-->

Jumat, 23 Juni 2023

Meriahkan Bulan Bung Karno V, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Denpasar Gelar Bazzar Pangan


Denpasar-Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan menggelar Bazar Pangan serangkaian peringatan Bulan Bung Karno V di Wantilan Desa Adat Peguyangan, Jumat (23/06). Pada kegiatan ini, masyarakat terlihat antusias berbelanja di Bazzar Pangan. 

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Denpasar, IB Mayun Suryawangsa, mengatakan, Bazzar Pangan ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam meningkatkan akses pangan, memperkenalkan produk dan olahan pangan kepada masyarakat dan juga serangkaian peringatan Bulan Bung Karno. 

“Ini bagian dari upaya untuk meningkatkan akses pangan ke masyarakat dan promosi produk UMKM binaan yang kita miliki. Kegiatan ini bersinergi dengan OPD lingkup Pemkot Denpasar, Bulog, dan distributor,” jelasnya.

IB Mayun Suryawangsa berharap masyarakat dapat memanfaatkan Bazar Pangan ini karena disamping harganya murah, Bazar Pangan ini juga membantu mempromosikan produk UMKM desa setempat

“Pelaksanaan bazar pangan akan membantu upaya Pemerintah Kota Denpasar untuk mengontrol harga pasar dan secara makro dapat menekan laju inflasi,” ujarnya

Denpasar Borong Juara I Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Bali


Denpasar,  Perwakilan Kota Denpasar pada ajang Lomba Desa dan Kelurahan yakni Desa Tegal Harum dan Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat sukses menyabet Juara I Tingkat Propinsi Bali. Keduanya mendapatkan hadiah berupa Piala, Piagam Penghargaan dan Uang Tunai. Keberhasilan kedua wakil Denpasar tersebut tertuang dalam Surat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Capil Provinsi Bali Nomor : B.28.410/7031/I/DPMD DUKCAPIL tentang Pengumuman Pemenang Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2023. 

Desa Tegal Harum menjadi yang terbaik kategori desa dan bertenger di peringkat satu. Sedangkan Juara II diraih Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan dan Juara III diraih Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Sementara itu, Kelurahan Pemecutan juga menjadi yang terbaik kategori Kelurahan dan meraih peringkat I. Sedangkan Juara II diraih Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem dan Juara III diraih Kelurahan Semarapura Kauh, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung.

Kadis DPMD Kota Denpasar, I Wayan Buda didampingi Camat Denpasar Barat IB. Purwanasara  mengatakan, keberhasilan dua wakil Denpasar pada ajang Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Bali ini tidak lepas dari komitmen Walikota IGN. Jaya Negara dan Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa bersama Perbekel/Lurah dan OPD terkait  terkait  dalam meningkatkan standarisasi pelayanan pada jenjang pemerintahan desa/kelurahan. Tak hanya pelayanan, kemanfaatan dan ketertiban administrasi juga patut diberikan apresiasi. Hal ini mengingat keberadaan desa/kelurahan merupakan garda terdepan pemerintah dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. 

“Iya kita Juara I, Desa Tegal Harum dan Kelurahan Pemecutan, keduanya Juara I, ini merupakan bukti bahwa komitmen meningkatkan pelayanan bagi masyarakat mendapat pengakuan dan apresiasi dari Pemprov Bali,” ujarnya

Camat Denpasar Barat, IB Purwanasara menambahkan  bahwa desa dan kelurahan yang berhasil menjadi juara tingkat provinsi ini nantinya akan maju ke tingkat nasional. Dimana, selama pelaksanaannya Desa Tegal Harum dan Kelurahan Pemecutan merupakan desa kelurahan yang dinilai tertib secara administrasi pemerintahan. Selain itu, keduanya juga mempunyai inovasi dalam mengelola potensi desa. Sehingga secara langsung memberikan kemanfaatan dan dirasakan oleh masyarakat. 

Sementara Perbekel Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara menyampaikan ucapan syukur dan mendedikasikan keberhasilan ini untuk seluruh masyarakat Desa Tegal Harum dan Kota Denpasar pada umumnya. Menurutnya keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama dan dukungan warga Desa Tegal Harum, BPD, LPM, PKK, Perangkat, Staf serta stakeholder terkait lainnya dalam mengimplementasikan program-program inovasi Desa.

Dikatakannya, terpilihnya Desa Tegal Harum mewakili Provinsi Bali, menjadi bukti nyata bahwa potensi, inovasi dan terobosan-terobosan dinilai layak untuk bersaing dengan desa-desa lain di tingkat regional Jawa-Bali.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin, harapannya tentu Desa Tegal Harum menjadi juara di tingkat regional,” ujarnya

Kedepan, Adi Widiantara mengatakan, keberhasilan ini tentunya menjadi cambuk sekaligus semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Sehingga kedepannya dapat dirasakan kemanfaatannya bagi masyarakat. 

“Tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung, sehingga Desa Tegal Harum dapat menjadi Juara I, kedepan ini akan menjadi cambuk untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya. (Ags/HumasDps).

Tim SAR Basarnas Bali Simulasi Evakuasi Korban Di Ketinggian


KUTUH -- Pada hari ke tiga latihan SAR satuan di ketinggian, seluruh peserta berjumlah 22 orang melakukan simulasi evakuasi terhadap 2 korban yang terjatuh dari tebing, Jumat (23/6/2023), pukul 09.30 Wita. Kegiatan dimulai dari penerimaan berita keadaan darurat oleh petugas siaga, selanjutnya tim SAR yang terlibat melaksanakan penyiapan peralatan dan bergerak menuju lokasi kejadian. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, S.E., M.A.P. menyaksikan secara langsung pelaksanaan simulasi. Hadir pula stakeholder yang mendukung pelaksanaan kegiatan latihan SAR ini, diantaranya dari Samapta Polda Bali dan Bali Bhuana Rescue. 

Setibanya di tempat kejadian, tim SAR melakukan briefing pembagian tugas dan kemudian mereka bergegas menyiapkan peralatan evakuasi. Dua orang rescuer diturunkan ke bawah tebing untuk memberikan pertolongan pertama. Korban dengan kondisi cukup parah dinaikkan ke atas tebing dengan menggunakan tandu. Sementara 1 orang korban masih dalam kondisi cukup baik dan tidak memerlukan penanganan khusus. Dalam evakuasi ini dipraktekkan teknik lifting menggunakan MAS (mechanical accent system) 6:1. Dengan teknik ini penarikan korban menjadi lebih ringan. 

Simulasi evakuasi berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala. Kepala Kantor Basarnas Bali mengapresiasi atas keseriusan seluruh personil dalam pelaksanaan latihan SAR ini. "Dalam bidang pencarian dan pertolongan memang menjadi tugas pokok Basarnas maka harus betul dipahami teknisnya dan tahapan-tahapannya," tegas Darmada. Menurutnya untuk menjadi seorang personil yang terampil dan profesional salah satu kuncinya adalah dengan terus berlatih secara rutin. 

"Pertahankan skill, ilmunya dan kekurangan agar dikoreksi dalam diri masing-masing, semua individu harus memiliki peran, dimana penugasan di tim harus sudah jelas, sehingga hal-hal diperhatikan secara detail," jelasnya, saat memberikan sambutan pada upacara penutupan Latihan SAR Satuan di Ketinggian. (ay/hmsdps)

Kamis, 22 Juni 2023

Pointer Kegiatan Ketua Dekranasda Bali dalam Dialog Perlindungan Kain Tenun Tradisional Bali


Denpasar, Bali Kini -
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster tampil sebagai pembicara pada acara dialog bertajuk Apa Kabar UMKM (AKU) Bali yang disiarkan langsung dari Studio TVRI Bali, Kamis (22/6/2023). Dialog yang mengusung tema ‘Perlindungan Kain Tenun Tradisional Bali’ itu juga menghadirkan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kumham Bali Alexander Palti sebagai narasumber.

Memulai paparannya, Ny. Putri Koster menerangkan bahwa keseriusannya dalam melakukan upaya perlindungan dan pelestarian kain tenun tradisional Bali dilatarbelakangi besarnya ancaman terhadap salah satu karya warisan leluhur tersebut. “Tahun pertama mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Dekranasda, Ibu banyak  banyak belajar dan mendengar masukan dari para pakar terkait dengan ragam produk kerajinan Daerah Bali,” katanya. Salah satu masukan yang ia peroleh adalah keberadaan tenun endek dan songket yang saat itu belum punya HAKI. Persoalan lain, hasil survei UNHI juga membuktikan bahwa hanya 13 persen kain hasil tenunan perajin Bali yang beredar di pasaran. “Sisanya yang dijual adalah endek yang diproduksi di luar Bali,” cetusnya. Persoalan berikutnya adalah ancaman terhadap songket, dimana motif kain ini dijiplak lalu diaplikasikan pada bordir dengan harga jual yang jauh lebih murah dari tenun aslinya. Yang terbaru, kain gringsing yang booming karena dikenakan delegasi G20, belakangan juga diaplikasikan pada kain printing atau jenis tenun yang bukan double ikat. 

Jika situasi itu dibiarkan, ia khawatir keberadaan kain tenun tradisional Bali akan makin terancam dan bukan tidak mungkin suatu saat akan punah. “Memang punahnya tidak dalam waktu dekat, tapi bisa jadi 20 tahun lagi. Itu kalau pembiaran terus terjadi,” ujarnya. Oleh sebab itulah ia menjadikan upaya perlindungan dan pelestarian kain tenun tradisional ini sebagai salah satu program prioritas Dekranasda Bali. 

Dekranasda Bali juga menjadikan Pameran IKM Bali Bangkit sebagai media untuk melakukan edukasi kepada pelaku UMKM agar memasarkan produk hasil perajin lokal. Sejalan dengan itu, Dekranasda Bali juga berupaya untuk menyadarkan konsumen agar mendukung upaya pelestarian dengan membeli produk asli karya perajin Bali. 

Selain menggencarkan upaya sosialisasi dan edukasi, bersinergi dengan pemerintah, Dekranasda Bali memfasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual atas keberadaan endek dan songket sehingga dua kain itu telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Komunal masyarakat Bali. “Kain rangrang juga telah kita daftarkan, tapi masih dalam proses,” imbuhnya. 

Ditambahkan olehnya, upaya perlindungan dan pelestarian kain tenun tradisional membutuhkan sinergi, kolaborasi serta dukungan dari berbagai komponen. “Semua harus berperan aktif. Penjual jangan lagi mau memasarkan produk tiruan, dengan demikian hasil karya perajin akan terserap pasar dan mereka akan lebih bergairah dalam berkarya. Konsumen juga terus kita edukasi tentang pentingnya memberi penghargaan pada hasil karya perajin lokal,” urainya. Selain itu, ia juga sangat berharap dukungan dari lembaga terkait, dalam hal ini Kanwil Kementerian Hukum dan HAM. 

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kumham Bali Alexander Palti menyatakan komitmen dan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan Dekranasda Bali. Ia menegaskan, ancaman terhadap kelestarian kekayaan intelektual warisan leluhur bukanlah hal yang baru. “Mengatasi persoalan itu, pemerintah telah mengeluarkan payung hukum yaitu UU Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Hal ini membuktikan kepedulian pemerintah terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual,” sebutnya. 

Mengimplementasikan UU tersebut, jajaran Kementerian Hukum dan HAM gencar melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat agar punya kesadaran untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual atas karya yang mereka ciptakan agar memperoleh perlindungan hukum serta tak mudah diklaim oleh pihak lain. Terkait tindakan jika di lapangan ditemukan adanya pelanggaran, sesuai amanat UU, jajaran Kemenkumham lebih mengedepankan upaya persuasif. Dijelaskan olehnya, hal lain yang perlu dipahami masyarakat adalah pelanggaran terhadap hak cipta termasuk delik aduan. “Jadi, jika dianggap ada pelanggaran, kami baru bisa tindaklanjuti kalau ada pengaduan,” pungkasnya.

Bupati Tamba Kembali Salurkan Bantuan Beras CPP Tahun 2023 di Jembrana


Jembrana - Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali melanjutkan distribusi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahap II tahun 2023 dimasing-masing wilayah kecamatan Jembrana.  Bantuan berupa beras 10 kg per Kepala Keluarga (KK) kurang mampu tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Kadis Sosial I Gusti Bagus Oka Parwata kepada perwakilan penerima, Rabu (21/6). 

Penyaluran beras CPP ini merupakan program prioritas pemerintah dalam upaya meringankan beban masyarakat. Selain itu guna memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengungkapkan bantuan CPP ini diharapkannya dapat   meringankan beban masyarakat penerima dan bisa menopang kebutuhan pokok bagi masyarakat yang kurang mampu dengan masyarakat penerima 17.247 KK, yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Tentunya kami ucapkan rasa terima kepada pemerintah pusat, dan bantuan ini tentunya ini dapat membantu meringankan beban warga masyarakat Jembrana yang masuk data DTKS, ” ujar Bupati Tamba. 

Kata Bupati, Penyaluran beras ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah kepada masyarakat dengan tujuan mengurangi beban pengeluaran bagi penerima bantuan.

“Pnyaluran bantuan Ini sangat tepat dan tentu diharapkan sedikit dapat mengurangi beban pengeluaran, ” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan sebelumnya pemerintah sudah menyalurkan bantuan CPP tahap I di bulan April. Sedangkan tahap kedua Juni, hingga tahap III dengan penyaluran berikutnya di bulan berikutnya.

“Sebelumnya penyaluran beras ini sudah kami lakukan di masing-masing wilayah per kecamatan, yang sudah diawali di Kecamatan Negara, dan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahap II disalurkan kepada 17.247 masyarakat Jembrana, yang termasuk dalam KK miskin serta masuk DTKS, ” jelasnya. (Adi/Humas)

Kapal Berpenumpang 137 Orang Kandas Dekat Pelabuhan Padangbai


KARANGASEM - KMP Rodita  yang kandas di perairan Pelabuhan Padangbai Kabupaten Karangasem, Selasa (20/6/2023) malam sekitar pukul 19.10 Wita. Kapal yang membawa 137 penumpang dan 18 ABK berangkat dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbai. Pada saat akan sandar,  KMP Rodita kandas, berjarak kurang lebih 200 meter dari dermaga 2. Kondisi tersebut diakibatkan karena kuatnya arus laut.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima informasi dari Gusman, dan segera memberangkatkan 4 personil tim SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan menggerakkan rubber boat mendekati kapal. 

Proses evakuasi sempat terkendala karena ramdom kapal tidak berfungsi. "Dengan mempertimbangkan prediksi pasang surutnya air laut maka kami lakukan koordinasi dengan Perusahaan Pertamina untuk melakukan penarikan menggunakan Tugboat Transkodara," jelas I Wayan Suwena, S.H., Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali. Selama proses penarikan tim yang berada di rubber boat tetap memantau pergerakan. 

Akhirnya pada pukul 23.00 Wita KMP Rodita berhasil sandar di dermaga 1 Pelabuhan Padangbai. "Seluruh POB yang berada di kapal sudah terevakuasi dan dalam keadaan selamat dan sehat," tutup Suwena. Selain Basarnas Bali, nsur SAR gabungan yang terlibat diantaranya Polair Polres Karangasem, Ditpolair Polda Bali Pos Padangbai, Bakamla Bali, BPBD Karangasem, Perusahaan Pertamina serta masyarakat setempat. (ay/hmsdps)

Pansus Rancangan Perda Penanggulangan Bencana DPRD Bali Targetkan Akhir Juni Tuntas


Denpasar - Terkait dengan penanggulangan bencana, Bali semestinya belajar dari Daerah Istimewa Yogyakarta karena masa pemulihan pascabencana beberapa waktu lalu cukup dengan waktu dua tahun saja.

Hal itu diungkapkan Koordinator Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Perda Penanggulangan Bencana DPRD Bali Diah Werdhi Srikandi, dihadapan Dewan Provinsi saat pembahasan rancangan peraturan daerah (perda) tentang penanggulangan bencana yang merupakan inisiatif Dewan. 

"Setelah konsultasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kami akan rapat lagi untuk finalisasi, sehingga sudah siap untuk disahkan, target akhir Juni ini," kata Diah Werdhi.

Ia juga menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat pembahasan rancangan perda penanggulangan bencana, dengan dihadiri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin serta anggota Pansus DPRD Bali, Nyoman Ray Yusha, dan Grace Anastasia Surya Widjaja, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan kelompok ahli di lingkungan Pemprov Bali.

Menurut dia, cepatnya pemulihan pascabencana, selain karena peran pemerintah, juga ada swadaya dari masyarakat. Ranperda inisiatif dewan tentang penanggulangan bencana ini difokuskan untuk tiga hal.

"Ada tiga hal yang harus jadi fokus kita yakni bagaimana penanganan pra bencana, saat tanggap darurat bencana, dan pascabencana," terangnya.

Melalui rapat tersebut, kata diah untuk menerima masukan, baik dari organisasi perangkat daerah maupun kelompok ahli, sebab dengan regulasi diharapkan supaya menjadi Bali yang tangguh bencana karena di lapangan sering terjadi tumpang tindih dalam koordinasi.

Katanya dalam rancangan perda itu juga akan diatur yang lebih detail bagaimana tugas pokok dan fungsi BPBD menjadi koordinator ketika terjadi bencana,  sedangkan terkait dengan anggaran tidak mencantumkan nilai persen.

"Karena sesuai dengan undang-undang itu sudah tidak ada. Jadi, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. DPRD Bali juga berjuang agar dana darurat ini juga bisa maksimal untuk Bali," ujarnya.

Begitu pula dalam mengatur dalam donasi kebencanaan agar tidak ada yang ilegal, dan dirancang sudah ada koordinator dari BPBD Bali, sehingga dapat detail serta satu pintu terkait koordinasi.

Peran desa adat juga sangat penting, karena ketika ada bencana sangat diperlukannya koordinasi dengan desa adat. Ia menyebut setiap daerah memiliki titik rawan potensi bencana, seperti halnya kawasan erupsi Gunung Agung, Jembrana rawan banjir, ada data titik-titik rawan bencana di BPBD Bali.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bali I Made Rentin menyampaikan apresiasi atas peran DPRD Bali yang sangat optimal dalam penyusunan rancangan perda penanggulangan bencana ini.

"Nantinya kami tinggal melaksanakan apa yang menjadi amanat perda, terutama penegasan dari beberapa anggota Pansus dengan menunjuk BPBD sebagai penanggung jawab dan koordinator jika dalam suatu keadaan terjadi kebencanaan ditetapkan status tanggap darurat," urainya singkat.

Sosialisasi Trantibmas dalam Mencegah Konflik Sosial Pemilu 2024


KLUNGKUNG - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menjadi narasumber Sosialisasi Trantibmas dalam Mencegah Konflik Sosial Menjelang Pemilu Tahun 2024 di Ruang Rapat Kantor Camat Dawan, Kamis (22/6). Turut hadir Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Klungkung.

Kegiatan ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya konflik sosial menjelang pemilu tahun 2024 mendatang. Bupati Suwirta dalam arahanya mengatakan kecerdasan adalah point pertama dalam pemilihan. Disamping tugas pemerintah mempunyai kewajiban memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat dan menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. "Kecerdasan berpolitik paling penting, berkordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Bupati Suwirta

Dirinya juga meminta untuk mengantisipasi pemilu dengan kepala dingin tidak mudah terpengaruh berita yang belum terbukti kebenarannya (hoak) didunia maya atau media sosial. “konflik sosial bisa muncul kapan saja. Jangan mudah terpancing apalagi ikut menyebarkan serta berkomentar yang dapat menimbulkan keresahan dan polemik ditengah masyarakat," ucapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara mengatakan, Sosialisasi Trantibmas dalam Mencegah Konflik Sosial Menjelang Pemilu Tahun 2024 untuk menjaga kondusifitas dalam menjaga pesta demokrasi 2024 yang akan datang disi dengan narasumber dari Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klungkung. 

Bupati Suwirta Bakar Semangat Koperasi di Klungkung


KLUNGKUNG - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa
memberikan Arahan Persiapan Pelaksanaan Hari Koperasi ke – 76 Tahun 2023 di Kabupaten Klungkung. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Praja
Mandala Kantor Bupati Klungkung, Kamis (22/6).

Dalam arahnya Bupati Suwirta memberikan motivasi dan membakar semangat pimpinan koperasi untuk membangkitkan dan mengembangkan koperasinya dengan berbagai inovasi. "pengusaha juga harus jeli terhadap kondisi lingkungan yang berkembang, memanfaatkan moment kemudian menyelaraskan ide dengan konsep yang ada," ujar Bupati Suwirta

Selain itu, Koperasi harus bisa menangkap peluang usaha untuk mengembangkan usahanya. "Jangan bergelut di simpan pinjam saja, kembangkan usaha lainya. Siapa yang cepat dia yang dapat" tegas Bupati Suwirta yang sering bergelut di dunia koperasi.

Selain itu, Pihaknya juga mengajak Koperasi harus ikuti marketing digital serta rangkul anggota melenial dengan penampilan yang bagus dengan publik speaking yang bagus untuk menjual dan menguatkan jati diri Koperasi itu sendiri. 

Tanah Lot Art and Food Festival Angkat Kuliner dan Seni Budaya Lokal


Tabanan - Setelah beberapa tahun vakum, Tanah Lot Art and Food Festival kembali menggema di Kabupaten Tabanan. Acara ini sekaligus sebagai penanda, bangkitnya pariwisata di Tabanan dan Bali usai pandemi covid-19 yang sempat melanda, melalui keunggulan budaya dan kearifan lokal yang dikedepankan. Mendapat perhatian langsung dari Gubernur Bali, Tanah Lot Art & Festival IV dibuka hari ini, Kamis (22/6), di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Didominasi oleh lebih dari 90% potensi lokal di Tabanan, di antaranya seni, kuliner hingga kerajinan, acara ini dibuka langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, yang saat itu diwakili I Dewa Gede Mahendra Putra SH.,M.H selaku Asisten Pemerintahan & Kesra Setda Provinsi Bali. Atensi khusus juga diberikan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M yang kala itu diwakili oleh Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, S.E. Nampak turut menghadiri perwakilan dari Kemenparekraf Wilayah Bali, OPD Provinsi Bali, Danrindam IX Udayana, Asisten III, serta para OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Camat Kediri.

Apresiasi diberikan oleh Gubernur Bali yang dalam sambutannya saat itu dibacakan oleh Asisten. bahwa pelaksanaan event budaya seperti Tanah Lot Festival sangat relevan dengan arah pembangunan pariwisata Bali sesuai Dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu pariwisata berbasis budaya yang berkualitas dan bermanfaat. Usung tema “Sunset in Paradise” Acara ini berlangsung mulai 22 hingga 25 Juni 2025, dengan menargetkan tak hanya masyarakat Tabanan, dan wisatawan lokal maupun mancanegara, namun agar festival budaya ini bisa semakin dikenal dan mendunia.

Ragam hiburan, pementasan, pameran kuliner dan jajanan khas Tabanan digelar di sepanjang Kawasan DTW Tanah lot yang bisa dikunjungi mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam. Dengan keistimewaan yang dihadirkan yakni persembahan festival baleganjur dan gebogan di sepanjang jalan setapak, jelang matahari terbenam. “Semaraknya pelaksanaan event pariwisata menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, karena event pariwisata dapat melengkapi daya tarik pariwisata yang sudah biasa dinikmati. Selain menjadi sajian tambahan, juga menjadi media promosi terhadap daya tarik wisata yang menjadi lokasi pelaksanaan event tersebut” Ujar Gede Mahendra dalam sambutan Gubernur.

Apresiasi dan ucapan selamat datang disampaikan Bupati Sanjaya, dalam sambutan yang dibacakan oleh Wabup Edi siang itu. Pihaknya menyampaikan rasa gembira atas diselenggarakannya kegiatan festival yang menampilkan potensi kabupaten Tabanan di Desa Beraban ini. Tema “Sunset in Paradise” menjadi konsep yang sangat berkaitan dengan daya tarik Tanah Lot, sebab keindahan “sunset” dari awal sampai terbenam matahari secara sempurna, selalu dapat dinikmati di Tanah Lot.

“Langkah melaksanakan Tanah Lot Art & Festival sangat tepat, karena selain sebagai ajang promosi dan memperkenalkan budaya yang ada, juga sekaligus dapat menyaksikan keindahan panorama alamnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Beraban, sudah mampu tampil melihat potensi yang ada dan mau berupaya membangun daerahnya untuk lebih maju” jelas Wabup Edi.

Dengan memperhatikan pelestarian pada keindahan pantai dan puranya, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal, maka dibutuhkan kerja keras, kreatifitas dan inovasi-inovasi baru agar kunjungan wisata bisa meningkat dan daerah wisata ini diharapkan menjadi semakin berkembang di Desa Beraban.

“Pada kesempatan ini, saya berharap, kedepannya akan ada lagi event-event lain yang bisa dilaksanakan di sekitar Kawasan DTW Tanah Lot, agar dapat membantu mempromosikan Desa Beraban sebagai destinasi daerah wisata unggulan di Kabupaten Tabanan. Kepada anak-anak muda di Desa Beraban, saya berpesan untuk selalu berpikir positif, kreatif dan meningkatkan kualitas diri agar bisa bersaing menjadi yang terbaik,” Pesannya.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved