Legislator Bali Berencana Susun Perda Tentang Lansia - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Senin, 16 Juli 2018

Legislator Bali Berencana Susun Perda Tentang Lansia

DENPASAR, Balilkini.Net - “Sesungguhnya tidak pas ada Panti di Bali. Panti Jompo atau Panti Werda. Karena yang melatarbelakangi itu, kami orang Bali itu mengenal namanya Catur Guru. Salah satunya menghormati Guru yang melahirkan," kata Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta saat menghadiri undangan Hasil Studi Dimensia Bali 2018, di Denpasar, Senin (16/7/2018).



Keberadaan Panti Jompo, menurut dia, tak lepas dari orang lanjut usia (lansia). Hanya saja, terkadang banyak lansia yang masih kurang mendapatkan perawatan serta kesejahteraan di dalam Panti. Hal ini yang menjadi perhatian dari Komisi IV Bali. Panti Jompo dianggap tak pas dengan konsep agama Hindu di Bali. Sehingga, keberadaannya perlu ditinjau ulang. 


Selain itu, masiih menurut Parta, dalam agama Hindu juga mengenal ajara Mata, Pita, Guru, Deva. "Jadi, bapak dan ibu itu adalah Tuhan yang paling dekat," akunya.  Ia mengaku tak menampik jika dinamika sosial dan ekonomi menjadi salah satu peran adanya Panti. 


Maka dari itu, persoalan lansia termasuk dengan Panti perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Sebagai Wakil Rakyat, Komisi IV berencana mengusulkan adanya Perda tentang Lansia. 


"Ke depan, tentu ini menjadi perhatian kita dalam penyusunan Perda nanti agar lebih mengefektifkan komunitas-komunitas yang sudah ada, lembaga-lembaga yang sudah ada di pedesaan, banjar, dan dadia supaya berfungsi lebih maksimal. Sesungguhnya, tidak ada orang Bali yang tidak memiliki Dadia," tegasnya.


Parta menambahkan, lansia berdasarkan sifatnya terbagi menjadi dua. Yakni Lansia Produktif dan Tidak Produktif. Bagi yang produktif, hanya perlu dikawal dan fasilitasi saja. Sedangkan bagi Lansia yang Tidak Produktif memang harus membutuhkan orang lain untuk merawat. Disamping itu, juga ada lansia yang sudah menetap di Panti Jompo yang tidak terlalu produktif dan membutuhkan bantuan orang lain secara permanen. [wp/r5]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net