-->

Minggu, 03 Juli 2022

Hadiri Pelantikan DPD PPNI Bangli, Bupati Sedana Arta Minta Perawat di Bangli Solid



BALIKINI.NET | DENPASAR — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster menghadiri serta menyampaikan arahan dalam acara fashion show perangkat daerah bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (2/7/2022) malam.

Mengawali arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan rasa bangga sekaligus syukur karena memasuki minggu ketiga PKB, omzet IKM yang berpameran sudah tembus 6 milyar 70 juta. “Ini tentu kabar yang menggembirakan. Kita beranjak dari pandemi, karena IKM kita yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19,” jelasnya. Ia mengakui bahwa PKB yang sempat tidak dilaksanakan selama 2 tahun, menjadi magnet sendiri bagi pengunjung yang berujung ke pembelian produk IKM Bali. 

Bahkan berbeda dengan sebelumnya, pameran kali ini juga menghadirkan karya-karya para designpreneur yang terpilih. “Karya-karya kelima pemenang designpreneur kita sudah dipamerkan. Ini kebanggaan juga karena kita sudah berhasil menemukan talenta-talenta yang akan meneruskan warisan leluhur kita,” imbuhnya. 

Lebih jauh, wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menyampaikan bahwa kegiatan fashion show ini merupakan bentuk dukungan nyata dari para ASN di lingkungan Pemprov Bali terhadap para perajin dengan membeli sekaligus memakai produk produk kerajinan IKM yang dipamerkan di Pameran IKM Bali Bangkit baik itu berupa kain tenun endek maupun aksesoris. 

Penampilan para ASN yang berlenggak lenggok di atas panggung bak peragawan peragawati dengan apik membawakan pakaian berbahan kain tenun endek baik dalam balutan busana adat ke kantor maupun busana kerja sehari-hari. Hal ini di satu sisi memberikan suasana berbeda bagi para ASN yang biasanya hanya duduk di belakang meja namun kini tampil di atas panggung, dan di sisi lain penampilan peragaan busana ini juga berdampak pada meningkatnya penjualan dan membuat para perajin bergeliat dan bersemangat untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik mereka.

 Untuk itu, Bunda Putri ini berharap dukungan dan kerjasama semua pihak agar pameran ini dapat terus berjalan dan bisa mencapai tujuannya yaitu meningkatkan kesejahteraan para perajin. Tidak hanya itu, dengan digelarnya pameran ini, Bunda Putri juga berharap para konsumen bisa mendapatkan produk produk kerajinan yang asli dan berkualitas dengan harga pantas. Pameran ini juga sekaligus mendidik para perajin untuk menyadari tanggung jawabnya sebagai pelestari sekaligus pengembang dari warisan leluhur nenek moyang dan bukan bisnis semata.

Pada bagian lain, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga mengajak semua pihak untuk turut mendukung gerakan bangga dan membeli produk lokal. Karena dengan bangga akan produk lokal juga menjadi langkah kita dalam penguatan ekonomi Bali.

Wanita yang dikenal sebagai seniman multitalenta ini juga mengingatkan selain kain tenun endek, Bali juga sangat terkenal dengan aksesoris berbahan emas ataupun perak. Namun belakangan banyak diproduksi perhiasan yang berbahan alpaka,yg kualitasnya sangat jauh dari bahan emas dan perak. Untuk itu, Bunda Putri mengajak kita kembali menggunakan aksesoris berbahan emas dan perak, sehingga kita bisa mempertahankan kualitas dari aksesoris kita.

Bunda Putri juga menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan pameran tidak hanya semata mata untuk berdagang atau menjual produk IKM tetapi lebih kepada wahana atau tempat untuk mengedukasi, mengawasi, membimbing dan mengarahkan para perajin sesuai dengan tugas dari Dekranasda untuk mengawasi situasi karya kerajinan di Provinsi Bali agar jangan sampai hilang, jangan sampai jatuh dan tidak terpelihara.

Di akhir arahannya, Ny.Putri Koster mengajak kita bersama sama untuk membeli kain dan memakai kain tenun sehingga pasar menggeliat, produksi terangkat dan para generasi muda kita sebagai penerus warisan leluhur mau menenun kembali. Kita gelorakan semangat 'Dari Bali, Oleh Bali, Untuk dunia', sehingga kita bersama akan sejahtera.

Fashion Show pada malam itu menampilkan pegawai-pegawai Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bali.

Hadiri Pelantikan DPD PPNI Bangli, Bupati Sedana Arta Minta Perawat di Bangli Solid



BALIKINI.NET | BANGLI — Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, SE meminta pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bangli dan seluruh anggota bisa selalu solid dan bisa bersinergi dengan semua pihak, sehingga bisa mengambil peran lebih dalam membangun dunia kesehatan di Kabupaten Bangli. Hal ini disampaikan Bupati Sedana Arta saat menghadiri pelantikan Pengurus DPD PPNI Kabupaten Bangli Minggu (3/7). 

Acara yang dipusatkan di ruang pertemuan lantai III RSUD Bangli, juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sukadarma, SKp., M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. I Nyoman Arsana, M.Kes, Direktu RSUD Bangli dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An, pengurus dan anggota DPD PPNI Kabupaten Bangli serta perwakilan organinasi profesi kesehatan di Kabupaten Bangli.

Lebih lanjut Bupati Sedana Arta menekankan, perawat merupakan salah satu profesi kesehatan yang memiliki jumlah terbesar dalam memberikan pelayanan kesehatan hampir di seluruh Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes). Terlebih, kontribusi terbesar telah diberikan oleh perawat terutama saat dunia menghadapi wabah pandemi covid 19. Perawat memiliki peran penting dalam seluruh aspek pelayanan kesehatan, baik pelayanan dari upaya promotif, preventif , kuratif serta rehabilitatif, perawat selalu mengambil peran terbesar dan terdepan. “Dari awal kemunculan wabah pandemi covid 19, hingga melandai seperti sekarang, dedikasi dan pengorbanan perawat sangatlah besar dan nyata. Jadi sebagai Bupati dan pribadi, saya sangat mengapresiasi ini ”,ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sedana Arta juga mengingatkan agar PPNI bisa bisa merancang program kerja dengan baik, serta mampu bekerja cepat dan tepat, tentunya sesuai dengan aturan. Karena menurut Bupati Sedana Arta, diera sekarang, bekerja benar saja tidak cukup, tetapi harus bekerja benar dan cepat. Karena akan menjadi percuma bekerja benar tapi lama, karena akan tertinggal dari yang lain.  "Jadi saya ingatkan kepada PPNI Kabupaten Bangli, agar tidak tertinggal harus bekerja dengan cepat dan tepat tentunya sesuai dengan aturan, agar Bangli bisa sejajar dengan daerah lainnya", pintanya. 

Bupati Sedana Arta juga meminta, pengurus DPD PPNI yang baru dilantik, dapat terus mengabdikan dirinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta bisa selalu bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Bangli dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang terjangkau, merata, adil dan berkualitas. “Selamat dan sukses saya sampaikan kepada pengurus DPD PPNI yang baru dilantik dan pada kesempatan ini saya minta seluruh pengurus dan anggota PPNI Kabupaten Bangli bisa semakin solid, guna memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dunia Kesehatan di Kabupaten Bangli, “Pintanya.

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kabupaten Bangli, Ns I Putu Arsila, S Kep dalam sambutanya menyampaikan, PPNI Kabupaten Bangli merupakan mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui anggotanya. Menurutnya, berdasarkan jumlah anggota PPNI Kabupaten Bangli yang telah terdaftar dan memiliki nomor anggota sebanyak 994 orang dan telah tersebar di berbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, serta ada praktik mandiri. Ia juga mengatakan, jumlah tersebut terus bertambah setiap tahunnya karena adanya anggota baru. Selain itu, lanjut dia, anggota PPNI Kabupaten Bangli terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun kesehatan masyarakat. “Sebagai organisasi profesi di bidang kesehatan, PPNI Kabupaten Bangli siap dan berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Bangli dalam bidang kesehatan, “pungkasnya.

Membludak, Penampilan Gong Kebyar Duta Kabupaten Tabanan Disambut Antusiasme Ribuan Penonton


Tabanan - Pentas di depan ribuan penonton dalam ajang bergengsi merupakan impian bagi seorang seniman, apalagi jika penampilannya sukses memukau para penonton. Seperti halnya, Sekaa Gong Kebyar Dewasa Sanggar Seni Gurniga Kusuma Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur dan sekaa Gong Kebyar Anak - Anak Sanggar Haridwipa Gamela Group Desa Dauh Peken Tabanan yang pentas dalam Pesta Kesenian Bali XLIV Tahun 2022, Sabtu (2/7) malam di Arda Candra Art Center, disaksikan langsung oleh ribuan pengunjung.

Istimewanya lagi, seka Gong Kebyar duta terbaik Kabupaten Tabanan itu penampilannya disaksikan langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Tak tanggung-tanggung dalam memberikan dukungan, Bupati Sanjaya juga bersama Wakil Bupati I Made Edi Wirawan didampingi Ny. Widiartini Wirawan, beserta beberapa anggota DPRD, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten, para OPD dan beberapa staf masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga bisa menyaksikan secara langsung aksi dari putra-putri terbaik Tabanan. Dimana pada kesempatan itu, Gong Kebyar Dewasa Sanggar Seni Gurniga Kusuma Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur dan sekaa Gong Kebyar Anak - Anak Sanggar Haridwipa Gamela Group Desa Dauh Peken Tabanan tampil bersamaan serta silih berganti menunjukan kemampuan olah gamelan dan tarian yang maksimal.

Gong Kebyar Dewasa Sanggar Seni Gurniga Kusuma Desa Tangguntiti, menampilkan aksi yang menawan dengan Tabuh andalan Tabuh Pat Lelambatan Kreasi "Anglelana Lamuk".

Mengalir dari hulu ke hilir, bermuara di laut lepas. Begitupun dengan Gong Kebyar Anak - Anak Sanggar Haridwipa Gamela Group Desa Dauh Peken Tabanan, menampilkan aksi yang serupa dengam tabuh andalan "Tabuh Lima Gambur Anglayang", sehingga kerap kali mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah dari penonton.

"Kami sangat berbangga sekali melihat penampilan duta Kabupaten Tabanan, walaupun masih transisi pandemi tetapi kesenian kita khususnya Tabanan dalam PKB ini sangat luar biasa. Kami harap, para seniman Tabanan khususnya seniman Tabuh agar terus berkarya, sehingga kedepannya mampu mengharumkan nama Tabanan," ujar Sanjaya usai pementasan.

Sanjaya juga sangat memuji semangat para penabuh, dan seluruh pihak yang terkait di dalamnya. Dikatakannya juga Ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya meskipun dengan keterbatasan karena efek dari pandemi. Hal ini membuktikan bahwa, seniman Tabanan sangat berkompeten dan juga mempunyai kualitas yang tidak kalah bagus dengan Kabupaten/Kota di Bali

"Harapan kita kedepan, mari kita songsong PKB tahun selanjutnya dengan lebih baik lagi. Sudah barang tentu, kami akan selalu memberikan support, baik itu menyangkut dari sisi perhatian, anggaran dan lain-lain kepada seniman Tabanan untuk pentas di ajang bergengsi seperti PKB ini. Sekali lagi, sangat luar biasa penampilan dari penabuh kita. Ini sangat membanggakan dan semoga hal ini menjadi awal bukan menjadi akhir," harap Sanjaya.

Wabup Ipat Dampingi Kelian Dinas Dharma Yatra ke Sejumlah Pura di Banyuwangi


Jembrana - Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) bersama istri, dampingi para Kelian Dinas se-Jembrana bayar kaul/nazar dengan melaksanakan Dharma Yatra disejumlah pura yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur, Saniscara Wage Medangsia (2/7). 

Dharma Yatra tersebut bertujuan untuk memohon kerahayuan jagat Jembrana serta sebagai wujud rasa syukur Paguyuban Kelian se-Jembrana dengan telah ditetapkannya Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa pada Pasal 12 ayat 1 dan 2 yang intinya menyebutkan perangkat desa yang diangkat secara periodisasi tetap melaksanakan tugasnya sampai usia 60 tahun.

Diikuti oleh 175 Kelian Dinas anggota Paguyuban Kelian se-Jembrana, tidak hanya itu, hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Wakil Ketua DPRD beserta anggota, Asisten I Setda Kabupaten Jembrana, serta para Camat se-Kabupaten Jembrana.

Adapun pura yang disambangi rombongan Dharma Yatra yaitu  Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo Banyuwangi yang terletak yang terletak ditengah tengah areal Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi serta Pura Agung Belambangan, Dusun Kerajan, Tembokrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi.

Wabup Ipat usai persembahyangan mengungkapkan latar belakang serta tujuan dharma yatra paguyuban kelian se-jembrana. "Kita bersama rombongan Ketua DPR Kabupaten Jembrana dan Paguyuban Kelian, hari ini dharma yatra ke Pura Giri Salaka dalam rangka menunaikan janji membayar sesangi, membayar kaul, karena perjuangan untuk melaksanakan tugas sampai usia 60 tahun sesuai Permendagri 67 Tahun 2017 telah tercapai", ungkapnya.

Ia juga berharap para kelian setelah memperoleh hasil sesuai dengan tujuannya, dapat mengemban tugas dengan baik sebagai seorang perangkat desa. "Semoga dengan kegiatan ini dapat menambah keharmonisan, mempererat rasa kekeluargaan dengan selalu menjalin silaturahmi, sehingga kedepan diharapkan dengan semangat ini, teman-teman dari kelian dinas dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara baik", harapnya.

Terkait kegiatan Dharma Yatra sendiri, Wabup Ipat mengatakan hal ini merupakan perjalanan spritual untuk meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan meingkatkan wawasan mengenai tempat suci Hindu di luar Bali.

"Astungkara dharma yatra ini sudah berlangsung dengan lancar. Semoga dengan doa kita bersama, Kabupaten Jembrana dan seluruh masyarakat memperoleh kerahayuan khususnya dalam mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat, serta dapat mendedikasikan diri memeberikan  pelayanan dengan tulus dan ihklas sesuai dengan ajaran dharma, agar betul-betul membangun jembrana sesuai hati nurani,"ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Paguyuban Kelian se-Jembrana I Gusti Kade Aryana, pihaknya mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan kegiatan dharma yatra ini untuk mempererat rasa kekeluargaan dan menjalin silaturahmi.

"Terimakasih atas partisipasi Wakil Bupati, Ketua DPRD beserta rombongan, kami sangat berterima kasih, karena janji kami sudah terbayar sesuai dengan cita-cita para kelian, yaitu masa kerja sampai dengan usia 60 tahun, terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan jajarannya", ungkapnya.(gusti/hms)

Penghuni Lapas Bangli Dalami Seminar Kesembuhan Batin


BALIKINI.NET | BANGLI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli bekerja sama dengan Yayasan Bangsa-Bangsa Sejahtera (YBBS) memberikan seminar kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan tema kesembuhan batin dampak dari kurang/hilangnya kasih dari figur seorang ayah.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 WBP yang merupakan peserta rehabilitasi medis dan sosial Lapas Narkotika Bangli Tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. 
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemulihan diri dan juga pemulihan hubungan dengan keluarga serta bagaimana menjadi seorang ayah yang baik bagi keluarga," kata Kasubsi Bimkemaswat, Wayan Riasa.

Diharapkan dengan diadakannya seminar seperti ini WBP mendapatkan manfaat dan dapat memperbaiki mental diri serta batin mereka sehingga dapat menjalani sisa masa pidana dengan mental yang baik saat kembali berbaur dengan masyarakat.

Seminar ini melibatkan beberapa pemateri langsung dari pihak YBBS. Peserta sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. 

Salah satu pemateri dalam seminar kali ini, Christine mengungkapkan kekagumannya atas keseriusan peserta mendalami materi yang diberikan. 

“Luar biasa saya salut WBP disini sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini sehingga seminar dapat berjalan secara dua arah. Ini menandakan program pembinaan khususnya rehabilitasi di Lapas Narkotika Bangli berjalan dengan baik,” ucap Christine. 

Lanjutnya, bawasanya kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan kedepannya sesuai dengan isi dari perjanjian antara Lapas Narkotika Bangli dengan pihak YBBS. “’Selain kegiatan seminar kami juga akan memberikan pelatihan bahasa inggris dan futsal kepada WBP,” tutup Christine.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu mengapresiasi kegiatan seminar kesembuhan bathin yang diberikan kepada warga binaan. 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi WBP untuk meringankan beban mental serta ketenangan bathin, semoga kegiatan ini bisa dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan lainnya”, tutup Anggiat.

Virus PMK Ditemukan Di Rendang dan Subagan


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Setelah masuk ke Bali, virus PMK  (Penyakit Mulut dan Kuku) kini telah ditemukan pada ternak di kawasan Kabupaten Karangasem. Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Karangasem, Drh. Pande Gede Arya Saputra saat dikonfirmasi, Minggu (3/7/2022) mengatakan, jika virus ini telah menulari 7 ekor sapi. Dengan gejala seperti hilang nafsu makan hingga mulut keluar buih atau busa serta melepuh pada bagian kuku kakinya.

"Atas seijin PLT Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Suastika, memang benar ada PMK masuk ke Karangasem. Kemarin malam hasil lab sudah keluar, ada 7 sample Sapi yang dinyatakan positif PMK," Terangnya. 

Masing-masing yakni 4 ekor di Rendang milik pengepul sapi sedangkan 3 ekornya di wilayah Segara Katon, Subagan. 

Sementara, diketahui track record 4 ekor sapi yang tertular PMK di wilayah kecamatan Rendang ialah sapi yang dibeli oleh pengepul di Pasar Bebandem. 

Sementara 3 ekor lainnya yang di wilayah Subagan, berawal dari adanya laporan sapi yang sakit sebanyak 15 ekor. Setelah di cek ternyata gejalanya mengarah ke PMK. Ketika sample diambil, 3 diantaranya dinyatakan  positif PMK. 

Terkait tindakan atas virus ini, pihaknya  langsung melakukan karantina dan penyemprotan dikandang sapi yang sakit, serta terus melakukan pemantauan secara intensif.

Sabtu, 02 Juli 2022

Berharap Mampu Bangkitkan Perekonomian Denpasar, Wawali Arya Wibawa Apresiasi Gelaran Surya Sewana Festival


Denpasar- Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas terlaksananya Surya Sewana Festival yang dibuka secara resmi Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati di The Garden Hotel Griya Santrian Hotel, Jumat (1/7) malam. Dan akan berlangsung selama tiga hari hingga 3 Juli mendatang. Hal ini merupakan momentum kebangkitan ekonomi Denpasar secara perlahan.

 "Yang luar biasa bahwa Sanur memiliki keberanian untuk mulai menyusun agenda pelaksanaan sejumlah festival, salah satunya Surya Sewana Festival yang merupakan rangkaian terlaksananya Sanur Village Festival yang sesuai rencana akan diselenggarakan pada Agustus mendatang. Event-event seperti ini menjadi penyelamat bagi perekonomian daerah", ungkap Arya Wibawa

Lebih lanjut dijelaskan, Sanur yang merupakan jantung Kota Denpasar diharapkan dapat bertumbuh dan berkembang menjadi permata dari Denpasar dan kembali memberikan cahaya bagi perputaran ekonomi yang sehat. Sanur Village Festival yang berdiri beriringan dengan Surya Sewana Festival mencirikan kebangkitan dan bentuk dari sinergitas serta kolaborasi dari masyarakat sanur, pengusaha setempat dengan pemerintah. Sinergitas ini ditunjukkan dengan saling berkaitannya penyelenggaraan sebuah event dan saling melibatkan antara satu dengan yang lain.

"Tentu kami atas nama Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasj atas pelaksanaan kegiatan ini, kolaborasi yang baik tentu saja akan memberikan hasil yang maksimal, mengingat keamanan dan kenyamanan Bali menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk berkunjung kembali," jelasnya

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, yang juga Konsul Kehormatan Republik Ceko untuk Bali, NTT dan NTB Ida Bagus Gede Sidharta Putra dalam sambutannya mengatakan bahwa Surya Sewana Festival merupakan sebuah rangkaian perjalanan menuju diselenggarakannya Sanur Village Festival tahun 2022 pada bulan Agustus mendatang. Memasuki tahun ke-15, Sanur Village Festival sudah masuk menjadi kalender event nasional yang berperan dalam promosi pariwisata Bali dan menjadi the best festival by Community.

"Ini menunjukkan masyarakat sanur memiliki kemandirian dan tata kerja membangkitkan dirinya, dengan cara memberikan manfaat kepada banyak pihak dan memberikan suguhan komplit, mulai dari olahraga, pelestarian tradisi dan budaya dan secara keseluruhan memiliki 36 program. Sanur Village Festival menjadi media bagi insan kreatif dengan jumlah keterlibatan 2000 hingga 2500 seniman", tegasnya.

Ditambahkan oleh Gusde Sidharta bahwa Surya Sewana Festival mengambil makna sebuah prosesi yang dilakukan oleh para sulinggih saat menyambut matahari pagi sebagai awal sebuah kehidupan. Dimana pelaksanaan Surya Sewana Festival yang merupakan Road to Sanur village festival pada 17-21 Agustus di pantai matahari terbit mendatang adalah sebuah cerminan kehidupan baru bagi masyarakat Bali khususnya Kota Denpasar yang sudah dua tahun lebih berperang melawan pandemi Covid-19.

Pembukaan Surya Sewana Festival juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, sejumlah Konsulat Negara tetangga dan tokoh masyarakat setempat. 




Sambangi Tukad Bindu, Lurah dan LKM se-Kota Balikpapan Pelajari Tata Kelola Lingkungan Berbasis Masyarakat


Denpasar, Dikenal sebagai ikon penataan lingkungan berbasis masyarakat dukung inovasi ekonomi kerakyatan di Kota Denpasar, Yayasan Tukad  Bindu  kembali menerima kunjungan study banding pada Sabtu (2/7). Kali ini datang dari Lurah dan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) se-Kota Balikpapan. Kunjungan tersebut diterima Camat Dentim, I Made Tirana bersama pengurus Yayasan Tukad Bindu. 

Kordinator Kunjungan, Giskard memberikan apresiasi terkait penataan sungai dikawasan Tukad Bindu Denpasar. Tentu hal ini merupakan sebuah inovasi dan prestasi dalam menggerakan masyarakat untuk ikut mendukung penataan lingkungan. 

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya berharap inovasi penataan lingkungan dengan melibatkan masyarakat di kawasan Tukad Bindu ini dapat diketok tularkan kepada daerah di Bali bahkan di seluruh Indonesia. 

"Harapan kami tentu ini dapat menjadi percontohan dalan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mendukung penataan lingkungan, khususnya sungai," jelasnya

Sementara, Camat Dentim, I Made Tirana didampingi Pembina Yayasan Tukad Bindu yang juga sekaligus Pembina KPS Denpasar, I Gusti Agung Ari Rai Temaja mengucapkan terimakasih atas kunjungan rombongan Lurah dan LKM se-Kota Balikpapan. Hal ini merupakan sebuah momentum sekaligus semangat untuk bersama berinovasi dalam menggerakan masyarakat untuk peduli lingkungan. 

"Semoga dengan kunjungan ini dapat meningkatkan semangat kami untuk terus berinovasi dalam menjaga lingkungan, khususnya kawasan sungai, serta kedepan dapat bekerjasama dengan lintas daerah untuk mendukung tercipatnya kerjasama yang saling menguntungkan antar daerah," ujarnya. (

Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Resmikan Rumah Bantu Dengar


Denpasar - Untuk memberikan pelayanan dalam bidang kesehatan THT (Bali Rungu) yang terjangkau bagi penyandang disabilitas maupun masyarakat umum yang berlatar belakang tidak mampu di Bali, khususnya di Kota Denpasar, Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali Bekerjasama dengan  Dinas Sosial Kota Denpasar dan Direct Aid Program (DAP) Konsulat Jenderal Australia di Bali menyediakan fasilitas pelayanan inovatif berupa Rumah Bantu Dengar  (RBD) di Gedung Pusat Pelayanan Disabilitas Kota Denpasar.

Rumah  Bantu Dengar ini diresmikan oleh Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara di dampingi Wakil Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, Kadis Sosial I Gusti Ayu Laksmi Saraswati dan Ketua YKP Bali Elsye Suryawan S.Kom Sabtu (2/7).

Sebelum peresmian acara diawali dengan penanda tanganan perjanjian kerjasama antara Ketua YKP dan Kepala Dinas Sosial Kota  Denpasar. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan tanaman bunga kamelia, bunga cempaka  merah dan hitam dari Relawan YPK dr. Eka Putra Setiawan SP,.THT-KL (K) kepada Dinas Sosial Kota Denpasar untuk ditanam di rumah Bantu Dengar.

Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kesempatan itu mengatakan, fokus penanganan covid 19 di masa post pandemi ini masih banyak kesehatan masyarakat  yang belum tertangani dengan baik. Terutama warga Denpasar yang resiko rentan miskin  maupun  mengalami kerentanan secara   ekonomi serta masuk pada pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial.

Selain itu  banyak masyarakat  yang telah mengalami gangguan pendengaran, sehingga inipun mempengaruhi anak anak usia dini dan sekolah. Disadari atau tidak masa depan mereka akan dipengaruhi oleh kesehatan   akan pendengaran. "Melihat kondisi tersebut Pemkot Denpasar bergandengan tangan bersama sama dengan K3S Kota Denpasar, YKP Bali dan Kedutaan Besar Australia melalui  program DAP mewujudkan program pelayanan kesehatan THT bagi penyandang Disabilitas maupun masyarakat umum dengan lantar belakang tidak mampu di Pusat Layanan  Disabilitas Kota Denpasar secara gratis," kata Antari Jaya Negara.

Menurut Antari Jaya Negara program ini disinergikan juga dengan IDI, Relawan Dokter THT. Pelayanan ini merupakan bagian dari spirit   VASUDAIVA KUTUMBHAKAM yang artinya  Bergotong Royong dan menyama braya, bersama sama membantu warga yang memerlukan bantuan sehingga  mampu dirasakan oleh masyarakat dan penyandang  disabilitas atas pemenuhan haknya mendapatkan pelayanan kesehatan. " Untuk itu kami mengucapkan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang sangat mendukung program ini, sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan sosial bersama," harapnya.

Ketua YKP Bali Elsye Suryawan S.Kom menambahkan,  masalah pendengaran di negara-negara berkembang masih sering disepelekan, khususnya anak-anak usia dini dan usia sekolah. Disadari atau tidak, masa depan mereka sangat dipengaruhi oleh pendengaran yang baik saat usia sekolah dimana mereka mulai belajar ilmu pengetahuan maupun mengenal ilmu kehidupan sebagai bekal kehidupan mereka selanjutnya. 

Berdasarkan hal tersebut, maka YPK Bali bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Denpasar dan Direct Aid Program (DAP) Konsulat Jenderal Australia di Bali, menyediakan fasilitas pelayanan inovatif berupa RUMAH BANTU DENGAR (RBD) di pusat layanan disabilitas di Kota Denpasar. " RBD ini merupakan “outlet” pelayanan YPK di Kota Denpasar, sehingga pelayanan sosial YPK Bali menjadi lebih dekat dengan masyarakat serta diberikan secara cuma-cuma," katanya

Namun demikian, sesuai dengan tujuannya, maka selain pelayanan RBD ini di Pusat Layanan Disabilitas Kota Denpasar ini, YPK Bali melalui program Bali Rungunya juga akan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar, PGPKT, IDI serta pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi dalam melaksanakan pelayanan terpadunya bagi seluruh masyarakat di Bali melalui kegiatan deteksi dini bersama Puskesmas dan Posyandu, pendidikan masyarakat tentang kesehatan telinga dan pendengaran, dengan prioritas murid-murid sekolah di seluruh Bali serta bantuan alat bantu dengar.

 Dengan adanya program Rumah Bantu Dengar ini, diharapkan masyarakat di Bali dan Denpasar khususnya dapat terlayani Kesehatan pendengarannya, terutama anak-anak dan murid-murid Sekolah Dasar dan Menengah. Selain itu pelayanan yang diberikan juga untuk mendukung lahirnya generasi penerus yang bebas dari gangguan pendengaran. (ayu/

Komang Teja Kembangkan Ternak Madu Kele-kele dari Kalimantan dan Sumatera


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Komang Teja, asal Banjar Sangging, Desa Kamasan, Klungkung ini mulai membudidayakan Lebah Klanceng atau di Bali lebih dikenal dengan nama Kele-kele untuk dicari madunya. Madu Trigona ( Kele – Kele ) dipercaya banyak memiliki manfaat dan sangat  baik untuk kesehatan tubuh.

Usaha Ternak madu Kele-kele Komang Teja sudah dikembangkan sejak 2 tahun berawal dari Kele-kele lokal. Kini Komang Teja mulai mengembangkan Kele-kele dari Sumatera dan Kalimantan. Hal ini terlihat saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta menyambangi usaha ternak madu kele-kele di Banjar Sangging, Desa Kamasan, Jumat (1/7).

Budidaya Kele-Kele, Komang Teja memanfaatkan pekarangan rumahnya. "Awalnya cuman ada 5 sarang/koloni saya kembangkan lagi sampai 200 sarang/koloni. Dengan melihat perkembangan kele-kele ternyata ada yang dari Kalimantan dan Sumatera, saya dikembangkan sampai sekarang dengan kualitas madu yang lebih baik dengan diisi bee pollen," ujar Komang Teja

Lebih lanjut Komang Teja menjelaskan, rumah/sarang kele-kele tersebut langsung dikirim dari Kalimantan dan Sumatera, kini dirinya sudah memiliki puluhan rumah/sarang kele-kele jenis Kalimantan dan Sumatera dihalaman rumahnya. Produk madu yang dihasilkan Komang sudah terbukti khasiatnya dan banyak dicari. Dirinya memasarkan produknya melalui media sosial dan bisa langsung dicari ke rumahnya.

Bupati Suwirta yang berkesempatan menyambangi usaha ternak madu kele-kele mengatakan, peternakan madu kele-kele salah satu potensi bisnis yang ada hubungannya dengan kesehatan. Lebih lanjut pihaknya akan menugaskan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan  Klungkung untuk dibina lebih lanjut, karena ini potensi yang luar biasa menampung tenaga kerja, meningkatkan ekonomi dan menjadikan produk unggulan Desa Kamasan selain wayang klasik kamasan dan bisa dijadikan oleh-oleh. "Usah ini akan kami bina agar menghasilkan madu kele yang layak dipasaran dan sebagai oleh-oleh tentu legalitas produk ijin BPOM juga harus terpenuhi layak masuk ke pasar modern," ujar Bupati Suwirta. (h/yande)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved