-->

Selasa, 26 Agustus 2025


Laporan Reporter : Jero Ari 

DENPASAR , BALI KINI - Malang nian yang dialami seorang ABG 13 tahun, diumurnya yang belia harus menuntut keadilan lantaran hukuman pria yang menggahinya hanya dihukum 5 tahun penjara. 

Bahkan saat digagahi, korban sempat dicekoki minuman anggur merah. Namun apa daya, ketuk palu hakim di Pengadilan Negeri Denpasar hanya memberikan hukuman 2 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Adalah terdakwa Rubi Wicaksono (22) terlihat sedikit sumringah begitu mendengar putusan hakim. Karena tuntutan yang diajukan Jaksa dari Kejari Denpasar ini dikurangi oleh hakim hukumannya. 

Terdakwa asal Jembar Jatim ini memilih menerima, sementara Jaksa Ni Ketut Muliani ambil langkah pikir-pikir. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, ia juga dikenakan pidana denda sebesar Rp.100 juta selain hukuman 5 tahun penjara. “Apabila pidana denda tidak dibayarkan, maka diganti pidana selama enam bulan kurungan,” putus hakim.

Terdakwa dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 81 ayat (2) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tertulis di dakwaan, kejadian ini berawal Sabtu pagi, 22 Februari 2025, saat korban menghubungi terdakwa via WhatsApp dan menceritakan bahwa dirinya baru putus cinta dari pacarnya inisial DS (17) (Diadili dalam berkas berbeda), yang juga teman terdakwa. 

Menanggapi curhatan itu, terdakwa lantas mengajak korban ke kamar kosnya untuk menenangkan diri. Sekitar pukul 01.00 Wita, Minggu dini hari (23/2), terdakwa menjemput korban di depan kosnya. Sebelum tiba di kamar kos di Jalan Resimuka Barat Gang Permai, Tegal Kertha, Denpasar Barat, terdakwa sempat membeli sebotol anggur merah dan sebotol bir. 

“Di kamar kos, terdakwa mengajak gadis yang masih SMP itu minum alkohol. Korban sempat menolak saat diberi gelas kedua, namun terdakwa terus membujuk dan berlanjut,” dalam dakwaan.

Saat kondisi korban berinisial R mulai oleng, terdakwa langsung beraksi membuka pakaian korban. Dengan meraba bagian tubuh korban, lalu melepas pakaiannya sendiri. Setelah itu, terdakwa keluar membeli kondom yang selanjutnya melakukan hubungan intim dengan korban.

Tindakan itu berlangsung sekitar 10 menit, hingga akhirnya korban ditelepon oleh kakaknya dan diminta segera pulang. Terdakwa lantas mengantar korban ke luar. Sekitar pukul 05.00 Wita, tanpa sengaja mereka bertemu paman korban berinisial SS, yang sudah mencari-cari R karena tak kunjung pulang. “Terdakwa lantas dibawa ke kantor polisi dan dia mengakui perbuatannya. Serta mengakui sudah berhubungan intim beberapa kali dengan pacarnya (Dilaporkan dalam berkas terpisah) yang baru putus,” tulis JPU dalam dakwaan.

32 Kasus Narkoba di Semester I, BNNK Karangasem Ajak Stakeholder Perkuat Sinergi


Karangasem, Bali Kini –
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (Forkom P4GN) Tahap II di Mal Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Jalan Gajah Mada Amlapura, Senin (25/8/2025).


Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala BNNK Karangasem Alvin Andrew Dias, S.H, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Made Budiasa, ST., MT., serta Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama pada Badan Kesbangpol Karangasem, I Nyoman Adil, S.Pd.


Tujuan rapat koordinasi ini adalah memperkuat komitmen bersama antar pemangku kepentingan untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Karangasem. Pembahasan difokuskan pada monitoring dan evaluasi hasil rencana aksi Forkom P4GN Tahap I, identifikasi hambatan di lapangan, serta penentuan langkah lanjutan yang perlu dilakukan.


Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, dalam paparannya menyebutkan Indonesia tengah berada dalam status darurat narkoba. Menurutnya, dampak narkoba tidak hanya merusak fisik dan kesehatan, namun juga berpotensi besar mengganggu daya saing bangsa.

“Sinergi antar instansi menjadi kunci guna meningkatkan efektivitas penanganan kejahatan narkoba secara terpadu. Forkom P4GN ini wadah untuk memperkuat koordinasi sekaligus mencari solusi dari hambatan yang ada,” ujarnya.


Rencana aksi yang telah ditetapkan pada Forkom P4GN Tahap I antara lain mendorong edukasi masif melalui sosialisasi, kampanye, tes urine, pemberdayaan masyarakat anti narkoba, serta mendorong penggunaan dana desa untuk mendukung program P4GN.


Dalam sesi tanya jawab, Kepala Kementerian Agama Karangasem, I Wayan Serinada, S.Pd., M.Si, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan BNNK Karangasem. Ia menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam memberikan edukasi terkait bahaya narkoba.

Selain itu, pada Agustus 2025, Kemenag Karangasem bersama BNNK Karangasem juga menandatangani perjanjian kerja sama dalam program Rumah Bina Nikah yang diintegrasikan dengan penyuluhan anti narkoba kepada calon pengantin lintas agama.


Sementara itu, Kanit 2 Satresnarkoba Polres Karangasem, I Gede Eka Sumardiana, SH., MH., mengungkapkan adanya peningkatan kasus narkotika di Karangasem. Jika pada 2024 tercatat 25 kasus, pada semester I tahun 2025 sudah ada 32 kasus. “Jumlah tersangka asal Karangasem juga meningkat. Sosialisasi sudah berjalan, penegakan hukum juga dilakukan, namun kasus tetap naik. Maka fungsi rehabilitasi di Klinik BNNK maupun IPWL perlu dioptimalkan,” tegasnya.


Camat Abang, Putu Agusteja Pramascita, S.STP., M.Sc., menambahkan hasil survei Indeks Kawasan Rawan Narkotika (IKRN) menetapkan empat desa di Kecamatan Abang sebagai daerah waspada. Atas dasar itu, sejumlah program P4GN dipusatkan di wilayah Abang, seperti pembentukan Desa Tangguh Bersinar di Desa Purwakerti, program Remaja Teman Sebaya, ketahanan keluarga, hingga relawan anti narkotika.


Melalui rapat ini, BNNK Karangasem bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi pencegahan sekaligus menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayah Karangasem. (Ami)

Senin, 25 Agustus 2025

Bupati Satria Buka Bakti Sosial Kesehatan Nusa Medical


Laporan Reporter : Dearna /Hms

Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Ketua TPPKK Klungkung, Ny. Eva Satria, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra membuka Bakti Sosial Kesehatan Nusa Medical di Wantilan Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (23/8). Turut hadir Direktur RSUD Kabupaten Klungkung, dr. I Nengah Winata, IDI Cabang Klungkung dan undangan terkait lainya. 


Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan ini diselenggarakan melalui kerja sama antara Klinik Nusa Medica Nusa Penida, RSUD Kabupaten Klungkung, Puskesmas Nusa

Penida IlI, IDI Cabang Klungkung, serta dukungan dari pemerintah daerah.

Bupati satria mengatakan, Bakti Sosial ini sebagai bentuk layanan kesehatan yang lebih dekat dan lebih mudah diakses oleh masyarakat khususnya layanan spesialistik. Dirinya juga berharap Baksos kesehatan ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Nusa Penida utnuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan dan pencegahan penyakit sejak dini, Menumbuhkan semangat kebersamaan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat.


“Atas mama Pemerintah Kabupaten Klungkung, saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada tim yang telah mengadakan acara ini yaitu Klinik Nusa Medica bekerjasama dengan RSUDKabupaten Klungkung, Puskesmas Nusa Penida Ill, dan IDI Cabang Klungkung. Saya juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dokter spesialis, tenaga medis, paramedis, dan relawan yang dengan tulus ikhlas hadir untuk melayani,” ucap Bupati Satria.


Lebih lanjut Bupati mengajak Kepada masyarakat Nusa Penida pada umumnya dan masyarakat Desa Klumpu khususnya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Silakan lakukan pemeriksaan, berkonsultasi dengan dokter, serta ikuti anjuran kesehatan yang diberikan. Dengan menjaga kesehatan, kita semua dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, lebih produktif, dan lebih bahagia bersama keluarga,” imbuhnya.


Ketua Panitia Dr Komang Suardika mengatakan kegiatan Bakti Sosial kesehatan ini pertama kali diadakan, Klinik Nusa Medica bekerjasama dengan RSUDKabupaten Klungkung, Puskesmas Nusa Penida Ill, dan IDI Cabang Klungkung. “ semoga bakti sosial ini bisa diselenggarakan disetiap desa yang ada di Nusa Penida,” harapnya

Puluhan Peserta Berpacu Ikuti Lomba Sampan Tradisional


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini – 35 pasang peserta ambil bagian dalam lomba sampan tradisional yang merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Jembrana setiap tahunnya. Para peserta unjuk ketangkasan mendayung sampan, berpacu dengan semangat kebersamaan dan sportivitas. 

Mengambil start di Pura Perancak dan finish di jembatan Samblong, peserta dilepas oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna didampingi jajaran Forkopimda dan anggota DPRD kabupaten Jembrana, Senin (25/8).

Selanjutnya, para peserta akan menempuh jarak kurang lebih sepanjang 5 Kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Sorak-sorai penonton di sepanjang jalur lomba pun menambah kemeriahan suasana ini.

"Hari ini seperti tahun-tahun sebelumnya, kita mengadakan lomba sampan yang tahun ini jumlah peserta sebanyak 35 sampan," ucap Wabup Ipat usai melepas para peserta.

Dalam lomba kali ini, Agus Rahman dan Ahyar Aditia dari Desa Air Kuning berhasil meraih juara 1, disusul oleh dua tim dari Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung yang masing-masing menempati posisi juara 2 dan juara 3.

Wabup Ipat mengapresiasi antusiasme peserta sekaligus menekankan pentingnya melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas daerah, sekaligus membangkitkan semangat dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Ini acara rutin yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Jembrana dengan semangat kemerdekaan sebagai rangkaian memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 80 dan HUT Kota Negara ke 130," ucapnya.

Selain itu, perlombaan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mempererat persatuan serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi bahari yang telah lama hidup di Jembrana.

Antusiasme Memuncak, Ribuan Penonton Saksikan Ketatnya Mekepung Bupati Cup di Sirkuit Samblong




Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana, Bali Kini  – Tradisi Makepung kembali menyita perhatian ribuan warga dan wisatawan. Lomba Makepung Bupati Cup 2025 yang digelar di Sirkuit Samblong, Kelurahan Sangkaragung, berlangsung semarak pada Minggu (24/8) dibuka langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


Sejak pagi, antusiasme masyarakat terlihat membludak di sepanjang lintasan. Mereka datang untuk menyaksikan kerbau-kerbau terbaik berpacu dalam adu kecepatan, dikendalikan oleh para joki yang penuh semangat.

Ketua Panitia, I Made Mara, mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Total sebanyak 246 pasang kerbau ambil bagian dalam perlombaan, terdiri dari 110 pasang dari Blok Ijo Gading Timur dan 136 pasang dari Blok Ijo Gading Barat.


Bupati Kembang menyampaikan bahwa Makepung Bupati Cup 2025 merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-130 Kota Negara dan HUT ke-80 Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya pelestarian tradisi dan budaya lokal. “Makepung adalah warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain menjadi kebanggaan masyarakat Jembrana, kegiatan ini juga memiliki daya tarik besar bagi wisatawan,” ujar Bupati Kembang.


Lebih lanjut, ia juga mengumumkan rencana digelarnya kembali Festival Jegog Mebarung secara kolosal dengan melibatkan puluhan sekaa jegog dari seluruh penjuru Jembrana. Event ini direncanakan mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi Bali.

Terkait dengan Makepung Gubernur Cup, Bupati Kembang menegaskan pihaknya akan kembali menjalin koordinasi dengan Pemprov Bali agar ajang bergengsi tersebut bisa digelar kembali di Jembrana. 

Kota Denpasar Kembali Jadi Tuan Rumah Kejurnas Rally Seri 3 "Pertamax Turbo Merah Putih"


Laporan areporter : Win 

Denpasar, Bali Kini - Kejuaraan Nasional Time Rally Pertamax Turbo Merah Putih Bali Wisata Rally 2025 kembali digelar. Kota Denpasar kembali menjadi tuan rumah dari acara tersebut. 

Hadir langsung untuk melepas para peserta yang merupakan pereli dari seluruh Indonesia itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, di kawasan depan Plaza Renon, Minggu (24/8). 

Dalam kesempatan itu, Sekda Alit Wiradana menyampaikan apresiasinya dan terimakasih atas kembali dipilihnya Kota Denpasar sebagai tuan rumah dan salah satu titik lokasi jalur pada acara ini. Hal ini tentunya akan berdampak pada pengembangan dan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif Denpasar. 

"Terpilihnya Kota Denpasar sebagai salah satu titik dan jalur pada kejuaraan ini akan membawa keuntungan tersendiri. Karena, seperti yang kita tahu, peserta yang ikut dalam event bergengsi ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, sehingga peluang promosi wisata Kota Denpasar bisa terlaksana," ujar Sekda Alit Wiradana. 

Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Ananda Mikola, didampingi oleh Ketua IMI Bali, I Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna menyampaikan, Pertamax Turbo Merah Putih Bali Wisata Rally 2025 ini merupakan event Kejurnas Rally dengan jumlah peserta terbanyak. Bahkan, beberapa di antaranya berasal dari Pulau Kalimantan.

 "Semoga di tahun mendatang, Bali tetap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan. Karena saya lihat antusiasme peserta tinggi sekali untuk berpartisipasi di acara ini," katanya. 

Sementara itu, Ketua Ketua Panitia Kejuaraan Nasional Rally 2025 bertajuk Pertamax Turbo Merah Putih Bali Wisata Rally 2025, Yuda Suparsana mengemukakan kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 23-24 Agustus ini diikuti 35 peserta, yang terbagi dalam beberapa kategori. Antara lain kategori umum, kategori Seeded B, kategori pemula, kategori wanita, dan juga kategori kejuaraan Mobil Listrik.

Pemilihan kota Denpasar sebagai salah satu lokasi kejuaraan Nasional yang juga memperebutkan trofi Gubernur Bali itu, juga dikaitkan dengan momentum peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali. 

"Kami berterimakasih pada seluruh stakeholder, sponsor, Pemerintah baik Kota, Kabupaten maupun tingkat Provinsi, untuk dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Untuk diketahui, ini adalah kali keempat Bali dipilih secara berturut-turut sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan ini. Yakni, tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025," paparnya. 

Lebih dari itu, Yuda Suparsana juga mengemukakan, pada kegiatan yang terselenggara atas kolaborasi pihak Pertamina, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali dan Starsorb Motorsport ini, terdapat dua etape. Antara lain, Etape 1 menempuh Rute Denpasar - Gianyar - Klungkung-Bangli, lalu Etape 2 menempuh rute Denpasar-Badung- Tabanan -Denpasar. 

 "Kami merasa bangga Bali dapat dipercaya sebagai tuan rumah selama empat tahun berturut-turut untuk ajang nasional time rally," ungkapnya. 

Jadi Biang Kemacetan, Tim Gabungan Tertibkan Truk Parkir Sembarangan di Kawasan Patung Titi Banda.


 Ket foto : Tim Gabungan Pemerintah Kota Denpasar saat melaksanakan Sidak Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kawasan Patung Titi Banda, Jalan Bypass Ngurah Rai, pada Senin (25/8)

Laporan Reporter : Agus Tim Hms

Denpasar, Bali Kini - Tim Gabungan yang terdiri dari Sat Pol PP, Dinas Perhubungan dan TNI/Polri melaksanakan Sidak Lalu Lintas dan Angkutan di  di Kawasan Patung Titi Banda, Jalan Bypass Ngurah Rai, pada Senin (25/8). Kegiatan rutin untuk mendukung pengawasan dan pengendalian efektifitas pelaksanaan kebijakan lalu lintas dan angkutan jalan ini turut menindak total sebanyak 5 sopir kendaran truk yang kedapatan parkir sembarangan.  


Kasat Pol PP Kota Denpasar, AA Ngurah Bawa Nendra saat dikonfirmasi menjelaskan, sidak lalu lintas dan angkutan jalan yang dilaksanakan Tim Gabungan Pemkot Denpasar ini merupakan upaya berkelanjutan dalam menjaga ketertiban dan keamanan berlalulintas, khususnya wilayah Patung Titi Banda yang sering dilalui oleh kendaraan besar. Hal ini guna memastikan pelayanan kawasan pariwisata tetap aman, nyaman, tertib dan selamat.


Lebih lanjut dijelaskan, dari pelaksanaan sidak, pelanggaran didominasi oleh pelanggaran parkir, terutama truk. Kondisi ini jika tidak ditertibkan tentu akan mengganggu pengguna jalan lain, termasuk juga adanya potensi kecelakaan lalu lintas serta memberikan kesan kumuh dan menjadi biang kemacetan lalu lintas. Sehingga dengan penertiban ini diharapkan kedepanya masyarakat atau pengguna jalan menjadi nyaman saat berkendara.  


“Jadi secara umum dapat kami sampaikan bahwa masih banyak kita temukan kendaraan angkutan truk besar yang memarkir kendaraannya dipinggir jalan, tentu ini sangat mengganggu pengendara lain, dan sering menjadi penyebab kemacetan, kecelakaan, termasuk mengganggu pengguna jalan lain,” ujarnya


Pihaknya juga mengimbau pengendara melengkapi surat-surat baik itu SIM dan STNK. Termasuk juga untuk tidak parkir sembarangan. Sehingga perjalanan berkendara menjadi aman, nyaman dan sesuai dengan aturan.


“Melalui penegakan kedisiplanan berlalu lintas di Kota Denpasar kami mengajak seluruh pengendara untuk mengimplementasikan spirit Vasudhaiva Kutumbakam untuk menjaga keindahan kenyamanan Kota Denpasar melalui ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan,” harapnya. (AGs.HumasDps).

Gas LPG 3 Kg di Abang Semakin Langka, Warga Mengeluh

 


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Warga di Kecamatan Abang, Karangasem, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG subsidi 3 kilogram. Sejak awal Agustus 2025, pasokan ke pangkalan gas di wilayah tersebut diperketat sehingga jumlah tabung yang beredar semakin terbatas.

Dipantau di salah satu pangkalan, Pertamini Abang milik CV Duta Arta Sari yang berlokasi di Desa Abang, Kecamatan Abang  Karangasem, pasokan gas yang sebelumnya mencapai 100–150 tabung kini hanya turun menjadi 60–70 tabung saja.

“Gas subsidi ketat, pengiriman awalnya 150 menjadi hanya 60. Tabung gas awal Agustus sudah ketat,” kata Wayan Astira, karyawan Pertamini Abang, Senin (25/8).

Akibat pengurangan tersebut, pihak pangkalan terpaksa membatasi pembelian. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 tabung, termasuk kios atau warung yang biasanya membeli dalam jumlah lebih banyak. Sistem pre-order (PO) juga diterapkan, di mana warga harus menitipkan tabung kosong terlebih dahulu dan baru bisa mengambil saat barang tersedia.

“Sekarang habisnya lebih cepat. Kadang dalam 2–3 jam stok sudah ludes,” tambah Astira.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh para pengecer. Mereka hanya mendapat jatah 2–5 tabung saja sehingga tidak bisa memenuhi permintaan konsumen. “Hari Sabtu memang tidak ada pengiriman. Sampai hari ini stok kosong,” ujar Pak De Kari, pemilik kios di Abang.

Warga berharap pasokan LPG subsidi bisa kembali normal agar kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi. “Harapan saya sih agar gas lancar. Saya sebagai karyawan juga tidak pusing menjualnya,” pungkas Astira. (Ami)

TP PKK Karangasem Salurkan Bantuan ke Abang dan Kubu


Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Senin (25/8/2025)TP PKK Kabupaten Karangasem kembali menggelar program TP PKK Menyapa dan Berbagi dengan menyasar Kecamatan Abang dan Kubu. Ketua TP PKK, Nyonya Mas Parwata, turun langsung menyerahkan bantuan berupa beras, sembako, serta makanan pendamping ibu hamil dan balita.


Sebanyak 50 warga penerima manfaat, terdiri dari balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia, serta kader PKK desa dari keluarga kurang mampu menerima bantuan tersebut. Khusus ibu hamil dan balita, paket ditambah dengan PMT berupa susu dan kacang hijau untuk mendukung gizi.


Selain bantuan pangan, TP PKK juga membuka layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Polsek Abang, Bhabinkamtibmas, Perbekel, dan tokoh masyarakat setempat.


Nyonya Mas Parwata menegaskan, program ini menjadi bukti nyata TP PKK hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus sejalan dengan visi misi Bupati I Gusti Putu Parwata dan Wakil Bupati I Wayan Pandu Lagosa dalam mewujudkan Karangasem yang AGUNG. (Ami)

Minggu, 24 Agustus 2025

Ajang Pelestarian Warisan Leluhur dan Gali Potensi Lokal - Tanah Lot Art & Food Festival Ke 6


Laporan : Tim Lpt Hms 

Tabanan , Bali Kini  - Suasana meriah menyelimuti kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Jumat (22/8), saat digelarnya pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival Ke 6 Tahun 2025. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., melalui Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, hadir secara resmi membuka festival seni, budaya, dan kuliner yang sudah menjadi agenda tahunan kebanggaan masyarakat Tabanan ini.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat penting Kabupaten Tabanan, mulai dari Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Danrindam IX Tabanan, jajaran Forkopimda, serta 

Ny. Budiasih Dirga, yang mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan. Turut hadir para asisten Setda, kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Penglingsir Puri, dan Manager DTW Tanah Lot.

Kehadiran masyarakat pun begitu antusias, memadati kawasan acara memberi warna tersendiri dalam mendukung event budaya besar yang mengangkat potensi daerah, baik dari segi seni maupun ekonomi kreatif dengan tema tahun ini “Parajyana Samudrasya Adiswara”. Memiliki makna persembahan dan pengorbanan terhadap kekuatan samudra menuju keharmonisan, keagungan, dan kemuliaan Tanah Lot.

Selama lima hari penuh, mulai 21–25 Agustus 2025, festival ini akan menampilkan beragam pertunjukan bernuansa seni, budaya, dan tradisi adat Bali. Mulai dari parade budaya, tari-tarian, hingga festival musik yang dipersembahkan oleh puluhan desa se-Kabupaten Tabanan. Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan festival kuliner yang menghadirkan aneka makanan lokal serta pameran UMKM kesenian yang menampilkan kreativitas masyarakat.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wabup Dirga, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi besar terhadap terselenggaranya festival ini yang setiap tahun ke tahun semakin inovatif. “Saya atas nama pribadi dan selaku kepala daerah, memberikan apresiasi atas diselenggarakannya event festival Tanah Lot ini yang menampilkan tradisi, budaya, dan kuliner tradisional. Sudah tentu hal ini turut mampu meningkatkan perekonomian, khususnya masyarakat sekitar," ujarnya.

Wabup Dirga juga menyampaikan arahan Bupati Sanjaya, sekaligus menegaskan bahwa Pura Tanah Lot telah dikenal luas hingga ke mancanegara sebagai destinasi wisata ikonik. Hal ini diharapkan harus terus dipertahankan, dan adanya festival tanah lot ini mampu menjaga nilai-nilai tersebut. “Pura ini berdiri di atas batu karang besar yang menjorok ke laut dan saat air pasang, pura terlihat seolah-olah terapung. Pura dengan arsitektur khas Bali ini didukung dengan keberadaan Pura Batu Bolong, Batu Mejan, dan pura-pura lainnya yang ada di sekitar kawasan pantai,” imbuhnya. 

Dengan mengambil tema ‘Prayajana Samudrasya Adiswara’, pihaknya berharap Pura Tanah Lot sebagai Kahyangan Jagat tetap dijaga taksu dan kesuciannya, sehingga bisa memberikan berkah bagi masyarakat yang mencari nafkah di wewidangan Pura Luhur Tanah Lot. Hal ini sesuai dengan visi Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Tabanan, Tabanan Era Baru, Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Dirga juga menyampaikan pesan dan harapan Bupati, agar festival ini kedepannya bisa berkembang menjadi event pariwisata berskala internasional. “Saya sangat berharap akan ada event-event pariwisata di Tanah Lot yang benar-benar mampu menarik wisatawan mancanegara, selain tentunya wisatawan domestik. Untuk itu, saya meminta kepada manajemen DTW Tanah Lot agar selalu melakukan terobosan strategis dan inovasi sehingga Tanah Lot bisa tetap menjadi tujuan wisata religius di tingkat internasional,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, Tanah Lot Art & Food Festival #6 tahun ini dipastikan menjadi momentum penting dalam menguatkan pariwisata Tabanan. Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi wisata, tetapi juga pengingat bahwa seni, budaya, dan warisan leluhur adalah pondasi penting dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih gemilang. Adapun berkah yang dihasilkan dari hal tersebut tentunya akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved