Pansus Segera Rampungkan Ranperda RTRW

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Pansus Segera Rampungkan Ranperda RTRW

Bali Kini
Selasa, 18 Juni 2019

DENPASAR, Balikini.Net- Pansus Ranperda Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) akan segera merampungkan Perda No.16 tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali tahun 2009-2029 melihat batas waktu berakhir dalam waktu dekat ini.

Per tanggal 21Juni merupakan batas terakhir, dari Ranperda RTRW ini. Pihaknya akan berusaha dengan bertanggungjawab menyelesaikan Ranperda ini bersama pansus. Kata  Wakil Ketua Pansus I Negah Tamba, SH. usai rapat pembahasan tindak lanjut Ranperda RTRW di kantor DPRD Provinsi Bali, Selasa (18/6)

"Saya akan berkomitmen, pansus ini akan dieselesaikan sebelum masa jabatan habis. Saya ingin membuat sejarah baru, bekerja positif untuk Bali." kata politisi Partai Demokrat yang duduk dikomisi III DPRD Provinsi Bali.

Tamba menuturkan, ia mencari keputusan yang substansif dari kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR), beberapa dokumen yang dikirim ada yang kurang lengkap, dari pertemuan ini mendapat titik temu,  ini revisi perda RTRW, bukan membuat Perda baru.

Apa yang sudah tersirat sudah jelas, nasional mau apa?, padahal dokumen sudah disiapkan. Terkait kawasan perkotaan, ruang terbuka hijau dan sekarang kawasan bencana mitigasi akan diatur dalam Ranperda ini.

Kedepan, lanjut Tamba,  kawasan bencana akan diperhatikan, melihat Bali yang memiliki gunung berapi, 
untuk di daerah, pihaknya akan menyediakan ruang zonasi akan dimasukkan dalam Ranperda ini. 

"Masukan dari Kabupaten/Kota kita sudah masukkan  pointer-pointer penting dalam Ranperda ini," imbuhnya.

Politisi asal Jembrana menyatakan inti paling spesifik dalam Ranperda ini adalah masalah ketinggian, masalah sempadan pantai, terase jalan tol termasuk  kawasan pelabuhan yang dicetuskan Gubernur.

" Seperti sekarang wacana Gubernur mencanangkan pelabuhan segitiga yaitu sanur, nusa lembongan dan nusa penida, dermaga tanah ampo, dan bandara Bali Utara," imbuhnya.

Tamba memandang perubahan tidak ada yang signifikan, berbicara Bali agar stabil. Misalnya ekonomi Bali barat, utara, masih  rendah. Bali selatan maju karena Turis, bagaimana mendatangkan turis di Bali utara barat.makadari itu pihaknya memberi ruang melalui Bandara Bali utara. (arn/blkn).