-->

Selasa, 18 Januari 2022

Tuntut Copot Bendesa Adat Dan Menyusupnya Ajaran Non-dresta, Massa Desa Adat Karangasem "Mesadu" ke Ketua Dewan


Karangasem, Bali Kini  -
Gedung DPRD Karangasem diserbu hampir seratus masa yang membawa spanduk serta bersorak-sorai pada Selasa (18/1/2022). Mereka terdiri dari Desa Adat Karangasem yang dikoordinir oleh perwakilannya yakni I Made Arnawa serta massa dari Yayasan Ksatria Keris Bali (YKKB) , yang dikoordinir langsung oleh Ketua Umumnya I Ketut Ismaya. Serta perwakilan dari 15 Banjar yang ada di Desa Adat Karangasem. 


Rupanya, puluhan massa itu ingin menyampaikan aspirasi perihal keberadaan Bendesa Adat Karangasem yakni I Wayan Bagiarta supaya lengser dari jabatannya karena dianggap melanggar beberapa ketentuan Desa Adat. Tak hanya itu, mereka juga menuntut membubarkan ajaran non-dresta yakni Sampradaya. 


"Ini hanya sebagian kecil dari kami, karena setiap Banjar hanya diwakili oleh 3 sampai 5 orang saja, maunya kami datang dengan 20 orang perwakilan per Banjar, " Jelas Made Arnawa Klian Banjar Wirya Sari yang merupakan juru bicara 15 Banjar dari Desa Adat Karangasem. Menurutnya, ia menyepakati hasil koordinasi dengan Polres terkait protokol kesehatan. 


Disambut langsung oleh Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika yang didampingi juga oleh Wakil Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Ketua Komisi I I Nengah Suparta dan Sekwan I Nengah Mindra, puluhan massa ini dikumpulkan di wantilan Gedung DPRD Karangasem. 


Juru bicara, I Made Arnawa menerangkan kedatangan mereka ke gedung DPRD Karangasem adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait beberapa persoalan yang ada di Desa Adat Karangasem. Massa menuntut agar MDA dan Pemprov Bali segera turun tangan mencabut SK dan mencopot Bendesa Adat Karangasem, karena dinilai telah terpapar ajaran Non Dresta serta pemilihan dan pengesahan yang tidak sesuai dengan awig dan pararem yang ada di Desa Adat Karangasem. Dengan mesadu ke Dewan, Made Arnawa berharap agar mendapat pengawalan dan persoalan tersebut cepat dapat terselesaikan. 


"Sebelumnya sudah melakukan paruman dengan Bendesa Adat terkait beberapa permasalahan tersebut, disana pihak Bendesa Adat sempat mengaku keliru dan siap menghapus tanda tangannya tapi setelah ditunggu ternyata Bendesa Adat ingkar janji sehingga sejumlah permasalahan tersebut menjadi mentok, " Tandasnya. 


Selanjutnya, I Made Arnawa sempat menyampaikan pada awak media bahwa ada empat point yang disampaikan pihaknya kepada DPRD Karangasem yang menyangkut pelanggaran awig-awig maupun masalah Sampradaya. Yaitu; yang pertama mengenai Bendesa Adat Karangasem telah dengan lancang membuat Paiketan dan keputusan sepihak di desa adat yang kemudian memicu terjadinya kegaduhan dan perpecahan masyarakat di Desa Adat Karangasem.


Point ke dua, pihaknya menganulir hasil keputusan paruman-paruman yang dilaksanakan oleh desa adat yang berkaitkan dengan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Point ketiga, menurut Arnawa, Bendesa Adat Karangasem yakni I Wayan Bagiarta juga telah menyusupkan ajaran-ajaran Non Dresta Adat Bali, di Pura Khayangan, di Pura Dalem, maupun di Pura Budha Ireng. 

 

Dan point yang keempat kata dia, adalah masalah pemilihan Bendesa Adat di Desa Adat Karangasem, yang menurutnya sangat konyol, dimana dari 1.493 Desa Adat yang ada di Bali, hanya di Desa Adat Karangasem saja yang terjadi, pemilihan Bendesa Adat dipimpin sendiri oleh Bendesa Adat bersangkutan, dan Bendesa Adat bersangkutan mensyahkan dirinya sendiri sebagai Bendesa Adat, tanpa membuat panitia, tanpa membuat pararem sebagai aturan sesuai dengan yang termuat dalam surat edaran.


Permintaan pengawalan di-iyakan oleh Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika. Namun pihaknya juga meminta agar massa bersabar terlebih dahulu selama proses tersebut, karena pihaknya masih akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan MDA dan instansi terkait lainnya.


"Semua aspirasi sudah kita terima dan poin-poin permasalahannya sudah kita catat, nanti kita akan koordinasikan dulu dengan MDA dan yang lainnya, semoga secepatnya dapat terselesaikan dan mendapat hasil yang terbaik," Tandas Wayan Suastika. (Ami)

Pemkot Denpasar Gandeng Pihak Ketiga Optimalkan Penataan UMKM di Kawasan Pantai Sanur


Denpasar, Setelah pembangunan  Walk Way tahap I selesai, Pemkot Denpasar kembali melanjutkan penataan Pantai Sanur yang kali ini, penataan menyasar sentra UMKM. Guna mendukung optimalisasi hal tersebut, Pemkot Denpasar turut menggandeng pihak ketiga dengan skema kemitraan atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)/CSR. Demikian diungkapkan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin Rapat Kordinasi Penataan Kios UMKM Kawasan Pantai Sanur di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (18/1).

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, Asisten Pemerintahan dan Kesra, I Made Toya, Kabag Kerjasama I Gusti Ayu Laxmy Saraswati,  Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, I Dewa Gede Rai serta perwakilan pihak swasta, BUMN, BUMD dan lainya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini berdampak serius pada pariwisata secara menyeluruh. Di Kota Denpasar, sepinya pariwisata di kawasan Sanur membuat sebagian besar UMKM ikut terdampak. Dimana, UMKM yang merupakan warga binaaan dari banjar-banjar yang berada di kawasan Sanur ini tetap berjuang serta memerlukan sentuhan untuk bisa bertahan.

Dikatakan Arya Wibawa, beragam langkah terus dilakukan Pemkot Denpasar untuk menggandeng Mitra Pemerintah dalam melaksanakan penataan kawasan wisata Sanur agar rapi dan tertata. Hal ini bertujuan untuk mempercantik tujuan wisata sebagai langkah pemulihan perekonomian rakyat serta pelaku UMKM.

“Kamiteraan ini merupakan sinergi Pemkot Denpasar dalam percepatan pembangunan dengan pola partisipasi pihak ketiga, baik swasta, BUMN, BUMD dan lainya, hal ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menata kota sesuai dengan spirit gotong royong dan vasudhaiva khutumbakam,” jelasnya

Sementara Kabag Kerjasama  I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan bahwa sebanyak 92 Kios UMKM akan disasar penataan. Dimana, dari jumlah tersebut sebanyak 70 Kios UMKM berlokasi di wilayah Desa Adat Intaran dan sebanyak 22 lainya berlokasi di wilayah Desa Adat Sanur.

Laxmy menjelaskan, penataan Kios UMKM tersebar di beberapa titik sepanjang Pantai Sanur. Yakni di Kawasan Pantai Semawang, Kawasan Pantai Mertasari, dan Kawasan Bupda Galang Kangin Desa Adat Sanur. Setelah ditata, nantinya sebelum ditempati para pelaku UMKM akan diwajibkan mengikuti sekolah pedagang pantai. Sehingga kedepan UMKM di kawasan Pantai Sanur lebih berkualitas.

“Tentu dengan ditata baik infrastruktur berupa Kios dan edukasi bagi pedagang diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM di Kawasan Pantai Sanur, sehingga kedepan pariwisata di kawasan Kota Denpasar, khususnya Sanur lebih maju dan berkualitas,” jelasnya. (Ags/Dps).

TP. PKK Denpasar Bersama PT Nestle Indonesia Selenggarakan Lomba Cooking Tournament


Denpasar, Dalam menyambut HUT Kota Denpasar ke 234 tahun, Tim Penggerak PKK Kota Denpasar bersama PT. Nestle Indonesia akan menyelenggarakan Lomba Cooking Tournament  tingkat Kecamatan se Kota Denpasar.
 
Consumer Activation Executive PT Nestle Indonesia Muhammad Iqbal Firdaus mengatakan, peserta yang akan mengikuti Cooking Tournament seluruh kader TP PKK Kecamatan. Namun setiap kecamatan mengirimkan  peserta maksimal 10 orang. “ Setiap Kecamatan pesertanya perwakilan dari Desa atau Banjar,” kata Iqbal saat audensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Selasa (18/1).


Lebih lanjut ia mengatakan, dalam Tournament akan memperebutkan juara I, II dan III. Bagi yang juara akan ikut lomba tingkat Kota.  Tidak hanya itu dalam Cooking Tournament peserta juga akan diberikan sosialisasi tentang penakaran yang bagus terkait penggunaan penyedap makanan. Sesuai takaran yang benar maka tidak mengganggu kesehatan.


Iqbal menambahkan perlengkapan maupun bahan untuk Cooking Tournament telah disediakan langsung PT Nestle Indonesia. Sehingga peserta tidak perlu mempersiapan dari rumah.

Dalam kegiatan itu juga akan diadakan lomba kreasi parcel maggi. 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, melalui lomba ini kader PKK dapat berkreasi dalam memasak sehingga menampilkan yang terbaik. Sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat diharapkan Cooking Tournament mengambil tema GEMARIKAN (Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan). “Dengan tema tersebut peserta akan berkreasi dalam membuat menu sehingga anak-anak suka makan ikan,” kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara. (Ayu/)

Cegah Penyebaran DBD, Kelurahan Ubung Berikan Pembinaan Kepada Pedagang Barang Bekas


Denpasar-Kelurahan Ubung melakukan pembinaan kepada pedagang barang bekas (rongsokan) untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai meningkat seiring memasuki musim penghujan. Pembinaan dilakukan dengan memberikan sosialiasi masalah pengelolaan kebersihan dan penataan barang bekas sehingga tidak menimbulkan genangan air dan lingkungan jorok.

Kegiatan pembinaan dilakukan oleh Lurah Ubung, I Wayan Ariyanta bersama Kepala Lingkungan (Kaling) Sari, I Gede Sumantra dan Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas), I Wayan Sudarta dan Made Sudiana, pada Selasa (18/1)

Dalam Kesempatan tersebut, I Wayan Ariyanta menyampaikan pengusaha barang bekas diwajibkan menata barang-barang dengan rapi dan tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya. Hal ini untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terjadinya kesan kumuh di lokasi usaha dan menghindari terjadinya genangan air hujan di musim penghujan yang berdampak pada penyebaran DBD dari segi Kesehatan.

“Para pedagang barang bekas silakan melakukan kegiatan usaha tapi dampak dari kegiatan usaha itu harus menjadi atensi dan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. 

Lebih lanjut Ariyanta menyampaikan Kegiatan ini dilakukan sesuai hasil pemantauan atau monitoring oleh Satlinmas. Hasil dari Monitoring di wilayah oleh Satlinmas akan ditindaklanjuti dengan memberikan pembinaan bersama Kaling setempat. Pembinaan ini disambung baik oleh para pedagang barang bekas dengan menyanggupi menata dan menjaga kebersihan tempat usahanya.

Cegah Angka Stunting, PT. Pharos Tbk. Siap Kolaborasi Dengan Pemkot Denpasar

Denpasar-Dalam upaya mempercepat penurunan dan memutus angka stunting di Kota Denpasar PT Pharos Tbk akan membantu Pemerintah Kota Denpasar dengan memberikan edukasi kepada remaja putri, ibu hamil dan masyarakat akan pentingnya tablet tambah darah untuk mencegah anemia. Hal ini disampaikan General Manager Pemasaran PT Pharos Tbk Haki Subakti saat audiensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan istri Wakil Walikota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa  Selasa (18/1) di Gedung Santi Graha Denpasar. 


Lebih lanjut ia mengatakan, edukasi tentang  pentingnya tablet tambah darah  diberikan karena banyak remaja putri atau masyarakat yang tidak mengetahui bahwa mereka kekurangan darah. "Sehingga dalam edukasi tersebut akan  akan dijelaskan secara detailnya," kata  Haki Subakti.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama PT. Pharos Tbk karena telah ikut serta dalam mencegah dan memutus angka stunting di Kota Denpasar. "Dengan adanya keterlibatan  berbagai pihak, diharapkan tidak ada lagi kasus stunting di Kota Denpasar," kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara

Lebih lanjut dikatakan, dalam penurunan dan memutus angka stunting TP. Penggerak PKK juga telah melakukan berbagai upaya seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita kurang gizi dan ibu hamil.

Dengan berbagai langkah diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga tidak ada angka kasus anak stunting di Kota Denpasar. (Ayu/)

Areal Subak Tibu Beleng dijadikan Pilot Project Pengembangan Kawasan Korporasi Petani


JEMBRANA, Bali Kini -  Subak Tibu Beleng desa Penyaringan kecamatan Mendoyo dijadikan sebagi pilot project  pengembangan dan pemberdayaan kawasan korporasi petani berupa padi dan beras. Hal itu dilakukan sebagai upaya dan langkah untuk mendukung dan mewujudkan kemandirian ketahanan pangan di kabupaten Jembrana.

Untuk melihat secara kondisi riil dilapangan, bupati I Nengah Tamba bersama dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Jembrana I Wayan Sutama secara langsung melakukan penjajakan di subak yang memiliki areal seluas 395 ha yang dipandu langsung oleh kelian subak I Nyoman Tehnik.

“Subak Tibu Beleng yang ada di desa Penyaringan kecamatan Mendoyo ini akan dijadikan semacam pilot projec pengembangan dan pemberdayaan kawasan untuk hulu – hilir untuk komoditas padi dan beras. Ini kita masih berjuang dengan Bank Mandiri di pusat,”kata kadis pertanian I Wayan Sutama.

Sutamajuga menegaskan, sebelumnya pihaknya bersama bupati telah melakukan survey ke Jawa Barat.”Dari situ(Jawa Barat),ternyata subak kita(Tibu Beleng) sangat potensial sekali untuk kita jadikan pilot projec pengembangan dan pemberdayaan komoditas padi ini. Hanya saja, saat ini kita masih menunggu  pihak Bank Mandiri pusat akan langsung melakukan survey terhadap komoditi unggulan petani kita ini. Saya yakinkan, dengan keseriusan pak bupati ini tahun ini Jembrana bisa difasilitasi oleh bank Mandiri khususnya subak Tibu Beleng ini yang meliputi luasan areal seluas 395 ha, ”ujarnya.

Sementara Bupati I Nengah Tamba mengatakan,  subak Tibu Beleng yang ada di desa Penyaringan kecamatan Menoyo sangat layak untuk dijadikan pilot project pengembangan dan pemberdayaan kawasan untuk komoditi pertanian Jembrana berupa padi dan beras.”Untuk tahap pertama ini kita sediakan areal pertanian berupa komoditi padi seluas 395 ha. Ini dikelola oleh tiga subak. Mereka ini merupakan para petani subak yang benar-benar handal dan penuh semangat,”ujarnya.

Dihadapan petani, Bupati Tamba juga berharap agar produksi gabah petani saat pasca panen dapat dibeli dengan harga cukup tinggi begitu juga beras harganya  agak murah. Konsep ini bertujuan agar kesejahteraan petani akan semakin baik. Ini kita doakan dan harapkan kepada bapak Menteri,”pungkasnya(eka/ hmsj).

 

Peringatan Tumpek Uye di Jembrana dipusatkan di Bendungan Palasari


JEMBRANA, Bali Kini -  Pemkab Jembrana menyiapkan Bendungan Palasari sebagai tempat peringatan Tumpek Uye ( tumpek kandang ) . Peringatan tumpek uye itu sesuai arahan gubernur Bali terkait Perayaan Tumpek Uye yang dimaksudkan untuk sebagai bentuk pemuliaan wewalungan/hewan. 

Guna memantapkan pelaksanaan Perayaan Tumpek Uye  di Jembrana, Sekda Jembrana, Drs. I Made Budiasa.,M.Si didampingi Asisten Pemerintahan dan Pemasyarakatan Setda Kabupaten Jembrana, Drs. I Nengah Ledang  memimpin rapat pelaksanaan Tumpek Uye pada Selasa (18/1) bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Jembrana.

Rencananya , perayaan Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi yang jatuh pada Sabtu (29/1) akan dipusatkan di Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya.

Sekda Budiasa menjelaskan , rangkaian kegiatan meliputi, kegiatan Niskala diantaranya penyucian danau dan otonan sarwa wewalungan, persembahyangan tumpek uye . Sementara kegiatan Sekala berupa pelepasan 10 ribu ekor ikan ke Bendungan Palasari, pelepasan burung dan resik sampah di sekitar Bendungan.

“ Perayaan Tumpek Uye dengan Upacara Danu Kerthi ini juga dilaksanakan di masing-masing desa dan kelurahan, desa adat, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan swasta serta masyarakat,” jelasnya. (hj)

Wabup Patriana : Perarem untuk Ajegkan Bali dari Banjar Adat


Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna ,menghadiri karya pasupati perarem Banjar Adat Waru Mekar Dauhwaru Kecamatan Jembrana , (senin malam  17/1/2022 ). Perarem yang baru  selesai,  memuat awig awig dan instrumen adat sebagai pedoman kehidupan adat di banjar Waru Mekar Jembrana . Upacara penyucian perarem bertepatan dengan rahina purnama sasih kaulu.  , diawali dengan persembahyangan bersama di padmasana banjar adat setempat. Selain itu , bersama krama adat setempat , Wabup Patriana juga sempat melaksanakan penanaman bibit alpukat kuba diwewidangan banjar adat Waru Mekar .

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mewakili Bupati I Nengah Tamba mengapresiasi semangat  krama atas terselesaikannya dengan baik  perarem banjar pekraman. Penyusunan perarem ini tentu tidak mudah sebut Patriana, karena mesti didasari  dengan kesepakatan baik manah, bawos lan laksana(pikiran , perkataan dan perbuatan) . Selain itu , pasupati perarem  juga berdasarkan desa mawa cara(situasi dan kondisi desa setempat. “ Mewakili Bupati Jembrana , saya bahagia dan berbangga sekali kepada  krama banjar  atas terselesaikannya   perarem banjar pekraman . Semoga bermanfaat dalam pelaksanaan tata laksana kehidupan krama disini , serta mampu mengajegan Bali dimulai dari banjar adat , “ ujar Patriana  .

Kedepan, sambung Wabup Patriana , perarem  yang telah dipasupati ini  senantiasa dapat digunakan dalam  perencanaan  pembangunan di banjar adat menuju  krama landuh.”Perarem yang telah menjadi dasar acuan bagi krama adat ini , selain nantinya dapat dijadikan acuan dalam segala bentuk pembangunan di banjar adat juga digunakan dalam memecahkan berbagai persoalan  dan permasalahan menuju  krama banjar tentram dan damai,”ujar Wabup yang akrab disapa Ipat ini .

Sementara Kelian Adat Banjar Waru Mekar , AA Bagus Radnyana mengatakan perarem sudah berakhir masa berlakunya sejak tahun 2014 . Guna menyusun perarem yang baru , pihaknya telah membentuk tim beranggotakan sebelas krama . Selama 1 bulan tim itu bekerja , menyusun perarem serta melakukan sosialisasi kepada krama hingga bisa disahkan sekarang . “ Melalui perarem ini akan mengatur jagat kerthi , sehingga ada keseimbangan jiwa baik hubungan kepada Ida Sang Hayang Widi Wasa, dengan sesama krama serta dengan lingkungan .

Terkait dengan digelarnya pasupati perarem , hal itu dimaksudkan sebagai bentuk penguatan niskala sehingga perarem yang sudah disepakati krama ini bisa dilaksanakan dengan baik kedepannya . Melalui perarem itu diharapkan mampu menuntun kehidupan krama adat menuju kehidupan krama yang Sagilik-Saguluk Salunglung Sabayantaka, Paras-Paros Sarpanaya, ( menjungjung tinggi nilai kegotong royongan, saling mebantu , saling menyayangi dan tolong menolong ).   “ Upacara ini agar perarem yang sudah disusun serta disepakati bersama  mempunyai “ taksu “ . Jadi ada rohnya , tidak hanya sekedar selembar kertas , namun ada komitmen dari seluruh krama untuk mentaati dan menjalankannya dengan baik . Itu harapan kami, “ pungkasnya . ( abhi/hj) 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved