-->

Sabtu, 01 Oktober 2022

Pantau Pasar Hewan Rubaya, Bupati Gede Dana Minta Medik Veteriner Ditugaskan Setiap Pasaran

Karangasem, Bali Kini -Sehari pasca dibukanya kembali pasar hewan di Pasar Bebandem dan di Pasar Rubaya, aktifitas jual beli hewan utamanya Sapi Bali yang menjadi salah satu sektor unggulan penunjang perekonomian petani dan peternak di Kabupaten Karangasem sangat bergeliat. 



Betapa tidak setelah beberapa bulan ditutup sejak merebaknya Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, praktis bisnis atau aktifitas jual beli ternak sapi di Karangasem lumpuh total karena pemerintah melakukan berbagai pengetatan guna mencegah meluasnya penyebaran PMK. Namun saat ini dua pasar hewan di Karangasem itu telah resmi di buka kembali dan disambut dengan antusias oleh petani dan peternak di Karangasem dan kabupaten lainnya di Bali. 


Sehari setelah dibukanya kembali dua pasar hewan terbesar di Karangasem tersebut, Bupati Karangasem, I Gede Dana didampingi oleh Ketua Satgas PMK yang juga Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, Kadis Perindagkop dan Kadis Pertanian, Sabtu (1/10/2022) memantau langsung aktifitas jual beli di Pasar Hewan Rubaya, Kecamatan Kubu, Karangasem. Secara seksama Bupati Gede Dana yang ditemani sejumlah veteriner dari Dinas Pertanian Karangasem, melihat kongisi kesehatan sapi yang diperjual belikan di Pasar Rubaya.


“Saya bersama Ketua Satgas PMK sengaja turun hari ini untuk memastikan seperti apa pengawasan yang dilakukan oleh Medik Veteriner terhadap sapi yang dijual belikan di Pasar Rubaya. Karena ini penting untuk cegah tangkal penyebaran PMK dan memastikan sapi yang dijual di pasar itu benar-benar sehat dan terbebas dari PMK,” tegas Bupati Gede Dana.


Menyusul telah dibukanya kembali aktifitas di dua pasar hewan terbesar di Karangasem tersebut, Bupati Gede Dana dalam kesempatan tersebut memerintahkan langsung Kadis Pertanian untuk membuat pos pengawasan kesehatan hewan di masing-masing pasar, dan menugaskan beberapa Medik Veteriner pada setiap pasaran hewan. Ini sangat penting, mengingat sejumlah petani dan saudagar sapi dari beberapa kabupaten lain juga melakukan transaksi di dua pasar hewan ini. 


“Prosedur keamanan dan kesehatan hewan juga harus terus diperhatikan! Saya juga sudah perintahkan agar setiap kendaraan pengangkut hewan yang keluar masuk areal pasar harus di semprot cairan dispinfektan. Yang terpenting prosedur penanganan sapi jika ditemukan bergejala PMK harus dilaksanakan dengan baik,” tandas Gede Dana. 


Dari kegiatan pemantauan tersebut, Gede Dana mengaku senang akhirnya aktifitas transaksi jual beli sapi di Karangasem bisa kembali bergeliat, tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi petani. 


Sementara itu berdasarkan laporan dari Diskoperindag Karangasem, untuk di Pasar Hewan Bebandem pada hari pertama dibukanya kembali pasar hewan tersebut, tercatat ada sebanyak 85 ekor sapi yang masuk, dengan jumlah sapi yang laku terjual sebanyak 61 ekor. Dari jumlah tersebut tercatat nilai transaksinya mencapai kurang lebih Rp 297,4 Juta. Sementara di Pasar Hewan Rubaya, Sabtu (1/10/2022) jumalh sapi yang masuk untuk diperdagangkan sebanyak 35 ekor, sedangkan yang laku terjual sebanyak empat ekor dengan nilai transaksi total s ebesar Rp. 52 Juta.(LE- Ami)

Jumat, 30 September 2022

Adopsi sistem marketing, perbekel lurah se kab jembrana maksimalkan potensi PAD desa.

Jembrana , Bali Kini - Kunjungan study perbekel lurah se Kabupaten Jembrana di Desa Kludan, Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo Jumat (30/9), dipimpin oleh Kadis PMD Kab. Jembrana beserta 5 camat dan 51 perbekel/lurah, disambut hangat Kepala Desa Kludan, H. Imam Zainudin Zuhri, S.Sos., beserta jajaran forum Komunikasi pimpinan Kecamatan Tanggulangin, dan kadis PMD Kab. Sidoarjo, bapak Muliawan. 



Pengembangan potensi PAD di desa sangat penting di dalam keberlangsungan perjalanan pembangunan di desa. Kludan merupakan salah satu desa di Tanggulangin, dengan penggerak perekonomian masyarakat pada sektor pengerajin kulit dengan kualitas kerajinan kulit desa ini, sudah menembus pasar 

Export. 


Industri  kerajinan berawal dari pembuatan koper dari kayu untuk  keperluan keberangkatan jemaah haji. Pasang surut krisis moneter sempat menghantam eksistensi pada tahun 1998 sampai pada era tahun 2000. Dan pada awal 2011 pengerajin, kembali mulai beranjak menggeliat. 


"Sistem online dalam pemasaran kerajinan kulit sangat berdampak siginifikan terhadap keberlangsungan dan eksistensi pengerajin kulit", tandas muliawan. Penerapan Sistem pemasaran secara online atau online shop memicu pergeraka industri pengerajin di Desa Kludan, Tanggulangin.



Disela sela waktu yang sama ketua forum perbekel/lurah se kabupaten Jembrana, Made Bagiartha yang merupakan Perbekel Kaliakah, beraharap kedepan Desa dan Kelurahan di kabupaten Jembrana, dapat mengadopsi dan mengadaptasi sistem pengelolaan potensi desa, guna mencapai kebersinambungan realisasi PAD desa yang siginfikan.[rls]

Walikota Jaya Negara Tanam Bibit Cabai Bersama Seluruh Siswa SD dan SMP Negeri Di Denpasar

 Denpasar, Bali Kini - Berbagai upaya  dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar guna menekan laju inflasi di Denpasar, dari Operasi Pasar, Bazar Pangan dan kali ini melaksanakan penanaman bibit cabai unggul yang dilaksanakan secara serentak di seluruh SD dan SMP Negeri yang ada di Kota Denpasar.



Penanaman bibit cabai unggul lokal ini secara simbolis ditanam oleh Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara  di SMPN 12 Denpasar, Desa Peguyangan Kaja yang kemudian di ikuti secara serentak di seluruh siswa sekolah SD dan SMP Negeri di Denpasar, Sabtu (10/9).


Walikota Jaya Negara yang pada kesempatan ini melaksanakan penanaman bibit pohon cabai bersama Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, IB Mayun Suryawangsa, Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA. Gede Wiratama, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, I Dewa Gede Rai dan Kepala SMPN 12 Denpasar, IGN. Agung Arya, beserta para murid dan guru.


"Penanaman bibit pohon cabai ini sebagai gerakan bersama dalam upaya menekan laju inflasi, setidaknya kegiatan ini dapat sebagai media edukasi untuk para siswa selain nantinya juga untuk meringankan kebutuhan bumbu dapur bagi orang tua siswa setelah panen, serta juga mendukung gerakan ketahanan pangan di Kota Denpasar," ungkap Walikota Jaya Negara di sela-sela kegiatan.


Sementara Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, IB Mayun Suryawangsa, mengatakan untuk bibit pohon cabai unggul lokal kali ini disiapkan sebanyak 5500 bibit pohon yang disebar dan ditanaman di seluruh sekolah SD dan SMP Negeri di Denpasar.


“Ini merupakan jenis bibit unggul  cabai  lokal, yang mana nantinya bibit cabai ini sekali panen bisa menghasilkan 2 kg  satu pohon  setiap dua Minggu sekali selama satu tahun,” tandasnya.   


Kadis Dikpora Kota Denpasar, AA. Gede Wiratama menambahkan, seluruh sekolah yang melaksanakan penanaman bibit pohon cabai yakni  SD Negeri berjumlah 167 sekolah dan SMP Negeri berjumlah 14 sekolah.


Dimana nantinya diharapkan sekolah-sekolah dan para siswa merawat secara telaten bibit pohon  cabai ini sampe tiba waktunya panen, selain juga nanti para siswa juga melaksanakan pembelajaran wirausaha dan juga mengenai pelajaran biologi. Dimana tidak sekedar teori saja, para siswa bisa langsung melaksanakan praktek disekolah dengan menanam dan merawat pohon cabai ini dari awal sampe panen serta pengolahan.


“Semoga sesuai harapan Bapak Walikota Denpasar selain menekan infasi juga bisa menjadi sekolah berbagi untuk masyarakat sekitar, yang mana hasil panen ini bisa di bawa pulang siswa untuk orang tua mereka dirumah dan masyarakat di dekat lingkungan sekolah,” tambahnya. (ays)

Sarjana Pertanian Sudah Saatnya Membangun Usaha Pertanian


Klungkung, Bali Kini - 
Sarjana Pertanian didorong untuk mampu mengembangkan diri dan mampu membangun usaha pertanian. Jangan sampai setelah menjadi sarjana justru beralih ke pekerjaan lain.


"Ubah pola pikir, jangan hanya mencari zona nyaman. Berikan kontribusi pada petani untuk membangun pertanian. Kembangkan ilmu yang dimiliki" kata pendamping teknis CV. Darmapuri Agro Semesta I Ketut Darmawan, yg didampingi direkturnya, Gusti Made Arya, SP, saat menerima peserta magang Program Wirausaha Merdeka dari Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa pada Jumat (30/9)


Menurutnya, citra bekerja sebagai petani adalah kotor dan penghasilan kecil harus dikikis. Bertani adalah sebuah usaha penyediaan pangan yang selalu dibutuhkan, apalagi jika mampu menjadi seorang agropreneur.


Darmawan mengakui citra negatif petani telah menyebabkan generasi muda enggan untuk bekerja dan berusaha di sektor pertanian. Citra negatif ini yang harus dilawan dengan menjadi agropreneur.


"Calon sarjana pertanian kedepan harus mampu menjadi wirausaha hebat. Buktikan bahwa anda mampu membawa perubahan " ujar Darmawan.


Darmawan menambahkan tantangannya saat ini para sarjana pertanian harus mampu berinovasi.    Selain berinovasi juga memiliki komitmen untuk menularkan inovasi yang dilakukan kepada petani [rl]

Kamis, 29 September 2022

Kwarda Bali Terima Sertifikat KI Dari Gubernur Bali

,Ketua Kwarda Bali: Sertifikat Ini Kami Persembahkan Buat Kak Saheran. 


Denpasar , Bali Kini - Kwarda Bali menjadi salah satu organisasi yang menerima sertifikat kekayaan Intelektual, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Rabu (28/9), di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center) Denpasar. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara pidato 4 tahun kepemimpinan Gubernur bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Arta Ardana Sukawati. Selain menyampaikan berbagai keberhasilan yang telah di raih dari 4 tahun kepemimpinannya, Gubernur Bali menyerahkan 54 sertifikat kekayaan Intelektual dan 6 sertifikat Hal Merek baik kepada perorangan, organisasi maupun perusahaan.



Sementara itu Ketua Kwarda Bali, Made Rentin,  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam mendisain Lambang Kwarda Bali, maupun tim yang sudah melakukan penyelarasan terhadap  Lambang Kwarda Bali. Salah satu orang yang diangap paling berperan dan berjasa dalam mendisain lambang Kwarda Bali adalah Kak Saheran. 

“Kak Saheran (alm)  adalah salah salah satu dari Cikal Bakal lahirnya Lambang Kwarda Bali di awal berdirinya yaitu tahun 1961 silam dan kami persembahkan sertifikat ini buat Kak Saheran” ungkap Rentin.


Lebih jauh Rentin menjelaskan bahwa logo yang memperoleh sertifikat KI kali ini bukan lambang baru, akan tetapi lambang yang telah mengalami penyelarasan.  Ide untuk melakukan penyelarasan terhadap lambang Kwarda Bali muncul ketika Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Bali tahun 2021. Hal ini dilakukan  akibat adanya kekurang seragaman lambang Kwarda Bali yang dipakai pada badge oleh anggota pramuka Bali. ini terjadi akibat adanya salah pemahaman terhadap arti dari masing-masing gambar yang ada di dalam lambang tersebut oleh pihak yang mencetak dan memperbanyak badge Kwarda Bali. Contoh misalnya, tulisan Bali yang ada dalam logo yang seharusnya tertulis “Bali” tetapi banyak yang tertulis “Nyali”. Warna Biru dalam dasar Logo Kwarda Bali juga tidak seragam. Selain itu gambar yang seharusnya melambangkan “Cakra”, banyak yang berbentuk Kemudi Kapal.


“Saya juga berharap dengan diperolehnya sertifikat KI ini kesimpang siuran warna , bentuk dan lambang-lambang yang ada dalam lambang  Kwarda Bali, semua harus  seragam dengan makna yang jelas. Selama ini banyak para pedagang di pasaran membuat Logo Kwarda Bali melenceng dari standar yang seharusnya”, ungkap Kak Made Rentin yang juga menjabat sebagai Kepala  Pelaksana BPBD Provinsi Bali tersebut. [rl/r3]

Berniat Angkat Kerajinan Lokal, Ketua Dekranasda Gorontalo Kunjungi Ny. Putri Koster

Ikut Nonton Fashion Show IKM Bali Bangkit

Denpasar , Bali Kini - Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menerima kunjungan dari Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo Ny. Drg.Gamaria Purnamawati Monoarfa Sp.KGA, bertempat di Ksirarnawa-Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Rabu (28/9). 



Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Gorontalo Ny. Gamaria Purnamawati menyampaikan bahwa maksud kedatangannya, adalah bertukar pikiran dan menyerap ilmu dari Bali, khususnya menyerap ilmu dari Ketua Dekranasda Bali terkait  upaya membangkitkan dan pelestarian kerajinan yang ada di Bali serta pemasaran dari UMKM Bali.  Menurutnya, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, sudah tentu memiliki kiat-kiat dalam dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan. Terlebih sejak pandemi covid-19, pastinya sangat berdampak terhadap ekonomi Bali. Untuk itu, pihaknya ingin mengetahui, bagaimana upaya Bali untuk bangkit kembali, khususnya peran Dekranasda dalam membangkitkan para pengrajin dan menstabilkan pemasaran produk lokal Bali. 


Menanggapi hal itu, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas perhatian Dekranasda Gorontalo yang ingin belajar dari Bali. Terkait saat pandemi, Putri Koster mengakui bahwa keadaan ekonomi Bali memang sangat terpuruk, karena ekonomi Bali sangat bertumpu pada sektor pariwisata. Namun, dari pandemi Bali belajar agar kedepan sektor pariwisata tidak lagi menjadi tumpuan utama sektor ekonomi Bali. Untuk itu, sebagai Ketua Dekranasda, Putri Koster memandang bahwa sektor UMKM memiliki peluang yang sangat bagus di Bali sebagai motor penggerak ekonomi. Melihat hal tersebut, pihaknya langsung bergerak untuk menata para pengrajin yang ada di Bali, yang dimulai dari Hulu, yaitu para penenun kain tenun Bali yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat, karena banyaknya motif-motif tenun yang dibuat oleh mesin yang datangnya dari luar Bali, dan secara langsung berdampak terhadap harga produk tenun di Bali, kualitas dan paling penting adalah para penenun Bali menjadi kehilangan panggung. 


Untuk itu, pihaknya mulai bekerja keras untuk mewadahi para pengrajin dalam memasarkan produknya, dan secara pelan-pelan pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencintai produk lokal Bali, dengan cara menenun di Bali, membeli dengan penenun dan memakainya sendiri. Hal tersebut didukung oleh, Bapak Gubernur Bali, dalam mengeluarkan Peraturan Gubernur penggunaan tenun Bali pada hari Selasa dan penggunaan pakaian adat Bali pada hari Kamis. “Sejak diterapkannya Pergub tersebut, mulai tumbuh rasa cinta masyarakat Bali terhadap produk tenun Bali yang asli, walaupun belum semua masyarakat tapi setidaknya sudah mulai ada progres positif," ujar Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri. 


Selain itu, Putri Koster juga menyampaikan bahwa sejak pandemi, dengan dukungan Bapak Gubernur Bali maka pihaknya merangkul para pengrajin Bali dalam memamerkan produknya di Areal Art Center ini secara gratis, yang dinamai dengan “Pameran IKM Bali Bangkit”. Para pengrajin yang mengikuti pameran tentunya yang telah dikurasi, dimana benar produknya ditenun sendiri dan menggunakan kualitas yang bagus dan harga tidak mencekik konsumen. 


Dengan pameran tersebut, keberadaan IKM mulai membaik dan masyarakat juga semakin mempercayai produk lokal Bali terutama tenun Bali. Diharapkan dengan semakin mensosialisasikan tenun Bali kepada masyarakat maka kepercayaan masyarakat akan mulai tumbuh terhadap kain tenun Bali, yang nantinya hal tersebut akan memberikan multiplier efek terhadap berbagai sektor dan tentunya memberikan dampak positif terhadap ekonomi Bali. 


Sebelum melakukan kunjungan ke stand pameran IKM Bali Bangkut, Ny. Putri Koster juga mengajak Ketua Dekranasda Gorontalo menyaksikan Fashion Show serangkaian pembukaan IKM Bali Bangkit tahap ke 8 di Gedung Ksirarnawa, Art Center.[rls]

Tradisi "Meburu" Dibuatkan Film Dokumenter. Jadi Aset Daerah Kota Denpasar

 


Ket Foto: Sekda Alit Wiradana saat menyaksikan Film Dokumenter Tradisi "Meburu"


Denpasar , Bali Kini - Film Dokumenter berjudul "Meburu", yang merupakan hasil karya Karang Taruna Pramartha Jaya Sabha Yowana Desa Adat Panjer, berkolaborasi dengan Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali, diserahkan secara simbolis kepada Sekda Kota Denpasar, Alit Wiradana, sebagai aset daerah Kota Denpasar pada Rabu, (28/09).


Sebelum penyerahan secara simbolis berupa piringan hitam, film ini disaksikan langsung di Ruang Audio Visual, Gedung Dhrama Negara Alaya (DNA), Kota Denpasar, oleh Sekda Alit Wiradana, bersama Camat Denpasar Selatan, I Made Sumarsana, dan sejumlah Tokoh Masyarakat Desa Adat Panjer.


Adapun anggota Karang Taruna Pramartha Jaya Sabha Yowana, yang juga selaku Tim pembuatan film, A.A Ngurah Eka Pratama mengatakan, Film dokumenter yang bercerita tentang tradisi Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, yakni "Meburu" (Berburu), adalah sebuah tradisi turun temurun yang dilaksanakan sebelum pengarakan Ogoh-Ogoh, dimana pemangku yang kerasukan Bhuta Kala (Roh-Roh) akan berlari dengan cepat berburu sesajen yang telah disiapkan, dan kemudian diminta kembali ke alam mereka agar tidak menggangu kehidupan warga pada saat perayaan Hari Suci Nyepi.


Di sela acara, Sekda Alit Wiradana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya pembuatan film dokumenter ini sebagai wujud pelestarian dan memperkenalkan kepada publik, akan adat, budaya, dan tradisi asli Desa Adat Panjer.


"Selaku Pemerintah Kota Denpasar, kami mendukung dan selalu berusaha memberikan wadah atas segala bentuk kreativitas generasi muda di Kota Denpasar, dan jadikan ini selaras dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya," ujar Sekda Alit Wiradana. (Gita/r2)

KN Pulau Dana-323 Tiba di Darwin Australia


(Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) Bali Kini - 
 KN Pulau Dana-323 yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Hananto Widhi Nugroho. S.E.,M.Si, pada pukul 13.00 waktu setempat akhirnya tiba di Darwin, Australia, Rabu (28/9/2022).

Sebelum lego jangkar KN Pulau Dana-323, ditengah laut sudah disambut oleh kapal ABF sebagai salam penghormatan atas kedatangannya di Darwin Australia.

Diketahui, sehari sebelumnya KN Pulau Dana 323, KP Orca 2 dan Australian Border Force Cutter (ABFC) Cape Sorrel serta unsur udara maritim KKP berjenis ATR 42-320 telah melaksanakan patroli bersama di area perbatasan Indonesia-Australia.

Patroli bersama yang bertajuk operasi Gannet 6/22 merupakan bentuk kerjasama dengan maritim counterparts dalam hal ini ABF. Kerjasama ini memainkan peranan penting dalam mendukung keamanan dan keselamatan laut Indonesia. Terlebih dalam kemakmuran dan stabilitas kedua negara.

Direncanakan, pada (29/9) operasi Gannet 6/22 secara resmi ditutup melalui rangkaian upacara penutupan di Wharf One 19 Kitchener Drive Darwin Waterfront.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia, Deputi Inhuker Bakamla Laksda Bakamla Putu Arya Angga S, dan Deputi Opslat Bakamla Laksda Bakamla I Gusti Kompiang Aribawa turut hadir dalam kegiatan tersebut. [tim /lpt BLKN]


 

Sekda Alit Wiradana Mendapat Undangan Kehormatan Dari Kapten Kapal Perang Amerika Serikat USS Charleston.

 


Ket Foto: Sekda Alit Wiradana saat melakukan Tour Aboard USS Charleston

Denpasar , Bali Kini  - Sekda Kota Denpasar, Alit Wiradana mendapat undangan kehormatan untuk berkunjung dari dekat ke kapal Perang Amerika atau A Ship Tour Aboard USS Charleston milik Angkatan Laut Amerika Serikat oleh Commander Clayton Beas selaku Kapten USS Charleston, yang sedang bersandar di Pelabuhan Benoa pada Kamis, (29/09). 


USS Charleston adalah sebuah kapal jenis tempur  yang memiliki panjang 127,4 Meter dapat melesat kencang hingga 47 Knots atau setara 87 Km/jam yang berkekuatan 2 mesin diesel ditambah satu mesin pesawat terbang yang ada di lambungnya, serta dipersenjatai dengan senapan mesin jenis Mk 110 57mm, dan Evolved SeaRAM 11 cell missile launcher untuk menghadang serangan laut dan udara. Pada kali ini USS Charleston mengemban misi perdamaian dan persahabatan, serta misi sosial lain dengan melakukan pesiar ke negara-negara sahabat.


Saat memandu Tour Aboard, Commander Clayton Beas mengatakan, selain turut menjaga keamanan kemaritiman dunia, USS Charleston juga memiliki misi sosial seperti bersih-bersih pantai di sekitar pelabuhan yang akan di lakukan besok, dan dilakukan di setiap pelabuhan dimana USS Charleston bersandar.


Sementara itu Sekda Alit Wiradana  menyampaikan dukungan atas misi perdamaian USS Charleston di Indonesia sebagai negara sahabat, “Kami mengucapkan selamat datang, dan senantiasa mendukung USS Charleston dalam menjalakan misi, khususnya misi-misi sosial maupun kenegaraan yang akan dilkakukan di Kota Denpasar ini," kata Alit Wiradana


Setelah menyelesaikan Tour singkat menyusuri beberapa bagian dek kapal, Sekda Alit Wiradana berharap kunjungan kapal Perang USS Charleston dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Amerika Serikat.[rl/r3]

Kerjasama Australia Indonesia untuk mengurangi kematian akibat rabies di Bali menjadi nol

Denpasar , Bali Kini - Dalam acara peringatan Hari Rabies Sedunia, Konsul Jenderal Australia di Bali, Ibu Anthea Griffin menyerahkan 200.000 vaksin rabies untuk anjing kepada Bapak Kasdi Subagyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Baturiti, Tabunan, Bali, hari ini, Kamis 29 September.


“Saya bangga bahwa kami dapat mendukung pekerjaan Kementerian Pertanian melalui penyediaan vaksin ini dan saya merasa terhormat dapat hadir untuk serah terima hari ini”, kata Ms Griffin.


Hari Rabies Sedunia tahun ini mengangkat tema ‘Satu Kesehatan, Nol Kematian’ atau 'One Health, Zero Deaths'. Hal ini mencerminkan pentingnya mengingat hubungan antara manusia dan hewan dan kesehatan lingkungan untuk mengurangi kematian akibat rabies dan penyakit lain yang menyebar dari hewan ke manusia. Australia memiliki komitmen kuat untuk mendukung kepemimpinan Indonesia dalam pendekatan Satu Kesehatan yang telah menjadi tema penting kepresidenan G20 tahun ini.


Pengendalian rabies adalah contoh utama perlunya pendekatan Satu Kesehatan, di mana kolaborasi antara sektor kesehatan, pertanian dan lingkungan sangat penting untuk menghentikan kematian akibat rabies pada anjing dan manusia.


Penyerahan vaksin rabies kepada Indonesia ini merupakan bagian dari dukungan Australia yang lebih luas untuk pemberantasan rabies di Bali. Dukungan ini diberikan melalui Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (Australia Indonesia Health Security Partnership, AIHSP) yang bekerja sama dengan pemerintah, desa dan organisasi masyarakat untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian rabies.


Rabies merupakan masalah yang ada di seluruh Asia Tenggara dan dunia, sehingga mengakhiri kematian akibat rabies membutuhkan kerja sama antara organisasi regional dan global. Australia dengan senang hati bekerja dalam kemitraan dengan FAO, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia dan mendukung peran penting mereka dalam koordinasi regional.


Griffin menyimpulkan, “Melalui Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP), dan Pusat Ketahanan Kesehatan Indo-Pasifik kami, kami akan terus bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan Indonesia dan dengan Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia untuk mengurangi kematian akibat rabies di Bali menjadi nol”.[rl/r4]


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved