-->

Kamis, 16 Oktober 2025

Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana di Villa Munggu Dilimpahkan


Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar, Bali Kini  - Kasus penambakan yang dilakukan dua tersangka asing di sebuah villa di Munggu, Rabu (15/10) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Badung. Dua tersangka dilimpahkan dari Polres Badung berikut barang bukti perkara tindak pidana pembunuhan berencana.

 Dalam berkas perkara yang dilimpahkan tercatat korban meninggal dunia atas nama Zivan Radmanovic. Korban luka-luka atas nama Sanar Ghanim. Keduanya saat insiden terjadi bertempat di Vilia Casa Santisya 1, Jln. Pantai Munggu Seseh, Gang Maja, Br. Sedahan, Mengwi, Badung. 

Pelimpahan tersangka bernama Darcy Francesco Jenson dan Mevlut Coskun serta Tersangka Paea-i-middlemore 

Tupou. Mereka diduga telah melakukan pembunuhan berencana yang dipersiapkan oleh Darcy (tersangka 1).

Persiapan dirancang oleh Darcy tanggal 09 Juni 2025 dengan menjemput Tersangka Mevlut  dan Tersangka Paea di Surabaya. Ketiganya kemudian berangkat dari Jakarta-Surabaya menggunakan bus dan tiba di Bali pada tanggal 10 Juni 

2025.

Pada tanggal 14 Juni 2025, sekitar pukul 00.15 WITA, Tersangka Mevlut dan Paea tiba di Villa Casa Santisya 1. Kemudian Tersangka Paea langsung menjebol pintu gerbang Villa menggunakan palu yang yang dipersiapkannoleh Arcy

Setelah berhasil masuk ke dalam Villa, kemudian Mevlut dan Paea langsung melakukan penembakan menggunakan senjata api kaliber 9 mm yang diarahkan ke kamar korban Zivan Radmanovic dan korban Sanar Ghanim. 

Mendengar suara tembakan, para korban yang terbangun langsung kabur ke kamar mandi. "Bahwa Tersangka Mevlut menembak beberapa kali terhadap Korban Sanar Ghanim sedangkan Tersangka Paea menembak beberapa kali terhadap korban Zivan," tertulis dalam berkas.

Atas perbuatan tersebut maka Tersangka Darcy Francesco Jenson disangka telah melakukan tindak pidana Pembunuhan Berencana melanggar Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 56 Ayat (1) KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 56 Ayat (1) KUHP dan Pasal 340 KUHP Jo.Pasal 53 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 56 Ayat (1) KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP Pasal 53 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 56 Ayat (1) KUHP dan Pasal 1 Ayat (1) UU No. 12 Tahun 1951 Tentang Undang-Undang Darurat Jo. Pasal 56 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Tersangka Mevlut Coskun serta Tersangka Paea-imiddlemore Tupou disangka telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana melanggar Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 53 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 53 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 1 Ayat (1) UU No. 12 Tahun 1951 Tentang Undang-Undang Darurat Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 

KUHP. 

Kepala Kejaksaan Negeri Badung menunjuk 8 orang Jaksa Penuntut Umum untuk perkara tersebut, berdasarkan Surat Perintah Penunjukan Jaksa Penuntut Umum Nomor : Print 2456/N.1.18/Eoh.2/10/2025 dan Print 2457/N.1.18/Eoh.2/10/2025 tanggal 15 Oktober 2025. Penuntut Umum melakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhadap Tersangka Mevlut Coskun serta Tersangka Paea-i-middlemore Tupou dan Tersangka Darcy Francesco Jenson bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan. 

"Selanjutnya Penuntut Umum menyiapkan untuk segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Denpasar Kelas 1A untuk disidangkan," demikian Kepala Seksi Intelijen Gde Ancana, S.H.,M.H.

Rabu, 15 Oktober 2025

Sembilan Bulan Sudah 14,9 Juta Kendaraan Melintas di Tol Bali


Laporan Reporter : Jero Ari 

Kuta, Bali Kini  -  Tercatat selama sembilan bulan diakhir September 2025 sudah 14,9 juta kendaraan melintasi ruas Jalan Tol Bali Mandara. Dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi peningkatan sebanyak 12 persen. 


Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang menuturkan, mengacu capaian tersebut maka volume rata-rata harian di Jalan Tol Bali mandara berada pada angka 55 ribu kendaraan/hari. 

"Hal ini sekaligus mencerminkan tingginya tingkat mobilitas masyarakat serta aktivitas pariwisata dan ekonomi di Pulau Bali, khususnya di wilayah Bali Selatan," ungkapnya.


Kedepannya, lanjut Adiputra, capaian ini akan menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan jalan tol untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tol kami. "Periode Januari - September 2025 volume lalulintas di jalan tol berada pada angka 13,3 juta kendaraan atau rata-rata 48 ribu kendaraan/hari," sebutnya.


Dari 14,9 juta kendaraan melintas, sambung dia, masih didominasi oleh kendaran Golongan I (kendaraan pribadi, bus kecil, dan sejenis) dengan jumlah 8,7 juta atau sebanyak 58%. Angka itu kemudian disusul Golongan VI (sepeda motor) dengan 6 juta kendaraan atau sebanyak 40%.


Berikutnya, pada posisi ketiga, diisi kendaraan Golongan II (truk dua gandar) dengan jumlah 169 ribu kendaraan, Golongan III (truk tiga gandar) 6,2 ribu kendaraan, Golongan IV (truk empat gandar) 2,3 ribu kendaraan, serta Golongan V (truk lima gandar atau lebih) 62 kendaraan.


Sejalan dengan peningkatan volume lalu lintas, PT JBT dipastikan terus melakukan berbagai upaya strategis untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kegiatan pemeliharaan dilakukan secara intensif, guna memastikan kualitas infrastruktur tetap optimal.


Adapun pemeliharaan dilakukan meliputi peremajaan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU), pemeliharaan barrier pada jalur sepeda motor, perbaikan sambungan tiang pancang, pengecatan ulang marka jalan dan peremajaan rambu lalu lintas, serta peningkatan kualitas jalan melalui Scraping, Filling dan Overlay (SFO).


"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, memperkuat layanan operasional, dan menghadirkan pendekatan yang humanis kepada setiap pengguna jalan. Partisipasi aktif masyarakat dalam menaati peraturan lalu lintas menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan layanan yang prima," tutupnya.

Selasa, 14 Oktober 2025

Bupati Kembang Dukung Kuat Inisiatif RHL DPR RI, Serahkan Ribuan Bibit Produktif


Laporan Reporter : Ajb 

Jembrana, Bali kini  - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menegaskan komitmen penuh Pemkab Jembrana terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inisiatif rehabilitasi hutan dan lahan serta program penanaman bibit produktif.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan keterlibatan dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Rehabilitasi Lahan dan Lahan (RHL), Kebun Bibit Rakyat (KBR), dan Bibit Produktif yang digelar di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Jembrana, Selasa (14/10).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Nyoman Adi Wiryatama bersama BPDAS Unda Anyar, sebagai wujud kolaborasi antar lembaga dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan.

Bupati Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menyebut bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar kawasan hutan.

"Kami dari Pemkab Jembrana mewakili masyarakat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Ini bentuk nyata upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," ujar Bupati Kembang.

Ia juga berharap melalui kegiatan ini penguatan kelembagaan KTH serta kesinambungan program perhutanan sosial dapat terus terjaga untuk, demi mewujudkan Jembrana yang hijau, lestari, dan sejahtera.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Nyoman Adi Wiryatama menyebut sasaran utama sosialisasi adalah kelompok tani hutan dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan di Melaya dan sekitarnya.

"Materi sosialisasi mencakup teknis penanaman yang benar, pemilihan jenis bibit unggul, pemeliharaan tanaman, hingga model-model kemitraan kehutanan yang dapat menunjang ekonomi masyarakat," ucap Adi Wiryatama.

Mantan Bupati Tabanan 2 periode (2000-2010) tersebut berharap melalui program RHL ini, lahan-lahan kritis dapat segera direhabilitasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Kebun Bibit Rakyat (KBR), dan Bibit Produktif yang berkelanjutan.

Adi Wiryatama mengatakan, kegiatan RHL ini merupakan langkah proaktif untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan agar daya dukung, produktivitas, dan peranannya dalam sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.

"Rehabilitasi hutan adalah investasi jangka panjang untuk anak cucu kita. Saya berharap bimbingan teknis ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi langsung diimplementasikan di lapangan. Kita tanam hari ini, kita panen kelestarian dan kesejahteraan di masa depan," pungkasnya.

Selain bimtek, juga dilaksanakan penanaman bibit produktif berupa bibit alpukat jenis alpukat miki di Kebun Bibit Rakyat (KBR) Banjar Sumbersari, Desa Melaya. Disamping itu juga diserahkan bantuan ribuan bibit produktif seperti alpukat, duren, dan lainnya, benih padi, traktor, serta penyerahan piagam penghargaan pembayaran PNPB UPTD KPH Bali Barat kepada 11 kelompok perhutanan sosial.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala BPDAS Unda Anyar, Tri Adi Wibisono, Anggota DPRD Jembrana, Kepala UPTD KPH Bali Barat, Agus Sugiyanto, Camat Melaya, Prebekel, Bendesa dan seluruh warga masyarakat

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Penyineban Karya Pedudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Puri Agung Jero Kuta


Ket. Foto

Walikota Denpasar Jaya bersama Penglingsir Puri Agung Jero Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau Turah Joko Ngurah saat melakukan persembahyangan dalam Upacara Penyineban Karya Pedudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Puri Agung Jero Kuta, Senin (13/10). 


Laporan Reporter : Win 

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Penyineban Karya Padudusan Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Makrama yang digelar Puri Agung Jro Kuta, Senin (13/10). 



Karya Agung di Puri Agung Jero Kuta ini dimulai sejak tanggal 23 Agustus lalu, diikuti dengan berbagai rangkaian upacara dan prosesi lainnya, yakni Upacara Tawur Balik Sumpah Utama pada 30 September, dan Puncak Karya Padudusan Agung serta Ngenteg Linggih pada 6 Oktober lalu yang bertepatan Purnama Kapat. 


Dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra 

Telaga dari Griya Telaga Gulingan Sanur, usai persembahyangan, karya Penyineban ini juga diisi dengan prosesi Nuek Bagia Pulakerti yang mengisyaratkan rangkaian karya telah berakhir. 



Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Penglingsir Puri Agung Jero Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau Turah Joko, mengharapkan setelah dilaksanakannya karya ini seluruh umat khususnya keluarga besar Puri Jro Kuta dapat terus meningkatkan rasa persatuan antara sesama umat serta menjadi pedoman bagi masyarakat. 


"Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif," katanya.



Sementara itu, Manggala Karya, I Gusti Ngurah Bagus Manu Raditya, menjelaskan sebelum upacara Penyineban, pada 11 Oktober lalu telah dilaksanakan prosesi Nyenuk, yang melibatkan krama atau warga dari tiga lingkungan, yakni Banjar Balun, Banjar Panti Gede, dan Banjar Belong Gede. Ritual nyenuk dalam tradisi Hindu di Bali merupakan wujud rasa syukur atas lancarnya upacara besar seperti Karya Padudusan Agung.



"Ini merupakan penutup rentetan karya, di mana pada 11 Oktober lalu, telah dilaksanakan prosesi Nyenuk. Kamu mengucapkan terima kasih atas segala bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar dan juga masyarakat Kota Denpasar, sehingga Karya Padudusan Agung di Puri Jero Kuta ini dapat berlangsung dengan lancar," katanya. 

Ciptakan Keindahan dan Kenyamanan Kota Satpol PP Denpasar Kembali Tertibkan Ratusan Baliho dan Spanduk di Sejumlah Ruas Jalan


Laporan Reporter : Ayu 

Denpasar, Bali Kini - Dalam upaya menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan sekaligus menjaga keindahan wajah kota, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan kegiatan penertiban baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, dan pamflet yang terpasang di fasilitas umum, Selasa (14/10).


Kegiatan penertiban ini dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, SH, M.Si, didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, bersama tim gabungan dari bidang penegakan peraturan daerah.


Adapun titik-titik yang menjadi sasaran penertiban kali ini meliputi Jalan Dewi Sartika, Jalan Teuku Umar, Jalan Pulau Kawe, serta Jalan Raya Pemogan. Di lokasi tersebut, petugas menurunkan berbagai jenis alat peraga yang dinilai melanggar ketentuan pemasangan karena dipasang sembarangan di fasilitas umum seperti trotoar, tiang listrik, dan pohon pelindung.


Dari hasil kegiatan, Satpol PP Kota Denpasar berhasil menertibkan sejumlah alat peraga dengan rincian sebagai berikut Pamflet: 25 buah, Banner: 38 buah, Spanduk: 40 buah dan Baliho: 4 buah



Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, mengatakan bahwa kegiatan penertiban ini merupakan langkah rutin yang dilaksanakan guna menegakkan Peraturan Daerah Kota Denpasar terkait ketertiban umum serta penataan ruang kota.


“Pemasangan baliho, spanduk, dan sejenisnya di tempat yang tidak semestinya sangat mengganggu keindahan kota, bahkan dapat membahayakan pengguna jalan. Oleh karena itu, kami rutin melaksanakan penertiban agar wajah Kota Denpasar tetap tertib, indah, dan nyaman,” ujar Agung Bawa Nendra.


Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, pelaku usaha, maupun pihak-pihak penyelenggara kegiatan agar memperhatikan aturan yang berlaku sebelum memasang alat peraga publik. “Kami persilakan jika ingin memasang baliho atau spanduk, namun harus melalui proses perizinan yang sesuai ketentuan dan dipasang di lokasi yang telah ditetapkan pemerintah,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, menambahkan bahwa selain penegakan aturan, kegiatan ini juga merupakan upaya edukatif agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ketertiban dan estetika kota.


“Selain menertibkan, kami juga memberikan sosialisasi di lapangan kepada warga dan pelaku usaha tentang aturan pemasangan reklame agar ke depan tidak terjadi pelanggaran serupa,” ucapnya.


Dengan kegiatan ini, Satpol PP Kota Denpasar berharap masyarakat dapat lebih berperan aktif dalam menjaga ketertiban umum serta mendukung terciptanya lingkungan kota yang bersih, tertata, dan nyaman bagi semua.

- Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Cerdas Sejak Dini


 Gebyar Apresiasi Satu Tahun Pra Sekolah Tabanan 2025 :


Laporan Reporter : 

Tabanan , Bali Kini  – Semarak dan penuh makna, peringatan Gebyar Apresiasi Dukungan Satu Tahun Pra Sekolah Kabupaten Tabanan Tahun 2025 digelar di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Selasa (14/10). Acara ini diinisiasi oleh Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, sebagai bentuk apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang turut mendukung terlaksananya program strategis satu tahun pra sekolah di Tabanan.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali, para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Ketua DWP, Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Tabanan, serta para Ketua organisasi wanita di Kabupaten Tabanan. Suasana penuh kehangatan terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyatukan semangat dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang berkualitas.


Program satu tahun pra sekolah menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan, guna memastikan seluruh anak usia dini mendapat kesempatan pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar. Program ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, literasi, serta pembentukan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.


Dalam kesempatan itu, Bunda Rai memberikan beragam bentuk apresiasi kepada para penerima yang telah menunjukkan dedikasi dan dukungan terhadap keberhasilan program satu tahun pra sekolah. Penghargaan diberikan kepada lima mitra usaha pendukung program wajib belajar 13 tahun berupa piagam dan souvenir, enam guru non ASN dengan pengabdian terlama yang menerima piagam, kain endek, dan souvenir, serta dua guru PAUD dan SD terinspiratif yang turut menerima piagam dan endek. 


Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 20 kelompok pemenang jingle terfavorit dengan hadiah uang masing-masing Rp250.000, piagam, dan souvenir. Tidak hanya itu, satu desa terpilih sebagai desa tergiat pendukung PAUD HI dengan apresiasi berupa piagam dan souvenir, 10 anak menerima beasiswa PAUD senilai Rp2 juta per orang, 90 siswa menerima bantuan PMT PAUD, 60 siswa SD menerima paket alat tulis, serta 32 sekolah memperoleh bantuan alat praktik berupa buku dan laptop yang diterima secara simbolis oleh 1 penerima.


Dalam sambutannya, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya menguraikan berbagai upaya yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Melalui komitmen yang kuat, dirinya bersama jajaran Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan telah menjalankan beragam program penguatan, mulai dari sosialisasi, peningkatan kapasitas pendidik, hingga pengembangan fasilitas ramah anak.


“Selama satu tahun pelaksanaan, berbagai kegiatan telah kami lakukan. Kami telah mensosialisasikan pentingnya pendidikan anak usia dini di desa-desa, meningkatkan kapasitas guru PAUD, memperbaiki sarana dan prasarana, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti PKK dan Posyandu untuk mewujudkan PAUD Holistik Integratif. Kami juga mendorong edukasi gizi seimbang melalui pemberian PMT bagi siswa PAUD,” ujar Bunda Rai.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan literasi dan story telling juga menjadi bagian penting dalam upaya membangun kecintaan anak terhadap membaca sejak dini. “Biasanya saya ikut membawa mobil perpustakaan keliling saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa. Saya ingin anak-anak terbiasa membaca di mana pun mereka berada,” imbuh Bunda Rai.


Secara naratif, Bunda Rai juga menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi masa depan yang tak boleh diabaikan. Ia berharap semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta, terus bersinergi membangun Tabanan sebagai kabupaten yang ramah anak dan berdaya saing tinggi di bidang pendidikan.


Dalam wawancara singkat, Ia juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh mitra kerja dan pihak terkait yang telah bersama dan bersinergi menyukseskan kegiatan Bunda PAUD selama 1 tahun terakhir. “Sasaran kami adalah bagaimana agar kita semua bisa menyukseskan program wajib belajar 13 tahun terutama 1 tahun sebelum sekolah dasar dan juga sosialisasi terkait 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” tutup Bunda Rai.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan Gebyar Apresiasi Dukungan Satu Tahun Pra Sekolah merupakan wujud nyata penghargaan terhadap seluruh pihak yang berperan aktif dalam pelaksanaan program ini. “Pendidikan anak usia dini adalah pondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kemandirian anak. Melalui kegiatan ini, kami memberikan apresiasi kepada pemerintah desa, lembaga pendidikan, yayasan, maupun mitra swasta yang telah berkontribusi selama satu tahun pelaksanaan program,” terangnya.


Ia juga menegaskan melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), serta memastikan keberlanjutan program satu tahun pra sekolah di seluruh wilayah Tabanan. “Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan momentum ini sebagai penguat gerakan wajib belajar 13 tahun di Kabupaten Tabanan,” pungkas Darma Utama.


Kegiatan ini pun diakhiri dengan pentas seni dan kreativitas anak-anak PAUD yang menampilkan beragam bakat dalam tari, nyanyi, dan drama edukatif. Riuh tepuk tangan para undangan menjadi penanda bahwa masa depan pendidikan Tabanan sedang tumbuh, ceria, dan penuh harapan di bawah komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. 

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rapat Kerja CityNet NCI Denpasar Siap Jadi Tuan Rumah 2025 CityNet Asia - Pasific.

 


Ket Foto: Wawali Arya Wibawa saat memberikan sambutan pada pertemuan rapat kerja dalam agenda persiapan Kota Denpasar sebagai tuan rumah 2025 CityNet Excecutive Committee Meeting Asia - Pasific, di The Akmani Hotel Jakarta.

Laporan Reporter : Gita 

Jakarta, Bali kini - Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri pertemuan rapat kerja dalam agenda persiapan Kota Denpasar sebagai tuan rumah 2025 CityNet Excecutive Committee Meeting Asia - Pasific, di The Akmani Hotel Jakarta, Kamis (9/10).

Pertemuan yang diikuti oleh 11 Kota di Indonesia ini membahas tentang beberapa persiapan teknis terkait pergerakan peserta di Kota Denpasar, dimulai dari kedatangan pada 25 Oktober, Opening Day atau hari pembukaan pada 26 Oktober di Bali Beach Convention Center, pertukaran pengetahuan dan perayaan Sustainable Development Goals (SDGs) pada 27 Oktober, dan kunjungan ke titik-titik destinasi teknis serta budaya di Kota Denpasar.

Deputi Secretary General CityNet Asia-Pasific, Aisia Tobing saat membuka agenda rapat kerja mengatakan, sebagai chapter dengan anggota terbanyak, Indonesia perlu memperkuat kolaborasi dalam kesekretariatan NCI.

"Ajang ini kami harapkan mampu memperkuat kerjasama antar Kota anggota CityNet NCI, dan mendukung kegiatan - kegiatan CityNet," Kata Aisia Tobing.

Walikota Tomohon, Caroll Senduk selaku Presiden CityNet National Chapter Indonesia (NCI) periode 2025-2029, dalam arahannya menyampaikan beberapa program fokus CityNet yang akan diselenggarakan di Kota Denpasar meliputi penguatan keanggotaan dan sekretariat NCI, kolaborasi dan pertukaran ilmu antar kota, ekspansi dan keterlibatan anggota baru, serta penguatan citra NCI di Asia - Pasific.

Wawali Arya Wibawa dalam sambutannya mengatakan, acara yang akan berlangsung di Kota Denpasar ini mengusung tema "Membangun Harmoni yang Berakar Pada Kearifan Lokal", yakni bermakna Kota Denpasar hadir sebagai kota moderen yang inklusif, adaptif, ramah lingkungan, dan bertransformasi digital, tanpa meninggalkan warisan budaya.

"Pada pertemuan CityNet di Kota Denpasar yang akan datang, para peserta mendapatkan kesempatan melihat langsung bentuk harmonisasi antara budaya dan modernisasi tepat di tengah Kota Denpasar yakni Puri Agung Jro Kuta, dan implementasi kebijakan-kebijakan publik di pemerintahan yang berlandaskan pada nilai-nilai moral dan adat,"

kata Wawali Arya Wibawa yang juga didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adi Mertha.

Wawali Arya Wibawa juga menekankan, Pemerintah Kota Denpasar mempersiapkan dengan seksama segala hal yang berkaitan dengan seluruh rangkaian kegiatan ini. 

"Kami nyatakan untuk saat ini Kota Denpasar siap untuk menjadi tuan rumah dan pada kesempatan ini kami berharap seluruh peserta untuk dapat hadir," Imbuhnya.

Dari Rakornas TPAKD 2025 Wawali Arya Wibawa Dorong Pemeraataan Akses Keuangan Seluruh Masyarakat Kota Denpasar


 Ket Foto:

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengikuti Rakornas TPAKD 2025, bersama Gubenur, Bupati, Walikota, seluruh Indonesia.


Laporan Reporter : Gita 

Jakarta, Bali kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri hadiri Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2025 bersama Gubenur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia, di Balai Kartini, Jumat (10/10).


Pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perkenomian RI, Airlangga Hartanto ini bertajuk "Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Akses Keuangan Daerah", dimana hal ini bertujuan untuk memperkecil kesenjangan inklusi akses keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, maupun Perkotaan dan Pedesaan.


Dalam arahannya, Menteri Airlangga Hartanto menekankan pentingnya pemerataan akses keuangan hingga diseluruh pelosok daerah di Indonesia karena membawa dampak pada kemajuan UMKM serta berimbas pada kestabilan ekonomi makro.


"Pemerataan akses keuangan bukanlah hanya sekedar hal teknis, lebih jauh merupakan bagian dari keadilan sosial, untuk itu kami mendorong semua kepala daerah untuk dapat melihat potensi UMKM yang ada didaerahnya agar mendapatkan akses pembiayaan," ujar Airlangga Hartanto.


Sementara itu Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa seusai acara mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi, Dinas Pariwisata, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA), terus gencar menggali UMKM yang potensinal, agar terdata dan dapat tersentuh oleh program-program TPAKD Kota Denpasar.


"Sebanyak 32.626 UMKM yang terdaftar di Kota Denpasar menurut data rekap terakhir pada Juli 2024, ini akan terus didorong oleh Tim TPAKD Kota Denpasar dibantu dengan Dinas terkait, untuk memanfaatkan berbagai program Kredit Pembiayaan Sektor Prioritas (KPSP) di bidang pertanian, pelatihan dan pengembangan UMKM dengan prioritas pelaku perempuan dan disabilitas, selain itu Gerakan Bangkit Pasar Digital (GERBANG PADI) dibawah naungan Perumda Pasar dengan target meningkatkan transaksi metode QRIS," kata Wawali Arya Wibawa.


Wawali Arya Wibawa juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota untuk terus berupaya melakukan pemerataan akses dan edukasi keuangan kepada seluruh warga Kota Denpasar.


"Melalui program - program yang di rancang sesuai segmen, kebutuhan, dan bidang usaha, kami berkomitmen untuk terus berupaya secara masif dan konsisten, demi tercapainya pemerataan akses keuangan di seluruh Kota Denpasar, dan kami harap seluruh elemen masyarakat dapat betul-betul memanfaatkan program-program ini," imbuhnya 

Ketua WHDI Denpasar, Ny.Antari Jaya Negara Buka Pelatihan Membuat Banten Otonan di Banjar Tembau Tengah


 Ket. Foto: Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, saat menghadiri pelatihan membuat banten di Banjar Tembau Tengah, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Sabtu (11/10).


Laporan Reporter : Eka 

Denpasar, Bali Kini - Pelatihan membuat banten otonan dibuka Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, di Banjar Tembau Tengah, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Sabtu (11/10).


Dari pelatihan yang dilaksanakan ini telihat  minat krama sangat tinggi, khususnya wanita Hindu untuk mengetahui makna dan cara membuat banten sesuai sastra agama. Hal ini terbukti pelatihan membuat banten otonan para peserta  sangat antusias  mengikuti pelatihan.


Dalam kesempatan tersebut Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelatihan membuat banten otonan ini dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal itu bertujuan  untuk meningkatkan pemahaman wanita Hindu mengenai makna dan filosofi upakara  yang terkandung dalam sarana upakara.


Selain itu menurut Ny. Sagung Antari Jaya Negara  pelatihan membuat banten otonan ini dilaksanakan karena banten otonan diperlukan setiap 6 bulan sekali untuk memperingati hari kelahiran. 


"Untuk itu, wanita Hindu  harus bisa membuat banten otonan sesuai dengan  sastra agama serta dapat mengetahui filosofi dari banten itu sendiri," jelas Ny. Sagung Antari Jaya Negara.


Salah satu narasumber Ni Wayan Sukerti mengemukakan, dalam pelatihan ini diberikan pembinaan mulai dari cara matuasan, merangkai janur, dan matanding sesuai dengan sastra Agama Hindu. 


"Selain itu, dari pelatihan ini minimal ibu-ibu rumah tangga mengetahui dan bisa membuat banten otonan untuk anggota keluarga di rumah sendiri sesuai dengan sastra agama Hindu," ujarnya.


Disampaikan pula bahwa, pelatihan membuat banten otonan selain  untuk meningkatkan pemahaman krama agar bisa membuat sesuai dengan sastra, juga untuk memperkenalkan bahwa membuat banten tidak rumit, terutama bagi pemula. 


"Melalui pelatihan ini diharapkam warga dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam membuat banten otonan yang tidak terlepas dari sastra Agama Hindu," harapnya.


Sementara salah satu peserta yang mengikuti pelatihan, Ni Made Sunarti mengatakan, kegiatan ini sangat positif serta sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengalaman dalam membuat banten. Di samping itu, sebagai umat beragama dapat memahami makna dan cara pembuatan banten otonan sesuai dengan pedoman yang ada.

 

"Kami ucapkan terima kasih kepada WHDI serta  Pemkot Denpasar yang telah memfasilitasi pelatihan membuat banten.Hal ini tentu sangat dirasakan manfaatnya khususnya kami sebagai wanita yang beragama Hindu, " ujarnya.

Sekda Alit Wiradana Hadiri Pemelaspasan Bale Kulkul Pura Baris Cina Renon


 Ket. Foto :

Sekda Alit Wiradana didampingi Lurah Renon, I Gede Suweca saat menyerahkan Punia kepada Pengempon Pura Baris Cina Renon, dalam karya Pemelaspasan Bale Kulkul, Sabtu (11/10).

Laporan Reporter : Wir 

Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri Upacara Pemelaspasan Bale Kulkul di Pura Baris Cina Renon, Sabtu (11/10). Kegiatan ini sendiri bertepatan dengan Saniscara Umanis Tolu. 



Pada kesempatan itu, Sekda Alit Wiradana yang didampingi Lurah Renon, I Gede Suweca mengatakan upacara melaspas dilakukan untuk membersihkan dan menyucikan benda ataupun bangunan baru secara niskala sebelum digunakan dan dipakai untuk kegiatan adat agar dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya. 



Selain itu, upacara ini adalah sebuah landasan masyarakat dalam meningkatkan Sradha Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Pelaksanaan upacara ini bagi masyarakat untuk menggali dan meningkatkan nilai spiritual. Semoga upacara ini dapat memberi energi positif yang menetralisir hal-hal negatif untuk mencapai keseimbangan alam beserta isinya,” ungkap Alit Wiradana.


 Kelian Pura Baris Cina Renon, Wayan Surata menjelaskan, sebelumnya Bale Kulkul di area Pemaksan Baris Cina tersebut diletakkan berdampingan dengan Kulkul Banjar Kelod dan Kulkul Pemuda Banjar Kelod. 


"Kemudian dilakukan pembangunan baru, Pemaksan Baris Cina ini kemudian dibangun di lokasi baru, yakni di area Pura Baris Cina. Jadi khusus untuk area Pura Baris Cina, saja" katanya. 


Wayan Surata juga menyampaikan upacara yang dipuput oleh Jero Mangku Dalem ini  diharapkan dapat menjaga keseimbangan serta menetralisir aura negatif, sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang aman dan damai.


"Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap Pura Baris Cina. Semoga karya ini dapat menjaga kesimbangan antara bhuana agung dan bhuana alit, serta sebagai wujud syukur untuk senantiasa diberikan tuntunan dalam melaksanakan tugas kewjiban," tambah Wayan Surata. (HumasDps/Win)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved