Bupati Mas Sumatri Buka Festival Ogoh Ogoh - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Sabtu, 02 Maret 2019

Bupati Mas Sumatri Buka Festival Ogoh Ogoh

Karangasem ,Balikini.Net - Guna memenuhi aspirasi masyarakat khususnya Generasi Muda di Kabupaten Karangasem, Pemkab Karangasem menggelar Festival Ogoh-ogoh yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri , di Taman Budaya Candra Buana,Karangasem, Sabtu (2/3).

Masyarakat berharap pemerintah dapat memfasilitasi sebuah event dari aktivitas berkesenian generasi muda dalam bentuk pembuatan dan pengarakan Ogoh-Ogoh, seperti yang mereka lihat dan dengar telah dilaksanakan di beberapa daerah lainnya di Bali.

Festival yang baru diselenggarakan untuk pertama kalinya dalam menyambut hari Raya Nyepi di Kabupaten Karangasem ini mendapat respon antusias dari masyarakat. Tampak dari penampilan maksimal para partisipan  ,maupun masyarakat yang datang beramai-ramai untuk menonton atraksi Ogoh-ogoh yang juga dilombakan. 

Bupati Mas Sumatri mengatakan, meski jumlah peserta masih belum terlalu banyak, Ia yakin kegiatan ini mampu menumbuhkan kreatifitas pemuda di tingkat desa/banjar. Kedepan event ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Karangasem, dan dapat diselenggarakan pada tingkat Kabupaten dengan mengajak peserta lebih banyak. 

Bupati Mas Sumatri mengatakan,pembuatan dan pengarakan Ogoh-Ogoh di Karangasem khususnya, telah menjadi aktivitas seni budaya yang mentradisi pada setiap Perayaan Nyepi,meskipun sama sekali tidak menjadi bagian dari ritual Hari Raya Nyepi itu sendiri. Perkembangan Ogoh-Ogoh di Karangasem saat ini boleh dikatakan sudah semakin maju sehingga dinilai sangat layak untuk disediakan ruang dan waktu dalam bentuk sebuah event Festival sebagai ruang berkreativitas generasi muda.


Ia menuturkan,tahun Saka Bali 1940, adalah tahun terbaik dalam sepuluh tahun perhitungan. "Artinya hitungannya nge Windhu, maka dilaksanakan Upacara Agung Panca Wali Krama, periodisasi setiap tahun pembaharuan jagat semesta," jelasnya.


Hal ini diartikan dalam keyakinan masyarakat, akan lahir dunia baru dalam kesucian. "Oleh sebab itu saya setuju dan mengapresiasi tentang tema lomba Ogoh Ogoh hari ini adalah DESA KALA PATRA, hal ini memiliki nilai pilosofi yang sangat tinggi, yaitu sebuah keharmonisan menuju Harmoni Jagat Semesta," lanjutnya.


Untuk itudalam festival Ogoh Ogoh ini , Ia berharap semua bermuara pada SARWA PRANI HITANG KARAH. yaitu keharmonisan semua makhluk hidup. Boleh ada penilaian yang baik dan yang terbaik, tapi tidak boleh ada yang saling mengalahkan, karena sesungguhnya niat untuk saling mengalahkan bukanlah intisari dari hakekat hidup, tapi itu kecendrungan pikiran yang dikendalikan oleh emosi.


Semua nilai ini diimplementasikan dalam wujud seni dan budaya, seni melahirkan jiwa halus, sabar, tenggang rasa, damai, dan harmonis, budaya melahirkan prilaku tata krama yang sopan, teduh, ramah, ikhlas, dan lascarya. "Inilah hakekat jati diri orang Bali yang sesungguhnya, untuk itu, setelah festival ini marilah kita merenung bersama," ucapnya.


Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa menyampaikan, penyelenggaraan kali ini, jumlah partisipan Festival Ogoh-Ogoh Kecamatan Karangasem adalah sebanyak 13 (tiga belas) ogoh-ogoh. Peserta merupakan perwakilan dari Sekaa Teruna dari seluruh desa/kelurahan se-Kecamatan Karangasem. "Jumlah ini memang jauh di bawah ekspektasi kami diawal, mengingat Ogoh-Ogoh yang dibuat dan diarak pada saat Hari Pangerupukan di wilayah Kecamatan Karangasem menurut estimasi kami bisa mencapai ratusan ogoh-ogoh," imbuhnya.


Cokorda Alit menambahkan, beberapa penyebab yang ditemukan, diantaranya sebagian Sekaa Teruna belum bisa  memenuhi kriteria festival. Terutama kriteria terkait penggunaan bahan ramah lingkungan. Selain itu,antusiasme yang tinggi dengan harapan tampil maksimal membuat beberapa banjar dalam satu desa pakraman bergabung untuk membuat satu ogoh-ogoh dalam rangka Festival. Beberapa Sekaa Teruna juga mengalami kesulitan dalam menghimpun anggotanya yang sebagian besar berada di luar daerah. 


Proses penjurian dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap, Penilaian On The Spot ke banjar banjar sebagai lokasi pembuatan ogoh-ogoh yang dilaksanakan dari tanggal 25-28 Februari 2019, dilanjutkan dengan penilaian kedua di lokasi daerah persiapan (DP) yang telah dilaksanakan pagi tadi, dan terakhir penilaian pada saat Parade.


Ia juga menuturkan,sebagai sebuah event yang baru pertama kali kami selenggarakan, Festival Ogoh-Ogoh Kecamatan Karangasem pada tahun ini mengambil tema besar DESA, KALA, PATRA, yang merupakan pemaknaan kedua dari Tagline Karangasem The Spirit Of Bali. Sedangkan Sub Tema yang kami pakai adalah BUTA HITA (Menenangkan Kekuatan Alam, Menciptakan Keharmonisan Jagat Raya Menuju Karangasem The Spirit Of Bali). Sub tema ini ,dinilai sangat relevan dengan kondisi Karangasem pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sebagai wilayah dengan tingkat kebencanaan yang tinggi dan dalam beberapa tahun belakangan mengalami banyak kejadian bencana alam. Dalam konsep Agama Hindu, kondisi kerawanan dan ketidakseimbangan alam ini perlu dinetralisir melalui aksi nyata dan ritual keagamaan sebagai pengamalan Falsafah Tri Hita Karana sebagai sebuah konsep keseimbangan absolut, dan pengejawantahan Konsep Rwa Bhinneda.


Keluar sebagai pemenang,Juara 1 Banjar Kodok Darsana  St Anom Darsana,  Juara 2 Desa Pakraman Padangkerta St jaya wikrama, juara 3 Banjar Tampuagan St Kumuda Jaya. Adapun hadiah bagi para pemenang yang kami sediakan berupa piala, piagam dan hadiah uang sebesar 10 juta rupiah dipotong pajak untuk Juara l, 7,5 juta rupiah dipotong pajak untuk Juara II, dan 5 juta rupiah dipotong pajak untuk Juara IlI. 


Pada kesempatan tersebut tampil Baleganjur dari Komunitas Seni Wasesa Ananta Br. Belong yang merupakan Duta Kabupaten Karangasem dalam Lomba Baleganjur Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Tahun 2019.


Dalam kesempatan ini hadir pula, I Gusti Made Tusan, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Forkopimda dan OPD lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net