-->

Sabtu, 09 September 2023

Bupati Tabanan Apresiasi Karya Dewa Yadnya Desa Adat Geluntung Yang Mengedepankan Pelestarian Budaya


Tabanan – Dalam rangka pelestarian adat, agama dan seni budaya, sekaligus perwujudan bhakti dan penghormatan kepada para leluhur di Desa Adat Geluntung, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Karya Agung, Dewa yadnya, Ngenteg Linggih, Mapedudusan Agung, Mapeselang Menawa Ratna, Tawur Balik Sumpah Utama lan Ngusaba Desa, Ngusaba Nini, digelar oleh masyarakat setempat dan dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, dengan membawa semangat gotong-royong dan kecintaan pada adat dan budaya setempat, Sabtu (9/9).

Setelah melalui berbagai proses pembangunan, Warga Desa Adat Geluntung nampak antusias dan memadati lokasi untuk berpartisipasi dalam karya yang suci ini. Dengan total biaya hampir mencapai 2 Milyar, warga bergotong-royong urunan sebesar 1 juta rupiah per kepala keluarga dari 367 KK, berbagai hasil urunan diterima, sebab 70% mayoritas warga adalah petani, namun kontribusi dan semangat warga sangat tinggi untuk terus bersatu memastikan pelaksanaan berjalan lancar. Nampak hadir siang itu, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda, Camat Marga, Kapolsek Marga dan seluruh warga yang terlibat. 

Bupati Sanjaya yang kala itu hadir dengan disambut oleh sapa hangat masyarakat dan tari tradisional, memberikan apresaisi yang tinggi terhadap semangat dan dedikasi warga Desa Adat Geluntung dalam membangun karya. Terlebih para leluhur di desa ini dulunya merupakan para pahlawan dan pejuang yang turut memerdekakan Indonesia dalam Perang Puputan Margarana, G 30S PKI. Karya dewa yadnya yang berlangsung hari ini, menjadi wujud nyata penghormatan terhadap para leluhur dan warisan budaya yang patut dilestarikan.

“Saya Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan, dalam rangka mewujudkan visi misi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, bagaimana kita membangun sebuah keseimbangan, keharmonisan alam, jagat ini, baik krama manusia, alam lingkungan dan adat budayanya, saya lihat dari desa ini sudah lengkap. Jadi sudah manut, sesuai dengan visi dan misi juga bagian dari pelestarian adat agama dan budaya” Jelas Sanjaya siang itu. 

Karya yang dibangun ini, adalah contoh nyata bahwa semangat gotong-royong dan cinta terhadap adat dan budaya masih sangat kuat di tengah masyarakat kita. Terlebih saat Bupati Sanjaya menyaksikan antusiasme dan komitmen dari seluruh Warga Desa Adat Geluntung. Pihaknya meyakini dalam menyukseskan karya ini, pastinya dilandasi dengan sikap tulus ikhlas, sehingga bisa menjadi karya yang satwika, utamaning utama. 

Bagi Sanjaya, sudah tugas pemerintah untuk terus mengiringi pembangunan di masyarakat, apalagi sebagian karya yang dibangun untuk memberikan penghormatan bagi para leluhur yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. “Patut kita berterimakasih dengan apa yang dilakukan tokoh-tokoh kita, pejuang masa lalu, patut diberikan apresiasi dan penghargaan tidak cukup secara sekala, tapi secara niskala juga, salah satunya melalui ritual” ujar Sanjaya. 

Dalam suasana yang sarat makna ini, warga Desa Adat Geluntung juga menekankan betapa pentingnya memperpetuasi tradisi ini kepada generasi berikutnya. Mereka berkomitmen untuk terus mengedepankan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bagian integral dari identitas masyarakat. I Ketut Wasa selaku ketua panitia, sampaikan ungkapan terima kasih nya atas bantuan yang sangat bermanfaat dari Pemerintah, serta kehadiran Bupati untuk Nyaksi. 

“Upacara bertujuan menyucikan leluhur sekaligus memberikan pengormatan, di mana kegiatan ini terwujud akan semangat gotong-royong dan bahu membahu kraman tiang ring sajeroning ngaturang ayah pamargin yadnya puniki,” sebutnya. 

Walikota Jaya Negara Buka Gelaran Denpasar Kite Festival VII


Denpasar,  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi Lomba Layang-Layang Denpasar Kite Festival VII Tahun 2023 yang digelar Persatuan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kota Denpasar di Kawasan Pantai Padanggalak, Denpasar, Sabtu (9/9). Pembukaan kegiatan rutin tahunan guna mewadahi kreatifitas budaya bagi para pelayang atau rare angon ini ditandai dengan penarikan layang-layang Maskot Pelangi Kota Denpasar. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pelangi Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira yang juga selaku Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Kabid Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Astawa, Sekretaris Kecamatan Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, Perwakilan Bandesa Adat Kesiman, Perbekel Kesiman Petilan, I Wayan Mariyana serta undangan lainya. 

Tampak seluruh peserta lomba hiruk pikuk mempersiapkan layangannya yang akan mengudara. Usai membuka acara secara resmi, Walikota Jaya Negara tampak menyaksikan pelaksanaan lomba yang diawali dengan seri Layangan Tradisional Bebean Plastik dan dilanjutkan dengan seri Layangan Tradisional Pecukan Plastik. Meski angin belum berhembus dengan optimal, tampak seluruh pelayang beradu strategi untuk mempertahankan layangannya di udara. 

Ketua Pelangi Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira saat diwawancarai menjelaskan, lomba layang-layang Denpasar Kite Festival VII Tahun 2023 ini mengambil tema "Santhikaning Segara", yang bermakna Samudra sebagai inspirasi kedamaian. Dimana,  tema ini dipilih dalam upaya memaknai sebagai permohonan agar Ida Hyang Widhi menganugrahi keschatan, kedamaian, kebahagiaan serta semangat menyama beraya bagi para pelayang khususnya dan masyarakat pada umumnya menjalankan segala aktivitas.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wahana untuk memberi ruang gerak kepada para pelayang agar dalam bermain layangan penuh dengan rasa tanggungjawab, dan meningkatkan rasa kebersamaan diantara para generasi muda dan masyarakat pelayang khususnya,” ujarnya 

Lomba kali ini, kata Wandhira menghadirkan kategori remaja dan dewasa dengan beragam jenis layangan tradisional dan kreasi baru. Yakni Layangan Tradisional Bebean, Bebean Big Size, Janggan, Janggan Buntut, Janggan Buntut Big Size dan Pecukan. Dimana, khusus untuk layangan tradisional diwajibkan menggunakan kain dengan corak warna Bali, yakni merah, kuning, hitam dan putih. Selain lomba layang-layang, turut juga dilaksanakan Lomba Kober dan Lomba Pindekan. 

“Peserta tahun ini berasal dari sekaa/club dan pribadi yang jumlahnya sebanyak 1.021 layangan dari jenis tradisional dan kreasi, peserta lomba pindekan sebanyak 111 pindekan, serta lomba kober sebanyak 6 peserta. Semoga kegiatan ini berjalan lancar sebagai upaya melestarikan tradisi melayangan dan memberikan ruang ekspresi bagi rare angon,” ujarnya 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi atas pelaksanaan Lomba Layang-Layang bertajuk Denpasar Kite Festival VII Tahun 2023. Dimana, kegiatan rutin tahunan Pelangi Kota Denpasar ini diharapkan mampu mendukung pelestarian kesenian tradisi melayangan. Dimana, kegiatan ini diharapkan mampu melestarikan keberadaan layang-layang Bali, khususnya di wilayah Kota Denpasar. 

“Tentu kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini sebagai wahana ekspreasi dan kreatifitas budaya bagi pelayang yang dikenal dengan rere angon, hal ini lantaran ayang-layang tradisional merupakan salah satu potensi budaya masyarakat yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri, dan mendorong munculnya kreativitas serta inovasi baru,” ujar Jaya Negara. (Ags/HDps).

Disetujui Pusat, Usulan Bupati Jembrana Tangani Abrasi Pebuahan Dipastikan Tahun Depan


JEMBRANA - Kerja keras Bupati Jembrana beserta jajaran berbuah manis . Pemerintah pusat akhirnya menyetujui pembangunan penanggulangan  abrasi di Pantai Pebuahan dan dipastikan teralisasi pada tahun 2024. Pembangunan pengamanan  pantai yang ditunggu-tunggu  masyarakat Pebuahan desa Banyubiru mulai dikerjakan tahun 2024 dengan anggaran induk  APBN senilai hampir Rp 50 milyar  . 

Kepastian pemerintah pusat itu sebagai   realisasi atas proposal usulan Bupati Jembrana nomor  610/081/PUPRPKP/2022 pada 20 Januari 2022,  terkait penanggulangan abrasi khususnya di Pantai  Pebuahan Desa Banyubiru.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, pembangunan pengaman pantai Banjar Pebuahan ini memang sudah ditunggu oleh masyarakat, khususnya pesisir pantai Banjar Pebuahan.

"Seperti yang kita dengar bersama tadi dari pusat, dipastikan bisa berjalan tahun 2024. Astungkara ini kabar baik , karena usulan kita ternyata disetujui pemerintah pusat , " ucap bupati Tamba usai menerima kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI kekantor Bupati Jembrana ,jumat ( 8/9) .

Kendati telah disetujui , Ia memastikan akan tetap mengawal sehingga akhirnya proyek revitalisasi berjalan dengan lancar di tahun 2024. “ Dari pemerintah  pusat sudah memastikan tahun 2024. Kita juga tadi sudah melihat pagu anggarannya hampir 50 milyar di jarak 1,9 kilometer, " tegasnya.

Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muhammad Rizal, mengatakan  pembangunan pengaman pantai ruas pangyangan - Pebuahan sepanjang 1,9 kilometer, 9,5 hektar menggunakan anggaran dari   APBN . Konstruksi pengaman pantai dibangun  menggunakan revetment batu armor dan bangunan penunjang walkway menggunakan paving block.

Dukungan anggaran untuk penanganan abrasi di Pebuahan juga disebutnya menjadi penekanan dan prioritas dalam proses penganggaran dengan  komisi V DPR RI .

" Ini menjadi prioritas  , penanganan abrasi  untuk pantai Pebuahan sudah pasti tahun depan," terangnya.
 
Rizal menyebutkan   pantai di Bali memiliki tingkat kerawanan abrasi.  Sementara kondisi di pantai Jembrana dengan panjang pantai 87,173 kilometer sepanjang 21,86 kilometer abrasi dan garis pantai abrasi yang ditangani 8,93 kilometer. Sedangkan garis pantai yang belum ditangani 12,92 kilometer.

“ Kami amati  di pantai Pebuahan terjadi perubahan garis pantai antara tahun 2010-2020, mundur sekitar 60-80 meter. Nah , apabila tidak segera dilakukan penanganan maka abrasi akan semakin parah, “ ucapnya .

Disisi lain , Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras juga mengungkapkan akan mengawal usulan tersebut, sehingga pengerjaan pengaman pantai terlaksana pada tahun 2024 mendatang.

Pihaknya memastikan bahwa anggaran pengamanan pantai menjadi anggaran prioritas dan harus dilaksanakan, apalagi semua persyaratan teknis sudah terpenuhi

" Kalau untuk abrasi pantai Pebuahan,  sudah dialokasikan anggarannya  dan harapan kita selesai sebelum oktober tahun depan , “ pungkasnya .  (Abhi)

Pemkot Denpasar Terus Gencar Lakukan Safari Kesehatan


Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar gencar melaksanakan Safari Kesehatan. Hal ini sebagai upaya berkelanjutan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang juga dirangkaikan  dengan menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 Tahun 2023. Kali ini giat safari kesehatan menyasar warga Desa Pemecutan Kelod yang dipusatkan di Banjar Tegal Kawan, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu, (9/9).

Kepala Dinas kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati mengatakan, tujuan safari kesehatan ini tidak lain untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Beragam layanan turut diberikan pada kegiatan ini. Yakni promosi kesehatan, pemeriksaan kesehatan umum, screening Penyakit Tidak Menular (PTM), dan pengobatan dari UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat.

"Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama RSUD Wangaya Kota Denpasar yang memberikan pelayanan Fisioterapi serta JFF (John Fawcett Foundation Indonesia) yang memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan mata, pemberian kaca mata dan obat tetes mata sesuai hasil pemeriksaan," ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini terselenggara berkat sinergitas bersama seluruh pemangku kepentingan.  Dimana, semua pihak yang terlibat dan partisipasi dari kader posyandu pada proses registrasi sangat menunjang lancarnya kegiatan safari kesehatan. Candrawati menambahkan, Safari kesehatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai upaya promotif, preventif, dan kuratif demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Kita harapkan masyarakat Kota Denpasar  yang memiliki keluhan kesehatan, ataupun yang ingin mengecek kesehatanya dapat langsung mengunjungi safari kesehatan ini, sehingga masyarakat dapat betul-betul memanfaatkan program pelayanan kesehatan jemput bola ini dengan baik,"  ujarnya.

Sementara Putu Ariani, salah satu warga yang hadir dalam safari kesehatan ini mengatakan, pihaknya mengaku sangat terbantu dengan program dari Pemkot Denpasar ini,  " saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus terselenggara, sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat terbantu." ujarnya.

Debit Air Mengecil, Aliran Air Ke Rumah Warga Bungaya Macet


Karangasem, Bali Kini - Akibat musim kemarau debit air di sejumlah sumber air mengecil. Bahkan menyebabkan aliran air ke rumah warga sempat terhenti beberapa hari. Hal ini terjadi di dua sumber air Desa Bungaya, kecamatan Bebandem, Karangasem yakni di Banjar Sesana dan Papung. 

Perbekel Desa Bungaya, I Made Putra Darma Yasa, dikonfirmasi pada Sabtu (9/9/2023) membenarkan hal tersebut. "Yaa selain debit air kecil karena musim, setelah di cek itu di Banjar Sesana ada sumbatan di jaringan pipa makanya sampai 3 hari baru bisa air normal. Saya sendiri juga merasakan, airnya macet," katanya. Namun, untuk saat ini air desa yang dikelola langsung oleh BUMDES Bungaya itu sudah mendapat penanganan.

Sementara, untuk yang bersumber di Banjar Papung, menurut informasi yang didapat memang disebabkan karena debit air yang kecil, dan tidak ada sama sekali pipa yang tersumbat. Karena debit air kecil, untuk mengalir ke rumah-rumah warga, air harus berkumpul dahulu ke arah hulu, kemudian jika sudah banyak terkumpul maka barulah air bisa mengalir ke hilir.

Untuk itu, selama air tidak mengalir ke rumah masing-masing, warga lebih memilih untuk mandi ataupun mencuci pakaian ke aliran sungai terdekat.

"Kondisi ini memang sering terjadi di musim kemarau, tahun lalu pun begitu, makanya saya berharap agar dapat perhatian untuk membangun cubang, guna menampung air di saat musim-musim seperti ini. Agar warga kami tetap mendapat pasokan air," harap Perbekel Desa Bungaya. (Ami)

Jumat, 08 September 2023

Kelurahan Peguyangan Jadikan Aviary Sebagai Ruang Literasi


Denpasar,  Kelurahan Peguyangan terus berinovasi untuk meningkatkan budaya literasi. Kali ini, guna mendukung kegiatan tersebut turut diresmikan Aviary yang dipadukan dengan mendongeng cerita rakyat Bali oleh Penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Peguyangan oleh  Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara di Kantor Kelurahan Peguyangan, Jumat (8/9) pagi. Pelaksanaan kegiatan tersebut turut melibatkan ratusan anak- anak TK/PAUD diseluruh wilayah Kelurahan Peguyangan. 

Lurah Peguyangan, I Gede Sudi Arcana dihubungin secara terpisah menjelaskan, peresmian Aviary atau kandang burung yang dikemas seperti asli di alam liar ini diberi nama APSARI (Aviary sebagai Pembelajaran sehari-hari) ini bertujuan untuk mempercantik Kantor Kelurahan. Selain itu, keberadaan aviary ini juga sebagai sarana edukasi  bagi anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan. Utamanya untuk mengenal jenis spesies hewan serta menumbuhkan rasa kepedulian untuk melestarikan alam.

"Jadi dengan adanya APSARI ini diharapkan mampu mendukung meningkatnya budaya literasi sembari mengenalkan suasana alam lewat aviary," ujarnya

Adapun turut dilepas berbagai jenis burung pemakan biji-bijian. Mulai dari tekukur, perkutut, sesangkan ke alam bebas. Selanjutnya turut juga dilepas burung pemakan biji-bijian jenis love bird, cinglar, tledekan dan kenari kedalam  Aviary lalu memberinya makan. 

"Burung- burung ini hasil sumbangan siswa TK/PAUD dan masyarakat sekitar. Tentu ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi tumbuh kembang mereka,” jelas Sudi Arcana.

Ditambahkannya, anak- anak pun diajak untuk mendongeng satua Bali yang dibawakan oleh kakak- kakak dari Penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Peguyangan bertempat di Ruang Perpustakaan Saraswati, Kantor Kelurahan Peguyangan. “Anak- anak diajak memaknai cerita Sangsiah Teken Bojog. 

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran diluar sekolah bagi siswa TK/PAUD. Hal ini sejalan dengan komitmen Kelurahan Peguyangan untuk  menggiatkan ruang literasi dengan tujuan akhir mencerdaskan kehidupan bangsa.

 “Selain itu kami juga ingin meningkatkan kenyamanan pelayanan dengan mempercantik Kantor setelah sebelumnya telah dibuat kolam ikan Koi dan fasilitas bermain dan belajar di perpustakaan Saraswati," ucapnya.(esa/dps)

Pemkot Denpasar Gencarkan Kegiatan Jemput Bola Perizinan Keliling


DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus menggencarkan pelayanan perizinan keliling. Pelaksanaan kegiatan ini guna memberi kemudahan bagi masyarakat yang memerlukan. Seperti pada Jumat (8/9), pelayanan keliling dilaksanakan di Parkir Pasar Kerta Waringin Sari Anggabaya, Kelurahan Penatih.

Kepala DPMPTSP Kota Denpasar, IB Benny Pidada Rurus mengatakan, optimalisasi pelayanan perizinan keliling ini dilaksanakan guna memberikan kemudahan serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Denpasar. Sehingga masyarakat tidak harus datang langsung ke Mal Pelayanan Publik Sewakadarma.

''Tujuan kami untuk optimalisasi pelayanan, serta memberikan kemudahan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, utamanya pelayanan perizinan berbasis OSS,'' jelasnya.

Dalam pelayanan keliling ini, beragam proses perizinan dilayani, seperti perizinan berusaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), layanan perizinan IUMK melalui OSS dan layanan lainnya. 

"Jadi masyarakat tinggal melengkapi persyaratannya, jika sudah sesuai, maka dapat datang langsung ke layanan perizinan keliling sesuai dengan jadwal,'' ujar IB Benny Rurus. 

Dihubungi terpisah, Lurah Penatih, I Wayan Mudra menjelaskan, setidaknya ada sekitar 40 orang warga yang mendaftar untuk mendapatkan pelayanan ini. 

"Kami mengapreasiasi kegiatan ini, karena dapat memudahkan warga kami dalam hal pengurusan perijinan dengan metode Jemput Bola. Animo warga kami tinggi terhadap kegiatan ini, terbukti dengan banyaknya warga kami yang mendatangi lokasi sejak pagi," kata Wayan Mudra.

Walikota Jaya Negara Panen Padi Pandan Wangi di Subak Intaran Barat


Denpasar, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara melaksanakan panen Padi Pandan Wangi di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh, pada Jumat (8/9). Panen varietas padi yang nasinya memiliki aroma pandan ini dilaksanakan setelah masa tanam selama tiga bulan. 

Sejak tiba, Walikota Jaya Negara langsung menyapa dan berbincang dengan para petani di subak tersebut. Dalam kesempatan itu, Walikota Jaya Negara turut melaksanakan Panen Padi Pandan Wangi baik secara manual maupun menggunakan mesin. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Pimpinan OPD, Forum Pekaseh, Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, serta petani di wilayah Subak Intaran Barat. 

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara disela kegiatan panen menjelaskan, panen Padi Varietas Pandan Wangi ini merupakan bukti bahwa petani di Kota Denpasar masih tetap produktif. Sehingga menjadi suatu kebanggaan di pusat kota terdapat lahan pertanian produktif dengan kualitas beras yang baik. 

"Tentunya kami memberikan apresiasi kepada seluruh petani di Kota Denpasar, khususnya Subak Intaran Barat ini, dimana mampu memberikan hasil pertanian berupa Padi Pandan Wangi yang dikenal sebagai padi berkualitas," ujarnya

Lebih lanjut pihaknya berharap petani di Kota Denpasar terus semangat dan tetap produktif. Bahkan, Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan penuh terhadap pertanian yang mensejahterakan petani itu sendiri. Tak hanya itu, pihaknya juga telah memberikan keringanan pajak bagi lahan sawah produktif, jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani. Selain itu, memastikan ketersediaan bibit, pupuk, mesin pemotong padi, hingga pemasaran juga terus dioptimalkan Pemkot Denpasar untuk menambah semangat para petani. 

"Jadi biar petani lebih semangat, kita sudah sediakan jamiman atau asuransi, selain juga bibit, pupuk dan jalur pemasaran, sehingga pertanian di Kota Denpasar ini bisa mensejahterakan petani itu sendiri, dan kami juga memberikan ruang petani untuk berinovasi dengan mencoba berbagai varirtas sehingga beras yang dihasilkan berkualitas baik, dan kami bersyukur juga ada kebijakan Lahan Sawah Dilindungi, sehingga pertanian di Kota Denpasar tetap lestari," ujar Jaya Negara

Kadis Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta mengatakan, Panen Padi Varietas Pandan Wangi di Subak Intaran Barat ini dilaksanakan setalah masa tanam tiga bulan. Dimana, panen yang dilaksanakan diatas lahan seluas kurang lebih 60 hektar ini menghasilkan gabah kering panen sebanyak 13 Ton/Hektar, atau mencapai sekitar 780 Ton untuk keseluruhan di Subak Intaran Barat ini. 

Pihaknya mengatakan, Padi Pandan Wangi ini merupakan salah satu varietas dari padi bulu yang ditanam di Kota Denpssar. Karena nasinya yang beraroma pandan, maka padi dan beras ini terkenal dengan sebutan “Pandan Wangi. Keunggulan padi jenis ini adalah kualitasnya yang dikenal baik dan tergolong premium. Sehingga secara otomatis harganya lumayan tinggi yang diharapkan mampu mensejahterakan petani. 

"Padi ini nasinya nanti akan beraroma pandan, kualitasnya premiun, dan harga jualnya juga bersaing, kami terus mendorong petani di Kota Denpasar untuk terus produktif dan berinovasi," ujar Gung Bayu sembari mengatakan, sebanyak 1.700 hektar lahan sawah di Kota Denpasar akan melaksanakan panen di Bulan September ini. 

Pekaseh Subak Intaran Barat, Made Sudiartana alias Pak Tolih mengatakan, harga jual Padi Pandan Wangi ini mencapai Rp. 450 ribu per are. Dimana, proses pemasaran padi telah bekerjasama dengan LUPM. Sehingga padi yang dihasilkan secara berkelanjutan sudah memiliki pasar tersendiri. 

"Keunggulannya kualitas Padi Pandan Wangi ini adalah termasuk beras premium dengan harga yang lumayan tinggi. Ini menguntungkan petani, dan terimakasih juga atas kepedulan pemerintah terhadap petani," ujar Pak Tolih. (Ags/Dps).

Bupati Sanjaya Hadiri Ngaben Bersama Krama Banjar Munggal


Tabanan - Mewujudkan pembangunan menyeluruh dan berkelanjutan serta berdampak positif terhadap krama/masyarakat sangat diperlukan adanya sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat. Sebab itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, selalu berupaya hadir langsung memberikan dukungan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh krama di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.

Kali ini, Jumat, (8/9) pagi, Bupati Sanjaya dan jajaran terkait menghadiri upacara Pitra Yadnya Ngaben Bersama yang dilaksanakan oleh krama Banjar Adat Munggal, Desa Kukuh, Marga. Turut hadir dan mendampingi, anggota DPR RI Alit Kesuma Kelakan, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga dan anggotanya Putu Eka Putra Nurcahyadi, Sekda, dan jajaran OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Balai Banjar Adat Munggal tersebut, Bupati Sanjaya beserta jajaran disambut baik oleh Perbekel, Bendesa Adat Kukuh, Prawartaka Karya serta masyarakat di depan Balai Banjar. Kemudian melanjutkan tinjauan ke dalam Bangsal, berbincang dengan Prawartaka Karya terkait upacara, serta apresiasipun disampaikan orang nomor satu di Tabanan terkait konsep pembangunan yang berlandaskan kebersamaan.

"Penataan tempat dan konsep pembangunan sangat baik yang seiring dengan kebersamaan dan semangat gotong-royong krama. Inilah yang membanggakan bagi titiang selaku Kepala Daerah, ketika kramanya bersatu dan selalu bergotong-royong mewujudkan pembangunan di wilayah masing-masing," ujar Sanjaya di hadapan krama di sela-sela tinjauannya di Bangsal Pengabenan Banjar Adat Munggal.

Dikesempatan itu juga disampaikan pihaknya, bahwa dalam mewujudkan visi misi Pemkab menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM), pemerintah tidak akan bisa sendiri tanpa dukungan dan sinergi dari masyarakat. Untuk itu, pihaknya dan jajaran selalu konsisten hadir di tengah-tengah masyarakat guna meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan, juga sebagai wujud sradha bhakti pemerintah kepada masyarakat.

"Inilah cerminan sinergi kita antara pemerintah dan krama. Kami di pemerintah akan selalu mendukung serta membantu pembangunan positif yang dilakukan krama. Terbukti, tiang dan jajaran serta para Wakil Rakyat hadir bersama, selain meberikan dukungan dan bantuan, juga mendokan agar Karya ini berjalan dengan baik dan lancar. Inilah sinergi kita dan tiang harap rasa saling memiliki ini terus ditingkatkan dalam mewujudkan pembangunan kedepan," imbuh Sanjaya.

Tidak hanya itu, usai melakukan tinjauan di Bangsal, Bupati Sanjaya juga meninjau bangunan Balai Banjar setempat. Untuk diketahui, bahwa Balai Banjar Munggal belum lama ini dilakukan pembangunan yang yang rencananya berbentuk bangunan lantai II dan baru terealisasi I lantai. Untuk itu, Sanjaya menyampaikan akan berupaya membantu kelanjutan pembangunan, sekaligus ornamen-ornamen tambahan yang diperlukan.

Dikesempatan yang sama, krama Banjar Munggal yang diwakili oleh I Gede Subawa selaku Prawartaka Karya menyampaikan terimakasih dan kebanggaanya atas kunjungan Bupati Tabanan dan jajaran beserta para pihak legislatif. Terimakasih juga disampaikan pihaknya atas bantuan terhadap Karya kali ini serta berharap Bupati Sanjaya beserta undangan yang lain dapat memenuhi keinginan krama, yakni mewujudkan kelanjutan pembangunan Balai Banjar setempat.

Selain itu, I Gede Subawa juga menyampaikan, bahwa rangkaian Karya Ngaben Bersama ini telah dimulai dari beberapa bulan yang lalu, dimana puncaknya akan dilaksanakan pada 10 September 2023 dilanjutkan dengan berbagai rangkaian upacara lainya. Dimana Karya ini diikuti oleh 38 Sawa, 19 Ngelangkir, 34 Orang Metatah serta 28 Orang Metelu Bulanan, dengan biaya masing-masing sebesar Rp 11,3 Juta untuk Sawa Ngaben, Rp. 1,5 Juta untuk Sawa Ngelangkir serta 500 Ribu Rupiah untuk Mesangih dan Metelu Bulanan. 

Pengerjaan Proyek Lapangan Pau Kurang Maksimal, Bupati Suwirta tugaskan Camat Banjarangkan Panggil Rekanan


KLUNGKUNG -- Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Camat Banjarangkan Dewa Made Aswin meninjau langsung hasil pengerjaan proyek Lapangan umum Pau yang terletak di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, jumat, (8/9).

Dalam tinjauan tersebut ada banyak hal yang mendapat perhatian serius dari Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Permasalahan tersebut diantaranya rumput yang sangat jarang dan tidak merata karena kurang pemeliharaan rumput liar banyak yang tumbuh. Selain itu tutup got yang dibuat seperti asal-asalan karena banyak yang sudah patah padahal masih dalam masa pemeliharaan. Dari permasalah itu, Bupati Suwirta memerintahkan Camat Banjarangkan untuk memanggil rekanan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ini merupakan tanggung jawab rekanan karena masih dalam proses pemeliharaan.

Selanjutnya, Agar Lapangan umum Pau terlihat lebih menarik dan indah, Bupati Klungkung juga meminta Camat Banjarangkan untuk berkordinasi dengan Dinas LHP untuk penanganan tamannnya. Dan terakhir sebagai penunjang pelengkap Lapangan tersebut Camat Banjarangkan ditugaskan membuat perencanaan membuat lapangan voli dan futsal indor agat aktivitas berolahraga di Tihingan semakin menggeliat peminatnya, sebagai pelengkap buatkanlah tangga duduk agar saat ada kegiatan olaharaga masyarkat bisa menonton dengan aman dan nyaman.

Sebelum meninjau proyek Lapangan Umum Pau di Desa Tihingan, Bupati Suwirta juga meninjau proyek pengerjaan pembangunan gedung sekolah SMP 4 Banjarangkan, yang sudah selesai sekitar 30 persen  dan akan selesai akhir november 2023.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved