Piodalan Pura Praja Natha Kantor Walikota Denpasar - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Jumat, 27 Juli 2018

Piodalan Pura Praja Natha Kantor Walikota Denpasar

Denpasar,Balikini.Net - Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Praja Natha Kantor Walikota Denpasar. Persembahyangan bersama ini serangkaian piodalan di pura tersebut yang jatuh pada Purnama Sasih Karo Sukra Wuku Tambir, Jumat (27/7).

Tampak hadir mengikuti persembahyangan bersama Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, Sekda Kota Denpasar, AA Ngurah Rai Iswara, serta seluruh pimpinan OPD di lingkungan yang sejak  pagi melaksanakan persiapan pelaksanaan upacara piodalan.

Beberapa pengayah dan pegawai Pemkot Denpasar berdatangan dengan membawa perlengkapan alat persembahyangan. Rangkaian ritual di Pura Praja Natha ini dipuput Ida Pedanda Gede Sidhanta  Manuaba dari Griya Buruan Batuan, Gianyar. Pada persembahyangan ini juga diisi dengan persembahan tarian Topeng Wali, Rejang Dewa dan Pesantian dari para seniman Kota Denpasar.

“Dengan pelaksanaan persembahyangan bersama bhakti pujawali di Pura Praja Natha ini mari kita jadikan momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan guna mencapai kesejahteraan masyarakart,” ujar Rai Mantra di sela-sela persembahyangan bersama.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, dengan terciptanya hubungan baik manusia dengan sang pencipta sebagai pengamalan ajaran Tri Hita Karana maka keseimbangan dalam mencapai tujuan bersama dapat tercipta. "Sebagai manusia hendaknya kita mengamalkan ajaran Tri Hita Karana dalam setiap langkah kehidupan guna mencapai keseimbangan dalam melaksanakan kewajiban," paparnya.

Kabag Umum Setda Kota Denpasar, IB Mayun Suryawangsa, mengatakan, pelaksanaan piodalan di Pura Praja Natha Kantor Walikota Denpasar jatuh setiap satu tahun sekali. Adapun pelaksanaan piodalan kali ini menggunakan banten dengan tingkatan bebangkit. "Segala jenis aci atau piodalan ini merupakan wujud syukur umat kepada sang pencipta yang telah memberikan anugrah kesejahteraan bagi kita semua," ungkapnya. (Ags/Esa/r3)  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net