-->

Jumat, 01 Juli 2022

Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Desa Lembongan Tampil Memukau di PKB XLIV

 

BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer Desa Lembongan, Duta Kabupaten Klungkung memeriahkan Pesta Kesenian Bali XLIV bertempat di Panggung Terbuka Taman Budaya Art Centre Denpasar, dengan tampil memukau pada Kamis malam (30/6).

Perbekel Desa Lembongan I Ketut Gede Arjaya menyatakan Sekaa Gong ini berdiri pada tanggal 16 Juli 2019. Dalam kamus bahasa Bali Crekeh berarti kecil tapi penuh kedewasaan, dan Genjer adalah sifat-sifat lincah enerjik. 

Dalam penampilannya Sekaa Gong Crekeh Genjer menyuguhkan Tabuh Telu Lelambatan, Tabuh Kreasi, Tari Kreasi, dan Drama Tari. Untuk Tabuh Telu Kreasi, Sekaa Gong Crekeh Genjer menampilkan tari telu lelambatan yakni “Kapinggon” yang berarti terlena, diilhami dari sifat egois manusia, pesan yang terkandung dalam Kapinggon adalah agar Sadar akan tingkah laku diri sendiri adalah keharusan hingga kita terlena akan alam yang memberikan kita sumber kehidupan dan pada Tabuh Kreasi menampilkan tabuh berjudul “Membah” yang berarti mengalir tiada henti, pesan yang terkandung pada “MEMBAH” adalah Air yang menjadikan kita berguna tanpa pernah mengeluh, ada kecukupan untuk kehidupan tapi bukan buat keserakahan. 

Pada Tari Kreasi, Sekaa Gong Wanita menampilkan Sukla Swanita yang menggambarkan bersatunya purusa dan predana untuk kelangsungan generasi manusia, dimana dalam tarian ini dikemas sebagai symbol bersatunya unsur benih kehidupan yang dibingkai oleh kemuliaan Sang Hyang Enjo-enjo di Nusa Lembongan sebagai sebuah persembahan penolak bala atas bencana kekeringan yang akan menimpa.

Pada Drama Tari, Sekaa Gong ini menampilkan judul Danu Reka diilhami saat manusia sudah mulai buta, dibutakan oleh harta, dan kekayaan, tidak lagi ingat kepada alam semesta yang sudah memberikan segalanya, melupakan sang pencipta yang sudah memberikan kemakmuran bagi ciptaannya, murka sang pencipta tidak bisa dihindari. Pesan yang tersirat dalam Drama ini adalah manusia hanya sebuah butiran debu, kering, tandus, panas yang membara membakar jiwa, tidak lagi ada kehidupan bagi mereka, karena setetes darimu, menghidupi dunia yang semu, kering tanpamu, matilah jiwaku.

"Semoga dengan penampilan Sekaa Gong Wanita Crekeh Genjer dapat memotivasi seniman-seniman yang berada di Klungkung untuk menampilkan kreasinya pada objek wisata yang terdapat di Nusa Penida, dan dapat menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan ke Nusa Penida,” harap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta saat menyaksikan penampilan Duta Kabupaten Klungkung pada Utsawa Gong Kebyar Wanita. 

Bupati Suwirta mengapresiasi sekaa Gong Wanita Crekeh Genjer yang sudah memberikan penampilan optimal sebagai Duta Kabupaten Klungkung. dan apresiasi kepada masyarakat Bali yang sudah mendukung dengan menyaksikan penampilan Sekaa Gong Wanita Crekeh Genjer Hingga usai.  

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah I Gede Putu Winastra didampingi Ny. Gede Putu Winastra dan OPD Di Lingkungan Pemkab Klungkung. 

Ada Perintah Untuk Menyuap, Jadi Dasar Menjerat Eks Bupati Tabanan


BALIKINI.NET | DENPASAR — Sidang terkait kasus dugaan korupsi Dana Insentif Daerah (DID) yang menjerat mantan Bupati Tabanan dua periode, Eka Wiryastuti kembali digelar di sidang Tipikor Denpasar, Kamis (30/06). 

Sidang dengan agenda tanggapan pihak Jaksa KPK terhadap Eksepsi Terdakwa, berjalan cukup menegangkan karena tetap bertentangan. Dimana sebelumnya, Eksepsi Terdakwa menyebut pihak Jaksa KPK salah alamat. Kini giliran dibalikkan dengan menyebut bahwa pihak terdakwa mengada ada. 

Jaksa mempertegas dalam tanggapannya bahwa dasar untuk menjerat terdakwa adalah tindakan menyuruh atau memerintahkan upaya menyuap dalam usahanya memperlancar tujuan yang dimaksud. Dalam hal ini terkait cairnya Dana Insentif Daerah (DID).

Tudingan tersebut diutarakan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Luki Dwi Nugroho dkk. "Eksepsi penasihat hukum terdakwa mengada-ada dan harus dikesampingkan, karena isi eksepsi sudah masuk ke materi pokok dakwaan," balas Jaksa KPK Luki Nugroho.

Berdasarkan kaidah hukum acara, jelas JPU, nota eksepsi hanya berkaitan dengan kelengkapan syarat formil dan materil sebuah dakwaan.

Jika keberatan atas dakwaan berkaitan dengan materi pokok dakwaan harus dibuktikan dalam pembuktian persidangan. "Eksepsi tidak ditujukan pada materi pokok dakwaan, melainkan hanya syarat formil dan materil dakwaan," tegasnya.

Memperkuat dalilnya, Tim Jaksa KPK menegaskan bahwa surat dakwaan atas terdakwa Eka Wirsyastuti sudah disusun dengan lengkap, cermat dan sesuai ketentuan KUHAP.
Lebih jauh, Jaksa KPK menuding Tim PH Eka belum mencermati dan memahami materi dakwaan atas klien mereka. "Penasihan Hukum terdakwa terlihat belum mencermati dakwaan penuntut umum secara utuh," pungkas JPU.

Peduli Kesehatan, Pasukan Damkar Karangasem Adakan Cek Kesehatan


BALIKINI.NET | KARANGASEM — Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem laksanakan kegiatan cek kesehatan seluruh anggota pasukannya, pada Jumat (1/7/2022). Hal tersebut bertujuan agar seluruh pasukan Damkar senantiasa selalu sehat karena akan berpengaruh terhadap tugas-tugas pelayanan apalagi dijalani dalam 24 jam. 

Kepala Dinas Damkartan, I Nyoman Siki Ngurah mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan olahraga. "Ini salah satu upaya kami dalam menjaga kesehatan, semenjak saya jadi Kadis cek kesehatan kami lakukan rutin 6 bulan sekali. Tidak hanya itu, kami juga wajibkan seluruh anggota untuk berolahraga, saya sudah buatkan jadwalnya di tempel di dinding," Katanya. 

Cek kesehatan yang melibatkan Puskesmas 1 Karangasem ini meliputi cek kesehatan standar seperti tensi, berat badan ataupun cek gula kolesterol. 

"Di cek kesehatan kali ini kami mendapati ada pasukan yang tadinya gulanya 360 sudah turun menjadi 140, ini berkat olahraga rutin yang kami wajibkan. Tentu suatu kabar yang baik. Karena dulu kadang mereka malas dan takut berobat/kontrol, kita sekarang yang aktif mendorong dan mengingatkan pentingnya hidup sehat, " imbuhnya.

Terkait adanya pasukan yang mempunyai masalah kesehatan, pihaknya akan lebih bijak dalam memposisikannya. "Jika dia punya penyakit yang tidak memungkinkan untuk ke lapangan, paling akan kita tugaskan di operator telepon dan sebagainya," Ungkapnya. Untuk saat ini, anggota Damkar yang kurang sehat disarankan untuk cek rutin dengan memanfaatkan faskes yang mereka miliki. 

Sementara cek kesehatan yang diadakan pagi ini diikuti oleh 94 orang. Meliputi 87 anggota Damkar dan 7 orang anggota dari Basarnas Karangasem.(ami)

Kamis, 30 Juni 2022

Pertemuan Jokowi-Zelenskyy: Undangan KTT G-20 dan Pesan kepada Putin

 


Pertemuan Jokowi-Zelenskyy: Undangan KTT G-20 dan Pesan kepada Putin

Presiden RI Joko Widodo bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelum bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Apa saja yang disampaikan Presiden Jokow dalam misi perdamaian ini dan sejauh mana akan membuahkan hasil? Selain itu, juga masih ada perselisihan soal keikutsertaan Rusia dalam KTT G20. Selengkapnya dilaporkan tim VOA dari Washington, DC




Upacara Resi Gana dan Pujawali di Situs Lemah Wangi, Membangkitkan Kembali Ajaran Leluhur Nusantara




Jawah Tengah , Bali Kini -
Sri Chandra Bhaerawa Di Situs Lemah Wangi, tepatnya di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada hari Selasa (28/6/2022) ratusan masyarakat yang datang dari berbagai daerah, seperti Banyumas sendiri, Purwakerto, Semarang, Surabaya, Jakarta, dan Bali, menyaksikan sebuah upacara ritual bertajuk Resi Gana dan Pujawali yang di puput oleh Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti.


Upacara ritual yang sangat sakral bertajuk Resi Gana dan Pujawali bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha itu, banyak banyak menarik perhatian masyarakat, pasalnya Upacara tersebut baru pertama kali diselenggarakan oleh Kewargian Adat Lemah Wangi. 


"Upacara ini terselenggara atas niat ikhlas dan kerjasama yang baik dari Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bherawa dan Jero Lempung dari serati Pura Besakih," Tutur Panasehat yayasan Ida Pandita Dukuh Celagi 


“Tujuan dari pelaksanaan upacara ini, yang pertama untuk membangitkan atau menyucikan tempat ini. Menyomya buta supaya menjadi dewa, kekuatan buruk menjadi kekuatan cinta kasih,” Ucap Ida Dukuh Celagi, seraya berharap mudah-mudahan dengan proses upacara ini, ke depannya Situs Lemah Wangi menjadi destinasi wisata spiritual dan bisa membangitkan kembali ajaran leluhur Nusantara dengan budi pekerti.


Situs Lemah Wangi merupakan sebuah kawasan peninggalan peradaban masa lampau yang berlokasi di lereng Gunung Slamet atau yang dulunya bernama Gunung Agung. Di kawasan Lemah Wangi terdapat peninggalan purba berupa batu -batuan yang salah satunya dinamakan Batur Lumpang, yang tak begitu jauh dari puncak kawah Gunung Slamet.


“Batur Lumpang di Lemah Wangi adalah sisa -sisa peradaban purba leluhur kita yang ada hingga saat ini, di mana mereka sudah sangat mengenal membuat bentuk, membuat struktur tatanan pola-pola kehidupan,” ujar Noer Sanjaya selaku Pengageng Kewargian Adat Lemah Wangi, didampingi Juru Tulis Kewargian Adat Lemah Wangi, Kuspono Toto Raharjo.


Noer Sanjaya menjelaskan, seperti peradaban lain pada umumnya di sekitaran gunung berapi, peradaban-peradaban itu akan timbul dan tenggelam. Muncul sebagai tempat kejayaan dan luntur lebur hilang tak berbekas karena penyebab alam yang alami, yaitu gunung berapi. “Lemah Wangi tempat beradanya Batur Lumpang yang masa itu juga ramai didatangi orang karena mempunyai yoni dalam keunggulan sirna juga karena lahar,” tuturnya.

Lebih jauh dia menuturkan, Lemah Wangi bisa dikatakan sebagai suatu tempat yang membawa kemuliaan, kesejahteraan, keharuman, dan ketenangan, sudah berada dalam kurun yang sangat begitu lama. Di tempat purba tersebut pernah ada peradaban sastra kereligiusan yang berkembang pada masa itu.


Oleh karena itu, melalui upacara Resi Gana dan Pujawali yang digelar ini, diharapkan dapat membangkitkan kembali ajaran-ajaran leluhur yang telah lama menghilang dari Lemah Wangi. “Kami percaya bahwa beliau Ida Dukuh Celagi mempunyai kemampun membangitkan energi positif yang ada di Lemah Wangi. Dengan harapan setelah upacara ini, ke depan bermanfaat, bukan hanya bagi kewargian Lemah Wangi, tetapi bagi masyarakat seluruhnya,” imbuh Kuspono.


Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bherawa mengucapkan terima kasih kepada Kewargian Adat Lemah Wangi karena telah diberikan kesempatan untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat setempat. Sinergi yang luar biasa dalam pelaksanaan upacara tersebut diharapkan dapat berkelanjutan. “Kami merasa sangat senang dan bahagia dapat membantu umat lewat pelayanan dalam pelaksanaan upacara ini. Mudah-mudahan ke depan persudaraan ini berkesinambungan,” ucap Jro Mangku Ketut Suryadi selaku Ketua Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bherawa.[ tim/r4]

Kukuhkan Awig-Awig Desa Adat Penarukan, Bupati Suwirta Minta Masyarakat Jaga Kerukunan


KLUNGKUNG, Awig-awig merupakan sebuah aturan adat yang mengatur kehidupan masyarakat guna terciptanya ketertiban dan ketentraman. Maka dari itu, mari ikuti segala aturan dari awig-awig ini dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut menjadi arahan saat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta Mengukuhkan Awig-Awig di Wantilan Pura Dalem, Desa Adat Penarukan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (30/6). Turut hadir Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung Dewa Made Tirta, Camat Banjarangkan I Dewa Made Aswin.

Bupati Suwirta juga mengingatkan, Perbekel dan Bendesa harus selalu harus bekerjasama dan berdampingan, masing masing tidak boleh merasa paling hebat. Desa Adat dan Dinas wajib rukun dan bersatu, karena jika Dinas dan Adat tidak rukun maka Krama/warga yang akan menjadi korban. Dalam membangun desa, Bendesa maupun perbekel juga didorong untuk menurunkan harga diri serta merangkul semua komponen di Desa. "Awig Awig yang telah dikukuhkan dan dipasupati ini selanjutnya harus disosialisasikan dan diimplementasikan kepada masyarakat. Kerjasama antara Perbekel dan Bendesa harus terus sejalan agar apa yang menjadi tujuan di Desa bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya," ujar Bupati Suwirta.

Selain itu, Bupati Suwirta juga berharap agar suluruh masyarakat bisa menaati awig-awig ini. Permasalahan sampah juga harus diperhatikan khususnya di Desa, kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar nantinya lingkungan tetap bersih. "Mari ikuti aturan dari Awig-Awig ini dengan niat tulus ikhlas agar nantinya situasi yang aman, tentram dan tertib selalu tercipta," harap Bupati Suwirta.

Usai mengukuhkan Awig-Awig tersebut, Bupati Suwirta juga melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Pujawali di Pura Dalem Desa Adat Penarukan.(

Menetralisir Bumi dan Menolak Bala, Sanghyang Jaran Pura Puseh Sari Banjarangkan Kembali di Pentaskan



BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Tarian Sakral Sanghyang Jaran Pura Puseh Sari Banjarangkan kembali dipentaskan pada saat pujawali atau piodalan di Pura Puseh Taman Sari, Desa Adat Banjarangkan, pada Buda Umanis Medangsia, Rabu (29/6) malam. Sanghyang Jaran dipentaskan satu tahun sekali untuk menetralisir bumi dan menolak bala (penyakit) untuk warga Desa Banjarangkan. Dimana tarian ini memiliki makna spiritualitas dan religiusitas yang tinggi merupakan warisan pengempon Puseh Sari dilengkapi dengan pelawatan Ida Batara berupa Kuda terbuat dari kayu, beserta atribut lainya dengan 3 (tiga) jenis warna sanghyang yakni Sanghyng berwarna Putih, Sanghyang berwarna Kuning, dan Sanghyang Berwarna Poleng (hitam putih). 

Bendesa Adat Banjarangkan, A.A Gede Dharma Putra mengatakan, pementasan Sanghyang Jaran dilakukan melalui serangkaian upacara yang kompleks termasuk tarian wali karena memerlukan serangkaian upacara untuk mementaskannya. "Sanghyang Jaran diturunkan atau napak pertiwi untuk menetralisir bumi dan menolak bala," Ujarnya. 

Lebih lanjut dijelaskan ritual diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin pemangku pemucuk Pura Puseh Sari. Setelah sembahyang berakhir, sekaa kidung sanghyang akan duduk bersila tepat di depan bangunan pelinggih Pengaruman disiapkan pengasepan (terbuat dari tanah liat yang diisi dengan bara api) di atas sebuah dulang. 

Penglingsir kemudian memolesi pamor ke tubuh sekaa kidung dan penari yang sudah kerangsukan dengan tapak dara yang telah disiapkan. Ketika bara api sudah dirasa siap, maka sekaa kidung yang terdiri dari teruna teruni, mulai melantunkan nyanyian pemanggil roh sanghyang. Sanghyang Jaran baru akan beraksi ketika lagu sudah dimulai. Semakin lama tempo dan irama nyanyian semakin kencang, Sang pemundut (penari) mulai kehilangan kesadaran dengan mengepak-ngepakan badannya layaknya seekor kuda. Semakin lama, tubuh penari semakin kehilangan kontrol untuk menuju ke api. 

Puncaknya, sang penari akan melompati dan menginjak-nginjak bara api yang telah disediakan secara membabi buta. Seketika penari mulai tak sadarkan diri nyeburin bara api dan jatuh di tengah arena pementasan. Bahkan beberapa di antaranya berjalan di atas bara api yang telah berserakan di tanah. "Mereka tak merasakan panasnya bara api, tak ada yang terluka, apalagi terbakar. ltulah gambaran sekilas tarian sakral Sanghyang Jaran yang dipentaskan  di Jaba Pura Baleagung, Pura Puseh Taman Sari, Desa Adat Banjarangkan, Klungkung," jelasnya tokoh adat Desa Banjarangkan ini. 

Sementara, seeka gending kembali melantunkan bait demi bait untuk mengiringi Sanghyang Jaran napak pertiwi.  Kekidungan yang digunakan menggunakan kekidungan khas yang hanya ada di Pura Puseh Sari. Dari kidung atau nyanyian yang dilantunkan dapat ditafsirkan bahwa Sanghyang Jaran dibangunkan untuk diajak meliang-liang atau melila cita atau jalan-jalan, kemudian diakhiri dengan harapan semua senang, bahagia (pada girang). 

A. A Gede Dharma Putra berharap tarian Sanghyang Jaran menjadi menjadi tonggak baru bagi kehidupan masyarakat di Desa Banjarangkan ke depan agar lebih maju, makmur dan terlepas dari berbagai petaka. "Perubahan musim yang ekstrem, dimana penyakit dan wabah akan menyelimuti bumi. Untuk mencegah penyebaran penyakit inilah, Sanghyang Jaran diturunkan atau napak pertiwi untuk menetralisir bumi yang sedang mengalami ketidakseimbanga," Ujar AA Gede Dharma. (

Tandatangani MoU dengan PT. Indonesia Power Bali PGU, Jaya Negara: Kuatkan Sinergi Pengelolaan Kebencanaan dan Energi Berkelanjutan



Denpasar – Walikota Denpasar, I GN jaya Negara meminta Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman pengelolaan kebencanaan dan energi berkelanjutan dapat menguatkan sinergi Pemkot Denpasar dan PT. Indonesia Power Bali Power Generation Unit (PGU).

Hal ini disampaikan Jaya Negara setelah melakukan penandatanganan MoU dengan General Manager Bali Power Generation Unit, Flavianus Erwin Putranto di kantor Walikota Denpasar, pada Kamis (30/06). Turut serta hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana. 

Jaya negara menyampaikan MoU ini bertujuan untuk peningkatkan kinerja para pihak dalam mengelola kebencanaan serta membantu pelestarian lingkungan melalui pemuliaan air dan energi terbarukan lainnya dengan melibatkan edukasi dan pengembangan kompetensi masyarakat Kota Denpasar. 

“MoU ini sebagai bentuk kolaborasi yang baik antara Pemkot Denpasar dan PT. Indonesia Power Bali PGU. Hal ini tentu akan meningkatkan kreativitas, inovasi dan pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan bencana dan pemanfaatan energi bersih, baru dan terbarukan,” ujarnya

Lebih lanjut, Jaya Negara berharap bahwa kedepannya kerja sama antara Pemkot Denpasar dan PT Indonesia Power Bali PGU bisa makin mendalam membahas mengenai pemanfaatan pellet sebagai EBT.

Sementara itu, Flavianus Erwin Putranto menyampaikan MoU ini akan membuka jalan bagi Pemkot dan PT. Indonesia Power untuk membahas kerjasama lebih mendalam. Kerjasama tersebut dapat mencakup Pengembangan strategi terkait dengan akses dan pengelolaan kebencanaan, Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengelolaan lingkungan hidup dan pemanfaatan EBT serta Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)/ Corporate Social Responsibility (CSR).

“MoU ini harus dilakukan sebaik-baiknya karena kita mempunyai tujuan yang sama yaitu, melakukan pengelolaan kebencanaan dan pemanfaatan EBT,” ujarnya

Jembrana Percepat Revisi RTRW Untuk Dorong Investasi



BALIKINI.NET | JEMBRANA — Mendorong  masuknya  investasi di Kabupaten Jembrana  yang lebih besar lagi, Pemkab Jembrana melakukan revisi Perda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Jembrana. 

Untuk mempercepat revisi RTRW Jembrana tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama tim teknis terkait melaksanakan konsultasi dan pemahasan bersama jajaran Direktorat Jenderal Tata Ruang di Gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN RI Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Diterima oleh Direktur Pembinaan Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I, Reny Windyawati, Bupati Tamba mengatakan kabupaten Jembrana berbeda dengan kabupaten lain di Bali yang sudah jauh bergerak cepat dengan sektor pariwisatanya.

"Kami saat ini sangat bersyukur dengan ada rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Jembrana sampai Denpasar. Ini adalah bentuk keseimbangan pembangunan antara Bali Selatan dengan Bali Barat. Seiring kabar baik itu, kami di Jembrana telah mengusung tagline karpet merah bagi  investasi di Kabupaten Jembrana," ucapnya.

Lanjut Bupati Tamba, pada saat revisi tata ruang provinsi Bali perda 16 tahun 2009, perda tata ruang Jembrana belum direvisi juga. Ditambahnya, begitu ia masuk menjabat sebagai Bupati Jembrana, pihaknya melihat  sangat sempit sekali wilayah-wilayah industri yang bisa manfaatkan ruangnya, maka dari perlu untuk revisi kembali tata ruang di Jembrana.

"Jadi, kita sangat menggantungkan sekali dari sisi pendapatan dengan adanya industri-industri yang tidak beresiko tinggi masuk kekabupaten Jembrana, disamping pariwisata juga akan dikembangkan dibeberapa zona-zona yang telah ditentukan dalam perencanaan tata ruang di Jembrana. Kita juga sudah petakan dimana zona-zona yang bisa kita kembangkan dan dimana zona yang menjadi wilayah provinsi dan zona wilayah nasional yang tidak bisa kita ganggu, itu sudah jelas semuanya," ujarnya.

Terakhir, dengan akan dilaksanakannya groundbreaking jalan tol dibulan September ini, Bupati asal desa Kaliakah tersebut berharap perda RTRW Jembrana segera rampung, melihat peluang investasi yang masuk ke Jembrana sangat banyak.

"Jadi jangan sampai dengan tagline Jembrana karpet merah bagi investasi, kita tidak memiliki tata ruang yang proper untuk itu. Untuk LSD Jembrana juga sudah clear. Untuk diketahui, saat ini PAD Jembrana menjadi yang terendah di Bali, dengan banyaknya peluang investasi yang masuk, kita optimis PAD Jembrana kedepan bisa ditingkatkan," harapnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I Reny Windyawati menyambut baik pembahasan dan diskusi terkait revisi RTRW kabupaten Jembrana, apalagi dalam kesempatan ini Bupati hadir langsung bersama tim terkait.

"Baik, kita akan segara tindak lanjuti hal ini, secara teknis kita segera diskusikan dengan tim terkait dari Jembrana terkait kelengkapan ataupun kesesuai terhadap RTRW Kabupaten Jembrana. Dengan diberikan target oleh Pak Bupati, kita ingin team di Jembrana juga kuat dan solid, bersama-sama berkerja keras untuk dapat menyelesaikannya tepat waktu," pungkasnya

Turut mendampingi Bupati pada kesempatan itu, Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya,  Kepala Dinas PUPRPP  I Wayan Sudiarta (ari/


Terinspirasi Inovasi TOSS, Bupati Sanggau Kunjungi Klungkung


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Asisten Administrasi Umum Dewa Gde Darmawan menerima kunjungan Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Ny. Arita Apolina beserta rombongan di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat(20/6). Kunjungan kerja ini dilaksanakan untuk mempelajari tentang Inovasi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang dimiliki Kabupaten Klungkung. 

Dalam sambutannya Bupati Suwirta menjelaskan mengenai proses awal inovasi TOSS yang kini sudah berkembang dengan baik sehingga lolos menjadi Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Suwirta juga menjelaskan mengenai potensi pertanian serta pariwisata di Nusa Penida. “Selamat datang kami ucapkan pak, mengenai inovasi yang kami buat di sini kami buat dengan sederhana namun efektif efisien, untuk sampah kami kelola langsung dari sumbernya dan untuk sekarang kami lebih fokus untuk membuat pupuk, kami juga memiliki koperasi untuk mengelola hasil di sana karena sehebat apapun peran teknologi tetap peran manusianya yang terpenting pak”ucap Bupati Suwirta

Bupati Sanggau Paolus Hadi dalam kunjungannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemkab Klungkung. “Saya beberapa kali berkesempatan bertemu Bapak Bupati Suwirta di acara-acara kepala daerah, darisana saya mengetahui dan terinspirasi dengan kesuksesan pengelolaan sampah ini, sehingga saya bersama tim kemari untuk melihat bagaimana proses dan peran masyarakatnya dalam program inovasi ini”ucap Bupati Paoulus

Setelah menyaksikan beberapa video mengenai inovasi TOSS, Bupati Paoulus beserta rombongan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Ketut Suadnyana mengunjungi TOSS Center yang berada di Jl. Kusuma Bahari, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. 

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved