-->

Senin, 01 November 2021

Nikmati Bebas Akses Snapchat dengan IM3 Ooredoo, Semua Bisa Bebas Berekspresi Tanpa Batas


Jakarta, Bali Kini - 
1 November 2021 - Pelanggan IM3 Ooredoo kini dapat menikmati bebas akses Snapchat untuk mengekspresikan diri bersama teman dan keluarga. Untuk menikmati benefit ini, pengguna dapat berlangganan paket Freedom Internet atau mengaktifkan kartu perdana Freedom Internet 2GB, 8GB, 16GB, dan langsung menerima kuota 1GB setiap bulan untuk bebas akses sepuasnya ke Snapchat.


Snapchat memberikan kebebasan bagi semua orang untuk bisa mengekspresikan diri      dengan mudah dan cepat, menelusuri berita terkini, dan bersenang-senang bersama. Dengan menyuguhkan kemudahan untuk mengakses kamera, pengguna dapat langsung mengambil foto maupun video untuk menciptakan dan berbagi cerita. Tidak hanya dilengkapi dengan filter dan lensa terbaru dari komunitas Snapchat yang dapat dipersonalisasi ke setiap foto, pengguna juga dapat mengubah tampilan mereka menggunakan bitmoji dan AR, hingga bermain game di aplikasi Snapchat. Dengan kuota 1GB dari IM3 Ooredoo, pengguna dapat semakin bebas bereksplorasi dan seru-seruan berbagi momen bersama teman melalui Snapchat.


Ritesh Kumar Singh, Chief Commercial Officer Indosat menyampaikan, “IM3 Ooredoo selalu berkomitmen untuk dapat terus memberikan produk dan layanan digital yang menarik dan inovatif kepada pelanggan melalui paket telpon dan internet yang simple dan transparan. Kami juga memahami bahwa pelanggan IM3 Ooredoo sangat suka melakukan chatting dengan teman, mengabadikan serta berbagi foto dan video. Untuk itu kami bekerja sama dengan platform terdepan seperti Snapchat agar para pelanggan dapat semakin bebas berekspresi dalam berkomunikasi melalui aplikasi Snapchat.”


Cara mendapatkan kuota 1GB untuk akses Snapchat ini sangat mudah, pelanggan hanya perlu berlangganan/memperpanjang paket Freedom Internet atau mengaktifkan kartu perdana Freedom Internet 2GB, 8GB atau 16GB. Pelanggan kemudian akan secara otomatis mendapatkan tambahan kuota sebesar 1GB berlaku 30 hari yang hanya bisa digunakan untuk mengakses aplikasi Snapchat. Benefit ini berlaku mulai dari tanggal 1 Oktober 2021 hingga 31 Desember 2021.


Anubhav Nayyar, Director of Snapchat Market Development SEA, mengatakan “Di Snapchat, kami selalu mencari cara untuk memperkuat dan meningkatkan nilai dari produk kami yang berfokus untuk menghadirkan pengalaman agar setiap pengguna dapat saling terhubung dengan teman dekatnya. Kami sangat antusias berkolaborasi dengan  IM3 Ooredoo agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas serta meneruskan komitmen kami dalam menghadirkan kampanye serta aktivitas yang relevan kepada para Snapchatters yang saat ini tengah berkembang di Indonesia.” [*]



Jumat, 08 Oktober 2021

Pompa Hidram Secara Nyata Atasi Kesulitan Rakyat


BALI KINI ■ Pangdam IX/Udayana bersama Gubernur Bali, Kapolda Bali dan Bupati Tabanan meresmikan penggunaan pompa hidram untuk pengairan sawah pertanian di Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (7/10/2021).

Dalam sambutan, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan bahwa, pompa hidram ini adalah merupakan tekhnologi lama namun jarang orang fokus mengerjakannya.  Sistem pompa ini bekerja tanpa menggunakan bahan bakar atau tambahan energi dari luar, hanya memanfaatkan tenaga aliran air suatu sumber kemudian air itu dipompakan ke tempat yang lebih tinggi, sehingga lebih murah dan efisien serta mudah dalam perawatannya.

“Dengan diresmikannya penggunaan pompa hidram yang dibangun di Desa Tangguntiti, kedepan pompa hidram seperti ini bisa dikembangkan oleh Pemerintah Daerah khususnya Provinsi Bali bahkan di seluruh Indonesia, sehingga bisa memecahkan persoalan pengairan pertanian dan tidak hanya di air bersih”, harap Pangdam.

Pangdam juga mengucapkan terimaksih atas kesediaan Gubernur Bali untuk meresmikan penggunaan pompa hidram yang pertama sebagai pengairan pertanian, selanjutnya juga akan dibangun pompa hidram Tangguntiti kedua, setelah tekhnisi selesai melakukan survey/pengecekan lokasi termasuk debit airnya dan kesiapan masyarakat desa untuk membangun desa tersebut.

“Di wilayah Provinsi Bali, sampai saat ini sudah dibangun pompa hidram sebanyak 18 titik, untuk wilayah Bali-Nusra secara keseluruhan sudah dibangun sebanyak 112 titik dari 32 tempat, dan yang akan dibangun lagi sebanyak 54 titik pompa untuk wilayah Bali-Nusra”, ujar Pangdam. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., mengucapkan terimakasih kepada Pangdam IX/Udayana yang memberikan kesempatan untuk meresmikan program penggunaan pompa hidram di Desa Tangguntiti. Pihaknya menyebutkan bahwa ini program pertama yang secara langsung yang menyelesaikan masalah masyarakat, bertahun-tahun dari dulu air sungai mengalir deras di desa ini, namun tidak bisa memenuhi pengairanya secara cukup terutama untuk pertanian.

“Ini merupakan program yang bisa dijadikan contoh dan guru buat kita semua, inilah negara hadir untuk rakyat secara nyata dalam menyelesaikan dan mengatasi kesulitan rakyat. Oleh karena itu, saya sangat mendukung seluruh program tersebut. Saya akan programkan di tahun 2022, baik melalui Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota diseluruh Provinsi Bali”, ungkap Wayan Koster.

Sementara itu, sambutan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menyampaikan,  kegiatan ini merupakan peristiwa yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Tanguntiti setelah sekian lama permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Tanguntiti terutama pada saat musim kemarau yaitu mengalami kesulitan air.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Pangdam IX/Udayana untuk program pompa hidram, baik untuk air bersih (minum) maupun pertanian, guna meningkatkan kontribusi APBD Kabupaten Tabanan khususnya sektor pertanian”, kata Komang Gede Sanjaya.
 
Kemudian I Nyoman Puja (perwakilan warga Desa Tanguntiti) mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas terwujudnya pompa hidram yang diperuntukkan mengairi sawah pertanian kurang lebih seluas 220 hektar. Dulu kami menanam padi cuma sekali dan sekali palawija, mudah mudahan dengan sudah diresmikannya pompa hidram ini masalah air terutama untuk pertanian bisa diatasi di Desa Tanguntiti.

Selain acara presmian pompa hidram, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan  Karya Bhakti (Karbak) pembersihan lingkungan dan Bhakti Sosial (Baksos) penyerahan bantuan Sembako dari Kodam IX/Udayana dan Pemprov. Bali kepada masyarakat terkait peringatan HUT TNI ke-76 yang bertemakan, “Bersatu, Berjuang Kita Pasti Menang”. (Pendam IX/Udy)

Jumat, 24 September 2021

Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Akan Bawa Kain Gringsing Dari Desa Tenganan Pegringsingan Ke UNESCO


BALI KINI ■ Menparekraf (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Sandiaga Uno secara langsung terjun ke Kecamatan Manggis pada Jumat (24/9/2021) untuk resmikan Desa Tenganan Pegringsingan yang masuk menjadi 50 Desa Wisata terbaik tingkat nasional. 

Sandiaga Uno yang didampingi Bupati Karangasem I Gede Dana sepakat jika hal ini akan dapat menstabilkan perkonomian bidang pariwisata di masa mendatang, khususnya di Bali dan Kabupaten Karangasem. 

Salah satu yang terkenal di Desa Wisata Tenganan Pegringsingan ialah kain tenunnya, yakni Kain Gringsing. Dimana kain ini merupakan tenun tradisional yang dibuat menggunakan teknik dobel ikat dan memerlukan waktu 2-5 tahun masa pembuatan. Kain ini bahkan ada yang berusia ratusan tahun, biasanya dipakai untuk upacara khusus di Desa Tenganan sendiri. 

Melihat hal spesial ini, tentu saja menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian Kabupaten Karangasem pada khususnya. Sandiaga Uno pun mengaku akan memperkenalkan kain ini pada Dunia, dengan harapan dapat membantu pemasaran Kain Gringsing yang saat ini masih sangat lesu di pasaran hingga membuat para pengrajin mengeluh. 

"Untuk kedepannya pihak kita akan mendaftarkan Kain Gringsing ke UNESCO," ujarnya.

Selain itu, menanggapi keluhan pengrajin Kain Gringsing, Sandiaga Uno juga memesan 120 lembar Kain Gringsing. 

"Pesanan sebanyak itu akan mampu menyerap sebanyak 400 pengrajin di Desa Tenganan ini. Karena pembuatan Kain Gringsing membutuhkan waktu yang cukup lama terutama pada pewarnaan karena untuk mewarnai benang masih menggunakan alat tradisional waktunya sekitar 1 tahun untuk pewarnaan benang saja. Selain itu karena pembuatan Kain Gringsing hanya ada 3 di dunia yaitu di Jepang, India dan di Tenganan (Indonesia), " Ujarnya. (Ami)

Kamis, 09 September 2021

Produk Rekayasa Genetika Sejalan Dengan Konsep Pertanian Organik


BALI KINI ■ Secara akademis produk rekayasa genetika (PRG) sebagai bagian dari pemanfaatan bioteknologi pertanian sejalan dengan pertanian organik. Dalam pengertian bahwa PRG dihasilkan melalui proses biologis biasa dan hasil-hasilnya bersifat biologis organik. 

Penegasan tersebut disampaikan Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc. di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) tentang Bioteknologi Pertanian Bagi Akademisi yang di selenggarakan secara online oleh Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Surabaya bekerjasama dengan Universitas Udayana Bali, Universitas Jember, dan Institut Pertanian Bogor, pada Kamis (9/9).

Menurutnya, pertanian khususnya tanaman tidak membutuh input organik. Tanaman menyerap unsur-unsur yang bersifat anorganik. Kenyataanya secara definisi  pertanian organik tidak memasukan PRG.

“Jadi PRG sampai saat ini tidak masuk dalam pertanian organik. Bagi PRG yang sudah lolos semua kriteria uji termasuk uji multi lokasi, uji keamanan pangan dan pakan, kemanan hayati/ lingkungan dan sebagainya sudah dinyatakan aman dan pasti punya keunggulan tertentu,” kata Wirawan.

Ia mengungkapkan terdapat beberapa alasan yang menyebabkan tidak dimasukkannya PRG dalam definisi pertanian organik, salah satunya karena definisi pertanian organik disusun oleh orang-orang berlatar belakang lingkungan. 

Alasan lainnya akibat kekurang fahaman tentang proses biologis dalam perakitan tanaman transgenik, dan definisi organik hanya dipahami sebatas memanfaatkan jenis atau varietas yang ada secara alami.

“Update Bio-teknologi Pertanian merupakan dasar pengetahuan dalam menentukan sikap merespon produk rekayasa genetik. Tanpa pengetahuan yang cukup tentang bioteknologi pertanian tidak akan mudah menyimpulkan tentang produk rekayasa genetik bermanfaat atau merugikan masayarakat,” jelas Wirawan.

Wirawan juga membantah terkait persepsi yang berkembang bahwa tanaman trasgenik akan menghilangkan gen lokal atau varietas lokal. Mengingat tanaman biasa saja dapat menghilangkan gen-gen lokal. 

Ia mencontohkan pengembangan perkebunan kelapa sawit yang dilakukan melalui penebangan yang menyebabkan banyak gen tanaman varietas lokal yang hilang.

Prof Dr. Ir. Bambang Sugiharto, MAgrSc., DAgrSc yang merupakan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember mengungkapkan bahwa dalam memanfaatkan rekayasa genetik regulasi sangat diperlukan untuk meminimalisis dampak negatif dari produk tersebut. Guna pemanfaatan tanaman PRG telah disepakati di dunia menggunakan acuan Protokol Cartagena 1994.

Indonesia telah meratifikasi protocol Cartagena menjadi PP 21 Tahun 2005 tentang “Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika”. Sesuai dengan PP 21 Tahun 2005 tanaman PRG dapat dilepas dan dimanfaatkan oleh masyarakat harus melalui sertifikasi keamanan hayati (biosafety assessment) yang dilakukan oleh Komisi Keamanan Hayati – Keamanan Pangan PRG (KKHKP-PRG). Semua pengujian keamanan hayati ditujukan untuk menjamin bahwa tanaman PRG aman digunakan oleh masyarakat dan tidak menimbulkan permasalahan.

“Terdapat tiga pengujian pengujian keamanan lingkungan, kemudian pengujian keamanan pangan dan pengujian keamanan pakan. Setiap produk tanaman yang akan dikomersialkan harus mempunyai sertifikasi pengujian ke tiga ini, kalau tidak bisa disebar ke masyarakat,” papar Bambang Sugiharto.

Bambang Sugiharto menegaskan produk rekayasa genetika pada dasarnya aman secara lingkungan dan dapat menjamin peningkatan produksi pertanian. Atas dasar pertimbangan tersebut sudah selayaknya PRG dapat dikembangkan di Indonesia.

Dr. Ing Dase Hunaefi, S.TP., M.Food.ST dari Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor menyampaikan bahwa masih banyak yang mempertanyakan pentingnya penggunaan produk rekayasa genetika, padahal sudah ada teknik pemuliaan konvensional dan perkawinan silang. 

“Keunggulan GMO ini tentunya lebih tepat, lebih baik dan presisinya sesuai target. Keunggulan lainnya dapat mengatasi kendala ketersediaan sumber gen,” ungkap Hunaefi.

Hunaefi menyampaikan teknologi GMO juga sebagai bentuk jawaban atas kebutuhan konsumen, dimana konsumen makin banyak kebutuhannya termasuk salah satunya sebagai contoh Anti Browning Apples. Terdapat juga kebutuhan akan kandungan serat yang tinggi pada produk hasil pertanian.

Ia menambahkan bahwa pada dasarnya makanan hasil dari produk rekayasa genetika aman untuk dikonsumsi. Pemanfaatan tanaman GMO pada dasarnya juga sejalan dengan upaya untuk budidaya tanaman tanpa pestisida, karena dapat dikembangkan tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit.

“Ini membantu budidaya tanaman tanpa pestisida, dimana serangan hama dan penyakit rendah, produktivitas semakin tinggi, biaya murah,” tegas Hunaefi.

Sedangkan Dylan Hoey, selaku Wakil Kepala Bidang Politik Dan Ekonomi di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya mengungkapkan bahwa Amerika Serikat sebagai salah satu pemimpin di bidang sains dan teknologi, sangat berkomitmen bekerja sama dalam penggunaan teknologi baru untuk kesejahteraan dan perkembangan ekonomi. 

Menggali teknologi dalam bidang pertanian menjadi salah satu dari banyak program yang Kedutaan besar Amerika Serikat di Indonesia dan Konsulat Jenderal Surabaya AS terkait sains dan teknologi.

“Bagaimana meningkatkan produktivas sektor pertanian, meningkatkan  pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan di saat yang sama mendorong pertumbuhan ekonomi keberlanjutan dan praktek yang sesuai nilai budaya dan sosial setempat,” ungkap Dylan Hoey.(muliarta).

Minggu, 29 Agustus 2021

Nusa Lembongan Menerima Mesin Desalinasi Air Dengan Dukungan Australia


BALI KINI ■ Kapal Angkatan Laut Australia, HMAS Canberra, telah menyerahkan mesin desalinasi tenaga surya pertama di Nusa Lembongan ke Yayasan Pendidikan Wisata Darma Bali (SMA Wisata Darma). Inisiatif ini pimpin oleh LSM Australia, Surfrider Foundation Australia, dengan dana dan dukungan dari Pemerintah Australia. 

Awal mula ide ini muncul pada tahun 2018, setelah LSM Australia, Surfrider Foundation dan Bottle for Botol mengunjungi sekolah tersebut dan belajar tentang akses air dan masalah sampah plastik di pulau itu. 

Setelah menerima dana melalui program Australian Friendship Grant dari Pemerintah Australia, yayasan ini dapat membeli mesin desalinasi dari perusahaan teknologi air Australia, Moerk Water, untuk sekolah tersebut. 


Moerk Water mengkhususkan diri dalam sistem pengolahan bertenaga surya berkualitas tinggi dan andal untuk masyarakat pedesaan terpencil. Mereka juga melatih anggota masyarakat setempat tentang cara menggunakan mesin desalinasi mereka sendiri.Setelah dipasang, mesin ini akan: 

• Menghasilkan 150 liter air minum bersih per jam untuk 500 orang setiap hari. 
• Mengurangi ketergantungan pulau ini pada plastik sekali pakai. 
• Dimiliki dan dioperasikan oleh anggota masyarakat setempat, yang sebagian besar adalah perempuan.

Bottle for Botol juga memberikan pelatihan kepada siswa dan guru tentang keberlanjutan dan polusi plastik, dan memberi botol air minum yang dapat pakai kembali kepada setiap siswa untuk digunakan setelah mesin ini beroperasi. 

Tantangan yang terkait dengan COVID-19 sempat menunda pengiriman mesin ini dari Australia Barat. Namun, peluang untuk mengirimkannya muncul melalui kerja sama erat Indonesia dan Australia dalam bidang pertahanan dan kesiapsiagaan bencana. Sebagai bagian dari Latihan Bantuan Kemanusiaan dan Bantuan Bencana yang terkait dengan Indo-Pacific Endeavour (IPE21), HMAS Canberra membawa mesin desalinasi dan mengirimkannya ke pulau menggunakan aset udara dari HMAS Anzac.  Kegiatan ini dikoordinasikan melalui Staf Bagian Pertahanan Jakarta dengan bantuan otoritas Indonesia termasuk TNI. 

“Konsulat-Jenderal Australia berterima kasih kepada Komandan IPE21, CDRE Mal Wise di kapal HMAS Canberra dan anggota Angkatan Bersenjata Indonesia di Bali dalam membantu Surfrider Foundation untuk memberikan solusi berkelanjutan untuk air, listrik, dan sampah plastik ke Nusa Lembongan. Salah satu prioritas kami adalah mendukung cara-cara inovatif untuk melindungi sumber daya alam dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali. Ini adalah contoh persahabatan yang kuat antara komunitas Australia dan Bali yang bersatu dalam semangat bersama kita untuk laut dan lingkungan. Ini adalah inisiatif yang sangat baik, dan kami berharap dapat melihat dampak positif pada masyarakat di tahun-tahun mendatang.” 
Anthea Griffin, Konsul-Jenderal, Konsulat-Jenderal Australia Bali. 

“Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa mengenal masyarakat Nusa Lembongan dan mendiskusikan teknologi air Australia sebagai solusi masalah air dan plastik di pulau ini. Saya terinspirasi oleh minat masyarakat pada solusi yang tidak hanya akan memenuhi kebutuhan air mereka dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tetapi juga mengurangi intrusi kadar garam, yang semakin banyak dihadapi oleh pulau-pulau kecil seperti Nusa Lembongan karena konsumsi akuifer yang berlebihan dan perubahan iklim. ” 
Tom Wheeler, President Surfrider Foundation Australia – Perth Chapter. (**)
 

Rabu, 11 Agustus 2021

Cara AS Mengatasi Apatisme di Wilayah Tervaksinasi Tinggi


BALI KINI ■ Daerah timur laut Amerika Serikat memiliki tingkat vaksinasi tinggi dan melampaui target 70% warga divasksinasi jauh sebelum tercapainya target secara nasional pada awal Agustus. Tapi di negara bagian-negara bagian ini, masih ada kendala memvaksinasi warga yang belum juga mendapat vaksin.

Yuuk simak Liputan Ini  >>>>>>>>>>>>>>>>>>




© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved