-->

Senin, 10 Oktober 2022

Wawali Arya Wibawa Hadiri Piodalan di Pura Petasikan Desa Tegal Harum.


Denpasar , Bali Kini -
Bertepatan Purnama Kapat Wuku Dukut warga Dusun Tegal Sari Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat melaksanakan Piodalan di Pura Petasikan Dusun Tegal Sari Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat  Senin (10/10). 


Dalam pelaksanaan Piodalan ini hadir Wakil Wali Kota  Kadek Agus Arya Wibawa sekaligus mengaturkan dana punia. 


Dengan berlangsungnya proses piodalan dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Kadek Agus Arya Wibawa berharap semua warga Desa Tegal Harum diberikan keselamatan dan kerahayuan. 


Kelian Pura Petasikan I Gusti Agung Widja  mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Wali Kota pada pelaksanaan piodalan di Pura Petasikan Dusun Tegal Sari. Menurutnya piodalan berlangsung setiap satu tahun sekali pada Purnama Kapat. Menurutnya Pura Petasikan dulunya merupakan Pura Ulun Carik atau linggih Ida Bethara Sri. Namun karena tidak ada yang mengempon sehingga warga yang tinggal di Dusun Tegal Sari dicakup menjadi satu sehingga menjadi Pura Petasikan.  Jadi selain Linggih Ida  Bethara Sri juga  berstana  Sesuunan Pura Segara,  Pura Dalem Ped, dan Ratu Niang Sakti. "Tapi palinggih yang paling utama adalah Ida Bethara Sri," ucap Widja.


Lebih lanjut ia menuturkan Pura ini diempon oleh 90 KK Dusun Tegal Sari, dimana semuanya merupakan warga pendatang. Sehingga setiap piodalan dananya bersumber dari swadaya pengempon dan dana desa. 


Untuk pelaksanaan piodalan sekarang telah berlangsung dari tiga hari yang lalu, piodalannya hari ini dan upacara penyineban berlangsung besok. Untuk tingkatan upacara menggunakan upakara Panca Sanak, Pregembal dan dipuput oleh Ida Pedande Istri Ngurah Griya Gede Klungkung  


Dengan telaksananya piodalan ini ia berharap semua warga diberikan  kerahayuan. Karena semua warga Desa Tegal Harum dan Desa Tegal Kertha  kesini untuk melaksanakan  persembahyangan. (ayu )

Karya Ngenteg Linggih Caru Rsi Gana Banjar Tampakgangsul Denpasar


Walikota Jaya Negara Ngayah Mesolah Topeng Arsa Wijaya


Denpasar, Bali Kini - Bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, Soma Wage Dukut, Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara Ngayah Mesolah Topeng Arsa Wijaya serangkaian Puncak Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Caru Rsi Gana dan Jempong Asu di Banjar Tampakgangsul Denpasar, Senin (10/10).


Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana, Anggota DPR RI, IGA. Rai Wirajaya, Ketua Komisi I DRRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Mantan Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan undangan  lainya.


Sebelum upacara, di awali dengan tarian Rejang Dewa, Wayang Lemah, Topeng Keras, Topeng Tua, Topeng Penasar, Topeng Arsa Wijaya, dan Topeng Sidakarya serta Tari Baris.


Walikota Jaya Negara usai upacara mengatakan, pelaksanaan  Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Caru Rsi Gana dan Jempong Asu Banjar Tampakgangsul Denpasar ini adalah salah satu bentuk untuk meningkatkan sradha bhakti yang ada di setiap umat. Apalagi di komunitas masyarakat seperti banjar, perlu diapresiasi  bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upacara yang dilaksanakan.


“Mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar memberikan apresiasi dimana muncul kemandirian dan kesadaran  masyarakat yang begitu dalam melaksanakan Yadnya   sehingga manfaat yang kita peroleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya dapat kita peroleh dengan baik,” kata Jaya Negara.


Walikota Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya Upacara Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Caru Rsi Gana dan Jempong Asu Banjar Tampakgangsul Denpasar ini seluruh umat terutama penyungsung dan pengempon serta Krama Banjar dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


“Tentu pelaksanaan Yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap kedepan upacara Yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif dilingkungan desa setempat,” katanya.


Manggala Karya I Wayan Sugitha, didampingi Kelian Adat Banjar Tampakgangsung A.A.Ketut Ekayadnya yang ditemui disela-sela upacara mengatakan, pelaksanaan karya ini merupakan upacara Dewa yadnya. Kegiatan serupa pernah dilaksanakan pada tahun 1953 silam


Dimana karya ini pada umumnya diadakan tiap tiga puluh tahun sekali. Dalam upacara ini, semua pelinggih yang ada di paryangan banjar  dipelaspas dan dipendem pedagingan. "Semua pelinggih yang ada di Merajan Banjar Tampakgangsul, termasuk Balai Kulkul. Semuanya akan dipelaspas dan dipendem pedagingan," katanya.


Upacara ini dipuput tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Made Karang dari Griya Karang Tampakgangsul, Ida Pedanda Gede Oka Karang dari Griya Lumintang dan Ida Pedanda Gede Oka Mas dari Griya Satria. Selaku Yajamana karya, yakni Ida Pedanda Made Karang. (ays/r4).

Bupati Tamba Kukuhkan Bendesa Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah Kangin


Jembrana , Bali Kini -
Bertepatan dengan rahina Purnama Kapat Somo Wage Wuku Dukut Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri acara pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah kangin, yang digelar di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (10/10/2022).


Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan Bendesa Adat yang disaksikan oleh Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia, Prebekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta dan Panitia Karya.

I Ketut Sugita  dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Kaliakah masa ayahan (masa bhakti) saka warsa 1944-1949 atau tahun masehi 2022-2027 mengganti Prajuru Desa Adat yang lama I Putu Suarka yang telah usai masa jabatanya.


Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam sambutannya menyampaikan selamat atas dikukuhkannya bendesa beserta anggotanya, dan ia minta agar dapat menjaga kelestarian desa pakraman.

"Selamat kepada I Ketut Sugita atas terpilihnya menjadi Bendesa Adat Kaliakah, Dengan pengukuhan ini, I Ketut Sugita akan bertanggung jawab atas segala tugas-tugas adat untuk menjaga kelestarian Desa Pakraman selama periode tahun 2022 sampai 2027," ucapnya


Selain itu, Bupati Tamba berpesan kepada Bendesa adat terpilih untuk bertugas dengan sebaik baiknya.

"Kepada bendesa agar bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Bendesa adat harus berjalan beriringan dengan Prebekel dalam memajukan desa dan senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat. Sekali lagi prebekel dan bendesa adalah ujung tombak bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana," ujarnya.


Dilain sisi Ketua Panitia Pengukuhan I Wayan Eka Wiasa menyampaikan Dari 3 (tiga) calon Bendesa yang terdaftar, terdapat 1 terpilih menjadi Bendesa Adat yaitu I Ketut Sugita. Pihaknya berharap dengan terpilihnya Bendesa ada tersebut agar dapat mengemban tugas dan kewajibannya dengan baik.

"Dumogiastu Bendesa yang sudah terpilih dapat menjalankan dari apa yang  menjadi tujuan krama desa dan senantiasa menjaga desa adat, agama dan budaya," pungkas Eka Wiasa.( Komang)

Purnama Sasih Kapat, Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Batukau


Tabanan , Bali Kini  -
Komitmen dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan guna menjalankan roda pemerintahan merupakan hal yang penting dan selalu ditingkatkan oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, beserta jajaran dalam mempercepat terwujudnya pembangunan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Tak hanya terjun langsung melalui program-program Pemerintahan, namun juga diimbangi kegiatan sekala dan niskala. Salah satunya dengan melaksanakan persembahyangan mohon kerahayuan di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin, (10/10) bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Kapat.

Dalam kegiatan persembahyangan yang secara rutin dilakukan setiap rahina Purnama ini, Bupati Sanjaya mengajak serta para pihak Legislatif dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta para Camat se-Kabupaten Tabanan. Tak lupa bersama-sama Bupati Sanjaya memanjatkan doa dan mohon kerahayuan Jagat, terutama Bali dan juga Tabanan.

Kegiatan persembahyangan diawali di Pura Beji, kemudian dilanjutkan di Pura Luhur Batukau yang dipimpin oleh Mangku Gede setempat. Disamping itu, Persembahyangan ini ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya, segala tujuan dan program yang tercantum dalam visi Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) satu per satu terwujud.

Di kesempatan tersebut pula, Bupati Sanjaya meminta kepada seluruh jajaran agar berdoa dengan sungguh-sungguh bukan saja untuk Pemerintah, namun juga untuk diri sendiri agar lebih baik lagi. Terlebih, dalam upaya untuk bersama-sama bangkit dan pulih setelah pandemi. Semua sektor terdampak, terlebih saat ini Bali begitupun juga Tabanan mengalami Inflasi akibat pandemi tersebut.

Pihaknya berharap agar semua masyarkat bersabar dan selalu bersatu dengan penuh semangat gotong-royong membangun kembali perekonomian di Daerah dan bersinergi bersama-sama dengan pemerintah. Begitu juga, komitmen, kerja keras dan kekompakan dari seluruh jajaran sangat diharapkan guna mewujudkan seluruh pembangunan di Kabupaten Tabanan.

Tidak lupa juga Bupati Sanjaya mengucap syukur dan terimakasih kepada seluruh jajaran dan pihak terkait, terutama seluruh elemen masyarakat yang selalu mendukung serta turut berpartisispasi dalam membangun Tabanan. Pihaknya juga berharap agar seluruh jajaran dan seluruh elemen masyarakat Tabanan selalu memupuk rasa kebersamaan, meningkatkan semangat gotong-royong dan selalu berkomitmen membangun Tabanan.[tim/r2]

Pemprov Bali Siaga Hadapi Dampak Cuaca Ekstrem

 


Bantuan Pasca Bencana diberikan kepada korban Cuaca Ekstrim Sabtu lalu


Denpasar , Bali Kini  - Menindaklanjuti siaran pers BMKG 8 Oktober 2022 tentang Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut untuk Sepekan ke Depan (09 - 15 Oktober 2022), BPBD Provinsi Bali melakukan beberapa langkah antisipasi seperti meningkatkan koordinasi dengan BMKG Wilayah III Denpasar untuk mendapatkan update informasi peringatan dini, Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan Meningkatkan koordinasi antar dinas terkait dan aparatur untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan sesuai tugas pokok fungsi dan kewenangannya masing-masing. Hal ini disampaikan Kalaksa BPBD Bali Made Rentin dalam siaran persnya, di Denpasar, Senin (10/10).


Rentin mengakui cuaca ekstrem dan hujan lebat, di Provinsi Bali, Sabtu 8 Oktober 2022 menyebabkan beberapa kejadian menonjol di 7 Kabupaten/Kota seperti tanah longsor, pohon tumbang, tembok penyengker rumah roboh, jalan jebol, banjir.


“Saat ini kondisi sudah normal dan air sudah surut, kegiatan masyarakat normal kembali, tidak ada posko pengungsian. Pemprov Bali melalui BTT memberikan bantuan pasca bencana berupa santunan kematian 15 juta per orang, dan biaya perawatan di Rumah Sakit 10 juta per orang,” kata Rentin. 


Rentin membantah adanya wisatawan asing yang dievakuasi akibat banjir kemarin. Menurutnya saat itu wisatawan yang meminta untuk dibantu akses keluar dari villa agar bisa menjalankan agenda berwisata sesuai jadwal.


Ia menambahkan selanjutnya BPBD Provinsi Bali tetap berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan seperti BMKG, Basarnas, TNI, Polri, Relawan, Dinas PUPR, Balai BWS, dan Satker lainnya.


Ia menghimbau kepada masyarakat Bali untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrim yang diperkirakan masih berlangsung sampai seminggu ke depan.


“Masyarakat agar tetap berhati-hati melaksanakan kegiatan, untuk sementara hindari daerah rawan seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai dan tempat berisiko lainnya,” kata birokrat asal Banjar Sayan, Mengwi, Badung.[rl/r4]

Kejaksaan Negeri Karangasem Sita Uang Dari Beberapa Kelompok Usaha Yang Bermasalah


Karangasem, Bali Kini -  Setelah sebelumnya Kejaksaan Negeri Karangasem berhasil menyita uang hasil dugaan kasus korupsi dari BUMDes Desa Kertha Bhuana, kini Senin (10/10/2022) pihak Kejari kembali menyita puluhan juta uang dari beberapa kelompok usaha yang bermasalah. 

Hal tersebut diungkapkan Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra. "Ya, hari ini telah ditambah lagi penyitaan uang oleh penyidik dari 9 kelompok usaha sebanyak Rp 30 juta, dimana sebelumnya sudah ada penyitaan dari Ketua Bumdes di Desa Kertha Buana uang sebanyak Rp.10.400.000, " Katanya pada media ini. Sehingga total uang yang disita penyidik ialah sebanyak Rp. 40.400.000,-.


"Penyelamatan uang BUMDes menjadi perhatian utama dari penyidik. Disamping disamping penegakan hukum juga berjalan sesuai prosesnya, " Sambungnya.


Sementara, uang tersebut yang disita penyidik merupakan  uang yang bermasalah dari beberapa kelompok usaha masyarakat  seperti  kelompok usaha ayam, kelompok usaha sapi ataupun kelompok usaha dagang. (Ami)

Awig-Awig Desa Adat Penasan Desa TIhingan di Pengukuhan


Klungkung , Bali Kini - Bertepatan pada rahina Purnama Kapat, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Acara Pengukuhan Awig-awig Desa Adat Penasan Desa Tihingan bertempat di Pura Puseh lan Bale Agung Desa Adat Penasan Desa Tihingan Kecamatan Banjarangkan, Senin (10/10).

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengingatkan agar Awig-awig dapat mengikuti perkembangan jaman dan menyesuaikan dengan adat istiadat yang sudah ada maupun yang sudah berjalan di Desa Adat Penasan. Selain itu juga harus selaras dengan peraturan Pemerintah baik itu peraturan dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Peraturan Desa. Hal ini dipandang perlu, di samping untuk mensejahterakan masyarakat, keberadaan awig-awig juga dapat digunakan untuk melindungi masyarakat desa dari perbuatan yang melanggar hukum.


“Isi dari awig-awig tidak untuk dikeramatkan, melainkan untuk disepakati dan dilaksanakan dengan tujuan untuk mensejahterakan dan melindungi masyarakat serta Sumber Daya Alam yang ada di Desa Adat Penasan,”  Ujar  Bupati Suwirta.


Kepada Perangkat Desa Adat didorong untuk mensosialisasikan awig-awig kepada seluruh masyarakat di Desa Adat Penasan. Bupati Suwirta juga mengingatkan masyarakat Desa Adat Penasan untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, mentaati Peraturan Perda KTR,  ikut menjaga kebersihan dan menata telajakan di lingkungan Desa Tihingan yang menjadi salah satu Obyek pariwisata di Kabupaten Klungkung.

 

Sementara itu, Bendesa Desa Adat Penasan I Wayan Subadra, menyampaikan bahwa Awig-Awig Desa Adat Penasan sudah berumur kurang lebih 40 tahun sejak dikukuhkan pada 5 Agustus 1982. Awig-awig ini dibuat dalam bentuk lontar dan buku. Dan untuk Awig-awig yang saat ini dikukuhkan dalam bentuk lontar, dua buah buku. satu buku ditulis dengan menggunakan aksara Bali dan huruf latin Bali, dan satu buku lagi ditulis dengan menggunakan huruf latin Bali dan huruf latin Indonesia.


Acara Pengukuhan Awig-Awig yang diisi dengan persembahyangan bersama dipuput oleh Ida Peranda Istri Rai Keniten saking Gria Gede Intaran Tihingan. Turut hadir Camat Banjarangkan I Dewa Komang Aswin, Perbekel Tihingan I Wayan Sugiarta dan krama Desa Adat  Tihingan, serta undangan terkait lainnya. (cok)

Sabtu, 08 Oktober 2022

TIONGKOK MENYENSOR LIRIK LAGU KEBANGSAANNYA SENDIRI YANG DIGUNAKAN DALAM PROTES LOCKDOWN

 


CHINA Anthem Censored 

China ,voa - Lagu kebangsaan Tiongkok, “Barisan Para Relawan” yang tampaknya memberikan instruksi jelas kepada penduduk Shanghai yang sudah jengkel dengan kebijakan lockdown pemerintah dan dianggap menindas.  Kata-katanya adalah “Bangkitlah, rakyat yang tidak dijadikan budak.” 

Tetapi ketika penduduk dari kota tempat lahirnya Partai Komunis Tiongkok mulai memposting baris pertama yang memberi semangat itu di Weibo, versi Tiongkok dari Twitter, penguasa memblokirnya.  Juga sebuah baris lagu yang bermakna: “Bangkit! Bangkit! Bangkit!” 

Lagu kebangsaan Tiongkok merupakan cerminan kuat dari tradisi, sejarah, dan keyakinan dari negara itu.  Dalam tahun-tahun awalnya, lagu kebangsaan Tiongkok, lagu tema dari film populer pada tahun 1935, “Putra-Putra dan Putri-Putri Dalam Masa Badai,” mendesak perlawanan terhadap tentara Jepang yang melakukan invasi terhadap Tiongkok. 

Tetapi meskipun komposisi lagu itu memiliki asal-usul yang sifatnya patriotik, penguasa Tiongkok melarang bagian pertama dari lagu tersebut, dan juga bagian lain yang menyemangati selama masa pandemi COVID 19 berlangsung. 

Penguasa langsung melarang lagu kebangsaan ini dikutip setelah COVID 19 untuk pertama kalinya diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan.   

Pembisuan Dr. Li Wen-liang, yang menerbitkan peringatan tentang virus baru yang menular ini dan kemudian membunuh dirinya, memicu kemarahan dikalangan netizen yang memposting lirik-lirik sama di Douban, versi Reddit dari Tiongkok.  Demikian menurut situs Language Log. 

Kemudian penguasa Tiongkok memblokir baris pertama lagu kebangsaan itu karena apa yang dikilahkannya “memuat politik atau ideologi yang radikal,” demikian menurut posting di Twitter. (jm/ps) 


Edukasi Teknologi Sejak Dini, Satgas Yonif 126/KC Beri Ilmu Dasar Penggunaan Laptop


(Keerom) Bali Kini -  Dalam rangka memberikan pengetahuan tentang teknologi dan informatika, Personel Satgas Yonif 126/KC Pos Kalilapar memperkenalkan cara menggunakan Laptop kepada anak-anak perbatasan di Kampung Kalilapar II, Distrik Waris, Kabupaten Keerom.


Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Senggi, Papua, Sabtu (08/10/2022).


Berinovasi untuk membantu anak-anak perbatasan memperkenalkan penggunaan komputer dasar sehingga di kemudian hari bisa mengoperasionalkan dan tidak ketinggalan teknologi dengan anak-anak di perkotaan di zaman modern.


“Pengenalan yang diberikan oleh Satgas mulai dari program yang paling dasar. Disela pelajaran sesekali personel memutarkan film anak-anak agar mereka terhibur kemudian menyiapkan anak-anak makanan untuk dimakan bersama-sama,” ujar Dansatgas.


Sementara itu, Maonda (13) salah satu anak yang turut bermain dan belajar menyampaikan rasa senang dan terimakasihnya kepada anggota Satgas Yonif 126/KC yang telah mengenalkan teknologi komputer. “Terimakasih Abang-Abang TNI, sekarang saya sudah tahu apa itu Laptop,” ucapnya.[tim /lpt]

Pemkot Denpasar Respon Cepat Penanganan Banjir Pasca Hujan

 


Ket foto : Penanganan Banjir pasca hujan di beberapa titik Kota Denpasar yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sabtu (8/10). 

Denpasar, Bali Kini - Hujan yang melanda Kota Denpasar sejak Jumat (7/10) malam hingga Sabtu (8/10) pagi menyebabkan banjir di beberapa titik. Pemkot Denpasar pun langsung mengambil langkah cepat penanganan. Bahkan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara turun langsung memastikan penanganan banjir agar segera tertangani. Tampak hadir mendampingi Walikota, Sekda IB. Alit Wiradana, Kadis PUPR AA. Airawata, Kalaksa BPBD IB. Joni Ariwibawa, Kadis Sosial IGA. Laxsmi Saraswati, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai dan Camat Denpasar Barat IB. Purwanasara.


Selain kawasan Jalan Pura Demak, beberapa lokasi juga terpantau terjadi genangan. Seperti halnya kawasan Jalan Tukad Irawadi, Kawasan Jalan Sedap Malam, Sanur, Kawasan Jalan Imam Bonjol Gang Air Mancur, Banjar Tenten, SDN 21 Dauh Puri, Jalan Kertapura VII, Jalan Siulan, dan Jalan WR. Supratman Gang V Tohpati. Selain itu, terdapat pula peristiwa kebencanaan lainya seperti pohon tumbang yang sudah dalam penanganan. 


Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, memasuki penghujung tahun memang identik terjadi hujan dan cuaca ekstrim. Karenanya, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. 


"Akhir-akhir ini intensitas hujan meningkat, masyarakat kami imbau untuk selalu waspada," ujar Jaya Negara.


Dikatakan Jaya Negara pasca hujan, beberapa titik di Kota Denpasar terpantau banjir. Hal ini dikarenakan adanya saluran air yang tersumbat serta daya tampung saluran air yang melebihi batas. 


"Jadi karena kita  di hilir, intensitas hujan yang meningkat, terlebih di hulu dan hilir membuat saluran air penuh, kondisi inilah yang membuat terjadinya genangan di beberapa titik, namun sudah kita tangani," jelasnya


Pihaknya mengatakan, dalam penanganan kali ini berbagai pihak turut terlibat. Mulai dari BPBD Kota Denpasar, DPUPR Kota Denpasar, DLHK Kota Denpasar, Dinas Sosial Kota Denpasar, Basarnas, TNI/Polri dan BWS Bali Penida. Dimana, penanganan dilaksanakan dengan menerjunkan dua unit mesin pompa besar, dan masing-masing pompa kecil yang tersebar di beberapa titik. Juga turut diserahkan bantuan selimut, pakaian, handuk dan makanan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak banjir.


"Hingga siang hari kita pantau sudah mulai surut, semoga bisa tuntas hari ini, dan banjir bisa terkendali," ujarnya sembari mengajak masyarakat untuk bersama-sama tidak membuang sampah ke saluran air. 


Sementara Kadis Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan, dalam menyikapi banjir di beberapa titik wilayah Kota Denpasar ini pihaknya telah menerjunkan relawan. Hal ini khususnya guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. 


"Karena rumahnya terkena banjir, otomatis kegiatan terganggu, sehingga kami laksanakan progran Food Recue dengan memberikan bantuan makanan atau nasi bungkus sebanyak 250 bungkus, semoga bermanfaat hingga nanti banjir tertangani dan masyarakat dapat kembali kerumahnya," jelasnya.[rls]

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved