-->

Selasa, 18 Oktober 2022

Ucapkan duka cita, Bupati Tamba Sambangi Rumah Korban Terseret Arus Tukad Bilukpoh


Jembrana - Usai mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan meninjau jembatan Bilukpoh yang rusak parah akibat luapan tukad Bilukpoh serta meninjau 2 lokasi posko pengungsian warga yang juga terdampak banjir, Bupati I Nengah Tamba didampingi Ny. Candrawati Tamba mengunjungi korban meninggal yang terseret arus di banjar Yeh Buah, Desa Penyaringan, Selasa (18/10).


Adapun korban sendiri yakni I Putu Widya Margareta,17, diketahui hilang terseret banjir bandang pada Senin dini hari (17/10) saat pergi bersama orang tuanya hendak berdagang di pasar Lelateng dan baru diketemukan dalam keadaan meninggal pada Selasa (18/10) tepatnya di pantai Delod berawah.


Dihadapan orang tua korban, Bupati Tamba menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang merenggut korban yang saat ini masih mengenyam pendidikan di SMA 2 Mendoyo tersebut.


"Amor Ing Acitya, tiang atas nama Pemerintah Daerah Jembrana turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya putri bapak/ibu tersebut. Semoga bapak-ibu bisa tabah dan mengiklaskan kepergiannya, kembali lagi ini sudah takdir yang digariskan oleh Ida Bhatara ," ucapnya.


Lebih lanjut, Bupati yang didampingi Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Teguh Dwi Raharja dan Sekda I Made Budiasa telah berkoordinasi dengan Kalaksa BPBD Provinsi Bali agar korban memperoleh santunan.


"Kita telah koordinasi bersama BPBD Provinsi Bali agar korban mendapat santunan, astungkara bisa segera di serahkan kepada keluarga korban, sehingga nantinya bisa diperutuhkan untuk pelaksaan upacara pitra yadnya korban,"  pungkasnya *

Keakraban Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Berbagi Makanan Ringan Bersama Anak-Anak Di Jalan

(Timika) Bali Kini - Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Serma Bambang  terlihat asik bersama anak-anak bermain didepan kios, bertempat di Kampung Mwuare, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Selasa (18/10/2022).



Keasikan Babinsa Serma Bambang ternyata sedang berbagi hadiah makanan ringan kepada anak-anak Kampung Mwuare yang sedang asik bermain di tepi jalan. Ini membuktikan terjalinnya keakraban antara Babinsa dengan anak-anak yang sudah terjalin baik, karena mereka tidak ada rasa takut dekat dengan TNI.


Disampaikan Babinsa Serma Bambang, meskipun makanannya sederhana yang dibagikan tetapi terlihat raut wajah anak-anak sangat senang menerima dan memakan makanan yang diberikan. “Ini salah satu cara untuk meningkatkan keakraban kepada anak-anak seperti mereka, semoga apa yang kami lakukan ini bisa menambah moril semangat anggota TNI khususnya para Babinsa untuk selalu dekat dengan warga binaannya,” katanya.


“Ia berharap semoga jalan baru yang sudah selesai ini dapat digunakan dan dimanfaatkan warga untuk beraktifitas, dan juga dapat menjaga dan merawat jalan tersebut sehingga tahan lama,” pungkas Serma Bambang.[tim/lpt]

Dampingi Gubernur Bali, Bupati Tamba Tinjau Infrastruktur dan Pos Pengungsian


Jembrana , Bali Kini - Musibah banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di kabupaten Jembrana menjadi sorotan publik. Khususnya di wilayah desa Penyaringan, kecamatan Mendoyo yang mengakibatkan ratusan rumah rusak serta lumpuhnya jalur nasional denpasar-gilimanuk tepatnya di jembatan bilukpoh.

Berdasarkan data BPBD, banjir yang menerjang (17/10) kemarin menyebar di seluruh kecamatan di kabupaten Jembrana. Total ada 18 desa terdampak banjir serta sedikitnya tujuh jembatan penghubung antar desa putus.


Gubernur Bali Wayan Koster  dan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta Kapolda Bali, Irjen.Pol. Drs Putu Jayan Danu Putra, mendatangi lokasi kejadian dan lokasi pengungsian di desa Penyaringan, Mendoyo Jembrana, Selasa (18/10). Kehadirannya langsung diajak Bupati I Nengah Tamba yang sudah sedari pagi berada dilokasi untuk meninjau tempat kejadian termasuk mengajak ke tempat pengungsian melihat kondisi masyarakat yang rumahnya terdampak banjir. Rombongan juga menyertakan BPBD Provinsi Bali, dan PU Bina Marga Provinsi Bali.


Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan penanganan musibah ini perlu peran serta berbagai pihak. Sebelumnya Bapak Kapolda bersama Bupati dan jajaran dan masyarakat sudah melaksanakan gotong royong membersihkan sampah - sampah yang ada. Kemudian kedua memastikan jembatan di Bilukpoh ini setelah diterjang banjir masih fungsional atau berfungsi dengan baik. "Tadi oleh kepala balai jembatan tersebut layak untuk dilewati namun harus satu jalur dulu untuk sementara dan akan dilakukan uji kelayakan sejauh mana bisa lewati kalau difungsikan dalam dua jalur,"kata Koster.


Kemudian pihaknya ingin warga masyarakat yang terdampak agar bisa diperhatikan dengan baik kebutuhannya terlebih mereka yang rumahnya masih terendam banjir. "Saya minta BPBD untuk mengelola ini dengan baik terutama tempat tinggal darurat untuk mandi makan. Kemudian mengenai tempat tinggal permanen kedepan yang akan direlokasi. Ada tanah provinsi namun tidak luas nanti akan kita carikan lagi sekarang ini baru ada 26 are lahan provinsi. Dan itu akan diberikan kepada masyarakat supaya bisa dibangun perumahan oleh BNPB,"sambungnya.


Kedepannya jembatan tersebut akan direnovasi lebih tinggi dari sebelumnya,  Agar jikalau terjadi peningkatan debit air seperti yang sudah terjadi jembatan tersebut akan tetap aman.


”Tadi pak Direktur Jembatan mengatakan ke depan akan dinaikan dan diperlebar jembatan ini. Sehingga walaupun ada banjir di kemudian hari dengan aliran yang cukup besar seperti kemarin, jembatan nya tetap bisa aman,”ucapnya.


Bupati I Nengah Tamba minta warga masyarakat agar tetap sabar dan kuat. Dirinya dengan seluruh jajaran lainnya tengah bekerja keras menangani musibah ini. "Kita akan kawal terus agar masyarakat disini semuanya mendapat bantuan dengan baik. Hari ini setelah Kapolda Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur datang ke Jembrana meninjau langsung guna memberi pertolongan dan mencari solusi terbaik bagi kita semua. Astungkara semuanya bisa memberikan yang terbaik,"ujarnya.


Sementara BPBD Provinsi I Made Rentin menyampaikan dalam rapat sebelumnya pihaknya sepakat dibawah komando Pak Bupati dari Pemprov bertiga ada BPBD, dinas PUPR dan Dinas Kehutanan Lingkungan hidup sepakat untuk melakukan prioritas.


"Yang pertama adalah bagaimana kita menyelamatkan jiwa masyarakat manusia yang utama, kemarin dilakukan proses evakuasi masyarakat terdampak terutama di lingkungan sekitar jembatan, kurang lebih kami mendapatkan data kemarin ada 117 KK yang kita evakuasi, salah satunya di tempat ini termasuk di beberapa tempat lain dan basisnya adalah mereka di saat malam hari bermukim dan menginap di keluarga-keluarga terdekat dan siang hari seperti sekarang mereka datang ke posko untuk mendapatkan support dan dukungan konsumsi kebutuhan dasar logistik dan lain sebagainya. Kemudian yang kedua prioritas adalah membersihkan alur dan material yang menimpa dan menutupi badan jembatan langsung, ,"ujarnya.


Terkait kelayakan jembatan di bilukpoh pihaknya masih menunggu asesment oleh pihak Balai jalan dan jembatan. "Setelah di lakukan asesmen awal melihat dari visual fisik jembatan sebenarnya boleh dan berani kita meyakinkan untuk sementara waktu kemarin boleh dilewati oleh kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dalam kapasitas kecil ringan, tidak dan belum diperbolehkan kendaraan roda empat roda 6 dengan kapasitas muatan yang terlalu berat, oleh karena itu hari ini hari kedua kami kembali memfokuskan perhatian kami kepada kapasitas jembatan, dilakukan asesment, uji kelayakan apakah memang layak secara kekuatan jembatan itu kita lalui terutama bagi kendaraan-kendaraan yang dengan kapasitas besar, karena ini kan merupakan jalur nasional tempat lalu lintas transportasi logistik di satu sisi, kebutuhan dasar kebutuhan pokok baik dari Jawa menuju ke Bali dan NTB NTT termasuk sebaliknya,"ucapnya.


Langkah kedua lanjutnya, pihaknya akan menyasar kepada rumah-rumah penduduk terutama di sekitar jembatan yang memang terdampak sangat signifikan diterjang banjir. "Kita berharap sudah bisa dihitung secara hitung cepat, istilah kami di penanggulangan bencana, kemudian asesment awal itu dilakukan dalam rangka hari ini juga akan hadir tim dari Deputi kedaruratan BNPB di nasional mudah-mudahan kita berharap hasil komunikasi dari telepon kemarin ada dua hal yang akan di support dari pusat kalau tidak support dan dukungan logistik berupa kebutuhan pokok kebutuhan dasar tunggal dan mudah-mudahan dari pusat juga akan men-support DSP dana siap pakai karena Bapak Bupati telah menetapkan status keadaan darurat terhadap beberapa bencana beberapa titik yang terjadi di Kabupaten jembrana,"tandasnya [rl/r3]

Gubernur Bali minta perbaiki sarana MCK pengungsian serta upayakan relokasi korban banjir bandang Jembrana


Jembrana , Bali Kini -
Musibah banjir bandang di Kabupaten Jembrana khususnya di desa Penyaringan mendapatkan perhatian dan kunjungan dari Gubernur Bali I Wayan Koster, Selasa (18/10)  Didampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba rombongan yang juga menyertakan Kapolda Bali, Irjen.Pol. Drs Putu Jayan Danu Putra,S.H,. M.Si, BPBD Provinsi Bali, dan PU Bina Marga Provinsi Bali selain melakukan peninjauan di jembatan  yang merupakan akses jalur lalu lintas (lalin) menuju Denpasar juga meninjau Pos pos pengungsian yang dihuni ratusan kepala keluarga (KK) yang terdampak. 

Disela - sela peninjauan Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan rasa empatinya atas musibah yang metimpa masyarakat Jembrana khususnya warga desa Penyaringan. Selain itu pihaknya juga memastikan bahwa akses yang terkena banjir bandang masih bisa dilewati, akan tetapi masih menunggu waktu untuk dilakukan uji kelayakan jembatan sejauh mana kekuatannya untuk bisa dilewati oleh kendaraan bila difungsikan dua jalur. 

“Yang paling parah di Jembrana ini, sampai membias ke wilayah yang cukup luas dan keadaannya berat.  Karena itu pertama adalah membersihkan dulu sampah sampah yang ada di jalan, seperti dilakukan kemarin satu hari sudah selesai karena kerja keras Pak Bupati, TNI, Polri dan masyarakat secara bersama-sama bergotong  royong sehingga bisa dibersihkan di badan jalan, tapi masih ada yang bertumpuk dirumah penduduk itu juga harus dibersihkan lingkupnya," paparnya.

 Yang kedua fokus Gubernur Koster  adalah memastikan jalan yang ada setelah terkena banjir bandang yang cukup besar itu masih fungsional bisa dilewati. 

" Tadi dengan kepala Balai dan Direktur pembangunan  Jembatan itu layak dilewati namun satu  jalur dulu untuk sementara.  Dan akan dilakukan uji kelayakan jembatan ini sejauh mana kekuatannya untuk bisa dilewati oleh kendaraan kalau difungsikan dua jalur. Tapi berdasarkan kemarin, dua alat berat masuk tidak ada pengaruh apa-apa, jadi kemungkinan bisa difungsikan dua jalur tapi masih menunggu waktu,” jelasnya. 

Selain memprioritaskan keselamatan warga, Gubernur Koster meminta sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) pada pos pengungsian agar dibuat lebih memadai.


“Warga yang harus diamankan terlebih dahulu karena rumahnya terkena banjir. Saya minta BPBD untuk mengelola ini dengan baik, terutama tempat tinggal darurat, untuk mandi dan makan. Makan saya kira tidak ada masalah karena dukungan logistik ada, tapi yang perlu disiapkan lebih memadai adalah MCK dan itu sedang dipetakan oleh pak Bupati dan sambil juga BPBD menyiapkan dengan cepat,” ungkap orang nomor satu di Bali


Lebih lanjut, setelah warga dan infrastruktur aman pihaknya akan merelokasi tempat tinggal warga yang terdampak banjir dengan menyiapkan lahan siap bangun milik provinsi.

“Kemudian tempat tinggal permanen kedepan akan direlokasi, ada tanah provinsi tapi tidak luas akan dicarikan lagi. Sekarang ini baru ada 20 are ditambah 6 are itu akan diberikan untuk masyarakat supaya bisa dibangun perumahan oleh BNPB,” katanya. 


Kedepannya jembatan tersebut akan direnovasi lebih tinggi dari sebelumnya,  Agar jikalau terjadi peningkatan debit air seperti yang sudah terjadi jembatan tersebut akan tetap aman.


”Tadi pak Direktur  Jembatan mengatakan ke depan akan dinaikan dan diperlebar jembatan ini. Sehingga walaupun ada banjir di kemudian hari dengan aliran yang cukup besar seperti kemarin, jembatan nya tetap bisa aman,” tandasnya. (Adi )

Bupati Sanjaya, Langsung Turun Lapangan Pastikan Penanganan Bencana

Tabanan  , Bali Kini  – Dalam guyuran hujan dan beralaskan sandal jepit, Bupati Tabanan turun langsung dan berbaur dengan relawan penanggulangan bencana dan masyarakat pada sejumlah titik bencana untuk memastikan penanganan bencana ditangani secara optimal. Hal ini menjadi fokus penting bagi Bupati Tabanan, mengingat cuaca buruk dan guyuran hujan tanpa henti yang melanda wilayah Kabupaten Tabanan dan sekitarnya beberapa hari belakangan.


Melewati jalan yang licin dan area yang sulit, Bupati Sanjaya didampingi beberapa anggota DPRD Tabanan, para Asisten, OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam setempat, memulai kunjungan di Pura Manik Toya, Banjar Umadiwang, Belayu Marga. Dilanjutkan melakukan tinjauan ke lokasi tanah longsor di Banjar Palean, Desa Luwus, Baturiti, dan meninjau tiga lokasi di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kediri, yang terdampak banjir luapan Tukad Yeh Sungi, Selasa, (18/10).

Bupati Sanjaya mengatakan, bahwa kunjungan ini benar-benar dipersiapkan agar mampu memberikan semangat bagi masyarakat yang terdampak. “Hari ini memang kita persiapkan untuk melihat secara langsung apa yang terjadi di tengah-tengah kita khususnya di Kabupaten Tabanan. Tadi perjalan kita saya awali di Kecamatan Selemadeg Timur di Desa Tangguntiti,” ujar Sanjaya ketika di lokasi tanah longsor Luwus.

Dalam waktu 5 hari kedepan, pihak Pemkab masih melaksanakan pendataan titik-titik yang rawan bencana dan melakukan prioritas penanganan pada perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana, seperti jembatan putus, tanah longsor yang meenutupi jalan, maupun jalan yang putus ataupun longsor, pohon tumbang dan lainnya. Dipastikan semuanya agar bisa ditangani dengan sebaik-baiknya.

Keprihatinan juga terpancar dari wajah Sanjaya melihat situasi ini, dimana ada Pura terendam, tanah longsor, jembatan maupun  jalan putus dan juga banjir menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur di wilayah tersebut. Namun dibalik itu, Sanjaya sangat bangga akan persatuan masyarakat. “Budaya tedun masyarakat melalui gotong-royong yang dikomandoi Perbekel, Bendesa Adat, TNI, Polri, sangat luar biasa. Saya apresiasi, saya bangga melihat gotong-royong ini,” pungkas Sanjaya.

Disamping itu, Bupati Tabanan juga menyampaikan permakluman serta permintaan maaf kepada seluruh masyarakat, terkait kekurangan alat, seperti sensor, alat berat dan lainnya. “Di Kabupaten Tabanan ada ratusan titik yang mengalami bencana seperti ini. Jadi kami urai, kami juga minta bantuan ke Provinsi sehingga Bapak Gubernur juga bisa memperhatikan,” sambung Sanjaya yang sebelumnya juga telah menginstruksikan kepada BPBD, Dinas PUPR serta dinas-dinas terkait, untuk melakukan langkah antisipatif agar dampak bencana tertangani dengan baik.


Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Sanjaya tiada henti-hentinya memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar tetap bersatu baik suka maupun duka. Pemerintah juga dikatakan telah menyiapkan dana bantuan agar bencana ini tertangani dengan cepat serta terselesaikan dengan baik. “Mari kita tetap semangat. Ini sudah merupakan siklus dari alam, ujian untuk kita tetapi jangan kita pernah menyerah terhadap keadaan,” pinta Sanjaya.


I Nyoman Gede Oka Giri Antara selaku Perbekel Luwus,  mengatakan ada beberapa jalan yang rusak akibat longsor yang paling parah adalah jalan penghubung Palean dan Punjuan. Masyarakat yang terdampak di wilayahnya dikatakan bersama-sama melaksanakan gotong-royong usai bencana terjadi. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih atas kesigapan pemerintah yang langsung turun membantu tenaga dari pihak BPBD serta pihak terkait lainnya juga meberikan bantuan alat, seperti alat berat dan lainnya.[rls]

Senin, 17 Oktober 2022

Cuaca Ektrim, Sekda Alit Wiradana Minta Seluruh OPD Siaga Bencana

Denpasar, Bali Kini - Dalam mengantisipasi  cuaca ekstrim menjelang akhir tahun dan disertai dengan curah hujan yang tinggi, Sekda Kota Denpasar IB. Alit Wiradana meminta kepada seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar untuk meningkatkan kewaspadaan dan siaga dalam mengantisipasi bencana.  Hal ini disampikan pada Apel Disiplin Pegawai , pada Senin (17/10) di Halaman Kantor Walikota Denpasar



Dalam arahanya Sekda Alit Wiradana mengatakan bahwa memasuki musim penghujan dan cuaca ektrim ini tentu sangat berpotensi terjadi angin kencang, banjir dan cuaca buruk.  "Untuk itu saya meminta kepada seluruh  OPD  untuk bersiaga dan mengantisipasi bencana yang akan terjadi, termasuk juga mengaktifkan kembali program bapak angkat kebersihan di masing masing Desa dan Kelurahan," kata Alit Wiradana. Lebih lanjut dikatakan saat ini curah hujan sangat tinggi dan sangat rawan terjadi nya banjir. Saluran  air atau got agar dipantau kebersihannya.


"Kegiatan pemantauan agar terpusat pada titik-titik luapan  air yang berpotensi banjir dan juga pohon-pohon besar yang rawan tumbang tertiup angin kencang serta menyediakan pos-pos pelayananan penanggulangan bencana untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat," katanya.


Selebihnya Sekda Alit Wiradana juga mengajak Desa/Kelurahan serta masyarakat untuk bergerak bersama dalam menjaga kebersihan sungai dimana dapat meminimalisir bencana banjir di daerah masing-masing.


Selebihnya pihaknya juga mengajak seluruh ASN dalam memasuki cuaca musim penghujan ini agar  mengaktifkan kembali bapak angkat di masing-masing desa/kelurahan dengan melakukan kerja bakti bersih lingkungan sehingga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.[rl]

Bupati Tamba pantau penanganan banjir di Jembrana

Jembrana , Bali Kini -  Cuaca ekstrim yang terus mengguyur  Kabupaten Jembrana  mengakibatkan banjir di sejumlah desa di Kabupaten Jembrana diantaranya seperti, Desa Yeh Embang Kauh/Banjar Sekar Kejula, Lk.Biluk Poh Kelurahan Tegal Cangkring, Kelurahan Sangkar Agung, Lingkungan Pemedilan, Kelurahan Dauhwaru, Desa Dangintukadaya, Desa Air Kuning, Desa Kaliakah dan Desa Melaya. 



Selain menyebabkan banjir, cuaca ekstrim juga mengakibatkan akses menuju jembatan penghubung antara Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan tertutup material banjir.

Kayu kayu berukuran besar yang dibawa aliran banjir menutupinjembatan yang merupakan  jalan nasional sehingga praktis akses warga pengguna jalan denpasar - Gilimanuk terputus. Akibatnya , terjadi  kemacetan karena  ratusan  truk dan kendaraan warga tidak bisa melintas. 


Kondisi itu langsung dipantau Bupati Jembrana I Nengah Tamba kelokasi diperbatasan Penyaringan dan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo,senin (17/10/2022). Bupati turun didampingi sekda I Made Budiasa ,Kapolres Jembrana AKBD Dewa Gede Juliana serta Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf. Teguh Dwi Raharja.


Dilokasi , Ia langsung memerintahkan pembersihan material banjir yang menutup akses Jembatan.

Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh tim tagana, polres Jembrana , Kodim 1617 serta BPBD Jembrana.sebanyak tiga buah alat berat turut dikerahkan membersihkan kayu kayu berukuran besar sisa material banjir. Sementara untuk endapan lumpur terbawa banjir dibantu pembersihannya menggunakan  mobil tangki air bersih satpol PP Kabupaten Jembrana.


Bupati Tamba  juga sempat mengunjungi  warga Tegalcangkring terdampak banjr  dengan kondisi  rumah rusak berat . Saat ini 45 KK dievakuasi menempati bangunan Bale tempek 5 Biluk poh kangin Desa Tegalcangkring Mendoyo.


Bantuan juga telah disalurkan untuk warga mengungsi berupa makanan minuman. Selain itu Dinas Sosial juga akan menyalurkan pemberian pakaian bersih , alat alat rumah tangga saat bencana.


Ia menghimbau kepada warga masyarakat yang tinggal di sekeliling lokasi bencana agar tetap tenang dan saling berkoordinasi, pihaknya berjanji akan bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan ini. 


“Hari ini kami bersama sama turun kelapangan dengan segenap jajaran forkopimda dan seluruh pimpinan opd terkait. Kami belusukan untuk bisa melihat fakta yang terjadi dilapangan dan bisa kita kabarkan bahwa untuk semeton kita yang mau berencana menggunakan jalan darat melalui jalur Denpasar gilimanuk mohon dibatalkan atau dialihkan dulu karena kondisinya masih dicek. Secepatnya dengan seluruh jajaran forkopimda dan team yang ada mengatasi permasalahan yang ada, paling tidak masyarakat merasa nyaman dan aman yang kita laksanakan hari ini," ujar Bupati.


Selain persoalan akses jalan kata Bupati , yang penting juga harus dipikirkan adalah keselamatan warga. "kita prioritaskan hari ini adalah mengevakuasi warga terlebih dahulu,  warga yang kita utamakan, keselamatan warga kita utamakan,” ungkapnya usai memantau lokasi bencana.


Untuk memfasilitasi warga yang mengungsi,  segala kebutuhan kata Bupati sudah dipersiapkan di setiap titik kejadian . Mulai dari dapur umum hingga tempat pengungsian. 


“Bentuk bantuan yang sudah diberikan.Hari ini, makan siang sudah kita siapkan, dapur umum sudah terlselesaikan. Kita juga sudah kontak  temen temen  dari asosiasi , semua dari Denpasar. Bantuan juga akan segera turun. Kita perhatikan disemua titik pengungsian," ucap Bupati Tamba . 


Pihaknya juga belum bisa memastikan kelayakan jalan jembatan tersebut digunakan untuk muatan berat. Beberapa komponen jembatan terlihat rusak akibat gerusan aliran banjir. Diantaranya  utilitas kabel listrik dan telepon yang tumbang serta bagian  reling  jembatan bagian sisi barat turut tergerus .


"Kondisi itu perlu assesment sebelum diputuskan layak dilalui.  Dengan kondisi itu, khusus untuk  sepeda motor masih memungkinkan  dilalui," kata Tamba.


Untuk  itu Bupati asal Kaliakah ini  juga sudah melakukan koordinasi  dengan pihak  balai jalan.Dilokasi, Bupati bersama BPBD Provinsi , Kadis PU Provinsi serta pihak  balai jalan nasional  langsung menggelar rapat mengenai kondisi jembatan dan jalan nasional.


“ Jalan di jembatan ini kan yang paling berat , saya sudah berkordinasi dengan balai dan kadis pu provinsi . Termasuk juga teman dari BPBD, pak kapolres dan juga pak dandim. Belum bisa putuskan apakah layak apakah belum jalan ini sebelum diuji dulu.  Tapi paling tidak material banjir ini harus  clear dulu,” katanya. 



Solusi atas banjr lainnya, Bupati mengaku  sudah melakukan koordinasi dengan KPR Bali Barat untuk segera melakukan panggilan kepada pemegang KPR atas ijin pemanfaatan hutan.


“Saya sudah kordinasi dengan KPR Bali Barat, untuk sesegera mungkin memanggil  pemegang KPR disini. Saya sebenernya sudah komitmen sama mereka ,tidak boleh lagi ada penebangan hutan segala macam. Yang terjadi saat ini  sebenarnya bukan penebangan hutan. Ini  penebangan yang dilakukan hanya  bisa bercocoktanam dibawahnya.

 Jenis kayunya beda kok ini ( material terbawa banjir ) . Ini kayu tidak bisa dijual, sehingga material ini bukan pelaku ilegalloging,” tandasnya. 

 

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra, melaporkan meluapnya air sungai bilukpoh mengakibatkan terjadi penumpukan batang kayu dan sampah sehingga terjadi kemacetan total jalur Gilimanuk ke Denpasar.


Banjir tersebut juga mengakibatkan 1 (satu) orang warga hanyut dan saat ini masih dalam pencarian.

"Berdasarkan data awal di Lingkungan Biluk Poh jumlah Kepala Keluarga yang terdampak sebanyak 117 KK dan bangunan rusak sebanyak 45 rumah (belum teridentifikasi rusak ringan/sedang/berat)," ujarnya


Lebih lanjut,  pihaknya mengatakan sudah melaksanakan evakuasi terhadap warga serta membuat pos pengungsian dibeberapa titik.

"Ketinggian air yang cukup tinggi di beberapa desa/kelurahan mengharuskan adanya evakuasi dan pembuatan tempat pengungsian sementara/pos pengungsian di Lingkungan Biluk Poh, Kelurahan Tegal Cangkring dan Lingkungan Samblong , Kelurahan Sangkar Agung," ungkapnya.


Nampak hadir dalam peninjauan bencana tersebut, Kapolda Bali Irjen. Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Kadis PU Provinsi Bali. 


Hingga sore (17/10) jalur yang sebelumnya ditutup baru bisa dibuka untuk pengendara motor tapi masih bersifat terbatas karena harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu ( rl/r2)

Bupati Gede Dana Berikan Bantuan dan Uang Santunan Korban Banjir dan Longsor

Karangasem, Bali Kini -Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Karangasem pada Senin (17/10/2022) memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang memakan korban jiwa dan luka-luka di beberapa tempat. 



Bupati Karangasem, I Gede Dana dan Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, bergerak cepat dan langsung turun ke lokasi bencana untuk membantu korban bencana bersama anggota dari BPBD Karangasem. Di Banjar Dinas Santhi, Desa Selat, Bupati langsung bergabung dengan Tim SAR untuk bersama melakukan pencarian terhadap korban terseret banjir atas nama I Gusti Ngurah Wedana Putra bocah berusia 8 tahun. 


Dengan menggunakan cangkul, Bupati bersama Tim SAR menggali material banjir berupa batu pasir dan kerikil dalam rumah korban yang hancur, karena pencarian titik pertama difokuskan di rumah korban, sebab diperkirakan korban tertimbun material banjir di dalam rumahnya. Namun setelah dilakukan penggalian korban tidak diketemukan, baru beberapa jam kemudian Tim SAR gabungan bersama warga akhirnya berhasil menemukan korban sekitar 10 meter di sebelah barat rumahnya yang hancur diterjang banjir. Sementara sebelumnya korban atas nama  I Gusti Ayu Pradnya ditemukan meninggal dunia di pematang sawah yang tergenang banjir sekitar 700 meter dari rumahnya. 


Bupati Gede Dana saat itu juga langsung menjenguk korban meninggal di Pusekesmas Selat dan berbincang dengan pihak keluarga. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem mengungkapkan keprihatinan dan duka cita mendalam atas korban yang meninggal akibat bencana alam. 


“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Karangasem mengungkapkan duka cita atas jatuhnya korban meninggal akibat bencana,” ungkap Gede Dana. 


Pihaknya dalam kesempatan itu langsung memerintahkan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah termasuk mencari tau penyebab terjadinya banjir bandang tersebut. “Memang kondisi alam dan cuaca tidak bisa kita prediksi, tapi langkah mitigasi dan pemetaan rawan bencana perlu di cermati ulang, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Gede Dana.


Pasca kejadian itu, Gede Dana juga memerintahkan BPBD Karangasem untuk melakukan assesment dan mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu korban bencana dan penanganan pasca bencana. Dalam kesempatan itu Bupati Gede Dana secara pribadi menyerahkan bantuan kompor. Selimut, sembako dan uang santunan kepada para keluarga korban bencana.


Pihaknya menghimbau kepada masyarakat utamanya yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi yang terjadi saat ini dan beberapa hari kedepan. 


Di Banjar Abian Tihing, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, seorang warga terpaksa dievakuasi Tim SAR karena mengalami luka-kuka setelah diterjang banjir, sementara di wilayah tersebut belasan rumah terendam banjir dan beberapa diantaranya mengalami kerusakan dan warga harus mengungsi di Balai Banjar.[ami/r4]

Gubernur Wayan Koster Buka Bali Fab Festival 2022

Bali Sebagai Fab Island Pertama di Dunia Dukung Ekosistem Teknologi Digital 

Badung , Bali Kini - Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi membuka Fab City Summit atau Bali Fab Festival 2022 pada, Senin (Soma Umanis, Watugunung), 17 Oktober 2022 di Jimbaran, Badung, sekaligus menjadikan Pulau Bali sebagai Fab Island pertama di dunia guna mendukung ekosistem teknologi digital di Provinsi Bali.


Acara Pembukaan Bali Fab Festival 2022 Turut Juga Dihadiri Oleh Bapak Ilham Akbar Habibie Selaku Steering Committee Bali Fab Fest & Founding Partner Meaningful Design Group, Prof. Neil Gershenfeld Selaku Director At Mit's Center For Bits And Atoms, Dan Thomas Diez Selaku Executive Director Of Fab City Foundation. Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan terpilihnya pulau bali sebagai tempat pelaksanaan acara Fab City Summit atau bali fab festival 2022 merupakan suatu kepercayaan, sekaligus kehormatan bagi saya. “Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Bali, saya mengucapkan selamat datang di Bali. Pulau Dewata yang kita cintai bersama. Semoga dengan keindahan alam, keramahtamahan masyarakat, dan kekayaan, serta keunikan budaya Bali, akan memberikan vibrasi yang kuat bagi para peserta untuk mengikuti acara dan berbagai kegiatan selama berada di Bali,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini yang disambut tepuk tangan.


Sesuai sengan Visi Pembangunan Bali, Yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, pelaksanaan Bali Fab Festival 2022 diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan Bali, khususnya dalam mendukung Program Bali Smart Island sebagai bagian dari Program Transformasi Perekonomian Bali.

 

Konsep Fab City yang mendorong tumbuh kembang Circular Economy dengan spirit agar daerah dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, dengan memproduksi sendiri produk-produk yang dibutuhkan melalui dukungan teknologi canggih, saya rasa sangat sejalan dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, yang salah satu prinsip dalam Tri Sakti Bung Karno, yaitu Berdikari Secara Ekonomi.


Saya menyambut baik ajakan Fab City Network untuk mendeklarasikan Bali sebagai Fab Island, Pulau Fab Pertama di Dunia dan berkomitmen untuk mensukseskan program ini. Dengan mendeklarasikan diri sebagai Fab Island, Bali menjadi bagian dari jaringan global teknologi, inovasi, dan entrepreneurship, guna memberdayakan masyarakat sampai ke akar rumput. Saya juga menyambut baik ajakan untuk bersama-sama membuat kesepakatan Bali terhadap upaya pencapaian pembangunan rendah karbon menuju Net Zero Emission pada Tahun 2045.

Terkait dengan transformasi digital, Pemerintah Provinsi Bali telah mengambil langkah-langkah strategis dan taktis untuk pembangunan rendah karbon menuju Net Zero Emission pada Tahun 2045, yang diantaranya : 1) Mengembangkan Kebijakan Sistem Pertanian Organik Melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019; 2) Memberlakukan Kebijakan Bali Energi Bersih yang Diatur Dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019; 3) Memberlakukan Kebijakan Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang Diatur Dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019; dan 4) Memberlakukan Kebijakan Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020.


Berbagai kebijakan atau regulasi di bidang pembangunan digital telah dan sedang dilaksanakan, yaitu; peta rencana transformasi digital, tata kelola dan kelembagaan, telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, dan telah menjadikan skala prioritas terhadap sistem pemerintahan berbasis elektronik dalam berbagai aspek pembangunan.

Saat Ini, Pemerintah Provinsi Bali sudah dan sedang menjalankan 4 (Empat) Skenario Skema Transformasi Digital, yaitu: transformasi proses, transformasi model bisnis, transformasi domain, dan transformasi budaya/organisasi, dengan menempatkan teknologi digital tidak hanya sebagai supporting, namun juga sebagai enabler, dan bahkan sebagai driver, yang membawa solusi dan arah baru dalam Pembangunan Bali.

Agar event ini memiliki keberlanjutan, ada beberapa hal ke-depan yang dapat disinergikan antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Fab City Network yang ada di seluruh dunia, antara lain: 1) Mendorong lahirnya inovasi Desa Adat, dengan memanfaatkan Balai Desa Adat atau Balai Banjar di Desa Adat yang jumlahnya mencapai lebih dari seribu Balai Banjar tersebar di seluruh Bali, sebagai ruang untuk berkreativitas dan berinovasi. “Sebagai tindakan awal, kami telah memasang sebanyak 1.493 Wifi Gratis di semua Desa Adat yang ada Di Bali,” kata Gubernur Bali Asal Desa Sembiran, Buleleng ini; 2) Mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna pada 6 Sektor Unggulan Ekonomi Kerthi Bali, yaitu: (1) Sektor Pertanian dalam arti luas dengan Sistem Pertanian Organik, (2) Sektor Kelautan/Perikanan, (3) Sektor Industri Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Branding Bali, (4) Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, (5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, (6) Sektor Pariwisata, yaitu Pariwisata Berbasis Budaya, Berkualitas, dan Bermartabat; 3) Berkolaborasi untuk dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) kreatif berbasis teknologi melalui program pada jenjang Pendidikan Dasar dan jenjang Pendidikan Menengah di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK); dan 4) Kerjasama Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali, serta juga melibatkan seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Bali.

Dengan Bali menjadi Fab Island, Sektor Pariwisata yang saat ini mendominasi perekonomian Bali, akan dikembangkan/diberdayakan jenis pariwisata baru, yaitu pariwisata berbasis teknologi atau technology tourism. Pariwisata berbasis teknologi ini akan berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi melalui penelitian, pengembangan, dan produksi bersama.


Dalam Dinamika Global, Bali harus terbuka terhadap ide, sumberdaya, dan inovasi global, sehingga Bali akan memiliki model ekonomi baru, yang bisa menjadi contoh untuk pengembangan model ekonomi nasional. Oleh karena itu, saya sangat berharap sekaligus mengundang Fab City Network untuk berkontribusi secara nyata dalam pengembangan platform digital Bali, termasuk mendukung pelaksanaan event Bali Digi Fest yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Bali, guna mewujudkan visi Digital Kerthi Bali, dengan spirit Enabling Bali As Digital Creative Paradise.


Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Bali Fab Festival 2022, semoga dapat menemukan rumusan hasil yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, serta dunia. [rls]

Wilayah Kecamatan Abang Diterjang Banjir Sejumlah Gardu Listrik Roboh

 Karangasem, Bali Kini - Hujan yang mengguyur semalaman Minggu (16/10/2022) sampai dengan Senin (17/10/2022) pagi mengakibatkan berbagai macam bencana timbul di hampir seluruh wilayah Kabupaten Karangasem.



Seperti di wilayah Kecamatan Abang, sebuah gardu listrik berukuran sangat besar roboh hingga menghalangi jalan, tepatnya Jalan Desa Pidpid menuju Desa Nawekerti. Terpantau, Senin (17/10/2022) pagi, petugas dari PLN langsung menangani hal tersebut. Saat penanganan, listrik terpaksa dipadamkan sementara oleh pihak PLN sehingga mengakibatkan sebagian rumah warga di jalur tiang listrik yang roboh tersebut padam. Meski hanya sekitar 2 jam lamanya. 


Sementara, dari pihak Bhabinkamtibmas Desa Pidpid, Polsek Abang Aiptu Made Putu Suardika turun langsung kelapangan melakukan pengecekan situasi. "Saat saya turun ke lokasi mengecek dampak dari Hujan deras semalam, saya mendapati tiang listrik ini roboh dan menghalangi jalan. Untuk itu saya berupaya menghubungi petugas PLN untuk segera dilakukan penanganan  mengingat jalur menghubungkan antar desa, " Katanya. 


Selain petugas PLN dan Bhabinkamtibmas, warga masyarakat setempat juga pejabat desa terlihat ikut andil dalam menangani tiang listrik yang roboh. "Tiang gardu listrik roboh diakibatkan karena guyuran hujan yang lebat semalam dan nihil adanya korban jiwa, hanya saja kerugian material dari pihak PLN," Tandasnya. (Ami)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved