Penambangan Batu Padas di Banjar Buungan Semakin Meluas - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Senin, 09 April 2018

Penambangan Batu Padas di Banjar Buungan Semakin Meluas

Bangli,Balikini.Net- Penggalian batu padas di sekitar Sungai Sangsang, tepatnya diperbatasan wilayah Lingkungan Penglipuran,Kelurahan Kubu, Bangli dan Banjar Buungan Desa Tiga, Susut setelah ditutup, dituding telah merusak lingkungan ,hingga sempat dinstruksikan penggali untuk menutup usaha alias menghentikan sementara aktifitas penggalian.Namin  kini kembali melakukan aktipitas. Terbukti saat media Balikini menyambangi lokasi galian batu padas,  seorang petugas penambang asal Banyuwangi, Jatim, yakni Sutris tetap beraktipitas.Terlihat ada tiga orang menggali batu padas yang berada  lokasi dan satu orang wanita untuk mengangkut hasilnya sampai dipinggir jalan raya..

Penambangan batu padas di daerah aliran sungai (DAS) di Tukad Sangsang, Desa Tiga, Susut, Bangli kian memperparah kerusakan lingkungan. Penambangan tersebut seperti ada pembiaran, sehingga penambang semakin memperluas wilayah penambangan kearah hilir sungai (ke selatan). Lingkungan hancur akibat penggalian dimaksud secara cepat dengan menggunakan mesin.Seorang petugas penambang asal Banyuwangi, Jatim, yakni Sutris ketika ditemui di lokasi penambangan, Senin (09/04/2018) dia mengatakan kalau dirinya hanya sebagai pekerja, bukan pemilik usaha itu. “Kami hanya sebagai pekerja, bos saya di Buungan”, ujar Sutris. Adapun batu padas yang dia hasilkan dengan ukuran 60x18 cm. Ada jenis batu padas berwarna coklat muda yang bercorak untuk jenis itu harga jualnya Rp. 28 ribu/biji. Sedangkan warna biasa dengan ukuran sama terjual Rp.20 ribu. Sutris mengakui sehari bisa menghasilkan sekitar 100 buah. “Kalau tak ada rintangan sehari kami bisa hasilkan 100 biji”, ujarnya.

Ditanya adakah larangan dari petugas untuk penggalian itu kepadanya, namun dengan sigap dia langsung menjawab kalau penggalian itu sudah mengantongi ijin. “Ini sudah ada ijinnya”, ujarnya.

Dari pantauan, penggalian tersebut rata-rata dengan ketebalan ke samping sekitar 3 meter, dengan ketinggian sekitar 8 meter. Beberapa pohon besar sampai tumbang akibat penggalian itu. Sedangkan panjangnya dari hulu ke hilir sudah sangat sulit dihitung. bisa berputar.Sampai-sampai warga Kayubihi ramai-ramai mendatangi tempat penambangan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pol PP Bangli, Dewa Agung Surya Darma ketika dikonfirmasi soal penambangan yang berbuah kerusakan lingkungan itu, Senin (9/4) dia mengatakan bahwa untuk hal itu sudah pernah ditangani dalam pertemuan  pihak kecamatan, namun hasilnya belum disampaikan .”ujarnya singkat via ponselnya [ag/r5]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net