-->

Selasa, 27 Mei 2025

Bupati Satria Tinjau Pembangunan Rumah Duka


Laoran Reporter : Dearna  

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra mengunjungi RSUD Kabupaten Klungkung, pada Senin (26/5). 


Bupati Klungkung I Made Satria dalam kunjungannya menyampaikan bahwa tujuannya ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung adalah meninjau pelaksanaan program kerja 100 hari, salah satunya yakni meningkatkan sarana dan prasarana di RSUD Kabupaten Klungkung. Yang dalam hal ini adalah adanya pembangunan Rumah Duka.  "Saat ini pembangunan Rumah Duka sudah hampir mencapai 95%, sehingga tanggal 2 Juni 2025, Rumah Duka sudah dapat diresmikan," ujar Bupati Satria.   


Bupati Satria menambahkan untuk penambahan Ruang Hermodialisis (HD) di RSUD Klungkung, dan penambahan alat-alat kesehatan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI)  dan sebagainya masih berproses. Dalam memenuhi layanan Kesehatan kepada masyarakat, Pemkab Klungkung akan bekerjasama dengan pihak ketiga. "Semoga penambahan Ruang Hermodialisis (HD) dapat segera dikerjakan, sehingga pelayanan terhadap masyarakat yang melakukan cuci darah bisa menjadi lebih dioptimalkan," Harap Bupati Satria. 



Astaga, Hanya 10 Bulan Hukuman Untuk 1 Kg Kokain


Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Warga Negara Inggris bernama Thoman Parker (31) terlihat tenang begitu ketuk palu hakim memutuskan hukuman selama 10 bulan, terkait kasus narkotika dengan barang bukti berat 1 kg Kokain.

Itu terjadi dalam sidang yang digelar Selasa, 27 Mei 2025 di Pengadilan Negeri Denpasar yang berlamat di Jalan Jendral Soedirman. Putusan itu diambil  lebih ringan dari tuntutan Jaksa  dari Kejati Bali yang sebelumnya mengajukan hukuman selama 1 tahun.

Ia didakwa menerima kiriman narkotika jenis MDMA seberat lebih dari 1 kilogram yang dikendalikan oleh seorang bandar bernama ‘Nicky’ yang disebut sebagai bandar narkoba asal Thailand. Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Dipa Umabara tertulis di dakwaan bahwa terdakwa ditangkap pada Selasa, 21 Januari 2025 sekitar pukul 18.45 Wita oleh petugas dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. 

Penangkapan terjadi di depan Villa Seven Seas No. 4, Gang Celagi 9, Banjar Anyar Kelod, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Bermula saat Parker menerima sebuah paket dari pengemudi ojek online di pinggir Jalan Bucu. 

Sadar paket itu adalah kiriman mencurigakan, terdakwa panik dan mencoba kabur. “Terdakwa sempat lari karena panik dan ketakutan usai menerima paket. Namun akhirnya berhasil diamankan oleh petugas,” ujar JPU Dipa dalam dakwaan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa padatan berwarna coklat muda mengandung MDMA dengan berat 1.055,44 gram netto, serta serbuk putih diduga narkotika seberat 53,21 gram netto. 

Paket tersebut diketahui dikirim dari Budapest oleh seseorang bernama Papp Mariann dan ditujukan kepada “Harvey Wiper Consulting” di Biliq Sunset Office Space, Sunset Road, Kuta, Badung.

JPU mengungkap kiriman tersebut dikendalikan oleh Nicky, seorang bandar narkotika yang telah dikenal terdakwa selama dua tahun. walau awalnya menolak, Parker akhirnya menyanggupi permintaan Nicky untuk menerima paket tersebut. 

Namun sebelum paket diserahkan kepada orang lain, terdakwa terlebih dahulu diamankan oleh petugas. Terdakwa mengaku memenuhi permintaan Nicky ini tanpa menerima imbalan. 

Kendati begitu, terdakwa mengaku saat ini tidak mengetahui keberadaan Nicky, terakhir, terdakwa bertemu dengan Nicky di Thailand sekira 2 atau 3 hari sebelum terdakwa ditangkap. “Terdakwa mengaku pernah bertemu dengan Nicky di Thailand dan rutin berkomunikasi melalui aplikasi Telegram. Terdakwa juga mengatakan jika Nicky adalah bandar Narkotika,” sebut jaksa.

Dalam percakapan mereka, Nicky mengatakan akan ada seseorang yang mengambil paket itu setelah diterima oleh Parker. Namun sebelum proses penyerahan berlangsung, petugas keburu mengamankan terdakwa. Kepada penyidik, Parker menyebut tidak mendapat bayaran atas bantuannya kali ini.

JPU sebelumnya menjerat Parker dengan empat pasal sekaligus dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Masing-masing yakni Pasal 114 ayat (2) yang mengatur tentang pengedaran narkotika golongan I dengan ancaman pidana mati, seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Kemudian Pasal 113 ayat (1), Pasal 112 ayat (2), serta Pasal 131 ayat (1) KUHP.

Senin, 26 Mei 2025

Tingginya Parkir di Kawasan Kertawijaya Denpasar


Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Terkait adanya penerapan tarif parkir isidentil dengan besaran tarif Rp.5.000 untuk motor dan Rp.10.000 untuk mobil yang berlaku di kawasan Jalan Diponegoro Denpasar, tepatnya di depan tempat makan Bar Inlaws. Dimana pengelolaan parkir di wilayah tersebut  dilakukan oleh Perumda Bhukti Praja Sewakadarma bekerjasama dengan Desa Adat Denpasar dengan pengelolaan dilakukan oleh Perumda Bhukti Praja Sewakadarma.

Tarif parkir yang diterapkan didasarkan pada Perwali Nomor 64 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Perparkiran dengan besaran tarif Rp. 2.000 untuk sepeda motor dan  Rp. 3.000 untuk mobil. Berdasarkan surat nomor : 196/BASUCAPA/V/2025 prihal : Permohonan Kerjasama  yang disampaikan oleh Ketua Panitia HUT ke-60  Banjar Catur Panca Denpasar.

Selanjutnya, tertuang dalam surat tersebut pihak panitia HUT mengajukan permohonan kerjasama pengelolaan parkir isidentil untuk kegiatan malam pergelaran seni di Lingkungan banjar yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Mei  2025 Pukul 17.00- selesai bertempat di Banjar Catur Panca kelurahan Dauh Puri, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma menyetujui permohonan kerjasama tersebut dengan melakukan pengelolaan parkir isidentil. Sesuai permohonan dengan menempatkan petugas jasa layanan parkir di area tersebut. 

Untuk masing-masing petugas jasa layanan parkir diberikan karcis parkir isidentil yang harus mereka gunakan saat berlangsungnya acara. Menurut Direktur Utama PD. Parkir Kota Denpasar, I Nyoman Putrawan, bahwa secara SOP dan aturan yang diterapkan, setelah selesai acara masing- masing petugas harus menyerahkan kembali sisa karcis yang diberikan oleh Perumda, namun kenyataan dilapangan ada salah satu oknum petugas jasa layanan parkir yang tidak mengembalikan karcis dan menyalahgunakan karcis tersebut untuk melakukan pungutan parkir di luar lokasi acara.

Terkait pelanggaran yang dilakukan, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma telah menindak tegas dengan memberikan surat peringatan tertulis berupa SP 1 kepada yang bersangkutan. "Perumda Bhukti Praja Sewakadarma melalui sub bagian pengelolaan perparkiran telah menarik seluruh karcis isidentil yang masih dipegang oleh petugas jasa layanan parkir yang bertugas," tutur, Putrawan 

Paresmian Bale Kertha Adhyaksa, Disepakati Sebagai Tonggak Baru Sistem Hukum Di Bali


Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

KARANGASEM, Bali Kini– Gubernur Bali I Wayan Koster meresmikan Program Bale Kertha Adhyaksa yang bertempat di Gedung Mal Pelayanan Publik, Kota Amlapura, Senin (26/5/2025). Peresmian ini dihadiri oleh Bupati Karangasem beserta jajaran dari Kejaksaan Tinggi Bali, Kejaksaan Negeri Karangasem, para bendesa adat, dan perbekel se-Kabupaten Karangasem.


Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, menyampaikan bahwa peresmian Bale Kertha Adhyaksa merupakan inisiatif penting untuk memajukan sistem hukum di Karangasem. Program ini mencerminkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Karangasem, dan Kejaksaan dalam membangun sistem hukum yang manusiawi serta memperkuat peran lembaga adat dalam penyelesaian permasalahan hukum di tingkat desa maupun desa adat.


"Bale Kertha Adhyaksa didirikan sebagai ruang publik bagi masyarakat Karangasem untuk berdialog dan menyelesaikan persoalan hukum secara damai," Kata Kepala Kejati Bali, Dr. Ketut Sumadana. 


Ia menekankan bahwa fungsi utama program ini adalah mendorong praktik keadilan restoratif yang tidak hanya berfokus pada aspek penghukuman, melainkan pada pemulihan sosial dan keutuhan masyarakat.


“Melalui program ini, masyarakat diberi ruang menyelesaikan konflik dengan melibatkan semua pihak, termasuk korban, pelaku, dan tokoh masyarakat. Keadilan sejati bukan hanya soal menghukum, tapi juga memperbaiki dan memulihkan harmoni sosial,” tambahnya.


Sementara, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata mengajak seluruh kepala desa dan elemen masyarakat Karangasem untuk mendukung program ini agar dapat mengurangi beban perkara yang sampai ke tingkat peradilan. Ia meyakini kehadiran Bale Kertha Adhyaksa akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan sistem hukum yang berkarakter dan selaras dengan hukum nasional.


Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan komitmennya untuk membangun seluruh wilayah Bali, termasuk Karangasem, yang menurutnya memiliki posisi strategis dan spiritual karena keberadaan Gunung Agung dan Pura Besakih.


"Karangasem ini spesifik karena ada Gunung Agung dan Besakih yang dihormati, tidak hanya oleh masyarakat Bali, tapi juga di luar Bali. Maka menjadi kewajiban saya untuk memperhatikan Karangasem," ujarnya.


Gubernur juga menegaskan bahwa pada masa kepemimpinannya di periode kedua, pembangunan di Karangasem akan dipercepat setelah sebelumnya sempat terhambat oleh pandemi COVID-19.


Terkait Program Bale Kertha Adhyaksa, Koster menyebutnya sebagai inisiatif yang sangat penting dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Bali yang memiliki struktur adat yang kuat. Karangasem menjadi kabupaten ketujuh yang menerapkan program ini.


“Program ini sangat tepat karena Bali memiliki tatanan desa adat dengan struktur yang lengkap: eksekutif berupa prajuru desa, legislatif saba desa, dan yudikatif kertha desa dengan awig-awig serta perarem yang diperkuat oleh perda dan UU Provinsi Bali,” jelasnya.


Ia memuji Kejaksaan Tinggi yang telah mampu merancang konsep hukum yang memadukan kearifan lokal dengan sistem hukum modern negara. Menurutnya, ini adalah program unggulan yang wajib disukseskan oleh seluruh kepala daerah di Bali.


"Ini bukan hanya program kejaksaan, tapi kebutuhan nyata masyarakat Bali. Pak Bupati Karangasem, tolong jalankan ini dengan baik," pungkas Koster. 

Minggu, 25 Mei 2025

Ny. Seniasih Giri Prasta Ajak Kader PKK Bangli Fokus Atasi Stunting dan Kemiskinan


 REPORTER : DEAR

BANGLI , BALI KINI – Sekretaris I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengajak seluruh kader PKK di Kabupaten Bangli, khususnya Desa Bonyoh dan Desa Abuan, untuk aktif mengawal kesehatan warga, terutama ibu hamil, balita, dan lansia, demi mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.


Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri aksi sosial TP PKK Provinsi Bali bertajuk "Menyapa dan Berbagi" di Desa Bonyoh, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (23/5). Dalam kegiatan itu, Ny. Seniasih menekankan pentingnya kolaborasi, sinergitas, dan komunikasi antar-kader dan lintas instansi sebagai kunci suksesnya program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting.


"Stunting dan kemiskinan tidak bisa ditangani sendiri. Jika ingin cepat terselesaikan, kita harus bekerja sama dan bergerak bersama. Dengan kolaborasi, tidak ada lagi warga yang kekurangan makanan. Mari bangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan cerdas," ujarnya.

Dalam arahannya, ia juga menyinggung pentingnya peran organisasi perempuan seperti BKOW, PUSPA, dan BK3S yang kini kembali aktif, sebagai mitra strategis dalam menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ny. Seniasih turut mengingatkan kader PKK dan posyandu untuk terus menyosialisasikan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Menurutnya, perilaku peduli lingkungan dimulai dari rumah, lalu meluas ke komunitas.

Selain pengarahan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada 50 warga dari Desa Bonyoh dan Desa Abuan. Bantuan tersebut mencakup paket kebutuhan pokok untuk 10 lansia, 10 ibu hamil, 10 penyandang disabilitas, 10 balita, dan 10 kader PKK.

Tak hanya itu, masyarakat juga menerima 1.000 bibit tanaman berupa cabai, durian, alpukat, jambu kristal, dan nangka guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan turut dihadiri jajaran OPD Provinsi Bali, seperti Dinas Perikanan, Dinas PMD dan Dukcapil, Satpol PP, Dinas Sosial dan P3A, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi.

Sebagai bagian dari edukasi kesehatan masyarakat, aksi sosial juga dirangkaikan dengan penyuluhan tentang bahaya rabies. Ny. Seniasih mengimbau masyarakat yang memelihara anjing, kucing, atau monyet untuk bertanggung jawab dengan memberikan vaksinasi serta menjaga hewan peliharaan agar tidak berkeliaran bebas.

“Sejak Januari 2025, kasus rabies kembali memakan korban jiwa di Bali. Sudah sembilan orang meninggal dunia. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

Tiga Sekehe Gong Kebyar Duta Denpasar Siap Tampil Terbaik di PKB XLVII Tahun 2025,


 Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyaksikan Pembinaan Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Anak-Anak dan Gong Kebyar Wanita Duta Kota Denpasar pada PKB XLVII Tahun 2025 oleh Tim Kesenian Provinsi Bali di Wantilan Pura Dalem Suda, Desa Sidakarya pada Minggu (25/5). 

Wawali Arya Wibawa: Terus Berlatih, Optimalkan Sisa Waktu Persiapan, Sajikan Penampilan Terbaik. 

Laporan Reporter : Agus 

Denpasar ,Bali Kini - Parade Gong Kebyar hingga saat ini masih menjadi salah satu penampilan yang paling dinanti penonton dan penikmat Pesta Kesenian Bali (PKB). Karenanya, guna memantapkan penampilan, Tiga Sekeha Gong Kebyar yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025 mengikuti pembinaan dari Tim Kesenian Provinsi Bali  di Wantilan Pura Dalem Suda, Desa Sidakarya pada Minggu (25/5). 

Dimana, tiga barungan Gong Kebyar yakni Sekeha Gong Kebyar Dewasa Bandana Sidhi Gurnita, Desa Adat Sidakarya, Sekeha Gong Kebyar Anak-Anak Rare Bandrang Cakra, Br. Minggir, Kelurahan Padangsambian dan Sekeha Gong Wanita Semara Budaya, Br. Badak Sari, Desa Sumerta Kelod. 

Pembinaan Tiga Duta Gong Kebyar Duta Kota Denpasar ini dihadiri langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra. Tampak pula Tim Kesenian Provinsi Bali dan Tim Kesenian Kota Denpasar. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas berbagai persiapan yang dilaksanakan duta kesenian Kota Denpasar, khususnya Tiga Sekeha Gong Kebyar Duta Kota Denpasar ini. Dimana, selain berbagai kesenian lainya, gong kebyar menjadi salah satu penampilan yang dinanti. 

“Tadi kita saksikan penampilanya sudah maksimal, tentu kami berharap seluruh duta kesenian Kota Denpasar yang akan berlaga di PKB, termasuk Tiga Sekeha Gong Kebyar ini dapat terus berlatih maksimal dan tentunya menjaga penjiwaan, emosi serta konsistensi penampilan, sehingga saat pentas nanti dapat memberikan hasil yang maksimal, dan yang tak kalah penting tetap menjaga kesehatan,” jelasnya 

Arya Wibawa juga  menekankan bahwa catatan penting dalam pembinaan agar ditindaklanjuti sebaik mungkin. Sehingga dalam penampilan nanti dapat sesuai dengan pakem, uger-uger serta pembawaan seni itu sendiri. Termasuk juga kriteria yang menjadi syarat pementasan di PKB Tahun 2025 ini. 

“Jadi masukan-masukan yang diberikan oleh Tim Pembina Provinsi agar ditindaklanjuti untuk maksimalnya penampilan nanti, selamat berlatih, Semangat Denpasar,  berikan hasil yang terbaik dan maksimal, serta tetap jaga kesehatan,” ujarnya

Sementara, Kadisbud Kota Denpasar, Raka Purwantara mengatakan, sajian Gong Kebyar Kota Denpasar tahun ini secara umum sama dengan tahun sebelumnya. Dimana, ketiganya akan mebarung dengan duta kabupaten lainya di Bali. 

“Iya untuk tahun ini kembali mebarung, mebarung bersama kabupaten lainya, tentu ini menambah semangat dan semarak pelaksanaan PKB XLVII Tahun 2025 ini,” ujarnya 

Dikatakanya, adapun materi yang akan dibawakan yakni Sekeha Gong Kebyar Dewasa Bandana Sidhi Gurnita, Desa Adat Sidakarya akan membawakan Tabuh Lelambatan Kreasi Tabuh Nem Tunjur, Tari Kreasi Parama Sidha Sidhi dan Pragmentari berjudul Sabaa. Selanjutnya, Sekeha Gong Kebyar Anak-Anak Rare Bandrang Cakra, Br. Minggir, Kelurahan Padangsambian akan membawakan Tabuh Kreasi Pepanggulan Tapa Rare, Tari Kreasi Merak Angelo, dan Dolanan Memedi-Median. Sedangkan Sekeha Gong Wanita Semara Budaya, Br. Badak Sari, Desa Sumerta Kelod akan membawakan Tabuh Telu Pepanggulan Semara Muni, Tari Wiranjaya dan Sandya Gita Suwak Warak. 

"Mari kita maksimalkan sisa waktu yang ada untuk menindaklanjuti masukan dan saran Tim Konsultan Seni untuk menyempurnakan karya dan penampilan nantinya, semangat berikan yang terbaik," jelasnya. 

Untuk diketahui, Sekeha Gong Kebyar Dewasa Bandana Sidhi Gurnita, Desa Adat Sidakarya akan tampil mebarung bersama Duta Kabupaten Tabanan pada Rabu, 9 Juli 2025 mendatang. Selanjutnya, Sekeha Gong Kebyar Anak-Anak Rare Bandrang Cakra, Br. Minggir, Kelurahan Padangsambian akan mebarung dengan Duta Pendamping pada 25 Juni 2025. Sedangkan Sekeha Gong Wanita Semara Budaya, Br. Badak Sari, Desa Sumerta Kelod akan mebarung dengan Duta Kabupaten Klungkung pada 30 Juni 2025.

HARPI Jembrana Gelar Lomba Tata Rias Pengantin Kejuang Atau Ngidih Se-Bali.


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt Jembrana 

Bali Kini - Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Ke - 13, DPC HARPI (Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia) Melati Kabupaten Jembrana menggelar Lomba Tata Rias Pengantin Kejuang Atau Ngidih Se-Bali bertempat di Gedung Pendopo Kesari, Minggu (25/5).

Dibuka langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan didampingi istri Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Dalam sambutanya Bupati Kembang menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus HARPI Melati Kabupaten Jembrana yang telah menjunjung tinggi nilai adat istiadat dan nilai-nilai ketradisionalan dengan menggelar Lomba Tata Rias Pengantin Kejuang Atau Ngidih Se-Bali.

"Tentu saya menyambut baik terselenggaranya acara ini karena dengan kegiatan seperti ini dapat menjaga tradisi berbusana yang dilengkapi dengan merias khas Bali serta dapat mengembangkan kreatifitas dengan seluas-luasnya, khususnya bagi penjaga tradisi merias khas Bali," ungkapnya.

Sambungnya, ia mengatakan kepada para peserta , lomba tempat mengembangkan serta menuangkan segala ide tanpa mengurangi makna yang disebut uger-uger yaitu Dharma Gama Tirta sebagai dasar berbusana saat merias menggunakan konsep Tri Angga.

" aturan berbusana serta merias antara laki laki dengan perempuan hendaknya menggunakan konsep Tri Angga yaitu dari kepala naik yang disebut Dewa Angga, dari perut keatas sampai leher Manusa Angga dan Butha Angga dari perut sampai kaki," Imbuh Bupati Kembang.

Bupati kembang berharap dengan adannya kegiatan seperti ini akan menghasilkan perias propesional yang tentu memahami setiap filosifi dan nilai dalam upacara adat yang dilakukan dan rias yang dikenakan. Dengan demikian bisa selalu mengikuti perkembangan jaman, tetapi tidak meninggalkan pakem atau tata nilai budaya yang sudah ada.

" Saya berharap kepada semua Peserta Lomba agar selalu menjaga tradisi merias Bali dan merias khas Kabupaten Jembrana pada khusunya agar tidak tergerus oleh jaman serta tidak mengikuti budaya yang kurang sejalan diterapkan di tanah Bali," harapnya.

Sementara itu Ketua Panitia I Made Bayu Perdana Putra mengatakan Lomba Tata Rias Pengantin Kejuang Atau Ngidih saat ini diikuti sebanyak 28 peserta dari seluruh bali.

"Peserta lomba berasal dari kabupaten/kota se-Bali dengan total jumlah peserta sebanyak 28 peserta," tandasnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Para Ketua HARPI se -Bali dan Ketua GOW (Gerakan Organisasi Wanita) Kabupaten Jembrana Ny. Ida Swari Dewi Patriana Krisna.

Hujan Deras Picu Bencana di Karangasem, Rumah Terendam dan Jalan Amblas


Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

KARANGASEM, Bali Kini  – Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi (25/5/2025), mengakibatkan sejumlah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dampaknya dirasakan cukup luas, mulai dari rumah warga yang terendam hingga akses jalan yang rusak berat.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, menyampaikan bahwa curah hujan yang tinggi menyebabkan luapan air sungai di beberapa titik. Di Dusun Papung, Desa Bungaya, air sungai meluap hingga merendam rumah tiga Kepala Keluarga (KK) dengan tinggi genangan mencapai 1,5 meter.

“Akibat banjir itu, isi kamar dan dapur warga terendam air serta bercampur material dan sampah yang terbawa dari sungai. Tiga KK yang berjumlah 12 jiwa kini harus mengungsi ke rumah kerabat,” jelas Arimbawa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun beberapa hewan ternak warga seperti satu ekor babi dan beberapa ayam dilaporkan mati akibat terendam air. Para korban sementara waktu tidak bisa menempati rumah karena masih dalam kondisi basah dan kotor.

Kerusakan serius juga terjadi pada infrastruktur jalan. Akses jalan penghubung antara Kastala dan Bebandem mengalami rusak berat. Sekitar 15 meter jalan tergerus air, menyisakan lubang besar yang membuat jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

“Terkait hal ini, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan KIM untuk penanganan segera,” ujar Arimbawa. Ia menambahkan, warga yang ingin melintas dari Kastala ke Bebandem atau sebaliknya sementara ini harus memutar lewat jalur lain.

Di Kecamatan Bebandem, luapan air sungai juga menggenangi areal Pura Taman Beji Perak di Banjar Dinas Jungsri, meski tidak menyebabkan kerusakan serius, namun lumpur tebal memenuhi area pura. Sementara itu, tanah longsor di Banjar Dinas Dukuh, Desa Bebandem, menutup sebagian akses jalan raya.

Tak hanya itu, di wilayah Kubu, tepatnya di Br. Dinas Muntigunung, Desa Tianyar Barat, tembok penyengker Pura Dadya Pasek Kayu Selem roboh sepanjang 12 meter akibat derasnya hujan. Luberan air bercampur lumpur juga terlihat di jalan Nyuh Tebel-Sengkidu.

“Sejauh ini, meskipun dampak bencana cukup luas, kami bersyukur tidak ada korban jiwa,” pungkas Arimbawa. 

Evaluasi Pelaksanaan Implementasi Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari


Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini - BASAbali Wiki menggelar Dialog Pembelajaran sebagai ruang reflektif yang dirancang untuk mengevaluasi keberhasilan dan tantangan selama pelaksanaan implementasi Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari, (23/5). Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali ini, berlangsung secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini fokus pada evaluasi, penyusunan strategi lanjutan, dan penguatan komitmen pemangku kepentingan, agar program pengurangan sampah dalam aktivitas keagamaan yang digagas oleh pemuda dan stakeholder terkait, dapat diperluas ke berbagai wilayah di Bali. Kepala UPTD. Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan, Disdikpora Provinsi Bali, Luh Made Seriarningsih, S.Kom., MAP., mengapresiasi keterlibatan aktif generasi muda Bali dalam Dialog Pembelajaran ini. Ia menekankan pentingnya membuat kebijakan yang berkelanjutan, berbasis kearifan lokal, serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi pemuda. 

Pada rangkaian Wikithon Bali Lestari sebelumnya, telah dilaksanakan dua sesi Dialog Kebijakan yang digelar BASAbali Wiki dan berhasil mengangkat karya pemenang Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari menjadi policy brief atau risalah kebijakan yang disusun bersama pemuda, pemerintah, praktisi, akademisi, dan komunitas lingkungan. Policy brief Bali Lestari (bit.ly/PBbalilestari) memuat lima hal yang mencakup ketegasan peraturan, edukasi berkelanjutan, kemitraan pemerintah dan masyarakat, revitalisasi inisiatif lokal, serta pendampingan dan pembinaan pedagang. Policy brief tersebut menjadi dasar pembuatan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur serta Pangeling-eling Catur Pamahayu Pura di Pura Agung Besakih dan di Desa Kubutambahan. Pangeling-eling ini selaras dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2025 tentang Tatanan bagi Pamedek/Pengunjung saat Memasuki dan Berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh. 

Selain itu, BASAbali Wiki juga berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih “Malasti Resik” yang dilaksanakan bertepatan dengan prosesi malasti dalam rangkaian upacara IBTK 2025 di Pura Agung Besakih. Dampak Pangéling-éling terus berkembang, menginspirasi pemuda di berbagai wilayah Bali untuk ikut mengimplementasikannya.. Di Karangasem, pemuda Desa Adat Ulakan dan Desa Adat Temega bersama desa adatnya masing-masing, turut mengimplementasikan Pangeling-eling tersebut. 

Tiga implementator wilayah hadir secara daring dalam kegiatan ini, yakni Jero Penyarikan Duuran Batur selaku Pangamong Pura Ulun Danu Batur, Gede Pariadnyana selaku Perbekel Kubutambahan, dan Kadek Sudiartawan selaku pemuda dari Desa Adat Ulakan, Karangasem. Jero Penyarikan Duuran Batur menyatakan, dampak dari penerapan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur sudah mulai terlihat dari perubahan perilaku masyarakat. Kampanye di media sosial juga dinilai efektif dalam memperluas jangkauan penyebaran Pangeling-eling ini. Selain itu, Perbekel Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana menjelaskan bahwa, penerapan Pangeling-eling melibatkan prajuru adat, pengempon pura, pemuda, dan seksi kebersihan desa. Kampanye juga disebarluaskan melalui media sosial dan baliho yang dipasang di pura sebelum upacara adat, disertai sosialisasi langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan peran pemuda sebagai duta kebersihan sangat penting dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kadek Sudiartawan, pemuda dari Desa Adat Ulakan, Karangasem, membagikan pengalamannya dalam mengimplementasikan Pangeling-eling di desanya. Gerakan ini adalah inisiatif dari pemuda di sana. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial dan melibatkan pemuda dengan dukungan pemerintah desa. Inisiatif ini tak hanya menjangkau warga lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke area pura. Dampaknya mulai terlihat dari perubahan perilaku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan area pura. 

Sebanyak 31 peserta Dialog Pembelajaran dibagi ke dalam sesi breakout room berdasarkan tiga wilayah, yaitu Kubutambahan, Batur, dan Besakih. Dipandu oleh fasilitator, peserta membahas lebih dalam terkait proses implementasi Pangeling-eling di masing-masing wilayah, menggali dinamika pelaksanaan di lapangan, tantangan yang dihadapi, serta solusi dan inovasi yang telah diterapkan. Diskusi juga difokuskan pada penyusunan strategi lanjutan guna memperkuat keberlanjutan program dan memperluas dampaknya ke wilayah lain di Bali. Meski implementasi ini sudah menunjukkan dampak positif khususnya pada perubahan perilaku masyarakat, dalam Dialog Pembelajaran ini mengungkap sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Di seluruh wilayah implementasi, tantangan serupa ditemukan, yakni distribusi sampah yang belum optimal dan keterbatasan fasilitas pengolahan sampah. Kondisi ini menjadi penghambat dalam upaya pengurangan sampah pada aktivitas keagamaan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah desa (dinas maupun adat), serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemuda, guna membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan efektif. Bappeda Provinsi Bali, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, PHDI Provinsi Bali, DKLH Provinsi Bali, komunitas lingkungan, pemenang Wikithon Bali Lestari, dan beberapa stakeholder lainnya turut hadir secara daring pada kegiatan ini. Program & Engagement Director BASAbali Wiki, K.L Herdayatamma menegaskan bahwa, Dialog Pembelajaran ini menjadi tahapan penting dalam Metodologi Wikithon Partisipasi Publik. Melalui dialog ini diharapkan implementasi yang sudah berjalan dengan baik pada tiga wilayah di Bali, yaitu Kubutambahan, Batur, dan Karangasem terus berlanjut dan direplikasi oleh daerah-daerah lainnya. Dialog ini juga menjadi ajang refleksi untuk mengidentifikasi tantangan saat implementasi, sehingga dapat diperbaiki ke depannya. 

Drag Bike Terbesar di Bali, Danlanud Rai Drag Bike Cup 2025 Pecahkan Rekor Peserta di Jembrana


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt Jembrana

Bali Kini  – Ribuan pecinta otomotif memadati lintasan Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana, Bali, Sabtu-Minggu (24–25/5) dalam gelaran "Danlanud Rai Drag Bike Cup 2025".  Ajang balap adu cepat satu lawan satu ini digelar oleh Pangkalan TNI AU I Gusti Ngurah Rai, dengan dukungan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bali.

Tiga kategori dipertandingkan dalam event ini yakni Rookie Class, Sporting & Lokal Class, dan Open Class. Antusiasme peserta begitu tinggi, bahkan panitia sempat kewalahan karena jumlah pendaftar mencapai 700 orang, dengan peserta dari Bali, Jawa, hingga Lombok.

Ketua IMI Bali, I Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna, menyatakan bahwa ini adalah event drag bike dengan jumlah peserta terbanyak selama ia menjabat.

“Saya sempat tanyakan langsung ke panitia, pesertanya sampai 700, bahkan ada yang terpaksa kami tolak. Ini menandakan tingginya minat otomotif di Bali, khususnya Jembrana,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ajang otomotif seperti ini mampu menggerakkan ekonomi lokal, terutama sektor UMKM dan pariwisata.

“Saya sendiri dari pagi sampai siang kesulitan mencari hotel. Semua penuh. Ini bukti bahwa event seperti ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Wakil Bupati Jembrana, IGN Patriana Krisna (Ipat), mengapresiasi pemilihan Jembrana sebagai tuan rumah. Ia menilai Jembrana memang memiliki roh otomotif yang kuat.

“Bicara otomotif, Jembrana selalu aktif. Dari mekepung, motocross, road race, offroad, sampai rencana rally wisata di bulan Agustus. Ini bukti potensi besar kami,” jelasnya.

Ipat juga mengungkapkan bahwa pemda tengah merancang pembangunan sirkuit permanen agar kegiatan otomotif tidak lagi mengganggu lalu lintas.

“Kami sedang hitung kebutuhan anggaran dan efisiensinya. Mudah-mudahan segera terwujud,” ujarnya optimis.

Sementara itu, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Trinanda Hasan Febrianto, menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan wadah resmi, aman, dan positif bagi para pecinta otomotif.

“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai bagian dari pertahanan negara, tapi juga mendekatkan TNI AU dengan masyarakat. Otomotif juga bagian dari pengembangan SDM dan ekonomi kreatif,” terangnya.

Menurutnya, Jembrana dipilih karena selain potensi lokal yang besar, lokasinya juga strategis dekat dengan Jawa dan didukung penuh oleh pemerintah daerah serta stakeholder lainnya.

"Danlanud Rai Drag Bike Cup 2025 ini diharapkan menjadi event rutin tahunan yang bukan hanya memacu adrenalin, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan kreativitas masyarakat Bali, khususnya Jembrana,” tandasnya. 

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved