-->

Jumat, 26 November 2021

TP PKK Tabanan Harapkan Inovasi Yang Baru Demi Peningkatan Program Pembangunan


Tabanan  – Ny Rai Wahyuni Sanjaya, selaku Ketua TP PKK Tabanan berharap Ketua TP PKK yang baru mampu mengemban tugas dengan baik, saat melakukan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Penebel, di Kantor Camat Penebel, Jumat (26/11). Nampak hadir saat itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Tabanan, Camat yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Camat Penebel, dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Penebel. 

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan yang dilakukan sesuai dengan keputusan Ketua Umum TP PKK Pusat, Nomor : 13/KEP/PKK.PST/XII/2015 tentang hasil Rakernas VIII PKK Tahun 2015 bidang kelembagaan, yang pada poinnya meyampaikan; setiap ada pergantian camat maka secara otomatis dilaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan ketua TIM Penggerak PKK Kecamatan. Oleh sebab itu, masa jabatan Drs. I Gusti Ngurah Supanji, M.Si, selaku ketua TP PKK Kecamatan Penebel, digantikan oleh Ny. Mas Trisnayanti Surya Dharma S.Kom, selaku Ketua yang baru. 

Ungkapan Apresiasi dan Selamat ditujukan untuk Ketua TP PKK yang baru oleh Ny. Rai Sanjaya, serta berharap amanat yang diemban hendaknya diisi dengan bekerja sebaik mungkin dalam mengemban tugas, dengan melanjutkan program dan kegiatan yang sudah diprogramkan, serta mencari inovasi baru demi peningkatan kesejahteraan keluarga. 

Hal tersebut untuk menunjang tugas besar yang harus dilaksanakan oleh TP PKK yakni sebagai fungsi eksternal dalam merealisasikan program kerja PKK yang sudah dirancang, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selain itu juga fungsi internal untuk menunjang fungsi eksternal tersebut. Di mana dalam upaya mewujudkan Visi dan Misi Gerakan PKK dan menghadapi tantangan kedepan, dibutuhkan perencanaan, pelaksanaan dan upaya untuk menggerakkan PKK di Desa / Kader Dasa Wisma sebagai ujung tombak pelaksanaan 10 Program pokok PKK. 

“Keberhasilan proses pembangunan masyarakat akan sangat ditentukan oleh seberapa besar tingkat partisipasi masyarakat itu di dalam mendukung program-program pembangunan yang dilaksanakan” Kata Ny. Rai Sanjaya. 

Program dan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembangunan nasional yang perlu terus dipacu seirama dengan dinamika pembangunan, sejalan dengan pembangunan di Kabupaten Tabanan sesuai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), yaitu mengembangkan tata kehidupan masyarakat khususnya Gerakan PKK yang gencar dikembangkan, yaitu AKU HATINYA PKK. 

“Harapan saya untuk Ketua yang baru, agar bisa segera menyesuaikan diri dalam mengikuti program-program PKK yang mengacu pada Program TP PKK Provinsi, utamanya pada situasi pandemi seperti saat ini” Ungkap Ny. Rai Sanjaya yang juga menjabat sebagai Ketua K3S Tabanan. “Program yang kita unggulkan adalah Hatinya PKK, dan program itulah yang saya harap untuk Ibu Camat, agar lebih intens menyesuaikan, sehingga hasilnya bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat” Lanjutnya. 


Senada dengan harapan Ny. Rai Sanjaya, Ketua TP PKK Kecamatan Penebel, Ny. Mas Trisnayanti mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berharap kedepannya ia mampu mengemban tugas dan kewajiban dengan baik disertai penuh rasa tanggung jawab, untuk meningkatkan peran serta PKK dalam menyukseskan pembangunan, serta mendukung program-program yang telah dirancang terutama 10 Program Pokok PKK di Tabanan. (tbn)

Bupati Tabanan Serahkan Penghargaan dan Hadiah Juara Festival Tutur Rare


Tabanan  – Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada generasi muda yang memahami dan melestarikan Adat, Seni dan Budaya sejak dini, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., memberikan penghargaan dan hadiah kepada peserta yang menjadi juara dalam festival Tutur Rare tingkat Kabupaten Tabanan tahun 2021, Jumat, (26/11). 

Penghargaan dan hadiah tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Sanjaya kepada para juara di rumah jabatan Bupati. Turut mendampingi saat itu, Sekda I Gede Susila, Asisten Pemerintahan dan Kesra dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Festival Tutur Rare Tabanan tahun 2021 ini dimaksudkan sebagai wadah pembelajaran bagi para generasi muda khususnya di Tabanan agar lebih memahami seni, adat dan budaya sedari usia dini. Sehingga diharapkan kedepannya mampu melestarikan seni, adat dan budaya Bali, mengingat hal itu merupakan salah satu keunggulan Bali yang harus dijaga kelestariannya. 

Hal ini juga dikatakan Bupati Tabanan, Sanjaya, merupakan perwujudan dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Selain infrastruktur dan ketahanan pangan, pelestarian seni, adat dan budaya juga merupakan skala prioritas pembangunan di Kabupaten Tabanan.

Berbagai bentuk apresiasi dan penghargaan pun diberikan Bupati Sanjaya kepada para juara. Ia mengatakan sangat bangga memiliki generasi muda yang memahami seni, adat dan budaya sejak dini. “Ini membuktikan bahwa apa yang menjadi keinginan dalam hal ini sesuai dengan visi misi kami. Merupakan kebanggaan bagi kita memiliki generasi muda yang memahami seni, adat dan budaya sejak dini,” ungkap Sanjaya. 

Selebihnya Ia berharap, festival Tutur Rare ini lebih ditingkatkan dan mampu mendapat antusias yang baik bagi para generasi muda. “Mudah-mudahan tahun depan festival Tutur Rare Tabanan ini lebih menggeliat lagi. Dan sekali lagi saya memberikan apresiasi, walaupun ditengah pandemi tetapi semangat kegiatan pelestarian seni, adat dan budaya masih berjalan dengan baik di Kabupaten Tabanan,” imbuh Sanjaya.

Pada kesempatan yang sama, orang tua dari IGA. Gede Rafa Nararya Mahardika (Juara I festival), mengucapkan terimakasih karena festival Tutur Rare ini memberikan kontribusi bagi generasi muda, terutama anak-anak untuk mengenali kebudayaan dan aktualisasi yang diungkapkan melalui tutur rare yang sangat bermakna. “Semoga kedepan dapat memberikan kontribusi positif dan gaung kepada regenerasi-regenerasi selanjutnya untuk menghargai budaya, seni dan adat yang ada di Bali khususnya,” tutur I Gusti Nengah Hari Mahardika alias Gung Ngah. (Tbn)

Kamis, 25 November 2021

Bupati Tabanan Mohon Kerahayuan Jagat di Pura Luhur Tanah Lot


BALI KINI ■ Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya memohon kerahayuan jagat Bali di tengah masa pandemi yang masih belangsung, saat mengikuti persembahyangan Pujawali Piodalan di Pura Sad Kahyangan Luhur Tanah Lot, pada Rabu (24/11). 

Turut mengikuti persembahyangan dengan khidmat, Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, S.E., didampingi Ny. Widiartini Wirawan, Sekda, Para Asisten Sekda, Anggota DPRD, dan OPD terkait, Camat dan unsur Muspika, Perbekel, serta tokoh masyarakat setempat. 

Pada Piodalan yang dilakukan di Pura Sad Kahyangan Luhur Tanah Lot yang diselenggarakan pada Dewasa Buda Cemeng Langkir ini, selain memohon untuk kerahayuan jagat Bali khususnya Kabupaten Tabanan, Bupati Sanjaya juga berdoa agar sektor perekonomian di Bali bisa kembali pulih. Begitu juga agar situasi di sektor kesehatan dan pariwisata bisa semakin kondusif, terlebih menjelang libur akhir tahun. 

Ungkapan rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan oleh Bupati Sanjaya untuk seluruh lini masyarakat yang berperan serta dalam membantu Tabanan meningkatkan infrastruktur pembangunan secara bersinergi dan bergotong-royong, meskipun pandemi Covid-19 masih membelenggu. 

Ia berharap, upaya gotong-royong dan sikap kebersamaan yang senantiasa dilakukan masyarakat dalam hal keagamaan hingga pembangunan, selanjutnya mampu meningkatkan kualitas diri sebagai masyarakat yang Unggul dan Madani (mandiri). Sejalan dengan Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Selebihnya, meksipun kasus Covid-19 melandai di Kabupaten Tabanan, namun orang nomor satu di Tabanan itu, tidak hentinya mengingatkan kepada seluruh masyarakat utamanya warga Tanah Lot, untuk terus disiplin menerapkan hidup sehat dan protokol kesehatan 3M yang ketat. Karena meskipun melandai, kita tetap tidak boleh abai. (tbn)

Sabtu, 20 November 2021

Bupati Tabanan Ajak Masyarakat Bangun Tabanan dengan Semangat Puputan


BALI KINI ■ Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya,  mengajak seluruh masyarakat agar selalu bersinergi dan turut serta membangun Tabanan dengan Semangat Puputan yang ditunjukan oleh para pahlawan yang membela bangsa dalam Puputan Margarana 20 November 1946 silam.

Hal itu disampaikan Bupati Tabanan, Sanjaya saat menghadiri serangkaian Apel Peringatan Puputan Margarana ke-75 yang digelar Pemprov Bali di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Sabtu, (20/11).

"Dengan semangat puputan Margarana, mari kita membangun Tabanan menjadi lebih baik menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM)," ujar Sanjaya.

Apel rutin yang digelar Pemprov Bali setiap tanggal 20 November ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace. Turut hadir saat itu, Sekda Bali, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Peringatan ini adalah salah satu upaya untuk mengenang jasa para pahlawan Bali yang telah berjasa besar berjuang mengusir penjajah dalam Puputan Margarana 20 November 1946. Diharapkan hal ini mampu memberikan vibrasi yang positif serta inspirasi bagi masyarakat untuk turut serta dalam mewujudkan pembangunan.

Selain itu, peringatan ini juga diharapkan mampu memupuk rasa nasionalisme, serta persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga Bali dan Indonesia pada umumnya menjadi bangsa yang besar.

Peringatan kali ini terbilang tidak seperti peringatan-peringatan sebelumnya, bahkan terbilang sepi karena masih dalam masa pandemi. Namun hal itu tidak mengurangi arti dan makna upacara peringatan.

Para peserta yang telah hadir sejak pagi sangat antusias mengikuti Apel. Setelah apel, rombongan yang dipimpin Wagub Cok Ace, melakukan ziarah dan tabur bunga di makan para pahlawan yang diawali dengan tabur bunga di monumen TPB Margarana, dilanjutkan dengan tabur bunga di Makam pahlawan I Gusti Ngurah Rai dan makam pejuang lainnya, dilanjutkan persembahyangan bersama di monumen TPB Margarana.

Selain peserta apel, nampak juga saat itu beberapa keluarga para pahlawan dan masyarakat umum yang melaksanakan ziarah dan tabur bunga di makan para pahlawan TPB Margarana. Bahkan salah satu keluarga Pahlawan yang berasal dari Jepang, rutin setiap tahunnya melakukan ziarah ke TPB Margarana untuk melakukan penghormatan.(Tbn)

Rabu, 17 November 2021

Bupati Tabanan Dukung Penuh Kreatifitas Lomba Barong Bangkung


BALI KINI ■ Mendukung penuh kegiatan kreatif yang dilakukan anak muda Desa Delod Peken, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M hadiri pembukaan Lomba Barong Bangkung Virtual, Se-Bali yang diselenggarakan oleh Sekaa Barong Bangkal Ganas di Kantor Desa Delod Peken, Tabanan, pada Rabu (17/11). 

Turut menghadiri undangan, nampak hadir Anggota DPRD Tabanan, Sekda, Kadis Kebudayaan Kepala BKD, Kabag Kesra, Kabag Prokopim, Camat dan Perbekel Delod Peken, OPD Terkait dan Tokoh masyarakat setempat. Pembukaan ini juga diramaikan oleh seluruh peserta lomba Barong Bangkung virtual dan anggota Sekaa Barong Bangkal Ganas.

Sekaligus sebagai pemrakarsa acara, kegiatan lomba ini merupakan bentuk peringatan hari jadi Sekaa Barong Bangkal Ganas yang ke-17 tahun. Sementara masih dalam situasi pandemi, pelaksanaan lomba dilakukan secara virtual dan peserta nantinya akan memberikan penampilan terbaik guna memperebutkan hadiah juara 1, 2, 3 dan favorit. Adapun sumber pengadaan dana pada lomba ini, didapatkan dari tokoh-tokoh masyarakat setempat di Tabanan. 

Masih dalam suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan, Barong Bangkung, sebagai jenis Barong yang tradisinya dipentaskan oleh anak-anak dan remaja berkeliling desa ini merupakan suatu budaya dan tradisi di Bali serta dipercaya memiliki tujuan untuk menolak Bala sekaligus sebagai bentuk perayaan kemenangan atas Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (Kejahatan). 

Oleh sebab itu, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi upaya dan kreatifitas masyarakat Desa Delod Peken dalam mempopulerkan Barong Bangkung sebagai wujud seni dan budaya asli masyarakat bali yang patut dilestarikan. “Saya memberikan apresiasi dan kehormatan kepada Sekaa Barong Bangkal Ganas yang sudah mampu memberikan kreatifitas yang luar biasa dalam memperkenalkan seni Barong Bangkung” Ujar Sanjaya.

Mewakili Pemerintah Tabanan, ia juga merasa wajib untuk terus mengayomi dan mendukung kreatifitas utamanya pada anak-anak muda di Tabanan, dalam membangkitkan seni dan budaya di kalangan anak muda. “Kita harus bangga sebagai orang Tabanan, sebab ramainya Barong Bangkung yang biasa ditampilkan di Kota atau Kabupaten-kabupaten lain di Bali itu, asalnya kebanyakan dari Tabanan” Tambahnya. 

Lebih lanjut, ia berharap agar seni dan budaya asli Bali seperti Barong Bangkung, ogoh-ogoh dan seni yang membutuhkan kreatifitas anak muda di Tabanan ini agar jangan sampai ditinggalkan dan terus dipopulerkan. 

“Kami selaku Pemerintah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang positif di masyarakat, karena seni dan budaya tidak bisa jalan sendiri, harus didukung oleh Pemerintah” lanjut Sanjaya. Hal tersebut agar bisa linear dan bersinergi dengan Program Pembangunan Kesejahteraan Rakyat yang mencakup Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya dalam mewujudkan Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (TBN)

Selasa, 16 November 2021

Raih WTP 7 Kali Beruntun, Pemkab Tabanan Dianugerahi Plakat dan Piagam Penghargaan oleh Pemerintah Pusat


Tabanan ,Bali Kini –
Capaian kerja keras Pemkab Tabanan dalam mewujudkan transparansi pengelolaan keuangan selama tujuh tahun terakhir dengan meraih Opini WTP 7 kali secara berturut-turut dari tahun 2014-2020 mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Atas raihan tersebut, Pemkab Tabanan dianugerahi plakat dan piagam penghargaan dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan.


Plakat dan Piagam Penghargaan tertinggi Pemerintah Pusat atas pengelolaan keuangan tersebut diberikan secara langsung oleh Menkeu RI yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho, kepada Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di ruang rapat Bupati di kantor Bupati Tabanan, Selasa, (16/11).


Kegiatan yang dirangkaikan dengan penandatangan nota kesepakatan kerjasama antara Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali dengan Bupati Tabanan itu, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.


Raihan Plakat dan Piagam Penghargaan ini merupakan hasil yang bagus bagi Pemkab Tabanan. Untuk itu, Bupati Tabanan, Sanjaya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah RI yang dalam hal ini Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Hal ini adalah kerja keras yang dilakukan seluruh perangkat daerah termasuk eksekutif dan legislatif Tabanan dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik dan bisa dipertanggung-jawabkan untuk masyarakat. Hal ini juga diharapkan mampu dipertahankan dengan kerja keras dan penuh komitmen.


Terkait nota kesepakatan kerjasama yang ditandatangani bersama Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Bupati Sanjaya berharap hal ini menjadi suatu acuan bagi seluruh jajaran di Tabanan. “Saya berharap hal ini sebagai acuan dalam kegiatan permanfaatan bersama data dan informasi serta penguatan koordinasi penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan keuangan antara Pemerintah Pusat dan dan Pemkab Tabanan yang dibentuk berupa nota kesepakatan. Semoga Nota Kesepakatan ini berhasil guna dan berdaya guna,” harap Sanjaya.


Sementara, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan, Pemerintah Pusat tidak akan mengabaikan Pemerintah Daerah yang telah melakukan Tugasnya dengan baik. Apalagi saat ini dalam masa pandemi yang memerlukan pengambilan keputusan yang sangat cepat dan tepat, sehingga diperlukan akuntabilitas, tranparansi serta bertanggung-jawab atas pengelolaan keuangan setiap daerah.


“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas berbagai bentuk sinergi antara kami Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali dengan Pemkab Tabanan yang sudah terjalin dengan baik selama ini,” ujarnya.


Selebihnya, Ia juga mengatakan Pemkab Tabanan sudah 7 kali secara berturut-turut mendapatkan Opini WTP yang dikatakannya sebagai bukti wujud keseriusan Pemkab Tabanan dalam mengelola keuangan. Ia juga sangat mengapresiasi komitmen dari Pemkab Tabanan yang secara terus menerus berupaya mengoptimalkan pengelolaan keuangan. Ia berharap, akuntabilitas, transparansi pelaporan keuangan terus dapat dipertahankan [Rls]

Jumat, 12 November 2021

Bupati Tabanan Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berjalan dengan Baik


BALI KINI ■ Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., turun langsung melihat kondisi pembangunan infrastruktur jalan penghubung Marga-Tunjuk di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat, (12/11). Bupati Tabanan, Sanjaya, ingin memastikan pembangunan betul-betul sesuai kualitas yang ditentukan.

Setibanya di lokasi dengan didampingi oleh salah satu anggota DPRD, Sekda dan OPD terkait, Perbekel dan Bendesa Adat Kelaci, Bupati Sanjaya langsung memeriksa kualitas infrastruktur jalan penghubung Marga-Tunjuk itu. Ia ingin memastikan agar dana yang dipakai untuk pembangunan tersebut benar-benar sesuai dengan kualitas, sehingga bisa dipertanggung-jawabkankan kepada masyarakat. 

Bahkan nampak saat itu, Bupati Sanjaya memukul senderan jalan dengan palu untuk mengetahui bangunan itu sesuai dengan kualitasnya. Ia juga berkesempatan melakukan pemadatan pinggiran jalan. “Senderannya bagus sekali, dan saya berikan apresiasi juga kepada pelaksana. Karena saya ingin, dana yang dipakai untuk infrastruktur ini betul-betul dimanfaatkan dengan baik. Jadi harus dioptimalkan, terutama kualitasnya,” ujar Sanjaya usai melakukan pengecekan.

Disamping itu, Ia juga menghimbau kepada Perbekel, Bendesa Adat dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. “Jalan ini sudah diperbaiki, tolong dipelihara dengan baik. Jalan ini bukan hanya milik pemerintah tetapi sudah menjadi milik masyarakat. Bagaimana caranya untuk menjaga? Perbekel, Bendesa Adat dan jajaran agar kedepannya untuk budayakan lagi budaya tedun gotong-royong,” pintanya. 

Hal itu menurutnya sangat penting dilakukan, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan. Untuk itu, Ia sangat berharap kepada semua pihak terkait di  sekitar jalan penghubung tersebut agar membangkitkan budaya tedun gotong-royong minimal sebulan sekali. Ia juga mengatakan hotmix ini sangat cepat rusak jika terus menerus digenangi air. “Apalagi di musim hujan saat ini sangat rentan dengan sampah dan air yang menggenang. Jangan sampai ada sampah yang mampet sehingga mengganggu hotmix jalan,” tegasnya lagi.

Atas kehadiran Bupati Sanjaya dalam pembangunan jalan tersebut, I Made Sudarya selaku Bendesa Adat Kelaci mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya  kepada Pemkab Tabanan. Bahkan, Ia juga mengatakan, akan siap untuk menjaga infrastruktur jalan tersebut. “Saya selaku Bendesa Adat, akan mengumumkan himbuan ini kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga apa yang sudah dibangun agar bisa terpelihara dengan baik,” ucapnya saat itu. (Tbn)

Suasana Hari Raya Galungan, Bupati Tabanan Ngantor di Desa Marga Dauh Puri


BALI KINI ■ Sejak dilantik pada 26 Februari 2021 silam, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E. M.M., berkomitmen mewujudkan pembangunan dari Desa dengan secara rutin melakukan kegiatan ngantor di desa-desa. Setelah libur Galungan, kegiatan ini dilakukan di Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, untuk mengetahui permasalahan di masyarakat dan memastikan program pemerintah berjalan optimal, Jumat, (12/11). 

Dengan didampingi oleh salah satu anggota DPRD, Sekda dan OPD terkait, Bupati Sanjaya membahas sejumlah kendala dan program-program pembangunan. Selama satu jam lebih, Sanjaya berdiskusi dan mendengarkan penyampaian dari Perbekel dan jajaran di Kantor Desa Marga Dauh Puri. Mulai dari aspirasi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan, pemanfaatan dan alokasi dana desa, hingga pengembangan potensi-potensi pertanian dan pelaksanaan program tata kelola sampah.

Dengan begitu, Ia mengetahui apa yang harus dan yang perlu dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sehingga, bisa dirembugkan bersama  jalan keluarnya. Untuk itu, sejak dilantik menjadi Bupati Tabanan, Ia secara rutin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui program Ngantor di Desa. Kalaupun tidak bisa dimasukan dalam program saat ini, namun kedepannya bisa dimasukan dalam perencanaan di Dinas terkait. 

“Kita tidak bisa membangun hanya dengan data saja, kalaupun saat ini tidak bisa diwujudkan, tetapi kedepannya akan lebih mudah dimasukan dalam program perencanaan. Untuk itu, saya selalu berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat agar mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

Dalam diskusi tersebut, Bupati Sanjaya juga amenghimbau kepada Perbekel dan jajarannya agar tidak asal-asalan dalam merancang suatu program. Ia mengingatkan, program di Desa harus selaras dengan program Pemkab. Sehingga, apa yang menjadi visi misi Pemkab yang salah satunya adalah membangun dari Desa dan mewujudkan Data Desa Presisi di Tabanan bisa terwujud dengan sinergi yang baik dari Pemerintah Desa dan Pemkab.

“Hati-hati dalam menyusun program, karena hal ini sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Jangan pula membuat banyak program, cukup buat beberapa program yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat yang tentunya selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pinta Sanjaya. 

Pada kesempatan yang sama, Perbekel Desa Marga I Wayan Pasek Widiana dan jajarannya menyampaikan terimakasih atas saran dan masukan dari Bupati Sanjaya dalam diskusi tersebut. Pihaknya juga menegaskan, bahwa kedatangan orang nomer satu di Tabanan banyak memberikan inspirasi dan inovasi dalam membangun. Pihaknya juga mengatakan akan bekerja lebih keras lagi dan selalu bersinergi dengan Pemkab. (Tbn)


Bupati Tabanan Doakan Kerahayuan Jagat Dalam Persembahyangan di Pura Batukau


BALI KINI ■ Harapkan Kerahayuan Jagat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, hadiri Uleman Pujawali Ring Pura Sad Kahyangan Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel Tabanan. 

Dalam persembahyangan ini, Bupati Sanjaya didampingi oleh Ketua DPR bersama anggota, Sekda, Para Asisten, Kepala Bapelitbang, Kepala Inspektorat, Kepala PMD, Kepala BKPSDM, Kabag Prokopim, Kabag Kesra, Camat Penebel dan tokoh masyarakat setempat, pada Kamis (11/11).

Pelaksanaan karya yang dipuput dengan semangat gotong royong warga Wongaya Gede ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari Bupati Sanjaya. Terlebih saat pelaksanaan karya yang bertepatan dengan Hari Raya Umanis Galungan, tidak serta merta mengurangi antusiasme masyarakat untuk bersama-sama mempersiapkan sarana upakara yang terbaik dan melaksanakan yadnya dengan penuh keyakinan.

“Dengan kontribusi besar masyarakat dalam pelaksanaan karya ini, sudah tergolong karya yang Sat Wika Yadnya, terutama saat bersama-sama, gotong-royong sampai karya ini puput, sudah sangat sesuai dengan sastra keagamaan” Ujar Sanjaya selepas melaksanakan persembahyangan. Meskipun disambut suasana yang hujan lebat, namun tidak juga menyurutkan semangat untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dan ikut melaksanakan persembahyangan. 

Masih dalam momentum hari besar keagamaan Hindu yaitu Hari Raya Galungan dan bertepatan setelah memperingati Hari Pahlawan 10 November lalu, Sanjaya juga berharap kebersamaan yang diterapkan masyarakat Wongaya Gede bisa meneguhkan semangat dalam berperang menegakkan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Serta berdoa untuk Kerayahuan jagat Bali, terutama di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda tidak hanya di Indonesia, namun pada skala global. 

“Harapan saya agar Masyarakat Bali khususnya selalu diberkati dengan kerahayuan dan keselamatan, terlebih agar pandemi ini bisa segera berakhir dan semua aktifitas baik menyangkut ekonomi maupun pariwisata bisa kembali normal” sambungnya. Selain itu, sikap  masyarakat Tabanan yang senantiasa bergotong-royong dalam pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan diharapkan juga bisa mendukung Visi Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (Tbn)

Selasa, 09 November 2021

Wabup Tabanan Sambut Baik Kunjungan Komisi VIII DPR RI di Mahatmiya


BALI KINI ■ Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., didampingi OPD terkait menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di BRSPDSN Mahatmiya Bali, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa, (9/11) pagi. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengembangan BRSPDSN Mahatmiya Bali.

Tiba sekitar pukul 11.00 wita, rombongan angota Dewan dari Komisi VIII yang dipimpin oleh H. Marwan Dasopang tersebut disambut baik oleh Wabup Edi dan jajaran. Kemudian langsung melakukan peninjauan di beberapa lokasi, dilanjutkan dengan memberikan bantuan ATENSI dan alat bantu. Nampak juga saat itu perwakilan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI dan Kepala BRSPDSN Mahatmiya Bali. 

Dalam sambutannya saat itu, Wabup Edi mengucapkan terima kasih dan selamat datang di Tabanan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengembangan BRSPDSN Mahatmiya. “Dalam hal ini, Pemda juga sudah terus berupaya meningkatkan perhatian dan kepedulian untuk menciptakan kondisi yang betul-betul kondusif dalam kehidupan para penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia juga tidak memungkiri, bahwa segala pembangunan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ditambah saat ini masih dalam kondisi pandemi, menyebabkan kondisi keuangan Pemkab Tabanan mengalami keprihatinan dan harus melakukan inovasi mendatangkan pihak CSR. Ia sangat berharap sekali penyandang disabilitas di Tabanan menjadi prioritas sasaran. “Mari kita saling bergandengan tangan membantu sesama dan selalu mengedepankan investasi hati untuk para penyandang disabilitas,” pintanya. 

Senada dengan Wabup Edi, pimpinan rombongan H. Marwan Dasopang juga mengatakan,  bahwa sudah merupakan tugas Komisi VIII untuk membantu sesama dalam mewujudkan kemandirian kehidupan, khususnya bagi penyandang disabilitas. Karena menurutnya, para penyandang disabilitas membutuhkan perhatian khusus. Untuk itu, bersama dengan seluruh anggotanya berupaya untuk mendorong peningkatan pelayanan dan pengembangan BRSPDSN Mahatmiya.

Pada kesempatan itu, Ia juga sangat memuji pengelolaan yang dilakukan dengan sangat baik dengan mengedepankan sinergi antara pengelola Mahatmiya dan OPD terkait. Ia juga sangat berharap program ini akan berjalan dengan baik di Kabupaten Tabanan. “Para penyandang disabilitas ini tidak berbeda dengan masyarakat kita yang normal. Maka dari itu, harus ada partisipasi Pemerintah untuk membantu dan mendukung mereka,” imbuh Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut. (Tbn)

Senin, 08 November 2021

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong-royong Masyarakat Desa Adat Mambang Gede


BALI KINI ■ Dukung gotong-royong masyarakat Desa Adat Mambang dalam kegiatan keagamaan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M, kembali menghadiri Upacara Pemelaspasan Penyengker Pura Puseh lan Desa Ds. Adat Mambang Gede, Ds. Mambang, Kecamatan Seltim, Tabanan, Senin (8/11). 

Turut mendampingi Bupati Sanjaya, nampak hadir Anggota DPR Made Urip, M.Si, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Kab Tabanan, Camat seltim, Perbekel desa Mambang, Bendesa Adat, unsur muspika, OPD Terkait dan Tokoh masyarakat setempat. 

Dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya menekankan beberapa hal penting yang menjadi kekuatan masyarakat Desa Adat Mambang, yaitu sikap persatuan dan gotong-royong. “Pemelaspasan sekaligus Pujawali di Desa Adat Mambang Gede ini berjalan dengan Ageng dan Becik Pisan” ungkapnya. 

Mewakili Pemkab Tabanan, Sanjaya juga mengapresiasi pelaksanaan Pemelaspasan yang menurutnya sudah ikut mewujudkan dan sesuai dengan visi Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Dalam konteks Nangun Sat Kerthi, ada 6 Kerthi yang wajib dilaksanakan sebagai krama Bali, gunanya untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan jagat Bali secara Sekala dan Niskala.

“Apa yang kita lakukan, serta merta hanya untuk menjaga keseimbangan terhadap alam kita, untuk menjadi harmonis, sebagai tujuan hidup kita, maka dari itu, apa yang kita lakukan dalam konteks Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebenarnya Implementasinya hanya 3, yaitu Tri Hita Karana” Jelas Sanjaya. 

Lebih lanjut, ia menerangkan pentingnya menerapkan konsep Tri Hita Karana dalam kehidupan kita, yaitu menjaga hubungan kita sebagai manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, Hubungan Manusia dan Manusia dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan, serta Hubungan Manusia dengan Alam. 

Pemelaspasan ini juga mendapat pujian yang sangat positif, terutama keyakinan yang dimiliki masyarakat terhadap Ida Bhatara yang sangat baik sehingga seluruh persiapan dilancarkan. “Yang paling luar biasa sudah memenuhi Sradha Bhakti, sesuai dengan kesastraan Agama, sebab jika tidak Sradha Bhakti, tidak akan mencapai kerahayuan” Sambungnya. Persiapan yang dinilai maksimal termasuk hadirnya penari, sarana dan prasarana upacara yang lengkap meskipun masih dalam suasana Pandemi Covid-19, diakui memberikan aura positif dan sampun kepuput sang sulinggih. 

“Karya Upacara ini sudah termasuk Sat Wika Yadnya, yang utama karena gotong-royong masyarakat dan hadirnya Tri Upasaksi, termasuk tokoh masyarakat yang datang mengikuti dan meyaksikan upacara, oleh sebab itu, saya ucapkan terima kasih pada masyarakat yang sudah maksimal dalam melakukan karya” tutup Sanjaya.

Selaras dengan pujian yang diberikan Bupati Sanjaya, Bendesa Adat Desa Adat Mambang juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Tabanan yang sudah menfasilitasi Karya Ageng Pemelaspasan Penyengker Pura Puseh lan Desa Ds. Adat Mambang Gede, Ds. Mambang. (Tbn)

Bupati Sanjaya Salurkan Bantuan APD di Lingkungan Pendidikan


BALI KINI ■ Senantiasa memfasilitasi masyarakat terutama di lingkungan pendidikan untuk tetap waspada terhadap Covid-19, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M Salurkan Pembagian Bantuan Masker dan Hand Sanitizer secara simbolis kepada Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan, Se-Kabupaten Tabanan, di Kantor Bupati Tabanan, pada Senin (8/11). 

Bupati Sanjaya dalam acara ini didampingi oleh Sekda, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kadis Pendidikan, Kepala Pelaksana BPBD, Kabag Prokopim, Koordinator wilayah Pendidikan Se-Kecamatan Kabupaten Tabanan, serta OPD terkait. 

Bantuan logistik yang didistribusikan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19, melalui Direktur Sumber Daya Darurat berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Tabanan yang diberikan dalam bentuk APD (Alat Perlindungan Diri) berupa masker medis 3 lapis sejumlah 200.000 pcs, Handsanitizer 14.400 botol, Sabun Batang 19.944 batang dan Sabun cair 9.984 botol. 

Bantuan ini kemudian diserahkan oleh Bupati Sanjaya secara simbolis kepada 10 kecamatan melalui koordinator wilayah pendidikan masing-masing yang selanjutnya akan diteruskan ke sekolah SD dan SMP di kecamatan masing-masing. Hal tersebut guna mendukung program pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) atau offline yang dilakukan seluruh satuan pendidikan di Tabanan dan telah berlangsung sejak Oktober lalu. 

Dalam momentum ini, orang nomor satu di Tabanan itu, kembali mengingatkan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan dan agar masyarakat tidak jenuh untuk selalu mengamalkan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia menegaskan pentingnya penggunaan masker, sebagai senjata utama untuk melindungi kita dari penularan virus yang dihantarkan melalui droplet. 

Beberapa hal yang menjadi garis besar pun disampaikan dalam sambutannya, termasuk agar satuan pendidikan menyediakan sarana air mengalir, untuk cuci tangan dan tisu sebagai lap tangan, juga spanduk penyuluhan mengenai protokol kesehatan agar warga sekolah dan masyarakat terhindar dari Covid-19 maupun virus-virus lainnya. 

Selain itu, ia juga berharap semua warga satuan pendidikan memiliki pemahaman dan pengetahuan dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain, sehingga virus berbahaya yang menyerang saluran pernafasan ini tidak meningkat penyebarannya. 

“Saya selaku pimpinan daerah, berharap pemakaian masker menjadi wujud disiplin di setiap satuan pendidikan saat ini dan seterusnya. Selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada, karena menjadi faktor penting dalam penyebaran serta penularan virus covid-19,” Kata Sanjaya. 

Ia juga berharap melalui peran serta Satuan pendidikan dan pemerintah, virus Covid-19 segera musnah dan aktifitas pendidikan bisa kembali berjalan sebagaimana mestinya. (Tbn)

Minggu, 07 November 2021

Pemkab Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan


BALI KINI ■ Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya bersama dengan Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan mewakili seluruh jajaran Pemkab dan Masyarakat Tabanan, mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan bagi seluruh umat yang merayakan.

Dimaknai sebagai kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan), Hari Raya Galungan jatuh pada Rahina Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu 10 November 2021 dan Hari Raya Kuningan pada Rahina Saniscara Kliwon wuku Kuningan, Sabtu, 20 November 2021. 

Momen hari raya yang jatuh setiap 210 hari atau 6 bulan sekali ini ditandai oleh umat Hindu untuk melakukan persembahyangan kehadapan Sang Hyang Widhi dan Dewa/Bhatara dengan segala manifestasinya sebagai wujud puji dan syukur atas rahmatNya, serta untuk keselamatan selanjutnya. 

Oleh sebab itu, Bupati Sanjaya, berharap agar di momen suci ini masyarakat semakin memperkuat keyakinan diri dalam melakukan perubahan menuju prilaku yang lebih baik dan positif. Serta meningkatkan animo masyarakat terhadap penerapan hidup sehat dan tertib dengan protokol kesehatan. 

Mengingat pandemi masih melanda, ia juga berharap, khususnya untuk masyarakat Tabanan, semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan, kedamaian dan senantiasa dalam lindungan Ida Sang Hyang Widi Wasa, dan bersama saling bersinergi dalam mewujudkan Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul  dan Madani (AUM). (Tbn)

Kamis, 04 November 2021

Bupati Tabanan Puji Gotong Royong Masyarakat Desa Adat Utu


Tabanan , Bali Kini  –
Mendukung sikap gotong royong masyarakat Desa Adat Utu, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, mengapresiasi dan menghadiri langsung Karya Uleman Pemelaspasan dan Pujawali Pura Bale Agung / Puseh Desa Adat Utu didampingi oleh Anggota DPR Komisi IV Made Urip, Anggota DPRD Nyoman Arnawa dan Sekda Tabanan, di Desa Adat Utu, Desa Babahan, Kecamatan Penebel Tabanan (Kamis, 4/11). Acara ini juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Penebel, Camat Penebel, OPD terkait, tokoh masyarakat setempat dan warga Desa Adat Utu. 


 


Karya pemelaspasan yang sudah terselenggara sejak tanggal 31 Oktober dan berlangsung selama lima hari tersebut, dilaksanakan dengan semangat gotong royong. 90 persen pendanaan yang digunakan berasal dari swadaya warga Desa Adat Utu, sementara selebihnya sebanyak 36 juta rupiah, menggunakan dana APBD daerah. 


 


Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi antusias masyarakat dalam bergotong-royong melaksanakan karya adat ini. Bagi Sanjaya, penataan, pemangku, serta sarana pendukung upacara semuanya nampak “becik pisan” atau sangat baik, sesuai dengan Sastra. “Karya di desa Adat Utu ini, sudah sesuai dengan Shrada Bhakti, yang artinya melaksanakan yadnya dengan penuh keyakinan, membangun karya secara gotong-royong, sesuai dengan kesastraan Sat Wika Yadnya yang becik pisan” Ujarnya. 


 


Pelaksanaan karya yang didukung kontribusi masyarakat ini juga menurutnya sudah Sat Wika Yadnya. Sanjaya menjelaskan Tiga poin penting yang melandasi hal tersebut dan yang utama adalah gotong royong. “Bukan hal sulit melakukan gotong-royong di masyarakat dan di sini sudah terlaksana dengan baik, yang kedua karya ini sampun kepuput oleh sang sulinggiih, dan yang ketiga hadirnya tri upa saksi, tokoh masyarakat yang datang mengikuti dan meyaksikan upacara” Tambahnya. Selain itu, upacara yang ditafsir berlangsung sangat baik tersebut juga tertib dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta mendapat pujian langsung dari Tokoh masyarakat yang hadir. 


 


Dalam momentum tersebut, Sanjaya juga menambahkan bahwa Pemkab Tabanan akan senantiasa hadir dan memberikan bantuan, menjembatani kegiatan keagamaan masyarakat Tabanan sebagai bentuk dukungan langsung. “Asah, Asih, Asuh, di antara pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama, kami dalam Pemerintahan selalu berdoa dan berharap agar masyarakat semua selalu dalam keadaan berbahagia” tutupnya. [tb/2]

Minggu, 31 Oktober 2021

Desa Baru - Marga Ditarget Jadi Wilayah DPR


BALI KINI ■ Kepala Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan I Made Suarjana menargetkan Desa Baru sebagai daerah perikanan rakyat (DPR). Target ini sejalan dengan rencana penetapan Desa Baru sebagai Kampung Nila atau pusat budidaya ikan Nila oleh Dinas Perikanan, Kabupaten Tabanan. 

Target untuk menjadikan Desa Baru sebagai DPR juga sejalan dengan semangat masyarakat desa yang kini gandrung untuk melakukan budidaya ikan. 

“Budidaya ikan lebih menjanjikan sehingga peternak ayam sudah beralih. Ini karena air mendukung” kata Suarjana dalam keteranganya saat peresmian papan nama Kelompok Mina Ayu sebagai binaan dari Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSDP), Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa. 

Menurut Suarjana, meningkatnya keinginan masyarakat terutama kaula muda untuk budidaya ikan secara tidak langsung juga telah memberi keuntungan bagi Bumdes. Dimana selama ini Bumdes menjadi penyedia pakan ikan.

Suarjaya berharap Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa bersedia terus untuk melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang melakukan usaha budidaya ikan. Apalagi Universitas Warmadewa telah sejak lama berperan hingga benih ikan yang berasal dari Desa Baru dikenal sebagai ikan Warmadewa. 

Sejak tahun 2000 pembudidaya ikan di Desa Baru yang tergabung dalam kelompok Mina Ayu telah menjadi pemasok kebutuhan ikan di Kawasan Batur, Kintamani. Dalam satu bulan rata-rata permintaan benih ikan mencapai 5 juta ekor, tapi yang mampu terpenuhi hanya 2 juta ekor.

Wakil Rektor I Universitas Warmadewa, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si menanggapi harapan Kades Desa Baru menyampaikan akan mendukung usaha budidaya ikan yang dilakukan masyarakat Desa Baru. Mengingat sudah menjadi tugas lembaga perguruan tinggi untuk membantu masyarakat sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat. 

“Kami tidak ingin menjadi menara gading, Kita ingin  menjadi menara air, memberikan pengetahuan kepada masyarakat guna meningkatkan perekonomian mereka” jelas Kaca.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb menegaskan bahwa Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa akan terus mendampingi masyarakat. Termasuk mendukung upaya untuk mewujudkan Desa Baru sebagai kawasan Mina Wisata. 

Bagi dosen dan mahasiswa, Menurut Sadguna, Desa Baru akan menjadi tempat belajar dan mengimplementasikan keilmuan. 

“Kami punya tempat untuk mengekspresikan keilmuan, dan melakukan penelitian,” jelas Sadguna.

Jumat, 29 Oktober 2021

Bupati Tabanan Serahkan Punia Sembako Kepada Pemangku


Tabanan ,Bali Kini  –
Bantuan Paket Sembako secara berkelanjutan disalurkan oleh Pemkab Tabanan bekerjasama dengan pihak CSR Yayasan Dalem Gedong Ratih, kali ini diserahkan kepada para Pemangku dan Juru Sapuh di Pura Puser Tasik Tabanan dan Pura Luhur Batukau. Paket sembako  diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Pura Puser Tasik, Tabanan, Jumat, (29/10).


Dalam kesempataan itu, Bupati Sanjaya didampingi oleh Anggota DPRD Provinsi I Made Suparta, Anggota DPRD Tabanan I Gede Purnawan, Sekda, OPD terkait, Camat Tabanan dan unsur Muspika Kecamatan Tabanan, Perbekel serta Bendesa Adat setempat. Turut hadir saat itu, pihak CSR Ketua  Yayasan Dalem Gedong Ratih, perwakilan beberapa pemangku dan tokoh masyarakat setempat. 


Bupati Sanjaya mengatakan, paket sembako yang disalurkan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab Tabanan yang bekerjasama dengan pihak Yayasan Dalem Gedong Ratih dengan sasaran para Pemangku dan Juru Sapuh, khususnya di Pura Puser Tasik dan Pura Luhur Batukau, Penebel, Tabanan.


Lebih lanjut Ia juga menyampaikan, bahwa pembagian sembako ini akan tetap berlanjut sesuai dengan situasi yang ada dan tetap menggandeng pihak CSR dengan tujuan bersama-sama untuk bahu-membahu membantu masyarakat yang terdampak pandemi. “Saya harap bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikitnya mampu meringankan beban para Pemangku dan Juru sapuh,” ujar Bupati Sanjaya. 


Ia juga tidak lupa berpesan, khususnya kepada seluruh masyarakat Tabanan agar mampu turut bahu-membahu membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Disamping itu, diharapkan juga seluruh masyarakat tetap menerapkan prokes dengan ketat. Dengan tujuan agar kasus Covid-19 di Tabanan terus turun bahkan musnah, sehingga aktivitas masyarakat normal kembali yang berujung pada bangkitnya perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Tabanan.


Sementara itu, pada kesempatan yang sama I Ketut Dharma Kresna Wijaya selaku Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih mengatakan, motivasi dalam melakukan bhakti sosial ini adalah tentunya kepedulian terhadap masyarakat terdampak, khususnya para Pemangku, juga sesuai misi yayasan yaitu Mekarya dan Meyadnya. Pihaknya menyalurkan setidaknya 108 Paket Sembako yang setiap paket berisi beras 5 kilo, telur 1 krat dan beberapa mie instan tersebut untuk Pemangku di Pura Puser Tasik dan Luhur Batukau, serta di beberapa daerah lainnya. [tb/2]

Sidak Pembangunan Jalan, Cek Kualitas Jalan, Bupati Tabanan Pastikan Program Prioritas Berjalan di Masa Pandemi


Tabanan ,Bali Kini  –
Memenuhi janji politik, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M kembali melakukan sidak pembangunan jalan dan cek kualitas jalan di desa Pejaten, Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (28/10). Pada kegiatan ini, Bupati Sanjaya didampingi oleh Asisten 2, Kapala Dinas PU, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas BPBD, Camat Pejaten, serta OPD terkait yang bertugas. 


Peninjauan Hotmix secara berkala dilakukan guna memenuhi janji politik masa pemerintahan Bupati Sanjaya, yakni pembangunan infrastrutur jalan yang merupakan skala prioritas pembangunan serta perkembangan Ekonomi di Tabanan dan seirama dengan Visi Tabanan, perlahan diwujudkan. Selain sektor pertanian, sektor pembangunan insfrastruktur merupakan sektor yang terus digencar. 


Proyek Pengaspalan di Desa Pejaten, mengambil panjang jalan sejauh 7,302 meter dengan ketebalan jalan setinggi 15cm dan proses pemadatan sesuai ketentuan teknis sebanyak 4cm yang mulai dikerjakan ini, selanjutnya akan diikuti dengan pengerasan dengan beton di bahu jalan. Sementara proyek ini dikerjaan di lebar jalan yang luasnya bervariasi, mulai dari 2,5 meter hingga yang terlebar 3,5 meter. 


Antusiasme masyarakat dalam menyambut perbaikan jalan ini pun mendapat apresiasi yang baik dari Pemkab Tabanan. Proyek ini juga diharapkan mampu mendongkrak stigma masyarakat yang sejak dahulu merasa banyak jalan di Tabanan yang rusak, sehingga impian dan apa yang menjadi harapan masyarakat untuk pembangunan infrastruktur Tabanan yang lebih baik, diupayakan untuk segera terwujud. “Komitmen kita di Pemkab Tabanan dalam mewujudkan Tabanan yang AUM (Aman, Unggul dan Madani) akhirnya kita buktikan, bukan hanya di Pejaten tapi di seluruh Tabanan akan kita lakukan” Ujar Sanjaya saat diwawancara di lokasi. 


Meskipun masa pandemi masih membelenggu, namun tidak menghentikan program prioritas Pemerintah untuk terus terlaksana. “Di Masa Pandemi ini, astungkara, kami pemerintahan Jaya Wira bisa melaksanakan tanggung jawab, khususnya melaksanakan pembangunan di bidang infrastruktur. Ini penting karena bisa mendongkrak sektor ekonomi. Usaha-usaha masyarakat, kalau infrastrukturnya bagus, maka ekonominya pasti mengikuti” sambungnya. 


Lebih lanjut ia juga berharap agar masyarakat bisa saling menjaga perbaikan jalan ini agar bisa kuat dan tahan lama dengan memberlakukan budaya tedun. “Lestarikanlah budaya tedun” ia berpesan pada pemerintah desa untuk membuat Perarem atau Perdes agar masyarakat bisa melaksanakan tedun setiap sebulan sekali. “Masyarakat supaya saling menjaga got-got yang ada di sini, karena aspal itu riskan dengan air hujan, kalau got sudah baik, hotmix bisa jadi kuat, harapan saya minimal di pekarangan masing-masing rumah saja, supaya tidak cepat rusak aspalnya” lanjutnya. Ia kemudian berpesan agar menerapkan sistem Sampah Berbasis Sumber, yang linear dengan program Pemkab Tabanan dan Provinsi [rl/2*]

Selasa, 26 Oktober 2021

Bupati Tabanan Buka Pelatihan Kedaulatan Pangan


BALI KINI ■ Memandang Pelatihan Kedaulatan Pangan mampu kembalikan taksu pertanian di Bali, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam acara Pelatihan dan Sosialisasi Kedaulatan Pangan Beras Dalam Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten Tabanan, yang bertempat di Pesraman Lumajang, Desa Samsam, Tabanan, pada Selasa (26/10). 

Acara ini merupakan Kerjasama antara Yayasan Dharma Naradha dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang bertujuan untuk mensejahterakan petani guna menjaga kedaulatan pangan Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali. 

Pelatihan ini juga dihadiri oleh Pemuka Yayasan Dharma Naradha, PLT Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para asisten Pemkab Tabanan, Camat Sekabupaten Tabanan, OPD terkait dan juga para petani Tabanan. 

Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Naradha ini, sebab selain mensejahterakan, juga meningkatkan kemampuan pekaseh dan petani yang ada di Tabanan sebagai bentuk pelaksanaan Visi nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Konsep pasraman, diakui Sanjaya merupakan konsep yang sangat aktual di era kekinian, sebagai salah satu kearifan lokal para leluhur sejak jaman dahulu. 

“Patut disyukuri bahwa kita hidup di Kabupaten Tabanan yang memperoleh limpahan anugerah berupa lahan pertanian yang subur, air yang berlimpah serta penduduk yang giat bekerja. Sebagai daerah agraris, Kabupaten Tabanan banyak menghasilkan produk unggulan yang tentu masih dapat ditingkatkan kembali secara kualitas dan kuantitas,” kata Sanjaya dalam sambutan pembukaannya. 

Ia juga menyampaikan tentang pentingnya sistem produksi, distribusi dan pemasaran pada sektor pertanian. Ia percaya sektor produksi sudah dikuasai dengan sangat baik oleh masyarakat Tabanan yang memiliki genetika agraris. 

Sementara dalam hal pendistribusian, Pemkab Tabanan sudah sangat berupaya dalam melakukan berbagai perbaikan infrastruktur khususnya jalan, guna memudahkan akses untuk para petani dan pedagang mengangkut hasil tani dan peternakan. 

Ia memandang dengan adanya pelatihan ini, nantinya mampu mengembalikan ketaksuan Bali, sebab sepanjang berlangsungnya pandemi Covid-19, sektor yang mampu bertahan adalah pertanian.

Patut disyukuri dengan adanya 133 desa di Tabanan, hampir 85% bergerak di sektor pertanian, yang artinya kedaulatan pangan sudah terbukti. Meskipun menjanjikan, sektor pemasaran dinilai masih lemah. Pemasaran, atau bagian hilir dinilai masih memerlukan perhatian lebih. Beragam upaya pemerintah untuk mensejahterakan petani utamanya agar harga tidak anjlok sebab dipermainkan oleh tengkulak, termasuk membangun kembali Perusda, Bumdes, dan konsep desa presisi yang saling terintegrasi, dengan hasil jual produksi yang memiliki harga kompetitif. 

Selanjutnya ia menyampaikan, untuk mendapatkan kualitas hasil pertanian yang baik, maka proses pengolahan tanah termasuk pemupukan secara alami atau organik menjadi hal utama yang patut diperhatikan. 

“Saya berharap dengan dilaksanakannya pelatihan dan peningkatan keterampilan pelaksanaan pertanian organik dalam suasana pesraman, maka tujuan acara ini yaitu “menuju kedaulatan pangan beras di kabupaten Tabanan” dapat terwujud,” ujarnya. 

Ia juga mempercayai bahwa pengolahan lahan pertanian bagi masyarakat Bali bukan hanya sekedar mata pencaharian, namun sebagai wujud Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. 

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya lakukan Penandatanganan Prasasti Gerakan KedaulatanPangan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, diteruskan dengan penyerahan tanaman kelor dan panca toya kepada masyarakat Desa Samsam serta mengakhiri kunjungan kerja dengan meninjau langsung alat pengering gabah. (Tbn)

Pemkab Tabanan Buktikan Pemerintahan Yang Bersih Dari Penggunaan Narkoba


BALI KINI ■ Pemkab Tabanan dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan SE, Gelar Pelaksanaan Tes Urine bagi Pejabat di Lingkungan Pemkab Tabanan pada kegiatan Program Kerja Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan, di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Bupati Tabanan, pada Selasa (26/10). 

Acara ini dihadiri oleh Kasat Narkoba Polres Tabanan, Kepala Kesbangpol, Petugas Medis BNK dan peserta tes di lingkungan pejabat Pemkab Tabanan. 

Prihatin dengan kondisi penggunaan narkoba yang masih ada di masyarakat Tabanan meskipun terbelenggu dalam pandemi Covid-19, Pemkab dan BNK Tabanan terus berupaya meminimalisir kasus narkoba di Kabupaten Tabanan dan langkah awal adalah melakukan testing. 

Para pejabat pemerintahan menjadi sasaran utama sebelum testing diberlakukan langsung di masyarakat, untuk membuktikan pemerintahan yang bersih tanpa narkoba. 

Kegiatan yang dilakukan rutin sebagai inisiasi pemerintah yang sekaligus memberantas kasus narkoba di Tabanan ini, merupakan yang ketiga kalinya di wilayah Pemerintah kabupaten, setelah sebelumnya dilakukan di Gedung DPRD dan lingkungan OPD Tabanan. 

Selain meninjau, Wabup Edi juga turut serta mengikuti tes urin yang diselenggarakan oleh BNK tersebut. 

Sebanyak 23 peserta tes di lingkungan pejabat datang ke kantor Bupati Tabanan dan langsung melakukan tes urin yang hasilnya dapat ditunggu. Keseluruhan hasil negatif narkoba yang ditunjukkan, membuktikan bahwa kalangan pemerintah mampu mengantisipasi masyarakat untuk senantiasa menjauhi narkoba. 

“Kegiatan ini berfungsi supaya kita tahu, bahwa wakil rakyat mampu menjadi contoh di masyarakat, sehingga mereka bisa memberitahu masyarakat bagaimana cara menghentikan pengedaran narkoba atau kecanduan ini,” ujar Edi yang pada kegiatan ini juga menghimbau para pemimpin untuk terus mengkomunikasikan dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya penggunaan barang terlarang tersebut. 

Selanjutnya, ia berharap kepala OPD maupun OPD terkait di tingkat pemerintahan seluruhnya dan kedepannya tidak ada yang terjangkit narkoba. 

“Dari pemimpinnya kita tes dulu, tadi saya sendiri juga sudah melakukan tes urin” sambung Wabup Edi yang sekaligus sebagai Ketua BNK Kabupaten Tabanan tesebut. 

Ia menyampaikan untuk masyarakat yang kecanduan narkoba untuk segera melapor agar segera mendapat pembinaan, sebab jika pihak berwajib yang turun tangan, maka hukuman penjara sudah pasti menanti. “Oleh sebab itu kita jaga diri, jaga keluarga, sehingga kita tidak menjadi korban penggunaan narkoba itu sendiri,” tutupnya. (Tbn)

Senin, 25 Oktober 2021

FP Unwar Diminta Ambil Peran Dalam Pengembangan Agrowisata


BALI KINI ■ Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP-Unwar) diminta untuk mengambil peran dalam pengembangan agrowisata, khususnya di Desa Pinge, Kecamatan Marga, Tabanan. Para akademisi FP Unwar diharapkan memberikan masukkan dan rekomendasi bagi pengembangan agrowisata yang sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan.

“Kita sangat tergantung dengan teknologi yang dikembangkan di bidang pertanian, jadi kita harapkan dari kampus melalui penelitian dan hasilnya pun lebih banyak juga nanti kalau misalkan kemudian disosialisasikan ke desa wisata” ungkap Ketua Pengelola Desa Wisata Pinge, Anak Agung Putra Arimbawa, SP disela-sela acara International  Community Service yang diselenggarakan oleh Prodi Agroteknologi, FP-Unwar secara Hybrid di Marga, Tabanan pada Senin (25/10).

Menurut Putra Arimbawa, masyarakat sangat membutuhkan pengetahuan dalam pengembangan agrowisata yang sejalan dengan pertanian organik. Mengingat selama ini para petani memiliki kemampuan terbatas dalam mengakses teknologi, sehingga peningkatan SDM melalui pelatihan menjadi penting.

“Peningkatan SDM sangat kita butuhkan dari para peneliti. Nantinya dapat dilakukan melalui penyuluhan dan pendampingan. Masukkan berguna bagi kami untuk melakukan perbaikkan,” kata Putra Arimbawa.

Ia mengaku memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh FP-Unwar yang melibatkan perguruan tinggi dari luar Indonesia yaitu Faculty of Plantation and Agrotechnology, Universiti Teknologi MARA. Keterlibatan lembaga luar negeri diyakini akan memberikan nilai tambah bagi petani, karena petani akan dapat membandingkan teknologi dari dua Negara.

Dekan Fakultas Pertanian Unwar, Ir. Dewa Nyoman Sadguna, M.Agb, berharap kegiatan pengabdian dalam meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi inovasi. Apalagi dalam pelaksanaan pengabdian disertai dengan paraktek penerapan dalam bentuk demotrasi plot (demplot).

“Penerapannya dalam bentuk Demonstrasi Plot kepada masyarakat sasaran terampil dalam penerapan inovasi teknologi tersebut, dan kemudian semua proses kegiatan akan selalu dilakukan monitoring evaluasi sesuai dengan target capaian,” jelas Dewa Sadguna.

Sedangkan keterlibatan perguruan tinggi dari Malaysia merupakan sebuah tanda bahwa terwujudnya simbiosis mutualisme hubungan yang saling menguntungkan bagi para mitra kerjsama. Dalam artian para Dosen Perguruan Tinggi masing-masing dapat melakukan proses pembelajaran dan pengabdian langsung ke masyarakat serta masyarakat mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sadguna menegaskan bahwa yang tak kalah pentingnya adalah saling membina kerukunan hidup, memupuk tali silaturahmi antar sesama. Tentu diawali dengan kegiatan community service ini maka diharapkan akan terus terjalin dan terbina kegiatan lain yang berkelanjutan, seperti riset kolaborasi, publikasi ilmiah, konferensi, Lecture and student exchange, kuliah umum, pelatihan-pelatihan, field project, dan bentuk-bentuk kerjasama lain yang relevan.

Dekan Faculty of Plantation and Agrotechnology, Universiti Teknologi MARA, Assoc. Prof. Ts. Dr Mohd Rasdi Zaini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kerjasama ini menjadi kebanggan. Kegiatan ini menjadikan salah satu kegiatan pengabdian bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, hasil pemikiran-pemikiran oleh akademik dan mahasiswa mampu diaplikasikan pada masyrakat dalam memingkatkan sektor pertanian. Hasil kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan pertanian serta saling berbagi pengetahuan dan wawasan dengan akademisi dan kelompok desa wisata” harap Rasdi.

Rasdi mengungkapkan bahwa dalam program ini para ahli yang terlibat akan memberikan ilmu dan pengetahuan dalam bidang pertanian. Dalam kesempatan ini juga nanti narasumber akan memberikan beberapa praktek tentang teknologi pertanian yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

“Harapan dari kegiatan ini sasaran serta target dari kegiatan ini mampu dicapai serta kerjasama-kerjasama antara Perguruan Tinggi ini bisa terus berlanjut dan berkesinambungan. Kegiatan ini juga nanti bisa diaplikasikan di daerah lain luar Bali, dan bahkan di Malaysia,’ ungkapnya. 

Sementara Koordinator Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Agroteknologi, FP-Unwar, Dewa Gede Wiryangga Selangga, SP., M.Si menyampaikan bahwa penglisir dan tetua adat Banjar Pinge, Desa Baru mempunyai harapan besar untuk mengemas atraksi dan konsep wisata Desa Pinge kembali ke keunikan tradisi adat serta histori terbentuknya desa. Salah satu histori desa yang ingin dikembalikan dan dijadikan icon wisata adalah adanya pohon iconik yang menjadi asal nama dari Desa Pinge itu sendiri. Tanaman iconik tersebut adalah pohon bunga cempaka.

“Pohon Bunga Cempaka adalah pohon iconik dan memiliki landasan dari asal mula nama “Pinge” yang artinya putih. Secara fisik pohon ini awalnya dipelihara di kompleks cagar budaya Pura Natar Jemeng, Pinge, tetapi karena umur tanaman sudah tua, sehingga tidak bisa dipertahankan” papar Dewa Angga.

Merespons harapan tersebut, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, melalui panitia International Community Service mengupayakan bantuan bibit cempaka putih bekejasama dengan Persemaian Permanen Suwung, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda Anyar. Bantuan bibit cempaka putih sebanyak 150 pohon dan beberapa bibit lain seperti alpokat, sirsak, sawo, rijasa, cendana diberikan secara serentak pada kegiatan program kemitraan masyarakat.

Harapan besar dari semua pihak agar Desa Wisata Pinge kembali memiliki kekhasan kultur dan budaya sehingga dapat menarik wisatawan domestic maupun mancanegara untuk berkunjung ke Pinge. Selain menawarkan wisata budaya dan pertanian, Desa Wisata Pinge memiliki bebera fasilitas seperti 70 Homestay, rest area, kebun bunga, dan menawarkan pemandangan yang eksotik.

“Semoga dengan adanya peran perguruan tinggi bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah Desa Wista Pinge semakin terkenal dengan keunikannya dan dapat bersaing dengan desa wisata lainnya dalam menyongsong New Era, pasca Pandemi Covid-19,” harapnya.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved