Seluruh Steak Holder Bergandengan Atasi Masalah Penumpukan Sampah di TPS - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Sabtu, 16 Februari 2019

Seluruh Steak Holder Bergandengan Atasi Masalah Penumpukan Sampah di TPS

Denpasar,Balikini.Net - Penumpukan sampah di beberapa TPS di Kota Denpasar yang diakibatkan oleh adanya aktivitas penataan TPA dengan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Suwung menjadi perhatian serius semua pihak. Tak hanya Pemkot Denpasar, seluruh elemen yang tergabung dalam Sarbagita turut berkolaborasi guna mengatasi permasalahan ini. Beragam upaya pun dimaksimalkan guna mengatasi penumpukan sampah di beberapa TPS yang tidak hanya terjadi di Kota Denpasar saja.

Kadis PUPR Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi didampingi Kasatker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkugan Permukiman, IB Lanang Suardana serta seluruh steakholder saat dijumpai di TPA Suwung, Jumat (15/2) tak menampik bahwa penumpukan sampah di beberapa TPS merupakan dampak dari penataan TPA Suwung. Dimana, dari penataan ini beberapa akses jalan menuju TPA menjadi tidak berfungsi serta berkurangnya lahan yang dapat digunakan untuk membuang sampah.

“Yang dulunya terdapat banyak akses jalan, dan dapat membuang dimana saja di kawasan TPA, kini hanya ada dua akses saja, dan dari 32 hektar lebih luas TPA, saat ini yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah hanya 3 hektar saja, sisanya sedang dilaksanakan penataan,” jelasnya.

Kendati demikian pihaknya berharap semua pihak memaklumi kondisi ini untuk sementara waktu. Penumpukan sampah di TPS merupakan akibat adanya pengaturan waktu pembuangan sampah di TPA Suwung. “Walaupun TPA beroperasi 24 jam penuh, namun untuk menghindari adanya penumpukan armada di kawasan TPA, maka pembuangan dari TPS dan Kelompuk Swakelola di atur jamnya,” ujar Astawa Riadi.

Astawa Riadi juga menambahkan bahwa penataan ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Mengingat volume sampah akan terus tumbuh setiap hari. Dengan adanya pengolahan sampah menjadi listrik melalui PLTSa ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah di TPA Suwung selain dengan metode Sanitary Landfill. “Kami berharap untuk sementara waktu semua pihak agar maklum serta mentaati aturan pembuangan sampah yang berlaku demi kelancaran pembuangan ke TPA melalui pola yang sudah diatur,” jelasnya.

Sementara, Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada yang juga ada di lokasi TPA mengatakan bahwa pelayanan yang telah dilaksanakan selama ini khususnya di Kota Denpasar sudah optimal. Bahkan, perubahan penanganan sampah oleh masing-masing swakelola sudah optimal. DLHK dinilai sudah sangat siap dalam penerapan program penghentian pengangkutan sampah dari pinggir jalan ini. Sehingga penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti halnya swakelola yang dilaksanakan di masing-masing desa dapat terus dimaksimalkan.

Wisada mengatakan untuk menanganani pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA, DLHK menyiagakan sedikitnya 70 truk angkut yang tersebar di 17 TPS di Kota Denpasar. Namun pihaknya tak menampik bahwa masih banyak laporan masyarakat yang mengatakan pasca adanya penghentian pengangkutan pinggir jalan ini menyebabkan sampah di TPS menumpuk bahkan meluber hingga ke jalan.

“Dari sisi personel, fasilitas dan armada pengangkutan kita sudah siap, dan itu sudah optimal, mengingat saat ini volume sampah di Denpasar jumlahnya kurang lebih 800 ton per hari,” paparnya.

Wisada menekankan bahwa pihaknya bersama seluruh setakholder terkait tidak hanya perpangku tangan. Beragam upaya terus dimaksimalkan guna mengatasi permasalahan melubernya sampah di TPS ini. Adapun beberapa upaya yang telah dilaksanakan yakni pengaturan jam dan sirkulasi pembuangan sampah ke TPS Suwung, pembuatan akses jalan baru menuju TPA, serta menambah eskafator yang bekerjasama dengan Waskita Karya dan Kementrain PUPR. Pihaknya juga berharap masyarakat dapat memaklumi kondisi ini sementara waktu.

“Kami berharap masyarkat untuk bersabar dan maklum serta mentaati aturan pembuangan sampah dan ikut serta mengurangi sampah dengan memilah  dan mengolah sampah itu sendiri mulai dari hulu, dan saat ini kami telah berkordinasi dengan semua pihak terkait, sehingga penanganan sampah untuk semantara waktu dapat dimaksimalkan,” ungkapnya.  (rls/r5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net