-->

Selasa, 13 September 2022

Dansatgas Yonif 126/KC Bantu Proses Pemakaman Warga Di Perbatasan Papua



(Keerom) Bali Kini - Kebersamaan antara personel Satgas Yonif 126/KC dan masyarakat telah terpatri dalam setiap sendi kehidupan masyarakat di perbatasan Papua. Sebagai wujud nyata dari solidaritas dan rasa empati terhadap kesulitan warga di wilayah perbatasan Papua,  Dansatgas  beserta anggota Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC menghadiri dan membantu prosesi pemakaman jenazah salah satu warga di desa binaan atas nama Almh. Angso Taplo (64) warga Kampung Senggi, Distrik Senggi, Kab. Keerom.


Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Senggi, Papua, Selasa (13/09/2022).


“Kami personel Satgas, turut berduka cita yang sangat mendalam dan kehadiran kami di rumah duka diharapkan dapat meringankan duka lara bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebagai insan hamba Tuhan Yang Maha Esa, kami seluruh personel Satgas mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diringankan bebannya dan senantiasa diberikan ketabahan,” ujar Dansatgas.


Sementara itu keluarga duka, Asep Mimin (35) yang merasa terbantu dan tertolong mengucapkan terima kasih atas kepedulian Satgas Pamtas RI-PNG. “Terima kasih kepada TNI atas kepedulian dan bantuannya yang diberikan kepada keluarga kami dari awal hingga akhir,” ucapnya.[tim]

Senin, 12 September 2022

Roti Gratis bagi Warga Ukraina yang Membutuhkan

 



Perang di Ukraina yang berlarut-larut membuat banyak warga kesulitan mendapatkan makanan. Karena itu sebuah pabrik roti mendapat bantuan dari donatur dan dukungan relawan untuk menyediakan ribuan roti gratis setiap minggu bagi warga yang membutuhkan. Berikut laporan tim VOA,



Wawali Arya Wibawa Paparkan Evaluasi SAKIP Kota Denpasar Dihadapan Tim Kemenpan RB



 Ket foto : Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyampaikan paparan tentang Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemkot Denpasar dihadapan Tim Kemenpan RB yang dilaksanakan secara virtual dari Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (12/9).

Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan paparan tentang Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemkot Denpasar dihadapan Tim Kemenpan RB yang dilaksanakan secara virtual dari Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (12/9). Hal ini merupakan rangkaian pelaksanaan Evaluasi SAKIP Tahun 2022.


 


Pelaksanaan pemaparan turut disaksikan langsung Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan II, Budi Prawira bersama tim. Tampak mendampingi Wawali Arya Wibawa, Asisten Administrasi Umum, Dewa Nyoman Semadi, Kepala Bappeda Kota Denpasar, Putu Wisnu Wijaya Kusuma,  serta OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar.


 


Dalam paparanya, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, ada empat isu strategis dihadapi Kota Denpasar dalam mwujudkan program kerja pembangunan. Yakni pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran, angka kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Keempat hal ini telah tertuang dalam misi pembangunan Kota Denpasar untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan 16 sasaran dan 17 indikator sasaran sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU).


 


Lebih lanjut dijelaskan, Indikator Kinerja Utama Kota diwujudkan dengan beberapa upaya yang dikemas dalam Cascading IKU. Yakni Meningkatnya Kualitas Pendidikan, Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan, Meningkatnya Pendapatan Masyarakat, Mengurangi Kemiskinan, Meningkatnya upaya penanganan pelanggaran Perda dan Menurunnya Kasus Kriminalitas.


 


Selanjutnya, juga meningkatkan ketahanan pangan, Meningkatkan kesiapsiagaan dan Upaya penanganan Bencana, Meningkatkan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi, Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Mengurangi Pengangguran, Optimalnya pemanfaatan teknologi, Meningkatnya Inovasi Daerah, Meningkatkan Kualitas Infrastruktur, Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup dan Meningkatnya pembangunan kebudayaan.


 


“Nilai LHE SAKIP Kota Denpasar Tahun 2021 mencapai 74,57 atau dengan predikat BB, hal ini membuktikan keseriusan Pemkot Denpsar untuk terus meningkatkan capaian SAKIP, hal ini juga menunjukan komitmen Pemkot Denpasar dalam efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran,” jelasnya


 


Arya Wibawa menjelaskan, rekomendasi LHE SAKIP Kota Denpasar terus dioptimalkan dengan mengefektifkan penerapan manajemen kinerja dan budaya kinerja. Hal ini dikemas dengan langkah nyata. Yakni Reviu Dokumen Perencanaan dan penguatan komitmen pimpinan, Penjabaran, keselarasan dan keterkaitan kinerja, Kolaboratif, sinergi, crosscutting program dalam pencapaian visi-Misi, Monev atas pencapaian kinerja, Dukungan Sistem Informasi dan perubahan pola pikir.


 


Pihaknya menambahkan, dengan pelaksanaan SAKIP ini Pemkot Denpasar telah merancang program prioritas yang efektif dan efisien. Diantaranya Bidang Pendidikan dengan Pembangunan 12 Ruang Kelas Baru untuk SD dan 1 Gedung SMP. Bidang Kesehatan yakni Pemeliharaan kesehatan individu dan masyarakat serta pembelian obat. Dan yang terakhir yakni Bidang Infrastruktur dan Pengelolaan Lingkungan dengan Pembangunan TPS3R/TPST, Perbaikan Jalan, Penataan Kawasan Pantai Sanur, Pengelolaan Persampahan serta Pengadaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan.


 


“Tentunya segala inovasi ini merupakan buah dari pelaksanaan SAKIP di Kota Denpasar, semoga dengan komitmen besar dan usaha besar, Predikat Nilai SAKIP Kota Denpasar bisa mencapai A di tahun ini, mari bersama seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar untuk mendukung upaya besar ini,” jelasnya.


 


Sementara, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan II, Budi Prawira mengatakan, evaluasi SAKIP dan RB Kementerian PANRB tahun 2022 dapat dimaknai sebagai momentum perubahan. Sebab evaluasi dilakukan oleh tim evaluator dari internal Kementerian PANRB, yang terdiri dari tim gabungan unit kerja dan Inspektorat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan yang lebih bersifat substantif dan holistik, bukan rekomendasi yang bersifat terlalu teknis.


 


Fokus evaluasi RB tahun ini akan banyak terkait dengan isu-isu kebijakan baru yang dikembangkan oleh Kementerian PANRB. Dimana, kementerian PANRB harus menjadi role model dalam mempraktikkan kebijakan baru tersebut sebagai pelaksanaan agenda Reformasi Birokrasi.


 


“Khusus terkait SAKIP, pasca-penyederhanaan birokrasi dibutuhkan penyesuaian rencana strategis (renstra). Penyesuaian renstra bisa dimulai dari unit kerja deputi untuk kemudian menjadi acuan untuk penetapan renstra Kementerian PANRB,” jelasnya. (Ags)

Wabup Ipat Tinjau Korban Rumah Roboh di Batuagung

  


Jembrana , Bali Kini  - Musibah menimpa salah seorang warga Banjar Tegal Asih, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana. Rumah permanen berukuran 8×6 m² milik I Komang Arta (67) diketahui roboh akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jembrana pada Sabtu (10/9) lalu. Selain faktor hujan deras, diketahui struktur bangunan dan tanah yang labil juga menjadi penyebab robohnya rumah tersebut.


Musibah itu mendapat perhatian dari Wakil Bupati Jembrana I GDN Patriana Krisna bersama dinas turun langsung meninjau rumah warganya, Senin (12/9). Selain melakukan peninjauan, dalam kunjungannya tersebut Wabup sapaan akrab Ipat ini juga menyerahkan bantuan sejumlah sembako kepada korban. 


Dengan parahnya kerusakan rumah yang dialami korban, Wabup langsung mencari solusi agar dapat dibantu perehaban . Biaya perehaban dianggap mendesak m ngingat bangunan roboh itu satu satu bangunan tempat tinggal yang dimiliki I Komang Arta . Saat ini, dirinya beserta keluarga mesti tinggal ditenda darurat yang disediakan  dinas sosial kabupaten Jembrana.



" Mengingat ini sifatnya urgent karena rumah tersebut satu - satunya tempat mereka berteduh. Jadi kita akan berusaha semaksimal mungkin agar bantuan untuk perbaikan rumah bisa segera terealisasi.

Ada beberapa solusi yang bisa diambil. Diantaranya melalui bantuan bedah rumah didinas PU karena korban masuk data DTKS . Bantuan ini bisa terealisasi tahun ini. Solusi lainnya, berkoordinasi ke provinsi agar bisa dibantu untuk perbaikan rumah melalui anggaran BPBD," ucap Ipat didampingi Kepala Dinas Sosial Jembrana dr I Gb Oka Parwata dan Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra serta camat Jembrana I Kadek Agus Arianta. 


 

Untuk sementara kata Ipat, Pemkab Jembrana telah membantu  berupa tenda darurat yang telah didirikan sebelumnya. Ini sebagai tempat tinggal sementara korban bersama keluarganya. Selain itu, juga telah diserahkan bantuan sembako dari dinas sosial dan BPBD kabupaten Jembrana.



Sementara korban I Komang Arta berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Dirinya berharap apa yang disampaikan terkait bantuan perbaikan rumah bisa segera terealisasi. "Semoga apa yang disampaikan tadi bisa segera terwujud,"harapnya. ( Yogi)

Dishub Denpasar Tertibkan Parkir Liar di Ruas Jalan Protokol



Denpasar- Dinas Perhubungan Kota Denpasar  melakukan penertiban pelanggar parkir di sejumlah jalan protokol pada, Senin (12/9). Penertiban yang menyasar ruas Jalan Cokroaminoto, Jalan Mahendradatta dan Jalan Gatot Subroto ini dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian efektivitas pelaksanaan kebijakan lalu lintas dan angkutan jalan di Kota Denpasar.



Kadishub Denpasar, Ketut Sriawan mengatakan penertiban kali ini dilakukan dengan melibatkan 38 personil dari TNI, Polri, Dishub Kota Denpasar, Satpol PP, Kesbangpol, dan Organda. “Hasil dari pendindakan  ada 53 kendaraan yang diperiksa,” ungkap Sriawan.



Dari jumlah itu Sriawan mengaku sebanyak 46 kendaraan diberikan himbauan, ditempeli stiker 7 kendaraan.  Yang di tempelkan stiker adalah kendaraan yang ditinggalkan para pemiliknya atau sopirnya. 



Menurutnya kegiatan penertiban ini secara rutin dilakukan di sejumlah lokasi ini untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jalan agar selamat di jalan. Dengan penertiban parkir ini, diharapkan kenyamanan pengguna jalan akan meningkat.



 Lebih lanjut Sriawan mengaku pengawasan dan pengendalian efektivitas pelaksanaan kebijakan lalu lintas dan angkutan penting untuk kelancaran lalu lintas. Sriawan mengaku pihaknya tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan pengguna jalan untuk selalu peduli dan tertib tentang keselamatan dan mengajak Warga Kota dengan spirit “Vasudaiva Khutumbakam” menyama braya gotong royong .



 Kolaborasi untuk bersama membangun Kota Denpasar disektor transportasi dalam mewujudkan keamanan keselamatan dan kelancaran lalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan disamping menjaga wajah kota dari sisi lalu lintasnya. (ayu)

Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Jaya Negara Paparkan Implementasi Reformasi Birokrasi Pemkot Denpasar




Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memaparkan implemetasi Reformasi Birokrasi Pemerintah Kota Denpasar dalam Evaluasi Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan reformasi birokrasi tahun 2022 dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI secara daring, Senin (12/9).

Wali Kota Jaya Negara dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Komitmen Pemkot Denpasar terhadap penguatan Reformasi Birokrasi sebagaimana tertuang dalam Visi Kota Denpasar yakni "Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju dan dijabarkan dalam Misi ke tiga yaitu "Kejujuran dan Spirit Sewakadarma sebagai penguat Reformasi Birokrasi menuju tata kelola kepemerintahan yang baik atau Good Governance. 

Pada area manajemen perubahan telah melaksanakan evaluasi ketercapaian proyek perubahan atau rencana bagi inovasi "Sang Sewakadarma" yang memiliki 48 agen perubahan Sang Sewakadarma. "Dari 48 agen perubahan tersebut terdapat 24 proyek perubahan yang telah tercapai, dengan reward yang telah diberikan yaitu promosi jabatan dan Bimbingan Teknis di Rumah Perubahan," ujar Jaya Negara. 

Lebih lanjut dijelaskan upaya yang dilakukan dalam menindaklanjuti rekomendasi pada area deregulasi kebijakan antar alain melaksanakan kajian terhadap dampak diberlakukannya peraturan Wali Kota oleh perangkat daerah pemrakarsa dan telah direkomendasi dan diharmonisasi oleh Bagian Hukum Setda Kota Denpasar. 

Dan mengidentifikasi terhadap peraturan daerah tentang restribusi dan ijin pasca diundangkannya Undang-Undang Cipta Kerja serta Undang-Undang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tahun 2022. 

Sementara untuk Inovasi unggulan Pemkot Denpasar dalam implementasi Reformasi Birokrasi dengan program dari Disdukcapil yakni inovasi Aku Waras (Administrasi Kependudukan Untuk Warga Denpasar). Program ini lahir untuk mempercepat pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat. Sebelumnya msyarakat harus mengantre untuk menerima pelayanan dan juga ada keterlibatan pihak ketiga atau calo. Dengan inovasi   "Aku Waras" ini bisa diakses secara online dan menjadi solusi pelayanan yang lebih cepat dan lebih efektif. Melalui inovasi  ini juga dapat mengecek status pelayanan mendapatkan formulir sesuai dengan dokumen yang diurus. Tujuan inovasi ini karena lahir saat pandemi covid 19 adalah untuk memutus mata rantai penularan dalam situasi pandemi covid dimana masyarakat yang memerlukan pelayanan tidak perlu datang ke kantor Dukcapil, serta inovasi ini juga untuk mengedukasi masyarakat serta meminimalisir praktek percaloan. "Tidak saja kualitas pelayanan tetapi mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti anjungan mandiri Dukcapil sudah ditempatkan  di beberapa kantor desa seperti di Kantor Desa Tegal Harum," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara juga menyampaikan beberapa penghargaan yang telah diperoleh Kota Denpasar dalam implementasi Reformasi Birokrasi. Diantaranya mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut-turut dari BPK, Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dari Kemenpan RB terhadap inovasi Aku Waras (Administrasi Kependudukan Untuk Warga Denpasar). Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) terhadap inovasi Nayaka Prana yaitu inovasi dalam pelayanan pengaduan kekerasan perempuan dan anak. Selain itu Pemkot Denpasar meraih peringkat II Monitoring Center For Prevention (MCP) 2022 level Pemerintah Kota dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami selalu berusaha melakukan sinergi dan kolaborasi dengan semangat Vaisudhaiva Kutumbakam yang memiliki makna "Menyame Braya" atau kita semua bersaudara. Semoga semangat ini dapat memberikan nilai tambah dalam hal optimalisasi implentasi Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemkot Denpasar," ujar Jaya Negara. (*)

Pemkot Denpasar Uji Coba Pelaksanaan Car Free Day di Kawasan Lapangan Niti Mandala dan Lumintang Denpasar



Denpasar, Bali Kini - Setelah sempat dihentikan selama dua tahun lebih,  Car Free Day (CFD) di Denpasar kembali  digelar.  Pemkot Denpasar melalui Dinas Perhubungan melaksanakan uji coba pelaksanaan Car Free Day (CFD) di dua kawasan tersebut pada Minggu (11/9). Keduanya yakni kawasan Lapangan Puputan Niti Mandala Renon dan di kawasan Taman Kota Lumintang. CFD digelar kembali setelah selama dua tahun lebih dihentikan lantaran Pandemi Covid-19.


Di hari pertama pelaksanaan uji coba car free day ini masyarakat cukup antusias memanfaatkan momen ini untuk berolahraga hingga bersepeda. Salah seorang masyarakat mengikuiti CFD, Wayan Agus Pratama menyambut gembira dibukanya kembali car free day ini.


"Saya sering olahraga ke sini pagi dan sore setiap hari. Dengan adanya car free day ini suasananya jadi lebih meriah dan bisa lebih leluasa berolah raga tanpa was was," ujarnya


Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan pelaksanaan car free day ini digelar menyusul melandainya kasus Covid-19 di Denpasar. Sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan kegiatan dengan mobilitas massa yang banyak.


"Sekarang Denpasar sudah zona hijau dan ada beberapa wilayah yang masih zona kuning. Kami ingin uji coba dulu hari ini," kata Sriawan.


Setelah dilakukan uji coba ini, pihaknya mengaku akan membuka secara resmi minggu depan. Pelaksanaan car free day ini merupakan wahana bagi masyarakat berolahraga, sehingga tercipta warga Denpasar Sehat. Selain juga bertujuan untuk mengurangi polusi udara.


Dalam pelaksanaan selanjutnya pihaknya akan terus melakukan penjagaan dengan melibatkan berbagai stakeholder. Dimana, hari ini petugas yang melakukan penjagaan di Lapangan Renon sebanyak 60 petugas dari Dinas Perhubungan, Kepolisian hingga petugas Linmas  Desa Sumerta Kelod. Sementara untuk di Lumintang dikerahkan sebanyak 20 personel atau petugas.


“Seiring dengan melandainya kasus dengan status Denpasar PPKM  Level 1, serta untuk menghilangkan kejenuhan masyarakat, maka CFD yang merupakan program Pemkot Denpasar kembali dibuka. Namun demikian masyarakat yang datang ke CFD tetap diimbau agar tetap menerapkan Prokes, dan Uji Coba pertama berjalan dengan lancar,” ujar Sriawan.(AGS)


Makepung Lampit, Bupati Tamba Minta Jaga Warisan Budaya


Jembrana , Bali Kini -
Makepung sebagai salah satu warisan budaya leluhur kabupaten Jembrana harus dijaga kelestariannya. Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat menghadiri Lomba Makepung Lampit yang diselenggarakan Sanggar Tari Bali Satya, Minggu (11/9) di Sirkuit Makepung Lampit Subak Tegalwani Pangkung Jajung Cibunguran, Desa Kaliakah, Negara.


Menariknya, Wakil Bupati I GDN Patriana Krisna juga ikut berpartisipasi sebagai joki menjajal sirkuit sepanjang 50 meter tersebut. Selain orang dewasa, ajang mekepung diatas lumpur ini juga diikuti anak - anak hingga wanita sebagai generasi penerus yang sukses menyedot ribuan penonton yang hadir.


Ditemui usai menyaksikan perlombaan makepung lampit, Bupati asal desa Kaliakah ini menjelaskan, adanya makepung lampit ini juga untuk memperkenalkan budaya Jembrana di kancah Internasional. "Kalau makepung darat itu kan sudah diakui memang, nah ini sekarang makepung lampit di sawah juga harus dilestarikan," ungkapnya. 


Bupati Tamba menambahkan, kegiatan Makepung ini adalah bagian dari atraksi Budaya yang ada di Kabupaten Jembrana. "Tentu, kita sudah mengetahui makepung yang ada di darat, atau makepung di tanah, hari ini dilaksanakan yang di tanah basah (makepung lampit), ini merupakan bagian dari warisan budaya leluhur kita, agar selalu dijaga, jangan sampai hilang," ujarnya. 


Sementara salah satu panitia makepung lampit Nengah Bandi Astawa saat ditemui mengatakan, pelaksanaan makepung lampit diikuti sebanyak 30 orang peserta."Diantaranya 10 peserta di Grup A, 10 peserta di Grub B, dan 10 peserta di grup C. Selain peserta yang sudah berpengalaman, hari ini kita juga lombakan para generasi penerus dalam makepung ini, jadi astungkara tetap ada yang melanjutkan," paparnya. 


Mengenai aturan perlombaan, lanjut Astawa, nantinya dalam lintasan sepanjang kurang lebih 50 meter ini ada tiga bendera berjejer di sepanjang lintasan dengan jarak bendera pertama 10 meter, bendera ke dua 20 meter dan bendera ke tiga 20 meter. "Bendera pertama itu untuk start, bendera kedua itu untuk batas joki makepung duduk diatas lampit, sementara bendera ketiga untuk finish," jelasnya. 


Peraturannya itu, lanjut Astawa, para peserta lomba akan di arahkan menuju start dengan berjalan untuk memahami jalur lintasannya, kemudian dilepas start harus berdiri sebelum sampai di batas bendera kedua. "Jalurnya juga tidak boleh berubah, para peserta harus bisa mengendalikan kerbau mereka agar berlari lurus kedepan dan dapat menjaga keseimbangan. Jika kerbau melenceng dari jalur itu di diskualifikasi, sama dengan ketika kerbau finish tanpa joki," tandasnya.(yogi)

Aksi Ratusan Krama Desa Adat Karangasem, Protes Pembentukan Kerta Desa




Karangasem, Bali Kini -  Ratusan massa dari krama Desa Adat Karangasem menggelar aksi demo pada Minggu (11/9/2022) di Jabe pisan Pura Puseh Adat Karangasem. Demo tersebut berkaitan dengan pembentukan Kerta Desa oleh Bendesa dan prajuru adat yang dinilai krama tidak sesuai prosedur. Sehingga krama desa Adat Karangasem tidak ada yang menyetujui pembentukan tersebut.


Terlihat iring-iringan krama menggelar spanduk-spanduk bertuliskan kritikan dan protes krama terhadap pembentukan Kerta Desa yang dinilai sepihak. Terdapat pula penjagaan keamanan dari puluhan pasukan Polsek Karangasem dan para pecalang adat. 


Aksi protes diikuti oleh ratusan krama, Desa Adat Karangasem. Sekedar informasi, Desa Adat Karangasem terdiri dari 35 banjar  yang terbagi menjadi dua paiketan, yakni Banjar Asesabu dan Banjar Murwa. 


Aksi yang digelar dengan konsep paruman ini, meski sempat menegang, namun paruman ditutup dengan damai dan lancar tanpa adanya kerusuhan. 


Sementara, terkait permasalahannya ialah  Prajuru Desa Adat Karangasem yang diprotes oleh kramanya karena dinilai membentuk Kerta Desa tanpa adanya paruman atau kesepakatan bersama para keliang-keliang banjar terlebih dahulu. Satu persatu keliang banjar turun bicara berharap agar Kerta Desa yang telah dibentuk oleh Bendesa dibubarkan atau dibatalkan. 


"Saya di sini tidak mengakui adanya Kerta Desa di sini, saya keberatan terhadap adanya Kerta Desa!, " Kata Kelian Banjar Kodok, Wayan Putu Karang. 


Pada akhir dari paruman tersebut, atas kesepakatan bersama pembentukan Kerta Desa akhirnya dibatalkan. Terkait Kerta Desa akan dibentuk kembali atau tidaknya, selanjutnya masih menunggu keputusan. (LE- Ami)

Satgas Yonif Mekanis 203/AK Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Papua


(Papua) , Bali Kini -  Dalam rangka membantu perekonomian masyarakat Pegunungan Tengah, Satgas Yonif Mekanis 203/AK berbelanja di pasar tradisional Distrik Tima Papua. Hal ini sesuai dengan arahan dari Kasad untuk meningkatkan perekonomian di wilayah Papua. Kegiatan belanja tersebut dilaksanakan pada Sabtu (10/09/2022) di pasar tradisional Tima.

Mayoritas masyarakat Distrik Tima berjualan hasil bumi dari tanaman lokal, seperti sagu, pisang, keladi, buah markisa, dan sayur-sayuran. Hasil dari penjualan tersebut digunakan untuk mama- mama untuk kebutuhan hidup keluarganya, sehingga mama-mama di pasar tradisional tersebut sangat senang dan terbantu.


Personel Satgas Yonif Mekanis 203/AK dari Pos Tima membeli berbagai macam sayur-sayuran serta buah-buahan yang akan diolah/dimasak di dapur Pos Tima.


Danpos Tima Lettu Inf Rio Justin mengharapkan pembelian hasil bumi masyarakat ini dapat mengurangi dampak minimnya pendapatan serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Distrik Tima, Papua.


“Dengan membeli hasil bumi ini kami harapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di desa binaan, sehingga masyarakat desa binaan terbantu dengan adanya Satgas Yonif Mekanis 203/AK khususnya Pos Tima,” ungkap Lettu Inf Rio Justin.


Salah satu mama yang menjual hasil bumi di pasar (mama Letena Tabuni) tersebut mengucapkan terima kasih kepada personel Pos Tima karena hasil bumi mereka habis terjual oleh personel Pos Tima. 


“Puji Tuhan kami ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang berada di Pos Tima, kami sangat terbantu dan semoga bapak-bapak TNI selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang lancar,” ucap syukur mama Letena Tabuni [rl]

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved