-->

Sabtu, 12 November 2022

Forward dan Setwan DPRD Bali , Studi Tiru ke Dishub DKI Jakarta, Dengan Sistem Transportasi Terintegrasi dan Disinsentif


Jakarta, Bali Kini  – Forum Wartawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Forward) Provinsi Bali bersama Sekretariat DPRD Bali, pada 8-11 November 2022 melaksanakan studi tiru ke Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan ke Sekretariat DPRD DKI Jakarta.

Kunjungan hari pertama ke Dishub Pemprov DKI Jakarta rombongan Forward dan Setwan DPRD Bali yang dipimpin Kepala Bidang Persidangan Anak Agung Wikrama didampingi Kasubag Protokol dan Kehumasan Setwan DPRD Bali Kadek Putra diterima Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta Anton R Parura dan Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta Yayat Sudrajat di ruang pertemuan Kantor Dishub DKI Jakarta Jalan Taman Jatibaru No. 1 Jakarta Pusat, pada Rabu, 9 November 2022.

Agung Wikrama pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang sudah menerima rombongan Setwan dan Forward Bali. Agung menyampaikan kunjungan ke Dishub DKI dalam rangka studi turi tentang sistem transportasi publik terintegrasi dan terkoneksi dalam satu tata kelola yang kiranya bisa diterapkan dan mengedukasi pemerintah Bali.

“Pilihan kami ke sini dilatarbelakangi saat Sustainable Transportation Forum 2022 yang digelar di Nusa Dua dimana DKI Jakarta sebagai ibukota negara dinilai sebagai daerah dengan sistem transportasi terintegrasi paling maju tahun 2022 di Indonesia. Tentu banyak hal yang bisa kami gali di sini bagaimana tantangan dan implementasinya terutama keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan sistem ini,‘‘ ucap Agung Wikrama.



Pada kesempatan itu, Anton R Parura menjelaskan memang Jakarta saat ini sedang dalam proses mengintegrasikan semua angkutan umum baik itu dari sisi fisik maupun sistem pembayaran. Sebelumnya, ia menyebut konsep yang dianut oleh DKI Jakarta adalah car oriented development yangefeknya menimbulkan konsekuensi kemacetan.

“Karena kita hanya memfasilitasi pengguna kendaraan pribadi, terlalu sering membangun dan memperluas jalan, menyiapkan parkir dan lain-lain. Sehingga orang termotivasi untuk membeli kendaraan pribadi. Akibatnya pertumbuhan kendaraan pribadi sangat tinggi di daerah Jakarta. Dari data sebanyak 350 kendaraan pribadi lahir baru di Jakarta setiap hari,’’ ujar Anton.

Artinya, Anton menegaskan, kalau tidak dilakukan, volume lalu lintas akan meningkat pesat sementara kapasitas ruas jalan tetap sama sehingga mengakibatkan volume per kapasitas mendekati 1 dan pasti akan terjadi kemacetan.

Kemacetan juga ditimbulkan karena selama ini hanya membangun secara horizontal padahal kota besar seperti Jakarta seharusnya membangun secara vertikal. Tidak lagi membangun perumahan tetapi apartemen sehingga mobilitas warga tidak jauh. Jika membangun perumahan secara horizontal pasti akan ada di pinggiran kota dan fenomena yang terjadi adalah pada saat pagi hari orang di pinggir kota rame-rame masuk pusat kota karena pusat kota adalah pusat aktivitas begitu sebaliknya sore hari.

‘’Inilah yang kami ubah konsepnya bagaimana dari car oriented development menjadi transit oriented development. Dimana kami mengubah dengan paradigma yaitu bagaimana memfasilitasi pejalan kaki dan pesepeda, membangun angkutan umum, kendaraan ramah lingkungan, dan kendaraan pribadi dengan disinsentif,’’ ujarnya.

Penanganan angkutan umum misalnya, DKI Jakarta memiliki mikrotrans dengan jumlah armada 2.166 unit, 75 trayek dengan penumpang 234 ribu per hari, BRT & non-BRT memiliki 2.202 unit, 116 trayek dengan penumpang 1.006.579 per hari, MRT dengan panjang  lintasan 16 km (13 stasiun) dengan jumlah armada 16 trainset  dengan penumpang 123.491 per hari, LRT panjang lintasan 5,8 km (6 stasiun) armada 8 trainset penumpang 4.462 per hari dan angkutan perairan dengan rute 11 titik pelabuhan sebanyak 30 kapal. Ada juga kendaraan ramah lingkungan, dimana target tahun ini ada 100 bus listrik.

Anton menyebut, DKI Jakarta juga memfasilitasi pengguna kendaraan pribadi karena ada disinsentif. Bagi pengguna kendaraan pribadi ke depan akan kena charge yang lebih mahal, seperti parkir di kawasan zone parkir. Pengguna yang memasuki kawasan sibuk akan kena elektronik road pricing. ‘’Semakin macet maka elektronik road pricing itu bisa semakin mahal. Sehingga hal ini akan mendorong orang untuk menggunakan angkutan umum. Kita tidak melarang orang untuk membeli kendaraan pribadi tetapi membatasi orang menggunakan kendaraan pribadinya,‘‘ terang Anton seraya mengatakan saat ini pihaknya melakukan integrasi di antara angkutan umum baik kereta, angkot, BRT, MRT dan lain lain. Jadi perpindahan penumpang difasilitasi oleh integrasi fisik. Juga terintegrasi dari sisi data atau informasi.

Jadi, Anton meyakinkan, bahwa kita ada dimanapun di DKI Jakarta akan ada angkutan umum. ’’Mungkin cuma jalan kaki 300 meter pasti akan ketemu bus stop, dan bus stop itu akan menghubungkan untuk semua moda yang ada, baik mikrotrans, BRT, MRT dan LRT,‘‘ ujarnya.

Untuk memberikan kepastian layanan angkutan umum kepada masyarakat sehingga masyarakat terdorong untuk menggunakan angkutan umum, DKI Jakarta menerapkan sistem Jak Lingko dimana pemerintah yang bayar rupiah per kilometer. Berapa pun jumlah penumpang angkot (mikrotrans) akan tetap jalan. Jadi hanya dengan satu kata Jak Lingko, moda trasportasi terintegrasi secara fisik dan sekaligus juga terintegrasi secara sistem pembayaran digital. Sekarang dengan sistem paket tarif Jak Lingko, kalau berpindah dari mikrotrans ke 3 moda bayarnya cukup dengan maksimal Rp 10.000.

Dalam pengelolaan Jakarta, Pemprov mendorong kota kolaborasi. Diawali melalui fase City 1.0 dimana Pemprov sebagai administrator dan masyarakat sebagai warga, City 2.0 Pemprov sebagai pemberi pelayanan, masyarakat sebagai penerima pelayanan, City 3.0 Pemprov sebagai fasilitator masyarakat sebagai participant dan City 4.0 Pemprov sebagai kolaborator dan masyarakat sebagai mitra/rekan.


Kolaborasi dan inovasi untuk pembenahan sektor transportasi terus menghasilkan dampak positif. ’’DKI Jakarta mendapat Sustainable Transport Award 2021 menjadi kota pertama di Asia Tenggara memenangkan penghargaan STA, kemudian Dewan Transportasi Kota Jakarta Award 2020 sebagai kota berkeadilan terhadap disabilitas, dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia menjadikan program Jakarta sebagai kota ramah bersepeda, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi sebagai pelopor keselamatan dalam mengimplementasikan program keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di Indonesia,‘‘ pungkas Anton.


Usai pemaparan materi dari Dishub DKI Jakarta, dilanjutkan sesi diskusi dan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. (*)

DPRD DKI Jakarta Tetap Terbuka kepada Media


Jakarta, Bali Kini 
–  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemprov DKI Jakarta dalam peliputan hanya dengan memberdayakan tim media internal dari bagian Kehumasan dan Dokumentasi Sekretariat Dewan. Namun untuk mengimbangi pemberitaan, DPRD DKI Jakarta terbuka untuk para media yang melakukan peliputan karena memang terbuka untuk umum.

Hal itu disampaikan  Kasubag Dokumentasi dan Humas Setwan DPRD DKI Jakarta Tri Indra Gunawan didampingi bagian protokol Priyono kepada Forum Wartawan DPRD Bali saat mengunjungi DPRD DKI Jakarta pada Kamis, 10 November 2022. Rombongan Forward Bali dipimpin Kepala Bidang Persidangan Setwan DPRD Bali Anak Agung Wikrama didampingi Kasubag Protokol dan Kehumasan Setwan DPRD Bali Kadek Putra.

Tri Indra Gunawan lanjut menjelaskan, tim media internal DPRD DKI Jakarta selain melakukan peliputan, juga membuat podcast. Namun narasumbernya baru sebatas anggota dewan dan belum ke narasumber dinas-dinas sebagai mitra kerja legislatif.

‘’Kita tetap ada kerja sama dengan pihak lain, cuma memang tidak mengikat. Silakan mereka meliput kegiatan dewan. Di sini ada media gubernur dan kita tetap berkolaborasi saat rapat paripurna, kegiatan rapat-rapat lainnya. Tidak salahnya kita berbagi. Yang penting selama beritanya positif kita juga mendukung,‘‘ ujar Indra Gunawan.

Pemberdayaan tim media internal selama dua tahun belakangan ini karena memang diakuinya kurang anggaran dan juga karena kondisi pandemi Covid-19. Namun tahun anggaran 2023 direncanankan akan kembali dibuka kerja sama dengan media eksternal dalam bentuk advertorial. ’’Tahun 2023 mudah-mudahan kerja sama kembali bisa dilakukan karena anggarannya kita sudah coba pasang di pembahasan APBD 2022-2023,‘‘ beber Indra.

Memaksimalkan media internal, kata Indra Gunawan, karena personil tim media internal awalnya direkrut dari orang-orang media. Cuma proses perekrutan disesuaikan dengan e-budgeting, e-katalog, kita butuh siapa, kita butuh apa. Dengan background masing-masing baik kameramen,  fotografer, reporter, editor, transkrip dll. “Tujuan merekrut media yang sudah mengusai di bidangnya karena kita sudah punya peralatan yang mumpuni,‘‘ ungkapnya.

Untuk mengefektifkan penyebarluasan informasi agar sampai cepat ke masyarakat, selain DPRD DKI Jakarta memiliki web DPRD, berita-berita peliputan tim media internal disebarluaskan di kanal-kanal medsos seperti YouTube, Facebook, Instagram, dll. 

Sementara itu, Kabag Persidangan DPRD Bali Agung Wikrama menambahkan meski DPRD punya media sendiri bukan berarti mengesampingkan peran rekan-rekan media. Keberadaan rekan-rekan  media tetap diperlukan seperti di DPRD Bali bekerja sama dengan Forward.

“Saya melihat DPRD DKI Jakarta memiliki media dan podcast. Inovasi podcast ini bisa juga kita coba adopsi sehingga kerja samanya dengan rekan media bisa lebih bagus lagi. Karena narasumber menjawab pertanyaan dari humas tentu agak kikuk dan jika kerja sama dengan wartawan pertanyaannya akan beda lagi,‘‘ ucapnya.

Selepas pertemuan, ketika ditanya terkait dukungan Dewan terhadap sistem transportasi, Indra Gunawan mengatakan Dewan mendukung program transportasi melalui lahirnya Perda Transportasi. Karena perda ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena tidak banyak biaya yang dikeluarkan. Cuma mengeluarkan dana sebesar 10 ribu masyarakat bisa sampai tujuan tanpa turun naik ganti-ganti angkot. Selama masih dalam satu rute yang sama. (*)

Ketua DPRD Bali Temui Anggota Brimob Sumut dan Mabes Polri yang Jaga Keamanan Bali Dalam Pengamanan G20



Denpasar , Bali Kini  - Ditengah kesibukan Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama menyempatkan waktunya untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan anggota Brimob asal Sumatra Utara dan Mabes Polri di Wantilan DPRD Bali, Kamis (10/11202). Keberadaan anggota Brimob dari Polda Sumut dan Mabes Polri ini merupakan personil Bawah Kendali Operasi (BKO) yang standby di halaman belakang Wantilan DPRD Bali, ikut ditugaskan untuk menjaga keamanan Bali selama kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua Bali. 

Dalam pertemuan tatap muka dengan anggota Brimob, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, mengatakan apapun agenda yang ada di Bali merupakan kehormatan bersama untuk tetap menjaga keamanan. "Kalau keamanan tercoreng sedikit saja, pelaksanakan agenda tersebut akan dianggap gagal sehingga perlu perhatian khusus dalam segi pengamanan,"tegasnya.

Politisi PDIP Bali dari Banjar Angsri, Baturiti Tabanan ini menjelaskan, apapun hajatan yang ada di Bali tetap menjadi kehormatan bagi Bali dan keamanan adalah tantangannya. "Kalau keamanan tercoreng sedikit, maka dianggap gagal. Kita tidak mau gagal maka keamanan harga mati mutlak," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama mempersilahkan anggota Brimob dari Sumut dan Mabes Polri ini untuk menggunakan dan ikut menjaga fasilitas  yang ada di lingkungan Sekretariat DPRD Bali. "Kami terima di DPRD Bali  dan mempersilahkan untuk menggunakan fasilitas yang ada di sini.  Karena tugasnya untuk melaksanakan tugas pengamanan KTT G20,"katanya.

Menurut politisi PDIP Bali dari Banjar Angsri, Baturiti Tabanan ini mengatakan apapun agenda yang ada di Bali merupakan kehormatan bersama untuk tetap menjaga keamanan. Kalau keamanan tercoreng sedikit saja, pelaksanakan agenda tersebut akan dianggap gagal sehingga perlu perhatian khusus dalam segi pengamanan.

"Apapun hajatan yang ada di Bali tetap kehormatan bagi kita, dan keamanan adalah tantangannya. Kalau keamanan tercoreng sedikit, maka dianggap gagal, kita tidak mau gagal maka kemanan harga mati mutlak," tegasnya.

Adi Wiryatama menyampaikan secara umum Indonesia dan Bali khususnya adalah rentan dengan politik, dan sesuai amanat pimpinan di Bali sementara tidak menerima aspirasi apapun dalam rentang tanggal 10 sampai 20 November 2022. Sehingga kalu masyarakat ingin menyampaikan aspirasikan,  baik melibatkan orang aabanyak atau massa dipersilahkan  di atas tanggal yang telah ditentukan tersebut. 


Menurutnya dalam.menjaga nama Bali dimata dunia, rentan dengan berbagai isu termasuk politik. Olehkarenanya, sesuai  amanat pimpinan bahwa selama kegiatan G20, tidak menerima aspirasi apapun bentuknya, termasuk yang ramai  untuk tanggal 10-20 November di DPRD Bali. "Silahkan yang menyampaikan aspirasi melibatkan orang banyak silahkan di atas tanggal 20. Langkah itu dilakukan karena dianggap salah satu bisa memancing keramaian apalagi  mengarah ke hal yang anarkis,"jelasnya.

Adi Wiryatama pun turut menitipkan Kantor  Sekretariat DPRD Bali dijaga keamanannya. Dalam kesempatan itu, juga mempersilahkan anggota Brimob, mempergunakan fasilitas yang di DPRD Bali.

Adi Wiryatama berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, baik dan lancar, sehingga harkat martabat Indonesia luar biasa di mata dunia. Sebab, KTT G20 ini sebagai pertemuan untuk pemulihan ekononi global pasca  pandemi Covid 19, dan tatanan dunia yang adanya konflik di beberapa negara. Presidenpun sudah memastikan sudah ada 17 kepala negara yang memastikan kehadirannya dalam KTT G20, keberhasilan pertemuan itu pasti luar biasa.

"Agenda ini sudah disiapkan jauh hari, berbagai persiapan dilakukan skala maupun niskala sehingga, harus dipahami dan sukseskan bersama,"pungkasnya.

Sementara salah satu perwira yang memimpin pasukan dari Pasukan Sat Brimob Polda Sumatera Utara, AKP I Wayan Danu Wijaya, SH., MS menyampaikan banyak-banyak terima kasih atas fasilitas dan tempat yang sudah diberikan di Sekretariat DPRD Bali. "Kami dari Sat Brimob Polda Sumut dan maupun dari Mabes Polri tempat ini sudah sangat-sangat luar biasa untuk ditempati,"pungkasnya. (ar/r3)

Jaga Keamanan Jelang Presidensi G20, Kelurahan Panjer Gencarkan Pendataan Penduduk Non Permanen


BALIKINI.NET | DENPASAR — Dalam rangka mendukung penyelenggaraan Presidensi G20, Kelurahan Panjer dan Desa Adat Panjer berkolaborasi melaksanakan pendataan penduduk non permanen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (11/11) malam. Kegiatan dihadiri oleh Bandesa Adat Panjer, Lurah Panjer, Bhabinkamtibmas, Perangkat Kelurahan, Pecalang Desa, Pecalang Banjar Kertasari, dan Linmas. 

Lurah Panjer, Ari Budi saat dihubungi  mengatakan kegiatan pendataan penduduk non permanen di wilayahnya ini bertujuan untuk menciptakan situasi kondusif selama perhelatan kegiatan akbar Presidensi G20 serta mengantisipasi potensi kegiatan negatif yang mungkin ditimbulkan dari ketidaktertiban penduduk non permanen di wilayah Kelurahan dan Desa Adat Panjer. 

"Agenda ini juga merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Gubernur Nomor : 35425/SEKRET/2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Penyelenggaraan Presiden G 20, jadi kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat selama pelaksanaan Presiden G20 agar mengurangi aktivitas/mobilitas utamanya yang menuju venue kegiatan dari tanggal 12-17 November 2022," jelasnya

Dijelaskan Ari Budi, dari hasil pendataan penduduk non permanen yang dilakukan, terdapat 34 orang penduduk yang ber KTP luar bali yang belum memiliki Surat Tanda Lapor Diri.
 
"Mereka lalu kami arahkan untuk melakukan pelaporan dan pendataan diri di kepala lingkungan terdekat. Harapannya semoga penyelenggaraan Presidensi G20 dapat berjalan lancar dan aman sehingga kedepannya melalui kehadiran para pemimpin negara G20 beserta delegasinya mampu memberikan dampak positif terhadap pemulihan pariwisata Bali secara masif pasca pandemi Covid-19," ungkapnya. (Esa)

Bupati Tamba Serahkan Bantuan Sanpras Usaha Bagi 10 KUBE


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Sebagai dukungan terhadap Usaha Ekonomi Produktif (UEP) serta wujud pengentasan kemiskinan, pemerintah kabupaten Jembrana memberikan bantuan sosial berupa sarana dan prasarana usaha peralatan dan bahan bagi usaha ekonomi produktif Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Bantuan dengan total nilai 200 juta tersebut diserahkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Kepala Dinas Sosial Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata kepada 10 KUBE bertempat di Rumah Jabatan Bupati Jembrana pada Jumat (11/11).

Usai menyerahkan bantuan, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten Jembrana komitmen tidak ada kelompok KUBE yang tertinggal. "Kita ingin semuanya sama. Jadi apabila ada kelompok yang belum mendapat bantuan ini bisa dilaporkan kepada Dinas Sosial untuk didata,"ujarnya.

Terkait bantuan, pihaknya berharap agar bantuan yang berupa sarana dan prasarana usaha peralatan dan bahan ini agar dapat dipergunakan dengan sebaik - baiknya untuk kesejahteraan kelompok. "Harus dipakai dengan baik untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan keluarga dan masing - masing kelompok sehingga terjadi peningkatan ekonomi. Jangan sampai nanti setelah diterima malah dipergunakan dengan tidak semestinya,"pintanya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata menjelaskan bantuan ini diserahkan kepada 10 KUBE dengan nilai bantuan per kelompok 20 juta rupiah. 

"Sepuluh kelompok tersebut diantaranya, Kelompok Jamu Tradisional Bugar Desa Banyubiru, Harapan Pertiwi Desa Baluk, Kamboja Desa Baluk, Mekar Lestari  Desa Yeh Sumbul, Mina Amerta Desa Yeh Sumbul, Moding Jaya Desa Candikusuma, Mekarsari Bersinar Desa Perancak, Lemodang Bersemi Br. Lemodang, Mekar Sari Berkembang  Desa Perancak, dan Lemodang Berjaya Br. Lemodang,"tandasnya. 

Hadiri Future SMEs Village, Wagub Cok Ace Harap Vibrasi Positif Bali Mampu Membawa Kedamaian


BALIKINI.NET | DENPASAR — Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Sukawati (Cok Ace), Jumat (11/11) sore menghadiri pembukaan Future SMEs Village dibuka di Bali Collection, Kawasan ITDC, Nusa Dua, Badung.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace mengucapkan selamat datang di Pulau Bali. Pulau dengan berbagai julukan yang hingga kini masih tetap menjadi primadona utama para wisatawan.

"Selamat datang di Pulau Bali, Pulau Dewata, Pulau Cinta, Pulau Seribu Pura. Mudah-mudahan vibrasi positif Bali mampu membawa kedamaian dan ketenangan bagi Kita semua untuk mengikuti semua rangkaian KTT G20," ungkap Guru Besar ISI Denpasar ini.

Wagub Cok Ace juga menyampaikan bahwa KTT G20 sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

Acara yang dibuka Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ini mengambil tema "Future SMEs Village, Local Wisdom for Global Sustainability". Event ini merupakan bentuk kepedulian dari Kementerian Koperasi dan UMKM terhadap pengusaha lokal dan pengrajin dalam negeri.

Tujuan utama dari Future SMEs Village ini untuk memamerkan hasil karya anak bangsa demi bisa merambah pasar global. Harapannya, mereka dapat unjuk gigi dan memamerkan karyanya kepada delegasi maupun tamu-tamu yang hadir dalam ajang KTT G20 ini.

Future SME Village dijadikan pusat bagi para delegasi G20 untuk berkumpul dan berinteraksi, serta menikmati kekayaan cipta karya terbaik nusantara.

Di Future SME Village, para delegasi dapat menikmati Future Mobility, Future Craft, Future Fashion, Future Food, dan Future Wellness, serta berbagai performance seni tradisional dan kontemporer serta arsitektur berbahan bambu selama pelaksanaan Future SME Village.

Pada kesempatan ini, Wagub Cok Ace turut mendampingi Menkop UKM Teten Masduki berkeliling melihat Pameran Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Beberapa kendaraan yang dipamerkan merupakan kendaraan yang digunakan dalam pelaksanaan KTT G20 di Pulau Dewata.

Pointer Ketua TP PKK dalam acara Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Kota Denpasar


BALIKINI.NET | DENPASAR — Setelah sukses dalam perhelatan sebelumnya di 8 Kabupaten di Bali, maka kini Kota Denpasar menjadi Kota terakhir Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi, bertempat di Depan Pura Jagatnatha-Puputan-Denpasar pada  Jumat (11/11).

Dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, serta undangan terkait lainnya, Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan bergotong royong dalam melaksanakan berbagai program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sinergi itu antara lain diaktualisasikan dalam kegiatan pasar rakyat yang dilaksanakan secara bergilir di Kabupaten/Kota. Menurutnya, konsep ini cukup unik karena barang-barang produksi UMKM/IKM serta kelompok tani dibeli oleh pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Selanjutnya barang-barang itu dibagikan kepada 100 warga kurang mampu yang didatangkan dari Kecamatan yang ada di Denpasar. Selain menerima hasil belanjaan dari TP PKK Bali dan Kabupaten/Kota, 100 warga yang hadir juga menerima bingkisan yang khusus disiapkan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster.

Tiba di lokasi, Ny. Putri Koster langsung menyapa anak-anak TK Widya Mandala Denpasar yang turut hadir dalam acara tersebut, yang kemudian mengajak anak-anak berbelanja pada stand UKM. Hal tersebut menarik perhatian anak-anak yang secara tidak langsung dikenalkan cara berbelanja dipasar, dan para anak-anak sangat antusian mengikuti Putri Koster yang juga merupakan Bunda PAUD Provinsi Bali. 

Dalam kesempatan tersebut dagangan yang dijajakan seperti sayur mayur, buah dan kebutuhan pokok lainnya sampai dengan barang-barang kerajinan UMKM. Hal itu diikuti oleh ketua dan pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali. Barang belanjaan itu kemudian dikumpulkan dan dibagi rata dalam tas-tas belanjaan lalu dibagi kepada 100 warga kurang mampu.

Dalam sambutannya, Putri Koster mengatakan bahwa secara umum, di tahun 2022 Putri Koster membagi kegiatan TP PKK menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah kegiatan sosialisasi yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan teknologi di bidang informasi.

“Kalau dulu, sosialisasi dilakukan dengan langsung turun ke desa. Tapi saat ini teknologi sudah semakin canggih, kita bisa memanfaatkan media seperti TV, Radio dan media lainnya untuk mensosialisasikan program PKK,” urainya.

Selain 10 program pokok PKK, program pemerintah seperti upaya pencegahan angka stunting, bidang lingkungan hidup dan kesehatan juga bisa diangkat dalam kegiatan sosialisasi.

 Berikutnya kegiatan yang masuk kelompok besar kedunia  adalah aksi sosial seperti pasar rakyat. “Kita ingin mengurangi kegiatan normatif atau seremonial dan lebih intens melakukan kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” cetusnya.

Wanita yang juga aktif berkesenian ini menyebut kegiatan pasar rakyat memiliki dua keuntungan. Di satu sisi, melalui kegiatan ini pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa bertemu secara periodik dan saling berkunjung ke daerah yang menjadi tuan rumah.”Saat bertemu, kita bisa sharing dan berbagi pengalaman untuk kemajuan organisasi,” ucapnya.

Manfaat yang paling penting adalah, melalui kegiatan ini TP PKK dapat berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan dan juga membantu UMKM/IKM dalam memasarkan produk mereka. “Pasar rakyat ini ibarat seperti sentuhan kecil, namun manfaatnya luar biasa, sangat dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya seraya menyampaikan bahwa pasar rakyat TP PKK mengusung konsep ‘terima kasih’ dan akan dilanjutkan tahun depan. 

Selain kegiatan pasar rakyat, TP PKK Provinsi berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten/Kota juga melaksanakan kegiatan berbakti dan berbagi yang juga digelar secara bergilir. “Dalam kegiatan berbakti dan berbagi, kita menyasar lansia, balita balita gizi buruk/ kurang gizi, ibu hamil kekurangan energi khusus (KEK) dan kelompok difabel,” tuturnya.

Selain itu, ia mendorong TP PKK Kabupaten/Kota dalam mensosialisasikan terkait pencegahan stunting pada anak, sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali sangat konsen terhadap pencegahan stunting di Bali, dimana stunting berkaitan dengan generasi penerus bangsa. Jika generasi penerus bangsa tidak dijaga dengan baik maka bagaimana masa depan bangsa jika tidak ada regenerasi pemimpin bangsa. Untuk itu, pencegahan stunting harus dilakukan secara masif tidak hanya dari Pemerintah, namun juga dari masyarakat dan yang terpenting dari remaja putri yang akan menjadi seorang Ibu.

Selanjutnya, dalam kesempatan itu Putri Koster juga menghimbau masyarakat Denpasar agar lebih menghidupkan HatiNya PKK, mengingat lingkungan denpasar padat dengan penduduk, sehingga Hatinya PKK dalam setiap rumah perlu ditingkatkan sehingga halaman rumah menjadi nyaman, indah dan tertata.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan selamat datang kepada ketua serta jajaran pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali pada acara pasar rakyat Kota Denpasar.

Ia menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan yang digagas oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny.Putri Koster. Dalam kegiatan pasar rakyat ini, pihaknya mendatangkan 100 warga dengan yang masuk kriteria kurang mampu dari 4 Kecamatan di Kota Denpasar. 

Sementara 52 pedagang yang berjualan terdiri dari unsur kelompok tani, UMKM/IKM dan UP2K (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga) PKK. Ia sangat mendukung kegiatan ini karena mampu meningkatkan rasa kepedulian dan semangat gotong royong.

Pada kesempatan pagi itu, TP PKK Provinsi Bali serta Kabupaten/Kota membagi 400 tas kepada 100 orang penerima, yang masing-masing penerima mendapatkan 3 tas dari TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kabupaten/Kota dan PAKIS Provinsi Bali berisi kebutuhan pokok, hasil pertanian serta olahan makanan.

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Buka Pelatihan Banten Tumpeng Solas


BALIKINI.NET | DENPASAR — Untuk menekan laju inflasi atas kenaikan harga BBM Kelurahan Penatih menggelar Pelatihan Banten kepada kader Penggerak PKK  di Kelurahan Penatih dari tanggal 12 - 13 November.  Pelatihan ini dibuka secara resmi Istri Wakil Wali Kota Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mewakili Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara Sabtu (12/11) di SMP Widya Sakti Penatih.

Dalam kesempatan itu Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan,  budaya merupakan salah satu pondasi yang sangat penting, karena budaya merupakan warisan leluhur sangat kental dengan nilai adat istiadat dan menjadi landasan kebudayaan kebiasaan dalam kehidupan di masyarakat.

Budaya merupakan cipta rasa dan karsa manusia yang selanjutnya menjadi nilai-nilai luhur yang dilakukan secara turun temurun dalam kehidupan masyarakat. Namun nilai nilai budaya terkadang tidak dapat kita lepaskan dari nilai luhur ajaran agama. Begitu pula dengan kehidupan masyarakat Bali yang sangat menjunjung tinggi nilai budaya, adat istiadat dan agama.

Lebih lanjut dikatakan  dalam perkembangan zaman dengan pesatnya pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi juga sangat penting  untuk terus mengenalkan nilai luhur budaya bangsa melalui pengenalan adat istiadat serta memahami dengan benar nilai nilai luhur agama. 

Agama Hindu yang sangat kental dengan nilai budaya melalui berbagai upakara seringkali belum mampu kita pahami bersama tentang makna di dalam filosofi bebantenan dalam upakara tersebut. Bahkan sering kali kita semua memaknai upakara  sebagai sebuah adat yang diturunkan secara turun menurun dan menjadi sebuah budaya di masyarakat dengan kuat pada istilah "anak mula keto". "Maka upaya upaya pelatihan upakara atau banten yang dilaksanakan seperti saat ini sangat penting untuk kita lakukan karena melalui upaya pelatihan selain dibimbing dalam proses pembuatan dan penandingan kita juga dapat mempelajari makna dan filosofi dari setiap upakara," ungkap Ny.Ayu Kristi Arya Wibawa.

Seperti yang  di ketahui  bahwa  pendidikan sebagai sebuah  kesatuan yang utuh dalam membentuk idep dalam diri manusia. Untuk itu Ny. Ayu Ktisti  mengatakan pengurus Tim Penggerak PKK Kota Denpasar mengapresiasi dan menyambut baik pelatihan membuat  banten tumpeng solas yang diselenggarakan pada hari ini. 

Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat  bagi para peserta dan kedepannya kita dapat memahami , mengerti dan mampu mengimplementasikan nilai filosofi dalam setiap upakara. "Dengan adanya pelatihan ini kita semakin kuat dalam penajaman sradha di dalam kehidupan karena melalui pola pembinaan  dan pelatihan banten kita bersama dapat belajar membuat upakara dan juga dapat melestarikan keajegan budaya di masyarakat," katanya.

Lurah Penatih Wayan Astawa mengatakan,  untuk jangka panjang pelatihan   banten ini agar masyarakat khususnya kader PKK bisa mengerti filosofi banten, apa itu banten dan tujuan serta maknanya. 

Di tingkat keluarga bisa membuat banten sendiri secara otomatis  bisa menekan biaya karena tidak perlu membelinya. "Secara tidak langsung juga dapat menekan terjadinya inflasi," katanya.

 Begitu pentingnya maka dalam pelatihan ini pihaknya mendatangkan narasumber dari WHDI Kota Denpasar karena bisa  memberikan teori dan praktek langsung tentang banten   Tumpeng Solas  (ayu)

AMSI Bali Dorong GMNI Ambil Peran Cegah Hoaks Pemecah Persatuan


BALIKINI.NET | DENPASAR — Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali I Nengah Muliarta mendorong mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengambil peran dalam mencegah penyebaran hoaks yang mengarah pada upaya memecah persatuan bangsa. GMNI sebagai organisasi mahasiswa ekstra kampus yang mengedepankan nasionalisme mestinya mampu menjadi leader dalam upaya pencegahan dan penangkalan hoaks yang mengancam persatuan bangsa.

“GMNI yang dipenuhi oleh generasi muda yang intelektual dan memiliki kemampuan dan kecakapan digital sudah sepantasnya menjadi agen dalam mencegah kabar yang menghasut dan berpotensi menimbulkan perpecahan” kata Muliarta yang merupakan mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali periode 2014-2017 saat menjadi narasumber dalam Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) GMNI di Denpasar pada Sabtu (12/11/2022). 

Muliarta mengingatkan potensi hoaks yang memicu perpecahan sering sekali muncul menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden dan pemilihan umum. Kabar yang disebar tersebut memiliki potensi yang tinggi menimbulkan pertikaian dan perpecahan ditengah masyarakat. Hoaks yang muncul tidak jarang juga sengaja dihembuskan untuk menimbulkan konflik antar agama, apalagi isu agama termasuk sensitive di masyarakat. 

“Sebagai generasi nasionalis, menjadi tugas GMNI membangun literasi untuk membangun semangat persatuan melalui konten-konten positif dengan memanfaatkan media sosial yang ada. Termasuk melakukan literasi digital dalam bentuk sosialisasi ke tengah masyarakat” ujar mantan wartawan VOA ini. 

Menurut pria kelahiran Klungkung ini, organisasi mahasiswa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat melakukan pendidikan, sosialisasi, dan literasi ke sekolah hingga organisasi karang taruna. Pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa tentunya akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Apalagi mahasiswa saat ini memiliki kecakapan digital yang lebih baik. 

Organisasi mahasiswa, seperti GMNI juga dapat berkolaborasi dengan relawan anti hoaks lainnya dalam melakukan literasi digital. “AMSI Bali sebagai organisasi media online juga siap untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama melawan hoaks” tegas Muliarta. 

Ia berharap mahasiswa tidak ikut terjebak dalam menyebarkan konten negatif. Mahasiswa sebagai kaum intelektual justru diharapkan dapat menjadi contoh dalam mencegah penyebaran hoaks dan mengajarkan kepada masyarakat cara melakukan verifikasi informasi.

Peringatan HKN Tabanan Ke-58, Diharapkan Mampu Wujudkan Sistem Kesehatan yang Kuat


BALIKINI.NET | TABANAN — Menciptakan kondisi derajat masyarakat yang sehat,  tidak bisa berpatokan pada satu elemen. Untuk itu, Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, megatakan sangat diperlukan peran serta dan kolaborasi dari seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat itu sendiri. Hal itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Kabupaten Tabanan Tahun 2022, Sabtu, (12/11).

Kegiatan HKN dengan tema “Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku” yang diselenggarakan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Asisten dan OPD serta para Camat se-Kabupaten Tabanan, para Kepala Rumah Sakit Pemerintah ataupun Swasta, serta para Kepala Puskesmas beserta staf, juga para tenaga kesehatan se-Kabupaten Tabanan.

“Dengan mengambil tema Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku, tentu kita cermati tema ini mengandung makna yang luar biasa, bagaiman kita terus berupaya untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang terbaik. Hal ini mengingatkan, bahwa derajat kesehatan masyarakat bisa terwujud, apabila seluruh komponen turut berperan serta mewujudkan itu,” ucap Susila.

Susila menambahkan, hal itu juga secara jelas sudah dituangkan dalam visi Pemerintah Kabupaten Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Rasanya tidak mungkin, derajat kesehatan masyarakat akan meningkat kalau hanya berpatokan pada satu elemen. Seluruh komponen harus saling bahu-membahu, gotong royong, maka dengan demikian Tabanan Era Baru di bidang kesehatan akan terwujud.

“Jadikan momentum hari ini menjadi salah satu upaya mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Disamping itu pula, mari kita tingkatkan dan berdayakan kemampuan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Untuk itu, semua fasilitas, baik Rumah Sakit Swasta, Pemerintah, Puskesmas dan tempat-tempat pelayanan kesehatan lainnya, mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar dan terakreditasi Nasional,” harap Susila.

Sebelumnya, Doddy Setiawan selaku Ketua Panitia HKN ke-58 Tabanan, mengatakan, bahwa Hari Kesehatan Nasional merupakan merupakan salah satu hari peringatan yang patut dilaksanakan secara rutin setiap Tahun di Kabaupten Tabanan. Dan melalui HKN ke-58 ini, pihaknya berharap mampu menjadikan  momentum ini untuk menjadikan sistem kesehatan yang lebih kuat kedepaannya, bahkan dalam mengatasi situasi sulit setelah pandemi.

Adapun rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan perayaan puncak HKN, dikatakannya telah dilaksanakan dari 29 Oktober 2022 lalu. Dimana, dihiasi dengan kegiatan sederhana dan kebersamaan dari para tenaga kesehatan, seperti menggelar beberapa kegiatan lomba, bhakti sosial, seminar, juga persembahyangan bersama. Diantaranya, kegiatan senam, lomba merias dengan mata tertutup, lomba lari balon estafet, lomba memasukan paku ke botol dan lainnya.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved