kita ada keragaman yang begitu indah. Setelah pertunjukan di panggung utama para etnis dari Sabang sampai Merauke  ini mengikuti parade padayatra mengelilingi lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar sebagai simbol perputaran kehidupan yang beragam dan harus selalu dihiasi dengan perdamaian. Acara dilanjutkan dengan penyalaan 21 obor Perdamaian sebagai simbol Bhinneka Tunggal Ika binnery of polarity dan simbol  kesatuan dari yin-yang dan sebagai simbol keseimbangan dan kebijaksanaan. 

Pelepasan burung adalah simbol kemahardikaan atau kemerdekaan budi untuk memahami hidup sejati yang sesuai dengan alamnya atau dharma. 

Acara juga diisi dengan pelepasan balon sebagai simbol festival yang mengingatkan pluralisme warna warni kehidupan.

Pada puncak acara ini juga diserahkan anugerah untuk para pemenang putra-putri ambasador damai. Sejak itu,  mereka diharapkan tampil  sebagai penutur perdamaian hingga ke masa depan. 

Kemeriahan Gema Perdamian itu juga  dihadir dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, pengusaha, organisasi sosial, perbankan, pemerintah dan masyarakat umum. Jumlah mereka semua diperkirakan lebih dari 9.280 orang. [tim/r5]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net