-->

Minggu, 04 September 2022

Bupati Sanjaya Buka Bike Fest Tabanan Chapter di Tanah Lot


Tabanan – Ragam aktifitas dan kegiatan pembangunan di Tabanan, terutama dengan mengedepankan kreatifitas, sinergitas serta gotong-royong yang tinggi di sektor ekonomi dan pariwisata, menjadi perhatian yang utama bagi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. Hal ini ditunjukkannya, saat menghadiri dan membuka secara langsung event “Granary” Lumbung Padi Bike Fest yang pertama, dalam rangka HUT ke-2 Tabanan Chapter, Sabtu (3/9). 

 

Kehadiran Bupati Tabanan saat itu juga didampingi oleh Sekda, Asisten II, Kapolres Tabanan, Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Setda, dan juga dihadiri oleh Direktur BPD Cabang Tabanan, Kepala DTW Tanah lot, Manager De Jukung Resto, Ketua Chapter Harley Davidson, serta Camat, Perbekel dan Jero Bendesa Adat setempat. 

 

Ratusan pengendara motor yang tergabung dalam club dan komunitas motor nampak memenuhi De’Jukung Area Surya Mandala Tanah Lot, sebagai tempat diselenggarakannya acara. Tak hanya itu, puluhan tenant dari IKM dan UMKM lokal juga tampak memadati lokasi acara dengan aneka sajian khas Tabanan yang dapat dibeli secara bebas. 

 

Bupati Sanjaya, nampak sangat mendukung event festival motor yang berlangsung di penghujung minggu tersebut. Terutama tujuan digelarnya event ini adalah untuk Charity / kegiatan amal. Sekaligus untuk membangkitkan ekonomi UMKM dan Pariwisata serta promosi wisata Tabanan dan Bali pada umumnya, serta mendukung program Pemda Tabanan Era Baru menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

 

Di Kesempatan itu, Sanjaya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kegiatan ini, terutama setelah selama 2,5 tahun, terbatas dalam melakukan aktifitas apapun dikarenakan pandemi. Dengan kegiatan sosial seperti ulang tahun Tabanan Chapter ini, sudah barang tentu sangat positif bagi kabupaten Tabanan. “kegiatan ini juga kita lihat secara positif sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan Duta Kabupaten Tabanan yang membantu Pemerintah Kabupaten Tabanan, dalam rangka memperkenalkan lagi obyek wisata, bahwa tanah lot sudah layak lagi dikunjungi tamu-tamu wisata nasional dan mancanegara” sebutnya. 

 

Kegiatan ini, bagi Sanjaya, mampu membantu me-recovery pariwisata di Bali, dan Tabanan khususnya. Sebutan “Duta Wisata” dan “Duta Pemulihan Ekonomi” juga disematkannya untuk Tabanan Chapter, yang berjalan beriringan dengan Pemkab Tabanan dalam mempromosikan wisata di Tabanan. “ini salah satu rider-rider komunitas motor besar yang ada di Tabanan Bali, sebagai salah satu duta pemulihan ekonomi. Dengan menggandeng UMKM sudah membantu perekonomian masyarakat kecil, ini salah satu upaya memulihkan perekonomian di Tabanan” Ungkap Sanjaya. 

 

Lebih lanjut, pihaknya juga berharap, kegiatan positif yang membangun seperti ini dapat terus dikembangkan di masyarakat. Dengan eratnya tali persaudaraan di komunitas maka Tabanan Era Baru bisa mulai bangkit, ekonomi, pariwisata dan persaudaraannya juga. Komunitas, bagi Sanjaya, mampu mempererat dan menyatukan persaudaraan, tidak hanya di Tabanan tapi di seluruh Kabupaten. Seperti halnya tagline Tabanan yang selalu digaungkannya, “Banggalah kita sebagai orang Tabanan, dengan berkendara pun kita bisa bersatu, bisa membangun Tabanan yang kita cintai” pesannya. 

 

Bersinergi dengan Pemkab Tabanan, Pihak penyelenggarapun menyampaikan ungkapan terima kasih atas kehadiran jajaran pemerintah di sore hari tersebut. “Harapan kami, acara ini dapat berlanjut ke depan serta dapat bekerjasama lebih jauh degan Pemda Tabanan untuk tercapainya tujuan kegiatan, dan ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami atas kehadiran Bapak Bupati” Ujar Nyoman Muliadi selaku Ketua Pembina Tabanan Chapter. Setelah membuka acara, Bupati Sanjaya menyempatkan untuk berkeliling dan mengunjungi masing-masing sepeda motor yang ditampilkan di sore hari itu.

Tepis Isu Miring PMI Jual Beli Darah, Tegaskan PMI 100 Persen Murni Kemanusiaan


Karangasem, Bali Kini - Isu PMI Karangasem yang menjual darah ditepis langsung oleh Pengurus PMI Kabupaten Karangasem dalam rapat yang diadakan pada Sabtu, (3/9/2022) di Ruang Rapat Rumah Jabatan Ketua DPRD Karangasem. 

Dalam Rapat yang mengagendakan Pengenalan Pengurus dan Rapat Evaluasi Program PMI Kabupaten Karangasem Tahun 2022 Semester 1 tersebut membahas berbagai persoalan terkait PMI termasuk isu miring tentang PMI yang menjual darah atau adanya mafia darah di PMI Karangasem. 

"Perlu kami tegaskan, di PMI tidak ada jual darah atau mapia darah seperti isu liar selama ini, yang ada pengganti pemeliharaan darah. Itu karena darah harus dirawat dan dipelihara, dan itu perlu biaya tinggi," Kata Sekretaris PMI Kabupaten Karangasem, I Wayan Suara Arsana. Peran dan fungsi PMI memang 100% murni Kemanusiaan.

Pernyataan tersebut juga senada dengan Kepala UDD PMI Karangasem, dr. A A Harrry Wijaya. "Ya, PMI memang tidak ada unsur menjual belikan darah," Tegasnya. 

Perkantong darah memerlukan dana sebesar Rp. 360.000,- itu dirincikan biaya sebagai berikut: Biaya Investasi terdiri dari biaya Gedung, penggantian kendaraan, Diklat tenaga dan penggantian alat yang ditotal menjadi Rp. 94.869,-. Dan biaya Operasional yang terdiri dari biaya tenaga, gedung, utilitas (listrik, gas, telpon), asuransi (gedung, kendaraan, alat), managemen organisasi, kendaraan (service dan bahan bakar, Kursus staf, alat habis pakai, bahan habis pakai administrasi, penghargaan donor dan bahan habis pakai dengan total sebesar Rp.265.131,- 

Rincian biaya tersebut sudah berdasarkan Keputusan Pengurus PMI Provinsi Bali NOMOR :109/SK/PMI PROV.BALI/03.01/V/2014 Tentang Penetapan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). (Ami)

Sabtu, 03 September 2022

Kiat Bisnis Makanan untuk Bertahan di Tengah Inflasi

 



Inflasi di AS mencapai level tertinggi selama 40 tahun dengan harga pangan naik 10 persen selama setahun terakhir. Para penjaja makanan di kota New York harus mencari kiat untuk bertahan dan menekan harga di tengah himpitan lonjakan harga bahan pangan dan biaya angkutan. Berikut laporan tim VOA.





Ketua GOW Kota Denpasar Buka Sosialisasi Pendampingan Sertifikasi Halal Bagi UMKM


DENPASAR -  Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pasca pandemi Covid 19, berangsur mulai mengalami kebangkitan. Geliat kebangkitan UMKM itu sendiri memerlukan dukungan peningkatan kualitas dan mutu dari pelaku UMKM itu sendiri. Berangkat dari hal itu, Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Sosialiasi Pendampingan Sertifikasi Halal dan Non Halal bagi pelaku UMKM se-Kota Denpasar pada Sabtu (3/9). Bertempat di Gedung Wanita Santi Graha. Kegiatan ini dibuka dan  dihadiri secara langsung  oleh Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. 

Tampak hadir pula Ketua FPPI Kota Denpasar, Mulianingsih SE dan perwakilan dari Kantor Kementrian Agama Kota Denpasar, Ahmad Habibie, S.Pd. 

 Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Ayu Wibawa mengatakan penting bagi para pelaku UMKM memiliki lisensi yang jelas dan aman guna menanamkan kepercayaan pada masyarakat. 

"Kepemilikian sertifikat halal dan non halal bagi para pelaku UMKM yang bergerak di bidang usaha dan produksi pangan tentu menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat. Maka, tentunya dengan kegiatan sosialisasi pendampingan yang akan kita ikuti bersama hari ini akan banyak memberikan manfaat," tutur Ny. Ayu Kristi.


Sertifikasi halal dan non halal bagi suatu produk, kata Ny. Ayu Kristi juga dapat meningkatkan nilai jual sehingga perluasan pangsa pasar produk itu akan semakin meluas. 

"Apalagi di masa serba digitalisasi seperti sekarang dimana banyak pemasaran barang secara online dimana faktor kepercayaan menjadi faktor utama. Maka dengan adanya sertifikasi halal dan non halal, tentunya semakin memudahkan masyarakat dalam membeli," lanjutnya. 

Sementara itu, Ketua FPPI Kota Denpasar Mulianingsih SE mengungkapkan, pihak FPPI Kota Denpasar menaruh perhatian besar bagi kegiatan pelaku UMKM di Kota Denpasar. 

"Banyak pelaku UMKM apalagi dari sektor pangan dikelola oleh perempuan, dimana mereka banyak yang menjadi tulang punggung keluarga. Hal inilah yang mendasari agar pemberdayaan perempuan yang bergelut di UMKM dapat dimaksimalkan," katanya. 

Mulianingsih menambahkan, kegiatan sosialisasi ini juga sebagai perpanjangan dari program Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi UMKM. 

"Kami bekerja sama dengan Kantor Kementrian Agama Kota Denpasar untuk mengadakan kegiatan ini. Dengan harapan akan dapat berguna bagi pelaku UMKM di Kota Denpasar nantinya untuk mendapatkan sertifikasi halal secara gratis," imbuh Mulianingsih.

34 Orang Anak TK Swastika Belajar Edukasi Pertanian di PKT Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani Desa Dauh Puri Kaja


Denpasar - Sebanyak 34 orang siswa TK Swastika Desa Dauh Puri Kaja  belajar edukasi sayuran di  Program Padat Karya Tunai (PKT) Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani Desa Dauh Puri Kaja Sabtu (3/9).

Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta mengatakan, sangat senang karena  PKT Ketahanan Pangan Nabati di desanya bermanfaat untuk edukasi untuk anak anak. "Tentunya langkah ini menjadi nilai tambah terhadap PKT Ketahanan Pangan Nabati yang ada di desa," jelas Sucipta

Lebih lanjut Ia mengaku di tempat ini guru menjelaskan kepada anak anak tentang proses tumbuhnya sayur, bagian dari sayur dan manfaatnya. Yakni  sayur mengandung berbagai manfaat  seperti mengandung banyak vitamin, mineral, dan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh, pertumbuhan, serta bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.

Selain itu  sayur juga mengandung mineral seperti Kalsium, Magnesium, dan Fosfor yang berfungsi menjaga kekuatan tulang dan gigi, serta Zat Besi, Vitamin B dan Asam Folat untuk mencegah anemia. Buah dan sayur kaya akan serat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Mengingat pentingnya sayur setelah dalam edukasi tersebut anak anak juga diajak panen  sayur. Dan hasilnya bisa bawa pulang untuk dimasak. Selain itu sayur yang dipanen sebagian juga diberikan untuk para lansia yang ada di wilayahnya. Dengan demikian diharapkan semua masyarakat di Desa Dauh Puri Kaja gizinya terpenuhi. 

Untuk selanjutnya ia berharap PKT Ketahanan Pangan Nabati di Desa Dauh Puri Kaja  bisa dimanfaatkan bagi sekolah lainnya sebagai tempat edukasi. (ayu

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Film "Tatu" Garapan Puja Astawa


Denpasar - Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa berkesempatan menyaksikan penayangan Film "Tatu" yang disutradarai Puja Astawa di Ruang Audio Visual (Mini Theatre) Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Sabtu (3/9). 

Film yang diperankan oleh insan-insan kreatif Bali ini juga tampak disaksikan Wakil Gubernur Bali,  Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Tampak juga hadir Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho 

"Kami mengapresiasi karya Film "Tatu" yang disutradarai Puja Astawa, dengan karya film yang apik menampilkan keaslian kehidupan masyarakat Bali," ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut Arya Wibawa menyampaikan karya film yang melibatkan insan kreatif Bali mampu menunjukan keindahan alam Bali, dengan ramah tamah masyarakatnya serta sisi sosial dari masyarakat Bali. Film ini menurutnya juga memberikan pembelajaran bagi kita semua bagaimana dalam mengambil keputusan jangan cepat menyimpulkan, namun harus mampu melihat dari berbagai sudut pandang. "Selamat dan sukses atas penayangan Film Tatu di ruang Audio Visual DNA Denpasar, sebagai gedung yang memiliki ruang kreatifitas yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda maupun komunitas untuk menuangkan ide tanpa batas," ujar Agus Arya Wibawa.

Sementara Puja Astawa menyampaikan Film "Tatu" dengan gendre film drama keluarga dengan menghadirkan  nuansa Bali. 

"Kami mencoba menuangkan ide dalam sebuah garapan  film yang dibuat  oleh oranng Bali dan dibuat di Bali," ujarnya. Puja Astawa mengaku  mencoba berusaha maksimal dengan menghadirkan budaya Bali, serta pembuatan Film ini benar-benar alami salah satunya tempat syuting sedikitpun tidak ada yang diseting. Hal ini kami ingin menunjukan kepada masyarakat luas inilah situasi kondisi kehidupan masyarakat Bali. "Mari mendukung produk lokal, karya lokal, anak lokal untuk perkembangan Film Lokal di Bali," ujarnya. 

Lebih lanjut dijelaskan penggalan cerita Film "Tatu" yakni sosok perempuan yang bernama I Luh  merupakan anak tunggal dari seorang Ayah tanpa istri. I Luh menjalin kasih dengan Kadek seorang pria yang juga seorang dukun sakti dan merupakan salah satu keluarga dari musuh bebuyutan ayahnya. I Luh tidak pernah bermaksud mengecewakan ayahnya namun ia tengah berjuang melawan penyakitnya sendiri tanpa diketahui ayahnya.

"Pesan dari Film ini bahwa Hitam tak selalu pahit, putihpun belum tentu manis. Jangan terlalu cepat menyimpulkan segala sesuatu yang belum tentu benar. Karena yang baik belum tentu benar, dan begitu juga sebaliknya," tutupnya.

Sekda Alit Wiradana Buka Sabha Yowana Intaran Kite Festival I


Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana pada Sabtu (3/9) siang menghadiri dan sekaligus membuka secara langsung Sabha Yowana Intaran Tradisional Kite Festival di Pantai Mertasari, Sanur. Pembukaan acara dilakukan Sekda Alit Wiradana dengan menaikkan Layang- Layang. 

Hadir juga Anggota DPRD Provinsi Bali, A.A Gede Agung Suyoga bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar sekaligus Ketua Persatuan Layang - Layang Indonesia (Pelangi) Denpasar, Wayan Mariana Wandhira, Camat Denpasar Selatan, Made Sumarsana, Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana beserta undangan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana yang  membacakan sambutan Walikota Denpasar mengatakan Pemkot Denpasar tengah gencar meningkatkan kreativitas generasi muda diberbagai bidang salah satunya melalui seni pembuatan dan lomba layang - layang tradisional Bali. Menurut beberapa tokoh Agama Hindu, Layangan Tradisional Bali juga memiliki makna religius yang dipersembahkan kepada Dewa Rareangon sebagai pelindung persawahan di Bali dari serangan hama dan wabah lainnya. 

"Kami mengapresiasi kegiatan positif ini selain sebagai pendidikan budaya bagi generasi muda juga sebagai kontribusi promosi pariwisata Kota Denpasar. Kedepan Festival semacam ini harus berkelanjutan dan ditingkatkan kualitasnya agar kemajuan budaya dan pembinaan kesenian yang memiliki nilai budaya kearifan lokal dapat terus lestari," ujar Alit Wiradana 

Sementara Ketua Sabha Yowana Intaran, Esa Wira Aditya didampingi Ketua Panitia, Yogi Andika ditemui disela - sela kegiatan mengatakan Sabha Yowana Intaran Traditional Kite Festival yang pertama ini merupakan ajang kolektif yang diprakarsai setelah sempat terhambat karena pandemi covid -19 dan syukur situasi saat ini makin membaik. 

"Sabha Yowana Intaran Traditional Kite Festival Pertama ini mengambil tema Ayuning Bawana atau diartikan Bermain Layangan Mencari Ketenangan di Dunia. Kami gelar selama tiga hari dimulai pada Jumat, 2 September 2022 dan berakhir pada Minggu 4 September 2022. Melombakan berbagai jenis layang - layang tradisional Bali seperti jenis Bebean, Bebean Khas Sanur, Pecukan, Janggan, Janggan Buntut yang dibagi kedalam kategori remaja, dewasa, Big Size dan juga Kreasi. 

Total sampai hari kedua, Sabtu, 3 September 2022 ini total peserta yang mendaftar telah mencapai  800 lebih kelompok (sekehe) dengan rincian untuk lomba hari pertama sebanyak 373 peserta, lomba hari kedua sebanyak 199 peserta dan untuk lomba hari ketiga sebanyak 219 peserta. Pendaftaran masih kami buka hingga hari terakhir festival yakni Minggu, 4 September 2022,"  jelasnya. 

Ditambahkannya, melalui festival ini pihaknya  ingin  terus menggaungkan semangat mempertahankan warisan budaya leluhur sebagai identitas. "Walau kami sebagai generasi muda yang hidup dikelilingi modernisasi namun kami tetap menjaga nilai - nilai tradisional ini dan semoga Festival ini dapat kami gelar terus secara berkelanjutan," ucapnya. (e

FP Unwar Diminta Berkontribusi Dalam Pengembangan Subak Sembung

 

Denpasar, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-UNWAR) diminta berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan Subak Sembung di Kelurahan Peguyangan, Denpasar. Minimal diharapkan terlibat dalam pendampingan petani sehingga petani mendapatkan tambahan pengetahuan dalam mengembangkan usaha taninya.

"Mungkin bisa diadakan pelatihan-pelatihan terkait penyediaan dan penanaman bibit unggul, bisa juga membantu memberikan penyuluhan" Kata Lurah Peguyangan I Gede Sudi Arcana, S.Si., M.Si. disela-sela pembukaan bakti sosial di Subak Sembung, Denpasar pada Sabtu (3/9).

Sudi Arcana mengakui selain memerlukan pendampingan dalam penanaman, petani juga membutuhkan pendampingan pasca panen. Apalagi sering sekali harga jatuh saat musim panen dan petani terjebak oleh tengkulak.

"Misalnya panen raya harga jeblok atau padi  menguning, tengkulak datang dengan harga murah. Petani tidak bisa berkutik" ujarnya.

Sudi Arcana berharap dengan adanya pendampingan Subak Sembung yang kini memiliki luas lahan 103 hektar dapat menjadi sawah abadi. Sawah abadi menjadi penting karena kebutuhan pangan terus meningkat.

Wakil Dekan III Fakultas Pertanian, Unwar. Ir. Wayan Sudiarta, MP. Memastikan untuk berkontribusi dengan berbagai kegiatan dari kemahasiswaan hingga penelitian dosen. "Kawasan Subak Sembung ini menjadi sawah abadi, artinya akan menjadi contoh, maka kita berkewajiban untuk mengambil peran" jelasnya.

Sementara kegiatan bakti sosial Fakultas Pertanian, Unwar diikuti oleh 58 mahasiswa baru. Kegiatan bakti sosial merupakan rangkaian dari program pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.(red)


Jumat, 02 September 2022

Karang Taruna Idepang Sawitra Kelurahan Pemecutan Koordinir Penimbangan Bank Sampah KedasTIS


DENPASAR - Karang Taruna Idepang Sawitra di bawah naungan Kelurahan Pemecutan turut andil dalam kegiatan pengolahan sampah yang kini semakin digencarkan Pemerintah Kota Denpasar. Para teruna teruni tersebut, Jumat (2/9) mengkoordinir pelaksanaan penimbangan sampah melalui program Bank Sampah KedasTIS, berlokasi di pelataran Kantor Lurah Pemecutan. 

Menurut Lurah Pemecutan Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, kegiatan penimbangan pada Bank Sampah KedasTIS ini sendiri merupakan agenda rutin yang dilakukan. 

"Bank Sampah kami ini buka pada setiap hari Jumat pertama di setiap bulannya. Adik adik Karang Taruna kami ini begitu bersemangat dalam hal pengolahan sampah. Secara pribadi saya betul betul mengapresiasi semangat mereka," ungkap IB. Agung Upawana.

Sampah yang berhasil terkumpul sendiri merupakan sampah yang umum dihasilkan rumah tangga. Yakni botol bekas, minyak jelantah, kertas, kardus dan lain sebagainya. 

"Kami ingin menanamkan di benak warga kami, bahwa pemilahan sampah merupakan tanggung jawab masing masing warga. Selalu kami tekankan juga bahwa timbunan sampah di sekitar rumah bukanlah hal baik bagi kesehatan dan keindahan," katanya.

Selain itu, edukasi dari sisi ekonomi akan nilai jual sampah juga dilakukan oleh jajaran Kelurahan Pemecutan. 

"Sampah juga memiliki nilai ekonomis. Maka dari itu kegiatan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga tentu bisa  berdampak pada manfaat ekonomis sampah itu sendiri," pungkas IB. Agung Upawana

Desa Dauh Puri Kauh Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Pertanian di Perkotaan


Denpasar - Kegiatan ketahanan pangan nabati dan hewani dilaksanakan Desa Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat pada Jumat (2/9) pagi di lahan pertanian di Jalan Pulau Misol dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa dipimpin Perbekel Desa Dauh Puri Kauh, Kepala Dusun, BPD dan LPM setempat. 

Perbekel Desa Dauh Puri Kauh, I Gusti Made Suandhi mengatakan hasil panen dalam kegiatan ketahanan pangan nabati dan hewani ini diperuntukkan bagi 26 KK warga masyarakat yang kesulitan ekonomi atau masih terdampak pandemi covid. Kegiatan ini sejalan untuk merealisasikan salah satu rencana kerja pemerintah Desa Dauh Puri Kauh di tahun 2020.

"Kami membangun area pertanian serta peternakan ditengah perkotaan ini berlokasi di Jalan Pulau Misol sejak bulan Juni tahun 2021 diatas lahan seluas 15 are. Disini membudidayakan berbagai jenis buah, sayuran dan peternakan Lele. 

Sejak digunakannya lahan ini sebagai lahan pertanian  dan peternakan sudah empat kali panen. Hari ini kami memanen terong, tomat, mentimun, kacang panjang, cabe, pisang dengan total mencapai berat 90 kg dan ternakan Lele rencananya juga akan dipanen sebulan lagi dan akan langsung disalurkan ke masyarkat

"Hari ini kami Panen 90 Kg Sayur Buah, dan bagikan Pada 26 KK yang kami bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. ," ungkapnya. 

Ditambahkannya, tujuan kegiatan ini karena kami tergerak untuk membantu warga yang membutuhkan. "Pendirian lahan pertanian  di tengah kota ini pada dasarnya berawal juga dari ide memanfaatkan lahan kosong milik masyarakat dan memang diperuntukan untuk memberdayakan warga yang terdampak covid agar dapat bertahan memutar roda kehidupan. Semoga inisiatif kami ini terus berlanjut dan menginspirasi warga desa lainnya di Kota Denpasar," ucapnya.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved