Karangasem Jalin Kerjasama Sister City Dengan Cuttack - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Rabu, 23 Januari 2019

Karangasem Jalin Kerjasama Sister City Dengan Cuttack

TINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN INDIA

Karangasem ,Balikini.Net  - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Kadis Kebudayaan I Putu Arnawa dan  Staf Ahli Pemerintahan I Wayan Sutapa serta Kabag Adpem I Made Suartana  menerima audiensi dari Pasraman Kalinga Sanggam dengan pembicara Indra Udayana sebagai Founder and Chairman Ashram Gandhi Puri bersama 3 orang pengikut.

Acara yang berlangsung selama beberapa jam tersebut membahas tentang pembangunan Sister City antara Kabupaten Karangasem dengan Cuttack ,Rabu (23/1/2019) di Ruang Rapat Bupati Karangasem.

Kota kembar (Sister city, twin cities, sister cities) atau kota bersaudara adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antar penduduk.

Kota kembar umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Konsep kota kembar bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota. Hubungan kota kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya dan perdagangan.

Kota-kota di Indonesia yang sudah menjalin hubungan kota kembar salah satunya Jakarta menjalin hubungan dengan Los Angeles, Beijing, Hanoi, Berlin, Paris (sebagai kota rekan), Pyongyang, Rotterdam, Seoul, Tokyo, Athena, Bangkok, Casablanca, Jeddah, Istanbul, Islamabad, dan ada beberapa kata lagi di Indonesia.

Di Eropa, kota kembar dikenal sebagai twin towns atau friendship towns, sedangkan di Jerman dikenal dengan istilah partner towns (Partnerstädte). Istilah sister cities lebih dikenal di Asia, Australia dan Amerika Utara, sedangkan di negara-negara CIS dikenal dengan sebutan "kota bersaudara" (brother cities).

Indra Udayana , sebagai Founder and Chairman Ashram Gandhi Puri dalam kesempatan tersebut mengatakan,  kedatangannya bertemu Bupati adalah untuk membicarakan tentang pembangunan Sister City antara Karangasem dengan Cuttack.

Dimana sister city disini sangat bermanfaat bagi Kabupaten Karangasem, khususnya dalam meningkatkan jumlah wisatawan India yang akan datang ke Kabupaten Karangasem, dan meningkatkan poromosi potensi daerah.

"Mohon dalam pembangunan sister city, pemerintah Kabupaten Karangasem membantu dalam mempersiapkan lahan yang strategis, dan segala sesuatu yang bisa menjadikan Kabupaten Karangasem menarik untuk di kunjungi," imbuhnya.

Indra menegaskan jika program ini berjalan lancar, maka Ia akan mengajak Bupati ke Negara india untuk menindak lanjuti kembali dengan penandatanganan MoU agar memiliki sifat hukum pasti.  Direncanakan penandatanganan MoU akan dilaksanakan tanggal 5 sampai 13 Maret bertempat di Negara India.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dalam kesempatan tersebut mengatakan sangat senang dan mengapresiasi program ini. Karena program sister city ini sangat bermanfaat bagi Kabupaten Karangasem.

"Dengan progran sister city ini , Kabupaten Karangasem bisa meningkatkan wisatawan khususnya Wisatawan India untuk datang ke Kabupaten Karangasem ,dan juga ajang promosi wisata dan potensi daerah di Kabupaten Karangasem," ucap Bupati.

Mas Sumatri melanjutkan, pemerintah daerah akan menyiapkan segalanya dengan maksimal. Dalam penandatanganan MoU terkait Sister City yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 5 maret di Negara India, Ia juga akan mempresentasikan potensi dan budaya yang dimiliki Kabupaten Karangasem agar bisa lebih dikenal lagi.

"Mumpung Dubes Indonesia untuk India masih berada di Bali, saya akan membawakan materi-materi yang berkaitan dengan potensi dan budaya di Karangasem, jadi kami mohon Bapak Indra Udayana supaya bisa memfasilitasi semuanya," ujar Mas Sumatri. [krs/r5]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net