-->

Rabu, 19 Oktober 2022

Respon Cepat Walikota Jaya Negara. Turun Langsung Tinjau SD 11 Padangsambian Yang Terdampak Banjir


Denpasar , Bali Kini  - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pada Rabu (19/10) pagi turun langsung meninjau kondisi SD 11 Padangsambian, Denpasar Barat, yang terdampak banjir pada Selasa 18 Oktober dini hari. Jaya Negara yang didampingi Kadis PUPR AA. Bagus Airawata, Kadis Dikpora AA. Wiratama, Kalaksa BPBD IB. Joni Ariwibawa, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai dan Camat Denpasar IB. Purwanasara mengatakan, solusi yang akan dilakukan oleh Pemkot Denpasar adalah memperbanyak biopori atau lubang resapan di sekitar halaman sekolah. 


"Untuk solusi yang dapat kita lakukan adalah memperbanyak lubang resapan di sekitar sekolah, serta memastikan sungai ini bersih dari sampah disamping juga akan memperbaiki tembok sekolah yang berbatasan langsung dengan sungai," terang Jaya Negara.  


Tampak  Jaya Negara menyusuri area sekolah guna memantau secara teliti kondisi  sekolah pasca terendam banjir.  "Sekolah ini memang posisinya paling rendah diantara pemukiman  penduduk sehingga air banyak masuk ke halaman sekolah disamping karena luberan air dari sungai yang ada di sebelah sekolah," katanya. 

Sekolah yang terletak di Jalan Gunung Tangkuban Perahu tersebut, berdampingan dengan sungai dan berlokasi di tengah pemukiman warga.

Menurut Jaya Negara hal ini juga menjadi pertimbangan tersendiri Pemkot Denpasar dalam hal penanganan permasalahan banjir di lokasi itu. 

"Solusi lain adalah, sekolah ini dapat dilakukan peningkatan bangunan. Jadi ketika banjir datang siswa sekolah dapat tetap belajar di ruang lantai 2. Terkait ini, kita akan koordinasikan dan bahas lebih lanjut," tambah Jaya Negara. 

Selebihnya Jaya Negara juga mengingatkan agar dalam masa cuaca ektrim ini masyarakat untuk selalu hati hati dan waspada. "Kami juga sudah menginstruksikan kepada OPD untuk siaga bencana. Semua potensi dan kekuatan serta perangkat perangkat pertolongan agar disiapkan dengan baik, sehingga ketika terjadi  bencana bisa segera melakukan respon cepat dan penanganan," kata Jaya Negara.

Sementara itu, pihak SD 11 Padangsambian yang diwakili salah seorang guru, Ni Ketut Sarjani, mengatakan, memang posisi sekolahnya rendah dan ada sungai kecil disebelahnya. 

"Dengan adanya kunjungan   rombongan yang dipimpin Bapak Wali Kota semoga permasalahan dapat segera teratasi," kata Sarjani.

SD 11 Padangsambian merupakan sekolah hasil regrouping dengan sekolah SD13 Padangsambian dengan jumlah siswa mencapai 600 siswa. 

"Terima kasih atas perhatian Bapak Wali Kota beserta jajaran yang sudah meninjau langsung kondisi sekolah kami. Kami berharap, mudah mudahan solusi yang nanti diberikan oleh pemerintah dapat meminimalisir dampak   banjir di sekolah kami. Sehingga para siswa dan guru dapat dengan tenang  melaksanakan proses belajar dan mengajar," harap Ketut Sarjani (*)

Bupati Suwirta Bantu Korban Tanah Longsor dan Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada Menjaga Keselamatan


Klungkung , Bali Kini -
Cuaca buruk disertai angin kencang yang belakangan ini masih mengguyur Kabupaten Klungkung mengakibatkan dapur dan toilet milik I Wayan Sudarsana terperosok hingga menutupi badan jalan penghubung antara Dusun Kapit dengan Dusun Umanyar di Desa Nyalian Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Rabu (19/10). Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (18/10) sekitar pukul 19.30 wita.


Saat mendapatkan laporan dari masyarakat, Bupati Suwirta langsung turun ke lokasi setibanya dilokasi Bupati Suwirta mengaku sangat perihatin melihat kondisi yang dialami oleh warganya itu. "Jadi terlihat tempat yang sangat tinggi ini yang menyebabkan air turun dan menahan air begitu banyak, sehingga mengakibatkan dapur, toilet dan tanggulnya menjadi roboh. Lumayan ini kerusakannya hingga menutupi jalan," ujar Bupati Suwirta.


Bupati juga menambahkan saat ini dari BPBD, TNI/Polri dan Dinas PUPR dengan menggerahkan alat berat juga sudah turun untuk memindahkan material agar nantinya akses jalan bisa kembali dibuka normal. Pihaknya juga sudah menugaskan dinas terkait untuk menindaklanjuti musibah ini. Selain itu, Bupati Suwirta juga meminta agar masyarakat tetap menjaga keselamatan diri, mengingat cuaca buruk belakangan ini masih terjadi. "Jadi yang paling terpenting saya himbau jika mempunyai rumah ditempat-tempat yang tinggi agar disaat membuat Dinding Penahan Tanah (DPT) itu dibuat dengan pondasi yang kuat sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," harap Bupati Suwirta.


Sementara I Wayan Sudarsana mengatakan bahwa kejadian tersebut diakibatkan karena hujan yang terus mengguyur dari siang sampai malam hari. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, ia juga menuturkan awalnya ia sedang menonton tv didengar suara gemuruh Sudarsana langsung syok saat keluar melihat dapur dan toiletnya roboh. Akibat dari musibah ini kerugian ditafsir sebesar 150 juta. "Terimakasih Bapak Bupati dan seluruh jajaran yang sudah turun dan membantu kami," ujarnya.


Turut hadir mendampingi Bupati, Kadis PUPR Kabupaten Klungkung I Made Jati Laksana, Kepala BPBD Kabupaten Klungkung I Putu Widiada, Camat Banjarangkan I Dewa Aswin serta instansi terkait lainnya.(r2)

Jembrana Terima Bantuan Operasional Keposkoan dari BNPB

Jembrana , Bali Kini  - Bupati Jembrana I Nengah Tamba menerima bantuan penanganan darurat bencana alam dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan dana sebesar Rp250 juta serta Rp100 juta berupa logistik diserahkan langsung Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB Zaenal Arifin kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba bertempat di rumah jabatan Bupati, Rabu (19/10).


Bantuan dana siap pakai tersebut nantinya akan dipergunakan untuk operasional keposkoan guna membantu penanganan darurat bencana banjir di wilayah kabupaten Jembrana.

"BNPB memberikan bantuan nilai uang tunai sebesar Rp 250 juta dan Rp 100 juta untuk pemenuhan kebutuhan dasar agar masyarakat yang terdampak segera tertangani pulih seperti sedia kala.

Minimal ada penghidupan masyarakat itu dapat berlangsung," ucap Zaenal Arifin.

Selain itu, dalam penanganan bencana di Kabupaten Jembrana pihaknya  akan melaksanakan  pendampingan dan mengawal pengajuan bantuan dari Pemkab Jembrana guna mempercepat pemulihan masyarakat Jembrana yang terdampak bencana.

"BNPB mempunyai tugas yaitu pendampingan baik itu pendampingan logistik peralatan, administrasi, akan kita berikan pendampingan terutama dalam mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak," ujarnya.

Lanjut, Zaenal Arifin menyampaikan dari bencana banjir bandang yang terjadi kemarin yang mengakibatkan rumah rusak dibeberapa titik bencana.

Masyarakat yang menjadi korban bencana bisa mendapatkan bantuan biaya pembangunan senilai Rp 50 juta.

"Pemerintah hanya dapat membantu uang stimulan, jika rusak berat kita akan berikan bantuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan sekitar 50jutaan dan itu juga akan dikasih lagi sesuai dengan kebutuhan. Jika ada relokasi berarti nanti akan dapat diakses di BNPB terkait dengan dana stimulan rehabilitasi," ungkapnya.


Bupati Jembrana I Negah Tamba berterimakasih atas perhatian BNPB akan bencana banjir bandang diJembrana.

Merespon hal itu, Ia   ingin bertemu dengan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto guna mendiskusikan serta mengajukan bantuan untuk biaya pembangunan dari masyarakat Jembrana yang terdampak bencana.

“Sesuai hasil diskusi dengan Direktur bahwa Bupati Jembrana diharapkan sesegera mungkin bisa datang ke Jakarta menghadap ke pimpinan pusat untuk membawa seluruh persoalan yang akan kita sampaikan.

Saya perlu bertemu dan diskusi langsung dengan pempinan di pusat menerangkan sesungguhnya atau kejadian dan apa kebutuhan kita termasuk juga bagaimana masalah masyarakat yang benar-benar terdampak serius apakah ada relokasi," ucapnya.


Bupati Tamba juga berharap bantuan Rp 50 juta untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal itu dapat benar benar terealisasikan. " Ini yang harus kita follow up segera terkait bantuan biaya pembangunan tadi. Termasuk menyelesaikan mekanismenya serta bagaimana administrasinya sehingga perlu ditindaklanjuti bertemu langsung Kepala BNPB," pungkasnya.(*)

Apes Pemilik Villa ini, Tidak Tau Narkoba Tapi Dituntut 12 Tahun


Denpasar , Bali Kini -
Anak Agung Gede Oka alias Gung Panji (49) pemilik villa Jepun, Kuta Utara, Badung dituntut JPU 12 tahun penjara dalam sidang yang digelar virtual di PN Denpasar. Tuntutan ini dinilai sangat tidak berlogika oleh Edward Pangkahila selaku Kuasa Hukumnya.

Bagaimana tidak, Gung Panji mengakui bahwa dirinya hanya melihat bungkusan berisi narkotika di kamar yang disewa oleh salah seorang tamu asing. Turis yang menyewa villanya bernama Mr.Apple (buron) selaku pemilik Ekstasi, sabu dan kokain.

Namun hanya lantaran tidak melaporkan ke pihak berwenang jika ada temuan narkotik di villa miliknya, Gung Panji dituntut JPU pidana penjara selama 12 tahun. "Berdasar fakta selama persidangan Gung Panji tidak terbukti memiliki narkoba," ketus Edward.

Lanjutnya, bahwa fakta yuridis di persidangan dari awal dakwaan, bahkan sebelum sidang saat penyidikan di Polda Bali. "Klien kami hanya sebagai pemilik vila, bukan pemilik barang (narkoba). Barang itu milik WNA Australia bernama Mr Apple yang menyewa vila," ujar Edward. 

Kata dia, Mr.Apple saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Bali. Secara khusus Polda Bali juga mengumumkan masih memburu Mr Apple. 

"Justru klien saya tahu ada barang setelah diberitahu terdakwa lainnya (I Ketut Subagiastra dan Komang Suwana). Dia tahu setelah Mr Apple meninggalkan kamar selama beberapa minggu dan berpesan agar kamar tidak dibuka selama ditinggalkan," ungkapnya. 

Menurut Edward, kesalahan kliennya hanya tahu ada narkoba tapi tidak melapor pada polisi. Menurutnya, Gung Panji tidak pernah menyentuh, menjual, dan tidak pernah menikmati barang. 

"Itu fakta di persidangan. Lalu, kenapa dituntut 12 tahun penjara? Bagi kami itu tuntutan sangat tinggi dan memberatkan," tandasnya. 

Edward mengaku akan menuangkan pembelaan secara lengkap melalui pleidoi tertulis pada sidang selanjutnya. "Selama sidang klien kami juga sudah menyesali perbuatannya, ini yang semestinya menjadi pertimbangan meringankan jaksa dalam mengajukan tuntutan," tukas Edward. 

Untuk diketahui, JPU Kejati Bali, Bagus P.G. Agung dan I Made Agus Sastrawan menuntut Gung Panji 12 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Subagiastra (35) dan Suwana (48), dituntut 14 tahun penjara. Ke tiga nya dituntut terkait kepemilikan sabu berat 35,1 kg. [*]

Dilimpahkan Tersangka Kasus Korupsi LPD Ambengan Senilai Rp.1 M Lebih


Badung , Bali Kini 
- Kejaksaan Negeri Badung menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka Ida Ayu Nyoman Kartini. 

Tersangka diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi berupa penggunaan Dana Lembaga Perkreditan Desa Adat Ambengan, Desa Ayunan, Abianasemal Badung, untuk Kepentingan Pribadi. 

Uang masuk kantong itu, terjadi pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2018 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.954.769,383,20.

Tersangka Kartini diancam Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b, dan ayat (2), Subsider Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b, dan ayat (2) Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang- Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) terhadap perkara sebagaimana tersebut diatas dilakukan oleh penyidik dari Kepolisian Resor Badung kepada Penuntut Umum yang terdaftar dalam Surat Perintah Penunjukan JPU untuk Penyelesaian Perkara Tindak Pidana (P-16A)

"Dengan telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dari penyidik kepada penuntut umum, maka terhadap tersangka dilakukan penahanan oleh penuntut umum selama 20 hari terhitung mulai tanggal 18 Oktober 2022 s.d. 06 Nopember 2022," Singkat Kasiintel Kejari Badung, Made Gde Bamaxs Wira Wibowo.*

Cegah Narkotika, BNNK Karangasem Jalin Kerjasama Dengan Kementerian Agama Kabupaten Karangasem

Karangasem, Bali Kini - Dalam upaya BNNK Karangasem memberantas narkoba atau dalam fungsinya yakni P4GN (Pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika), BNNK Karangasem meluaskan sinergitasnya yakni bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Karangasem, Rabu (19/10/2022). 



Kepala BNNK Karangasem dan Kepala Kementerian Agama Karangasem sepakat menandatangani surat PKS (Perjanjian Kerjasama) yang acaranya dilaksanakan di Gedung Kementerian Agama, Jalan Untung Surapati, No. 10, Amlapura. Dimana acara penandatanganan surat PKS tersebut disertai dengan pelaksanaan test urine kepada 40 orang pejabat maupun petugas di Kantor Kementerian Agama Karangasem. 


"Kami melaksanakannya test urine menggunakan 7 Parameters dan hasilnya semuanya negatif dari penyalahgunaan narkoba," Kata Kepala BNNK Karangasem, Tri Kuncoro.


Sementara, Kepala kantor Kementerian Agama Karangasem, Ida Bagus Mastika mengapresiasi serta berterimakasih kepada pihak BNNK Karangasem karena sudah menjalin kerjasama. "Kami di sini mempunyai tugas yang bergerak di lapangan yakni sebagai penyuluh dan juga guru agama di masing-masing Agama. Didalam kami memberikan pembinaan agama, sudah barang tentu permasalahan narkotika menjadi fokus kami untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas. Dimana obat-obatan terlarang selain menjadi musuh masyarakat juga menjadi musuh agama, " Tandas Ida Bagus Mastika. 


Selanjutnya, pihaknya berharap agar nantinya pihak BNNK Karangasem dapat memberikan pembekalan ilmu kepada para petugas di Kementerian Agama.[r2]

Selasa, 18 Oktober 2022

Bupati Gede Dana Tinjau Lokasi Bencana, Serahkan Bantuan dan Pastikan Penanganan Cepat

Karangasem,Bali Kini -Pasca terjadinya bencana banjir badang yang menerjang beberapa wilayah di Kecamatan Bebandem, Karangasem, pada Senin (17/10/2022) pagi, banyak warga yang tinggal di bantaran sungai di Desa Jungutan, Bebandem, terpaksa harus mengungsi di Balai Banjar karena khawatir banjir bandang kembali terjadi mengingat hujan lebat dengan intensitas tinggi masih terjadi. 



Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta dan Dinas terkait, Selasa (18/10/2022) mengunjungi warga korban banjir dan warga yang terdampak bencana banjir di Desa Jungutan yang mengungsi di Balai Banjar. Dalam kesempatan itu Gede Dana menyerahkan bantuan kompor gas lengkap dengan selang dan regulator, selimut, matras dan paket sembako. 


Kepada awak media, Gede Dana menyampaikan, pasca bencana banjir ini pihaknya telah memerintahkan dinas terkait yakni BPBD Karangasem dan Dinas PU untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, mulai penanganan korban bencana banjir dan tanah longsor, mitigasi dan pemetaan ulang daerah potensi rawan bencana, menginventaris kerusakan fasilitas umum akibat bencana sekaligus untuk penanganannya. 


“Hari ini saya turun bersama BPBD dan Dinas PU untuk melihat dari dekat seberapa parah kerusakan dari dampak banjir bandang kemarin. Saat ini ada banyak warga korban banjir yang mengungsi di balai banjar, dan sudah kita salurkan bantuan kompor gas, matras, selimut dan paket sembako,” ucap Gede Dana. 


Dari hasil pemantauan ke lokasi bencana, Gede Dana menyebutkan banyak akses jalan yang hancur bahkan terputus akibat terjangan banjir, termasuk beberapa jembatan juga putus. Terkait hal ini pihaknya berencana akan membangun jembatan darurat di lokasi akses jalan atau jembatan yang putus. 


“Untuk jangka pendek, yang memungkinkan untuk dilakukan adalah membangun jembatan darurat, paling tidak bisa dilewati oleh sepeda motor. Sehingga mobilitas dan aktifitas ekonomi warga bisa kembali berjalan seperti biasa,” sebutnya. Karena untuk pembangunan jembatan permanen, prosesnya memakan waktu yang cukup panjang, melalui perencanaan, pengajuan anggaran ke DPRD, lelang hingga pelaksanaan. 


“Artinya untuk jangka pendek ini, saya sudah perintahkan kepada Dinas PU untuk mengambil langkah cepat, pembersihan material banjir dan perbaikan jalan yang rusak,” tegasnya. 


Dalam kesempatan itu, Gede Dana menghimbau kepada warga utamanya yang tinggal di bantaran sungai agar waspada dan lebih baik mengungsi ketempat yang aman jika terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi. 


Sebelumnya Gede Dana juga meninjau gedung sekolah SMP 3 Bebandem di Butus, yang bagian padmasana dan tembok penyengker bagian belakang sekolah longsor akibat digrus banjir bandang yang menerjang sungai Bah Api. Ada dua lokal gedung sekolah yang terpaksa tidak difungsikan dan diberikan garis tanda bahaya, agar siswa tidak melintas atau masuk ke garis tersebut. 


Untuk penanganan, Gede Dana bersama Dinas PU turun langsung ke badan sungai guna memastikan langkah penanganan seperti apa yang memungkinkan dilakukan, mengingat ketingian dasar sungai dengan bangunan sekolah mencapai lebih dari 60 meter. (Ami)

Dampak Banjir, Sebuah Bangunan Toilet Tercabut, Wira Menceritakan Ngerinya Peristiwa Air Bah Di Desa Jungutan


Karangasem, Bali Kini -
Dampak dari hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem pada Senin (17/10/2022) Dini Hari, timbulkan berbagai bencana. Daerah-daerah rawan bencana, terlihat masih porak poranda. Beberapa jalan ditutup sementara, pohon-pohon besar tumbang dan hanyut oleh air bah. Bangunan pun banyak yang tergerus air besar. Warga rumahnya dekat dengan aliran sungai, harus mengungsi ke bale banjar setempat, ada pula yang mengungsi ke rumah kerabat. 


Dipantau pada Selasa, (18/10/2022) di Banjar Abian Tiing, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem, dampak dari banjir menggerus sebuah bangunan toilet milik warga yang letaknya di pinggir sungai mati, hingga posisinya terbalik. Bangunan toilet masih utuh, dengan atap beton. Namun dasar bangunan terangkat ke atas. 


Pemilik rumah, I Wayan Wira (30) menceritakan jika tak hanya bangunan Toiletnya saja yang miring, namun banjir bandang juga menggerus tembok penyengker rumahnya hingga roboh, materialnya pun terbawa arus. 


"Di jam 2 dini hari terdengar dari sungai mati di sebelah rumah saya ini, suara gemuruh air. Saya lihat keatas air sudah besar namun saya diam tidak bisa berbuat banyak. Kemudian puncaknya jam 5 pagi, air tiba-tiba mengganas, airnya tinggi sekali sampai bangunan toilet (letaknya lebih rendah dari bangunan rumahnya) tenggelam. Saya dengar ada suara gerumuh, gluntung-gluntung begitu, yang ternyata air membawa material batu-batu besar dari hulu. Saat itu juga pohon-pohon besar bertumbangan. Ngeri saya.. Ternyata tembok penyengker saya sudah hanyut terbawa arus dan rusak," Tandas Wira yang saat itu membersihkan material bersama kerabatnya I Made Brata yang juga menjadi korban dari air bah. 


Untuk saat ini, Wira khawatir akan adanya banjir bandang susulan yang akan menggerus bangunan kamar tidur, mengingat hujan masih akan terus berlangsung. "Ini yang saya khawatirkan, nanti jika banjir lagi, bangunan kamar saya ini tergerus, karena penyengker sudah hanyut, " Kata Wira. (Ami)

Gunakan Mobil Layanan AJP, Bupati Gede Dana Antar Pasien Pulang Usai Berobat di RSUD Karangasem


Karangasem, Bali Kini -Kendati melelahkan, tugas mengantar jemput pasien diperlukan keikhlasan dan semangat meyadnya untuk menolong sesama yang tengah membutuhkan, demikian diungkapkan oleh Bupati Karangasem I Gede Dana, menyadari tugas yang harus diemban oleh petugas Antar Jemput Pasien (AJP) cukup melelahkan. 

Selasa (18/10/2022) saat akan melakukan kegiatan monitoring ke RSUD Karangasem, Bupati Gede Dana melihat salah seorang pasien yang akan diantarkan pulang oleh petugas AJP usai mendapatkan perawatan medis rutin di RSUD Karangasem. Gede Dana kemudian menyapa pasien tersebut dan berbincang singkat sebelum kemudian menawarkan untuk mengantar langsung pasien tersebut kerumahnya menggunakan mobil layanan AJP. 


“Biar saya antar langsung pulang (pasien tersebut,red) kerumah, sekaligus ingin mengetahui seberapa jauh program ini bisa menyentuh dan dirasakan masyarakat, termasuk soal kondisi kelaikkan mobil operasional AJP ini,” ujar Gede Dana kepada petugas AJP sembari membuka pintu mobil layanan AJP dan membantu I Ketut Pasek pasien pengguna layanan AJP tersebut masuk dan duduk dengan nyaman di dalam mobil. 


Sepanjang rute perjalanan menuju rumah pasien tersebut, Gede Dana berbincang-bincang terkait pelayanan AJP Karangasem, sembari memberikan semangat kepada pasien dan berpesan untuk mempergunakan program mobil layanan AJP ini sebaik-baiknya. “Kapanpun bapak membutuhkan layanan, tinggal menghubungi rayon AJP terdekat maka petugas kami akan langsung menjemput. Program AJP ini dibuat untuk kepentingan masyarakat di Karangasem karena kondisi masyarakat dan topografi Karangasem,” bincang Gede Dana. 


Lanjut Gede Dana berpesan, agar masyarakat tidak segan-segan untuk menyampaikan jika ada kekurangan dari petugas pelayanan AJP Karangasem. Pihaknya juga mengakui, jika program AJP ini masih baru sehingga masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Namun demikian hingga saat ini jumlah masyarakat Karangasem yang memanfaatkan AJP cukup tinggi. 


“Mohon maaf jika ada keterlambatan dalam mengantar ataupun menjemput karena mobil dan petugas kita masih terbatas,” kata bupati sambil fokus mengemudi hingga mobil layanan AJP itu sampai dirumah I Ketut Pasek di Banjar Dinas Tenggang, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem. 


Selain mengobrol dengan pasien, Gede Dana juga berpesan kepada petugas AJP dalam mengantar pasien untuk selalau memberikan supot kepada pasien yang masih sakit. Apalagi, kata bupati, dalam sehari petugas bisa mengantar jemput pasien cukup banyak. 


“Baru setengah hari sudah enam kali mengantar dan menjemput pasien, tentu itu sangat capek, tapi itu merupakan bagian dari Yadnya kita dalam membantu sesama” ujar bupati kepada Petugas sekembalinya dari mengantar pasien. Menyadari tugas yang cukup melelahkan itu, Gede Dana berjanji akan meningkatkan pendapatan para petugas AJP agar bisa mendapatkan upah yang layak. “Untuk sementara jangan berkecil hati, saya tahu bapak dan ibu yang bertugas di AJP pasti sangat melelahkan, apalagi melaksanakan tugasnya bisa sampai malam,” ujarnya lagi.


Sementara itu, pasien I Ketut Pasek yang didampingi istrinya, tak bisa menyembunyikan keharuanya. Dia tidak menyangka akan diantar langsung oleh Bupati Karangasem dengan mempergunakan mobil AJP. Ia mengakui, sudah lebih dari 100 kali mempergunakan layanan AJP ini untuk berobat ke RSUD Karangasem. “Untungnya ada AJP, dalam seminggu dua kali harus ke RSUD untuk berobat,” ucapnya. (Ami)

Kerja Sama dengan Kemenko PMK, PHDI Gelar Workshop Gerakan Indonesia Bersih dan Melayani


Jakarta , Bali Kini -
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia melaksanakan Workshop Gerakan Nasional Revolusi Mental di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (16/10).

 

Gerakan Nasional Revolusi Mental Indonesia Bersih dan Indonesia Melayani bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang baik di suatu wilayah, sehingga tidak terjadinya pembiaran terhadap sampah.

 

“Dalam pengelolaan sampah di desa/wilayah, perlu adanya manajemen yang baik sehingga tujuan yang diharapkan dapat terbapai dengan baik,” Perbekel Desa Baktiseraga-SIngaraja, Gusti Putu Armada.

 

Dalam setiap kegiatan baik itu bersifat kegiatan adat ataupun lainnya, pasti menimbulkan sampah. Salah satu praktik yang dilakukan saat workshop, yakni pembuatan eco enzym yakni merubah buah menjadi bahan yang berguna.

 

“Pengolahan Sampah menjadi Eco Enzim merupakan salah satu langkah untuk melindungi bumi dan anak cucu kita,” Praktisi Eco Enzim, Ketut Budiyanto.

 

Selain pembahasan Indonesia Bersih, Workshop tersebut juga membahas Indonesia Melayani. Pura sebagai rumah yang ramah anak diharapkan mampu memberikan pelayanan terhadap kebutuhan anak.

 

“Peran besar Pura diharapkan mampu mendorong pemenuhan hak anak dan melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan eksploitasi kekerasan dan diskriminasi,” Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Pemuda, dan Perlindungan Anak Pengurus Harian PHDI Pusat, Tri Nuryatiningsih E Mantik.

 

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari lembaga pemerintah, swasta, dan pengempon pura. *

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved