-->

Rabu, 23 November 2022

Usai Dibui, Pria Polandia ini Masuk Daftar Cekal


BALIKINI.NET | BADUNG – Seorang pria asal Polandia berinisial DPL yang baru menjalani masa hukuman selama 3 bulan, kini bisa menghirup udara bebas di negara asalnya. Itu setelah pihak Imigrasi Singaraja mendeportasi bule ini lewat Airport Ngurah Rai, Selasa (22/11).

Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu menyampaikan bahwa WNA tersebut diberangkatkan dengan penerbangan Singapore Airlines Nomor SQ947 (Denpasar – Singapura) dengan tujuan akhir Frankfurt, Jerman, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan bus menuju Polandia.

“Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian tersebut merupakan bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja dan WNA tersebut dikenakan penangkalan untuk masuk ke Wilayah Indonesia dalam jangka waktu 6 (enam) bulan”, jelas Anggiat Napitupulu.

WNA tersebut merupakan ex narapidana yang telah melanggar Pasal 33 jo. Pasal 49 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Amlapura Nomor: 95/Pid.Sus/2019/PN AP dengan masa pidana penjara selama 3 tahun 3 bulan. 

"WNA yang terjerat kasus skimming ATM tersebut, masuk ke Indonesia pada tanggal 03 Agustus 2019 dengan menggunakan bebas visa kunjungan," terangnya. 

WNA dengan inisial DPL tersebut dijemput dan diterima oleh Imigrasi Singaraja pada hari Senin tanggal 17 Oktober 2022 dari Lapas Kelas IIB Karangasem karena sudah selesai menjalani hukuman. 

Pria WNA ini dikenakan tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan penangkalan berdasarkan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. 

"Orang asing dimaksud telah melakukan kegiatan yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum, serta tidak menghormati dan tidak mentaati peraturan perundang-undangan," pungkas Napitupulu.

Selasa, 22 November 2022

DPRD Sampaikan Sembilan Rekomendasi saat Penetapan APBD Semesta Berencana 2023


Denpasar, Bali Kini
– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menyampaikan pendapat akhir dan rekomendasi terkait penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Bali tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023 menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Rapat Paripurna Ke-38 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2022 pada Selasa (22/11).


DPRD Bali yang diwakili Koordinator Pembahasan Raperda APBD 2023, Drs. Gede Kusuma Putra, Ak, MBA, M.M. memaparkan pendapat akhir Dewan terkait Raperda APBD 2023 dimana Pendapatan Daerah diperkirakan 6,632 triliun rupiah lebih yang terdiri dari: PAD 4,426 triliun rupiah lebih; Pendapatan Transfer 2,150 triliun rupiah lebih; dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 55,708 miliar rupiah lebih. 


Belanja Daerah, direncanakan 7,225 triliun rupiah lebih yang terdiri dari: Belanja Operasi 4,304 triliun rupiah lebih; Belanja Modal 1,188 triliun rupiah lebih; Belanja Tidak Terduga 50 miliar rupiah; dan Belanja Transfer 1,682 triliun rupiah lebih. Dewan juga menyampaikan 9 buah Rekomendasi DPRD Provinsi Bali terhadap Raperda APBD 2023.


Pertama, kata Kusuma Putra, guna menghindari bencana alam yang berulang, dimana dalam 3-4 tahun terakhir sudah dua kali terjadi banjir bandang, longsor bahkan sampai merenggut korban jiwa di Bali. 


‘’Kami dewan mendorong sekaligus mendukung Pemerintah Provinsi untuk lebih ekstra dalam melakukan pengawasan terhadap keberadan hutan-hutan yang ada. Fakta sudah sama-sama kita tahu bahwa batang kayu yang hanyut adalah akibat ulah pembalakan liar hutan,’’ ujar Kusuma Putra.


Kedua, ketahanan pangan dan pengendalian inflasi untuk tetap menjadi perhatian kita bersama mengingat perekonomian dunia termasuk regional yang belum betul-betul pulih sebagai dampak pandemi Covid-19.



Ketiga, kata Kusuma Putra, adanya wilayah/kawasan ataupun desa-desa di Bali yang menghasilkan produk-produk yang mempunyai potensi besar (bahkan sudah) untuk diekspor di satu sisi sementara keberadaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang merupakan amanat UU RI Nomor 2/2009 guna mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia melalui Pembiyaan Ekspor Nasional (PEN) dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi dan jasa konsultasi.


 ‘’Karenanya kami mendorong saudara Gubernur (melalui OPD terkait) untuk mengcreate desa-desa devisa di masa-masa mendatang guna bersinergi dengan desa-desa wisata yang sudah ada dan terus bertumbuh di seluruh pelosok wilayah Bali. Kalau desa wisata dan desa devisa bisa bersinergi di masa-masa mendatang kami Dewan punya keyakinan, saatnya nanti  Bali akan banyak memiliki desa-desa wisata sekaligus menjadi desa devisa atau sebaliknya desa-desa devisa sekaligus menjadi desa wisata,’’ ujarnya.


Keempat, Dewan mendorong Pemprov Bali untuk segera melakukan kajian yang komprehensif guna malakukan reformasi bantuan subak dan desa adat sehingga efektivitas dan rasa keadilan terpenuhi. Ada banyak subak dan desa adat masih sangat membutuhkan bantuan yang lebih dari yang diterima sekarang ini.


Di sisi lain ada juga subak dan desa adat yang memandang sebelah mata terhadap bantuan yang diterima, karenanya perlu dicarikan formula yang tepat tanpa harus dipukul sama rata.


‘’Kelima, kami dewan mendorong sekaligus mendukung segala upaya dan langkah-langkah kreatif inovatif saudara Gubernur dalam rangka untuk meningkatkan Pendapatan Daerah Provinsi Bali,’’ ujarnya.



Keenam, berkenaan dengan beroperasinya Bus Trans Metro Dewata yang melayani masyarakat Bali, perlu dilakukan pengkajian kembali untuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaannya.


Ketujuh, lanjut dia, dewan mendorong dan mendukung Pemerintah Provinsi untuk memperjuangkan tenaga-tenaga kontrak seperti sopir, tukang kebun, cleaning service dan satpam di Kementerian PAN RB untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).



Kedelapan, dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, Dewan mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk memberikan atensi dan menyuarakan kepada semua rumah sakit di seluruh Bali dalam proses pelayanan kepada pasien agar mengedepankan penanganan ketimbang proses administrasi.


‘’Dan kesembilan, dewan mendorong Saudara Gubernur untuk secepatnya merealisasikan kemandirian energi untuk Bali guna tercapainya Bali yang Go Clean dan Go Green,’’ kata Kusuma Putra.[ar/r4]

Tok! Dewan Setujui APBD Bali 2023


Denpasar, Bali Kini –
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menyetujui dan menetapkan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023 menjadi Peraturan Daerah pada Rapat Paripurna Ke-38 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2022 pada Selasa (22/11) di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Bali.


Rapat Paripurna dengan agenda Pendapat Akhir dan Rekomendasi DPRD Provinsi Bali terhadap Raperda tentang APBD 2023 ini dibuka Ketua Dewan Nyoman Adi Wiryatama didampingi Wakil Ketua II, I Nyoman Suyasa dan Wakil Ketua III, Tjok Gede Asmara Putra Sukawati, dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, segenap Pimpinan dan Anggota DPRD Bali, Forkopimda, Sekda Bali Dewa Made Indra dan pimpinan OPD Provinsi Bali, Staf Ahli Pemprov Bali dan DPRD Bali.


Sebelum penetapan APBD SB Provinsi Bali TA 2023 melalui Keputusan Dewan Nomor 27 Tahun 2022 yang dibacakan Wakil Ketua II Nyoman Suyasa yang disetujui oleh seluruh anggota Dewan, Koordinator Pembahasan Raperda APBD 2023, Drs. Gede Kusuma Putra, Ak, MBA, M.M. menyampaikan Pendapat Akhir dan Rekomendasi DPRD Provinsi Bali terhadap Raperda APBD 2023.



Kusuma Putra menyampaikan Raperda APBD 2023 merupakan arah kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Bali yang menjadi dasar dalam mengoptimalisasikan kewenangan dan tugas pemerintahan, utamanya melaksanakan Visi Pembangunan Provinsi Bali Tahun 2018-2023 Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.


Kusuma Putra mengungkapkan, penyusunan APBD SB Provinsi Bali TA 2023 adalah sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah dengan Kebijakan Pemerintah, yang tahapannya dimulai dari Penyusunan RKPD, Penyusunan KUA dan PPAS, sampai pada Penyusunan Raperda tentang APBD Semesta Berencana, dan Penyusunan Rapergub tentang Penjabaran APBD Semesta Berencana.


‘’Terhadap usulan penambahan kegiatan dan subkegiatan yang tidak tercantum dalam RKPD TA 2023 dan  KUA PPAS TA 2023, yang bersumber dari DAK dan PAD sebesar Rp. 507.950.402.740 dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan sebagaimana mestinya dalam APBD 2023 pada prinsipnya disetujui,’’ ujar Kusuma Putra.


Dijelaskan, Alokasi Anggaran Belanja untuk pembangunan di Tahun Anggaran 2023 diprioritaskan untuk anggaran program yang memenuhi kebutuhan wajib sesuai dengan amanat Peraturan Perundang-undangan, di mana bidang-bidang prioritas tersebut meliputi: Pangan, Sandang dan Papan dengan anggaran 171,778 miliar rupiah lebih atau 2,38% dari total belanja daerah.


Kemudian Kesehatan dan Pendidikan dengan anggaran 2,510 triliun rupiah lebih atau 34,74% dari total belanja daerah; Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan dengan anggaran 34,454 miliar rupiah lebih atau 0,48% dari total belanja.


Budang Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya dengan anggaran 602,552 miliar rupiah lebih atau 8,34% dari total belanja daerah; Pariwisata dengan anggaran 14,777 miliar rupiah lebih atau 0,20% dari total belanja daerah; Penguatan Infrastruktur dengan anggaran 1,096 triliun rupiah lebih atau 15,18% dari total belanja daerah; dan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik dengan anggaran 2,794 triliun rupiah lebih atau 38,68% dari total belanja daerah. Sehingga totalnya 7,225 triliun rupiah lebih.


Selanjutnya, Kusuma Putra menyampaikan, untuk Alokasi Anggaran Belanja yang bersifat wajib telah dipenuhi, dimana fungsi pendidikan dialokasikan 1,888 triliun rupiah lebih atau 26,14% dari total  belanja  daerah, fungsi kesehatan dialokasikan 793,507 miliar rupiah lebih atau 12,11% dari total belanja daerah di luar gaji ASN dan tunjangan, dan anggaran penguatan infrastruktur 1,151 triliun rupiah lebih atau 15,84% dari total belanja daerah.


Terkait volume Raperda APBD 2023, bahwa Pendapatan Daerah diperkirakan 6,632 triliun rupiah lebih yang terdiri dari: PAD 4,426 triliun rupiah lebih; Pendapatan Transfer 2,150 triliun rupiah lebih; dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 55,708 miliar rupiah lebih. Belanja Daerah, direncanakan 7,225 triliun rupiah lebih yang terdiri dari: Belanja Operasi 4,304 triliun rupiah lebih; Belanja Modal 1,188 triliun rupiah lebih; Belanja Tidak Terduga 50 miliar rupiah; dan Belanja Transfer 1,682 triliun rupiah lebih.


Dengan Anggaran Pendapatan Daerah 6,632 triliun rupiah lebih dan Belanja Daerah 7,225 triliun rupiah lebih pada RAPBD 2023, terdapat Defisit Anggaran 592,543 miliar rupiah lebih atau 8,93%. 


Dengan defisit 592,543 miliar lebih ditambah dengan adanya Pengeluaran Pembiayaan 437,500 miliar rupiah yang meliputi: Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 100 miliar; Pembentukan Dana Cadangan dalam Rangka Penyelenggaraan Pilkada/Pileg Tahun 2024 sebesar 150 miliar rupiah, dan Pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar 187,500 miliar rupiah. Karenanya, diperlukan penerimaan pembiayaan 1,030 triliun lebih. Mengingat diperkirakan ada Silpa APBD 2022 sebesar 226,871 miliar lebih sehingga diperlukan pembiayaan bersih 803,172 miliar lebih.


Sementara Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pimpinan dan segenap Anggota Dewan yang terhormat. 


Apa yang telah diputuskan tentang keseluruhan isi APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2023, merupakan hasil terbaik yang dapat dicapai dari proses pembahasan secara bersama-sama antara Eksekutif dan Legislatif. 


"Inilah wujud komitmen, dedikasi, dan tanggung jawab kita bersama secara konstitusional, politis, dan moral untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali secara niskala-sakala, sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam mewujudkan Bali Era Baru," kata Koster.


Dengan telah disetujuinya Raperda tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023 ini, selanjutnya sesuai dengan ketentuan Pasal 111 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, paling lambat 3 (tiga) hari ke depan akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat untuk dievaluasi.



‘’Semoga Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan restu, perlindungan, dan tuntunan kepada kita, sehingga apa yang menjadi niat baik, tulus, dan lurus, serta tujuan kita bersama yang dituangkan dalam APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2023, dapat terwujud dengan lancar dan sukses, serta memberi manfaat nyata bagi kemajuan Bali,’’ ucap Gubernur Koster.[ar/r4]

7 Kabupaten Berlaga Cabor Yongmodo Porprov XV di Jembrana


BALIKINI.NET | JEMBRANA – Sebanyak tujuh kabupaten akan berlaga dalam cabor Yongmodo   dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke XV 2022 di Jembrana.

Hari pertama penyelenggaran , dibuka langsung  I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) sebagai Ketua KONI Jembrana bertempat di GOR Kresna Jvara Jembrana, Selasa (22/11).

Selaku Technical Delegate, Gede Agra Kumara mengungkapkan bahwa cabang olahraga yongmoodo itu dilakukan di kabupaten Jembrana.  Adapun peserta yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke XV 2022 adalah 7 kabupaten/kota. 

“ Minus kabupaten tabanan dan karangasem. Untuk jumlah atlit itu ada 62 atlit yang terdaftar awalnya namun ada pengundurkan diri 1 dari kabupaten badung karena hamil. Sehingga total yang bertanding adalah 61 atlit,” bebernya. 

Sementara dalam cabang olahraga Yongmoodo ini akan  mempertandingkan 12 kelas yang terdiri dari 8 kelas putra dan 4 kelas putri. 

 “Ada 12 medali emas yang diperebutkan. Kemudian juga ada yang dapat kami laporkan kegiatan ini sudah berlangsung dari tanggal 21 mulai dari pendaftaran ulang dan menimbang berat badan atlet ,” tandasnya.

Sementara Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna optimis cabor Yongmodo dapat menyumbang medali bagi tuan rumah Jembrana.

" Teman teman sekalian dari kabupaten kota lain saya ucapkan selamat datang di Jembrana .
Selamat bertanding dan selalu junjung tinggi sportifitas.  Kalau ada yang menang pasti ada yang kalah, kita  berharap menang dengan cara cara yang elegan,” ungkapnya. 

Disisi lain,  Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang turut menyaksikan pertandingan cabor Yongmodo hari pertama, mengingatkan atlet dan penyelenggara pertandingan mengedepankan sportivitas .

"Sebagai tuan rumah tentu menginginkan pelaksanaan Cabor Yongmoodo ini berjalan dengan penuh sportifitas, apa yang dilaksanakan event hari ini merupakan semeton semua, menang kalah sudah biasa dalam pertandingan," harap orang nomor satu di Jembrana itu. 

Sebagai Kepala Daerah, pihaknya mengingatkan kepada para official dan wasit agar selalu menjunjung sportifitas. 

“Semoga  pertandingan cabor yongmoodo ini bisa berjalan dengan baik. Saya juga berterimakasih kepada KONI provinsi bali telah memilih Kabupaten Jembrana sebagai tuan rumah terlaksananya kegiatan yongmoodo,"ujarnya.

Bupati Sanjaya Dukung Sinergi Krama Wanesari Baleran Dalam Membangun Yadnya Ngaben Bersama


BALIKINI.NET | TABANAN –  Perwujudan dukungan dalam menjaga keseimbangam pembangunan yang harmonis sekala dan niskala dengan masyarakat, sinergitas antara pemerintah dan masyarakat harus terbentuk. Sebab itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara intens dan berkelanjutan turun ke masyarakat sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas pembangunan yang dilaksanakan masyarakat dalam mewujudkan Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

Seperti halnya kali ini, Selasa, (22/11), Bupati Sanjaya didampingi Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga dan beberapa anggotanya, yakni, I Wayan Widnyana dan Gusti Komang Wastana, Sekda, para Asisten dan OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan, Perbekel dan Bendesa Adat setempat, Bupati Sanjaya menghadiri upacara Pitra Yadnya Ngaben bersama yang diselenggarakan oleh krama Banjar Adat Wanasari Baleran, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan.

Dalam aksinya tersebut, Bupati Sanjaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah setempat. “Kebetulan juga saya mengajak Kepala BPBD Tabanan dan membawa paket Sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana. Niki Ngaben Bersama dapat bonus, jarang-jarang terjadi dan kebetulan ada sembako untuk kami bagikan kepada masyarakat disini,” ucap Sanjaya.

Dihadapan masyarakat, Orang nomor satu di Tabanan juga mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat dan seluruh pihak terkait karena dalam melakukan konsep pembangunan, baik dari segi Parahyangan, Pawongan atau Palemahannya, sangat luar biasa. Disamping itu, rasa persaaudaraan dan kekompakan dari krama Wanesari Baleran juga tidak luput dari pujian Bupati Sanjaya yang begitu kompak dan bersatu.

‘Sampun guyub, sampun raket, paham arti sebuah kebersamaan, paham arti bagaimana kita kompak bersatu membangun di Kabupaten Tabanan, baik itu Parahyangan, Pawongan maupun Palemahannya. Azas manfaat ketika kita ajak kompak dirasakan dengan baik. Coba bayangkan, kalau tidak ada bantuan pemerintah dan persatuan masyarakat, pembangunan akan susah dilakukan,” tegas Sanjaya.

Selain itu, Sanjaya juga menambahkan, bahwa membangun Tabanan tidak bisa hanya dari satu sisi tetapi harus melalui semua sisi karena sebagai umat Hindu tidak pernah terlepas dari yang namanya Yadnya, baik itu Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya, dan Bhuta Yadnya. Untuk itu, Bupati Sanjaya menginginkan apa yang terjalin baik antara pemerintah dan masyarakat di Wanesari Baleran agar terus dilanjutkan dan ditingkatkan dalam tahun-tahun kedepannya sinergi untuk bersama-sama bergotong-royong mewujudkan pembangunan.

Atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran, Ketua Panitia I Made Kadiana, menyampaikan kebahagiaanya dan berharap apa yang menjadi keinginan dari pelaksanaan karya ini bisa dicapai dengan maksimal. Kemudian, Ia mengatakan, bahwa Pitra Yadnya ini dilakasanakan sesuai Perarem Adat selama 5 tahun sekali, dengan Toya Prenawa, dan diikuti 12 Sawa, juga ada 4 Sawa Ngelangkir, 1 Sawa Ngelungah dan 15 Warak Kuron, serta pelaksanaan Atma Wedana 16 Sawa.

Dalam pelaksanaan Ngaben ini, pihaknya juga sangat bersyukur karena telah mendapat dukungan pemerintah, baik dari segi riil maupun materiil. “Tiang mewakili krama Banjar Adat Wanesari Baleran mengucapkan terimakasih yang sebesar-sebesarmya kepada Bupati Tabanan beserta jajaran atas bantuannya. Untuk sedikit kekurangan dalam pelaksanaan ini, kami juga laksanakan penggalian dan juga iuran dari masyarakat,” ungkapnya

Pemkot Denpasar Gelar Monev Kearsipan 2022, Lima OPD Raih Nilai Tertinggi


BALIKINI.NET | DENPASAR – Usai menggelar dua tahap penilaian sejak 14 Juli sampai 3 Oktober 2022 lalu, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, akhirnya menentukan 5 peringkat terbaik dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Kearsipan yang diikuti 36  Perangkat Daerah di lingkungan Kota Denpasar. Penyampaian Piagam Penghargaan kepada 5 OPD  yang meraih nilai tertinggi itu diserahkan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, pada Selasa (22/11) di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar.

Peringkat pertama diraih oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, peringkat kedua diraih Dinas Kebudayaan, dan peringkat ketiga diraih oleh RSUD Wangaya. Sedangkan peringkat keempat dan kelima masing masing diraih oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik. 

 Sekda Alit Wiradana menyampaikan apresiasi penyelenggaraan kegiatan Monev Kearsipan ini sebagai sebuah langkah inovasi dalam kegiatan pengarsipan di lingkungan instansi Kota Denpasar. 

"Saya meyakini, pengelolaan arsip merupakan hal penting yang harus diterapkan di semua instansi, dikarenakan berkaitan dengan data dan catatan. Manajemen kearsipan yang baik akan menentukan kualitas dan kompetensi instansi itu sendiri. Untuk itu, saya harap semua instansi di lingkungan Kota Denpasar menata dan mengelola kearsipan dengan baik," kata Sekda Alit Wiradana. 

Kepada para instansi pemenang, Alit Wiradana berpesan untuk dapat mempertahankan prestasi ini bahkan jika memungkinkan dilakukan peningkatan. 

"Selamat kepada para instansi pemenang. Saya berharap kedepannya prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Ini juga sebagai upaya menaikkan indeks kearsipan di lingkungan Pemkot Denpasar," lanjutnya. 

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, I Dewa Nyoman Sudarsana menyebutkan setidaknya terdapat 5 unsur  penilaian dalam proses dan tahapan penilaian Monev Kearsipan ini. 

"Unsur yang dinilai antara lain adalah Penciptaan Arsip, Penggunaan Arsip, Pemeliharaan Arsip, Penyusutan Arsip dan Sumber Daya Kearsipan. Selama penilaian berlangsung, pembinaan dilakukan oleh tim kearsipan yang terdiri dari 4 orang asiparis dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bali," jelasnya. 

Pelaksanaan Monev Kearsipan ini sendiri, menurut Dewa Nyoman Sudarsana bertujuan untuk memotivasi perangkat daerah untuk lebih memperhatikan kerarsipan. 

"Gerakan sadar arsip nasional kini sedang digalakkan, maka Monev Kearsipan ini kami harapkan bisa menjadi dasar penyelenggaraan sistem kearsipan yang lebih baik lagi," imbuhnya.

Pemkot Denpasar Launching Produk Program Matching Fund Strategi Pengembangan SDM


BALIKINI.NET | DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar bersinergi dengan Universitas Warmadewa (Unwar) mengadakan Launching Produk Program Maching Fund dengan tema Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Profesional berkompetensi dalam bidang pertanian terintegrasi melalui kearifan lokal.

Kegiantan ini di buka Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana, Selasa (22/12) bertempat di  Kebun Agro Learning Center. Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Anggota DPD RI Provinsi Bali, Made Mangku Pastika, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, IB. Mayun Suryawangsa, para dosen pertanian dan mahasiswa Unwar.

Pertanian merupakan sektor yang mampu bertahan dimasa pandemi secara nasional, dimana sebagian besar sektor lainnya mengalami pertumbuhan negatif sedangkan sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif, demikian disampaikan Sekda Alit Wiradana saat membacakan sambutan Walikota Denpasar secara tertulis.

Lebih lanjut dikatakan, keberasilan sektor pertanian tidak lepas dari peran SDM profesional yang kompeten di bidangnya, mulai dari para pelaku utama yaitu petani hingga pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian dari hulu hingga hilir.

Saat ini Universitas Warmadewa sebagai salah satu Universitas swasta di Bali yang memiliki Fakultas di bidang Pertanian, telah mampu menghasilkan strategi pengembangan SDM Profesional berkompetensi dalam bidang pertanian terintergrasi melalui kearifan lokal yang bekerjasama dengan program Matching Fund.

“Semoga strategi yang dihasilkan ini mampu menarik minat para generasi muda untuk berkecimpung langsung di sektor pertanian dan bergerak di proses produksi hingga panen serta pasca panen. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada Unwar atas lounching produk hasil program Matching Fund ini, dan strategi yang dihasilkan bisa menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan SDM pertanian guna mewujudkn ketahanan pangan di Denpasar,” kata Alit Wiradana.

Sementara wakil ketua Marching Fund Dosen program studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSDP) Fakultas Pertanian Unwar, Ir. I Made Kawan mengatakan, Matching Fund 2022 yang digarap Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa menunjukkan sektor pertanian adalah bidang yang sangat menjanjikan untuk saat ini dan kedepan. Bahkan Fakultas Pertanian Unwar mengintegrasikan sebanyak 4 kegiatan, seperti Agroteknologi berupa penanaman sayuran, kemudian kegiatan Perikanan berupa budi daya ikan nila dan udang galah, selanjutnya Peternakan dengan komoditas ayam kampung super dan terakhir adalah Ilmu Teknologi Pangan (ITP) dengan pengolahan hasil dari tiga kegiatan tersebut, tentunya tanpa limbah yang terbuang sedikitpun.

Pada prinsipnya dalam Matching Fund kali ini adalah menjadikan sebuah produk. Seperti perikanan produknya adalah udang galah dan ikan nila yang bisa dikonsumsi dengan proses mengambil limbah dari peternakan berupa kotoran ayam lalu dijadikan pakan ikan sehingga tidak ada kotoran yang terbuang sia-sia.
"Dengan ditambahkan  mikroorganisme serta molase sebagai pakan dari ikan tersebut. Sehingga kotoran ayam bisa dipakai sebagai pakan ikan," ujarnya.

Dalam Agroteknologi diterapkan dengan air sebagai limbah kolam yang diambil nutrisinya untuk menyiram sayuran hidroponik yang diletakkan di atas kolam tersebut. "Jadi  terintegrasi semua dan tidak ada sesuatu yang terbuang," imbuhnya.

Pertandingan Olahraga Tradisional Meriahkan HUT Korpri dan PGRI di Jembrana


BALIKINI.NET | JEMBRANA – Peringatan HUT Korpri ke-51 dan PGRI ke -77 diKabupaten Jembrana digelar sederhana dipusatkan di taman surapati depan kantor bupati Jembrana , selasa ( 22/11).

Sejumlah pertandingan olahraga tradisional digelarkan memeriahkan peringatan itu.
Diantaranya balap karung, terompah , hadang, serta jalan sehat diikuti sejumlah pegawai ASN dan guru bagian dari PGRI sekabupaten Jembrana.

Lomba dibuka Bupati  Jembrana I Nengah Tamba serta Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna yang turut serta mengikuti  rangkaian   acara dimulai dari jalan sehat.
Tidak hanya olahraga tradisional, juga digelar aksi sosial donor darah .

Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Jembrana yang juga sekda Jembrana  I Made Budiasa mengatakan kegiatan lomba tradisional  digelar  untuk memupuk kekompakan dan persatuan ASN di Jembrana.

"Hari ini penuh dengan kegiatan untuk menjaga kekompakan dan persatuan kita Korp Pegawai Republik Indonesia di Jembrana baik ASN maupun non-ASN begitu juga dengan tenaga pengajar dan dharma wanita, selain itu kita laksanakan aksi sosial donor darah yang diikoordinir dinas kesehatan," ungkapnya.

Budiasa menambahkan  menambahkan peringatan HUT KORPRI juga diisi dengan aksi-aksi sosial yang melibatkan ASN.

"Kita akan serahkan santunan dari sumbangan anggota KORPRI kepada para korban banjir yang juga anggota KORPRI akan dilaksanakan pada 25 Nopember nanti, ditambah kegiatan penanaman pohon, kemudian puncak rangkaian peringatan ditutup dengan pelaksanaan Apel pada 29 Nopember di Stadion Pecangakan," tandasnya. 

Sementara Bupati I Nengah Tamba berharap kendati digelar secara sederhana
Peringatan  HUT KORPRI dan PGRI tidak mengurangi semangat para ASN melayani, berkontribusi dan berinovasi untuk Kabupaten Jembrana.

" Walaupun digelar dengan sederhana saya harap kondisi ini tidak mengurangi esensi dari HUT KOPRI dan HUT PGRI, Saya harap kinerja yang sudah baik dilanjutkan dengan penyempurnaan-penyempurnaan dalam rangka memberikan pelayanan publik terbaik serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat," harapnya.

Selain itu, momentum HUT Korpri dan PGRI dijadikan semangat agar ASN lebih produktif dan solid dalam menunaikan tugas tugas.

" Hari ini adalah hari ulang tahun kita, harus semangat merayakan hari jadi ini. Bekerjalah dengan sepenuh hati sebagai abdi negara, tetap solid.
Tingkatkan produktivitas dalam rangka memberi pelayanan masyarakat dengan maksimal," kata Bupati Tamba pada sambutannya 

Pemkot Denpasar Rutin Gelar Operasi Pasar Murah


BALIKINI.NET | DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) semakin gencar lakukan operasi pasar murah untuk mengendalikan harga pangan pokok yang berimbas terhadap laju inflasi, kali ini bertempat di Lapangan Arga Soka, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Selasa (22/11).

Berdasarkan data yang dihimpun dilapangan, harga bahan pangan pokok utama di operasi pasar terpaut lebih murah dibandingkan harga dipasaran, seperti beras pertiwi Rp. 53.000,-/5Kg, telur tanggung seharga Rp. 44.000,-/Krat, minyak goreng Rp. 13.500,-/Liter, bawang merah Rp. 22.500,-/Kg, bawang putih Rp. 15.000,-/Kg, cabe kecil Rp. 28.000,-/Kg, Kentang Rp. 12.000/Kg.

Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana yang tampak meninjau langsung didampingi Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, pihaknya menilai kegiatan ini cukup memberikan dampak positif menekan laju inflasi di Kota Denpasar, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar pada bulan Oktober tercatat -0,04 dengan komparasi di bulan September sebesar 1,17, artinya lebih kecil dibadingkan bulan sebelumnya.

“Selain memberikan dampak secara makro yakni menekan laju inflasi, kami harap operasi pasar ini juga dapat secara langsung membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-harinya dengan harga yang terjangkau, serta memberikan ruang untuk UMKM disekitar lokasi pasar murah untuk ikut serta,” Kata Sekda IB. Alit Wiradana.

Ni Wayan Sari salah satu warga sekitar yang ditemui saat berbelanja mengaku, harga telur di operasi pasar ini terpaut lebih murah dari harga pasaran yang biasa dibeli yakni Rp. 45.000,- hingga Rp. 48.000,-/Krat.

“Adanya pasar murah ini sangat membantu kami ditengah harga yang fluktuatif, mengingat juga ini merupakan kebutuhan pangan sehari-hari, kami harap Pemerintah Kota Denpasar terus gencar menggelar pasar murah hingga harga dipasaran nanti kembali normal,” katanya. Kadis Perindag Kota Denpasar Nyoman Sri Utari mengatakan bahwa operasi pasar yang digelar Pemkot Denpasar akan dilaksanakan hingga bulan Desember mendatang, sebagai upaya untuk mengendalikan laju inflasi di Kota Denpasar. 

Tuntaskan Masalah Sampah di Desa, Bupati Suwirta Resmikan TPS3R Desa Jumpai dan Desa Dawan Kelod

 

BALIKINI.NET | KLUNGKUNG – Guna menuntaskan permasalahan sampah di Desa dan menuju 100 persen TOSS Desa.  Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta Meresmikan TPS3R Segara Asri Desa Jumpai dan TPS3R Suda Siti Desa Dawan Klod, Selasa (22/11).

Bupati Suwirta dalam arahanya mengatakan, setelah diresmikan ini pemanfaatan harus berjalan dengan bagus sesuai dengan harapan. Bupati Suwirta juga meminta Desa Adat dan Desa Dinas harus berkolaborasi dengan baik untuk mensosialiasikan dan menyadarkan masyarakat memilah sampah dari sumbernya agar masyarakat ini sadar memilah sampah dari rumah. "Komitmen dan berkelanjutan dalam penanganan sampah serta berkolaborasi harus dijalankan dengan baik, " ujar Bupati Suwirta

Dirinya juga meminta untuk membuat inovasi dalam penanganan sampah. "Pengolahan sampah tergantung kita semua. Mari kita bergerak bersama-sama agar permasalahan sampah bisa terselesaikan," imbuhnya.

Sambutan Perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali, yang di bacakan Sujiono mengucapkan terimakasih atas kerjasama dari semua pihak karena dengan kerja kerasnya pekerjaan fisik TPS 3R ini dapat terselesaikan dengan baik "Program ini dalam penanganan sampah rumah tangga menuju desa bersih dan asri. Semoga dapat berjalan dan berbelanjutan dalam penanggulang sampah di Desa," harapnya

Sementara Kepala Desa Jumpai, I Wayan Sudiarna mengucapkan terimakasih atas bantuan pembangunan TPS3R Segara Asri. "dengan diresmikannya bangunan ini kita akan mulai pembersihan lingkungan, diawali dari sosialisasi pemilahan sampah dari rumah ke masing-masing dusun," ujar Wayan Sudiarna

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved