-->

Senin, 06 November 2023

Wabup Ipat Sampaikan Nota Penjelasan Atas Tiga Ranperda


Jembrana , Bali Kini  -
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna menyampaikan Nota Penjelasan atas Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yakni 

Ranperda APBD Jembrana tahun anggaran 2024, Ranperda Rencana Pembangunan Industri Jembrana tahun 2023-2024 dan Ranperda Penyelenggaraan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin pada Rapat Paripurna V DPRD, di Ruang Sidang Utama DPRD Jembrana, Senin (6/11).


Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Ni Made Sri Sutharmi itu, Wabup IGN Patriana Krisna mengatakan secara umum struktur RAPBD tahun anggaran 2024 terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. 


Untuk rancangan APBD tahun 2024, pendapatan daerah dirancang sebesar Rp. 1.072.929.013.692l. Pendapatan daerah tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 206.534.855.149, Pendapatan Transfer sebesar Rp. 866.394.158.543. Sedangkan pada komponen belanja, dirancang sebesar Rp. 1.145.141.613.734. 


"Khusus pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan berasal dari Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp. 72.212.600.042 dan penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah sebesar Rp. 5.400.000.000. Sedangkan, pengeluaran pembiayaan pada tahun anggaran 2024 direncanakan untuk pemberian pinjaman daerah sebesar Rp. 5.400.000.000," jelasnya.


Kemudian untuk Ranperda Rencana Pembangunan Industri Jembrana tahun 2023-2024, kata Wabup Ipat bertujuan untuk mewujudkan pembangunan industri daerah sebagai pilar dan penggerak perekonomian dan pemerataan pembangunan industri dalam mencapai kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan. 


"Pembangunan industri daerah berisikan industri andalan masa depan, industri pendukung, dan industri hulu, dimana ketiga kelompok industri tersebut memerlukan modal dasar berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, serta teknologi, inovasi, dan kreativitas dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat di Kabupaten

Jembrana," ucapnya.


Sementara Ranperda yang ketiga yakni penyelenggaraan bantuan hukum bagi masyarakat miskin, dimana Wabup Ipat mengatakan hal ini untuk 

mewujudkan prinsip persamaan kedudukan dihadapan hukum bagi setiap warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 


Untuk itu, Pemkab Jembrana memberikan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin agar hak konstitusional setiap warga negara terjamin.


"Pemerintah daerah wajib hadir untuk memenuhi hak tersebut dan menjamin kebutuhan masyarakat akan akses terhadap keadilan (access to justice) dan kesamaan di hadapan hukum (equality before the law) melalui pemberian bantuan hukum. Untuk memenuhi hak tersebut diperlukan adanya suatu Peraturan Daerah mengenai Penyelenggaraan Bantuan Hukum

Bagi Masyarakat Miskin," pungkasnya. (Ari/Hum)

Walikota Jaya Negara : Tim Monitoring Fokuskan dan Optimalkan Pantauan Pada Titik Api

 


Teks Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi  Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana dan OPD terkait Pemkot Denpasar saat memantau progres penanganan musibah kebakaran TPA Suwung, Minggu (5/11)


Progres Positif Penanganan Musibah Kebakaran TPA Suwung

Denpasar, Bali Kini - Musibah kebakaran yang melanda TPA Suwung telah mendapatkan penanganan tim komando dari berbagai instansi. Progres positif penanganan berjalan optimal, dan kewaspadaan mengantisipasi luasan titik api terus dilakukan. Berdasarkan pantauan pada Minggu (5/11) yang dipimpin langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di lapangan, kepulan asap tampak mulai menipis. 



Walikota Denpasar Jaya Negara, yang pada saat itu, turut didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, serta jajaran OPD terkait Pemkot Denpasar, menekankan kepada tim monitoring untuk terus melakukan pemantauan titik-titik api.



 "Meski langkah pendinginan lokasi kebakaran telah dilakukan dari tim pemadam kebakaran Denpasar dan Badung serta bantuan water cannon Polda Bali, namun tim monitoring dapat terus melakukan pemantauan secara rutin di luasan lokasi yang telah mendapat penanganan sebelumnya," ujar Jaya Negara. 


Lebih lanjut Jaya Negara menyampaikan, luasan lahan yang terbakar telah berkurang. Dukungan mobil tangki dari Pemerintah Provinsi Bali untuk melakukan monitoring titik api diharapkan mampu meminimalisir munculnya titik api kembali. Strategi dari tim pemadam kebakaran terus diupayakan, yakni lewat proses pembasahan dipermukaan sampah yang dibantu dengan mengurai gas metan menggunakan eskavator, yang diyakini efektif dalam mendukung pemadaman api. 



“Kami memantau lansung beberapa titik lokasi yang masih mengepulkan asap, serta penanganan tim monitoring dibantu sarana-prasarana mobil tangki dari Provinsi Bali dapat terus memantau titik api. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dari petugas pemadam kebakaran serta kepada pihak TNI dan Polri yang telah bekerja keras melaksanakan penanganan musibah kebakaran di TPA Suwung,” ungkapnya.



Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Denpasar yang juga selaku Kepala Pos Komando Musibah Kebakaran TPA Suwung, Ardi Ganggas menyampaikan hingga Minggu, 5 November 2023, tim telah mampu menangani 2500 meter persegi lokasi yang terbakar. 


Ardi Ganggas menambahkan, dari total luasan lahan yang terbakar yakni dari 32,48 hektar,  yang hingga saat ini masih dalam fokus penanganan, mencapai 3500 meter persegi saja. 


"Kami berharap tiga hari kedepan hingga masa perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Suwung yakni hingga 8 November mendatang, tim komando dapat melakukan penanganan. Seluruh tim terus berusaha dalam tiga hari kedepan dapat dituntaskan, serta berharap tidak terjadi hambatan dalam melaksanakan penanganan kebakaran di TPA Suwung,” pungkasnya.[rls]

Wujudkan Ketahanan Pangan Di Wilayah, Babinsa Koramil 1710-02/Timika Secara Intensif Dampingi Para Petani Binaan


Timika , Bali Kini  -
Babinsa Koramil 1710-02/Timika dipimpin Sertu Tumpak Marpaung melaksanakan kegiatan Komsos sekaligus pendampingan kepada salah satu petani binaan an. Bapak Tukimin di Kel. Kamoro, Distrik Wania, Kab. Mimika, Minggu (5/11/2023). Kegiatan komsos tersebut sebagai bentuk peran serta Babinsa untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan yang dilaksanakan melalui fungsi pendampingan, membantu langsung dan memberikan motivasi maupun saran masukan.


 


Pada kesempatan tersebut, Sertu Marpaung memberikan sedikit penjelasan kepada Bapak Tukimin sesuai pengetahuan yang Ia dapat pada saat pelatihan bersama dinas pertanian diantaranya bahwa pemberian pupuk untuk menunjang pertumbuhan tanaman sangatlah perlu. Namun harus memperhatikan kondisi tanah kebun juga, agar kebutuhan pupuk dapat terserap oleh tanamanan secara optimal.


 


“Setelah turun hujan sangat pas untuk dilakukan pemupukan guna mendukung pertumbuhan tanaman, karena dengan tanah yang cukup lembab akan lebih memaksimalkan penyerapan pupuk, pemberian pupuk kali pertama tidak boleh terlalu over, takaran yang diberikan harus secukupnya saja," katanya.


 


Ia juga menambahkan bahwa pendampingan kepada para petani binaan harus terus aktif dilakukan, hal ini dimaksudkan guna mewujudkan peningkatan hasil panen dalam rangka membantu meningkatkan perekonomian masyarakat serta mewujudkan ketahanan pangan wilayah.


 


Sementara itu Bapak Tukimin selaku pemilik kebun mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang telah menyempatkan diri membantu serta mendampingi para petani, Ia berharap kebersamaan seperti ini akan terus terjalin.[tim/lpt]

Dukung Pelestarian Budaya Tingkatkan Keterampilan, Kelurahan Dangin Puri Gandeng TP. PKK Gelar Pelatihan Tata Rias Wajah dan Rambut


Denpasar , Bali Kini
- Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur bersama TP. PKK Kelurahan menggelar pelatihan tata rias wajah dan rambut yang dilaksanakan di Salon Agung pada Sabtu, (4/11). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan pelestarian budaya, khususnya pakem tata rias dan rambut, serta peningkatan keterampilan masyarakat. 


Ketua TP. PKK Kelurahan Dangin Puri, Anak Agung Diah Murniati mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan ini dilaksanakan bertujuan untuk peningkatan literasi tata rias wajah dan rambut untuk melestarikan budaya, menambah keterampilan serta untuk meningkatkan ekonomi keluarga. 


Dimana, kegiatan yang digagas oleh kelompok PKK dalam rangka memperingati Hari Ibu ini diikuti oleh 35 orang yang tergabung dalam kelompok PKK lingkungan dan PKK Kelurahan Dangin Puri.  


Dikatakannya, banyak manfaat dari pelatihan ini. Beberapa diantaranya yakni untuk meningkatkan produktifitas, kualitas, dan kemampuan peserta pelatihan. Tentu pihaknya mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini guna menambah kemampuan dari kelompok PKK agar tetap produktif dan dapat membuka kesempatan lebih luas untuk meningkatkan ekonomi keluarga.


"Kegiatan ini dilakukan serangkaian memperingati Hari Ibu. Selain itu tujuan lainnya yakni untuk peningkatan literasi tata rias wajah dan rambut untuk melestarikan budaya, terlebih pakem tata rias Bali, serta menambah keterampilan untuk meningkatkan ekonomi keluarga," ungkapnya. 



Lurah Dangin Puri, I Gusti Agung Gede Okariawan mengaku mendukung kegiatan produktif dari kelompok PKK di wilayahnya ini. Hal ini lantaran kegiatan ini memiliki banyak manfaat dan merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan ini tidak hanya dapat menambah wawasan dan keterampilan nantinya juga bisa sebagai keahlian untuk meningkatkan ekonomi keluarga. 


"Saya mendukung kegiatan pelatihan tata rias wajah dan rambut ini karena banyak manfaatnya, karena langsung dirasakan masyarakat khususnya ibu-ibu pada acara hari keagamaan atau kegiatan perkantoran," jelasnya.[rls]

5 Tersangka kasus Narkoba Diringkus Di Polres Karangasem, 3 Diantaranya Residivis


Karangasem, Bali Kini -
Polres Karangasem melaksanakan Pers rilis terkait hasil tangkapannya dalam menangani kasus Narkoba, Senin (6/11/2023). Kapolres Karangasem melalui Satuan Resnarkoba Polres Karangasem yang dipimpin Kasat Resnarkoba, AKP Ketut Wiwin Wirahadi berhasil menangkap sejumlah 5 orang pelaku penyalahgunaan Narkoba yang di rangkum selama 2 bulan, yakni Bulan September dan Oktober 2023.


Para pelaku di tangkap di TKP yang berbeda yakni di Wilayah Kecamatan Karangasem terdapat 3 lokasi yakni Jalan Veteran Padangkerta, Jln Untung Surapati Sebagai dan di Jalan Kertasari, Padangkerta. Yakni polisi berhasil meringkus pengguna narkoba berinisial DAM, PAM dan RAS yang merupakan residivis. 


Di Kecamatan Sidemen, tepatnya di Desa Tangkup, polisi berhasil meringkus residivis IMAP yang menyimpan 2 pake narkoba jenis Sabu, ditangkap pada Minggu (24/9/2023). 


Sementara, kasus terakhir yakni Polres Karangasem menangkap KB yang juga merupakan residivis. Pelaku ditangkap pada Senin (2/10/2023) di Kecamatan Abang, Desa Ababi.


"Dari 5 orang pelaku yang ditangkap, terdapat 3 Residivis. Bahkan salah satu pelaku ada yang sampai dua kali menjadi residivis. Setelah kita tanya mereka bekerja ada yang menjadi pedagang Soto, penjual kue, tukang bangunan dan bekerja sebagai satpam di salah satu Bar di Denpasar, " Kata Kapolres Karangasem, AKBD Ricko AA Taruna. 


Ditanya terkait alasan memakai narkoba, para pelaku mengaku digunakan agar kuat bekerja atau penambah stamina dan agar kuat bergadang. "Ya salah satu pelaku yang bekerja sebagai satpam di Bar itu mengaku bekerja malam hari, ia beralasan memakai narkotika ini agar kuat bergadang, " Katanya. 


Para tersangka ditindak atas pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 ayat 1, huruf A UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. 


Dari kelima tersangka dikatakan tidak ada yang saling mengenal, sementara sumber barang terlarang yang didapat para pelaku, ada yang didapat di wilayah Karangasem ada pula yang di Denpasar. Terkait hal ini, pihak Polres Karangasem terus melakukan penyidikan pengembangan kasus. (Ami)

Minggu, 05 November 2023

Bupati Sanjaya Nilai Langsung Kontes Be Gembrong Rangkaian HUT ke-530 Kota Tabanan


Tabanan , Bali Kini – 
Ada yang menarik dalam pelaksanakan Kontes ikan Koki Bali atau "Be Gembrong" yang telah digelar kedua kalinya ini. Saat itu, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, tidak hanya sekedar hadir dan membuka acara, tetapi juga berkesempatan memberikan penilaian langsung, dan memenangkan ikan Be Gembrong jenis Koki Bali dalam kategori Juara Favorit Bupati. Terselenggaranya Kontes Be Gembrong Bupati Cup II ini, ialah bagian dari rangkaian HUT ke-530 Kota Tabanan yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Minggu (5/11). 

 

Nampak turut meramaikan saat itu, Ketua DPRD Tabanan yang diwakili salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda beserta para Asisten Setda, Para Kepala OPD dan para Kepala Bagian di lingkup Pemerintah Kabupaten Tabanan, Para PImpinan Instansi Vertikal di Tabanan, Camat Se-Kabupaten Tabanan serta para penghobi ikan gembrong. Kontes diikuti oleh 155 ekor ikan, di mana dalam keikutsertaannya terbagi menjadi 2, yakni ikan dari para OPD Pemkab Tabanan sebanyak 61 ekor ikan dan dari umum sebanyak 94 ekor ikan. 

 

Bupati Tabanan pagi itu nampak antusias dan tentunya memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap terselenggaranya kegiatan yang telah memasuki masa kedua ini, sejak pertama kali diselenggarakan pada HUT Kota ke 529 Tahun 2022 lalu. Bagi Sanjaya, ini adalah bukti nyata bahwa HUT Kota adalah perayaan rakyat, di mana semua elemen, komunitas atau kelompok dan golongan masyarakat lainnya bisa berkesempatan untuk ikut berpartisipasi. 

 

“Hari ini, saya dan jajaran menyaksikan luar biasa, di mana komunitas Be Gembrong ikan Mas Koki Bali menyelenggarakan Bupati Cup yang ke-II dalam rangka HUT Kota. Begitu semarak, ada 155 ekor ikan dan ini mungkin yang terbanyak di Bali. Saya apresiasi, bahwa komunitas Be Gembrong di Tabanan sudah konsisten dari dulu sampai sekarang, sampai-sampai orang di seluruh Bali datang ke Tabanan kalau mencari ikan Gembrong yang berkualitas," ujar Sanjaya. 

 

Adapun dalam penyelenggaraan kontes ikan yang memperebutkan piala dan hadiah uang tunai ini, terbagi dalam 7 kategori kelas, yakni; Kategori remaja solid, Kategori Remaja Kombinasi, Kategori Dewasa Solid, Kategori Dewasa Kombinasi, Kategori SPAK 3, Kategori SPAK 2 dan kategori OPD. 

 

“Jadi tahun lalu, waktu diselenggarakan ini saya sampaikan bahwa, di HUT tahun ini yang ke-530 akan melalukan lomba yang lebih semarak dan bagus, dan yang menarik tadi OPD juga ikut. Jadi apa yang kita lakukan di Tabanan, bukan hanya melihat saja, tapi juga ikut memelihara, sudah ikut aktif. Ini menjadi sebuah keberhasilan dari komunitas ikan Be Gembrong di Tabanan," sebut orang nomor satu di Tabanan itu. 

 

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga diberi kepercayaan untuk ikut menilai ikan favorit pilihan Bupati. Pilihannya jatuh pada nomor urut 25 milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tabanan. penilaiannya didapatkan dari bentuk, mata, ketegakkan, degradasi warna tridatu yang merepresentasikan Tabanan, serta keindahan yang kesemuanya dinilai secara objektif. 

 

Kontes Be Gembrong ini seperti yang dijelaskan oleh I Made W. Adi Putra selaku Ketua Panitia, pada tujuannya adalah untuk menjaga silaturahmi antar penghobi dalam menjaga kelestarian Be Gembrong sebagai warisan budaya hayati sekaligus memperebutkan piala bergilir dari Bupati. PIhaknya juga berharap, dengan diadakannya kegiatan ini setiap tahun, maka akan mampu mendorong pikiran masyarakat untuk mengambil bagian dalam pelestarian Be Gembrong ini.

 

"Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan dan juga untuk rekan OPD karena sudah ikut berperan aktif dalam menjaga pelestarian be gembrong di Tabanan. Karena faktanya, Be Gembrong saat ini sudah mengambil bagian dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya," ujar Adi Putra dalam sambutannya.[*] 

Nelayan Terjatuh Di Perairan Bunutan, Tim Sar Gabungan dan Puluhan Nelayan Melakukan Pencarian


Karangasem, Bali Kini -
Seorang nelayan yang tengah melaut melihat perahu nelayan lain mengapung tanpa awak, hebohkan warga masyarakat di Desa Bunutan, Abang, Karangasem, Minggu (5/11/2023). 


Saksi, I Made Yasa, nelayan yang saat itu tengah melaut melihat perahu atau jukung tanpa awak di tengah laut. Setelah didekati, rupa-rupanya perahu tersebut merupakan milik I Made Kasih (59) nelayan asal Desa Bunutan. Dimana jukung itu melayar tanpa awak karena Made Kasih diperkirakan terjatuh dari jukung dan hilang. 


Korban yakni Made Kasih diketahui pergi melaut pada pagi dini hari sekitar jam 5 pagi, namun sekitar pukul 07.00 Wita, Saksi Made Yasa yang melihat jukung itu sudah tidak ada penumpang, namun mesin perahu masih terus menyala. Melihat hal janggal tersebut Made Yasa kemudian melaporkan hal ini ke Perbekel. Puluhan nelayan lainnya kemudian dikerahkan untuk mencari Korban Made Kasih.


"Kami menerima laporan dari nelayan yang menemukan jukung target ± 2 NM dari bibir pantai tanpa awak dan sampai saat ini target belum ditemukan, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem sudah turun untuk melakukan pencarian,berjumlah 5 orang personel," Kata Kepala Pos SAR I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana. Pihaknya mengatakan jika rubber boat sudah diturunkan dari pantai Melasti, kemudian pihaknya stand by di titik kumpul pencarian oleh nelayan yakni Pantai Mongmongan, Bunutan, Abang bersama tim SAR Gabungan, seperti Bakamla, bhabinkamtibmas, Babinsa, pihak kepolisian, BPBD dan Balawisata. 


Hingga kini pencarian masih terus dilakukan. (Ami)

Tabanan Me-merah, ribuan Warga Antusias ikuti Creatif Fun Walk Ganjar di area Taman Bung Karno


Tabanan , Bali Kini 
-Ribuan masyarakat Tabanan memadati area Taman Bung Karno guna mengikuti kegiatan Creatif Fun Walk Ganjar Mahfud yang dilaksanakan pada, Minggu, (5/11) pagi. Kegiatan berlangsung meriah dan dibuka secara langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan sekaligus sebagai Bupati Tabanan,Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM. 


Kegiatan ini dihadiri juga oleh semua pengurus PDI Perjuangan mulai dari tingkat anak ranting hingga pengurus DPC serta seluruh anggota fraksi PDI Perjuangan yang berada di eksekutif maupun DPRD hingga DPR RI. Bahkan para sayap partai dan simpatisan serta relawan Partai Moncong Putih Tabanan. 


Sebelum melepas ribuan peserta Fun Walk, Sanjaya berpesan selalu jaga keamanan dan keselamatan di perjalanan. "Dengan mengucapkan Om Awigenam Astu Nama Sidam di hitungan ketiga, Creatif Fun Walk dibuka secara resmi " ucap Sanjaya. Setelah melepas, para undangan berbaur dengan peserta mengikuti jalan santai sesuai rute yang ditentukan.


Jalan santai mengambil rute Taman Bung Karno menuju Jalan Gunung Semeru, Jalan Gajah Mada, Jalan Cendrawasih, Jalan Merak, Jalan Gunung Agung dan finish kembali di Taman Bung Karno. Nuansa penuh suka cita dan kebersamaan diperlihatkan Sanjaya dengan berbaur bersama masyarakat semua kalangan. 


Menariknya dalam kesempatan tersebut, Sanjaya melaksanakan video call dengan Ganjar Pranowo secara langsung yang disambut dengan semangat oleh para peserta Fun Walk. Ganjar pranowo secara langsung menyapa peserta funwalk dan mengucapkan terima kasih banyak kepada warga Tabanan atas dukungan kepada Ganjar Mahfud dan mohon doa restu serta dukungan dari masyarakat Tabanan. Sementara itu, Sanjaya menerangkan secara singkat mengenai kegiatan Fun Walk yang dilaksanakan sebagai salah satu wujud dukungan masyarakat Tabanan. 


Selama acara berlangsung, Sanjaya pada kesempatan tersebut mengumumkan langsung hadiah utama, dan masyarakat Batuaji Kawan beruntung mendapatkan hadiah utama yang diserahkan langsung oleh Sanjaya. Selain itu, ada juga hadiah-hadiah menarik lainnya, yakni sepeda gunung, TV, Kompor Gas, Kipas Angin, Dispenser dan hadiah menarik lainnya, termasuk berbagai macam doorprise dipersiapkan saat itu untuk para peserta Fun Walk. Hal ini sangat disambut baik oleh seluruh peserta. 


Tidak hanya itu, kegiatan fun walk kali ini juga melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal yang bergerak di sektor kuliner, saat itu nampak memenuhi sisi area Taman Bung Karno. Setidaknya kurang lebih 34 stand kuliner dilibatkan dengan harapan mampu mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Tabanan.[*]

Sabtu, 04 November 2023

Hadiri Selanbawak Barong Festival II, Bupati Sanjaya Apresiasi Inovasi Karang Taruna Panca Tunggal


Tabanan , Bali Kini 
- Upaya pelestarian adat dan budaya oleh Karang Taruna Panca Tunggal Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, melalui acara Selanbawak Barong Festival ke-II tahun 2023, mendapat apresiasi positif dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM. Penghargaan tersebut disampaikannya secara langsung saat menghadiri pembukaan festival yang dipusatkan di Jaba Pura Desa Adat Kekeran, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu, (4/11).


 


"Terkait dengan acara Selanbawak Barong Festival ke-II tahun 2023, saya selaku Kepala Daerah sekali lagi memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik yang ikut berkontribusi melestarikan adat, agama, tradisi dan budaya yang sesuai dengan visi misi besar Pemerintah Kabupaten Tabanan," ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu. 


 


Ditambahkan, Pemkab Tabanan bisa berhasil mewujudkan visi misi besar Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM), ketika seluruh lapisan masyarakat turut berkontribusi terhadap pelestarian adat, agama, tradisi dan budaya yang ada. Apalagi Karang Taruna Desa Selanbawak secara konsisten menggelar feztival ini sebagai ajang tahunan. 


 


"Artinya yang pertama sudah sangat sukses, jadi munculah yang kedua. Apalagi dikatakan menjadi agenda tahunan dan tinggal dikolaborasikan dengan berbagai pihak serta segala kegiatan berpotensi yang ada di Desa. Karena sudah banyak contoh yang dilakukan Desa-Desa yang lain, seperti di Klecung melalui Festival Pantai Klecung untuk memperkenalkan panorama Pantai Klecung yang dikemas dengan pertunjukan tradisi, seni, adat, agama dan budaya," papar Sanjaya.


 


Pihaknya juga berpesan agar dalam setiap event yang dilakukan selalu melibatkan para pelaku IKM/UMKM yang ada di Desa, sehingga melalui festival atau event sejenisnya bisa mengangkat perekonomian masyarakat. Pemerintah juga dikatakan Sanjaya akan selalu siap mendukung serta membantu kegiatan positif yang dilakukan masyarakat guna mempercepat terwujudnya visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM). 


 


Dimana terbukti dalam kesempatan itu, Orang nomor satu di Tabanan mengajak Ketua DPRD Kabupaten Tabanan yang diwakili Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Marga. Nampak rombongan Bupati Sanjaya saat itu disambut baik oleh Perbekel, Bendesa Adat, Panitia Festival dan Tokoh serta Masyarakat setempat dan juga peserta festival yang sangat antusias mengikuti acara sore itu. 


 


Agus Andra Atmaja selaku Ketua Panitia Acara, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas perhatian dari Bupati beserta jajaran atas kegiatan yang dilakukan pihaknya. Festival ini adalah agenda tahunan dari Desa Selanbawak yang dialaksanakan oleh Karang Taruna Panca Tunggal. Tahun lalu sudah dilaksanakan dengan cukup sukses dan hari ini di bulan Nopember ini, pihaknya laksanakaan bertepatan dengan Pembukaan HUT ke-530 Kota Tabanan. 


 


"Untuk peserta dari Festival Barong ini, diantaranya dari 5 Kabupaten dan 1 Kota, Kabupaten Tabanan 5 peserta, Gianyar 4 peserta, Badung 7 peserta, Bangli 2 peserta, Klungkung 1 peserta dan Kota Denpasar 3 peserta. Tujuan dari festival ini tiada lain untuk ajang pelestarian adat dan budaya serta mencari bibit-bibit baru di bidang seni tari barong dan tabuh, khususnya," ujar Ketua Panitia yang juga selaku Ketua Karang Taruna Panca Tunggal.[rls]

Festival Legong Keraton Lasem Kota Denpasar, Jadi Wahana Penguatan dan Pelestarian Kesenian Klasik Palegongan.

 


Ket foto : Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat mewakili Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat membuka  Festival Legong Keraton Lasem di Jaba Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (4/11). 

Denpasar, Bali Kini - Festival Legong Keraton Lasem VIII se-Bali yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Denpasar bersama Puri Agung Denpasar dibuka secara resmi Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mewakili Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang ditandai dengan Pemukulan Gong di Jaba Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (4/11). Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan menjadi wahana penguatan dan pelestarian Kesenian Klasik Palegongan, khususnya Tari Legong Keraton Lasem di Kota Denpasar. 


Hadir dalam kesempatan tersebut, Pangelingsir Puri Agung Denpasar, AA Ngurah Wira Bima Wikrama, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti, Camat Denpasar Timur, Ni Ketut Sri Karywawati, Konsultan Seni Kota Denpasar, serta undangan lainnya. 


Pangelingsir Puri Agung Denpasar, AA Ngurah Wira Bima Wikrama saat diwawancarai disela kegiatan menjelaskan, pelaksanaan Festival Legong Keraton Lasem ini merupakan langkah nyata dalam mendukung dan menguatkan kesenian klasik, khususnya palegongan di Kota Denpasar. Sehingga melalui Festival Legong ini, diharapkan kesenian palegongan tetap eksis sebagai kesenian klasik dan memiliki ciri khas tersendiri. 


Dikatakannya, selain melestarikan kesenian Tari Legong Keraton Lasem, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan sejak dini Tari Legong Keraton Lasem. Hal ini mengingat tarian ini merupakan dasar dari seluruh jenis Tari Bali. 


Ditambahkannya, lomba ini dikhususkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dengan materi Legong Keraton Lasem yang menggunakan kaset Aneka Record STSI Vol. 5. Kegiatan yang dilaksanakan untuk kali kedelapan ini akan memperebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar. Dimana, hingga kini sebanyak 28 kelompok dengan jumlah peserta sebanyak 84 orang telah terdaftar mengikuti kegiatan ini. 


“Harapan kami melalui kegiatan ini dapat mendukung pelestarian kesenian klasik Legong Keraton Lasem di Kota Denpasar,” ujarnya


Sementara, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wirdana mewakili Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Dimana, pihaknya memberikan apresiasi atas dukungan pelestarian kesenian klasik Bali, khususnya Tari Legong Keraton Lasem ini. 


Pihaknya berharap, kegiatan ini mampu mendukung penguatan kesenian klasik tari legong. Terlebih kita ketahui bersama bahwa kesenian Tari Legong telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO. Sehingga upaya pelestarian berkelanjutan harus terus dioptimalkan, baik dari sisi pembinaan hingga penyediaan ruang kreatifitas. 


“Semoga kegiatan ini dapat menjaring bibit-bibit serta generasi baru penari legong, khususnya Legong Keraton Lasem di Kota Denpasar,” ujarnya. 


Adapun Festival Tari Legong Keraton Lasem ini akan memeprebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar. Selain itu, festival ini akan memperebutkan Juara I, II dan III, Harapan I, II dan III serta Penampilan Terbaik Individu. (Ags/H).

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved