-->

Iklan

Menu Bawah

WARGA ANTRI MENDAPATKAN AIR BERSIH

BaliKini.Net
Senin, 09 September 2019, 21.46 WIB Last Updated 2019-09-09T14:46:33Z
Jembrana, BaliKini.Net - Ratusan kepala keluarga di banjar Kombading, Desa Pengambengan, Negara,Jembrana Bali mengalami kerisis air bersih. Kekurangan air bersih dirasakan warga sejak lima hari lalu. Hal ini disebabkan tidak mengalirnya air PDAM. Guna memenuhi kebutuhan air bersih petugas BPBD Jembrana bekerjasama dengan PDAM membagikan air bersih Senin (09/09/2019). Ratusan tempat penampungan air menumpuk saat mobil tangki BBPD tiba di lokasi. 

Warga banjar Kombading,Desa Pengambengan,Negara,Jembrana antri guna mendapatkan air bersih. Warga yang didominasi ibu-ibu keluar rumah membawa tempat menampungan air mulai dari galon, timba, jerigen hingga drum untuk mendapatkan air bersih yang dibagikan petugas BPBD Kabupaten Jembrana. 

“air PDAM mati sejak lima hari lalu. Kami kesulitan air bersih untuk keperluan masak dan mandi. Terpaksa warga disini jarang mandi. Sedangkan untuk air minum kami terpaksa membeli air kemasan” ujar Munsiha salah seorang ibu-ibu yang harus bolak balik mengangkut air. 

Hal sendada diungkapkan Siti Rahma. Menurutnya krisis air bersih tahun ini terparah karena hingga berhari-hari. “Warga disini sudah mencoba menanyakan ke PDAM katanya ada kerusakan kami diminta bersabar. Akibatnya kami kesulitan air sejak lima hari lalu. Selama air mati kami minta air ketetangga yang punya sumur. Kami gunakan untuk masak dan mandi tapi airnya asin”ungkapnya. 

Kelian banjar Kelapa Balian Mutamakin ditemuai di sela-sela pendistribusian air bersih mengakui ratusan warga mengalami krisis air bersih. Upaya yang dilakukan dengan mengupayakan bantuan air bersih melalui pihak desa pengambengan. “sekitar 200 Kepala keluarga yang terdampak krisis air bersih di banjar Kombading. Hari ini sudah datang bantuan air bersih dari BPBD Jembrana. Kita usahakan semua warga tersampak kebagian air. Kemungkinan menghabiskan dua tangki air bersih. Yang kekurangan air di rasakan oleh warga yang menggunakan saluran air PDAM” bebernya.

Sementara itu direktur PDAM Jembrana Ida Bagus Kerta Negara, ditemui di kantornya mengatakan tersendatnya air PDAM ke banjar Kombading diakibatkan adanya kerusakan pipa besar di desa Baluk. Ditambah adanya pemadaman listrik sehingga aliran air tersendat. “ini murni masalah teknis. Kami sudah lakukan perbaikan kemungkinan dalam waktu dekat aliran air akan kembali normal”ujarnya. [sdk/r5]

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+