-->

Rabu, 27 Juli 2022

Jaya Negara Ngayah Nopeng Dalem Arsa Wijaya di Upacara Ngenteg Linggih Pemerajan AWBP


Denpasar,  Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara Ngayah Mesolah Topeng serangkaian Upacara Karya Memungkah, Ngenteg Linggih Lan Pedudusan Alit di Merajan Keluarga Besar Arya Wang Bang Pinatih (AWBP) Jalan Arjuna Banjar Tampakgangsul Desa Dangin Puri Kauh Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (27/7) sore. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara Ngayah Nyolahang Topeng Dalem Arsa Wijaya.

Sebelum upacara, di awali dengan tarian Rejang Dewa, Topeng Keras, Topeng Tua, Topeng Penasar, Topeng Arsa Wijaya, Topeng Sidakarya dan Tari Rejang Renteng.

Wali Kota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan Upacara Karya Memungkah, Ngenteg Linggih Lan Pedudusan Alit di Merajan Keluarga Besar Arya Wang Bang Pinatih Arjuna ini merupakan momentum bagi pesemetonan AWBP untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga sudah sepatutnya seluruh elemen pasemetonan menjadikan ini sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari ajaran Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana, dan semoga pasca pandemi Covid-19 kita selalu diberikan kekuatan dan kesehatan,” ujar Jaya Negara.

Sementara Manggala Karya, I Wayan Subagiartha mengatakan, rangkaian karya Memungkah, Ngenteg Linggih Lan Pedudusan Alit di Merajan Keluarga Besar Arya Wang Bang Pinatih (AWBP) Jalan Arjuna Banjar Tampakgangsul sudah di mulai sejak Buda Kliwon Pahang 13 Juli 2022 lalu, dan hari ini pada Buda Wage Merakih 27 Juli 2022 adalah puncak karya.

“Saya mewakili keluarga besar AWBP Arjuna yang berjumlah 50 KK mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Walikota Denpasar, karena sudah berkenan ngaturang ayahan topeng Dalem Arsa Wijaya dan memberikan motivasi kepada pesemetonan AWBP, semoga ini bisa menjadi sumber kesolidan untuk pesemetonan AWBP,” ungkapnya. (ays/

Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Rapat Paripurna VII Masa Persidangan III


Jembrana - Semua Fraksi DPRD Kabupaten Jembrana memberikan pandangan umum terhadap Ranperda yakni terkait tentang pernyertaan modal daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tribhuwana dalam rapat Paripurna VII Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Jembrana tahun 2021/2022. Rapat tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna di ruang sidang utama DPRD Jembrana, Rabu (27/7).

Dalam pandangannya,  Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan oleh Haji Adrimin mengatakan terkait pernyataan Bupati jembrana sebelumnya tentang penyertaan modal daerah pada Perumda  Tribhuwana, agenda ini juga sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja jalannya organ pemerintah saat ini, agar bisa melaksanakan program secara realitis mengingat pemulihan ekonomi.

“Bapak bupati agar bisa fokus mengeksekusi program-program kerja sesuai target visi misi, sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Terkait Perumda Tribhuwana, untuk upaya penyertaan modal agar tidak membebani keuangan daerah secara signifikan. Lebih tepatnya bisa berkolaborasi dengan pemodal atau investor dalam mengembangkan usaha-usaha potensial di Jembrana. Terkait dengan pembentukan dan susunan perangkat daerah, kami dari Fraksi PDIP menyetujui usulan yang dimagsud dari Ranperda ini,” terangnya.

Sementara itu, dari Fraksi Golkar yang dibacakan oleh I Ketut Gama mengatakan, terkait mengenai Ranperda perubahan peraturan nomor 10 tahun Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah pihaknya menyetujui Ranperda tersebut.
 
“Kami mengharapkan Perumda Tribhuwana dapat berperan penting dalam pembangunan daerah dan mampu menampung hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan serta memasarkan sehingga petani mendapatkan hasil,” ucapnya.

Menurut pandangan Umum Fraksi Demokrat Jaya yang dibacakan oleh I Ketut Catur mengatakan, dalam pembentukan perangkat daerah harus mempertimbangkan faktor keuangan, kebutuhan nyata daerah. 

“Kami ingin mendapat penjelasan langkah Perumda terkait penyertaan modal awal di bidang usaha bisnis distribusi pertanian yang berfokus pada pengadaan beras untuk kebutuhan PNS, bisnis penjualan hasil udang bekerjasama dengan PT. Maritime Food Estate dan kerjasama rekreasi keluarga Jembrana Zoo Bahagia,” bebernya.

Pandangan Fraksi Partai Gerinda yang di oleh I Ketut Sadwi Darmawan mengatakan, Pihaknya mendukung dan menyetujui dan segera membahas dan mengesahkan Ranperda menjadi perda namun pihaknya tetap berperinsip perda yang dibuat untuk kesejahteraan masyarakat Jembrana. Fraksi juga mengaspresiasikan adanya perubahan perangkat daerah di Kabupaten Jembrana. Fraksi juga memohon dijelaskan terkait kriteria dalam menentukan tipologi perangkat daerah.

“Tipologi perangkat daerah yang ditentukan masuk kedalam tipe A, tipe B dan tipe C. penempatan pejabat struktural dan fungsional nantinya harus selektif dan memiliki kemampuan memadai. Pengisian jabatan harus dilaksanakan dengan prinsip “The Man Women on The Right Place” dan harus menghasilkan pelayanan prima kepada masyarakat. Kami mempertanyakan terkait pemekaran Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan menjadi 2 dinas namun akhirnya tidak dapat dilaksanakan, dan juga dihapusnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,” katanya.

Terkait dengan Perumda Tribhuwana, pihaknya mendukung dan menyarakankan penyertaan modal yang diberikan kepada Perumda dilandasi dengan kerja keras, kerja cerdas dalam mengelola usaha tersebut, sehingga membentuk usaha dan saling menguntungkan agar tidak diibaratkan nantinya.

“Berburu di Kebun Binatang, keberadaan direksi nantinya dituntut untuk dapat berinovasi, kreativ dan visioner,” jelasnya.

Sementara itu, pandangan dari Fraksi Kebangkitan Persatuan yang dibacakan oleh H. Muhamad Yunus mengatakan, pandangan dari Fraksi Kebangkitan Persatuan semata-mata bertujuan demi terciptanya Pemkab Jembrana yang demokratis dan terwujudnya mekanisme check dan balance yang baik antara DPRD dan Pemkab Jembrana. 

“Terkait dengan perubahan organisasi perangkat daerah kami apresiasi hal tersebut. Kami menyarankan perangkat daerah benar-benar ditinjau dari segi fungsi, tugas efesiensi, efektifitas dan kinerja secara rasional,” ujarnya.

Terkait dengan susunan birokrasi dan kelembagaan, lanjut Yunus, harus bersifat praktis pengisian jabatan sesuai pria ataupun wanita di tempat yang tepat, seperti pasangan bupati dan wakil bupati, TEPAT (Tamba Ipat) dan harus menghasilkan pelayanan yang prima bagi masyarakat. 

“Kami memohon Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan dipecah menjadi 2 dinas dikarenakan dinas tersebut permasalahannya sangat komplek diantaranya di sektor perikanan. Terkait Perumda, penyertaan modal harus dikaji secara mendalam agar benar-benar memberikan kontribusi pendapatan daerah dan kami sangat mendukung,” tandasnya. (Adi/H)

Bupati Tamba Bersama BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian


Jembrana - Pemkab Jembrana bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Jembrana, menyerahkan santunan kematian Jaminan Tenaga kerja kepada ahli waris. Santunan diserahkan  Bupati Jembrana I Nengah Tamba  kepada ahli waris, Rabu (27/7) bertempat di Rumah duka Dusun Serong, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan. Turut mendampingi Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Jembrana, I Made Budiarta dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jembrana, I Gusti Putu Irany.

Penerima santunan merupakan Bendesa Adat Gumbrih  an. (alm) I Gde Suyasa Ardana (65).

Bupati Jembrana I Nengah Tamba usai menyerahkan santunan menyampaikan bahwa hal ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Jembrana bersama BPJS Ketenagakerjaan. "Kita hadir disini turut berbelasungkawa atas kepergian almarhum, Saya kenal almarhum selama menjadi Bendesa Adat adalah seorang yang bertanggungjawab dengan tugas semasa hidupnya," ucapnya.

Bupati asal Kaliakah ini juga mengingatkan keluarga almarhum untuk memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Musibah memang tidak ada yang menginginkan, namun dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan ini akan berdampak baik terhadap keluarga. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga keluarga semuanya dapat tabah menerima kepergiannya”,ujar Bupati Tamba. 

Sementara Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jembrana, I Gusti Putu Irani mengatakan santunan diberikan  karena Almarhum terdaftar dalam Jamsos BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri. "Santunan diterima langsung oleh  Ni Wayan Suarthi yang merupakan istri almarhum I Gde Suyasa Ardana selaku ahli waris senilai 42 juta rupiah ,"tandasnya. (GusYog/hms)

Ketua TP PKK Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Dukung Event Bangkit Bersama TPS 3R Uma Asri Ubung.


Denpasar - TPS 3 R Uma Asri Desa Ubung Kaja akan menggelar Event # 2 Bangkit Bersama TPS 3R Uma Asri Desa Ubung Kaja pada tanggal 5 Agustus mendatang.  Hal ini disampaikan Manager TPS 3R Uma Asri  Ubung Kaja  Riandy Arya Satria S.H saat audensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara di Gedung Sewaka Dharma Rabu (27/7).

Dalam kesempatan itu Riandy Arya Satria mengatakan dalam acara tersebut  pihaknya akan mengadakan acara Donor Darah , Cek Kesehatan Gratis , MOU Bank Sampah dan Sarasehan dengan tema Kemiteraan Strategis bagi Pengelola TPS3R . Dengan peserta Staf Pemilah Sampah , Driver , Pengelola TPS 3R     se-Kota Denpasar . "Kami mohon kesediaan waktu Ibu ketua TP PKK Kota Denpasar agar berkenan menghadiri & mensukseskan acara ini  tersebut," harap Riandy.

Lebih lanjut ia mengatakan,  kegiatan yang  bertujuan untuk membantu Pemerintah Kota Denpasar dalam mengatasi masalah sampah. Karena dalam kegiatan itu adalah merupakan salah satu upaya mencari solusi dalam menghadapi masalah sampah.

Menurutnya dalam kegiatan itu juga akan  memperkenalkan  tiga jenis cara pengelolahan sampah. Menurutnya pengelolahan sampah   ada tiga yakni sampah organik, daur ulang dan residu.  Masing masing sampah sudah ada penanggungjawabnya dan ada tim organik, tim daur ulang dan tim residu.

 Tenaga yang ada di TPS3 R itu ada 10 tenaga tetap, 1 administrasi, 1 manajer dan  7 orang  freelance. Sampah yang diolah bersumber dari 4 banjar yakni Banjar Uma Sari, Br Petangan  Gede, Br Pemangkalan dan Banjar Liligundi. "Kalau untuk sampah residu ada kontainer dibawa ke TPA Suwung oleh petugas DLHK. " Saat ini keuangan dibantu melalui  APBDes untuk gaji 10 staf, sementara untuk biaya  operasional telah menuju mandiri," ungkapnya. 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengaku akan mendukung 
Event # 2 Bangkit yang dilaksanakan TPS 3R Uma Asri  Ubung Kaja. Antari Jaya Negara juga memberikan apresiasi kepada  Manager TPS 3R Uma Asri  Ubung Kaja  Riandy Arya Satria S.H karena diumur 22 tahun yang dibilang muda sudah turut membantu Pemerintah Kota Denpasar dalam mengatasi permasalahan sampah. Bahkan dalam pengelolah sampah bisa dilaksanakan secara mandiri dan telah menghasilkan. "Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih," kata Antari Jaya Negara.

Dalam pengelolahan sampah Antari Jaya Negara mengharapkan untuk memperhatikan dari segi hegienisnya dengan mempergunakan, celemek, sepatu khusus, sarung masker dan kacamata. Karena setiap hari bergulat dengan   sampah dan banyak bakteri. (ayu)

Permudah Akses Berwisata Ke Karangasem, Disbudpar Rancang Aplikasi


Karangasem, Bali Kini - Untuk mudahkan akses bagi para wisatawan yang mau berkunjung ke Kabupaten Karangasem, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem sedang merancang sebuah aplikasi bertajuk "Visiting Karangasem".

"Aplikasinya sendiri sudah ada, sudah kita garap, cuma belum finalisasi, karena belum komplit, belum semua terinput," Ungkap Kadisbudpar I Wayan Astika, Rabu (27/7/2022). Aplikasi Visiting Karangasem ini akan mencakup berbagai informasi terkait wisata apa saja yang ada di Kabupaten Karangasem, mulai dari destinasi wisata, akomodasi, lokasi, aktifitas wisata, hingga kuliner-nya. 

Dengan adanya rancangan aplikasi tersebut diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karangasem akan lebih mudah mencari tempat wisata yang cocok untuk dikunjungi. Terlebih lagi, dalam memperkenalkan destinasi wisata yang mungkin kurang dikenal wisatawan. Sehingga "hidden gem" di Karangasem dapat dijamah wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan yang masuk ke Kabupaten Karangasem maka perekonomian masyarakat akan dapat berjalan lagi, setelah pandemi Covid-19 ini mulai mereda. 

Sementara, terkait kapan peluncuran aplikasi ini ke publik, Astika mengaku belum tau pasti. "Nanti dulu, ini masih belum finish masih urus kontrak dan segala macamnya," Tandas Astika. (AMI)

Inovasi e-Buletin Dewan DPRD BALI Segera Terbit


Bali Kini .
Dalam perkembangan teknologi informasi pada saat ini yang begitu pesat, Sekretariat DPRD Provinsi Bali membuat sebuah terobosan atau inovasi berupa e-Buletin Dewan, yang merupakan rangkuman kegiatan-kegiatan Pimpinan/Anggota DPRD Provinsi Bali dan Sekretariat DPRD Provinsi Bali. e-Buletin Dewan dibuat untuk mempermudah penyampaian informasi kegiatan-kegiatan DPRD Provinsi Bali kepada seluruh masyarakat yang nantinya dapat diakses secara daring/online melalui website Sekretariat DPRD Provinsi Bali. Penerbitan e-Buletin Dewan akan dilakukan setiap 6 bulan sekali atau semester di setiap tahun nya. 

Diharapkan e-Buletin Dewan ini nantinya dapat mempermudah masyarakat dalam mencari informasi kegiatan-kegiatan pada DPRD Provinsi Bali. Perancangan e-Buletin Dewan menggunakan aplikasi berbasis elektronik yang dilakukan oleh seluruh Tim Pelaksana e-Buletin Dewan Sekretariat DPRD Provinsi Bali. e-Buletin dewan dapat diakses melalui link : https://sekwandprd.baliprov.go.id/e-buletin-dewan/ *


Selasa, 26 Juli 2022

Wawali Arya Wibawa Hadiri Bali International Choir Festival 11


BALIKINI.NET | DENPASAR — Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Bali International Choir Festival ke 11, yang digelar oleh BNN RI. Ajang paduan suara ini akan berlangsung 25-28 Juli 2022 bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar. 

Sempat vakum akibat pandemi covid 19, Bali International Choir Festival kembali digelar untuk ke-11 kalinya. Sebanyak 93 grup peserta dari 28 negara mengikuti kegiatan bertajuk '11th Bali International Choir Festival 2022' yang dilakukan secara hybrid. 

Dari jumlah tersebut, 62 grup paduan suara hadir langsung di Bali, termasuk satu grup asing dari Filipina. Sementara itu 31 grup yang merupakan paduan suara mancanegara yang berasal dari negara Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Argentina, Venezuela, Brazil, Mexico, Yunani, Nigera, Afrika Selatan, Bolivia, Chili, Kolombia, Ekuador, Kuba, Guatemala, dan Panama mengikuti kegiatan secara virtual. Para peserta terdiri dari berbagai macam kategori mulai anak-anak hingga dewasa.

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya mengatakan sungguh merupakan suatu kehormatan dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival paduan suara international yang telah berlangsung selama 11 tahun. Ajang internasional melalui medium alunan nada dalam paduan suara ini untuk menggaungkan semangat perang melawan narkoba. 

“Kami atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat Kota Denpasar mengucapkan selamat dan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak atas terselenggaranya event besar ini. Semoga lantunan nada-nada indah paduan suara ini dapat menggemakan cinta dan perdamaian ke seluruh penjuru dunia,” ujar Arya Wibawa. 

Presindent Bandung Choral Society Artistic Director Bali International Choir Festival, Tommyanto Kandisaputra, mengungkapkan sejumlah kegiatan mengisi festival paduan suara pasca pandemi, yakni competition, friendship concert, workshops, choir clinic, dan lain-lain. Dia mengungkapkan ada 11 ahli paduan suara yang hadir sebagai juri maupun mengisi berbagai kegiatan selama festival berlangsung.

Tommyanto  berharap dengan digelarnya Bali Internasional Choir Festival kembali menggeliatkan perkembangan musik paduan suara di Indonesia khususnya Bali. "Tujuan dari Bali International Choir Festival ini memang untuk memajukan paduan suara Indonesia," ujarnya. 

Lebih lanjut Tommyanto mengungkapkan Pemerintah daerah di Bali hingga kepolisian sangat mendukung adanya event Bali Internasional Choir Festival. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diharapkan juga bisa berpartisipasi membangkitkan perekonomian Pulau Dewata di tengah pandemi. Ada sekitar 2.000 orang yang berpartisipasi langsung dalam event kali ini. Sebelum pandemi, Bali International Choir Festival bahkan mampu mendatangkan lebih banyak partisipan hingga 10.000 orang.

Tommyanto mengungkapkan harmoni nada dalam lagu-lagu yang dibawakan oleh para peserta dari berbagai penjuru dunia itu diharapkan mampu membawa pesan anti narkoba dan menggelorakan semangat war on drugs perang melawan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) ini. 

Sidang Paripurna, Bupati Tamba Sampaikan Dua Ranperda


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Rapat paripurna VI masa persidangan III Tahun sidang 2021/2022 berlangsung di ruang sidang utama DPRD Jembrana, Selasa (26/7), mengagendakan Penjelasan Bupati terkait 2 (dua) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Adapun dua Ranperda tersebut diantaranya yakni Ranperda tentang Penyertaan Modal Daerah Pada Perusahaan Umum Daerah Tribhuwana dan Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Ni Made Sri Sutharmi itu,  Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan Perusahan Daerah (Perusda) Kabupaten Jembrana sebagai salah satu BUMD Pemerintah Kabupaten Jembrana menghadapi berbagai permasalahan beberapa tahun terakhir .  Keberadaannya tidak mampu memberikan manfaat akan perkembangan perekonomian daerah. 

Karena itu,  memperhatikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, Perusda Kabupaten Jembrana diubah bentuk kelembagaannya menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tribhuwana.

"Urgensi pembentukan Perumda dilakukan untuk memanfaatkan segala peluang dalam rangka mendorong pembangunan perekonomian Jembrana serta memfasilitasi pertumbuhan bisnis dan investasi secara lebih luas,"ungkapnya.

Selain itu, Bupati asal desa Kaliakah ini berharap keberadaan Perumda Tribhuwana mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi Perusda sebelumnya.

Dengan itu mampu mewujudkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan operasional BUMD.

Kedepan ,  peran perumda diharapkan  memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah dan kemanfaatan umum untuk memenuhi hajat hidup masyarakat. 

"Untuk menjamin kepastian hukum dan berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat (5) Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perusahaan Umum Daerah Tribhuwana menyatakan bahwa penyertaan modal Daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Sehingga berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah Pada Perusahaan Umum Daerah Tribhuwana,"tambahnya.

Sementara itu, terkait Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah, Bupati Tamba menjelaskan untuk mewujudkan kelembagaan Perangkat Daerah yang efektif dan efisien, perlu dilakukan penataan kelembagaan perangkat daerah di Kabupaten Jembrana.

Baik itu melalui peningkatan tipologi perangkat daerah, penggabungan perumpunan urusan pemerintahan, maupun pemisahan perumpunan urusan pemerintahan.

Kesemuanya, dengan  tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Sehubungan hal itu,  perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Perubahan ini dilakukan hanya terhadap beberapa ketentuan atau beberapa pasal/ayat yang terbatas.

Disampaikan Bupati Tamba, melalui penataan perangkat daerah ini, diharapkan keberadaan perangkat daerah nantinya dapat menjamin ketercapaian visi Pembangunan Daerah Tahun 2021-2026, yaitu “Mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana” dengan misi “Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana.”

"Penataan perangkat daerah ini juga diharapkan dapat mewujudkan postur organisasi perangkat daerah yang proporsional, efektif, dan efisien berdasarkan prinsip-prinsip organisasi yang baik.

Kedepan dapat menjadi  organisasi yang mapan dan mampu berperan sebagai wadah pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan serta dapat memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien,"pungkas bupati.(yogi/hms)

PWRI Siap Berpartisipasi Pembangunan Di Denpasar


BALIKINI.NET | DENPASAR — Wakil Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Denpasar  Kota Denpasar AA Gede Risnawan mewakili Walikota Denpasar IGN Jaya Negara   hadiri Puncak HUT ke 60 tahun Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Denpasar  di Kantor PWRI Provinsi Bali Selasa (26/7).
 
Dalam kesempatan itu  Asisten II Sekda Kota Denpasar  AA Gede Risnawan mengatakan, PWRI merupakan wadah dari para werda atau lanjut usia pensiunan pegawai sipil yang masih diharapkan oleh Pemerintah Kota Denpasar turut memberikan andil dalam pembangunan yang diperuntukan khususnya bagi kelompok lanjut usia itu sendiri. Menjadi lanjut usia merupakan bagian dari proses kehidupan yang harus kita lalui. Memperingati Hari Ulang Tahun PWRI seperti yang dilaksanakan pada hari ini, selain merupakan penghormatan kepada para werda juga merupakan budaya bangsa, serta sebagai penghargaan atas prestasi dan pengabdian yang telah beliau berikan baik kepada keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia.”Memperingati Hari Ulang Tahun seperti hari ini yang dilaksanakan oleh PWRI adalah untuk mengingatkan kepada kita semua mengenai nilai-nilai historis dan strategis serta mengevaluasi keberadaan dari organisasi itu sendiri,” ungkap Risnawan.
 
Hal itu sesuai dengan tema HUT PWRI ke 60 tahun ini yakni “Kita pertahankan kualitas kesehatan, membangkitkan semangat wredatama mencapai kesejahteraan”. PWRI membingkai perbedaan dan mempertahankan keharmonisan berorganisasi untuk Indonesia Maju
 
Meskipun secara alami proses menjadi tua mengakibatkan para werda atau lanjut usia mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial namun dibalik keadaan itu terdapat potensi yang masih mungkin untuk didayagunakan karena kemunduran yang dialami tidak berarti bahwa potensi yang dimiliki menjadi pupus sama sekali.
Menurut Risnawan segala keahlian, kemampuan, keterampilan, pengalaman dan kearifan yang telah diperoleh dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat menjadi teladan bagi generasi muda. “Untuk itu atas nama Pemerintah Kota Denpasar saya mengucapkan terima kasih banyak kepada para lanjut usia yang tergabung dalam PWRI maupun wadah lain yang telah banyak menyumbangkan saran/pemikiran dalam pelaksanaan pembangunan di Kota Denpasar,” ungkapnya.
 
Ketua Panitia Nyoman Romo Wijaya AK mengatakan, dalam memperingati HUT PWRI ke 60 pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan pertama tanggal 14 Mei bertepatan Hari Purnama pihaknya melaksanakan Maturan Piuning  di hadapan pelinggih PWRI. Tanggal 15 Mei melaksanakan Dharma Yatra ke Pura Tirta Empul Mertasari, tanggal 28 Juni melaksanakan gerak jalan santai dilanjutkan kegiatan bakti membersihkan lingkungan serta menghias gedung, tanggal 30 Juni dilaksanakan lomba joged bumbung berpasangan, tanggal 5 Juli dilaksanakan lomba mekidung , tanggal 6 dilaksanakan lomba senam, tanggal 12 Juli dilaksanakan lomba paduan suara. “Untuk puncaknya dirayakan hari ini dengan digelar upacara pemotongan tumpeng dan pertunjukan Geguntangan, dan Tari Pendet,” ungkapnya
 
Lebih lanjut ia mengatakan,  peran PWRI Kota Denpasar adalah untuk membantu pemerintah untuk memberikan saran-saran untuk pembangunan di Kota Denpasar. Salah satu saran yang telah diberikan adalah mengenai sistem pengobatan di Rumah Sakit Wangaya untuk Hepatitis B, dimana dulunya dilaksanakan seminggu dua kali kini bisa dilaksanakan saban hari dilaksanakan. Selain itu sebagai anggota PWRI pihaknya juga ikut turun membantu membagikan masker kepada masyarakat saat pandemi covid 19 menghadapi kasus tinggi. Tidak hanya itu anggota PWRI Kota Denpasar juga ada yang aktif di setiap kecamatan.  Ia menambahkan, keanggotaan PWRI Kota Denpasar berjumlah  1.589  orang. (ayu/h

Komit Tuntaskan Pembangunan Berbasis Desa, Bupati Sanjaya Kembali Ngantor di Desa

 

Tabanan - Desa merupakan cikal bakal dan barometer suksesnya pembangunan di tingkat Kabupaten, karenanya, pembangunan di desa menjadi skala prioritas bagi Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM. Setelah beberapa kali ngantor di desa, kali ini Bupati Tabanan kembali berkantor di salah satu Desa yang terletak di sebelah barat Kabupaten Tabanan, yakni Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa( 26/7).

Giat ini merupakan salah satu terobosan yang pihaknya lakukan untuk menuntaskan segala urusan serta permasalahan yang ada di desa sejak melantik pada 26 Februari 2021 lalu. Turut mendampingi saat itu, pihak legislatif, Sekda, para Asisten dan jajaran OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan sekaligus Perusda Dharma Santhika. Bupati Sanjaya membahas berbagai urusan mulai dari program Pemkab, menerima audiensi dari masyarakat, hingga membahas permasalahan yang ada di masyarakat Desa.

Sampai di Desa setempat, Bupati Sanjaya beserta jajaran disambut baik oleh Perbekel setempat dan Perbekel lainnya yang ada di Kecamatan Selemadeg, jajaran Aparat Desa, serta masyarakat setempat. Kemudian, melakukan dialog interaktif mendengarkan permasalahan di masyarakat, sehingga mendapatkan penanganan yang tepat, sembari membahas pengembangan potensi Desa. Dimana, salah satu program Desa, yakni Sistem Informasi Desa dan Taman Desa saat itu siap dilaunching dan dibuka untuk umum.

Disamping itu, dengan mengajak jajaran terkait dalam setiap aksi ngantor di Desa, Sanjaya memiliki tujuan agar adanya persamaan visi Pemkab yakni, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Desa, yakni terkait sandang, pangan, papan, program kesehatan dan pendidikan, program jaminan sosial dan ketenagakerjaan hingga pelestarian adat, agama dan budaya juga pariwisata.

Disamping itu, Ia sangat meyakini semua permasalahan ada di Desa dan Desa merupakan urat nadinya pembangunan dan sesuai amanat undang-undang, Kepala Desa juga memiliki otoritas membangun wilayahnya secara berdaulat, berdikari dan berkepribadian. “Tabanan ini memiliki 133 Desa, bayangkan kalau semua persoalannya selesai di desa, tidak ada masalah di kecamatan, tidak ada masalah sampai di Kabupaten, apalagi sampai ke Provinsi ataupun sampai ke Pusat karena semua masalah selesai di Desa,” ujar Sanjaya.

Dalam rangka ngantor di Desa kali ini, Sanjaya sangat mengapresiasi Desa Bajera Utara yang telah mengembangkan potensi Desa dan memanfaatkan teknologi dengan membangun Sistem Informasi Desa. Ini dikatakannya sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Disamping itu, Bapak Perbekel juga berinovasi untuk memanfaatkan potensi yang ada di Desa dengan membuat Taman Desa Bajera Utara sebagai ruang untuk rekreasi warga desa dan warga di luar desa lainnya.

Selain itu, Bajera Utara yang memiliki potensi pertanian yang sangat potensial diharapkan mampu dimaksimalkan dengan sungguh-sungguh melalui pendataan yang sistematis dan presisi, sehingga sejalan dengan visi misi Pemkab. “Maka saya ajak semua kepala OPD ini melihat potensi Desa. Menyeluruh di Kabupaten Tabanan, para OPD melihat, merekam masing-masing potensi Desanya dan jangan lagi membuat program-program yang tidak berorientasi kepada Desa,” imbuh Sanjaya dengan tujuan agar pembangunan di Tabanan dilakukan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Sampai saat ini, Bupati Sanjaya sudah ngantor di 21 Desa dan ini akan terus dilanjutkan untuk ngantor di 133 Desa yang ada di Kabupaten Tabanan. Disamping itu, fasilitas yang bagus yang dibarengi dengan perawatan yang bagus, manfaatnya akan lebih lama dirasakan masyarakat. Untuk itu, Sanjaya mengajak seluruh masyarakat desa untuk selalu peduli dan memiliki kesadaran penuh untuk merawat serta bergotong-royong dengan budaya tedun memelihara infrastruktur yang ada di Desa, serta selalu bersatu, bahu membahu untuk membangun Tabanan.

Sementara, dalam sambutan pembukanya, Perbekel Bajera Utara I Wayan Suparma, mengatakan bahwa Desa Bajera Utara mekar tahun 2007, sebagai Perbekel yang baru dilantik selama 7 bulan, pihaknya sangat berbahagia sekali atas kedatangan Bapak Bupati beserta jajaran. Ia menegaskan Bajera Utara memiliki penduduk kurang lebih 1.175 jiwa, terdiri dari 368 KK dan luas wilayah sekitar 274,5 Hektar. Dimana ada keunikan tersendiri di kehidupan masyarakat Bajera Utara yang sebagian besar masyarakatnya memilih memelihara sapi.

Dimana hal itu didukung program ketahanan pangan dari Desa dengan membagikan 1 ekor sapi ke masing-masing Banjar Dinas dan program-program lainnya juga diselaraskan dengan program Pemkab. “Atas nama masyarakat Bajera Utara, kami mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya. Pertama, terimakasih atas bantuan jalan infrastruktur dari Bajera sampai ke Wanagiri sekarang sudah mulus berminyak dan nikmati oleh seluruh masyarakat. Kedua, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati terkait Balai Banjar, surat keputusannya sudah ditandatangani beliau dan sudah saya serahkan ke Kelian Adat Lenganan. Terakhir, saya masih baru menjadi Perbekel, masih perlu banyak belajar. Untuk itu, dalam kesempatan ini saya minta petunjuk kepada Bapak Bupati dan jajaran agar pembangunan di Bajera Utara ini berjalan lancar secara menyeluruh dan bertahap sesuai visi misi Pemkab,” harap Perbekel Bajera Utara.  

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved