-->

Selasa, 23 September 2025

INOVASI DAERAH BANGLI TERUS MENINGKAT, PARTISIPASI MASIH MENJADI TANTANGAN


Laporan : Tim Lpt 

​Bangli,Bali Kini – Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, membuka  Webinar Pengembangan Inovasi Daerah di Ruang Rapat Bupati Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Selasa (23/09/2025). Acara yang diselenggarakan secara daring ini dihadiri oleh Pimpinan Perangkat Daerah (PD), BUMD, Camat, Lurah/Perbekel, Kepala Puskesmas, serta Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Bangli.


​Dalam laporannya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) I Nengah Wikrama memaparkan perkembangan positif Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bangli. Dari tahun 2022 hingga 2024, IID meningkat signifikan dari 36,51 menjadi 63,33. Kenaikan ini mengantar Bangli meraih kategori “Sangat Inovatif” secara nasional, dengan peringkat ke-54 dan posisi ketiga di tingkat provinsi. Jumlah inovasi yang dilaporkan juga melonjak drastis, dari 7 inovasi di tahun 2022 menjadi 53 inovasi di tahun 2024.

​Pada tahun 2025, berdasarkan perhitungan mandiri, IID diperkirakan akan naik lagi menjadi 73,96 dengan total 106 inovasi, yang menunjukkan konsistensi Bangli dalam kategori “Sangat Inovatif”.


Meskipun capaian inovasi menunjukkan tren positif, Wakil Bupati I Wayan Diar menyoroti rendahnya tingkat partisipasi dari seluruh unit kerja di lingkungan Pemkab Bangli. Berdasarkan data Innovations Government Award (IGA) 2025, hanya 68 dari 317 perangkat daerah atau unit kerja (21,45%) yang telah melaporkan inovasinya.

​“Data ini mengindikasikan bahwa tingkat partisipasi kita masih sangat rendah,” ujar I Wayan Diar. “Andai 50% lebih OPD dan unit kerja telah berpartisipasi, tidak sulit mewujudkan Bangli sebagai kabupaten terinovatif.”


​Wakil Bupati menekankan bahwa inovasi tidak harus selalu berupa teknologi canggih atau berbiaya besar. Inovasi bisa dimulai dari perubahan cara kerja, penyederhanaan prosedur, hingga kolaborasi lintas sektor yang efektif. Yang terpenting adalah adanya komitmen dan semangat untuk terus berinovasi.


​Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Bupati meminta seluruh OPD, unit kerja, BUMD, puskesmas, kelurahan/desa, serta sekolah di Bangli untuk mengintensifkan dan memperluas upaya pengembangan inovasi.

​“Saya tekankan kembali, agar Bangli benar-benar menjadi kabupaten terinovatif,” tegas I Wayan Diar.

​Dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang adaptif, acara webinar ini diharapkan mampu menjadi momentum bagi seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi dan mendorong semangat inovasi di Kabupaten Bangli.

Tiga Siswa Bangli Siap Unjuk Gigi di Olimpiade GASING Nasional


Laporan : Tim Lpt 

Bangli , Bali Kini  - Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bangli, di mana tiga siswa terbaiknya telah terpilih untuk berlaga di ajang Olimpiade GASING Nasional (OGN) yang akan diselenggarakan di Banyuwangi mulai dari tanggal 22 s/d 24 September 2025.

Olimpiade ini merupakan kompetisi numerasi tingkat nasional yang mengedepankan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang inovatif.


Ketiga siswa yang akan mengharumkan nama Bangli adalah I Kadek Radita Androsa Sumarjaya dari SD Negeri 3 Kawan, Ida Bagus Wibhisana Putra Udayana dari SD Negeri 2 Kawan, dan I Dewa Ayu Mustika Kartika Candra dari SD Negeri 5 Kawan. Mereka akan bersaing dengan para peserta dari berbagai penjuru Indonesia dalam kompetisi yang bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap matematika sejak usia dini melalui metode GASING yang unik.


Putu Elvira Pradnya Paramitha, S.Pd., M.Pd., seorang pendidik berdedikasi, pendamping dan pembimbing para siswa Bangli selama ajang OGN berlangsung. Ia menyatakan bahwa partisipasi anak-anak Bangli dalam kompetisi tingkat nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi platform untuk menunjukkan prestasi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang akan meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri, serta semangat belajar mereka.


"Kami berharap anak-anak Bangli dapat memberikan yang terbaik, membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Bangli, serta terus mencintai pembelajaran matematika dengan cara yang gampang, asyik, dan menyenangkan," ujar Putu Elvira dengan penuh semangat.


Semoga dengan Keikutsertaan siswa-siswa ini menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bangli

 serta mampu menunjukkan bahwa dengan metode pembelajaran yang tepat, matematika dapat menjadi mata pelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami 

Kebakaran Dapur di Seraya Tengah, Kerugian Capai Rp20 Juta


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, BaliKini - Kebakaran menimpa sebuah dapur milik warga di Banjar Dinas Kecag Balung, Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, pada Selasa (23/9) pagi.


Peristiwa itu pertama kali dilaporkan sekitar pukul 09.32 Wita oleh I Putu Yasa (39), warga setempat, kepada petugas pemadam kebakaran Pos Karangasem. Laporan diterima oleh Danru Regu 1, I Nengah Wardika.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem, Artha Negara, S.STP., MAP., menyebutkan penyebab kebakaran masih belum diketahui. Akibat kejadian tersebut, ditaksir kerugian materiil mencapai Rp20 juta. Luas bangunan yang terbakar sekitar 4x3 meter, namun tidak ada korban luka.


Sebanyak 15 personel diterjunkan, dengan rincian 10 orang menuju lokasi dan 5 orang tetap berjaga di pos. Pemadaman dilakukan menggunakan 3 unit armada dengan total 3.000 liter air.


“Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan dan sejumlah aset berhasil diselamatkan, di antaranya dua unit rumah semi permanen serta satu pelinggih,” jelas Artha.


Dalam penanganan kebakaran ini, tim pemadam dibantu oleh aparat kepolisian, TNI, serta kepala dusun setempat. (Ami)

Para Pedagang Mulai Buka Pelataran di Pasar Badung


Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini  - Pemulihan apsca bencana banjir yang menerjang pasar Kumbasari dan pasar Badung masih terus dilakukan. Seiring itu, sejumlah pedagang terlihat kembali bangkit untuk membuka lapak di pelataran.

Mereka berjualan di pelataran pasar Badung yang disiapkan Perumda Pasar Sewakadarma pasca banjir bandang lalu. Tidak semua pedagang siap berjualan, karena ingin kembali berjualan di pelataran Pasar Kumbasari.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata. Para pedagang disiapkan tempat di pelataran Pasar Badung sebelah barat gedung dimana mereka dapat berjualan sementara.

"Lokasi tersebut merupakan lokasi berjualan sementara. Pasar Kumbasari masih dalam tahap  renovasi pasca banjir kemarin. Tdak semua pedagang yang siap berjualan karena berbagai alasan seperti barang belum siap dan ada yang menginginkan tetap berjualan di Kumbasari," ungkap pria yang akrab disapa Gus Kowi .

Dikatakan bahwa saat ini masih melakukan kajian, bekerjasama dengan tim dari Universitas Udayana (Unud) untuk melihat potensi banjir yang bisa terjadi kembali. "Baik itu soal dampak ketika hujan nantinya apakah bisa banjir lagi, dan keamanan pedagang seperti apa ke depannya," ujar Gus Kowi

Untuk saat ini, pihaknya belum berani untuk memberikan pedagang berjualan saat ini. "Kami juga belum berani memastikan apakah mereka bisa kembali berjualan di Pasar Kumbasari  atau tidak menunggu hasil kajian. Kalau memang bisa, apa kajian mitigasi jika terjadi banjir lagi itu yang mesti kita matangkan," tegasnya

Sampai saat ini sudah ada 70 pedagang yang menempati pelataran Pasar Badung dari 400 pedagang Pelataran Kumbasari yang terdampak banjir. Mereka pindah secara bertahap menurut kesiapan para pedagang juga

Untuk 28 grm, Sopir Taxi ini Dituntut 9 Tahun Penjara


Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar, Bali Kini  - Pengadilan Negeri Denpasar belum lama ini menjatuhkan hukuman kepada seorang WNA hanya 10 bulan pidana penjara untuk 1 kg kokain. Namun kali ini, seorang sopir taxi asal Jember dituntut 9 tahun bui oleh JPU terkait kepemilikan sabu 28 gram.

Tuntutan pidana yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Kadek Janawati, terang saja membuat terdakwa Ali Poniman (38) langsung shock. Dirinya tidak menyangka diajukan oleh JPU tuntutan hukuman yang dirasanya sangat tinggi.

Residivis kasus curanmor itu oleh Jaksa Janawati dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 Tentang Narkotika dalam Dakwaan Kesatu Penuntut Umum.

“Memohon agar majelis hakim menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar, Subsidair 6 bulan penjara,” sebut JPU.

Dari berkas dakwaan, kasus bermula dari perkenalan Ali dengan seorang pria yang dikenal dengan sebutan ‘Bos Taksi’ seorang buron (DPO) melalui aplikasi WhatsApp. Dari komunikasi itu, ia ditawari pekerjaan sebagai kurir shabu dengan imbalan Rp 50 ribu untuk setiap tempelan. 

Pada Senin, 5 Mei 2025, sekitar pukul 16.30 Wita, Bos Taksi menghubungi Ali dan memintanya mengambil paket shabu yang dibungkus dalam goodiebag hijau dan diletakkan di tempat sampah depan AZKO Central Park, Kuta. Ali kemudian menemukan paket tersebut dan membawanya pulang ke kamar kosnya di Jalan Raya Pemogan, Gang Dangin Uma 4, Denpasar Selatan.

Tak perlu waktu lama, aktivitas itu langsung tercium aparat Satresnarkoba Polresta Denpasar. Sekitar pukul 17.30 Wita, langsung meringsek kamar kos terdakwa. Dari tas selempang hitam yang dibawa terdakwa, ditemukan satu paket shabu. 

Polisi kemudian menggeledah  goodiebag hijau berisi kotak karton, didalamnya terdapat sepuluh paket shabu. Selain itu, barang bukti lain berupa bong, timbangan elektrik, plastik klip kosong, pipet, lakban merah, gunting, korek api, hingga HP Oppo berisi percakapan dengan Bos Taksi juga diamankan. Dari tempat minyak rambut merek Gatsby, polisi kembali menemukan tiga paket shabu tambahan.

"Total barang bukti yang diamankan sebanyak 14 paket kristal bening. Setelah ditimbang di Polresta Denpasar, berat bersihnya mencapai 28,07 gram dengan berat kotor 31,64 gram," tulis dalam dakwaan.

Senin, 22 September 2025

Pertama di Bali, 2 SPPG di Jembrana Kantongi Sertifikat Halal


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini  - Wakil Bupati Jembrana Gede Ngurah Patriana Krisna untuk pertamakalinya di Bali menyerahkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) kepada Yayasan Vasti Kusuma Dewata yang memiliki 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Ekasari Melaya dan Dauhwaru. Sertifikat ini diserahkan di SPPG Ekasari Melaya pada Senin 22/9/2025. 


Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jembrana I Gusti Komang Budi Santika, S.Ag., M.Si. Camat Melaya, dan Perbekel Ekasari. 


Wabup Ipat dalam pada kesempatan itu menerangkan bahwa sertifikat halal ini merupakan standar yang harus diterapkan sehingga kualitas makanan yang disajikan layak untuk diserahkan ke siswa. 


"Sertifikat halal ini bukanlah tentang agama, tapi lebih ke standar yang harus diterapkan oleh SPPG dalam menyajikan makanan bergizi untuk siswa," ungkap Wabup Ipat. 


Lebih lanjut, pihaknya mentargetkan tahun ini seluruh SPPG di Kabupaten Jembrana nantinya bisa mengantongi sertifikat Halal. 


"Ini yang pertama di Jembrana bahkan di Bali SPPG yang mengantongi sertifikat halal. Harapannya tahun ini seluruh SPPG di Jembrana sudah mengantongi sertifikat halal," pungkasnya. 


Sertifikat Halal MBG merujuk pada sertifikasi halal untuk produk dan fasilitas dalam Program MBG (Makanan Bergizi Gratis). Sesuai dengan kemitraan antara BPJPH dan Badan Gizi Nasional (BGN), program MBG di seluruh Indonesia, harus memastikan semua dapur penyediaan makanan dan seluruh menu yang disajikan telah bersertifikat halal dan memenuhi standar kehalalan dari hulu ke hilir agar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta PP Nomor 42 Tahun 2024. Pertama di Bali, 2 SPPG di Jembrana Kantongi Sertifikat Halal


Jembrana - Wakil Bupati Jembrana Gede Ngurah Patriana Krisna untuk pertamakalinya di Bali menyerahkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) kepada Yayasan Vasti Kusuma Dewata yang memiliki 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Ekasari Melaya dan Dauhwaru. Sertifikat ini diserahkan di SPPG Ekasari Melaya pada Senin 22/9/2025. 


Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jembrana I Gusti Komang Budi Santika, S.Ag., M.Si. Camat Melaya, dan Perbekel Ekasari. 


Wabup Ipat dalam pada kesempatan itu menerangkan bahwa sertifikat halal ini merupakan standar yang harus diterapkan sehingga kualitas makanan yang disajikan layak untuk diserahkan ke siswa. 


"Sertifikat halal ini bukanlah tentang agama, tapi lebih ke standar yang harus diterapkan oleh SPPG dalam menyajikan makanan bergizi untuk siswa," ungkap Wabup Ipat. 


Lebih lanjut, pihaknya mentargetkan tahun ini seluruh SPPG di Kabupaten Jembrana nantinya bisa mengantongi sertifikat Halal. 


"Ini yang pertama di Jembrana bahkan di Bali SPPG yang mengantongi sertifikat halal. Harapannya tahun ini seluruh SPPG di Jembrana sudah mengantongi sertifikat halal," pungkasnya. 


Sertifikat Halal MBG merujuk pada sertifikasi halal untuk produk dan fasilitas dalam Program MBG (Makanan Bergizi Gratis). Sesuai dengan kemitraan antara BPJPH dan Badan Gizi Nasional (BGN), program MBG di seluruh Indonesia, harus memastikan semua dapur penyediaan makanan dan seluruh menu yang disajikan telah bersertifikat halal dan memenuhi standar kehalalan dari hulu ke hilir agar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta PP Nomor 42 Tahun 2024. 

Jembrana Intensifkan Gotong Royong Pasca Banjir, Perkuat Sinergi Pemerintah dengan Masyarakat


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mengintensifkan kegiatan gotong royong pasca banjir dengan melibatkan masyarakat dan perangkat daerah. Langkah ini dilakukan sesuai instruksi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan pasca banjir.


Fokus utama gotong royong saat ini adalah pembersihan saluran air dan aliran sungai yang mengalami penyumbatan akibat sampah, lumpur, serta material banjir. Normalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran, sekaligus mencegah potensi banjir susulan.


Bupati Kembang menegaskan bahwa gotong royong adalah kekuatan nyata masyarakat Jembrana dalam menghadapi bencana.


"Saya instruksikan seluruh jajaran perangkat daerah turun langsung bersama masyarakat. Pembersihan saluran air dan sungai menjadi prioritas agar aktivitas warga kembali normal dan risiko banjir bisa ditekan,” ujarnya.


Kegiatan gotong royong yang digelar di berbagai titik melibatkan kerjasama erat antara warga, perangkat daerah, serta TNI/Polri, Minggu (21/9). Mereka bahu membahu mengangkat tumpukan sedimen, sampah, serta memperlancar aliran air di sungai dan selokan.


Selain fokus pada pembersihan, sebelumnya Pemkab Jembrana telah menyalurkan bantuan kepada ribuan masyarakat terdampak banjir. Upaya komprehensif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim penghujan. 

Ny. Antari Jaya Negara Terus Bergerak Salurkan Bantuan Kemanusian Bagi Warga Terdampak Banjir.


 Ket foto :  Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara kembali menyerahkan bantuan pasca banjir kepada warga terdampak, pada Senin (22/9).


Laporan Reporter : Eka

Denpasar , Bali Kini - Pemrintah Kota Denpasar melalui seluruh jajaranya terus bergerak memberikam bantuan bagi warga terdampak. Kali ini, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara kembali menyerahkan bantuan pasca banjir kepada warga terdampak di dua lokasi, yakni pemukiman warga di seputaran Desa Kesiman Petilan dan Posko Kelurahan Penatih, pada Senin (22/9). Bantuan ini diberikan kepada 26 orang, dengan memprioritaskan pembagian bantuan kepada ibu, bayi, balita dan anak-anak serta lansia.


Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa kebutuhan krusial seperti popok, susu formula, minyak telon, makanan tambahan serta obat-obatan dan vitamin juga kebutuhan penting lainnya yang diperlukan balita dan anak-anak. Serta sembako, obat-obatan, minyak anget, susu kepada para lansia.


Dikatakannya, Pemerintah Kota Denpasar senantiasa hadir bagi masyarakat terdampak bencana banjir di masa darurat pemulihan bencana banjir di Kota Denpasar ini. Penyerahan bantuan ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Perumda Air Minum Sewaka Dharma dan Perumda Bhukti Praja Sewaka Dharma. 


"Pemkot Denpasar memastikan ketersediaan logistik bagi ibu, bayi, balita dan anak-anak yang terdampak banjir melalui TP PKK Kota Denpasar yang kali ini bersinergi dengan Perumda Air Minum Sewaka Dharma dan Perumda Bhukti Praja Sewaka Dharma.  Kami juga memastikan  pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan lainnya bagi mereka," ujar Antari Jaya Negara. 


Salah satu penerima bantuan, I Wayan Rina mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar atas bantuan dan kepedulian telah membantu korban banjir beberapa waktu lalu. 


"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkot Denpasar dan Ibu Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, atas bantuan yang diberikan kepada saya dan warga lainnya yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang mengalami kesulitan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban kami dan membantu proses pemulihan. Kami sangat menghargai kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh Pemkot Denpasar dan Ibu Ketua TP PKK Kota Denpasar," ujarnya.

Negosiasi Damai AKBP Joseph Edward Purba Berhasil Dinginkan Suasana Panas di Paruman Agung Bugbug


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

KARANGASEM, Bali Kini - Kepemimpinan dan kemampuan negosiasi AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Karangasem, terbukti mampu meredakan ketegangan yang sempat memanas dalam kegiatan Paruman Agung Penetapan Kelian Desa Adat Bugbug Periode 2025-2030 pada Minggu (21/9) di Wantilan Desa Adat Bugbug, Karangasem.


Mengetahui adanya potensi penolakan dari sekelompok warga, Kapolres Karangasem turun langsung memimpin Apel Kesiapan Pengamanan yang melibatkan personil Polres Karangasem dan unsur TNI.


Ketika Paruman Agung masih dalam tahap persiapan dan absensi kehadiran sekitar pukul 07.00 WITA, situasi berubah. Sekelompok warga yang dipimpin Bandesa Adat Bugbug I Nyoman Jelantik bersama sekitar 600 krama mendatangi Wantilan dengan tujuan membubarkan kegiatan.


Atmosfer semakin panas ketika tokoh Kelompok Warga, I Gede Putra Arnawa, S.Kom., melakukan orasi penolakan yang memicu massa untuk mendorong dan merangsek masuk ke areal Wantilan. Aksi ini dihalangi oleh Pecalang Desa Adat Bugbug, menimbulkan gesekan fisik berupa saling dorong antar kedua kelompok.


Menghadapi eskalasi yang terus meningkat, Kapolres Karangasem memberikan himbauan persuasif kepada Krama sekelompok warga agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menempuh jalur mediasi sesuai peraturan yang berlaku.


Ketika himbauan belum mampu meredakan situasi, Kapolres dengan cepat mengambil langkah taktis dengan memerintahkan personil pengamanan melakukan penyekatan di areal Wantilan. 


Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba terus melakukan negoisasi dengan pendekatan humanis, Kapolres melakukan negosiasi intensif dengan Prajuru Desa Adat Bugbug. Keputusan strategis diambil ketika Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan Paruman dihentikan, sambil menghimbau kedua belah pihak untuk membubarkan diri secara damai. Upaya diplomasi Kapolres Karangasem membuahkan hasil. Secara bertahap, situasi mulai mereda 


Keberhasilan mediasi yang dipimpin langsung AKBP Joseph Edward Purba telah mencegah terjadinya konflik horizontal yang berpotensi menimbulkan korban dan kerusakan di Desa Adat Bugbug. Pendekatan persuasif, negosiasi yang humanis, dan pengambilan keputusan yang tepat waktu menjadi kunci sukses penanganan konflik ini.


Kapolres Karangasem dan jajaran terus memantau perkembangan situasi sambil mengimbau semua pihak untuk mengedepankan dialog konstruktif dan jalur hukum dalam menyelesaikan setiap perselisihan. (Ami/rls)

Rumah Rusak Akibat Banjir Masih Diverifikasi


Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali kini  - Proses verifikasi bangunan rusak akibat banjir bandang di Denpasar masih terus dilakukan. Akhir bulan September diharapkan verifikasi sudah selesai. Sehingga data tersebut bisa diajukan ke BNPB untuk diverifikasi lanjutan serta mendapatkan bantuan. Pun banyak warga yang mengeluhkan soal jatuh tempat untuk pajak kendaraan pasca banjir.

Selain bantuan rumah rusak, sejumlah kendaraan yang terdampak dan masih harus melakukan melakukan kewajiban pajak atau samsat. Hal ini sangat diharapkan adanya kebijakan pemerintah untuk diberikan pemutihan selama satu tahun.

Mengenai rumah yang rusak, demikian Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan rumah warga yang rusak akibat banjir diharapkan sudah menerima bantuan Oktober 2025. "Target akhir bulan September ini verifikasi selesai, sehingga Oktober yang rumahnya terdampak bisa mendapatkan bantuan dari BNPB," paparnya, Senin (22/09).

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dalam banjir. Bantuan kepada siswa yang terdampak juga ditarget bisa tuntas dalam seminggu.  "Secara simbolis sudah diserahkan Pak Walikota kepada siswa SD dan SMP. Minggu ini kami akan kejar agar segera cepat selesai semuanya," akunya.

Data verifikasi sementara yang telah masuk di 4 kecamatan tercatat sebanyak 883 kerusakan. Yakni di Kecamatan Denpasar Utara jumlah kerusakan sebanyak 675 bangunan. Yakni kerusakan rumah kategori ringan tercatat nihil, sedang sebanyak 5 rumah dan rusak berat tercatat sebanyak 221 rumah. 

Sedangkan untuk kerusakan pura kategori ringan dan sedang tercatat nihil, dan kategori rusak berat tercatat sebanyak 28 unit. Sementara untuk pasar kategori ringan hingga berat tercatat nihil. Dan kerusakan lainnya kategori ringan dan sedang tercatat nihil dan kategori berat sebanyak 41 titik. 

Selanjutnya di Kecamatan Denpasar Timur tercatat sebanyak 87 kerusakan bangunan. Yakni rumah kategori ringan sebanyak 7 rumah, untuk kateogori sedang sebanyak 18 rumah dan kategori rusak berat 24 rumah. Kerusakan pura kategori ringan tercatat sebanyak 1 pura, kategori sedang sebanyak 3 pura dan kategori berat sebanyak 8 pura. 

Kerusakan Pasar kategori ringan dan sedang tercatat nihil dan berat sebanyak 2 pasar.  Sedangkan kerusakan lainnya kategori ringan tercatat nihil, kategori sedang ada 8 titik dan berat sebanyak 16 titik. 

Selanjutnya untuk kerusakan di Kecamatan Denpasar Selatan tercatat sebanyak 48 kerusakan bangunan. Yakni kerusakan rumah kategori ringan sebanyak 18 rumah, kategori sedang sebanyak 22 rumah dan kategori berat tercatat nihil. 

Untuk kerusakan Pura kategori ringan, sedang dan berat tercatat nihil. Kerusakan pasar kategori ringan, sedang, dan berat tercatat nihil. Sementara itu, kerusakan lainnya kategori ringan tercatat nihil, sedang sebanyak 5 titik dan kategori berat 3 titik. 

Dan, untuk di Kecamatan Denpasar Barat tercatat sebanyak 73 kerusakan bangunan. Yakni kerusakan rumah kategori ringan tercatat sebanyak 5 rumah, sedang sebanyak 14 rumah dan kategori berat sebanyak 23 rumah. Selanjutnya untuk kerusakan pura kategori ringan dan sedang tercatat nihil dan kategori berat sebanyak 2 pura. 

Kerusakan pasar kategori ringan dan sedang tercatat nihil, kategori berat sebanyak 1 pasar. Sedangkan kerusakan lainnya kategori ringan tercatat sebanyak 2 titik, kategori sedang 18 titik dan kategori berat sebanyak 8 titik.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved