-->

Iklan

Menu Bawah

CURAH HUJAN TINGGI,NEGARA RAWAN BANJIR DAN BENCANA

BaliKini.Net
Senin, 16 Desember 2019, 21.28 WIB Last Updated 2019-12-16T14:28:28Z
Negara,BaliKini.Net - Musim hujan mulai  turun diKabupaten Jembrana usai kemarau panjang melanda. Kondisi itu patut disyukuri , namun perlu diwaspadai karena curah hujan tinggi dengan cuaca ekstrem bisa saja terjadi. Bahkan hujan tinggi ,disertai angin kencang dan kilat sempat terjadi dibeberapa wilayah.  Untuk itu Pemkab Jembrana terus mewanti wanti masyarakat agar waspada terlebih mereka yang tinggal didaerah rawan bencana . Penekanan itu juga disampaikan kepada ASN untuk tanggap dan senantiasa waspada akan potensi musibah ditengah musim hujan yang mulai intens. “ ASN saya minta tanggap , waspadai segala potensi bencana yang kemungkinan terjadi. Jangan menunggu perintah , tapi langsung bergerak , petakan daerah yang rawan bencana dilingkungan masing-masing, “ ujar Asisten II Pembangunan  Kesejahteraan Rakyat  I Gusti Ngurah Sumber Wijaya dihadapan ribuan pegawai peserta apel rutin, senin ( 16/12).

Ngurah Sumber meminta agar ASN menjadi teladan dimasyarakat , minimal dilingkungan tempat tinggalnya masing-masing. “ Misalnya,  dilingkungan ada aliran air tersumbat , langsung bergerak bersihkan tanpa menyerahkan lagi permasalahan itu kepada OPD ynga menangani. Kalau ada gotong royong diinternal lebih bagus lagi. Intinya mari bergerak , jangan saling tunggu , “ ujar Ngurah Sumber.  

Kesiapsiagaan akan potensi bencana juga dilakukan jajaran OPD Pemkab Jembrana . Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jembrana, I Ketut  Eko Susila Artha Permana ,  mengatakan langkah antisipasi telah dilakukan , jauh sebelum musim hijan tiba. Mulai dari penataan lalu lintas dengan memangkas  pohon perindang yang terlalu rimbun . Sementara pohon –pohon yang telah lapuk dan mati langsung dipotong sehingga tidak membahayakan pengguna jalan . 

Sedangkan  langkah mitigasi bencana   dengan rutin melakukan pembersihan sungai melalui program bali resik serta gotong royong rutin pemkab Jembrana .”  Endapan lumpur sungai dikeruk menggunakan alat berat. Sementara jalur kanan kiri sungai diperlebar. Ini  guna memudahkan aliran air saat hujan deras terjadi hulu. Kita sudah lakukan itu di sungai pendem dan beberapa sungai lainnya, “ terang Eko Susila.   

Selain itu langkah edukasi kewasadaan bencana juga disampaikan kemasyarakat . Edukasi dilakukan kemsyrakat baik secara  struktural maupun spiritual . Edukasi struktural dilakukan dalam nentuk sosialisasi dan simulasi  kemasyarakat dengan mengajak relawan bencana dimasing-masing desa. “ Seperti sosialisasi yang kita lakukan  diKelurahan Lelateng dalam acara pelatihan penanggulangan bencana . Anak-anak sekolah juga kita libatkan bentuk pengenalan dini, “papar Eko. 
Sementara edukasi spiritual wujudnya mengajak warga memohon keselamatan agar dijauhkan dari bencana besar yang membahayakan .

Kesiapan dan kewaspadaan bencana juga disiapkan dari internal BPBD sendiri . Mereka telah menyiagakan anggtanya selama 24 jam dan 7 hari seminggu . Anggota bertugas dengan sistem piket. 1 regu terdiri dari 10 orang. “ Intinya ketika ada laporan masuk  kita siap tindaklanjuti . Termasuk dukungan sarana prasarana sehingga ketika terjun kelokasi semua siap ditindak lanjuti . Kecepatan juga diutamakan meminimalisir dampak yang lebih buruk terjadi , “ pungkas Eko. ( abhi / r5 )
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+