Memuliakan Orang Tua Ala Pemkab Badung - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Kamis, 04 Oktober 2018

Memuliakan Orang Tua Ala Pemkab Badung


Oleh : I K. Satria

Bali Kini - Pernahkah kita melihat orang tua kita duduk tertegun saat menunggu kedatangan kita pulang, lalu dia lemparkan senyuman yang membuat kita juga sangat bahagia ketika kita menjumpainya. Alangkah bahagianya mereka yang sudah tua, tak berdaya untuk melakukan aktivitas seperti sebelumnya kemudian kita berikan perhatian layaknya mereka tak sedang dalam kondisi ketidakberdayaan. Hal ini sangat sesuai dengan ajaran hindu yang mana mereka yang dituakan patut untuk dimuliakan. Pemuliaan bukan hanya dengan cara memberikan segala harta benda, namun dengan memberikan perhatian, senyuman, pendampingan juga adalah pengharapan yang besar bagi mereka yang ada diusia tua.

Bagaimana tidak, jika seorang yang sudah tidak mampu melakukan gerakan, pendengaran, berbicara dan mencicipi makanan seperti saat mereka tua tidak memerlukan pendampingan dan perhatian? Ketika kita ada dalam kondisi sakit, maka tangan kita lemah untuk mengambil sesuatu, kaki akan lemah untuk melangkah bahkan suara kita menjadi terhalang untuk memanggil dan meminta sesuatu, maka saat itulah kita perlu bantuan mereka-mereka zyang ada dilingkungan kita. Inilah yang sesungguhnya terjadi pada generasi tua yang sebenarnya. Mereka sangat memahami bahwa pernah mengajari kita mengetahui segalanya yang ia bisa lakukan kepada kita saat kita ztak tahu apa, sehingga sekarang ketika kita sudah dewasa, sudah sepatutnya kita bangkit membahagiakan mereka. Sebab dalam Sarasamuscaya dikatakan kita tidak pernah bisa membalas jasa orang tua walaupun lamanya seratrus tahu. Itupun kalau usia kita bisa mencapai angka itu. Hal inilah yang menjadi landasan pikir kita agar selalu menjaga, menghormati dan menghargai jasa orang tua yang telah amat tulus kepada kita.
Pemerintah dalam konsep catur guru disebut dengan guru wisesa, beliaulah yang memiliki kewenangan untuk mengatur, menertibkan serta berupaya untuk membuat baik kebermasyarakatan manusia. Pengaturan dimaksudkan bahwa manusia adalah mahluk yang perlu diatur agar menjadi tertata, ketertiban perlu dilakukan agar tak melanggar etik dan sebagainya. Peranan pemerintah sangat strategis untuk pembangunan manusia, karena tanpa pemerintah dan segala fungsinya, mustahil mampu membuat manusia hidup tertib seperti semestinya. Dalam konteks perhatian kepada masyarakatnya, maka pemerintah memliki peran untuk membangun keadaban masyarakat agar mampu memiliki karakter baik, mampu berfikir, berkata dan berbuat baik demi pembangunan yang lainnya. Memang perlu diakui bahwa disini pemerintah sangat memiliki peran yang sangat strategis yang dalam hindu kemudian disebut sebagai Dharma Negara. Segala isi dari Dharma Negara ini adalah sebagai aktualisasi dari Dharma Agama. Disinilah kemudian pemerintah menjadi penting untuk keadaban manusia. 

Salah satu yang menarik dari perkembangan saat ini adalah upaya dari pemkab Badung untuk memberikan perhatian kepada lansia atau orang tua, setiap warganya yang berumur 72 tahun keatas dengan pengecualian bahwa lansia bersangkutan tidak pensiunan TNI Polri serta sebagai pengusaha dan juga bukan veteran dan yang tinggal di panti Jompo. Hal ini menarik bahwa pemerintah berupaya untuk memperhatikan generasi tua dan membangun genmerasi muda untuk ikut membangun. Jika kita kaitkan dengan konsep hindu, bahwa orang tua merupakan jembatan kelahiran manusia, maka rasa bhakti yang dipersembahkan kepada orang tua berupa perhatian menjadi sangat penting. Bukan dari jumlah uang yang diberikan, tetapi sudah adanya perhatian terhadap lansia dimana merekalah yang mengadakan kita sebagai penerusnya. Inilah bentuk aplikasi dari Dharma Negara pemerintah dalam menjalankan dharmaning agama. Semoga program ini juga bisa dilakukan oleh pemkab lainnya sesuai dengan kemampuan daerah. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net