-->

Jumat, 20 Mei 2022

Jajan Tradisional Sirat yang Melangka di Bali


BALIKINI.NET, DENPASAR Jajan Sirat jenis jajanan yang umumnya untuk sarana banten (sebuah upacara di Bali). Jika disejajarkan jenis jajanan ini sama halnya dengan jajan Laklak atau dodol lampetan di Penglatan, Buleleng.

Jajanan Sirat ini umumnya menjadi jajanan tradisional yang dibuat asal kota Tabanan. Disebut nama Sirat karena cara membuatnya seperti Mesirat atau disirami. Bahan dasar yang digunakan selain tepung beras juga dicampur tepung kanji secukupnya.

"Dari tepung beras dan tepung kanji secukupnya, juga dicampur gula merah yang dicairkan dan disaring," ungkap Jro Mk.Istri Gede.

Menurutnya untuk jenis jajan Sirat ini sudah menjadi jenia jajan langka di pasaran. Dirinya masih tetap beratahan karena masih adanya pesanan sejumlah warung yang menjual bahan jajanan banten Bali.

Bicara rasa selain gurih juga lembut setelah dijemur. Jika ingin gurih renyah, usai digoreng bisa langsung dimakan. 

"Usai digoreng tidak bisa langsung dikirim, harus didamuhin (tidak sinar matahari langsung) supaya agak layu dan lembut," ucapnya.


Selasa, 05 April 2022

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Ngeratep Lan Pasupati Sesuhunan Pura Dalem Suwung Batan Kendal


Denpasar, Bertepatan dengan Soma Kliwon Landep (Kajeng Kliwon Enyitan) Banjar Suwung Batan Kendal melaksanakan Ngeratep Ratu Ayu di  Pura Dalem Batan Kendal, Banjar Suwung Batan Kendal, Desa Adat Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar  pada Senin (4/4).

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa,  Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra,  Putu Mamas Lestari,  Made Setiadi,  Bendesa Adat  serta tokoh masyarakat desa setempat.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan walaupun dalam situasi pandemi seperti ini, tidak mengurangi antusias masyarakat di dalam melaksanakan yadnya.  Ia berharap dengan terselenggaranya upacara ini rasa kekeluargaan antar umat serta Sradha Bhakti  kepada Ida Sang Hyang Widhi semakin meningkat sehingga dapat menimbulkan dampak positif terhadap kita semua.

Prawartaka Karya, Ketut Sukita didampingi Kelian Banjar Suwung Batan Kendal, Wayan Suwirta mengatakan pelaksanaan upacara Ngeratep, Pemelaspasan dan Mepasupati di Pura Dalem Batan Kendal dalam masa pandemi covid-19 ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta mewajibkan para pemedek untuk menggunakan masker.
 
Lebih lanjut dikatakannya, upacara Ngeratep, Pemelaspasan dan Pasupati sesuhunan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari  Griya Tegal Jingga Denpasar. Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan pelaksanaan perbaikan (ngodakin) sesuhunan dilaksanakan sejak bulan Januari lalu. Adapun sesuhunan yang diodak yakni Ratu Ayu Rangda, Ratu Ayu Gandrung, Pretima, Gedarbe, serta Gambelan Gandrung.

“Kami berharap walau situasi masa pandemi seperti ini kegiatan keagamaan, adat dan kebudayaan tetap bisa berjalan walaupun harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat. Karena kita di Bali khususnya di Denpasar tidak luput dengan upacara keagamaan namun kita semua wajib untuk mengikuti protokol kesehatan seperti menerapkan Sosial dan Phsical Distancing dan tetap menggunakan masker serta menjaga jarak dan kebersihan,” ujarnya.(sdps)

Jumat, 11 Maret 2022

Komponen Pariwisata Bali Berterimakasih ke Gubernur Koster


BALI, BaliKini.NET -- Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali, Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC Bali), dan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par)-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali mendoakan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Ardhana Sukawati di dalam memimpin Pulau Bali agar diberikan kesehatan dan sukses untuk mewujudkan Bali bangkit dan Bali tumbuh. 

Doa tersebut disampaikan pada Rabu (Buda Wage Kelawu) 9 Maret 2022, pasca Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan kompak mengumumkan kebijakan baru bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) atau Wisatawan Mancanegara (Wisman) tanpa karantina dan bisa menggunakan Visa on Arrival (VoA) ke Pulau Bali mulai Tanggal 7 Maret 2022.

Ketua DPD IHGMA Bali, Agus Yoga Iswara menyatakan selama 2 tahun lamanya sungguh luar biasa pembelajaran yang Kita dapatkan semenjak pandemi Covid-19 merebak dengan berbagai variannya, namun syukur varian Omicron tidak berbahaya. 

Dalam proses penanganan pandemi Covid-19, DPD IHGMA Bali sangat memahami bagaimana Kita semua lelah, apalagi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur mungkin jauh lebih lelah dari Kami, karena banyak yang tidak terlihat di belakang layar. 


“Sehingga Saya yakin banyak dari Kita yang belum sadar bahwa Bapak Gubernur berjuang keras sekali. Salah satu buktinya mampu membawa Bali pada tanggal 7 Maret 2022 bebas karantina untuk Wisman dan menggunakan VoA. Ini merupakan hasil perjuangan yang membuat Kita tidur tersenyum dan merupakan perasaan yang tidak bisa Kami ekspresikan. Dari lubuk hati yang terdalam Kami ucapkan suksma agung kepada Bapak Gubernur, Wagub dan seluruh jajaran. Semoga Bapak dan semua diberikan kesehatan,” ujar Agus Yoga Iswara.

Untuk menyambut kedatangan Wisman ke Bali, Ketua DPD IHGMA Bali, Agus Yoga Iswara mengajak seluruh komponen pelaku pariwisata untuk menjaga destinasi pariwisata di Bali, hingga harga kamar dan akomodasi diharapkan tidak ditarif terlalu mahal, serta Kita harus bersama-sama mempromosikan destinasi wisata Bali yang seatraktif mungkin. 

“Saya sempat berdiskusi dengan pihak US tentang kebijakan Bali, karena berita sudah sampai disana. Mereka bahkan bertanya kenapa Bali sudah bisa VoA dan bebas karantina, sedangkan mereka tidak bisa? Lantas Saya katakan, karena Kita (Bali, red) punya Gubernur Wayan Koster,” kata Agus Yoga Iswara.   

Guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan infrastruktur pariwisata di Pulau Bali, DPD IHGMA Bali lebih lanjut mengapresiasi pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Gubernur Bali jebolan ITB tersebut. 

“Tidak hanya menjadi legacy luar biasa, namun pembangunan ini masuk ke dalam roh-nya Pulau Bali. Juga konsep-konsep seperti Ekonomi Kerthi Bali yang sangat tepat momentumnya untuk penyelamatan Bali setelah pandemi,” ujar Agus Yoga Iswara kembali sembari menegaskan Saya salut atas kebijakan Bapak Gubernur Wayan Koster.

Sementara Ketua Harian Indonesian Housekeeper Association (IHKA) Bali, Nyoman Sugiarta menyampaikan, Kami beserta seluruh stakeholder pariwisata yang tergabung dalam Forum Bali Bangkit atas dibukanya gembok pintu gerbang internasional Bali dengan diberlakukannya VoA dan Wisman bebas karantina menyampaikan terimakasih ke Gubernur Bali, Wayan Koster. 

“Mudah-mudahan ini suatu kebangkitan untuk pariwisata Bali. Kami berharap, semuanya para pelaku pariwisata di Bali bergerak semaksimal mungkin mengawal dan mengimplementasikan Protokol Kesehatan Covid-19, sehingga kebijakan Pemerintah Pusat bisa terjaga dan aman,” kata Nyoman Sugiarta seraya berulang kali menyatakan terimakasih kepada Pemda Bali yang dipimpin Gubernur Wayan Koster untuk terus berjuang bernegosiasi dengan Pemerintah Pusat, sehingga kini kebijakan tersebut bisa terwujud. 

Sedangkan, Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC Bali), I Ketut Darmayasa mengatakan Saya mewakili IFBEC Bali mengungkapkan apresiasi yang sangat mendalam dan luar biasa kepada Bapak Gubernur Koster yang berusaha sangat kuat sekali di dalam mendukung kebangkitan pariwisata Bali. Dari beberapa agenda yang direkomendasikan oleh Forum Bali Bangkit, semuanya sudah terkabulkan berkat kerja keras Bapak Gubernur, salah satunya dengan adanya regulasi VoA dan bebas karantina. 

Untuk itu, masyarakat terutama masyarakat pariwisata sangat antusias sekali, sangat bergembira untuk menunggu kebijakan ini. Oleh karena itu Kami atas nama asosiasi, sangat berterimakasih sekali. Semoga selalu diberikan kesehatan dan selalu bisa berkarya untuk Bali kedepan. 

Kemudian, I Gusti Ayu Ketut Budiasih selaku Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par)-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali menyampaikan nada yang sama.

“Saya sangat berterimakasih untuk kebijakan VoA dan Bali bebas karantina bagi Wisman atau PPLN. Kebijakan ini seperti sudah membuka cahaya baru bagi Kami sebagai pelaku pariwisata di Bali.  Kami sepenuh hati akan bisa tersenyum kembali setelah 2 tahun tidak punya penghasilan tetap dan semoga Pariwisata Bali bisa bangkit. Untuk itu, Saya apresiasi perjuangan Bapak Gubernur Wayan Koster yang berjuang keras untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.



Senin, 21 Februari 2022

Wagub Cok Ace Dukung Laksmi Melaju Ke Ajang Putri Indonesia 2022


BALI, BaliKini.Net -- Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima audensi dari Laksmi Shari Deneefe Suardana yang terpilih untuk mewakili provinsi Bali di ajang Puteri Indonesia 2022 yang akan digelar 18 Maret 2022, bertempat di ruang kerja Wagub Cok Ace-Kantor Gubernur Bali, pada Senin (21/2). 

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Laksmi Shari yang berasal dari Ubud untuk mewakili Bali dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia 2022. Diharapkan, sebagai generasi muda Laksmi dapat memberikan vibrasi positif  bagi masyarakat Bali dalam membawa nama Bali ke ajang Nasional maupun Internasional. Selain itu, Wagub Cok Ace juga berpesan tidak hanya dalam momentum untuk mencari gelar Putri Indonesia, namun dalam kehidupan nyata diharapkan Laksmi dapat menginspirasi dan memberikan sumbangsihnya kepada Bali dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompeten berlandaskan pelestarian kearifan lokal. 

Menanggapi hal tersebut, Laksmi yang berdarah Blasteran ini mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemeritah Provinsi Bali atas dirinya. Sebagai putri Bali, dia ingin memperjuangkan edukasi bagi anak, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana. Inilah visi misi utamanya mengikuti ajang PPI.

"Bagi saya edukasi adalah nomor satu, karena itu saya berusaha membuat kampanye di media sosial bernama Break Event. Misi Break Event adalah, Breaking in a Quality True Education and Empowerman Especialy for Girls," kata Laksmi.

Menurut dia, karena hanya dengan edukasi bisa memberikan pemberdayaan, dan menurut riset yang pernah dilakukan, edukasi untuk perempuan dan keluarga berencana adalah solusi utama untuk melawan perubahan iklim di dunia. Menurut Laksmi, isu utama yang diangkat dalam Pemilihan Putri Indonesia 2022 adalah masalah edukasi.

Pandemi Covid-19 sangat merugikan anak sekolah dari sisi edukasi mereka.
"Saya sempat bicara dengan pendiri Bali Children Foundation, Margaret Barry, tentang ancaman penurunan literasi, terutama di desa terpencil seperti Desa Songan di Bangli. Selain itu saya mengadvokasikan sastra Indonesia dan budaya, tentunya melalui kerja sama dengan Ubud Writers and Readers Festival," tambahnya.

Laksmi memiliki alasan lain mengapa mengambil bagian dalam konteks PPI 2022. Sebagai putri asli Bali, ia memiliki tanggung Jawa moral untuk berjuang demi Bali di masa pandemi Covid-19 ini.

"Saya memilih maju sebagai calon dari Bali dan hanya dari Bali, karena saya adalah orang Bali, saya dibesarkan di Ubud dan saya sangat bersyukur dibesarkan di daerah yang budayanya sangat kuat dan alamnya sangat subur juga memiliki komunitas indah," jelas Laksmi.

Laksmi akan memberikan yang terbaik dalam ajang ini sebagai wujud terima kasih kepada Pulau Dewata dan keluarga besarnya di Ubud.

Selasa, 11 Januari 2022

Pasikian Pecalang Bali Ajak Yowana Jaga Keamanan


Denpasar , Bali Kini  -
Manggala Agung Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah mengeluarkan surat terkait Penegasan Pembuatan dan Pawai Ogoh  Ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944 dengan menujukan langsung surat tersebut kepada Bupati/Walikota se-Bali. 

Karena dalam surat tersebut berisi keamanan, maka Kami selaku Pecalang sangat siap memberikan pengamanan, apabila nantinya ada yowana/generasi muda di suatu Desa Adat hingga di tingkat Kabupaten/Kota se-Bali melakukan kegiatan pawai atau lomba, kata Made Mudra, Minggu (Redite Kliwon, Medangkungan) 9 Januari 2022.

Made Mudra juga menyebut, bahwa Bapak Gubernur sudah berfikir bijaksana di masa pandemi ini dengan memberikan ruang kreatifitas kepada generasi muda untuk berkesenian dengan membuat ogoh -ogoh, meskipun ogoh-ogoh ini baru berkembang sejak tahun 1976 dan telah menjadi perayaan budaya jelang Hari Suci Nyepi. 

"Atas hal ini, Kami di Pasikian Pecalang Bali tetap mengajak para generasi muda atau yowana untuk ikut berwaspada selama berkegiatan ogoh-ogoh dengan cara menerapkan protokol kesehatan, hal ini Kami tekankan agar Kita semua bisa menekan gejolak sebaran Covid-19, dan jangan sampai menimbulkan klaster baru, karena pandemi ini belum usai, meskipun kondisi sudah melandai,"tambahnya,

Agar pembuatan dan pawai ogoh  ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944 ini berjalan dengan aman disetiap Desa Adat di Bali, maka pada kesempatannya Manggala Agung Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra mengungkapkan bahwa pihaknya pada tanggal 11 Januari 2022 akan melakukan koordinasi dengan Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali. 

"Dalam koordinasi tersebut, Kami akan menekankan Yowana untuk betul - betul terlibat bersama menjaga ketertiban dan keamanan, serta mengantisipasi penyebaran Covid-19, dengan harapan yowana ikut berperan mensosialisasikan surat tersebut kepada yowana di setiap Desa Adat,"tutupnya.(rl/4)

Minggu, 02 Januari 2022

Awal Tahun , Bupati Tamba Gelar Persembahyangan Bersama Memohon Kerahayuan Jagat


Karangasem , Bali Kini -
Mengawali tahun 2022, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menggelar persembahyangan bersama  di Pura Besakih, minggu (2/1/2022). Bersama Wabup Patriana Krisna serta OPD dilingkup Pemkab Jembrana , persembahyangan untuk memohon kerahayuan mengawali tahun yang baru. Serta , mendoakan keselamatan dan kekuatan  bagi umat ditengah Pandemi Covid-19. Kegiatan dharma yatra ini ,  wujud  keseimbangan melalui upaya penguatan secara niskala  selain penanganan secara sekala yang sudah berjalan .


Acara persembahyangan tepat dimulai pukul 10.00 wita, dimulai dari Pura Goa Raja yang terletak diareal bawah pura besakih, selanjutnya  di masing masing Pura Pedarman ( kawitan). Bupati Tamba  menghaturkan bhakti di pedarman kubontubuh , sedangkan wakilnya Patriana Krisna di Pedarman Bujangga Waisnawa. 


Selanjutnya, bupati dan jajaran menuju pura Sunaring Jagat Besakih dan seluruh rangkaian  Persembahyangan  diakhiri dengan muspa bersama di Pura Penataran Agung Besakih. 

" Persembahyangan ini wujud syukur dan ucapan  rasa terimakasih atas apa yang sudah kita jalani di tahun 2021. Sekaligus berharap di tahun 2022 , mendapat  panganugrahan Ida Sang Hyang Widi Wasa,  mendapat tuntunan hingga semua masyarakat  kompak mengawal pembangunan .

Serta seluruh perangkat daerah diberikan  sinar suci kekuatan,bekerja keras mewujudkan visi misi Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana , menyongsong tahun emas Jembrana ditahun 2026," kata Bupati Tamba


Lebih detil, ungkapan rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan Bupati Jembrana  kepada seluruh lini masyarakat dalam perannya membangun Jembrana di tahun 2021.

Menurutnya, partisipasi serta dukungan nyata itu sangat diperlukan , terlebih saat ini kondisi bangsa belum sepenuhnya terlepas dari  pandemi covid-19.


" Kebersamaan dan sinergi sangat dibutuhkan . Untuk mampu meningkatkan kualitas diri selaras dengan visi mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia berlandaskan Tri Hita Karana melalui implementasi misi Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana ," tuturnya. ( Abhi/4).


Rabu, 29 Desember 2021

Perjalanan Spritual Tamba- Ipat , Ucapkan terimakasih dan Sampaikan permohonan maaf


Jembrana , Bali Kini -
Usai menyambangi sejumlah Pura Dang Kahyangan di Kabupaten  Jembrana , kegiatan darma yatra bupati dan wakil Bupati Jembrana dilanjutkan dengan persembahyangan di beberapa pura di Kabupaten Buleleng, rabu (29/12).


Persembahyangan sejak pagi hari ,  diawali dari  di Pura Kanjeng Ratu berlokasi dikelurahan Gilimanuk tepat pada pukul 06.00 wita. Selanjutnya menuju Pura Bakungan, Pura Segara Rupek,  Pura Payogan 

,Prapat Agung , Kerta Kawat , Pura Melanting.

Perjalanan spiritual Bupati Jembrana bersama wakilnya itu,  berakhir di Pura  Kahyangan Jagat Pulaki Kecamatan Gerokgak. 


 Rombongan Bupati tiba di pura ini sekitar Pukul 15.00  Wita langsung melakukan persembahyangan bersama dengan khusuk ,berbaur dengan sejumlah pemedek yang tangkil  di pura ini.

 

 Seluruh rangkaian persembahyangan berakhir senja hari dibawah guyuran hujan yang turun didaerah Gerokgak dan sekitarnya.

 

Bupati Tamba mengatakan , darmayatra selama dua hari itu wujud Terimakasih yang Ia sampaikan bersama jajaran diberikan kesempatan memimpin warga Jembrana kurun waktu hampir setahun, berjalan lancar, diberikan keselamatan dan kekuatan .

 Bupati Tamba juga berharap ditahun depan , mampu menjalankan tugas tugas lebih baik lagi. Sehingga apa yang dicita citakan lewat implementasi misi Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana dapat memargi antar lan rahayu .


Selain itu, perjalanan spiritualnya dengan mengajak Wabup Ipat dan pimpinan OPD juga untuk mengucapkan permohonan maaf sekala niskala , apabila dalam mengemban amanah  kepemimpinannya terdapat kesalahan dan  kekurangan. Utamanya saat melayani masyarakat Jembrana.


Bupati Tamba menyadari, sebagai bupati, wakil bupati dan segenap pimpinan di jajaran pemerintahan termasuk semua staf,  tentu selama setahun itu ada berbuat  kesalahan baik itu dari pikiran, perkataan dan perbuatan(Tri Kaya Parisudha), sekala dan niskala  agar kesalahan itu dapat diampuni.


" Hari ini persembahyangan kami dihari kedua . Disaksikan  jero mangku serta pengempon pura masing masing , kami secara tulus iklas menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan syukur dan terimakasih diberikan kesempatan memimpin masyarakat Jembrana . Semoga ditahun berikutnya, diberikan kekuatan ,kejernihan berfikir untuk  merumuskan kebijakan kebijakan yang lebih baik. Karena itu saya juga mengajak OPD, sehingga niatan itu bisa direstui dan dilaksanakan , menjalankan Swadarma masing masing  dalam memberikan pelayanan yang lebih baik bagi warga  Jembrana ," ujar Tamba. ( Abhi/hr4)


Sabtu, 11 Desember 2021

Sediakan Ruang Bagi Generasi Muda Untuk Tetap Lestarikan Adat Dan Budaya Melalui Lomba Rindik


Karangasem, Bali Kini –
Masa pandemi Covid-19 tak menjadi halangan bagi Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem untuk tetap memberi ruang bagi generasi muda dalam melestarikan adat dan budaya, salah satunya melalui musik tradisional yakni Rindik tentu saja digelar secara virtual, guna menghindari kerumunan.


Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem, I Wayan Astika mengatakan jika lomba ini merupakan apresiasi pemerintah bagi generasi muda. "Kami memberi ruang bagi generasi muda untuk tetap beraktivitas. Disamping itu gelaran lomba ini juga sebagai apresiasi dalam partisipasi untuk membangun seni budaya sebagai mana misi pemerintah dalam membangun bidang sosial ekonomi serta seni dan budaya yang komprehensif dan berkelanjutan, " Ujar Astika, Sabtu (11/12/2021). 


Lomba Rindik Virtual ini bertajuk "Yowana Sanchita (EKSPRESI GENERASI MUDA) CERDAS, TERAMPIL, KREATIF, KOMPETITIF MERAIH PRESTASI" Dimana peserta wajib menyajikan Rindik dalam bentuk video daj dikumpulkan ditanggal 17-19 Desember 2021.  Peserta harus berdomisili di kabupaten Karangasem berusia 17-25 tahun. Jumlah peserta maksimal 3 ORANG (2 orang pemain rindik dan 1 orang pemain suling) dan wajib mengenakan pakaian adat. Disamping itu ada syarat khusus yakni dalam pengambilan video, peserta harus menyertakan sesajen sesuai kebutuhan. Minimal berupa Canang Sari dengan Tatakan Dulang, sementara setting gamelan diatur oleh masing-masing peserta.


Sementara kriteria penilaian yakni; Bentuk (struktur lagu pokok), teknik (gegebug, tetekes, polos sangsih, ngumbang ngisep,ngundir),penjiwaan (ekspresi, gaya sesuai karakter lagu) serta penampilan (kostum, fisik & suara Iistrumen).(Ami)



Sabtu, 04 Desember 2021

Sejarah Tarian "Janger - Kecak Tumpang"

 


Sejarah Tarian "Janger - Kecak Tumpang" Banjar Adat Wiryasari Amlapura Tampil Nasional Di Tahun 1973, Kini Diambang Kepunahan


Karangasem, Bali Kini - Kesenian Janger-Kecak Bali tempo doeloe yang ada di Banjar Adat Wiryasari Amlapura, Desa Adat Karangasem, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem paling unik dan menarik diantara janger yang ada di Bali pada umumnya. Janger yang diperankan wanita dan kecaknya laki-laki itu diberi nama “Janger-Kecak Tumpang”. Dikutip dari tulisan I Komang Pasek Antara, Sabtu (04/12/2021). 


Keunikannya, di sela-sela tarian para kecaknya menampilkan atraksi formasi akrobatik tumpang (tingkat) ke atas sampai 5-7 susun. 


Selain unik, kecak-janger tersebut sangat kesohor di Bali sampai pernah pentas di taraf Nasional yakni di Kota Makasar, Sulawesi Selatan difasilitasi oleh Raja Karangasem yang memimpin saat itu, tepatnya sebelum Kemerdekaan RI di tahun 1937 lalu.  


I Made Arnawa, Keliang Banjar Wiryasari Amlapura yang sekarang mendapat cerita dari orangtuanya I Komang Kenden (alm) yang juga penari kecak ikut tampil di Makasar menjelaskan, semua penari janger-kecak diangkut menggunakan alat transport kapal laut milik penjajah Belanda. 


Hal senada juga dituturkan oleh I Made Cinta Astawa alias Angsiu, yang pernah diceritakan dari orangtuanya yang juga ikut berperan aktif mendirikan “Kecak-Janger Tumpang”. "Dari penuturan orang tua saya, Tarian kecak-janger tersebut di Makasar mendapat apresiasi dari warga Makasar yang langsung menontonnya, "tandasnya.


Sayangnya, kini “Janger-Kecak Tumpang” diambang kepunahan. Sudah tidak aktif ditarikan lagi sejak 30 tahun lalu. Menurut informasi, tarian ini terakhir kali ditampilkan oleh sekehe truna-truni Banjar Wiryasari Amlapura di Wantilan Desa Adat Karangasem 28 Oktober tahun 1991 lalu saat Banjar Wiryasari Amlapura merayakan ulang tahunnya ke-63. Dimana jumlah penari janger-kecak, waktu itu berjumlah total 28 orang, terdiri dari kecak 14 orang dan janger 14 orang. 



Karena kecak-janger tersebut tak aktif lagi, penulis belum lama ini mencoba menelusuri sejarah keberadaan “Janger-Kecak Tumpang”  kepada mantan pemainnya tahun 1991 dan narasumber lainnya. Sedangkan para pendirinya yang ikut pentas di Makasar waktu itu semuanya telah almarhum diantaranya I Wayan Rembe, I Komang Osek, I Komang Kenden, Ni Wayan Ceribik. Termasuk dokumentasi foto saat pentas di Makasar belum ditemukan. 


Data yang peroleh penulis dari beberapa keluarga keturunan anak-cucu dari para pendiri dan penari “Janger-Kecak Tumpang” diantaranya mantan penarinya yang pernah ikut pentas tahun 1991 lalu, I Komang “Wawan” Kresna  yang kini pengusaha ikan hias di Denpasar. Ni Wayan Bunadi pelaku pariwisata di Denpasar. Katanya Wawan, saat atraksi metumpang sedikit terasa tegang namun hilang pada saat mulai ikut melagukan kecak, malahan sebaliknya rasa semangat muncul. Waktu itu pelatihnya I Komang Osek (alm) yang juga ikut sebagai penari kecak pentas di Makasar. 

Sedangkan Ni Wayan Bunadi yang dihubungi melalui  WhatsApp mengungkapkan, masih ingat syair lagu jangernya dan mengirimkan chat kepada penulis. “Mudahan janger-kecaknya bangkit lagi ada yang meneruskan” katanya Wawan melalui chat WhatsApp


Busana kecak-janger yang pentas tahun 1991 sama seperti halnya busana janger-kecak  masa kini dengan balutan busana adat Bali nya (lihat foto berwarna). Kecaknya berbusana kain/saput, bapang di leher, tanpa baju, destar dan hiasan muka. Sedangkan jangernya berbusana kain dan selendang sampai menutupi dada, bapang di leher, gelungan kepala, hiasan muka dan memegang sebuah kipas. 


Formasi saat pentas di panggung berbentuk huruf “U” mengadap penonton. Dua baris kecak disamping kanan-kiri saling berhadapan dan jangernya satu baris mengadap penonton ke muka. 


“Janger-Kecak Tumpang” juga pernah dilakoni oleh anak didik SDN 6 Karangasem Jalan Ngurah Rai Amlapura tahun 1970-an lalu juga dibawah pelatih  I Komang Osek. Tempat latihan anak-anak waktu di tempat tinggalnya I Komang Osek, Pondokan Jalan Lettu Alit Amlapura, Kecamatan Karangasem. 


Keunikan yang dimainkan anak-anak SDN 6 Karangasem waktu itu, selain kecaknya metumpang sampai tingkat 3 atau lebih juga mengenakan busana dan hiasan sangat sederhana sekali. Kostum celana pendek, baju kaos putih, bapang di leher, selendang pinggang dan kaos kaki putih serta di daun telinga disuntingkan sekuntum bunga kamboja. Sedangkan jangernya mengenakan kostum  kamen (kain), selendang hingga dililitkan ke dada, dileher mengenakan bapang, hiasan  kepala mengenakan bunga segar dengan hiasan muka sangat sederhana sekali.  Sedangkan jumlah penari kecak-janger masing-masing 14 orang. 


Sementara itu, putri dari I Komang Osek, Dra. Ni Wayan Restini mantan guru SDN 6 Karangasem yang waktu itu ikut melatih kecak-janger siswanya, menyampaikan ingatannya kepada penulis syair dan irama lagunya. 


 “Kecak-Janger Tumpang” SDN 6 Karangasem yang saat itu Kepala Sekolahnya I Wayan Pasek “Belik” pernah tahun 1970-an pentas di Gedung Kesenian Amlapura (kini MPP) jalan Gajah Mada Amlapura, dan tampil di beberapa tempat upacara adat/agama di Amlapura.


Keliang Banjar Wiryasari Amlapura, 

I Made Arnawa, purnawirawan Polri mengatakan, pihaknya menginginkan ada generasi krama banjar melanjutkan, sayang  para pemain generasi awal sudah semua almarhum sehingga kehilangan jejak, juga kesulitan pelatih yang bisa melatih kecak dan sekaligus jangernya secara maksimal. “Tapi ini menjadi atensi saya selalu keliang mudahan kecak-janger peninggalan para leluhur bisa diaktifkan kembali, tidak punah, bekerjasama dengan sanggar tari yang ada di Karangasem”, jelas I Made Arnawa. 


Berikut beberapa bait kutipan syair nyanyian “Janger-Kecak Tumpang”.


Tabek saudara, tabek saudari

sekalian yg ada nonton disini. 

Kami punya janger, kami punya janger baru belajar.

Kalau ada salah mohon di maafkan.


Jangkarangi jangi jangger, sak biang, sak biang, sak biang sir.


Jangi janger, jangi janger 

Sadole, sadole , sadole lopong. 


Dong dabdabang jangere tuun magending. Anak liu anak liu rauh menonton

Dabdabang-dabdabang adi mejangeran titiyang ngiring pituduh beli wantah sampun pikayun beli.


Jangi janger, seng sengi seng seng janger, seng sengi  sengseng janger.


Seriang entur roraroti

Kelap-kelip ngalap bunga

Langsing lanjar pemulune nyandat gading.


Ngiring mangkin mejangeran seriang entorora roti.

Arasijang krangi janger, arasijang kerangi janger, arasijang kerangi janger. (Ami)

Sabtu, 30 Oktober 2021

Wujud Bhakti, Wagub Cok Ace “Ngayah” Calonarang di Pura Jemeng Desa Sebali Tegallalang


Gianyar , Bali Kini -
Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) masih menyempatkan waktunya untuk “ngayah” mesolah Calonarang. Seperti halnya pada Jumat (29/10) malam, sebagai wujud bhakti Cok Ace “Ngayah” Calonarang di Pura Jemeng Sebali, Tegallalang-Gianyar, serangkaian Karya Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini yang tentunya dengan penerapan protokol kesehatan ketat. 

Menurut Cok Ace, upacara ini harus dilakukan sebagai sujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar terciptanya keseimbangan sekala dan niskala. Selain itu ia berharap dalam melaksanakan upacara, masyarakat harus tetap bergotong royong agar adanya kebersamaan, terlebih ditengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung, krama desa  diharapkan patuh dan taat terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu dengan melaksanakan 6M. Sehingga upacara yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat baik sekala maupun niskala. 


“Karya ini harus dilaksanakan sebagai wujud bhakti kita. Tentu dalam pelaksanaan Karya yang besar ini saya harapkan masyarakat harus gotong royong agar semua berjalan dengan baik, kebersamaan dalam melaksanakan karya juga tetap terjaga dan jangan lupa selalu taat terhadap prokes khususnya 6M,” ujar tokoh Puri Ubud ini. 


Sementara itu, Prajuru Adat Desa Sebali I Made Mupu menyampaikan rangkain upacara Ngusaba ini pelaksanaannya selama sebulan lebih mulai dari Persiapan, Puncak dan Penyineban.[r1]

Sabtu, 23 Oktober 2021

Alaya Coreogafi Dance Competition Jadi Ajang Asah Kreatifitas Generasi Muda

 


Ket foto : Penampilan peserta Lomba Dance Competition di atas panggung  Taksu Dharma Negara Alaya pada Sabtu 23/10 . 
 


Denpasar, Bali Kini - Beragam kegiatan digekar serangkaian pelaksanaan  D’Youth Fest  2021. Kali ini, guna memberikan ruang untuk mengasah kreatifitas generasi muda dalam bidang koreo dan dance turut dilaksanakan Alaya Coreografi Dance ( ACDC ) dengan konsep perlombaan di Ruang Taksu, Dharma Negara Alaya, Sabtu  (23/10). 



Ketua Panitia Kegiatan, Adis  mengatakan, Pandemi yang terjadi saat ini membuat banyak kegiatan terhenti, tidak terkecuali kegiatan-kegiatan anak muda. Kondisi ini menjadikan anak muda tidak dapat menjalankan kreativitas sesuai dengan fassionnya, termasuk dance, hiphop, balet dan kontemporer . 


Dikatakan Adis, ACDC ini  yang identik dengan koreografi tidak dapat diberikan panggung akibat aturan protokoler kesehatan. Namun demikian kegiatan koreografi ini tidak boleh terhenti, karena bermusik merupakan salah satu wadah anak muda dalam berkreasi dan mengekspresikan diri.


Adis mengatakan, lewat kegiatan ini diharapkan mampu melihat kualitas dari koreografi dari berbagai genre yang di tampilkan. Sedikitnya, sebanyak 20 peserta terlibat dalam seleksi tahap satu untuk selanjutnya menjadi 10 peresta di babak gand final dan mencari juara 1, 2 dan 3 dengan total hadiah jutaan rupiah.


"Semoga acara ini rutin diadakan untuk mencari bakat ACDC  pada anak muda yang ada di bali khususnya dan bisa bersaing di kancah nasional," jelasnya


Salah satu dari Dewan Juri I Gede Radiana Putra mengatakan dalam pementasan kali ini 10 peserta menampilkan karya yang sangat luar biasa baik dari segi raga irama dan rasa sudah terbaik. Namun demikian penilaian sebagai juri pasti memilih 3 terbaik. Ketiganya yakni untuk Juara Satu diraih HD PRO, Juara Dua di raih oleh POKPOK  dan Juara Tiga di raih oleh Angga Wijaya Dance. Sedangkan Juara Favorit di raih oleh Pekandelan Agung. 


Menurut Rediana, aspek penjurian lebih menekankan kepada koreografi. Meski demikian teknik dan penampilan juga menjadi fokus dalam penilaian. 


 “Harapan saya semoga acara ini bisa berlangsung secara terus menerus dimana memang seniman muda kekurangan wadah ber apresiasa dan berkreatifitas," ujarnya



"ÅCDC ini lah wadah yang sangat baik untuk kemajuan dari seni Kontemporer di kota Denpasar ujarnya."Tentu kami berharap dari acara ini semakin banyak penari bagus yang lahir di bali dan bisa go internasional," imbuhnya


Salah Satu Peserta Perwakilan dari Grup Solaphat, Krisna Satya mengaku sangat berterimakasih kepada pemerintah Kota Denpasar. Dimana, dengan adanya lomba ACDC dalam event  D'Youth Fest ini dapat mengobati kerinduan  terhadap panggung pementasan. 


"Saya berterimakasih, tentunya dengan kegiatan ini ide dan kreatifitas dapat tersalurkan dan berharap banyak event seperti ini bisa terlaksana dan banyak tumbuh generasi muda berbakat di bali ungkapnya," harapnya.[rls]

Minggu, 03 Oktober 2021

Dukung Pemulihan Pariwisata Bali, Mahasiswa S2 IKH UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Gelar PKM Mandiri


BALI KINI ■ Berbagai upaya dan strategi telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah Bali hingga pelaku industri pariwisata untuk memulihkan kembali pariwisata Bali, salah satunya dengan program CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) yang bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi masyarakat di fasilitas umum dalam rangka mencegah terjadinya klaster baru. 

Upaya ini harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mandiri yang digelar oleh Mahasiswa Magister (S2) Ilmu Komunikasi Hindu (IKH) Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar secara luring dan daring di Legian Beach Hotel, Legian, Kuta, pada Sabtu (2/9). 

Ketua Panitia PKM Mandiri, Sang Ayu Made Rahayu, SE mengharapkan dengan kegiatan ini dapat memberikan edukasi terkait langkah-langkah strategis dalam membangkitkan pariwisata di Bali, serta mendorong setiap pelaku industri pariwisata lebih meningkatkan kualitas pariwisata yang akan disajikan nantinya untuk wisatawan. Salah satunya dengan komunikasi, langkah strategi dipolakan menjadi lebih efektif dan efisien.

“Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk realisasi kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Hindu sebagai syarat Kegiatan Penunjang Kelulusan yaitu pengabdian Kepada Masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya. 

Ditemui pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr.Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag mengungkapkan adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata Bali dan strategi pariwisata di tengah pandemi Covid-19. 

“Teman-teman di komunikasi berinisiatif melaksanakan kegiatan PKM Mandiri ini. Dengan tujuan mereka ingin melihat langsung dampak yang dirasakan pelaku pariwisata. Serta mereka ingin memberikan kontribusi kepada pihak pariwisata dalam hal ini kepada hotel, dan memberikan semangat kepada kawan-kawan di pariwisata agar tetap beraktivitas meskipun kita dilanda pandemi,” terangnya. 

Selain itu, General Manager (GM) Legian Beach Hotel, Arif Bilah,MBA mengatakan komunikasi dengan calon wisatawan juga penting dilakukan untuk meyakinkan bahwa Bali layak untuk dikunjungi. “Kita tidak berhenti dan tetap berkomunikasi ke pihak luar, bahwa karyawan sudah di vaksinasi, tempat sudah dijaga, kebersihan juga dijaga, CHSE sudah, serta tempat kita pelihara semaksimal yang kita bisa. Jadi itu yang selalu kami komunikasikan, di tengah Covid-19 ini kami tetap mempromosikan bahwa kami siap, tempat ini aman, dan Bali itu aman,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Arif mengharapkan semoga ketika pariwisata Bali dibuka tidak ada banyak aturan yang menjelimet bagi calon wisatawan untuk berkunjung ke Bali. “Karena saya melihat tingginya animo wisatawan untuk ke Bali, jangan sampai dengan adanya aturan yang menjelimet dan sulit membuat wisatawan untuk urung ke Bali. Semoga pariwisata Bali cepat buka dan hotel ini bisa berjalan, itu harapan kami semua,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Direktur pascasarjana yang diwakilkan oleh Wakil Direktur pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Ketua dan Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Hindu yang hadir secara daring, Ketua Alumni Magister Ilmu Komunikasi Hindu, serta HRD Legian Beach Hotel. (PR/Gayatri)

Senin, 13 September 2021

Jembrana Jadi Tempat Syuting Film Dokumenter Harmoni


BALI KINI ■ Film semi dokumenter “Harmoni” yang mengandung tema “Sejarah Masuknya Islam di Bali” diproduseri oleh Masayu Chairani, memilih kabupaten Jembrana sebagai lokasi syuting. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab Jembrana sendiri terdiri dari masyarakat heterogen yang dikenal akan harmonisasi toleransi antar umat.

Selaku Produser Masayu Chairani mengatakan bahwa kabupaten Jembrana dipilih karena keberagaman unsur budaya dan kerukunan antar umatnya yang terjalin baik. Ia bahkan sudah sempat berkeliling ke 96 kampung untuk menentukan lokasi yang cocok. 

“Setelah ada di Jembrana ini saya melihat masyarakatnya sangat bertoleransi. Masyarakat antar umat itu saling menghormati. Bahkan dalam toleransi itu ada tradisi unik yang disebut “ngejot” berbagi antar umat. Toleransi itu yang kita tonjolkan pada film Harmoni ini,”ungkapnya saat press conference di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, pada Minggu (12/9).

Masayu menceritakan ketertarikannya dengan Jembrana berawal saat ia datang ke salah satu Masjid di Jembrana. Saat itu ia mendengar percakapan masyarakat menggunakan bahasa melayu, tetapi kental dengan logat Balinya. Hal itu dianggapnya unik disamping tingkat harmonisasi atau kerukunan antar umatnya yang tinggi. 

“Itu juga kenapa kita produksi film semi dokumenter ini di Jembrana. Banyak hal yang bisa kita angkat disini. Film semi dokumenter hanya sebagai awal dulu karena sekupnya kecil dan berdurasi sekitar 30 menit. Namun setelah ini, kita juga akan buat Film Layar Lebar untuk ini,”terangnya.

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengungkapkan, kabupaten Jembrana ini memang sejak dulu dikenal akan toleransi antar umat beragamanya yang tinggi hingga sekarang. Menurutnya hal itu tentu memiliki nilai seni yang luar biasa. 

“Kita berharap dengan dibuatnya film semi dokumenter ini di Jembrana akan membawa dampak positif terhadap Jembrana kedepannya. Sehingga Jembrana bisa dikenal se-Indonesia bahkan dunia. Saya juga berharap film yang mengangkat harmonisasi kerukunan antar umat ini bisa lebih memperkuat toleransi umat di Jembrana bahkan Indonesia, sesuai dengan semboyan kita Bhineka Tunggal Ika,” harapnya.

Ketua FKUB Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet yang juga hadir saat press conference mengaku sangat mendukung dengan dibuatnya film dokumenter yang menggambarkan kerukunan umat beragama di Jembrana. 

“Film ini tentu akan semakin memperkuat keyakinan kita akan toleransi antar umat. Negara kita dikenal akan keberagamannya, melalui media “film dokumenter” ini kita harapkan mampu menjembatani kita untuk lebih harmonis dan berkerukunan antar sesama,”pungkasnya.

Dalam press conference itu juga hadir, Ketua MUI Bali Mahrusun Hadiono, Sekda Jembrana I Made Budiasa dan para tokoh pemuka agama. Usai press conference rombongan yang dipimpin Bupati Tamba juga ikut terlibat didalam film dan langsung menuju lokasi syuting. Adapun titik lokasi syuting film dokumenter itu, Puri Agung Negara, Pantai Perancak dan Masjid Loloan Timur. (**)

Sabtu, 11 September 2021

Mengajak Perokok Untuk Berhenti Merokok Merupakan Suatu Hal yang Harus Diinovasikan


BALI KINI ■ Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri launching Youth Ambassador bertempat di Ruang Video Conference Kantor Bupati Klungkung, pada Sabtu (11/9/2021).

Dalam dalam sambutannya Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengajak undangan yang hadir pada acara launching ini, agar jangan berbicara tentang rokok, bahaya rokok, karena semua sudah mengetahui tetapi mari bersama-sama mengajak para perokok untuk berhenti merokok merupakan suatu hal yang harus diinovasikan.

"Launching Youth Ambassador, tidak cukup hanya dengan launching saja, tetapi mari kita teruskan perjuangan ini, untuk bersama-sama mengajak saudara dan orang sekitar kita para perokok untuk stop merokok, ujar Bupati Suwirta.

"Masalah dibenci ketika melakukan hal itu, tidak apa saya yakin bahwa apa yang kita lakukan akan indah pada waktunya apabila para perokok bisa berhenti merokok mulai hari ini dan seterusnya, imbuhnya.

The Union mengembangkan Program Youth Ambassador untuk mendukung kampanye global “Commit to Quit” di Indonesia. Sebuah Kampanye yang menargetkan setidaknya 100 juta pengguna tembakau/perokok untuk berhenti merokok melalui dukungan komunitas berhenti merokok.

Program Youth Ambasador merupakan kerjasama antara The Union bersama dengan Kementerian Kesehatan, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Perhimpunan Muda IAKMI (PAMI), Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Magelang dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Gerakan Nasional Pramuka, Aceh Institute, Yasin Jayapura, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Program ini telah melibatkan lebih dari 2500 Youth Ambassador dari 192 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Setiap Youth Ambassador yang bertujuan untuk memotivasi keluarga dan teman terdekat serta menjangkau 80-100 perokok serta memberikan dukungan upaya berhenti merokok secara sederhana. Para Youth Ambassador juga akan membuat rumah menjadi Rumah Bebas Asap Rokok. (klk/Cok).

Jumat, 03 September 2021

Kunjungi Pengrajin Tenun Loloan, Bupati Minta Tonjolkan Ciri Khas Melayu


BALI KINI ■ Bupati Tamba, bersama jajaran mengunjungi Pengrajin Tenun Endek di Kelurahan Loloan Barat, pada Jumat (3/9).

Bupati Asal Desa Kaliakah itu mengaku baru pertama kalinya  setelah mendengar adanya pengrajin tenun endek melayu di loloan barat. 

Adapun pengrajin yang dikunjungi adalah usaha kerajinan Tenun endek, milik Rahmat Hidayat warga setempat.

" Saya tahu dari  teman-teman DPR RI, bahwa di loloan juga ada tenun. Saya kaget,   ada tenun melayu pak . Makanya hari ini  kita datang dan mengecek langsung. Ternyata karyanya sangat bagus. Saya ajak mereka untuk tetap  semangat jangan pernah putus asa kita pasti maju nanti tetap kita percaya,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Nengah Tamba juga  menyampaikan arahan dan masukan kepada pengrajin agar terus menekuni kerajinan yang dilakukan, untuk memajukan Kabupaten Jembrana.

“Tenun Khas loloan ini harus ada ciri khas Melayunya, juga harus beda dari tenun daerah yang lain dan dapat dipasarkan pada pasar modern,” kata Bupati.

Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah Jembrana juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung dengan program program inovatifnya. “Kita akan membangun rumah tenun bagi perajin UMKM untuk lebih fokus berkarya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan akan membangun sentra tenun untuk pengerajin tenun didesa desa .Sentra tenun dan songket yang akan dibangun tersebut bertujuan agar para pengrajin tenunan khas Bali dari daerah Kabupaten Jembrana bisa fokus bekerja dan memperoleh inovasi.

“Pembangunan rumah tenun sudah disetujui anggarannya dari pusat, rencananya sentra tenun yang akan dibangun tak hanya berfungsi untuk bertenun tetapi juga dijadikan pusat destinasi, karena rumah tenun yang kita buat berkonsep elegan dan modern, sehingga yang  datang ke sentra tenun ini terksesan, serta  muncul kreatifitas dan inovasi baru.   SDM nya juga dikembangkan dan terus kita upgrade jadi terpadu ,"  terang Bupati.

Sementara itu, Salah satu pengrajin tenun endek, Rahmat Hidayat mengatakan Tenun endek yang ada di loloan ini dapat menghasilkan kerajinan yang lebih indah dan baik dari daerah lain. Di karenakan tenun endek loloan ini mempunyai ciri khas yang beda yakni khas Melayu. 

Ia juga mengaku dalam menjalani masa Pandemi Covid-19 saat ini, hasil dari penjualannya sangat menurun dibandingkan tahun sebelumnya, ia berharap agar pemerintah daerah tetap memperhatikan para pengrajin tenun.

“Sebelum pandemi ini berlangsung, hasil dari penjualan tenun endek ini bisa mencapai 4 jutaan, sedangkan sekarang hanya bisa mencapai angka 3 saja,” tutupnya.( Adi/)

Kamis, 02 September 2021

Terkait Usulan Pembangunan PLUT, Pusat Lakukan Kunjungan ke Klungkung


BALI KINI ■ Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menerima kunjungan Tim dari Kementerian Koperasi dan Kementerian PPN/Bappenas di ruang rapat Bupati Klungkung, pada Kamis (2/9). 

Kunjungan tersebut dalam rangka menindaklanjuti usulan Pembangunan dan Revitalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Tahun Anggaran 2022 yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Koperasi dan UMKM.

Bupati Suwirta juga mengajak  Koordinator Tim, Findiana Galih bersama rombongan untuk melihat secara dekat potret destinasi objek wisata seperti Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Kerta Gosa, Pasar Seni Semarapura, Terminal Galiran, Objek Wisata Wayang Klasik Kamasan dan terakhir melihat situasi gedung rencana (PLUT-KUMKM) di Eks SD 4 Kamasan, Banjar Kacangdawa, Desa Kamasan. 

“Program destinasi wisata ini sudah kami rancang untuk bertujuan meningkatkan SDM dan UMKM di Kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Suwirta saat dilapangan.

Program PLUT-KUMKM ini merupakan program Kementerian dalam upaya meningkatkan kinerja produksi, pemasaran, pembiayaan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis, dan managerial guna meningkatkan daya saing UMKM. Dipilihnya lokasi tersebut dikarenakan Desa Kamasan salah satu desa wisata yang dekat dengan perkotaan. Selain itu juga dekat dengan Pusat Kebudayaan Bali yang sedang dibangun di eks galian C digagas oleh Bapak Gubernur Bali I Wayan Koster. 
“Rencananya, Klungkung akan membangun gedung PLUT-KUMKM di eks SD 4 Kamasan diatas lahan kurang lebih 24 are. Mari kita doakan bersama semoga proses pembangunan ini nantinya bisa berjalan lancar dan sesuai dengan rencana,” harap Bupati Suwirta.

Melalui program tersebut, Bupati Suwirta berharap dapat mendidik masyarakat dan generasi muda Klungkung khususnya secara terpusat. Sehingga setelah dididik dan dibina, pelaku UMKM dapat diberdayakan dan dapat membangkitkan UMKM yang ada di Kabupaten Klungkung sebagai upaya menekan angka pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan. 

“Jika gedung PLUT-KUMKM ini sudah didirikan, maka nanti akan dijadikan tempat mendidik dan pendukung salah satu inovasi Pemkab Klungkung yakni generasi muda yang tergabung dalam Enterpreneur masuk Desa,” imbuhnya.

Koordinator Tim, Findiana Galih mengatakan kedatangan kami ini memberikan berita baik, dimana setelah tim melakukan penilaian Kabupaten Klungkung masuk dan menjadi salah satu Kabupaten dari 14 Kabupaten/Kota yang mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) Pembangunan dan Revitalisasi Pusat Layanan. Selain itu, program ini juga merupakan pendampingan dari Kementerian Koperasi dan UKM terhadap Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai perhatian pemerintah dalam meningkatkan peran Koperasi dan UKM dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Inti dari program tersebut adalah membantu memberikan pelayanan yang optimal kepada pembangunan dan pengembangan usaha dalam upaya meningkatkan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.(klk/puspa).

Jumat, 27 Agustus 2021

Wakajati Bali Ketut Sumedana Ungkap Kopi Arak Tanpa Gula Enak Sekali


BALIKINI ■ Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut baik gagasan Wakajati Bali, Dr. Ketut Sumedana, SH.,MH untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam penanganan masalah-masalah hukum dengan mengedepankan kearifan lokal Bali.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakajati Bali, Ketut Sumedana saat beraudiensi dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster pada, Rabu (Buda Pon, Watugunung) tanggal 25 Agustus 2021 di Jayasabha, Denpasar. 

Dalam pertemuan tersebut, Wakajati Bali yang enerjik ini lebih lanjut mengungkapkan agar penanganan masalah hukum lebih mengedepankan kearifan lokal Bali, maksudnya agar bisa diselesaikan terlebih dahulu di tingkat masyarakat / Desa Adat itu sendiri.

"Kalau bisa masalah-masalah hukum diselesaikan di tingkat masyarakat / Desa Adat itu sendiri. Itu yang paling baik dan perlu kita dorong bersama, apalagi Bali terkenal dengan Desa Adatnya yang benar-benar masih berfungsi dengan baik. Untuk itu Kejaksaan Tinggi siap bersinergi dengan Pemprov Bali untuk membuat produk-produk hukum seperti Perda dan Pergub sebagai payungnya," ujar Ketut Sumedana yang pernah menjabat Kajari Gianyar seraya mengatakan maksud dan tujuan membangkitkan kearifan lokal dalam penyelesaian masalah adat, masalah gugatan perdata, masalah pidana yang tidak berdampak, masalah keluarga dan lain lainnya terkait dengan segala permasalahan masyarakat di Bali yakni untuk menghadirkan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum lebih dekat dalam masyarakat, tidak menimbulkan resistensi dalam masayarakat, menekan lajunya masyarakat ke Pengadilan, sehingga peradilan adat bisa berjalan lebih efektif, cepat dan efisien.

Disamping itu untuk mewujudkan kesadaran hukum dalam masyarakat, jika ini sudah terwujud, maka tidak perlu lagi penegakan hukum yang sifatnya Pro Yustisia sesuai dengan cita-cita hukum. 

"Di negara-negara maju dan modern penyelesaian dengan mediasi / mediasi penal ini sudah berjalan, sehingga di beberapa Negara Eropa banyak penjara yang tutup karena tidak ada penghuni atau narapidananya," ujar Ketut Sumedana yang mulai bertugas sebagai Wakajati Bali pertanggal 5 Agustus 2021.

Dengan dijamu kopi arak tanpa gula di Jayasabha, Wakajati Bali dihadapan Gubernur Koster, kemudian menegaskan Kejaksaan akan berkolaborasi dengan kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya. 

"Kami siap berkolaborasi memberikan pembinaan kepada masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat di Desa Adat terkait penanganan masalah hukum," ujarnya seraya mengatakan kopi arak tanpa gula yang dinikmatinya enak sekali. (**)

Rabu, 04 Agustus 2021

Kegiatan Pendisiplinan PPKM Darurat Level 4, Tim Yustisi Ganjar Bantuan Sembako Bagi Pelanggar Prokes


BALI KINI ■ Tim Yustisi Kota Denpasar  melaksanakan pendisiplinan PPKM Protokol Kesehatan secara mobiling di beberapa titik di wilayah Kota Denpasar, pada Selasa (3/8) malam. 

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan,   kegiatan pendisiplinan  Prokes kepada masyarakat, Tim bergerak menuju Jalan Wr. Supratman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Cokroaminoto, Jalan Buluh Indah, Taman Kota Lumintang, Jalan Sekar Tunjung, Jalan Mahendradata, Jalan Gajah Mada, Jalan Sudirman, Jalan Pulau Nias dan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. 

Dalam kegiatan tersebut pihaknya membina 9 orang karena salah menggunakan masker.  Serta  membina 1 Usaha di Jalan Sekar Tunjung untuk tetap mentaati pemberlakukan ketentuan  PPKM Level 4

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, disamping pemantauan malam hari, Tim Yustisi juga melakukan pemantauan siang hari, seperti  pelaksanaan kegiatan pendisiplinan PPKM  dilakukan pada Rabu, (4/8) di Pertigaan Jalan Imam Bonjol - Jalan Gn. Batukaru Kelurahan Pemecutan. Dalam kegiatan  tersebut pihaknya menjaring 2 orang pelanggar protokol kesehatan. Dari dua orang tersebut satu orang di denda ditempat karena tidak menggunakan masker dan satu orang diberikan pembinaan karena salah menggunakan masker.

Agar kesalahan itu tidak diulang kembali dalam pendisiplinan ini pihaknya juga  memberikan sembako gratis kepada pelanggar. "Dengan cara ini diharapkan pelanggar malu atas kesalahaan yang dilakukan, dan tidak akan mengulangi lagi kesalahannya," kata Sayoga.

Sayoga menambahkan bantuan sembako gratis juga diberikan  kepada warga terdampak Covid 19 dan warga yang sedang melakukan isolasi mandiri yang ada di Kelurahan Pemecutan. Dengan bantuan sembako yang diberikan diharapkan dapat  meringankan beban masyarakat. (Ayu/hms)

Kamis, 01 Juli 2021

PERANAN BUDAYA BALI DALAM MEMPERKENALKAN BUDAYA DAN TRADISI BALI KEPADA PARA WISATAWAN


Penulia :  Ahmad Baghir Hasan Pratama (Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta) 


Bali Kini - Peranan budaya dalam masyarakat Bali sudah sangat kuat bagi kehidupan masyarakatnya. Budaya dan tradisi sudah menjadi warisan luluhur, dan tentunya harus dilestarikan dan dijaga, karena merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan budaya dan tradisi Bali kepada khalayak khususnya para wisatawan berbagai daerah, kota, bahkan negara.


Sejumlah tradisi unik yang disuguhkan menjadi sebuah atraksi dan sebagai suguhan bagi wisatawan yang liburan ke Bali.  Perkembangan pariwisata Indonesia tidak lepas dari tumbuh kembang Pariwisata Bali karena perkembangan pariwisata memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan seni, budaya, dan tradisi Bali baik secara langsung maupun tidak. Selain itu, memperkenalkan budaya dan tradisi unik Bali bertujuan untuk memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam di Indonesia, karena pengembangan pariwisata di Indonesia tidak lepas dari potensi yang sudah dimiliki Indonesia untuk mendukung pariwisata.


Salah satunya keragaman budaya yang dilatari agama, adat istiadat yang unik, dan dan kesenian. Budaya dan tradisi unik masih bisa berkembang dan dilestarikan karena sangat berkaitan dengan keyakinan masyarakat akan ritual atau prosesi yang terbungkus dalam sebuah tradisi. 


Tradisi unik yang digelar oleh sejumlah tempat di pulau tersebut, menjadi hal yang istimewa untuk dinikmati oleh wisatawan dan memperkenalkannya kepada para wisatawan. Apalagi disaat mereka sedang melakukan liburan di Pulau Dewata dan mendapatkan hal-hal tradisional di zaman modern ini akan mendapatkan pengalaman dan wawasan baru yang tidak ditemukan di daerah lainnya, dapat dikatakan bahwa pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain untuk sementara waktu dengan tujuan rekreasi dan bukan untuk mencari nafkah. 


Jadi, tujuan utama perjalanan itu adalah berhubungan dengan pertamasyaan. Adapun macam-macam budaya dan tradisi unik di Pulau Bali ialah: Pemakaman Desa Trunyan: Pada umumnya orang meninggal di Bali, terutama bagi umat Hindu selain dikubur bisa dibakar atau dikremasi langsung, namun demikian suatu tradisi unik dengan budaya yang berbeda bisa anda temukan di Desa Trunyan Kintamani, kabupaten Bangli. Pada saat meninggal, maka jasadnya hanya diletakkan di bawah pohon menyan, jasad tersebut diletakkan di atas tanah tanpa dikubur, hanya dipagari oleh bambu (ancak saji) agar tidak dicari oleh binatang atau hewan liar, anehnya tidak sedikitpun dari jasad tersebut berbau busuk, sampai akhirnya tinggal tersisa tulang belulang saja, dan tulang belulang itu nantinya diletakkan pada sebuah tempat di kawasan tersebut, pemakaman di Trunyan ini melengkapi daftar budaya dan tradisi unik bumi Nusantara – Indonesia. 


Tradisi Mekare-Kare: Mekare-kare ini dikenal juga dengan perang pandan, tradisi unik di pulau Bali hanya dilakukan di desa tradisional Tenganan, Karangasem yang dikenal juga sebagai desa Bali Aga. Perang dilakukan berhadap-hadapan satu lawan satu dengan masing-masing memegang segepok pandan berduri sebagai senjata.

Upacara Melasti: Melasti dilakukan setiap tahun sekali dalam rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali, namun demikian upacara Melasti juga dilakukan pada hari-hari tertentu saat piodalan pada sebuah pura sesuai dengan hari yang ditentukan. Saat Melasti semua pretima, senjata nawa sanga, umbul-umbul dan kober di arak ke sumber air seperti ke laut untuk disucikan dan menghanyutkan segala malaning bumi ataupun kotoran, dimaksudkan juga menghanyutkan segala penderitaan manusia melalui air kehidupan, dan kemudian menyucikan diri dengan angamet (mengambil) tirta amertha, untuk mendapatkan sari-sari kehidupan. Budaya dan tradisi ini menjadi warisan budaya leluhur Bali yang terjaga dengan baik sampai saat ini.


Pawai Ogoh-ogoh: Ini merupakan  tradisi yang sudah tidak asing lagi kita dengar, yakni Tradisi mengarak ogoh-ogoh di Bali ini digelar tepat sehari sebelum hari Raya Nyepi, sekitar jam 6-6.30 sore Ogoh-ogoh adalah sebuah boneka raksasa yang merupakan simbol dari Bhuta Kala, dibuat dengan wujud menyeramkan atau simbol sebuah kejahatan, yang paling dominan berwujud raksasa menyeramkan, binatang atau bahkan wujud seorang penjahat. 

Hari Raya Nyepi: Siapa pula yang tidak kenal dengan perayaan Hari Raya Nyepi di pulau Bali, hari raya ini digelar sekali dalam setahun sebagai penyambutan tahun baru Isaka yang jatuhnya pada bulan mati (Tilem) sasih Kesanga. Tujuan dari perayaan ini untuk bisa introspeksi diri atau mulat sarira dan merenung dalam suasana hening bisa berkonsentrasi lebih maksimal, seharian tinggal di rumah dan bersembahyang melakukan brata dan meditasi, agar nantinya bisa memulai kehidupan yang lebih baik pada bulan berikutnya pada sasih Kedasa, semua kedas, bersih dan suci untuk memulai lagi kehidupan baru. Budaya dan tradisi ini menjadi salah satu hal unik bagi mereka yang liburan ke Bali.


Paparan diatas merupakan sebagian budaya dan tradisi Bali yang hingga saat ini masih dilestarikannya, tentunya masih banyak lagi budaya dan tradisi yang ada di Pulau Dewata entah dari seni, seperti tari, dan tradisi unik lainnya. Ini merupakan salah satu ajang untuk memperkenal budaya dan tradisi bali kepada para wisatawan yang sedang berlibur ke pulau Bali. Selain itu Bali mendapatkan beberapa julukan seperti Pulau Dewata dikarenakan  kentalnya budaya Hindu, seperti banyaknya sesaji yang dipersembahkan untuk dewata penjaga di berbagai tempat di Bali, dikenal dengan kentalnya budaya Hindu, seperti  ada banyaknya sesaji yang dipersembahkan untuk dewata penjaga di berbagai tempat di Bali. Dewata merupakan dewa yang kedudukan lebih rendah daripada dewa-dewa utama di dalam tradisi umat hindu selain itu juga Bali mendapat julukan Meseum Hidup. Sehingga peranan budaya khusus nya di Pulau Dewata sangat penting sekali, untuk memperkenalkan budaya dan tradisi unik Bali kepada Para Wisatawan berbagai daerah, kota, dan mancanegara. (*)

Senin, 24 Mei 2021

Walau Tanpa Penonton, Sekaa Gong Bala Adhi Kara Desa Dawan Tetap Tampil Maksimal


Bali Kini , Klungkung -
Sekaa Gong Bala Adhi Kara Desa Dawan Kaler terpilih mewakili Kabupaten Klungkung pada Parade Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII Tahun 2021. Tampil bersama Duta dari Kabupaten Tabanan, Sekaa Gong Bala Adhi Kara tetap tampil maksimal walau tanpa penonton di Panggung Terbuka Ardha Candra Denpasar, Minggu (23/5). Pementasan tersebut dihadiri langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, Camat Dawan, I Dewa Gede Widiantara serta undangan terkait lainnya.


Bupati Suwirta sangat mengapresiasi semangat dan kekompakkan yang di tampilkan oleh Sekaa Gong Bala Adhi Kara Desa Dawan Kaler, dimana dalam penampilannya menampilkan Tabuh Kutus Pagongan Kreasi, Tari Kreasi Kakebyaran, dan Tari Kreasi Bebarisan. "Matur suksma Sekaa Gong Bala Adhi Kara Desa Dawan Kaler sebagai Duta Kabupaten Klungkung yang sudah tampil luar biasa," ucap Bupati Suwirta.


Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana adapun tiga tarian yang ditampilkan diantaranya Tari Kreasi Kekebyaran “Samahita Patni”, tarian yang digarap secara berkelompok ini mengisahkan tentang kegigihan kaum perempuan Bali yang memilki keberanian layaknya kaum laki-laki di dalam berperang menghadapi penjajah. Kemudian Tari Baris Pertiwa merupakan tari baris pemendak atau baris prosesi. Sedangkan tabuh Ketus Lelambatan Kreasi “Kalpa Wreksa” sebagai konsep merupakan arti dari pohon kebebasan/kebahagiaan atau keabadian yang digunakan masyarakat Bali dalam sebuah upacara pengeroras yang bertujuan memberikan kebebasan, kesempurnaan dan kebahagiaan kepada sang pencipta


Sementara, Utsawa (Parade) pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII Tahun 2021 ini mengambil sebuah tema Purna Jiwa; Prananing Wana Kerthi (Jiwa Paripurna Nafas Pohon Kehidupan). Utsawa Gong Kebyar Dewasa ini dilaksanakan secara daring, sedangkan rekaman tayang tundanya akan ditayangkan melalui media TVRI Bali dan BaliTV.(puspa/r1). 

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved