Beach Arts Festival Akan Menggetarkan Dunia Pariwisata Dengan 5555 penari Kecak - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Minggu, 18 Februari 2018

Beach Arts Festival Akan Menggetarkan Dunia Pariwisata Dengan 5555 penari Kecak

Kuta ,Balikini.Net - Budaya dengan aktivitas seni Bagi manusia Bali manifestasi dari  agama (Hindu)   yang telah mengakar dengan kehidupan masyarakat di bali sehingga apa yang di kembang masyarakat seperti Berawa Beach Arts Festival di pastikan akan selalu mendapat respon dari kalangan dunia pariwisata . 

Kebudayaan Bali juga jadi tempat persilangan  budaya global  Sembari berupaya memertahankan budayanya sendiri seperti kawasan pesisir punya peran besar dalam dinamika pariwisata Bali Sebagai  pintu gerbang pariwisata Bali, khusunya Badung yang punya  banyak pantai eksotis dan tersohor bahkan beberapa kawasan telah terkelola  baik. 

Guna menarik pariwisata yang lebih banyak kini di kembangkan oleh masyarakat desa Tibubeneng kuta utara dengan memanpaatkan pantai Berawa sebagai ajang Festival  .
Festival  diberi tajuk ”BERAWA BEACH ARTS FESTIVAL dengan tema Pasisi Lango ”Gate of Transition”. Festival ini berupaya memberi ruang dan  kemungkinan transformasi, kreasi  inovatif dengan bahasa ungkap personal maupun komunal. 


Festival  digelar pada  22-25 Februari 2018. Mengkolaborasikan berbagai macam aktivitas seni  pertunjukan  kecak kolosal  5555 orang penari , pameran seni visual dan patung,  pertunjukan wayang inovatif,  workshop seni lukis, live sketch, topeng dan recycle art, parade budaya, musik kolaborasi, workshop kuliner tradisional, hingga pembuatan Lawar (hasil laut).

Direktur Artisktik Pertunjukan Gede Tilem Pastika mengutarakan dalam festival kali ini pementaskan Kecak 5555 ribu penari adalah sebuah karya musik kecak instrumental Disajikan secara konser. Mengambil format instrumental karena ingin memberikan ruang eksplorasi terhadap elemen-elemen kecak seperti warna suara dan formulasi kilitan kecak secara murni. 

Kecak 5555 mengambil babon dari kekayaan garap kecak Ulapan Blahkiuh, Badung. Selain mengolah elemen warna suara chorus ‘cak’,juga ada  unsur body cak dengan memaksimalkan warna suara dari tepukan tangan, dada dan paha. Peserta  kecak 5555 merupakan gabungan dari perwakilan siswa SMK dan beberapa SMA di Kabupaten Badung. Keunikan dari Kecak 5555 tidak hanya menampilkan peserta laki-laki, akan tetapi juga melibatkan peserta perempuan (siswi)’’ kami ingin menampilkan terbaik dan diharapkan sebagai konser peraih muri akan mengalahkan konser tanah lot sebelumnya ‘’ ujarnya .

Selain itu Dalam hal  kuliner,  Bali  punya taste (sajian rasa)  khas. Maka  Sesi Food & Beverage Corner  akan mencoba menawarkan “Sensasi Rasa”. Yakni  menggabungkan minuman tradisional Bali dengan  buah lokal Bali seperti: juwet, sentul, kaliasem, cermai, bekul, kepundung dan lainnya. juga Herbal seperti vanili, kayu manis, kayu putih ,kemiri, jahe , sereh, dan lainnya. Tak lupa pula tuak dan arak yang sangat melekat dengan masyarakat Bali.

Bahan-bahan lokal ini akan racik jadi minuman bercita rasa fusion; kombinasi antara traditional drink dan international style yang diracik menjadi sajian "Cocktail". Sebagai makanan pendamping , akan disajikan beberapa jajanan Bali seperti  laklak, satuh, bendu, uli, pisang rai dan lain-lainnya. 
Dari masyarakat Tibubeneng sendiri akan menghadirkan Sea Food Festival yang menghadirkan berbagai olahan laut dengan sensasi bumbu ala Bali. Setiap banjar dari 13 banjar akan menghadirkan booth sajian mereka masing-masing.

Sementara menurut Camat Kuta Utara Drs. A.A Ngurah Arimbawa festival ini merupakan ide dari masyarakat Tibubeneng yang ingin menyajikan berbagai garapannya masing-masing  yang disajikan dalam parade seni budaya pada pembukaan festival oleh 13 Banjar adat di daerah  desa Tibubeneng 
Kegitan yang awalnya prakarsa masyarakat dan pelaku pariwisata dengan biaya patungan namun seletelah bertemu dengan bupati badung akhirnya Festival dibiayai penuh oleh pemerintah  dengan anggaran 2,3 milyar [ar/r5]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net