-->

Sabtu, 28 Januari 2023

Hadiri Lomba Senam Sicita, Wawali Arya Wibawa Ikut "Melantai" Dengan Para Peserta


BALIKINI.NET | DENPASAR — Gelaran Lomba Senam Sicita antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Desa / Kelurahan se Kota Denpasar dalam rangka HUT Kota Denpasar ke 235, memasuki hari keempat, pada Sabtu (28/1). Pada putaran hari terakhir ini, hadir Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa. Tak hanya datang untuk menyemangati para peserta, Arya Wibawa bahkan  menyempatkan diri "melantai", untuk bersenam dengan seluruh peserta lomba.

Di area GOR Lila Buana, Kreneng, tampak duduk mendampingi Arya Wibawa, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa,  Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dan Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana. 

Arya Wibawa mengharapkan, lomba Senam Sicita yang digelar ini dapat semakin menumbuhkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat bergotong royong antar jajaran OPD Kota Denpasar serta Desa dan Kelurahan.

"Momentum HUT Kota Denpasar ke 235 ini tentu memberi ruang bagi kita semua untuk semakin dapat menjalin kebersamaan dan persaudaraan antar OPD. Karena keterkaitan antara satu OPD dengan lainnya, sangatlah erat dalam rangka memajukan Kota Denpasar yang maju dan berwawasan budaya," ungkapnya.

Kendati pelaksanaan Lomba Senam Sicita ini telah usai, Arya Wibawa  menekankan pada seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kota agar tetap mempertahankan semangat dan gaya hidup sehat, salah satunya melalui kegiatan olah raga senam ini.

"Setiap jajaran staf maupun pimpinan di lingkungan Pemkot Denpasar, saya harapkan dapat menjaga kesehatan mental dan fisik, sebagai modal dasar dalam memberikan layanan prima pada masyrakat," lanjut Arya Wibawa. 

Pelaksanaan Lomba Senam Sicita ini sendiri digelar selam empat hari, sejak tanggal 25 Januari hingga 28 Januari. Melibatkan hampir 81 kelompok peserta yang berasal dari OPD dan Desa / Kelurahan se Kota Denpasar, Lomba Senam Sicita ini memiliki beberapa kriteria penilaian dalam penjuriannya. 

Koordinator Juri, I Komang Sucipta Banyuning, S.Pd memaparkan, dalam proses penilaiannya, para dewan juri  menilai beberapa hal. Yakni, teknik gerakan dasar, ketepatan dan keserasian gerakan dengan  musik, kekompakan, serta penampilan umum meliputi pakaian, aksesoris dan lainnya. 

"Beberapa kategori penilaian nantinya akan merujuk pada pemilihan enam pemenang, yaitu Juara 1, Juara 2 dan Juara 3. Serta Juara Harapan 1, Juara Harapan 2 dan juga Juara Harapan 3. Sportifitas dan kejujuran sangat kami junjung tinggi dalam proses penilaian ini," kata Komang Sucipta.

Pengumuman pemenang sendiri rencananya akan dilakukan saat bertepatan dengan puncak perayaan HUT Kota Denpasar ke 235, pada 27 Februari 2023 mendatang.

Wagub Cok Ace Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua Bagi Pelaku Pariwisata


BALIKINI.NET | DENPASAR — Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua BPD PHRI Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) memfasilitasi vaksinasi Covid-19 booster tahap kedua bagi pelaku pariwisata. Didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom dan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Ayu Indah Yustikarini, Wagub Cok Ace meninjau pelaksanaan vaksinasi di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Sabtu (28/1/2023). Untuk kegiatan vaksinasi booster kedua ini, Dinkes Bali menyiapkan 5.000 dosis vaksin jenis pfizer.

Wagub Cok Ace yang ditemui awak media di sela-sela peninjauan vaksinasi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pusat yang mulai membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas untuk mendapatkan booster kedua. “Sejalan dengan ketersediaan vaksin, kita mulai gencarkan pelaksanaan vaksinasi booster kedua,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, pelaku pariwisata menjadi kelompok yang memperoleh prioritas karena mereka bersentuhan langsung dengan wisatawan asing. 

“Indonesia khususnya Bali sudah makin dibuka untuk negara asing dan sebagaimana yang kita ketahui, sejumlah negara tak mewajibkan warganya untuk vaksinasi. Menyikapi hal ini, kita melakukan sejumlah pendekatan,” urainya. Pendekatan yang dilakukan yaitu memastikan wisatawan mancanegara yang datang bebas dari paparan Covid-19. Caranya adalah dengan deteksi suhu tubuh di bandara. Pendekatan kedua yaitu memastikan imunitas para pekerja di bidang pariwisata terjaga dengan baik agar terhindar dari paparan Covid-19. 

“Kita pastikan para pekerja di sektor pariwisata tetap sehat dan baik-baik saja karena mereka berada di garis terdepan. Caranya ya dengan pemberian vaksin booster tahap dua,” ungkapnya. Pada bagian lain, Wagub Cok Ace juga mengimbau masyarakat luas mendukung kebijakan ini dengan proaktif mendatangi pos layanan kesehatan untuk memperoleh vaksin booster tahap kedua. 

Sementara itu, Kadiskes dr. Gede Anom menambahkan, saat ini Bali memiliki ketersediaan dosis vaksin yang cukup untuk mengintensifkan pemberian booster tahap kedua. “Kita punya stok 50 ribu dosis, itu artinya cukup untuk 100 ribu orang. Karena untuk booster dosisnya setengah. Kami yakin pemerintah akan terus menambah pasokan,” sebutnya. 

Senada dengan Wagub Cok Ace, Kadiskes juga menyampaikan bahwa pemberian prioritas bagi pekerja pariwisata didasari pertimbangan mulai banyaknya wisman masuk ke Pulau Dewata. “Apalagi, turis China juga mulai berdatangan. Sedangkan yang kita tahu di sana Covid-19 masih ada. Untuk itu, langkah yang bisa kita tempuh adalah pemberian vaksin booster dosis kedua. Ini salah satu cara meningkatkan imun,” tambahnya. 

Sama seperti strategi yang diterapkan pada vaksinasi tahap 1, 2 dan booster pertama, pihaknya akan membuka posko di banjar-banjar atau tempat umum. “Saat ini kabupaten/kota sudah bergerak, kami yakin bisa mencapai target sesuai jumlah pada booster pertama yaitu 82 persen,” cetusnya. 

Selain membuka posko di banjar-banjar, Dinkes Bali juga menyasar ASN Pemprov Bali yang berjumlah 17 ribu orang. Vaksinasi booster kedua bagi ASN Pemprov Bali dijadwalkan mulai 30 Januari 2023. “Dengan menurunkan tujuh tim, kita jadwalkan selama 17 hari,” pungkasnya.

WTO: Semangat Proteksionisme dan Deglobalisasi Ancam Pertumbuhan Global

 


Merespons keterbatasan komoditas, banyak pemerintah, termasuk Indonesia, belakangan banyak menerapkan kebijakan larangan ekspor. Analis dan pembuat kebijakan melihat pendekatan ini tak lepas dari kembali menguatnya semangat proteksionisme dan bahkan deglobalisasi, yang justru bisa kontra produktif. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.



Jumat, 27 Januari 2023

Ganggu Ketertiban, Satpol PP Denpasar Amankan Orang Mabuk


BALIKINI.NET | DENPASAR — Satpol PP Kota Denpasar tertibkan satu orang yang sedang mabuk  di Jalan Hangtuah Sanur, Jumat (27/1).

Kepala  Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar Nyoman Sudarsana mengatakan, penertiban ini dilakukan karena orang tersebut sangat meresahkan masyarakat. 

"Bulan  lalu orang ini juga sudah pernah  diserahkan oleh  Polsek Benoa karena mabuk. Kemarin  warga kembali melihat orang ini mabuk,  di Simpang Hang Tuah.  Untuk menjaga keamanan dan ketertiban  warga langsung melapor kepada ke  Satpol PP. Setelah kami lakukan penelusuran orang ini kedapatan sedang mabuk, sehingga harus diamankan ," ucap Sudarsana.

Menurutnya kelakuan yang dilakukan merupakan melanggar ketertiban, maka dari itu pihaknya mengamankan pria tersebut umur 30 tahun. "Untuk sementara kami akan lakukan pembinaan agar kedepan tidak lagi mabuk mabukan yang dapat menganggu ketertiban masyarakat," katanya.



Wagub Bali Cok Ace Meminta Pengembangan Potensi Pariwisata Tidak Melupakan Keberadaan dan Keterlibatan Warga Lokal Bali


BALIKINI.NET | GIANYAR — Pembangunan dan pengembangan pariwisata di pulau Bali yang juga biasa disebut sebagai pulau seribu pura telah dilakukan ratusan tahun silam. Secara perlahan budaya, adat istiadat sebagai pondasi kuat membangun pariwisata dan mampu mendatangkan kunjungan wisatawan berjalan beriringan dengan pengembangan sejumlah destinasi wisata di berbagai wilayah di Bali. Destinasi secara perlahan semakin bertambah, terlebih didukung oleh desa wisata yang saat ini sedang dipromosikan untuk membangkitkan pariwisata dunia pasca pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati menjelaskan dihadapan Bupati Berau Provinsi Kalimantan Timur Bupati Hj. Sri Juniarsih Mas dan jajaran bahwa perjalanan perkembangan dan kemajuan pariwisata Bali yang sifatnya evolusioner atau pelan-pelan ini mendapatkan manfaat sangat penting bagi masyarakat dalam hal pengaruh budaya asing. Jadi masyarakat Bali pada umumnya tidak mengalami shock culture karena sudah mengalami proses sejak lama. Hal ini disampaikannya saat melakukan Penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali, di Rumah Luwih-Gianyar, Rabu (25/1).

Ditambahkan Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Bali bahwa melalui kerjasama yang ditandatangani langsung oleh Wakil Gubernur Bali dan Bupati Berau dapat memberikan pengaruh positif bagi perkembangan wisata di wilayah masing-masing. "Kami harapkan kerjasama dengan Kabupaten Berau Kalimantan Timur ini menjadi ikatan membangun pariwisata yang berkelanjutan, sehat, berbasis pada potensi dan karakter wilayah. Dengan demikian harapan kita bersama bahwa masyarakat lokal tidak akan terpinggirkan atau tidak hanya menjadi penonton manakala pariwisata sudah bangkit. Oleh sebab itu, saya harapkan kerjasama ini dapat saling bantu antara Bali dengan Kalimantan Timur, sehingga mampu memberikan dampak baik bagi perekonomian Bali dan Berau,” kata Wagub Cok Ace.

Pada kesempatan ini, Wagub Cok Ace yang didampingi oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Ayu Indah Yustikarini juga menjelaskan perjuangan yang berkelanjutan dan bersinergi dengan banyak pihak adalah kunci kerjasama yang baik dalam mempromosikan pengembang destinasi wisata terbaru yang ada. "Saat ini, kami sedang mengembangkan destinasi desa wisata, yang merupakan sebuah konsep pengembangan daerah yang menjadikan desa sebagai destinasi wisata, dimana pengelolaan seluruh daya tarik wisata yang tepat diharapkan dapat memberdayakan masyarakat desa itu sendiri. Sesuai dengan prinsip utama dalam desa wisata, yaitu desa membangun,” imbuhnya lagi.

Bupati Berau Provinsi Kalimantan Timur Bupati Hj. Sri Juniarsih Mas menyampaikan pihaknya sangat senang bahwa Bali membuka diri melakukan kerjasama dengan pihaknya. "Dengan kerjasama ini saya harapkan potensi wisata di Bali dapat kami contoh dan kembangkan di Berau-Kalimantan Timur. Kami sangat berterimakasih kepada Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati dan juga Wakil Ketua Dewan penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali I Nyoman Sunarta yang sudah mengijinkan dan melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pariwisata di masing-masing daerah sekaligus saling memperkenalkan potensi dan destinasi wisata yang dimiliki".  

Dijelaskannya lagi bahwa Kalimantan Timur terkenal dengan destinasi wisatanya di  pulau Derawan, Maratua dan Biru Biduk serta pedalaman Karst Merabu.
 

Sekda Alit Wiradana Terima Kunjungan Bupati Bandung di TPST Kesiman Kertalangu


BALIKINI.NET | DENPASAR —  Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menerima kunjungan kerja Bupati Bandung, Provinsi Jawa Barat, HM Dadang Supriatna di TPST Kesiman Kertalangu Denpasar, Jumat (27/1). Kedatangan rombongan Bupati Bandung ini bertujuan untuk mempelajari tata kelola persampahan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). 

Turut hadir Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa, Kadis PUPR Kota Denpasar, AA Ngurah Bagus Airawata, Kadis Perkim Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Camat Denpasar Timur, I Made Tirana, Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, serta Direktur Operasional Bali CMPP, Andrean Raditha. 

Disela kunjungannya, Bupati Bandung, HM Dadang Supriatna memberikan apresiasi atas pembangunan tiga TPST di Kota Denpasar. Dimana, menurutnya penanganan sampah merupakan permasalahan klasik. Sehingga diperlukan penanganan yang optimal dan terpadu. 

"Tadi kami sudah lihat bersama, dan saya sudah paham, bahwa pengelolaan sampah dengan metode RDF dan daur ulang, dan ini sangat menarik untuk akan kami adopsi di Pemkab Bandung, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa direalisasikan," harapnya

Sementara Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mengucapkan terimakasih atas kunjungan Bupati Bandung di TPST Kesiman Kertalangu Denpasar. Dimana, pembangunan tiga TPST di Kota Denpasar merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Denpasar dalam penanganan sampah. 

"Jadi ini merupakan komitmen Pemkot Denpasar dalam penanganan sampah perkotaan," ujarnya

Lebih lanjut dikatakan, jika sudah beroperasi seluruhnya, tiga TPST di Kota Denpasar ini ditarget mampu mengolah 1.020 Ton sampah per hari. Jumlah ini jauh diatas rata-rata sampah Kota Denpasar yang berkisar di angka 700-800 Ton per hari. 

"Target pengolahan kami adalah 1.020 Ton sampah per hari, dan outputnya adalah Wood Pelet, RDF, dan Magot, bahkan kedepan akan dikembangkan Beton hasil daur ulang sampah, semoga wahana ini dapat menjadi ajang tukar inovasi untuk penanganan persampahan," ujar Alit Wiradana.

Musrenbang RKPD Kecamatan Denpasar Utara Bahas Usulan Rencana Pembangunan Wilayah


BALIKINI.NET | DENPASAR — Sebagai langkah membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan desa / kelurahan yang menjadi prioritas pembangunan wilayah kecamatan Denpasar Utara serta menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah di kota Denpasar maka dilaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan  (Musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2023 di Kantor Camat Denpasar Utara, Jumat (27/1). 

Kegiatan dibuka oleh Camat Denpasar Utara, Wayan Yusswara dihadiri OPD terkait di lingkungan pemerintah kota Denpasar, Perbekel dan Lurah, Kasi /Kaur pembangunan dari desa/kelurahan se-kecamatan denut, serta Tim ahli pendamping desa Kecamatan Denut. 

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara dalam sambutan tertulis dibacakan Camat Denut, Wayan Yusswara mengatakan pelaksanaan kegiatan ini adalah amanat UU No. 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional dan permendagri 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah merupakan salah satu tahapan penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) sebagai rencana tahunan.

Setiap proses penyusunan dokumen rencana pembangunan tersebut memerlukan koordinasi antar instansi pemerintah dan partisipasi masyarakat melalui suatu forum yang disebut sebagai musyawarah perencanaan pembangunan  (musrenbang) RKPD tahun 2023 kota Denpasar  berfungsi sebagai forum untuk menghasilkan kesepakatan antar pelaku pembangunan yang menitik beratkan pada pembahasan sinkronisasi program Pemkot Denpasar dan masyarakat dalam pencapaian tujuan pembangunan daerah.

“Berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) semesta berencana kota denpasar tahun 2021-2026, maka arah kebijakan pembangunan tahun ke dua (tahun 2023) dilaksanakan untuk memastikan keberlanjutan upaya yang telah dilaksanakan dalam periode pembangunan tahun pertama dengan tetap menekankan pada peningkatan SDM dan peningkatan pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan iptek. Kebijakan pembangunan daerah tahun keempat menekankan pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi kreatif, penguatan pariwisata berbasis budaya serta memantapkan birokrasi dan tata kelola pemerintahan untuk  mengevaluasi kinerja pembangunan daerah guna diketahui tingkat pencapaian target pembangunan daerah dan upaya yang akan dilakukan pada tahun mendatang untuk memastikan tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan selama lima tahun.

Penanganan masalah pembangunan yang mendesak seperti pelayanan kesehatan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana wilayah harus menunjukan hasil yang nyata di lapangan yang dapat dirasakan masyarakat serta adanya perkembangan  dalam peningkatan pelayanan publik. Pertumbuhan pembangunan di kota Denpasar yang terus mengalami perubahan  baik  dalam  bidang pembangunan fisik, ekonomi maupun sosial budaya, sehingga membuktikan adanya dampak  bagi  kemajuan kota Denpasar  pada   umumnya, dan Denpasar Utara pada khususnya,” ujar Jaya Negara.

Sementara Camat Denpasar Utara, Wayan Yusswara dalam sambutannya mengatakan Pelaksanaan musrenbang RKPD kota Denpasar di kecamatan Denpasar Utara ini bertemakan “Memperkuat daya saing dengan mengoptimalkan potensi daerah untuk Denpasar maju. 

“Melalui musrenbang di masing-masing desa/kelurahan sebelumnya telah menyepakati hasil-hasil musrenbang dari tingkat desa/kelurahan yang akan menjadi prioritas kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan. Membahas dan menetapkan prioritas kegiatan pembangunan desa/ kelurahan. Melaksanakan klasifikasi atas prioritas kegiatan pembangunan tingkat atas (top down) sehingga terwujudnya pembangunan baik fisik atau infrastruktur, sosial budaya, dan pemerintahan yang berkesinambungan,” ungkapnya. 

Ditambahkannya, materi musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) RKPD di kecamatan denpasar utara tahun  2023 yang akan dibahas adalah sesuai dengan yang telah diusulkan oleh desa/kelurahan se- kecamatan denpasar utara berjumlah  56 (lima puluh enam) buah usulan. 


Bupati Bangli Terima Kunjungan Badan Riset Dan Inovasi Nasional di Desa Selulung Kintamani


BALIKINI.NET | BANGLI — Bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa, dalam rangka Program Kemitraan Pendampingan Penanggulangan Stunting, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU.,  melaksanakan kunjungan di Kabupaten Bangli yang dipusatkan di Kantor Desa Selulung Kintamani, pada Kamis (26/1/2023).

Kunjungan diterima langsung oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,SE, didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, S.St.Par., yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bangli, Deputi Badan Riset dan Inovasi Daerah DR.Yovi, Dekan FKIK Universitas Warmadewa dr. IGN Anom Murdana, SpFK., OPD terkait dilingkungan Pemkab Bangli, Camat Kintamani, Masyarakat setempat serta undangan lainnya.

Dekan FKIK Universitas Warmadewa dr. IGN Anom Murdana, SpFK., dalam sambutannya menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah dalam rangka membantu penanggulangan stunting di Kabupaten Bangli, khususnya di Kecamatan Kintamani. Selain program penurunan stunting, kegiatan juga dipadukan dengan promosi pariwisata dan hasil pertanian, mengingat kintamani merupakan salah satu daerah pertanian dan tujuan wisata terbaik di pulau Bali. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat serta pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangli.

Selanjutnya Bupati Bangli dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada FKIK Universitas Warmadewa serta Badan Riset dan Investasi Nasional yang telah bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Bupati menjelaskan, Bangli merupakan Kebupaten yang berada du tengah pulau Bali, dan satu- satunya Daerah yang tidak memiliki garis pantai, namun Bangli memiliki potensi alam dan budaya yang adiluhung dan sumber air yang mampu mengaliri beberapa  Kabupaten di Provinsi Bali.

Bupati Sedana Arta menambahkan, dalam kepemimpinanya Bangli telah melaksanakan berbagai lompatan pembangunan, yang meliputi pembangunan infrastruktur, pembangunan Fasilitas kesehatan dan pengembangan penunjang  pariwisata serta Dengan slogan "Melompat Lebih Tinggi" Sedana Arta  mengajak masyarakat untuk tidak lagi berfikiran miskin, masyarakat Bangli harus jengah dalam membangun daerahnya.

Terkait permasalahan stunting Sedana Arta mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bangli telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting yang didalamnya melibatkan beberapa OPD terkait dilingkungan Pemkab Bangli, serta menjalin sinergisitas dengan Desa dan Kelurahan, yang nantinya diharapkan mampu bersinergi dalam mensosialisasikan program Pemerintah dalam rangka penurunan angka stunting kepada seluruh masyarakat Bangli. Pihaknya berharap Pemerintah pusat agar selalu mendukung dan membantu Kabupaten Bangli dalam rangka penurunan angka stunting, demi terciptanya kehidupan masyarakat Bangli yang sehat dan bahagia.

Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU., dalam arahannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi kerjasama antara Pemerintah Pusat,  FKIK Universitas Warmadewa, Pemerintah Daerah dan dunia usaha dalam rangka menangani permasalahan stunting yang nantinya kegiatan ini bisa direflikasi dan menjadi contoh bagi daerah yang lain bukan hanya di Bali, tetapi di seluruh Indonesia, dengan cara penanganan yang sistematis dan lebih ilmiah agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

Pihaknya menambahkan, permaslahan stunting bukan hanya tentang permasalahan makanan saja tetapi banyak hal yang harus kita perhatikan, seperti remaja yang harus kita didik bagaimana cara mengasuh anak, gisi ibu hamil, sampai pada kelahiran anak. Dan itu melibatkan beberapa aspek seperti budaya, pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Terpilihnya Bangli sebagai lokasi kunjungan, karena Kabupaten Bangli memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang pertanian dan pariwisata yang nantinya dapat  didaya gunakan untuk mengatasi stunting serta dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bupati Bandung Ingin Tiru Program Layanan Kesehatan di Jembrana


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Kabupaten Jembrana sebagai salah satu pemberi pelayanan kesehatan terbaik menjadi daya tarik Bupati Bandung, Dadang Supriatna melaksanakan kunjungan kerja ke kabupaten Jembrana. Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Dadang mengajak serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bandung yang disambut hangat oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Sekda I Made Budiasa serta pimpinan OPD terkait.

Ketertarikan Bupati Dadang dengan program layanan kesehatan di kabupaten Jembrana, diungkapkannya ditemui usai acara ceremonial penyambutan di Sentra Tenun Jembrana, Jumat (27/1).

"Tahun 2000 saya pernah kesini saat menjadi kepala Desa, sehingga saya merasa rindu dengan Jembrana, disamping itu juga saya dengar kabupaten Jembrana salah satu pelaksana pelayanan kesehatan yang terbaik. Karena sudah dibebaskan semuanya, tidak ada pungutan atau apapun, sehingga masyarakat terlayani kesehatannya," ungkap Bupati Dadang.

Program-program layanan kesehatan di Jembrana, dikatakannya menjadi inspirasinya untuk menyusun program layanan kesehatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. "Ini menjadikan inspirasi saya, insyaallah nanti di kabupaten kita, akan kita terapkan," ucapnya.

Sementara, Bupati Tamba dengan senang menyambut kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Kabupaten Jembrana dikatakannya telah menerapkan Universal Health Coverage untuk memberikan Jaminan layanan kesehatan bagi masyarakatnya.

"Saya merasa bahagia atas kunjungan Bupati Bandung beserta seluruh jajaran OPD Pemkab Bandung, karena hari ini beliau merasa terkesan dengan cara kita memberikan layanan kesehatan dengan sistem UHC (Universal Health Coverage) karena memang kita sudah mencapai 99 persen," ucapnya.

Selain itu, berbagai dukungan layanan kesehatan lainnya untuk memudahkan dan mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat juga telah dilaksanakan. Seperti layanan ambulance gratis melalui aplikasi JES (Jembrana Emergency Service), layanan kunjungan tenaga medis ke rumah pasien, serta adanya layanan SINAR BAHAGIA (Sistem Antar Obat Sampai Rumah Pasien Cegah Antrian).

"Disamping itu juga ada bentuk-bentuk pelayanan lain seperti layanan JES (Jembrana Emergency Service), ada Halo Dokter, ada juga layanan untuk warga jompo atau lansia yang tidak perlu lagi antre di dokter, tetapi petugas kesehatan yang datang ke rumahnya dan ini memberikan suatu kemudahan pendekatan layanan kita kepada masyarakat," jelasnya.

Selain layanan kesehatan, dukungan lainnya yang dilaksanakan oleh Pemkab Jembrana dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat terutama bagi lansia kurang mampu yaitu dengan memberikan bantuan makanan gratis bagi lansia miskin.

Kelurahan Panjer bekerjasama dengan DLHK Kota Denpasar Lakukan Perompesan Pohon


BALIKINI.NET | DENPASAR — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar melaksanakan perompesan pohon pada hari Jumat (27/1) di lokasi Jl. Tukad Pakerisan (Depan Kampus STIKES Lama) sebagai tindakan preventif di musim penghujan.

Saat dihubungi, Lurah Panjer Ari Budi mengatakan kegiatan ini untuk mencegah terjadinya pohon tumbang. 

“Di musim hujan seperti saat ini, daun-daun tumbuh rimbun dan apabila terjadi hujan deras yang disertai angin kencang, seringkali terjadi pohon tumbang,” katanya

Kegiatan ini dilakukan oleh petugas DLHK Kota Denpasar, PLN Denpasar, Perangkat Kelurahan Panjer, serta Bhabinkamtibmas. 

“Kami dibantu oleh DLHK Kota Denpasar dan juga PLN Denpasar yang sekaligus melakukan pengecekan jaringan kabel mereka,” ujarnya

Ari Budi juga mengungkapkan kegiatan ini akan rutin dilaksanakan khususnya pada pohon yang dahan-dahannya sudah rapuh dan rentan tumbang, sehingga nantinya tidak membahayakan masyarakat. 

"Kami akan berupaya untuk mengecek kondisi pohon dan selalu berkoordinasi dengan pihak DLHK apabila menemukan kondisi pohon yang rapuh dan rentan tumbang," tutupnya

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved