-->

Rabu, 25 Januari 2023

17 Tahanan Kejari Badung Dipindahkan


BALIKINI.NET | BADUNG — Kejaksaan Negeri Badung kembali menitipkan 17 Tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan dan Lapas Kelas II B Bangli.

“Tahanan yang dilimpahkan di Rutan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan berasal dari 1 orang berasal dari Polsek Kuta Utara, 3 orang tahanan berasal dari Polsek Kuta, 3 orang tahanan berasal dari Polsek Petang, dua orang dari Polsek Mengwi, 2 orang tahanan dari Polresta Denpasar, dan seorang dari Polres Badung sehingga total ada 12 Tahanan yang dititipkan di Rutan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan.

"Yang dititipkan pada Rutan Kelas II B Bangli berasal dari 2 orang dari Polda bali, dan 3 orang dari Polresta Denpasar sehingga total ada 5 tahanan," sebut Kajari Badung, Imran Yusuf, Rabu (25/01).

Tahanan yang dipindahkan tersebut merupakan tahanan yang berstatus masih dalam proses sidang atau telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar.

Pemindahan Tahanan tersebut untuk menghindari over kapasitas sel yang dimiliki Polda, Polres dan Polsek, selain dari over kapasitas sel tahanan, faktor keamanan dan faktor hak asasi menjadi pertimbangan Kejaksaan Negeri Badung untuk memindahkan tahanan tersebut.

”Hingga saat ini permasalahan terkait dengan over kapasitas masih belum mendapatkan solusi, sehingga kami membangun sinergi dan membangun komunikasi dengan Lapas maupun Rutan yang ada di Bali dalam mengatasi permasalahan over kapasitas tersebut,” demikian Imran Yusuf.

Minggu, 15 Januari 2023

Jelang Perayaan Imlek, Pembersihan Patung Dewa Dewi


BALIKINI.NET | BADUNG —  Warga keturunan Tionghoa jelang perayaan Imlek melaksanakan upacara penyucian atau pembersihan patung dewa dewi. Seperti saat pembersihan di Vihara Dharmayana Kuta, Minggu (15/01) Badung.

Bahkan Warga Bali yang juga keturunan dari Thionghoa membludak mengikuti prosesi pembersihan patung dewa dewi menuju Tahun Baru Imlek 2574.

"Sebelumnya umat melakukan pembersihan area vihara, untuk kemudian membersihkan rupang atau arca dewa dewi serta memasang lampion," singkat Penanggung Jawab Tempat Ibadah Vihara Dharmayana Kuta, Adi Dharmaja Kusuma, di Badung.

Sabtu, 07 Januari 2023

15 Napi Wanita Dibebaskan Dari Lapas Perempuan

 

BALIKINI.NET | BADUNG — Sebanyak 15 orang napi perempuan bisa kembali berkumpul dengan keluarga di rumah. Ini setelah mereka mendapat asimilasi penjara di rumah sejak, Sabtu (07/01/2023) dari Lapas Perempuan Kerobokan.

Proses asimilasi ini diberikan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH186.PK.05.09 Tahun 2022 Tentang Penyesuaian Jangka Waktu Pemberlakuan Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

"Jangka waktu yang menjangkau Narapidana dua per tiga masa pidananya dan anak yang satu per dua hanya sampai dengan 30 Juni 2022," ungkap Kalapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Putu Andiyani. 

Lanjut Andiyani, sebanyak 15 napi yang dibebaskan berdasarkan perkara yaitu terdiri perkara Narkotika sebanyak 2 napi, Kasus Pencurian sebanyak 3 napi, Kasus Penggelapan sebanyak 7 napi, Kasus Perlindungan Anak sebanyak 2 napi, dan Kasus Mata Uang sebanyak 1 napi. 

Sementara berdasarkan golongan agama terdiri atas Islam sebanyak 7 napi, Kristen Katholik sebanyak 2 napi, dan agama Hindu sebanyak 6 napi. 

Ditegaskannya bahwa warga binaan harus tetap mengikuti aturan dari pelaksanaan Asimilasi di Rumah, karena masih tetap dalam pengawasan oleh Bapas terkait.

"Tetap diingatkan harus lebih berhati-hati lagi dalam bertindak di masyarakat, serta tunjukkan potensi diri yang positif dari hasil pembinaan saat berada di dalam Lapas," pesannya terhadap ke 15 napi yang dirumahkan. 

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Anggiat Napitulu menyampaikan bahwa perpanjangan program Asimilasi di Rumah bagi narapidana dan anak binaan sebagai upaya antisipasi terhadap Penyebaran Covid-19 di Lapas/Rutan/LPKA.

Kamis, 05 Januari 2023

3 Tahun Diburu BKSDA, Buaya Muara Terdampar di Pantai Legian


BALIKINI.NET | BADUNG — Terdamparnya buaya muara di pantai Legian, Kuta Badung menghebohkan para wisatawan yang berlibur di pantai. Terlebih belakangan diketahui jika buaya tersebut sudah lama dicari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Buaya yang ditemukan di Pantai Legian merupakan buaya yang sudah dicari 3 tahun lamanya, terakhir terlihat di Pantai Mertasari," terang Lurah Legian Putu Eka Martini.
Hal itu diketahuinya berdasarkan informasi dari pihak BKSDA Provinsi Bali. "Adanya luka di atas kepala juaya jadi penanda dari buaya yang dicari pihak BKSDA,"imbuhnya.
Ditegaskan Putu Eka, bahwa dengan diamankannya buaya yang panjangnya kurang lebih 3 meter itu, maka Pantai Legian aman dan nyaman dikunjungi.

Untuk diketahui kemunculan buaya tersebut awalnya dilihat oleh salah seorang wisatawan. Teriakan turis asing ini menyuruh para perenang untuk menepi. Selanjutnya pihak pengawas pantai Balawista langsung mengefakuasi bauaya besar tersebut.

Dimana saat itu dua petugas pantai tengah berjaga di Pos 7 Pantai Kuta sekitar pukul 15.00 Wita, terlihat seekor buaya sedang berenang dan berjalan ke arah pantai depan Hotel Padma Legian, Kuta.

Sembari meminta pengunjung pantai menjauh, mereka menghubungi Pos Induk Balawista untuk meminta bantuan personel Balawista lainnya, guna menangkap buaya jumbo ini.
Dibantu pedagang pantai yang ada di sekitar lokasi, mereka lalu menangkap dan mengikatnya dengan menggunakan tali dan kain. Tak lama berselang, datang petugas BKSDA Denpasar.

"Setelah ditangkap buaya air asin tersebut diangkut menggunakan mobil menuju kantor BKSDA Denpasar," terang Kasi Humas.




Jumat, 30 Desember 2022

Lepas Dari Lapas Narkotik, Bule Rusia ini Langsung Dipulangkan

 

BALIKINI.NET | BADUNG — Pria WNA asal Rusia, berinisial DP (31) kini bisa pulang ke negara asalnya setelah menjalani hukuman pidana hampir 2 tahun lamanya atau selama 22 bulan dalam jeruji Lapas Narkotik Bangli.

Diriya dipenjara terkait kepemilikan Hasis dengan berat O,8 Gram yang dibelinya secata online saat minikmati liburan di Bali. Setelah menjalani hukuman, DP langsung digiring ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, 25 Desember 2022, untuk menunggu waktu pendeportasian.

Diketahui sebelumnya DP masuk ke Indonesia pada 04 Februari 2020 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan Visa Kunjungan berlibur di Bali. 
Singkatnya, tanggal 29 Mei 2021 di sebuah villa di Banjar Gelumpang, Sukawati - Gianyar, ia dibekuk oleh pihak berwajib. Dalam villa tempatnya tinggal,  tidak ditemukan barang yang mencurigakan.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di dalam dashboard mobil yang dikendarai oleh DP dan ditemukan satu bungkus rokok bekas berisi narkotika satu lintingan Hasis seberat 0,8 gram. 

Diakuinya barang tersebut dibeli melalui online dan digunakan sendiri. Atas perbuatannya, Ia divonis pidana penjara selama satu tahun dan sepuluh bulan. Setelah menjalani hukuman beberapa bulan di Lapas Kerobokan, lalu dilayar ke Lapas Narkotik Bangli hingga bebas.

"Putusan sebagaimana tertuang dalam putusan PN Denpasar Nomor 947/Pid.Sus/2021/PN.Dps tanggal 23 Desember 2021," terang Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu.
Dihuhubungi terpisah, Kepala Rudenim Denpasar Babay Baenullah mengatakan pria kelahiran Krasnoyarskii, dideportasi menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK67 tujuan Denpasar (DPS) – Istanbul (IST) – Moscow (VKO).

"Yang bersangkutan telah dideportasi dan akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi," tutup Babay.

Rabu, 28 Desember 2022

Jelang Tahun Baru, 10 Tahanan Kejari Badung Dipindahkan


BALIKINI.NET | BADUNG — Menunggu jadawal sidang di PN Denpasar, sebanyak 10 tahanan dari Kejaksaan Negeri Badung dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Kerobokan, Rabu (28/12).

Dikatakan Kasintel Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, S.H bahwa ke 10 tahanan tersebut setatusnya dititipkan di Lapas Kerobokan dari rutan sebelumnya.
Kata Bamax, tahanan yang dilimpahkan berasal Polsek Kuta Utara, satu orang. 2 orang tahanan berasal dari Polsek Abiansemal, 4 orang tahanan berasal dari  Polsek Petang, satu orang tahanan dari Polresta Denpasar.

"Dua orang lagi dari rutan Polda Bali. Secara keseluruha total ada 10 Tahanan yang dititipkan di Lapas Kelas II A Kerobokan," terangnya.

Diperjelas Imran Yusuf, S.H., M.H. selaku Kepala Kejaksaan Negeri Badung bahwa tahanan yang dipindahkan tersebut merupakan tahanan yang berstatus masih dalam proses sidang atau telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar.

Pemindahan Tahanan tersebut untuk menghindari over kapasitas sel yang dimiliki Polda, Polres dan Polsek, selain dari over kapasitas sel tahanan, faktor keamanan dan faktor hak asasi menjadi pertimbangan Kejaksaan Negeri Badung untuk memindahkan tahanan tersebut.

Hingga saat ini, demikian Imran Yusuf menyebut bahwa permasalahan terkait dengan over kapasitas masih belum mendapatkan solusi, sehingga dieprlukan membangun sinergi dan membangun komunikasi dengan Lapas maupun Rutan yang ada di Bali dalam menyiasati permasalahan over kapasitas tersebut. 

"Semoga hal ini menjadi perhatian pemerintah dan segera didapatkan solusi yang terbaik terkait dengan proses penanganan tahanan tersebut” tutup Kajari Badung.

Senin, 12 Desember 2022

Barang Bukti Narkotika Senilai Rp.4 M lebih Dimusnahkan


BALIKINI.NET | BADUNG — Sebanyak 86 perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dilakukan pemusnahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Badung. 

Kasus narkotika masih mendominasi dalam perkara yang ditangani pihak Kejari Badung yaitu sebanyak 65 kasus. 

"Pemusnahan barang bukti ini merupakan perkara Tindak Pidana Umum  yang sudah diputus dan berkekuatan hukum tetap dari bulan Juni 2022 s/d bulan Nopember 2022," kata Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, S.H., M.H.

Secara rinci dikbarkan Bamax, Senin (12/12) untuk perkara narkotika, barang bukti yang dimusnahkan berupa Ganja 2.192,97 Gram, Tembakau Sintetis​ 3,79 Gram, Extasy​​​: 133,09 Gram, Sabu-sabu​​ 2.323,5 Gram dan Kokain​​​: 275,75 Gram.

"Jika dinominalka dalam bentuk uang, total keseluruhannya mencapai Rp. 4.185.096.000,- ini khusus barang bukti narkotika," tegasnya.

Barang Bukti Lainnya yang dimusnahkan antara lain : Handphone Berbagai Merk, Timbangan Elektrik Berbagai Merk, Pakain, Tas, Bong / Alat Hisap Shabu.

Serta Perkara Tindak Pidana Orang dan Harta Benda, Tindak Pidana Terhadap Kemanan Negara dan Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Lainnya sebanyak 33 perkara.

Pada kesempatan ini pula, pihaknya juga menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba video pendek untuk pelajar  serangkaian Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2022 (HAKORDIA).

“Saya sangat senang karena banyak video yang sudah dikirimkan ke kami di Kejari Badung, sehingga hal tersebut menandakan bahwa siswa-siswi SMP di Kabupaten Badung ini sangat peduli dengan pengenalan pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini," tutup Kepala Kejaksaan Negeri Badung Imran Yusuf, SH.,MH.

Jumat, 09 Desember 2022

9 Tahanan Kejari Badung Dititipkan ke Lapas Tabanan


BALIKINI.NET | BADUNG — Pihak Kejaksaan Negeri Badung kembali melayarkan tahanan yang masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Denpasar. Seluruh tahanan ini umumnya dalam perkara kasus Narkotika.

Sedikitnya ada sembilan tahanan yang dilayarkan ke Lapas Tabanan. Tahanan yang dilimpahkan 1 orang berasal dari Polda Bali, 3 orang tahanan berasal dari Polsek Kuta Utara, dan 1 orang tahanan dari  Polsek Mengwi.

Dua orang tahanan dari Polres Badung, dan 2 orang berasal dari Polresta Denpasar. "Sehingga total ada 9 Tahanan yang dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Tabanan," ujar Imran Yusuf, S.H., M.H. selaku Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Jumat (09/12).

Ditambahkan Kasintel Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, tahanan yang dipindahkan tersebut merupakan tahanan yang berstatus masih dalam proses sidang atau telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar.

Pemindahan Tahanan tersebut untuk menghindari over kapasitas sel yang dimiliki Polsek yang bersangkutan, selain dari over kapasitas sel yang dimiliki Polsek, faktor keamanan dan faktor hak asasi menjadi pertimbangan Kejaksaan Negeri Badung untuk memindahkan tahanan tersebut.

”Hingga saat ini permasalahan terkait dengan over kapasitas masih belum mendapatkan solusi, sehingga kami membangun sinergi dan membangun komunikasi dengan Lapas maupun Rutan yang ada di Bali dalam mensiasati permasalahan over kapasitas tersebut. Semoga hal ini menjadi perhatian pemerintah dan segera didapatkan solusi yang terbaik terkait dengan proses penanganan tahanan tersebut," ungkapnya.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved