-->

Kamis, 24 November 2022

Ganggu Ketertiban Lalu Lintas, Satpol PP Denpasar Tertibkan Pengamen

 

BALIKINI.NET | DENPASAR — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar tertibkan pengamen yang beroperasi di Simpang Jalan Cokroaminoto-Jalan Gatot Subroto Rabu (23/11)

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar Nyoman Sudarsana mengatakan, penertiban ini dilakukan karena ada laporan dari masyarakat bahwa ada pengamen  yang mengamen setiap hari di Simpang Jalan Cokroaminoto-Jalan Gatot Subroto. Untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan Kota Denpasar maka pihaknya melakukan penertiban.

Menurutnya mengamen merupakan pelanggaran Peraturan Daerah  Kota Denpasar. "Maka dari itu  pengamen tersebut kami amankan dan langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar untuk diberikan pembinaan," ungkap Sudarsana.

Dari hasil pemeriksaan anak tersebut diketahui masih dibawah umur dan berasal dari luar Bali. Untuk tindak lanjut  Satpol PP akan menyerahkan ke Dinas Sosial Kota Denpasar kemudian ke Dinas Sosial Provinsi Bali untuk dikembalikan ke daerah asalnya.

Supaya kejadian ini tidak di ulang kembali dalam kesempatan tersebut pihaknya juga memberikan pembinaan. Bahwa mengamen itu tidak baik dan melanggar Perda.

Untuk kenyamanan di Kota Denpasar  selanjutnya pihaknya akan terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi para pengamen kembali mangkal dan mengganggu ketertiban lalu lintas dan  kenyamanan masyarakat. (ayu--

Bupati Gede Dana Laksanakan Peletakkan Batu Pertama Bantuan Empat Bedah Rumah UntuK Warga Kurang Mampu


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Mewujudkan impian dan harapan masyarakat Kabupaten Karangasem berpenghasilan rendah untuk memiliki sebuah rumah layak huni, perlahan namun pasti berhasil diwujudkan oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana dengan perjuangan melobi pemerintah pusat, provinsi dan menggandeng BUMN dalam penyaluran CSR untuk bantuan bedah rumah. 

Ini menjadi komitmen Bupati Karangasem dalam menuntaskan visi-misi dan program pembangunan Pakerti Nadhi Bupati-Wakil Bupati Karangasem, untuk pembangunan rumah layak huini bagi masyarakat kurang mampu dan berpenghasilan rendah, diantaranya dengan program bantuan bedah rumah dan rumah bersubsidi. 

Rabu (23/11/2022) bertepatan dengan Tilem Sasih Kelima atau bulan kelima dalam penanggalan Umat Hindu Bali, Guntur Umah atu Graha yang merupakan hari baik atau dewasaning ayu untuk membangun atau memindahkan rumah, Bupati Karangasem, I Gede Dana didampingi Sekda Karangasem, yang juga Ketua Korpri Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, melaksanakan ritual peletakkan batu pertama untuk pembangunan bantuan empat unit bedah rumah bagi warga di tiga lokasi di Karangasem.

Lebih rinci, empat unit bedah rumah tersebut masing-masing, di Kecamatan Selat sebanyak dua unit yang diterima oleh Ni Nengah Siti warga Banjar Dinas Peringsari, Desa Duda Utara dan I Gusti Ngurah Suparta  warga Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kecamatan Selat Karangasem. Di Kecamatan Bebandem sebanyak satu unit yang diterima oleh I Wayan Subadra, warga Banjar Dinas Karanganyar, Desa Sibetan, Bebadem, dan satu unit lainnya di Kecamatan Abang yang diterima oleh I Wayan Sudiarsa, warga Banjar Dinas Purwayu, Desa Tribuana, Abang Karangasem. 

Bupati Karangasem, I Gede Dana, usai peletakkan batu pertama pembangunan bantuan bedah rumah tersebut menyampaikan jika bantuan bedah rumah tersebut merupakan kolaborasi dari Bank BPD Bali yang menyaliurkan dana CSR sebesar Rp. 25 Juta dan bantuan dari Korpri dalam rangka HUT Korpri senilai Rp. 15 Juta, sehingga total bantuan seluruhnya sebesar Ro. 40 Juta. 

“Ini komitmen kami untuk membantu masyarakat kurang mampu di Karangasem yang tinggal di rumah tak layak huni, agar bisa memiliki rumah yang bersih, aman dari sisi kontruksi, nyaman dan layak untuk ditempati,” ujar Bupati Gede Dana. 

Sesuai data yang dimilikinya, memang masih banyak warganya yang tinggal di rumah tak layak huni. Untuk itu pihaknya akan terus berjuang agar seliuruh masyarakat di Karangasem yang tinggal dirumah tak layak huni bisa mendapatkan bantuan bedah rumah dan atau bantuan rehab rumah. 

Belum lama ini, dari perjuangan Bupati Gede  Dana bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Pemkab Karangasem mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) National Affordablle Housing Program (NAHP) Tahun Anggaran 2022 dari Pemerintah Pusat senilai 4,7 Milyar.

Tidak hanya itu, untuk mempercepat penuntasan program bantuan bedah rumah sebagai upaya penyediaan rumah yang layak huni, yang sehat, aman dan nyaman untuk warga kurang mampu atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Karangasem, Bupati juga menggandeng BUMN yang memiliki dana CSR dan pihak swasta. Dengan demikian pihaknya optimis warga yang tinggal di rumah tak layak huni sesuai data yang dimilikinya bisa segera entaskan dengan bantuan bedah rumah tersebut. (Ami)

Rabu, 23 November 2022

Tertarik Kembangkan Industri Kapas, Pemkab Karangasem Kunjungi Klaten


BALIKINI.NET | KARANGASEM –  Kepala Dinas Perindag Kabupaten Karangasem, I Wayan Loka Santika menggantikan Bupati Karangasem berkunjung ke Kabupaten Klaten dalam rangka studi tiru, Selasa (22/11/2022) terkait rencana Bupati Karangasem untuk mengembangkan produksi kapas di Kabupaten Karangasem, demi meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya para petani. 

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Karangasem, I Wayan Loka Santika yang juga didampingi para awak media disambut kedatangannya oleh Asisten 3 Pemkab Klaten, Surti Hartini yang juga selaku Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klaten. Hadir juga pemilik pabrik kapas, PT. Kapas Indah Karya, Joko Sapto. 

Pemkab Karangasem menanyakan perihal bagaimana cara mengembang kapas di Kabupaten Karangasem, entah itu dari segi penanaman, pengolahan serta penjualan nantinya. 

Terkait bagaimana cara menyokong pengrajin kapas UMKM di Kabupaten Klaten, utamanya pada produksi Kain tradisional. Salah satunya ialah adanya aturan baku, pemerintah Kabupaten Klaten mewajibkan para ASN nya untuk mengenakan baju batik lurik di hari Selasa. 

Sementara, Joko Sapto selaku pemilik PT mengungkapkan jika pengembangan kapas perlu diperhatikan dari berbagai segi, baik itu faktor kecocokan Kadar tanah, geografis dan sosial masyarakat. 

"Menurut saya, kapas ini, jika langsung ditenun dari kapas murni maka sia sia. Harga akan menjadi lebih mahal. Jika di kelola yakni mencapai Rp. 30.000/ kilo. Karena kapas industri tradisional kalah dengan kapas industri textile," Katanya. Untuk kapas yang diproduksi di Kabupaten Karangasem, dapat dibuat sebagai kapas kecantikan, kapas facial dan kapas medis agar lebih menjanjikan. 

Kemudian, Joko Sapto menjelaskan jika pihaknya memiliki 10 orang Karyawan dengan 6 buah mesin. Sementara kapas yang diproduksi dijadikan sebagai produk cotton boad. Kapasitas produksi ialah mencapai 60-70 kg/1 sin nya. dengan jam kerja perhari ialah 6-7 jam.

Sementara untuk pengembangan produksi kapas di Kabupaten Karangasem, Joko Sapto menyarankan agar Pemkab Karangasem hendaknya menggandeng BLK Karangasem, utamanya dalam pengembangan SDM juga untuk modal bisa menggunakan biaya CSR terlebih dahulu. Pemerintah juga dapat memfasilitasi langsung penyediaan lahan dan pupuk.

 "Untuk penjualannya, bisa melalui atau membentuk koperasi, sehingga kapas ini terkumpul di sana dan di ambil perusahaan. Dalam kapas peluang memang besar namun tidak mudah untuk menerbitkan," Tandasnya.

Selanjutnya, pihak Kabupaten Klaten mengaku siap untuk menerima jika produksi kapas melimpah dari Kabupaten Karangasem.(LE-ami)

Hari Kedua Monitoring Implementasi Pergub No. 1 Tahun 2020, Tim Pemprov Sambangi Pabrik Arak di Karangasem


BALIKINI.NET | KARANGASEM – Setelah sebelumnya melakukan monitoring di Kabupaten Buleleng, Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Sertifikasi Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali melakukan monitoring implementasi Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, Selasa, 22 November 2022, bertempat di UD. Nikki Sake. Kunjungan ke pabrik yang berlokasi di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ini bertujuan untuk memastikan bahwa sinergi antara petani/perajin arak, koperasi dan pabrik arak telah berjalan dengan baik.

Dalam rombongan yang berjumlah tiga orang ini, tim sertifikasi dihadiri oleh Dr. Dewa Made Puspa, S.Kep.Ns., M.Si. dan A.A. Istri Mirah Darma Astuti, SE., M.AP. dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, serta I Made Pasek Kimiartha, S.T. dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali.


Dewa Puspa mengatakan, kedatangan tim sertifikasi ini untuk memastikan Pergub No. 1 Tahun 2020 berjalan sudah sebagaimana mestinya. “Sudah dua tahun diimplementasikan, kami mau periksa apa kenyataan sudah sesuai sinergi petani/perajin arak, koperasi dan pabrik arak”, ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa tim sertifikasi ingin mendengar langsung tanggapan dari ketiga pihak keluh kesah maupun sisi positif dari diterbitkannya Pergub No. 1 Tahun 2020 dan sertifikasi BARAK (Balinese Arak). “Label BARAK pada kemasan untuk membuat konsumen yakin bahwa yang mereka konsumsi adalah produk asli Bali”, ujarnya.

Pemilik UD. Nikki Sake I Nengah Pasek menanggapi positif datangnya tim sertifikasi yang berasal dari BRIDA dan Disperindag Provinsi Bali ini. Ia mengatakan rasa terima kasihnya, karena merek yang dijual oleh perusahaannya tersebut telah menerima sertifikasi BARAK (Balinese Arak) pada tahun 2020. “Label BARAK ini nantinya baik, untuk mencegah klaim produk luar yang mengaku sebagai Arak Bali”, pungkasnya. Dengan adanya sertifikasi BARAK ini, lanjutnya, ia mengatakan harapan agar konsumen mengetahui bahwa produk mana yang asli dari Bali.

Pria yang akrab dipanggil Pasek ini mengatakan, diterbitkannya Pergub No. 1 Tahun 2020 ini membuat pabrik menjadi lebih terbantu dalam mendapatkan bahan baku. Dalam mengimplementasikan Pergub No. 1 Tahun 2020 ini bahkan UD. Nikki Sake bekerja sama dengan beberapa koperasi, seperti Koperasi Tri Eka Bhuwana, Koperasi Sarjana Rateng, dan lain sebagainya. “Kami memesan bahan baku di koperasi, melakukan standarisasi di pabrik, dan didistribusikan setelah pemasangan pita cukai”, imbuhnya. Pabrik yang berdiri sejak 2006 ini sudah mendistribusikan produknya dengan lebih mudah dan luas ke tempat-tempat pariwisata dan hiburan. “Gebrakan Bapak Gubernur ini luar biasa sekali, karena bisa membuat Arak Bali masuk ke tempat-tempat bintang lima”, ucapnya yakin. “Tumben ada gubernur gini, dulu gangguan banyak gak ada yang backup. Sekarang sudah dijamin lewat Pergub pula”, sambungnya.

Ia juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Bali I Wayan Koster karena telah memperjuangkan Arak Bali menjadi lebih mendunia. “Beliau mengatur semuanya, mengatur di hulu, tengah, dan hilir. Bahkan kemarin mengumpulkan GM (General Manager) seluruh Bali untuk meyakinkan hotel-hotel agar mau memasarkan Arak Bali”, imbuhnya. “Saya berharap seluruh masyarakat di Bali bangga dengan produk sendiri. Jika Arak Bali bisa berjaya di Bali, maka saya yakin Arak Bali mampu mengangkat perekonomian di Bali”, tutupnya.

Dalam kunjungan ini, UD. Nikki Sake juga turut menghadirkan mitra koperasi dan petani/perajin untuk menunjukkan sinergi perusahaannya sesuai Pergub No. 1 Tahun 2020. Setidaknya sekitar lima koperasi dan tujuh petani/perajin hadir dalam pertemuan ini untuk menyampaikan pendapat maupun sarannya kepada tim sertifikasi.

I Wayan Sudartama, Bendahara Koperasi Produsen Putra Desa Wisata, mengatakan dampak positif dari adanya Pergub No. 1 Tahun 2020 membuat adanya tata kelola dari alur distribusi Arak Bali. “Peran Koperasi setelah adanya Pergub No. 1 Tahun 2020 ini membuat ruang dan posisi untuk koperasi”, ujarnya. Sudartama juga mengatakan harapannya agar petani arak dapat menjaga kualitas bahan baku Arak agar koperasi dapat menyerap lebih banyak bahan baku dari petani arak. Selanjutnya, ia mengharapkan pabrik dapat semakin dapat memfasilitasi penjualan maupun distribusi sehingga koperasi tidak terkendala ketika bahan baku telah didapatkan.

I Wayan Darma, mengatakan adanya Pergub No. 1 Tahun 2020 sudah sangat bagus, namun berharap kedepannya bahwa penjualan dan distribusi dapat semakin diperluas. “Bantu kami menjaga produksi dengan meluaskan pangsa pasar. Kami sangat ingin membantu petani dengan membeli bahan baku dengan lebih banyak”, ujar Ketua Koperasi Karya Nadi Utama itu.

Petani Arak I Putu Suarsana mengatakan kondisi petani sudah berubah ke arah positif setelah diterbitkannya Pergub No. 1 Tahun 2020. “Kalau dulu tersendat-sendat. Sekarang untuk berproduksi lancar dan tetap ada”, ungkapnya. “Kalau dulu pemasaran ketat sekali, dipersulit, sekarang sudah tidak ada”, sambungnya. Dulu, lanjutnya, bahkan petani memasarkan produknya dengan one-by-one, sekarang ia mengakui Arak bisa dipasarkan melalui koperasi juga. “Kami juga berharap petani dapat menjual Arak ke luar Bali juga. Semoga Bali bisa go-international melalui arak”, pungkasnya.

Menutup kunjungan, Sub Koordinator Intermediasi, Difusi, dan Komersialisasi Kekayaan Intelektual pada BRIDA Provinsi Bali Dewa Puspa mengatakan bahwa pabrik UD. Nikki Sake sudah mengimplementasikan Pergub Nomor 1 Tahun 2020 dengan baik dalam mengikuti tata kelola minuman fermentasi destilasi Arak Bali. “Produk-produk dari UD. Nikki Sake masih berhak untuk mencantumkan label BARAK pada setiap produknya”, tutupnya.

Perangkat Desa Dibekali Edukasi Pengawasan Investasi


BALIKINI.NET | JEMBRANA – Seiring meningkatnya  investasi jenis usaha modern masuk ke Jembrana, Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja melaksanakan kegiatan Sosialisasi Implementasi Pengawasan Pelaksanaan Penanaman Modal Bagi Perangkat Desa dan Satuan Polisi Pamong Praja Desa/Kelurahan.

Kegiatan sosialiasi dibuka oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Rabu (23/11) di Gedung Kesenian Ir. Soekarno Kabupaten Jembrana.

Bupati Tamba berharap dengan dilaksanakan sosialisasi ini menambah wawasan Perangkat Desa dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang di tugaskan di desa/kelurahan.

"Ini bukan untuk membatasi investasi, Kita menerima segala jenis usaha modern, persoalannya belum semua perangkat desa memahami standar operasional prosedur penanaman modal usaha, dengan kegiatan ini kita ingin meningkatkan intelektual perangkat desa dan anggota Pol PP, kita butuh SDM yang cerdas dan paham dengan situasi," kata Bupati Tamba.

Pihaknya menambahkan kegiatan ini adalah langkah mempermudah penanaman investasi di Jembrana. 

"Pemerintah malaksanakan ini bertujuan mempermudah iklim investasi, Saya minta kepada seluruh peserta yang hadir disini bersama-sama berbenah untuk menuju Jembrana Emas, persiapkan diri, kunjungan wisatawan saat itu akan naik signifikan, banyak investasi yang akan masuk, itu yang akan membawa perkembangan ekonomi di Jembrana," ujarnya.

Bupati Jembrana juga berpesan agar Perangkat Desa, Polisi Pamong Praja untuk tanggap dan proaktif pada kegitan yang melibatkan penanaman modal.

"Polisi Pamong Praja dan Perangkat Desa sebagai ujung tombak, harus berkoordinasi secara aktif apabila ada kegiatan investasi di wilayahnya, Saya berharap teman-teman bekerja dengan nyaman dengan SOP yang jelas, jangan sampai prangkat desa mencoreng institusinya sendiri," jelasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Jembrana I Made Gede Budiarta menjelaskan kegiatan sosialisasi diharapkan dapat mewujudkan standarisasi dan informasi pengawasan penanaman modal di Jembrana.

"Ini upaya untuk memastikan pelaksanaan kegiatan usaha sesuai dengan standar, pendekatan terhadap usaha yang berbasis risiko serta mengetahui  kewajiban yang harus dipenuhi pelaku usaha," jelasnya.

Pihaknya mengatakan sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman Perangkat Desa mengenai ketentuan penanaman modal dan pelaksanaan berusaha.

"Dengan meningkatkan pemahaman pelaku usaha, perangkat desa dan Pol. PP mengenai ketentuan penanaman modal diharapkan dapat meningkatkan ekosistem investasi dan meningkatkan siklus perekonomian sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. 

Pemkab Jembrana Dorong Promosi Pariwisata lewat konten Digital

 

BALIKINI.NET | JEMBRANA –  Meningkatkan geliat pariwisata di Bumi Mekepung,  Pemkab Jembrana mendorong para pelaku pariwisata untuk memanfaatkan  berbagai platform digital sebagai media promosi.

Salah satunya melalui pelatihan digitalisasi branding, pemasaran dan penjualan kepada pengelola desa wisata, homestay/pondok wisata, kuliner, souvenir dan fotografi .
Pelatihan bagi para pelaku wisata Jembrana itu dilangsungkan  pada tanggal 23-25 Nopember 2022 di Gedung Kesenian g Karno .

Bupati Jembrana I Nengah Tamba berharap, melalui peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM, diharapkan akan dapat meningkatkan citra positif dan daya saing usaha, destinasi pariwisata serta desa wisata . Tujuan akhirnya tentu  berpengaruh positif bagi peningkatan kunjungan wisatawan. 

Menurutnya, branding menjadi hal penting dalam suatu produk, branding memberikan kepercayaan terhadap konsumen untuk menggunakan produk. 

"Kekuatan branding itu luar biasa, seperti contoh ada air mineral yang bermerk dan tidak bermerk, saat mau minum tentunya akan memilih yang bermerk, itulah yang dimaksud branding. Selanjutnya untuk branding itu bisa dikenal butuh promosi pemasaran," ujar Bupati Tamba dalam sambutannya, Rabu (23/11) di Gedung Kesenian Ir. Soekarno.

Bupati Tamba menuturkan pemanfaatan berbagai platform digital sebagai media promosi sangatlah penting. Penyebaran informasi melalui media sosial pun lebih cepat serta dapat menjangkau sasaran pemasaran yang sangat luas.

"Sekarang ini dunia digital luar biasa, buatlah media sosial seperti instagram dan tiktok kemudian dipromosikan," ucap Bupati Tamba.

Sementara itu, Kadis Parbud Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara melaporkan pelaksanaan pelatihan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemenparekraf dengan sasaran 50 orang peserta yang berasal dari anggota pokdarwis, unsur desa wisata dan desa kreatif di Kabupaten Jembrana.

"Pelatihan hari ini merupakan salahsatu bentuk pelaksanaan dari program pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia pariwisata di daerah, yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non Fisik bidang pelayanan kepariwisataan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan menyasar para pengelola, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah utamanya yang tergabung dalam kelompok sadar wisata, desa wisata dan desa kreatif," jelasnya.

Sapta Negara menambahkan, pembangunan sektor pariwisata khususnya pengembangan pariwisata dan pariwisata berkelanjutan diharapkan agar masyarakatdapat berperan sebagai pelaku dan penerima manfaat dari penyelenggaraan pelatihan ini. Untuk itu diperlukan adanya SDM pariwisata yang memiliki kompetensi, kreatif dan tentunya berdaya saing. Hal ini bisa dicapai melalui pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi SDM pariwisata. 

"Pelatihan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan peserta tentang digitalisasi yang bisa diterapkan dalam penyelenggaraan dan memasarkan produk pariwisata serta mengetahui nilai strategis dari penerapan hal tersebut dalam pemasaran dan penjualan produk," pungkasnya. (Ngr

Bupati Bangli Buka Rakorda IV Staff Ahli Kepala Daerah di Desa Penglipuran


BALIKINI.NET | BANGLI – Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta Membuka Rapat Kordinasi Daerah IV Staff Ahli Kepala Daerah se- Bali Tahun 2022 bertempat  di Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu Bangli.

Rakorda yang dilaksanakan  pada Rabu (23/11/22) tersebut mengambil tema "Melalui Implementasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali dan Pendirian PAUD-TK Berbasis Agama Hindu Dalam Bentuk Pasraman di Desa Adat, Kita Lestarikan Adat, Agama, Seni, Budaya dan Tradisi Bali".

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Staff Ahli Kepala Daerah se-Bali, Kanwil Kemenag Provinsi Bali dan para Kepala Kantor Kemenag  kabupaten/kota se-Bali, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov dan para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Bali Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Bendesa Agung Provinsi Bali beserta Bendesa Adat Madya kabupaten/kota se-Bali, beberapa Bendesa Alitan, Bendesa Adat dan Pengelola lembaga PAUD/TK serta undangan lainnya.

Staff Ahli Bupati Bangli I Wayan Sarma dalam laporannya menyampaikan, para staf Ahli Kepala Daerah yang terdiri dari Staf Ahli Gubernur Bali dan Staf Ahli Bupati Walikota se-Bali, mempunyai program kerja terkoordinasi, yang mana mulai perencanaan, evaluasi dan koordinasinya dilakukan melalui kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) seperti kegiatan  hari ini. Yang mana lokasi tuan rumah Rakerda maupun Rakorda dilakukan secara bergiliran dari provinsi maupun kabupaten/kota.

Untuk kegiatan Rakorda berlangsung setiap 3 bulan sekali dengan melibatkan para steakholder sesuai topik yang dibahas atau difasilitasi.  Rakorda IV saat ini di Kabupaten Bangli, dengan mengambil tema, 

"Melalui Implemantasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali dan Pendirian PAUD-TK Berbasis Agama Hindu Dalam Bentuk Pasraman Formal di Desa Adat, Kita Lestarikan Adat, Agama, Seni, Budaya dan Tradisi Bali"

Tema tersebut diambil karena dalam dua tahun terakhir ini 2 hal tersebut menjadi konsentrasi para Staf Ahli, guna mendukung Visi-Misi Gubernur Bali, yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana 2018-2023. Program kerja Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali, dimana dari program ini telah membuahkan hasil, antara lain, terbentuknya Forum Pengobatan Tradisional Bali, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota, sebagai  wadah komunikasi para pelaku pengobatan tradisional Bali, Berkembangnya pelayanan Kesehatan tradisional pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, baik di RS maupun puskesmas- puskesmas dan Tumbuhnya UMKM produsen obat tradisional maupun petani produsen bahan baku obat tradisional. Termasuk dalam Rakorda kali ini, dipamerkan beberapa produsen obat tradisional beserta demonstrasinya.

Sarma menambahkan Terkait dengan fasilitasi pembentukan PAUD/TK Hindu dalam bentuk Pasraman Formal di desa adat, mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali,  target kinerja pada tahun 2022 adalah sebesar 4,29%, artinya pada tahun 2022 harus sudah ada PAUD/TK Hindu dalam bentuk Pasraman Formal di Desa Adat, sebanyak 78 lembaga, sedangkan sampai saat ini jumlah tersebut masih sangat jauh. Oleh karena itulah dalam forum Rakorda IV ini, kendala-kendala itu kita bahas dan kami fasilitasi. "Imbuhnya".

Kembali ditambahkan, para staf Ahli melalui wadah forum Sahlikada se-Bali selalu ingin tetap produktif dengan memberikan kontribusi yang maksimal terhadap kemajuan di daerah masing-masing sesuai Tupoksi Staf Ahli, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 134 Tahun 2018, Tentang Kedudukan, Tata Hubungan Kerja dan Standar Kompetensi Staf Ahli Kepala Daerah.

Melalui Forum Komunikasi Sahlikada se-Bali, pigaknya  sepakat mengusung jargon 
"Tidak Tampak tetapi Berdampak" .

Melalui forum terhormat ini, phaknya selaku SahliKada Bangli, Mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kami kepada Bapak Bupati Bangli  yang telah mengubah 180 derajat image Staf Ahli sebagai orang buangan menjadi pejabat terhormat. karena Bapak Bupati tetap memberikan  keleluasaan dan kesempatan kepada kami untuk membantu beliau dalam menjalankan roda pemerintahan. Dengan konsep "Supertim" bukan     "Superman", ditambah sikap kepemimpinan beliau yang egaliter dan terbuka terhadap masukan/usul/ saran dan bahkan kritik. "tutup Wayan Sarma.

Sementara itu Bupati Bangli dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pihaknya membangun Kabupaten Bangli, mulai dengan membangun sikap mental masyarakat, dengan membangkitkan rasa harga diri dan rasa jengah masyarakat Bangli. Karena selama ini Kabupaten Bangli dikesankan adalah kabupaten miskin, kabupaten tanpa prestasi atau selalu urutan terbawah pada setiap ajang kompetisi. Hal itu Ia mulai dengan menetapkan Bunga Pucuk Bang, Lagu Pucuk Bang dan Tarian Pucuk Bang sebagai maskot Kabupaten Bangli. Berikutnya menata wajah kota kabupaten, dengan renovasi alun-alun, perbaikan kantor-kantor strategis.

Di bidang sarana dan prasarana juga terus digenjot, perbaikan jalan, pasar rakyat, fasilitas kesehatan, rumah sakit, fasilitas olahraga dan lain-lain. Dan saat ini pihaknya sedang menyiapkan lahan untuk pembangunan GOR dan saat ini juga sedang dibangun veneu Drag Race, bertaraf nasional di Desa Landih.

Dalam peningkatan PAD dan pendapatan masyarakat, juga terus dilakukan. 
"Astungkara berkat kerja keras kami, PAD bisa naik secara signifikan, terutama dari sektor penerimaan PHR, pajak reklame dan retribusi masuk objek wisata". 

Di bidang perkonomian terus kita tingkatkan dengan membangun titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Pasca revisi Perda Prov.Bali tentang RTRW, kami memungkinkan membangun fasilitas akomodasi hotel berbintang seperti kawan-kawan di kabupaten/kota lainnya.  Oleh karenanya pihaknya memberikan karpet merah kepada investor yang betul-betul serius ingin berinvestasi di Bangli. "Ujar Sedana Arta".

Ia menambahkan, Dari segi kemampuan keuangan daerah, kami sangat kurang, oleh karena itu kita dorong OPD untuk berinovasi, memanfaatkan jaringan yang ada guna mendapatkan sumber-sumber anggaran yang baik, dari APBD Prov. (BKK) maupun APBN. Tahun Anggaran 2023 astungkara Kabupaten Bangli mendapatkan DAK sekitar 149 M, mungkin jumlah ini tertinggi di kabupaten/kota di Bali. Di bidang pendidikan, kami komitmen untuk meningkatkan SDM, Pemerintah Kabupaten Bangli telah  memberikan hibah lahan kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa seluas 5,69 hektar; agar sepenuhnya aktivitas kampusnya bisa berpusat di Bangli, sehingga secara maksimal bisa bersinergi membangun SDM dan perekonomian masyarakat Bangli. Dengan  STKIP Surya di bawah pimpinan Prof. Yohanes Surya, bulan Januari nanti akan  membangun kampus di Kabupaten Bangli dan memberikan beasiswa kepada generasi muda Bangli. 

Berdirinya kampus STKIP Surya ini akan membuat Kabupaten Bangli menjadi pusat pendidikan tinggi sains, matematika dan teknologi.

Pada intinya kami berusaha memberikan yang terbaik buat masyarakat dan melompat mengejar ketertinggalan dari kawan-kawan kabupaten kota lainnya. Dalam hal ini saya mengutip sebuah pernyataan Bung Karno.

"Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya."

Kami terus memompa semangat kawan-kawan di  OPD untuk jangan takut dan ragu berbuat demi kepentingan masyarakat, karena ini menjadi abdi masyarakat sudah menjadi pilihan kita, sepanjang tidak ada niat untuk memperkaya diri sendiri atau pihak lain, tidak merugikan negara dan tidak melanggar hukum.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, pihaknya  sepakat untuk membangun Supertim bukan Superman, melalui kerjasama yang harmonis, dengan mengurangi sekat-sekat formalistik. Kaitannya dengan pendidikan karakter yang berdasarkan nilai-nilai universal Agama Hindu dan budaya Bali, maka pendirian PAUD/TK Hindu di Desa Adat sangat relevan. Sesungguhnya  di Bangli sudah ada 13 lembaga PAUD/TK bernuansa Hindu, yaitu Pra Widya Dharma. Akan tetapi kalau memang harus masuk di Kementerian Agama, kami juga mendukung. Bagaimana pun RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali, harus kita dukung. "Tutup Bupati Bangli".

Tinjau Kebakaran di Pura Dalem Agung Desa Getakan, Wabup Kasta Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan



BALIKINI.NET | KLUNGKUNG – Mari bersama-sama tingkatkan kewaspadaan dan selalu berhati-hati menjaga keselamatan. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta saat meninjau musibah kebakaran Pura Dalem Agung Banjar Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Rabu (23/11). Kebakaran tersebut terjadi pada Senin, (21/11) sekitar pukul 18.30 yang mengakibatkan bale paselang ludes dilalap api.

Saat di lokasi kejadian, Wabup Made Kasta turut perihatin atas terjadinya musibah kebakaran tersebut. Pihaknya juga meminta agar masyarakat tetap semangat yang tulus untuk ngayah bergotong-royong membangun perbaikan pura ini kedepan. "Semua desa yang ada di Kabupaten Klungkung agar bisa mendaftarkan tanah di masing-masing Pura ke Kementerian Agama, sehingga nantinya kalau sudah ada datanya bisa segera mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat," ujar Wabup Kasta.

Wabup Made Kasta juga menambahkan yang paling terpenting masalah pemasangan kabel listrik juga harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ada kabel yang menumpuk. "Mari bersama-sama tingkatkan kewaspadaan dan tetap berhati-hati. Mudah-mudahan musibah ini tidak terjadi lagi dan tetap semangat ngayah bergotong-royong untuk memperbaiki Pura tersebut,"  harap Wabup Kasta.

Sementara Mangku Pura Dalem Agung Banjar Getakan Dewa Alit Nyoman Kusuma Putra mengatakan akibat dari musibah kebakaran ini sejumlah alat upacara juga ludes terbakar seperti dua jempana, satu temburu, dua gong pajenangan, satu kompor panjenengan termasuk pengangge pajenangan dan alat-alat uperengge. Saat ini pralingga sudah dibawa ke wantilan, sementara kerugian ditafsir Rp. 700 juta. Pihaknya juga menambahkan selanjutnya sudah dipastikan akan dilaksanakan Upacara Pencaruan Mepahaya pada tgl 30 November mendatang. Kemudian masyarakat setempat akan bergotong-royong untuk membangun kembali bale paselang tersebut. "Mudahan-mudahan upacara nanti berjalan lancar dan proses pembangunan bisa segera dilaksanakan," ujarnya.

Gempa Cianjur Terjadi 62 Kali, BMKG: Dimungkinkan Masih Ada Gempa Susulan



BALIKINI.NET | CIANJUR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga pukul 19:00 WIB telah terjadi 62 kali gempa susulan pasca gempa M 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). 

Bahkan pihak BMKG menegaskan gempa susulan itu masih mungkin terjadi hingga besok atau hari ini, Selasa (22/11/2022). "Gempa di Cianjur ini kalau dilihat dari karakternya dimungkinkan akan masih ada gempa susulan, bahkan sampai besok (hari ini), tapi skalanya akan mengecil," kata Bayu Pranata, Koordinator Informasi Gempa Bumi BMKG, kepada wartawan, dikantornya, Senin (21/11/2022), malam.

Jelasnya, aktivitas gempa susulan itu cenderung mengecil dari Magnitudo terbesar M 4,2 dan terkecil M1,5. "Meski skalanya akan cenderung mengecil, kami tetap saja meminta warga untuk mewaspadainya," tandasnya.

Untuk diketahui, gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini berpusat di wilayah perkotaan atau tepatnya  di 6.84 LS,107.05 BT atau 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur Guncangannya cukup dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan DKI Jakarta.

Kuatnya guncangan, juga telah memporakporandakan bangunan serta rumah-rumah warga. Dari update terbaru sedikitnya ada 900 orang terluka dan 162 orang meninggal dunia. Sementara 25 orang lainnya diduga masih tertimbun puing bangunan.

Terpantau, saat ini warga tinggal di pengungsian. Sementara pihak Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan Pemkab Cianjur serta aparat dan relawan tengah membersihkan puing-puing dari bangun yang ambruk serta melakukan pencarian, korban yang tertimbun.(Goen)

Gempa Cianjur Masih Terjadi, Bupati Nyatakan Tanggap Darurat Selama Sebulan


BALIKINI.NET | CIANJUR – Gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat rupanya masih belum berakhir. Terbaru Selasa (23/11/2022), aktivitas gempa kembali menunjukan eksistensinya yakni pada pukul 11.01.07 WIB dengan kekuatan guncangan mencapai M 2,4. 

Update BMKG secara rinci menyebut, Lokasi gempa berada di 6.83 LS - 107.12 BT atau tepatnya di2 Km Barat Daya, Kabupaten Cianjur, tepatnya di wilayah Kecamatan Warungkondang dengan titik gempa di kedalaman darat 6 km.

Meski kekuatan gempa dirasa kecil namun warga yang trouma tetap saja di buatnya panik. Ribuan warga hingga saat ini masih bertahan ditenda-tenda pengungsian.

Sementara pihak BPBD Kabupaten, Propinsi juga BASARNAS dan relawan serta aparat TNI POLRI terus melakukan pembersihan puing-puing serta pencarian korban yang tertimbun. Terkonfirmasi, hingga hari ini jumlah korban meninggal dunia akibat gempa ini mencapai 213 orang. Jumlah ini masih mungkin akan bertembah mengingat banyak warga yang memberikan laporan ikhwal anggota keluarga yang hilang.

Terkait bencana alam tersebut, Bupati Cianjur, H.Herman Suherman telah menandatangani surat pernyataan bernomor 360/8727/BPBD/2022. Isi surat tersebut intinya menegaskan, bahwa Pemkab Cianjur akan melaksanakan tanggap darurat bencana ini selama sebulan, terhitung sejak 21 November 2022 sampai 20 Desember 2022. Surat tersebut tidak berlaku paten. Ini bisa saja diperpanjang melihat situasa dan kondisi yang ada.(Goen)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved